cover
Contact Name
Falah Alfarizi
Contact Email
aljupri@upi.edu
Phone
+6289531212923
Journal Mail Official
j-mer@upi.edu
Editorial Address
FMIPA Building, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal on Mathematics Education Research
ISSN : -     EISSN : 30471095     DOI : https://doi.org/10.17509/j-mer.v5i2.78906
Core Subject : Education,
The scope of this journal covers, but not limited to, the fields of: Mathematics Education, Algebra Education, Geometry Education, Statistics and Probability Education, Realistic Mathematics Education, Teaching and Learning in Mathematics Education, and Assessment in Education.
Articles 52 Documents
Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Pada Materi Bangun Ruang Imelda Verina
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v4i2.65077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa SMP kelas 9 pada materi bangun ruang (kubus, balok, limas) berdasarkan tiga aspek representasi yaitu (verbal, simbolik, dan visual). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 9 SMP pada salah satu sekolah yang ada di Kota Bandung yang berjumlah 17 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemahaman konsep matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima siswa mampu menguasai 2 aspek, sembilan siswa mampu menguasai satu aspek, dan tiga siswa tidak mempu memenuhi ketiga aspek. Selain itu, 6 dari 17 siswa mampu menyajikan representasi verbal, 14 dari 17 mampu menyajikan representasi simbolik, dan tidak ada satupun siswa yang mampu menyajikan representasi visual.
KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN PROSEDUR POLYA PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI KELAS II SD Ajid Bagus Mahisna; Ryky Mandar Sary; Fajar Cahyadi
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v3i2.51393

Abstract

Salah satu materi yang penting di Sekolah Dasar (SD) adalah perkalian dan pembagian, keduanya menjadi syarat pada materi-materi berikutnya. Kemampuan pemecahan masalah merupakan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik karena merepresentasikan pemahaman konsep matematika itu sendiri. Fakta dilapangan menunjukan nilai rata-rata penilaian akhir semester di salah satu SD di Kecamatan Watukumpul pada kompetensi dasar yang melibatkan kemampuan dan materi tersebut masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menganalisis kesulitan peserta didik kelas II dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi perkalian dan pembagian berdasarkan prosedur Polya (2) menganalisis faktor penyebab kesulitan peserta didik kelas II dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi perkalian dan pembagian berdasarkan prosedur Polya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data adalah peserta didik kelas 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data melalui tes dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian adalah: (1) kesulitan pada tahap memahami masalah 95,5%, merencanakan solusi sebesar 97,7%, melaksanakan rencana 100%, dan memeriksa kembali 79,5% (2) faktor yang berpengaruh adalah faktor intelektual, pedagogi, sarana dan lingkungan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kesulitan pemecahan masalah matematika dalam penelitian ini sangat tinggi.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMA DITINJAU DARI SELF-CONCEPT Legina Alma Rija Sidabutar; Kusnandi Kusnandi
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i1.53856

Abstract

AbstrakSetiap siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang berbeda beda dalam pembelajaran matematika, dan salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang ditinjau dari Self-Concept peserta didik kelas X di salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Lembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kelas X MIPA, kemudian dipilih tiga peserta didik sebagai subjek penelitian yang didasarkan pada hasil angket Self-Concept yaitu tinggi, sedang dan rendah. Selanjutnya subjek diberikan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku siku dan kemudian dilakukan wawancara terhadap enam siswa untuk memperoleh hasil yang lebih mendalam. Sebelum dianalisis, dilakukan keabsahan data dengan triangulasi teknik, yaitu membandingkan antara hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kategori Self-Concept tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang tinggi, peserta dengan kategori Self-Concept sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sedang, sedangkan peserta didik dengan kategori Self-ConceptI  rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang rendah Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematis, Self-Concept   AbstractEach student has different problem-solving abilities in learning mathematics, and one of the factors that influence this is self-concept. This study aims to describe the mathematical problem solving abilities of high school students reviewed from the Self-Concept of class X students in one of the senior high schools in Lembang Regency. The approach used in this research is a qualitative approach with a descriptive research type. The data source in this study was class X MIPA 1, then three students were selected as research subjects based on the results of the Self-Concept Questionnaire, namely high, medium and low. Next, questions were given to test the ability to solve mathematical problems on trigonometry comparison material on right triangles and then conducted interviews with six students to obtain more in-depth results. Before being analyzed, the validity of the data was carried out by means of technical triangulation, namely comparing the results of tests and interviews. The results showed that students in the high Self-Concept category had high ability to solve mathematical problems, participants in the Medium Self-Concept category had medium  problem-solving skills, while students in the low Self-Concept category had low ability to solve mathematical problems. Keywords: mathematical problem solving abilities, Self-Concept
Concept image siswa pada materi eksponen dan sifat-sifatnya: sebuah kajian fenomenologi-hermeneutis Muhammad Rayana Kusumanegara; Didi Suryadi; Entit Puspita
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 5, No 2 (2024): November
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v5i2.79090

