cover
Contact Name
Anne Sirait
Contact Email
anne.meylani@ui.ac.id
Phone
+6221-7866732
Journal Mail Official
jgt@sci.ui.ac.id
Editorial Address
Jurnal Geosains Terapan (J.Geos T.) is a national journal published twice a year, in February and August, by the Department of Geosciences, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Indonesia. The Jurnal Geosains Terapan provides opportunities for contributors to present scientific papers in support of or related to earth sciences, including geology, geophysics, physical geography, geodesy, geomorphology, and their applications. The journal will be published in both print and online formats.
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Geosains Terapan
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 2502468X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geosains Terapan (J.Geos T.) is a national journal published twice a year, in February and August, by the Department of Geosciences, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Indonesia. The Jurnal Geosains Terapan provides opportunities for contributors to present scientific papers in support of or related to earth sciences, including geology, geophysics, physical geography, geodesy, geomorphology, and their applications. The journal will be published in both print and online formats.
Articles 62 Documents
Analisis Petrofisika dan Evaluasi formasi Reservoar Berdasarkan Data Log Sumuran pada Lapangan “D” Nurrul Ahmad Hidayat; Abdul Haris
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 3 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas karakterisasi zona reservoar hidrokarbon berdasarkan analisis petrofisika. Penelitian dilakukan dengan melakukan evaluasi formasi dan analisis petrofisika. Dalam evaluasi formasi dibutuhkan parameter-parameter fisika untuk mengevaluasi dan memprediksi kandungan minyak dan gas bumi dalam batuan reservoar. Parameter-parameter fisika tersebut adalah kandungan lempung, porositas, kejenuhan air dan permeabilitas yang didapatkan dari analisis petrofisika. Dalam penelitian ini dilakukan analisis petrofisika dari 7 data sumur. Berdasarkan hasil akhir analisis petrofisika, reservoar zona target pada lapangan penelitian adalah reservoar pada sumur Lisburne 1 dengan kandungan lempung sebesar 9%, porositas efektif 24% dan saturasi air 10%. Litologi pada reservoar ini merupakan batupasir dengan ketebalan reservoar sebesar 53,64 meter. Reservoar ini terletak pada kedalaman 1978 – 2154 ft.
Risiko erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar Dino Eka Putra; Supriatna; F.TH.R. Sitanala
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 3 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana geologi seperti erupsi gunung api yang masih belum bisa diprediksi menjadikan wilayah sekitar gunung api rawan akan ancaman tersebut. Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia, yang terletak di Kabupaten Tanah Datar sehingga wilayah tersebut rawan terhadap bencana erupsi Gunung Marapi. Kerentanan wilayah Tanah Datar dapat ditentukan dengan menggunakan metode skoring berdasarkan Peraturan BNPB Nomor 2 Tahun 2012 dengan variabel kondisi sosial berupa kepadatan penduduk dan kelompok usia rentan, kondisi ekonomi berupa lahan produktif dan penduduk petani, dan kondisi fisik berupa wilayah terbangun, fasilitas umum dan fasilitas kritis. Penelitian ini menghasilkan risiko erupsi Marapi berdasarkan kawasan rawan bahaya, kerentanan wilayah dan kapasitas yang dilihat dari sumber daya dan kemampuan mobilisasi menggunakan metode pembobotan yang menghasilkan tiga wilayah risiko. Wilayah risiko tertinggi berada di Desa Guguk di Kecamatan Pariangan dan wilayah risiko terendah berada di Desa Tigo Niniak di Kecamatan Limo Kaum, dimana kapasitas sangat berpengaruh dalam mengurangi tingkat risiko erupsi.
Wilayah prospek panasbumi berdasarkan karakteristik fisik di Sesar Cimandiri, Jawa Barat Anika; Rokhmatulloh; Supriatna
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 3 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesar Cimandiri merupakan sesar aktif ditandai dengan munculnya beberapa manifestasi berupa mata air panas sebagai bukti dari adanya kegiatan panasbumi. Mata air panas yang muncul di sepanjang Sesar Cimandiri memiliki perbedaan suhu akibat pengaruh karakteristik fisik di setiap lokasi mata air panas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui wilayah prospek panasbumi berdasarkan karakteristik fisik di Sesar Cimandiri, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode survei terpadu antara aspek geografi, geologi, dan geokimia serta teknologi penginderaan jauh. Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk menganalisis suhu permukaan tanah di wilayah penelitian. Survei geokimia dilakukan dengan pengambilan sampel mata air panas untuk mendapatkan konsentrasi kandungan unsur Na dan K. Data tersebut digunakan untuk menghitung suhu reservoir dengan menggunakan metode Geotermometri. Hasil menyimpulkan terdapat tiga wilayah prospek panasbumi di Sesar Cimandiri dengan klasifikasi tingkat rendah dan sedang. Tingkat rendah diwakili oleh wilayah prospek panasbumi Cibubuay dengan suhu reservoir 109°C berada pada zona kerapatan patahan tinggi, konsentrasi Na/K rendah, suhu reservoir rendah, dan mata air panas terletak jauh dari patahan. Sedangkan wilayah klasifikasi tingkat sedang diwakili oleh wilayah prospek panasbumi Cibadak (130°C) dan Cikundul (189°C) berada pada zona kerapatan patahan sedang hingga rendah, konsentrasi Na/K tinggi, suhu reservoir menengah, dan mata air panas terletak dekat dengan patahan.
