cover
Contact Name
Falah Alfarizi
Contact Email
aljupri@upi.edu
Phone
+6289531212923
Journal Mail Official
j-mer@upi.edu
Editorial Address
FMIPA Building, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154, West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Journal on Mathematics Education Research
ISSN : -     EISSN : 30471095     DOI : https://doi.org/10.17509/j-mer.v5i2.78906
Core Subject : Education,
The scope of this journal covers, but not limited to, the fields of: Mathematics Education, Algebra Education, Geometry Education, Statistics and Probability Education, Realistic Mathematics Education, Teaching and Learning in Mathematics Education, and Assessment in Education.
Articles 52 Documents
DESAIN DIDAKTIS BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK MENINGKATKAN LEVEL BERPIKIR GEOMETRI SISWA SMP Rifa Rizqiyani; Siti Fatimah; Endang Cahya
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i1.7907

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah proses pembelajaran materi geometri yang kurang memperhatikan level berpikir geometri sehingga berakibat pada rendahnya level berpikir geometri siswa tingkat SMP. Berdasarkan hal tersebut tujuan dilakukannya penelitian ini adalah membuat desain didaktis alternatif yang mempertimbangkan level berpikir geometri sehingga diharapkan dapat meningkatkan level berpikir geometri siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berupa DDR (Didactical Design Research) dengan teknik pengumpulan data melalui uji instrumen dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan level berpikir geometri siswa sampai pada level 2 (pengurutan) dan 56,52% siswa mengalami peningkatan level berpikir geometri. Desain didaktis ini dapat dijadikan salah satu alternatif bahan ajar pada pembelajaran sifat-sifat bangun ruang sisi datar.
ANALISIS KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN LMS DALAM BLENDED LEARNING Enmufida Enmufida; Al Jupri; Kartika Yulianti
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v2i2.53933

Abstract

Kemandirian belajar merupakan inisiatif siswa dalam dalam belajar, memiliki keinginan sendiri dalam menguasai materi, percaya diri terhadap kemampuan sendiri serta tidak tergantung terhadap bantuan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemandirian belajar matematika siswa menggunakan LMS (Learning Management System) dalam blended learning. Penelitian ini penelitian kualitiatif deskriptif dengan menggunakan angket dalam pengambilan data. Subjek penelitian ini adalah 32 orang siswa di salah satu SMA Negeri di Bandung, yang terdiri dari 12 siswa yang memiliki kemandirian belajar matematika siswa tinggi, 11 siswa yang memiliki kemandirian belajar matematika sedang dan 9 siswa yang memiliki kemandirian belajar matematika rendah. Kemandirian belajar matematika siswa dalam blended learning meningkat dengan menggunakan LMS karena memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami pelajaran matematika karena sudah memuat materi, contoh soal beserta penyelesaiannya dan tugas. Kata kunci: Kemandirian Belajar, LMS, Blended Learning.
LOCAL INSTRUCTION THEORY PERBANDINGAN SENILAI DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Ni Kadek Desi Lia Sagita; Darhim Darhim; Tia Purniati
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i1.24573

