cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 124 Documents
Nilai-Nilai Pendidikan Tauhid, Akhlak, dan Kepemimpinan dalam Kisah Nabi Ibrahim As: (Telaah Ayat-ayat Kisah Nabi Ibrahim dan Relevansinya dengan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam) Umar Al Faruq; Zakiyah Arifa
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v10i2.3111

Abstract

Kisah Nabi Ibrahim yang banyak dijelaskan di dalam al-Qur’an mempunyai relevansi terhadap pendidikan Islam. Tulisan ini ingin menelusuri bagaimana nilai pendidikan ketauhidan, akhlak dan kepemimpinan (leadership) Nabi Ibrahim AS dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari jurnal, artikel dan buku serta ayat-ayat Qur’aniyah yang terdapat dalam beberapa surat yang terkandung dalam al-Qur’an seperti surah Maryam, Al-Shaffat, An-Nujum, Hud, Al-Anbiya’, Al-An’am, An-Nahl, Al-Baqarah, dan Al-Mumtahanah. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan ketauhidan dari Nabi Ibrahim yang dapat dijadikan rujukan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) seperti keteguhan hati tanpa keraguan dalam bertauhid kepada Allah SWT, juga pendidikan akhlak seperti nilai kejujuran, kesabaran, kesantunan, menepati janji, keberanian, kedermawanan, ramah dan kelembutan. Sedangkan dalam bidang kepemimpinan, Ibrahim adalah seorang pemimpin yang berani, visioner dan memiliki suri tauladan yang baik bagi umatnya, serta bertanggungjawab.
Makna Hijrah Perspektif Al-Qur’an dan Hadis: (Telaah atas Pro-Kontra Seputar Hijrah di Media) Izza Royyani
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v10i2.3081

Abstract

Fenomena hijrah yang terjadi di masyarakat menimbulkan berbagai respon dari berbagai kalangan, termasuk media dan kalangan peneliti. Pro kontra di media seputar hijrah merupakan bentuk pemahaman masing-masing kelompok. Atas fenomena yang terjadi tersebut, maka perlu adanya tinjauan terhadap hadis yang menerangkan tentang hijrah serta ayat al-Qur’an yang mendukung agar dapat dipahami secara utuh makna hijrah yang sesungguhnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya ide moral yang terdapat dalam hijrah merupakan perubahan dalam berbagai dimensi kehidupan, hijrah dengan niat sungguh-sungguh menjalankan perintah Allah, serta adanya nilai kemanusiaan dan perdamaian dalam kehidupan.
Memahami Hadis Tentang Isbal: (Hermeneutika Hadis Imam Nawawi dalam Kitab Sahih Muslim bi Sharh al-Nawawi) Za'im Kholilatul Ummi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v10i2.3080

Abstract

Kajian mengenai hadis sampai saat ini telah mengalami perkembangan. Mulai dari pembahasan mengenai kualitas sampai makna yang terkandung di dalam teksnya. Teks hadis mampu dipahami dengan tepat jika menggunakan kajian pemahaman hadis. Salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan hermeneutik. Tulisan ini mengulas sebuah kitab syarah hadis yang sangat terkenal dan banyak digunakan sebagai rujukan. Kitab syarah ini dikenal sebagai kitab syarah terbaik karena Imam Nawawi tidak hanya mengutip dan mencantumkan pendapat-pendapat ulama saja, tetapi juga memberikan penjelasan tambahan mengenai ilmu pengetahuan terkait. Hal yang melatar belakangi penulisan syarah ini adalah adanya kesadaran Imam Nawawi terhadap menurunnya minat masyarakat pada masa itu terhadap kajian hadis.Pemilihan kitab Sahih Muslim ini, karena kitab ini termasuk dua adalah dua kitab hadis yang dianggap paling sahih dan mempunyai otoritas paling tinggi di dalam dunia ilmu pengetahuan Islam. Dalam menulis kitab ini Imam Nawawi mengikuti sistematika penulisan Imam Muslim. Adapun metode yang digunakan adalah metode muqaran dengan bentuk pemaparan bi al-ma’tsur. Imam Nawawi menggunakan pendekatan bahasa, pendekatan teologis, pendekatan sosio-hitoris, pendekatan psikologi, dan pendekatan antropologi yang dapat diterapkan dalam memahami hadis Nabi.
Memahami Tafsir Nuzuli Al-Qur’an: (Studi atas Kitab Tafsir al-Qur’an al-Karim: Tafsir atas Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu Karya M. Quraish Shihab) Fatimah Al Zahrah
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 10 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v10i2.3075