Wilayah bahaya longsor menggunakan metode SINMAP (studi kasus: Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat) Hermansyah; Supriatna; Adi Wibowo
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 3 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia dan Provinsi Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sukabumi di dalamnya merupakan daerah yang sering terjadi longsor. Oleh karena itu, sudah seharusnya diwaspadai dan dianalisis lebih baik agar tidak memakan korban yang lebih banyak. Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis potensi longsor adalah Stability Index Mapping (SINMAP) dengan menggunakan beberapa data, yaitu Digital Elevation Model (DEM), jenis tanah, dan curah hujan. Data tersebut nantinya digunakan untuk menganalisis wilayah potensi longsor di Kecamatan Simpenan. Kemudian peta potensi longsor hasil pemodelan SINMAP di-overlay dengan permukiman untuk mendapatkan wilayah bahaya longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65,56% (11.034,81 Ha) dari luas wilayah Kecamatan Simpenan berpotensi longsor dan wilayah bahaya longsor seluas 192,82 Ha atau 36,90% dari total luas wilayah permukiman.
Jurassic Sandstone Characteristic Of Bobong Formation In Taliabu Island, Eastern Indonesia: Outcrop And Petrography Observations Septriandi; Ildrem Syafri; Yoga Adriana S; Farid Ferdian
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 3 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Taliabu terletak di Provinsi Maluku Utara, Indonesia bagian Timur. Beberapa contoh batuan Formasi Bobong dari pulau tersebut dilakukan analisis geometri, tekstur sedimen, mekanisme transportasi, lingkungan pengendapan dan proses diagenesa untuk dapat dipahami kualitas reservoarnya. Delapan contoh batuan dari delapan singkapan dianalisis dan didapatkan bahwa distribusi ukuran butir adalah bongkah (64 mm/-6 phi) hingga pasir halus (0.125 mm/3.0 phi), sortasi buruk – menengah, ukuran butir keras – sangat keras, bentuk butir membundar – membundar tanggung. Butiran kuarsa dan feldspar mendominasi komposisi mineral dan tekstur sedimen. Struktur sedimen dan analisis granulometri menunjukkan lingkungan pengendapan sedimen darat – laut dangkal (alluvial fan, fluvial, pantai). Tipe batupasir Formasi Bobong ditandai oleh analisis petrografi Quartz Arenite dan Feldspathic Arenite dan provenance tektoniknya berasal dari blok kontinen (Granit Banggai dan batuan metamorf grade rendah), tepatnya, interior craton dan pengangkatan basement terendapkan selama periode Jurassic – Jurassic Tengah. Porositas efektif berada pada rentang 8.8 % - 19 % dengan klasifikasi reservoar buruk – baik. Pengendapan sedimen di lingkungan darat memiliki kualitas reservoar lebih baik daripada lingkungan pengendapan pantai. Kompaksi sangat sering terdapat pada lingkungan pengendapan pantai, menutupi porositas sehingga reservoar menjadi buruk.
The Simplest Method Gravity Data Analysis on Endut Mountain Region Agus Riyanto; Siska Agustiningsih; Nurhayatul Ismah; Supriyanto
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 4 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode paling simple dalam proses analisa data gravitasi sudah dilakukan pada daerah Gunung Endut, Jawa Barat. Metode ini memanfaatkan algoritma least square. Data gravitasi yang dipergunakan meliputi 270 buah titik pengukuran gravitasi yang memiliki spasi pengukuran 250 m. Dari 270 data anomali bouger terlihat terdapat trend anomali nilai gravitasi rendah berada pada wilayah barat laut sedangkan anomali gravitasi tinggi berada pada bagian barat daya daerah penelitian. Untuk kemudian data mentah tersebut diolah menggunakan algoritma least square dengan konstrain posisi dari masing- masing titik data yang terdiri dari posisi lintang dan bujur. Hasil dari algoritma tersebut merupakan anomaly regional dari data gravitasi, hasil yang diperoleh menunjukkan trend yang sama dengan data anomaly bouger, dimana anomali gravitasi rendah berada pada daerah barat laut dan gravitasi tinggi barat daya. Ini menunjukkan metode ini telah berhasil dalam mengekstrak anomali lokal data gravitasi serta trend regional pada area ini.
