cover
Contact Name
Dwi Viora
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
admin@ijoed.org
Editorial Address
Perumahan Mutiara Cadika Blok A5 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Indonesia Kode Pos 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
IJoEd: Indonesian Journal on Education
ISSN : -     EISSN : 30646146     DOI : https://doi.org/10.70437/ijoed
Core Subject : Education,
Indonesian Journal on Education (IJoEd) is a peer-reviewed open-access journal established for disseminating state-of-the-art knowledge in the field of education. This journal is published annually in March, June, September, and December by LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan. Indonesian Journal on Education (IJoEd) is research and Community services related to education, including; the development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution, development assessment, child development psychology, child empowerment, learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in education and various fields related education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2025)" : 23 Documents clear
Efektivitas Kepemimpinan Kiai dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren Safitri, Elsa
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kepemimpinan kiai dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren di era modern. Di tengah tantangan globalisasi, kiai dituntut tidak hanya memegang nilai-nilai tradisional, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif dan inovatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di pondok pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, yang memiliki gaya kepemimpinan berbeda. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kiai, pengurus, dan santri, serta observasi terhadap kegiatan pembelajaran. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan kiai yang efektif ditandai dengan kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan manajemen modern, komunikasi yang inklusif, pengembangan kurikulum yang relevan, dan pemanfaatan teknologi. Kiai yang mampu menjalankan peran ini secara seimbang cenderung berhasil meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model kepemimpinan pesantren yang adaptif serta menjadi rujukan dalam studi kepemimpinan pendidikan Islam di Indonesia.
Meretas Batas Pembelajaran: Studi Kasus Efektivitas SIM Berbasis AI dalam Mendongkrak Mutu Pendidikan Awaliah, Soviatul
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.186

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemunculan Artificial Intelligence (AI) di sektor pendidikan dan dampaknya terhadap mutu pembelajaran, fokus pada penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang diperkaya AI. Dengan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan tenaga kependidikan, serta observasi dan dokumentasi penggunaan teknologi ini di SMA Darussalam Blokagung. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang didukung AI ini berpotensi besar meningkatkan mutu pembelajaran, terutama melalui personalisasi, otomatisasi tugas administratif, dan efisiensi pengelolaan data. Namun, riset ini juga mengidentifikasi tantangan dan kontroversi terkait adopsi AI dalam pendidikan, seperti kekhawatiran ketergantungan siswa, potensi tergantinya peran guru, isu etika data siswa, dan kesenjangan aksesibilitas teknologi. Kontribusi penelitian ini membuka ruang untuk studi lebih dalam mengenai adaptasi AI dalam manajemen pendidikan di berbagai konteks budaya dan geografis di Indonesia. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi tantangan implementasi di daerah terpencil, efektivitas AI dalam mendukung kurikulum merdeka belajar, atau perbandingan platform sejenis yang tersedia bagi institusi pendidikan.
From Concept to Reality: An Assessment of Gender and Development Awareness and Perception Levels as Basis for Gad Extension Programs Punla, Candida
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.255

Abstract

This study examines teachers' awareness and perceptions of Gender and Development (GAD) in DepEd Bataan, specifically in Dinalupihan West District Elementary Schools. To fill a gap in existing survey tools, the researcher developed and validated a new scale with 67 items on awareness and 60 on perceptions. The validation process, including expert feedback and a literature review, showed high item relevance (I-CVI=0.958) and content validity (S-CVI/SU=0.90). Reliability analysis with 75 respondents produced a Cronbach’s Alpha of .943. Findings from 228 teachers highlight a need to enhance GAD awareness, especially regarding gender analysis, laws, and core concepts. The study calls for stronger GAD initiatives in the district to promote a more inclusive and informed educational environment.
Nasaan Ka, Pawi?: Co-Creating a Child-Informed Storybook for Early Childhood Sustainability Education B. Batchar, Rendel; Grace C. Tigas, Blessilda
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.258