Abstract

Tulisan ini terfokus pada metode tafsir nuzuli dalam penafsiran al-Qur’an yang digunakan oleh M. Quraish Shihab dalam memahami kandungan al-Qur’an yang berjudul Tafsir al-Qur’an al-Karim: Tafsir atas Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu. Baginya memahami al-Qur’an yang menyesuaikan susunan kronologis merupakan sebuah pemahaman yang membuat pembaca dapat melihat proses turunnya ayat-ayat al-Qur’an sebagai petunjuk ilahi yang diberikan pada Nabi Saw. Selain itu, metode tafsir nuzuli merupakan pemahaman yang akan menyentuh aspek historis al-Qur’an dan memberikan makna yang objektif, yang tujuannya agar sesuai dengan zaman kekinian. Dalam pemilihan surat-surat al-Qur’an, buku ini terfokus pada surat-surat pendek, yang masuk dalam perioderisasi Makkah. Di sisi lain, pemilihan suratnya hanya pada surat-surat tertentu, yang berkaitan dengan persoalan hidup beragama, bermasyarakat, dan berbangsa. Sebagaimana motivasi dan visinya dalam menafsirkan al-Qur’an agar sesuai dengan kondisi dan zaman saat ini, serta dapat dipahami oleh kaum awam. Dari itu dapat terlihat tafsir nuzuli yang digunakannya juga bernuansa adab al-ijtima’i.
Mengenal Ragam Pendekatan, Metode, dan Corak dalam Penafsiran Al-Qur’an Kusroni Kusroni
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 9 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v9i1.2988

Abstract

Tulisan ini mencoba memaparkan ragam pendekatan yang telah digunakan oleh para ulama dalam menafsirkan al-Qur’an sejak periode klasik hingga modern-kontemporer. Berbagai penggunaan istilah dalam Ulum al-Qur’an, seperti, pendekatan, metode, dan corak, yang kadang terkesan tumpang tindih dan rancu, juga akan dipetakan dan dijelaskan disertai dengan keterangan beberapa kitab terkait. Tulisan ini menggunakan tipologi yang dibuat oleh Abdullah Saeed, yang membagi pendekatan tafsir klasik ke dalam empat jenis, 1) pendekatan berbasis linguistik, 2) pendekatan berbasis logika, 3) pendekatan berbasis tasawuf, dan 4) pendekatan berbasis tradisi/riwayat. Kemudian ia mengembangkan gagasan mengenai penekanan pada pendekatan kontekstual, terutama ketika menafsirkan ayat-ayat etika-hukum.
Pembacaan Surah Yasin Ayat 9 dan 83 untuk Asma’ Pamungkas dan Panglimunan dalam Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ Pagar Nusa: (Kajian Living Qur’an di Pondok Jidarul Ummah Pakel Kabupaten Tulungagung) Lana Umi Fauziyah; Mutrofin Mutrofin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.123

Abstract

Penelitian living Qur’an dalam artikel ini mengkaji tentang amalan pembacaan surah Yasin ayat 9 dan 83 untuk asma’ pamungkas dan panglimunan dalam pencak silat Pagar Nusa di Pondok Jidarul Ummah, Pakel, Kabupaten Tulungagung. Amalan tersebut dilaksanakan oleh anggota yang telah menjadi pelatih atau asisten pelatih. Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode pendekatan fenomenologis berdasarkan observasi dan wawancara dengan menggunakan analisis kualitatif. Kemudian makna yang dihasilkan menggunakan analisis berdasarkan pada teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim yang meliputi tiga kategori makna, yaitu, 1) makna objektif, bahwa dari pengamalan surah Yasin ayat 9 dan 83 dengan tujuan untuk asma’ pamungkas yang berupa pukulan dan untuk panglimunan (menghilang), 2) makna ekspresif, berharap tidak hanya mendapatkan kekuatan magis, tetapi juga memperoleh kemudahan dalam hal lain, dan terhindar dari segala bentuk kejahatan, dan 3) makna dokumenter, amalan itu menjadi rutinitas yang dialakukan secara istiqomah, yang secara tidak langsung, akan melatih anggota Pagar Nusa lebih konsisten mengamalkan amalan yang lainnya.
Konsep Adab dalam Tradisi Tarekat: Suatu Telaah Epistemologis Rosidi Rosidi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.124

Abstract

Adab merupakan salah satu unsur terpenting dalam tradisi tarekat. Artikel ini berupaya melakukan telaah epistemologis atas konsep adab dalam tradisi tarekat, dengan merujuk kepada pemikiran empat tokoh tasawuf dan tarekat terkemuka, yaitu, Shaykh Abd. al-Qadir al-Jilani, al-Habib Abd. Allah b. Alawi al-Haddad, KH. Muhammad Utsman al-Ishaqi, dan KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi. Melalui analisis-deskriptif-filosofis, tulisan ini menemukan bahwa, 1) adab dalam tarekat memiliki peranan yang amat penting. 2) Terdapat ragam adab dalam tarekat, seperti adab kepada Allah, Rasulullah, guru mursid, sesama pengikut tarekat, sesama muslim, diri sendiri, keluarga, dan lain-lain. 3) Konsep adab dalam tarekat memiliki akar ontologis yang kuat dalam al-Qur’an dan al-sunnah. Dengan demikian, tuduhan sementara orang atau kelompok, bahwa tradisi tarekat tidak sesuai dengan Islam, tidak dapat dibenarkan.
Tradisi Muraja’ah dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an bagi Santri PPIQ di Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Luthviyah Romziana; Wilandari Wilandari; Lum Atul Aisih
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.125