Abstract

Kemampuan siswa menyelesaikan masalah perbandingan senilai berpengaruh pada kemampuan siswa pada konsep lainnya. Laporan Hasil Ujian Nasional menyebutkan bahwa kemampuan siswa menyelesaikan masalah perbandingan senilai masih rendah karena sebagian besar siswa hanya sekedar bisa mengerjakan perbandingan senilai dengan kalimat nominal sehingga ketika dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari siswa kesulitan untuk menyelesaikannya. Seharusnya pembelajaran perbandingan senilai perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui sajian masalah yang bermakna dengan mempertimbangkan lintasan belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar perbandingan senilai yang sesuai dengan lintasan belajar menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis. Adapun lintasan belajar yang dihasilkan berangkat dari local instruction theory perbandingan senilai. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian design research dengan desain penelitian model ADDIE. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi 5 tahap yaitu tahap analysis, tahap design, tahap develop, tahap implementation¸ dan tahap evaluation. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari satu kelas uji coba yaitu kelas VII 4. Hasil pengolahan N-Gain menunjukan bahwa bahan ajar perbandingan senilai yang disusun sesuai lintasan belajar untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis dengan nilai rata-rata sebesar 0,45 dengan kategori sedang. Mengacu pada KKM yang dimiliki oleh sekolah, maka kualitas peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa sebesar 0,32.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN VAKAR TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA DI SMAN 1 SUKARAJA Sutarman Sasmita
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i2.32133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif dengan VAKAR (Variasi Aktivitas, Kuis, Analisis, dan Review) dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Sukaraja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Kuasi (Quasi Experimental). Dengan pendekatan distribusi normal dari uji nilai statistik Mann-Whitney U pada taraf signifikasni = 0,05 diperoleh hasil =  -1,506 dan = -1,645 serta untuk uji satu pihak diperoleh = 0,063. Dengan menggunakan kriteria pengujian hipotesis  diterima dan ditolak jika  atau , maka terlihat bahwa  diterima dan ditolak karena berdasarkan pada hasil pengujian diperoleh   (-1,506 -1,645) dan  (0,063 0,05). Oleh sebab itu, hasil penelitian ini memberi kesimpulan bahwa hipotesis nol :  yang berbunyi “Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif dengan VAKAR lebih tinggi atau sama dengan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.” diterima.   Sedangkan   hipotesis   alternatif yaitu :  yang berbunyi “Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif dengan VAKAR lebih rendah dibandingkan dengan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.” ditolak. Kesimpulan ini memberikan informasi bahwa pembelajaran kooperatif melalui pengelolaan komponen variasi aktivitas, kuis, analisis, dan review berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa.Kata kunci: analisis, kuis, pembelajaran konvensional, pembelajaran kooperatif, review
Rasch model analysis of learning interest instrument for mathematics education students in statistical course Ahmad Lutfi; Husnul Khatimah Rusyid; Ahmad Mukhibin; Hevy Risqi Maharani
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 4, No 2 (2023): November
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v4i2.65072

Abstract

This study aims to comprehensively examine the quality of mathematics learning interest instruments in terms of validity, reliability, undimensionality, distribution of abilities, and suitability of student responses. So, this research uses a survey-based quantitative descriptive method. Data collection was done by distributing a learning interest questionnaire consisting of 25 statements to mathematics education students who were in the 4th semester at one of the universities in Semarang. The results showed that the learning interest instrument used was valid and reliable so that the instrument could be used to measure student learning interest. The distribution of the items also shows that most students admit to having a high interest in learning statistics courses. Analysis of the suitability of student responses shows that 21 statements describe the suitability between learning interests and responses given by students. Meanwhile, 4 other statements showed discrepancies.
Trends of Problem-Solving Skills Research in Journal of Mathematics Education in Indonesia Shafa Salsabila; Endang Cahya Mulyaning A; Tiara Aurelly Ferta
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 5, No 2 (2024): November
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v5i2.73020

Abstract

This study aims to analyze articles published in Indonesian mathematics education journals to see the development of problem-solving skills research. Content analysis is the method used to analyze these articles. The articles analyzed were articles published in 2019 to 2024, with a special emphasis on problem-solving skills. After being analyzed, it was found that there was a decrease in the number of publications discussing problem-solving skills over the past five years. Of these articles, the most commonly used research design was quantitative. In addition, the eighth grade of junior high school and the material 'Geometry' were consistently the most widely used subjects and materials in this study. Test sheets and t-tests were the instruments and data analysis methods most widely used by researchers. Several suggestions have been put forward for future problem-solving skills research. One of the main suggestions is to increase the variety of research methodologies used. Researchers are encouraged to not only rely on quantitative methods, but also explore qualitative and mixed methods to gain a deeper understanding of how problem-solving skills can be developed effectively. More diverse research in terms of subjects, topics, and methodologies is expected to make a significant contribution to improving the quality of mathematics education in Indonesia, especially in developing students' problem-solving skills.
METAKOGNISI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMBACA BUKU MATEMATIKA MATERI KOORDINAT CARTESIUS Dina Khanifatul Ardhilah; Jarnawi Afgani Dahlan; Ade Rohayati
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i1.24567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian tentang metakognisi dan kemandirian belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam membaca buku matematika materi koordinat Cartesius. Penelitian dilakukan dengan penelusuran terhadap fenomena yang terjadi pada tiga orang subjek penelitian yang dipilih dari siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Indikator yang menandakan bahwa telah berlangsungnya proses metakognisi pada diri siswa dalam membaca buku matematika, yakni mampu: (a) mengungkapkan kembali hal-hal yang dimengerti dari apa yang telah dibaca; (b) ketika menemukan bagian dari bacaan yang membuatnya tidak memahami bacaan, siswa berusaha mencari solusi dari ketidakmengertian yang dideteksi; (c) mengkonstruksi definisi sederhana yang dibuat sendiri berdasarkan pengertian-pengertian unsur yang terkandung dalam suatu hal yang didefinisikan tersebut; dan (d) menjawab soal-soal yang menguji pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: siswa yang berprestasi tinggi dalam mata pelajaran matematika memiliki hasil penilaian yang tinggi untuk keempat indikator metakognisi, serta kemandirian belajar yang sangat baik; siswa yang berprestasi sedang dalam mata pelajaran matematika memiliki hasil penilaian yang sedang pada indikator (c) tetapi tinggi pada tiga indikator lainnya, serta kemandirian belajar yang baik; siswa yang berprestasi rendah dalam mata pelajaran matematika memiliki hasil penilaian yang rendah pada indikator (a) dan (b), tetapi sedang pada dua indikator lainnya, serta kemandirian belajar yang kurang.
DESAIN DIDAKTIS KONSEP BARISAN DAN DERET ARITMETIKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH ATAS Tri Aprianti Fauzia; Dadang Juandi; Tia Purniati
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i2.7743