Abstract

Early Childhood Education for Sustainability (ECEfS) is gaining prominence as a foundational approach to nurturing environmental awareness and behavior among young learners. However, instructional materials are often adult-constructed, with limited incorporation of children's perspectives. Anchored in a design-based research (DBR) framework, this study documents the second phase of a project exploring the environmental consciousness of 39 kindergarten pupils in a laboratory school in Central Luzon, Philippines. Building on a previously published visual-semiotic analysis of children’s environmental drawings, this paper focuses on the thematic analysis of their verbal narratives about environmental protection. Using Braun and Clarke’s six-phase approach, two core themes emerged: (1) Cultivation, Appreciation, and Care of Nature, and (2) Waste Management Awareness and Responsible Disposal. These themes reflected early eco-literacy and surfaced misconceptions (e.g., equating flower-picking or feeding wild animals with protection). The insights informed the iterative design and development of a localized green instructional resource—a storybook titled Nasaan ka, Pawi?—which was published and launched during the 2024 Pawikan Festival in collaboration with the Provincial Tourism Office of Bataan. This study demonstrates how DBR can be used to co-create culturally resonant and developmentally appropriate learning materials grounded in children’s lived experiences, advancing the goals of Education for Sustainable Development (ESD) in early childhood.
Persepsi Mahasiswa Perempuan terhadap Stres dan Breakout Pada Masa Penyusunan Skripsi Rahma, Lisa; Nurhayati Selian, Sri
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.262

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami tekanan akademik yang tinggi selama proses penyusunan skripsi, yang dapat menimbulkan stres dan memicu breakout (jerawat) sebagai respons fisiologis terhadap tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi mahasiswa perempuan terhadap stres dan breakout selama penyusunan skripsi serta makna subjektif yang mereka berikan terhadap pengalaman tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis, melibatkan 3 mahasiswa perempuan tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi nonpartisipan, lalu dianalisis berdasarkan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik dialami sebagai tekanan psikologis kompleks yang berkontribusi terhadap munculnya breakout. Kondisi tersebut menciptakan siklus negatif antara stres dan penurunan kepercayaan diri. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan psikologis dan fisik bagi mahasiswa perempuan tingkat akhir.
Pesan Moral Toleransi dalam Foto Pemberitaan tentang Al-Zaytun di Berbagai Media Fadiah, Aulia; N. Abdurrazaq, Muhammad; Safitri, Wiena
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.267

Abstract

Waktu dalam fotografi tidak hanya tentang perjalanannya, tetapi tentang momen yang ditangkap, baik dalam satu detik atau seperseratus detik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan toleransi yang disampaikan melalui foto-foto pemberitaan tentang Al-Zaytun di berbagai media serta menganalisis persepsi dan sikap masyarakat terhadap foto-foto tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes untuk menafsirkan makna denotatif dan konotatif yang terkandung dalam foto-foto pemberitaan, serta teknik wawancara mendalam kepada lima informan yang terdiri dari pemimpin redaksi, redaktur, dan pembaca Majalah Berita Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto-foto pemberitaan tentang Al-Zaytun mampu menyampaikan pesan toleransi secara efektif dan bermakna. Representasi visual yang ditampilkan mencerminkan nilai-nilai persatuan, kerja sama, dan saling menghormati antarindividu dari latar belakang agama, budaya, dan kebangsaan yang berbeda. Para informan menilai bahwa foto-foto tersebut tidak hanya menyampaikan informasi visual, tetapi juga memiliki kekuatan simbolik dalam membangun narasi positif tentang toleransi dan kerukunan. Selain itu, foto-foto tersebut dinilai berkontribusi dalam memperkuat citra Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan dan perdamaian. Dengan demikian, pemberitaan visual mengenai Al-Zaytun memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi dalam kehidupan sosial dan berbangsa.
Buddhist Philosophy in Education: Enhancing Critical Thinking, Compassion, and Cognitive Development in Nepal Bohara MPhil Scholar, Nirajan
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.271

Abstract

This study examines Buddhist philosophy in Nepal’s diverse educational landscape where ethical, moral, and logical appeals are an urgency of 21st century skills. It is the background of holistic, ethical growth in Nepali education context. The main objective of this paper is to explore critical thinking, emotional stability, mindfulness of Buddhist philosophy in the Nepali education system. The concept of mindfulness andcompassion highlights canonical teachings. I employed a qualitative descriptive approach using thematic analysis. Primary and secondary sources were used to formulate themes. Moreover, I applied Piaget’s theory of cognitive development and Buddhist philosophical perspective to view cognitive, social, cultural, and psychological dimensions. It focuses on how Buddhism can be the practice of education assimilating holistic, academic, and moral development. Findings highlight the Buddha’s wisdom as a framework for education, Buddhist pedagogy, mindfulness, classroom practice, moral, engagement, respectful learning environment, challenges, and implications of integrating Buddhism into education. Buddhist philosophy creates value-driven and interactive motive in education. The study highlights Buddhist principles that reveal ethical insights and enlightenment in education. Challenges show resource limitations, traditional knowledge systems, and secular constraints. Intrinsic motivation fosters with the help of meditation, mindfulness, and the role of interpersonal ethics. Teachers are encouraged to integrate Buddhist methods for role play and reflective discussion in classrooms. This paper underscores academic excellence, emotional stability, and fostering critical thinking, empathy, and socio-cultural insights in the settings of multiethnic and multireligious nation Nepal. This paper recommends reflective discussion, mindfulness, meditation, empathy, and guidance towards compassion.
Pelaksanaan Deep Learning dan AI Islam dan Ilmu Pengetahuan Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah Farhani, Deswita; Az Zahrah, Fathanah; Zainuri, Ahmad; Fatimah Zahra, Frika
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.282