Abstract

Pemahaman konsep yang kuat merupakan hal penting dalam pembelajaran matematika. Namun, sering ditemukan perbedaan antara concept image (konsepsi) siswa dengan definisi concept definition formal atau konsep saintifik dalam matematika. Perbedaan tersebut dapat menghambat pembelajaran siswa dalam memahami suatu konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji concept image siswa pada materi eksponen dan sifat-sifatnya, serta mengidentifikasi jenis learning obstacle yang dialami siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain fenomenologi-hermeneutis, penelitian ini melibatkan delapan siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui tes tulis yang telah divalidasi, wawancara semi-struktur, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa concept image siswa pada materi eksponen dan sifat-sifatnya belum sepenuhnya sesuai dengan concept definition formal. Meskipun beberapa siswa sudah memiliki pemahaman prosedural baik, pemahaman konseptual juga diperlukan agar dikatakan sesuai dengan concept defintion formal. Terdapat tiga faktor dominan yang menyebabkan perbedaan concept image siswa dengan concept definition formal, diantaranya pengajaran guru yang berfokus pada aspek prosedural, pemahaman konsep prasyarat yang rendah, dan kurangnya keterlibatan konsep secara berkelanjutan. Akibatnya, sebagian besar siswa mengalami didactical obstacle dan epistemological obstacle. Penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang pembentukan concept image siswa dan implikasinya bagi pembelajaran yang mendukung pemahaman sesuai concept definition formal.
PENERAPAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA UNTUK PENCAPAIAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF MATEMATIS SISWA Adzni Nurul Fajriani; Jarnawi Afgani Dahlan; Dian Usdiyana
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i1.24571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji perbedaan pencapaian kemampuan penalaran induktif  matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan PMRI dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan saintifik; 2) Mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI; 3) Mengkaji jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran induktif matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian post-test only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas VIII-B dan siswa kelas VIII-D. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran induktif matematis, angket sikap siswa, dan lembar observasi. Intrumen tes berupa soal uraian sesuai dengan indikator dari kemampuan penalaran induktif memiliki reliabilitas dengan kategori sedang. Data yang digunakan untuk menganalisis pencapaian kemampuan penalaran induktif adalah nilai postes kedua kelas dengan bantuan software SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Terdapat perbedaan pencapaian kemampuan penalaran induktif matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan PMRI dan siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan saintifik; 2) Siswa menunjukkan sikap positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI; 3) Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal penalaran induktif matematis diantaranya: Kesalahan memahami soal, Kesalahan konsep, Kesalahan prinsip/ langkah pengerjaan soal, dan Kesalahan operasi.
Penerapan Matriks Relasi Dalam Penggunaan Sosial Media Di Berbagai Kalangan Usia Lukman Hakim; Khabul Setyawan
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i2.22542

Abstract

 Relasi merupakan salah satu dari sekian banyak materi dalam Matematika Diskrit. Sedangkan matriks merupakan salah satu representasi dari relasi itu sendiri, yang dapat kita gunakan dalam perhitungan terhadap penggunaan sosial media di berbagai golongan usia dan relasi-relasi (hubungan) yang ada didalamnya. Terutama dampak interksi manusia terhadap lingkungan sekitar setelah penggunaan sosial media.
Efektivitas Penggunaan Media Sempoa Dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas 1 Samsul Pahmi; rani sugiarni; Neng Juwita Albeta; Najmah Hisan Kamila; Nadiya Hamidah
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 4, No 1 (2023): May
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v4i1.65074

