cover
Contact Name
Falah Alfarizi
Contact Email
aljupri@upi.edu
Phone
+6289531212923
Journal Mail Official
j-mer@upi.edu
Editorial Address
FMIPA Building, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal on Mathematics Education Research
ISSN : -     EISSN : 30471095     DOI : https://doi.org/10.17509/j-mer.v5i2.78906
Core Subject : Education,
The scope of this journal covers, but not limited to, the fields of: Mathematics Education, Algebra Education, Geometry Education, Statistics and Probability Education, Realistic Mathematics Education, Teaching and Learning in Mathematics Education, and Assessment in Education.
Articles 52 Documents
TIPE BERPIKIR ANAK BERBAKAT MATEMATIKA TINGKAT SMA DI KOTA BANDUNG Lucy Dewan Yulianto; Turmudi Turmudi; Asep Syarif Hidayatullah
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i2.7910

Abstract

Keunikan seorang anak merupakan fenomena yang menarik, dari cara berpikir, gaya belajar, psikologis anak dan masih banyak lagi. Potensi yang dimiliki suatu individu dinamakan bakat. Kecerdasan dan keberbakatan dianggap suatu konsep yang berhubungan. Cerdas istimewa dan berbakat istimewa, cerdas istimewa dipandang sebagai potensi intelektual secara umum, sedangkan berbakat istimewa merupakan potensi individu pada suatu bidang tertentu. Salah satunya adalah matematika. Anak berbakat matematika merupakan bagian kelompok anak Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa dalam bidang matematika atau menunjukkan kemampuan matematika yang luar biasa. Cara berpikir mereka berbeda ketika memahami masalah matematika. Hal ini merupakan fenomenayang menarik untuk diteliti mendalam.Penelitian ini menggunakan metode partisipan observer moderat yang bertujuan melihat karakteristik dan pola pikir anak berbakat matematika secara mendalam. Tipeberpikir anak berbakat matematika tingkat SMA di Kota Bandung itu berbeda-beda, ada anak yang bertipe aljabar, analisis, logika, geometri-spasial, kombinatorik, dan adapula anak yang bertipe divergen. Pola pikir yang berbeda akibat dari pengalaman dan latihan yang berbeda pula. Beberapa anak berbakat mampu meraih prestasi, namun ada pula anak berbakat yang berprestasi kurang (underachiever). Tiga faktor penting dalam mencetak anak yang unggul dalam matematika, yakni keberbakatan matematika, motivasi internal-eksternal dan lingkungan. Dilihat dari sisi psikologis, anak berbakat matematika memiliki sifat-sifat yang berbeda dari anak pada umumnya, terutama rasa empati. Semakin tinggi logika anak, maka semakin rendah rasa empati. Fenomena tersebut perlu diteliti lebih lanjut.
INTEGRASI ASPEK-ASPEK ETNOMATEMATIKA MASYARAKAT MAJALENGKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA herayanti herayanti; suhendra suhendra; dadang juandi
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i1.54235

Abstract

Matematika dan budaya adalah dua etnis yang terkait. Matematika salah satu pelajaran yang bersifat abstrak. Akibatnya siswa menganggap matematika itu sulit sehingga matematika jauh dalam kehidupan sehari-hari. Budaya memiliki peran untuk menjadi objek konkret dalam pembelajaran matematika. Etnomatematika merupakan jembatan antara budaya dengan matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek-aspek etnomatematika masyarakat Majalengka yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain etnografi. Subjek dalam penelitian ini yaitu tokoh pengrajin batik di Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat aspek-aspek etnomatematika pada aktivitas matematis diantaranya aktivitas counting (menghitung) meliputi alat dan bahan yang digunakan dan estimasi waktu yang digunakan dalam pembuatan batik; measuring (mengukur) meliputi ukuran kain, ukuran cetakan dan luas lahan yang diperlukan dalam pembuatan batik; designing (mendesain) meliputi macam-macam motif dan bidang-bidang pada motif batik; playing (bermain) meliputi ciri khas pada batik; dan explaining (menjelaskan) meliputi makna/filosofi pada motif batik. Pada produk batik terdapat motif-motif yang memiliki konsep-konsep matematika seperti konsep kongruen pada bidang, konsep dilatasi (perkalian) dan konsep refleksi (pencerminan). Terdapat aspek-aspek etnomatematika masyarakat Majalengka yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran matematikaKata kunci: Etnomatematika, Aktivitas Matematis, Batik, Pembelajaran Matematika