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian living Quran dalam tradisi muraja’ah menjaga hafalan al-Qur’an bagi santri PPIQ di wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Tradisi muraja’ah merupakan salah satu metode yang diterapkan di PPIQ az-Zainiyah untuk menjaga hafalan santri. Dalam penelitian ini ada beberapa hal yang hendak dicapai yaitu mengenai praktek muraja’ah al-Qur’an santri PPIQ, sejauh mana efektifitas santri PPIQ dalam menjaga hafalan al-Qur’an dan mengenai makna muraja’ah al-Qur’an bagi santri PPIQ. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pada tahap deskriptif akan dibahas tentang segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan tradisi muraja’ah al-Qur’an, seperti bagaimana santri menjaga hafalan, apa kendala dari menghafal al-Qur’an. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah, dalam segi pelaksanaan, terdapat 2 praktik muraja’ah, yaitu praktik yang dilakukan harian dan bulanan. Praktik harian dilakukan setiap malam setelah salat maghrib yaitu pukul 18.00 WIB - 20.00 WIB, kecuali malam Jumat dan Selasa dengan membaca al-Qur'an sebanyak 5 kaca (2,5 halaman). Sedangkan praktik bulanan yaitu membacakan al-Qur'an bi al-ghayb secara lancar dan benar dalam hukum tajwid, dan semua juz yang sudah dihafal akan disimak oleh teman, pengurus ataupun pembina. Adapun resepsi santri dalam tradisi muraja’ah dalam menjaga hafalan al-Qur’an di PPIQ wilayah az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid yaitu: pertama, al-Qur’an merupakan shifa’ atau obat. Kedua, dengan al-Qur’an menjadikan dekat dengan Rabb-nya. Ketiga, mendapat keberkahan dari al-Qur’an.
Kontribusi Ayat-Ayat Zakat di Era Covid-19 Terhadap Perkembangan Ekonomi: Telaah Pemikiran Al-Tabari dalam Jami’ Al-Bayan Fi Ta’wil Al-Qur’an Abdul Basid; Nur Faizin; Bakri Mohamed Bkheet Ahmed
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.127

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap peran zakat di tengah pandemi Covid-19, berikut implementasi ayat-ayat zakat terhadap problematika ekonomi saat ini. Interpretasi ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan topik, dalam hal ini meninjau kepada pemikiran ibn Jarir al-Tabari dalam  kitab Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an, yang kemudian dikaji secara kontekstual dengan menghubungkan kepada kondisi ekonomi masyarakat ketika pandemi berlangsung. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa zakat sebagai basis ekonomi keumatan memiliki andil yang cukup signifikan dalam ranah pendidikan maupun ekonomi. Selain berfungsi untuk membersihkan harta, zakat juga berfungsi mengangkat harkat dan martabat manusia dan menghilangkan sifat materialisme serta menghilangkan kesenjangan sosial dalam lingkup masyarakat, khususnya di era pandemi. Keberadaan ayat-ayat zakat dalam al-Qur’an juga memberikan kontribusi dalam mengubah paradigma pendidikan ekonomi yang selama ini berkiblat pada dua sistem ekonomi ekstrem, yaitu antara sistem ekonomi kapitalis dan komunis.
Konsep Dakwah Bi Al-Hikmah Wa Al-Basirah Perspektif KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi Dicky Adi Setiawan; Muhamad Musyafa'
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i2.129

Abstract

Dalam keyakinan umat Islam dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan kepada  pemeluknya. Secara ringkas dakwah adalah sebuah ajakan yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah terhadap perbuatan yang dilarang oleh Allah ta’ala. Jika menelisik perangkat dakwah baik itu metode, media dan semacamnya yang telah dilakukan oleh para da’i di era klasik hingga kontemporer akan kita jumpai ketidaksamaan dalam menyampaikan ajaran Islam. Demikian ini karena karakter umat akan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Dari sekian ulama’ yang menggelorakan dakwah di era kontemporer ini KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi, salah satu sosok ulama’ kharismatik yang berdakwah dengan bi al-hikmah wa al-basirah. Faktanya, materi dakwah yang disampaikan oleh al-Ishaqi mampu menembus relung-relung hati pendengarnya. Sehingga pada akhirnya banyak umat yang atas izin-Nya mendapatkan hidayah dari pada Allah ta’ala melalui perantara dakwah yang telah digelorakan al-Ishaqi. Di satu sisi, sejarah telah mencatat bahwa rekaman dakwah al-Ishaqi hingga kini masih diputar diberbagai penjuru Nusantara ini. Atas itulah artikel ini tampil dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mendeskripsikan metode dakwah bi al-hikmah wa al-basirah

Page 4 of 13 | Total Record : 124