Abstract

Dalam proses belajar mengajar kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif. Hal ini menyebabkan dalam kegiatan pembelajaran siswa hanya mendengarkan penjelasan yang disampaikan tanpa banyak terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan media terhadap hasil belajar matematika siswa kelas I. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN 1 Cibatu yang berlokasi di Jalan Nasional 3 No. 316 Cibatu, kecamatan Cisaat kabupaten Sukabumi dengan jumlah siswa 34 orang dengan subjek sampel yang diambil adalah 26 siswa dari jumlah populasi. Intrumen yang digunakan adalah instrument tes dan non tes. Proses pengumpulan data dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan data pre-test dan post test kepada seluruh siswa yang menjadi sampel penelitian. Metode analisis data dilakukan menggunakan dua cara yaitu (1) Uji normalitas (2) Uji mann whitney.. Tindakan dinyatakan berhasil karena sampel mengalami peningkatan kemampuan menyelesaikan perhitungan. Hasil penelitian ini membuktikan peningkatan kemampuan siswa pada pembelajaran menyelesaikan operasi menghitung penjumlahan dan pengurangan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa : Terdapat dampak penggunaan sempoa antara lain melalui kegiatan permainan menggunakan media sempoa siswa akan merasa tertarik, siswa tidak akan merasa jenuh dan bosan. Sehingga melalui penggunaan media pembelajaran sempoa dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa pada operasi penjumlahan dan pengurangan
Analisis kemampuan koneksi matematis siswa smp kelas VII pada materi sistem persamaan linear dua variabel ditinjau dari gaya belajar Silmi Ghaida; Siti Fatimah; Imam Nugraha Albania
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 5, No 1 (2024): May
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v5i1.78505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pendekatan saintifik yang mendapat model pembelajaran Problem-Based Learning lebih tinggi daripada siswa dengan pendekatan saintifik saja secara keseluruhan dan berdasarkan kategori KAM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode quasi experimental. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretes-Postes non-equivalent group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas X di salah satu SMA yang berada di Kota Bandung dengan 2 kelas diantaranya menjadi sampel penelitian yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pencapaian kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pendekatan saintifik yang mendapat model pembelajaran Problem-Based Learning lebih tinggi daripada siswa dengan pendekatan saintifik saja secara keseluruhan; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pendekatan saintifik yang mendapat model pembelajaran Problem-Based Learning lebih tinggi daripada siswa dengan pendekatan saintifik saja secara keseluruhan; 3) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pendekatan saintifik yang mendapat model pembelajaran Problem-Based Learning lebih tinggi daripada siswa dengan pendekatan saintifik saja berdasarkan kategori Kemampuan Awal Matematis (KAM). Oleh karena itu, model pembelajaran Problem-Based Learning dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
PENGARUH SOFTWARE CABRI 3D TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DI SMA PEKANBARU Putri Wahyuni; Andini Dwi Rachmawati
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v3i1.48203

Abstract

 This study aims to see the effect of the Cabri 3d software on the mathematical critical thinking skills of SMA PGRI students in Pekanbaru in the 2021/2022 academic year on the material of the position of the line and the plane. This research is a quantitative study with a quasi-experimental method (quasi-experimental), with the population in this study being all students of class XII IPA PGRI PEKANBARU. The sample used is a saturated sample where class XII IPA 1 and XII IPA 2 are the research samples, which means that the entire population is the sample. The research design used was The Nonequivalent Post-Test Only Control Group Design. The data analysis technique used for the hypothesis is using the Mann Whitney u test with the results obtained a sig value of 0.00 0.05, so it can be concluded that there is an effect of Cabri 3d software on students' mathematical critical thinking skills. Keywords: Cabri 3d software, mathematical critical thinking skills, Geometry 
DESAIN DIDAKTIS KONSEP BARISAN DAN DERET ARITMETIKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH ATAS Tri Aprianti Fauzia; Dadang Juandi; Tia Purniati
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i2.7742

Abstract

Pembelajaran matematika di Indonesia pada umumnya menggunakan model konvensional dimana guru memberikan materi sesuai dengan buku serta memberikan soal-soal latihan rutin dan siswa tidak turut aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Proses pembelajaran matematika seperti ini memungkinkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan atau disebut juga learning obstacle (hambatan belajar). Sebagai antisipasi agar learning obstacle yang sama tidak terulang kembali, maka dibuat suatu desain didaktis yang dilengkapi dengan prediksi respon siswa. Desain didaktis awal diujicobakan untuk kemudian mendapatkan perbaikan demi penyempurnaan desain didaktis selanjutnya. Langkah-langkah tersebut dirumuskan secara formal kedalam suatu aktivitas penelitian yang disebut Penelitian Desain Didaktis atau didactical design research (DDR). Penelitian ini difokuskan pada konsep barisan dan deret aritmetika. Subjek penelitian untuk uji identifikasi learning obstacle meliputi siswa kelas X dan kelas XII, sedangkan siswa kelas X untuk uji desain didaktis. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yaitu gabungan dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh desain didaktis yang dilengkapi dengan prediksi respon siswa, dengan menjadikan learning obstacle yang teridentifikasi sebagai acuan dalam pembuatannya. Analisis terhadap respon siswa selama implementasi desain didaktis dapat dijadikan sebagai landasan untuk perbaikan desain didaktis selanjutnya. Untuk respon yang lebih beragam dan pengkajian lebih mendalam maka desain didaktis yang telah dibuat disarankan untuk diujicobakan pada responden yang lebih banyak dan menyeluruh dari berbagai tingkat kemampuan.