Abstract

Pembelajaran matematika di Indonesia pada umumnya menggunakan model konvensional dimana guru memberikan materi sesuai dengan buku serta memberikan soal-soal latihan rutin dan siswa tidak turut aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Proses pembelajaran matematika seperti ini memungkinkan siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan atau disebut juga learning obstacle (hambatan belajar). Sebagai antisipasi agar learning obstacle yang sama tidak terulang kembali, maka dibuat suatu desain didaktis yang dilengkapi dengan prediksi respon siswa. Desain didaktis awal diujicobakan untuk kemudian mendapatkan perbaikan demi penyempurnaan desain didaktis selanjutnya. Langkah-langkah tersebut dirumuskan secara formal kedalam suatu aktivitas penelitian yang disebut Penelitian Desain Didaktis atau didactical design research (DDR). Penelitian ini difokuskan pada konsep barisan dan deret aritmetika. Subjek penelitian untuk uji identifikasi learning obstacle meliputi siswa kelas X dan kelas XII, sedangkan siswa kelas X untuk uji desain didaktis. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yaitu gabungan dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh desain didaktis yang dilengkapi dengan prediksi respon siswa, dengan menjadikan learning obstacle yang teridentifikasi sebagai acuan dalam pembuatannya. Analisis terhadap respon siswa selama implementasi desain didaktis dapat dijadikan sebagai landasan untuk perbaikan desain didaktis selanjutnya. Untuk respon yang lebih beragam dan pengkajian lebih mendalam maka desain didaktis yang telah dibuat disarankan untuk diujicobakan pada responden yang lebih banyak dan menyeluruh dari berbagai tingkat kemampuan.
Pengaruh media pembelajaran mobil–mobilan kardus berbasis etnomatematika terhadap pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat di kelas IV SD Muspiqotus Sadiyah
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 4, No 1 (2023): May
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v4i1.53060

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh media pembelajaran mobil-mobilan kardus terhadap pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat di kelas IV SD dari hasil penelitian terdapat pengaruh yang positif dari penggunaan media pembelajaran tersebut terhadap pemahaman konsep pengurangan bilangan bulat dimana peserta didik lebih mudah memahami konsep pengurangan bilangan bulat setelah digunakannnya media pembelajaran tersebut
Kesulitan siswa pada asesmen kompetensi minimum materi segiempat dan segitiga Ihsan Nuril Anwar; Dedi Muhtadi; Sukirwan Sukirwan
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 5, No 1 (2024): May
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v5i1.75586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) pada materi segiempat dan segitiga. Subjek penelitian terdiri dari delapan siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami berbagai kesulitan, yaitu: kesulitan dalam mengkonversi satuan luas, memahami pertanyaan, menentukan langkah-langkah pengerjaan konsep keliling, dan menerapkan teorema Pythagoras. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut meliputi: kurangnya pemahaman terhadap konsep dasar, kesulitan memahami maksud pertanyaan, kecenderungan untuk langsung menyimpulkan tanpa melakukan analisis, kurang teliti dalam membaca petunjuk, kurangnya visualisasi gambar, dan kurangnya pemahaman terhadap konsep prasyarat. Diskusi dalam penelitian ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan yang spesifik, seperti peningkatan kurikulum dan pembelajaran matematika yang lebih aplikatif dan kontekstual. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan modul pembelajaran yang lebih berorientasi pada pemahaman konsep dan keterampilan pemecahan masalah, serta pemilihan metode pengajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa pada materi segiempat dan segitiga.