Abstract

Perkembangan teknologi AI dan pembelajaran mendalam telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam bidang pendidikan, termasuk dalam pendidikan Islam di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana AI dan pembelajaran mendalam dapat diintegrasikan dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diperkenalkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai langkah untuk menciptakan pendidikan Islam yang modern, manusiawi, dan berkarakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, di mana peneliti mengumpulkan, memahami, dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan penerapan AI, pembelajaran mendalam, serta nilai-nilai dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dan pembelajaran mendalam dalam KBC dapat menciptakan proses belajar yang lebih bersifat personal, interaktif, dan bermakna. AI membantu dalam menyesuaikan materi pelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, memberikan umpan balik secara langsung, dan mendukung guru dalam mengevaluasi perkembangan belajar siswa. Di sisi lain, KBC berfungsi sebagai landasan nilai yang mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap sesuai dengan prinsip kasih sayang, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang lain serta lingkungan. Meski demikian, pelaksanaan pendekatan ini masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya infrastruktur digital, kesiapan dari para guru, serta masalah etika dan privasi data.
Konsep Pendidikan Humanis dalam Tafsir Kontemporer: Studi atas Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab Sidqi Awaliya Rahman, Mochammad
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.284

Abstract

Diskursus pendidikan Islam kontemporer menyoroti kebutuhan untuk mengintegrasikan nilai-nilai humanis berbasis Al-Qur’an sebagai respons terhadap dehumanisasi dan lemahnya pembinaan karakter. Penelitian ini menganalisis konstruksi pendidikan humanis dalam Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab melalui pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan dan analisis tematik. Objek formal penelitian adalah pendidikan humanis berbasis Al-Qur’an, sedangkan objek materialnya mencakup QS. Al-Alaq [96]: 1–5 dan QS. Luqman [31]: 12–19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Alaq menegaskan fondasi pendidikan humanis melalui aktivasi akal, literasi etis, dan kesadaran ketuhanan, sementara QS. Luqman menawarkan model pendidikan karakter berbasis hikmah, tauhid, dan tanggung jawab moral-sosial. Temuan tersebut selaras dengan tiga tahap Ego-Insani Muhammad Iqbal, membentuk kerangka pendidikan humanis-religius yang progresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tafsir al-Mishbah menyediakan paradigma pendidikan yang memadukan aspek rasional, spiritual, dan sosial secara seimbang bagi pengembangan pendidikan Islam.
Pelaksanaan Deep Learning dan AI Islam dan Ilmu Pengetahuan Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah Ibtidaiyah Farhani, Deswita; Az Zahrah, Fathanah; Zainuri, Ahmad; Fatimah Zahra, Frika
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i3.290

Abstract

Perkembangan teknologi AI dan pembelajaran mendalam telah mengakibatkan perubahan signifikan dalam bidang pendidikan, termasuk dalam pendidikan Islam di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana AI dan pembelajaran mendalam dapat diintegrasikan dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diperkenalkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai langkah untuk menciptakan pendidikan Islam yang modern, manusiawi, dan berkarakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, di mana peneliti mengumpulkan, memahami, dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan penerapan AI, pembelajaran mendalam, serta nilai-nilai dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dan pembelajaran mendalam dalam KBC dapat menciptakan proses belajar yang lebih bersifat personal, interaktif, dan bermakna. AI membantu dalam menyesuaikan materi pelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, memberikan umpan balik secara langsung, dan mendukung guru dalam mengevaluasi perkembangan belajar siswa. Di sisi lain, KBC berfungsi sebagai landasan nilai yang mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tetap sesuai dengan prinsip kasih sayang, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang lain serta lingkungan. Meski demikian, pelaksanaan pendekatan ini masih menghadapi beberapa tantangan, seperti kurangnya infrastruktur digital, kesiapan dari para guru, serta masalah etika dan privasi data.

Page 1 of 3 | Total Record : 23