cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 124 Documents
Makna Simbolik dalam Pemilihan Warna Dekorasi Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Yasin, Nur; Siregar, Wahidah Zein Br
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1193

Abstract

Warna dekorasi yang dipilih pada eringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya adalah putih tulang, kuning emas dan hijau tosca. Selain ada otoritasasi dari sang Mu’asis, tentu pemilihan tiga warna ini syarat akan makna dan tujuan yang jarang diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini membahas tentang tiga macam warna; kuning emas, putih tulang dan hijau tosca yang dipilih untuk warna dekorasi dalam tradisi Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tiga warna tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menggunakan metode wawancara yang mendalam, observasi dan analisis teks untuk memahami alasan kenapa warna-warna tersebut dipilih berdasarkan teologis dan budaya. Hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa masing-masing warna yang dipilih yaitu putih tulang, hijau tosca dan kuning emas, memiliki beberapa makna simbolik yang erat kaitannya dengan kemuliaan, keindahan, kesucian, ketulusan, ketenangan, kedamaian, kearifan dan kehormatan serta simbol nuansa istana orang-orang saleh. Pemilihan tiga warna ini tentu juga untuk merepresentasikan adanya hubungan harmoni antara ajaran Islam dengan keaarifan lokal, serta sarana pembelajaran bagi santri, masyarakat dan semua jamaah yang hadir dalam acara ini. Secara religius tentu tradisi ini tidak hanya memperkaya ritual Maulid, lebih dari itu tentu hal ini merupakan wadah dalam memperkuat kohesi sosial yang ada dalam lingkungan Pondok Pesantren. Dengan demikian, tujuan penelitian ini memberi kontribusi yang nyata dalam memahami interaksi sosial masyarakat yang mencakup dari berbagai macam elemen masyarakat dan kebudayaan lokal, serta adanya peran tradisi dalam pelaksanaan Maulid ini dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai spiritual dan sosial komunitas masyarakat Islam.
Sains dan Hermeneutika Al-Qur’an: Membaca Ayat-Ayat Kauniyyah dalam Perspektif Ilmiah Masruchin, Masruchin; Syafira, Klara; Azizah, Dwima Dini; Azzahra, Fatimah; Fernanda, Meila
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1202

Abstract

Artikel ini membahas hubungan epistemologis antara Al-Qur’an dan sains melalui pendekatan hermeneutika ilmiah. Selama sejarah intelektual Islam, relasi antara wahyu dan sains mengalami pergeseran, mulai dari harmoni pada era klasik hingga munculnya dikotomi pada era modern akibat paradigma positivistik. Di sisi lain, muncul pula kecenderungan scientific exegesis yang berupaya menjadikan Al-Qur’an seolah-olah kitab sains empiris. Artikel ini menawarkan hermeneutika sebagai pendekatan yang lebih proporsional dalam membaca ayat-ayat kauniyyah, yaitu dengan menempatkan sains sebagai mitra dialogis wahyu tanpa menjadikannya tolok ukur tunggal kebenaran teks suci. Pembahasan mencakup perbedaan dan titik temu epistemologis wahyu-sains, penggunaan hermeneutika sebagai jembatan pemaknaan, prinsip-prinsip paradigma keilmuan Islam, model epistemologis integratif, serta gagasan pembangunan kelembagaan pendidikan yang mampu mewujudkan integrasi ilmu. Kajian ini menunjukkan bahwa integrasi antara sains dan Al-Qur’an dapat melahirkan paradigma keilmuan tauhidi yang holistik, etis, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Transformasi Karakter Manusia dalam Al-Qur’an Perspektif Sa’id Hawwa Ulia Fitriani, Wan; Nur, Afrizal; Hakim, Lukmanul; Khairiah, Khairiah
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1232

