cover
Contact Name
Joko Priyanto Wibowo
Contact Email
jp.wibowo@umbjm.ac.id
Phone
+6281258971240
Journal Mail Official
journal@umbjm.ac.id
Editorial Address
KOTA BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Borneo Community Development
ISSN : -     EISSN : 28096185     DOI : -
Borneo Community Development (BCD) is a journal that publishes scientific articles in the field of community service. This journal accepts articles from community development activities from various fields.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 4 Documents clear
Psikoedukasi Membangun Motivasi Bersama Psikologi Upaya Meningkatkan Kualitas di Komunitas Gemar Belajar dan Komunitas Senyum Anak Nusantara Banjarmasin Anjar Sri Lestari; Sulastri, Indah; Rizqi Amalia Arpianty; Gt. M. Rizqi Yusril Natsir Mahendra; Jessica Putri Lestari; Najwa Nur Fatimah; Wardatun Nisa
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v5i1.1001

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of psychoeducation in enhancing the motivation of community members. The subjects of the study were members of the Gemar Belajar (GemBel) Community and the Senyum Anak Nusantara (SAN) Community in Banjarmasin who experienced a decline in motivation. The methods used included material presentation, ice-breaking activities, and Focus Group Discussion (FGD). The results showed that participants experienced an increase in motivation after attending the psychoeducation activities, as evidenced by significant differences between pretest and posttest responses. The psychoeducation provided included material on ways to boost motivation, such as identifying the root causes of problems, making small changes, and recalling goals. In conclusion, psychoeducation is effective in enhancing the motivation of community members, which is crucial for the success and sustainability of the community.
Community Empowerment with 2P (Providing Education and Utilizing Local Materials) in Ujung Village Amaliah, Noor; Achmad Rumman; Ahmad Irfan Riyadi; Alia Rahma Wati; Utin Nazwa Zaskia Putri; Annisa Raqiqah; Sepreika Mutiyara
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v5i1.1171

Abstract

Permasalahan stunting pada anak/balita harus bisa diatasi sehingga dampak negatif dari stunting bisa ditangani dengan baik. Dalam menanggulangi masalah stunting perlu adanya kerjasama lintas sektoral diantaranya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta peran serta masyarakat dalam mengatasi masalah stunting. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui edukasi/pendidikan kesehatan dan pelatihan pembuatan makanan sehat dari bahan lokal. Adapun hasil kegiatan didapatkan adanya peningkatan motivasi dengan meningkatnya pemahaman masyarakat dalam upaya pencegahan stunting dan masyarakat mampu mengolah bahan makanan lokal yang bisa didapatkan dengan mudah tetapi memiliki manfaat yang besar dalam pencegahan stunting
Sosialisasi Kesehatan Penggunaan Antibiotik yang Bijak di Desa Semangat Dalam: Upaya Meningkatkan Kesadaran Kader Kesehatan Hasbi As-Shiddiq; Muhammad Awaluddin Padjrin; Nadiah Wafa; Nurul Hana; Yuspa; Putri Yasmin; Najwi Hasani; Mulyani Rahmah; Daipadli
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcdj.v5i1.1183

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan mengancam kesehatan global. Resistensi dapat terjadi terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap efek antibiotik, sehingga terjadi kegagalan pengobatan dan peningkatan morbiditas serta mortalitas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan informasi cara penggunaan antibiotik yang benar dan aman di masyarakat untuk mencegah kejadian resistensi antibiotik. Pelaksanaan kegiatan pada 5 Juli 2024, di Balai Desa Semangat Dalam, dan dihadiri oleh kader kesehatan, serta anggota PKK. Melalui penyuluhan yang disertai dengan tanya jawab, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya penyalahgunaan antibiotik dan langkah-langkah pencegahannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa puas dan sangat puas dengan kegiatan ini, yang membuktikan bahwa sosialisasi mengenai penggunaan antibiotik yang bijak sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Education on Treatment of Gastric Disorders, Self-Medication of Gastric Medicines, and DAGUSIBU in Karang Bunga Village Yulianita Pratiwi Indah Lestari; Rusdah; Agustina Tri Wahyuni; Nor Azizah Rahmah Sari; Nor Syifa
Borneo Community Development Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v5i1.1185

Abstract

Gangguan lambung seperti maag, gastritis, dan tukak lambung merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia, dengan prevalensi sekitar 10-15% penduduk (Riskesdas 2018). Faktor pemicunya meliputi pola makan yang tidak sehat, stres, konsumsi alkohol, merokok, serta infeksi Helicobacter pylori. Swamedikasi sering dilakukan oleh masyarakat dalam menangani gangguan lambung dengan membeli obat tanpa resep dokter, namun kurangnya pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar dapat meningkatkan risiko efek samping dan komplikasi. Oleh karena itu, edukasi mengenai swamedikasi yang aman sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Karang Bunga mengenai penggunaan obat lambung yang benar berdasarkan prinsip DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Penyuluhan dilakukan kepada 28 peserta, yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan kader desa Karang Bunga, dengan metode ceramah interaktif serta diskusi mengenai klasifikasi obat, aturan penggunaan yang tepat, serta cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta belum memahami prinsip DAGUSIBU, terutama dalam hal mendapatkan obat dengan benar, menentukan dosis yang tepat, serta menyimpan dan membuang obat secara aman. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan terkait aspek-aspek tersebut. Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan obat serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan dampak jangka panjang yang lebih optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 4