Kerentanan wilayah terhadap tsunami di Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Novida Dara Rezita; Sobirin; Supriatna
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 4 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kerentanan wilayah terhadap tsunami berdasarkan aspek keterpaparan, sensitivitas dan ketahanan. Daerah penelitian adalah Pantai Ujunggenteng yang memiliki topografi ketingggian 0 – 56 mdpl, pantai cenderung landai dan pantai berbentuk teluk yang mempunyai potensi wilayah rayapan gelombang tsunami. Metode penelitian yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis berbasis grid. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, dilakukan survei lapang, wawancara, dan pengumpulan data baik primer ataupun sekunder. Data tersebut diolah menggunakan software Microsoft Excel dan software pengolahan Arc GIS 10.1 agar didapatkan hasil akhir yaitu peta kerentanan. Peta kerentanan wilayah terhadap tsunami dibuat dengan teknik overlay dan pembobotan AHP. Kerentanan wilayah terhadap tsunami di daerah penelitian menggunakan metode AHP didominasi oleh kelas kerentanan tinggi. Kerentanan wilayah tinggi terdapat pada sepanjang pesisir pantai bagian selatan dan beberapa di pesisir pantai barat daerah penelitian dengan jumlah grid 336 atau berkisar 60% dari seluruh jumlah grid. Kerentanan wilayah sedang terdapat pada bagian tengah, timur dan beberapa di pesisir barat daerah penelitian dengan jumlah grid 197 atau berkisar 35% dari seluruh jumlah grid. Sedangkan kerentanan wilayah rendah terdapat dibagian utara dan beberapa di tengah daerah penelitian dengan jumlah grid 25 atau berkisar 5% dari seluruh jumlah grid.
Zonasi estuari Ci Mandiri berdasarkan salinitas permukaan perairan Cindy Dantie LadyaLadya; Supriatna; Rokhmatulloh
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 4 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estuari adalah suatu wilayah yang sangat dinamis tempat bertemunya air laut yang bersalinitas tinggi dengan air tawar yang bersalinitas rendah sehingga salinitas di wilayah estuari berkisar antara 0.5-30 ‰. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zonasi estuari Ci Mandiri berdasarkan salinitas permukaan perairan dan mengetahui hubungan salinitas dengan arus laut, pasang surut, curah hujan dan debit sungai. Nilai salinitas diperoleh melalui interpretasi citra Landsat 8 tahun 2014 dan 2015 menggunakan algoritma pendugaan salinitas Woutuyzen et.al (2008) yang kemudian divalidasi menggunakan data pengukuran salinitas di lapangan tanggal 9 Juni 2014 dan 25 April 2015. Berdasarkan hasil pendugaan salinitas, terdapat 3 zona di Estuari Ci Mandiri berdasarkan salinitasnya yaitu Mexo-mesohaline, Mexo-polyhaline, dan Euryhaline. Salinitas tinggi terjadi saat kecepatan arus yang bergerak secara horizontal tinggi, debit aliran sungai dan curah hujan rendah, serta laut dalam keadaan surut. Salinitas rendah ditemukan saat keadaan pasang dengan kecepatan arus yang bergerak secara horizontal rendah serta debit aliran sungai dan curah hujan tinggi.
Risiko tsunami di pesisir Simpenan – Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Fahmi Ilmayanti; Supriatna; Tjiong Giok Pin
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 4 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Simpenan dan Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi yang memiliki lokasi di sekitar patahan aktif Cimandiri dan merupakan zona sumber gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran wilayah bahaya tsunami dan mengetahui sebaran tingkat risiko tsunami di sepanjang Pesisir Simpenan – Ciemas. Metode yang digunakan yaitu skoring dan pembobotan serta overlay data bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa bahaya tsunami di wilayah penelitian didominasi oleh tingkat bahaya tinggi, karena sebagian besar wilayah ketinggiannya berkisar antara 0 - 12,5 mdpl. Sedangkan untuk tingkat risiko pada wilayah penelitian didominasi oleh tingkat risiko sedang, dan tidak ada yang memiliki risiko rendah.
The Application Of Outliers-Out Stacking For Seismic Noise Reduction In Synthetic And Real Data Agus Riyanto; Novrizal; Supriyanto; Abdul Haris
Jurnal Geosains Terapan Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seismic data processing is an important stage to improve the signal-to-noise (S/N) ratio and the seismic resolution in the seismic method. The invention of new methods for seismic data processing needs to be examined for its effectiveness and its implications to the whole sequences in the seismic data processing. Outliers-Out Stack (OlO Stack) is a new alternative for stacking method. This method is claimed more effective in eliminating bad sample data, which is contaminated by the outliers. Further, this method is able to improving stacking methods to become optimum. In this study, we applied the OlO Stack method to the synthetic and real data set by comparing its result with 2 other stacking methods, i.e., Mean Stack and α-Trimmed Stack. The three methods are applied to 2D seismic marine data, which have been varied at some processing stages. The results show that the application of OlO Stack in seismic data processing is less effective to reduce seismic random noise compared to the two other methods. However, the application to the synthetic data set with the NMO case, the OlO stack shows better quality, which is indicated by a high correlation coefficient of 0.892196 and a lower RMS error of 0.109851. These results were confirmed by the real data set, where the OlO Stack data is able to reduce ringing and suppress multiple energy better than the other two methods.