Abstract

Artikel ini berusaha mencari tahu tentang transformasi perilaku atau karakter manusia. Banyak upaya yang dilakukan oleh ilmuan bahkan sebelum masa modern ini untuk memahami tentang sifat manusia, bagaimana dan darimana perilaku manusia bisa terbentuk. Peneliti mencoba menganalisis penafsiran Sa’id Hawwa dalam al-Asas fi al-Tafsir pada nash al-Qur’an yang terkait dengan transformasi perilaku manusia, sehingga penelitian ini termasuk kepada salah satu model dalam tafsir yang dikenal sebagai model tafsir tahlili (analisis). Data dikumpulkan menggunakan pendekatan library research (penelitian kepustakaan). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik dokumentasi. Penulis mengumpulkan berbagai tulisan dari artikel, buku, berita dan juga kitab tafsir yang terkait dengan transformasi manusia. Penelitian ini mendapati kesimpulan bahwa transformasi adalah hal yang nyata terjadi dan merupakan sesuatu yang terjadi ketika seseorang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu sehingga komponen takwa dan akal ditekan mengikuti keinginannya sendiri. Lingkungan juga ikut menjadi bagian yang nantinya akan membentuk perilaku atau tabiat seseorang. Hal ini karena lingkungan akan membawa pembiasaan akan setiap tindakan, sehingga jika seseorang hidup di lingkungan yang baik maka ia akan cinderung mengambil keputusan ataupun bertindak kepada hal-hal baik. Sedangkan jika seseorang tumbuh di lingkungan yang buruk, ia cenderung akan memilih pilihan-pilihan yang buruk, entah itu yang buruk bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Maka dorongan datang dari nafsu, yang nafsu itu adalah hal yang ditanamkan bersamaan dengan takwa, kemudian lingkungan membantu membentuk perilaku seseorang.
Konsep Khulu’ dalam Al-Qur’an dan Relevansinya dengan Isu Kesetaraan Jender: Perspektif Al-Tabari dan M. Quraish Shihab Nur Azizah, Elima Amiroh; Surur, Aziz Miftahus
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1300

Abstract

Isu kesetaraan jender dalam perceraian, khususnya terkait khulu’ (cerai gugat oleh istri) masih jarang dikaji dalam studi tafsir al-Qur’an. Padahal, menurut data Badan Pusat Statistik pada tahun 2025 tercatat terdapat 394.608 kasus perceraian dan pengajuan perceraian paling banyak diajukan istri (gugat cerai) sebanyak 308.956 kasus dan sisanya oleh suami. Islam memperbolehkan perceraian namun menjadi pilihan terakhir, dan al-Qur’an juga menjelaskan tentang perceraian yang diajukan oleh pihak suami (talak) dan perceraian yang diinisiasi oleh istri (khulu’). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penafsiran ayat khulu’ pada surah al-Baqarah ayat 229 perspektif Imam Al-Tabari dan M. Quraish Shihab. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) yang menjadikan al-Qur’an, kitab tafsir Misbah dan kitab tafsir Al-Tabari sebagai sumber primer dan untuk melengkapinya dengan berbagai macam artikel, buku-buku dan kitab fiqih sebagai sumber sekunder. Penelitian ini juga menggunakan studi komparasi bertujuan untuk membandingkan penafsiran ulama kontemporer dan penafsiran ulama klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufassir sepakat bahwa khulu’ merupakan hak perempuan untuk melepaskan diri dari pernikahan ketika dikhawatirkan keduanya tidak dapat menegakkan hukum-hukum Allah. Namun terdapat sedikit perbedaan pada penegasan dalam tafsir Al-Tabari yang menekankan pada aspek historis, kondisi nusyuz, dan legitimasi penerimaan tebusan pemberian istri kepada suami, sedangkan dalam tafsir Misbah lebih menjelaskan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap perempuan dari ketidakadilan dalam rumah tangga. Dengan demikian, khulu’ dalam al-Qur’an dapat dipahami sebagai hukum Islam yang menggambarkan nilai keadilan dan kesetaraan jender dalam relasi suami istri.

Page 13 of 13 | Total Record : 124