cover
Contact Name
Irhas Syah
Contact Email
irhassyah@fdk.ac.id
Phone
+6281374501532
Journal Mail Official
irhassyah@fdk.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Manggis Ganting Kec. Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Physio Move Journal (PMJ)
ISSN : 29872456     EISSN : 29872456     DOI : -
Core Subject : Health,
Physio Move Journal (PMJ) merupakan jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Fisioterapi Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian (original article), studi literature (literature review) dan laporan kasus (case report). Artikel Fisioterapi dalam jurnal ini antara lain meliputi bidang ilmu Fisioterapi. Jurnal ini akan terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juli dan Desember
Articles 33 Documents
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP FLEXIBILITY MAHASISWI UNIVERSITAS MURNI TEGUH Purba, Jhon Roby; Anggriani, Theresia; Sinaga, Tuty Swarni; Ayu, Nuri Putri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3478

Abstract

AbstrakFleksibilitas merupakan salah satu komponen penting kebugaran jasmani yang menunjang aktivitas fungsional dan mencegah terjadinya cedera muskuloskeletal. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif sering mengalami penurunan fleksibilitas akibat rutinitas akademik yang mengharuskan mereka duduk dalam waktu lama, kurangnya aktivitas fisik yang terstruktur, serta meningkatnya penggunaan gawai dalam kegiatan belajar dan hiburan. Kondisi tersebut mengakibatkan ketegangan otot dan keterbatasan rentang gerak yang berdampak pada kualitas hidup dan kinerja fisik sehari-hari. Latihan pilates dikenal sebagai metode latihan yang efektif untuk meningkatkan fleksibilitas melalui gerakan yang terkontrol dan berfokus pada stabilitas inti tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan pilates dalam meningkatkan fleksibilitas pada mahasiswa murni. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test dalam satu kelompok. Sebanyak 10 orang mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi mengikuti program pilates selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Pengukuran fleksibilitas dilakukan dengan menggunakan sit and reach test sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan nilai fleksibilitas yang signifikan setelah intervensi Pilates p=0,000 (p<0,05). Nilai rata-rata sit and reach meningkat dari 9,64 ± 6,54 cm menjadi 15,36 ± 6,16 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah senam Pilates efektif dalam meningkatkan fleksibilitas pada mahasiswi Universitas Murni Teguh. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program peningkatan kebugaran jasmani di lingkungan kampus, khususnya pada mahasiswi.Kata kunci: Latihan Pilates, fleksibilitas, mahasiswi, tes duduk dan meraih.
SENAM DON DAP DAPE EFEKTIF MENINGKATKAN VO2max LANSIA DARI PADA SENAM KEBUGARAN JASMANI Surya Wisesa, Kadek Arya Putra; Astrawan, I Putu; Suparwati, Komang Tri Adi; Prianthara, I Made Dhita; Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3515

Abstract

AbstractThe increasing elderly population leads to a higher risk of functional decline, including reduced VO₂max, which reflects physical fitness. Physical exercise, such as aerobic gymnastics, is an effective intervention to improve VO₂max in older adults. This study aimed to compare the effectiveness of Don Dap Dape exercise and Physical Fitness Gymnastics in increasing VO₂max among the elderly in Banjar Kerta Bumi, East Denpasar. This research employed an experimental design with a two-group pre-test and post-test approach. A total of 20 elderly participants meeting the inclusion criteria were divided into two groups of 10. Group I performed Physical Fitness Gymnastics, while Group II performed Don Dap Dape gymnastics for four weeks. VO₂max was measured using the Six Minutes Walking Test, and the data were analyzed using the independent sample t-test. The results showed a significant increase in VO₂max in both groups; however, Group II (Don Dap Dape) showed a higher increase (31.23%) compared to Group I (22.21%), with a p-value of 0.032. These findings indicate that Don Dap Dape gymnastics is more effective in enhancing VO₂max in the elderly. This study recommends Don Dap Dape gymnastics as an alternative physical activity to improve physical fitness in older adults.Keywords: elderly, VO₂max, Don_Dap_Dape_exercise, physical_fitness, cardiorespiratory_endurance AbstrakPeningkatan populasi lansia berdampak pada meningkatnya risiko penurunan kapasitas fungsional, salah satunya VO2max yang mencerminkan kebugaran jasmani. Latihan fisik seperti senam dapat menjadi intervensi efektif untuk meningkatkan VO2max pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam Don Dap Dape dibandingkan Senam Kebugaran Jasmani dalam meningkatkan VO2max pada lansia di Banjar Kerta Bumi, Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan two group pre-test and post-test. Sebanyak 20 responden lansia yang memenuhi kriteria inklusi dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing 10 orang. Kelompok I mengikuti Senam Kebugaran Jasmani dan kelompok II mengikuti Senam Don Dap Dape selama empat minggu. Pengukuran VO2max dilakukan menggunakan Six Minutes Walking Test, dan analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan VO2max secara signifikan, namun peningkatan pada kelompok Senam Don Dap Dape (31,23%) lebih tinggi dibandingkan kelompok Senam Kebugaran Jasmani (22,21%), dengan nilai p = 0,032. Hasil ini menunjukkan bahwa Senam Don Dap Dape lebih efektif dalam meningkatkan VO2max pada lansia. Penelitian ini merekomendasikan Senam Don Dap Dape sebagai alternatif latihan fisik bagi lansia untuk meningkatkan kebugaran jasmani.Kata kunci: lansia, VO2max, senam_Don_Dap_Dape, senam_kebugaran, kebugaran_jasmani
GAMBARAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PETANI JERUK DI DESA PETANG Suparwati, Komang Tri Adi; Paramurthi, I.A Pascha; Wahyuni Novianti, I Gst Ayu Sri; Astrawan, I Putu; Krismantara, I Ketut Arya Yoga
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3516

Abstract

ABSTRACTExposure to organophosphate pesticides will affect lung function which causes irritation, airway narrowing and decreased lung function. This condition is experienced by farmers through various activities such as the process of bringing pesticides to the farm, the process of mixing pesticides, the process of spraying pesticides on the farm and washing the tools that have been used to spray, all of these activities have the potential to cause exposure to farmers either through the skin or breathing. The symptoms of exposure to organophosphate pesticides such as shortness of breath and respiratory tract irritation resulting in a decrease in the value of peak expiratory flow (APE). The purpose of the study was to determine the value of Peak Expiratory Flow (APE) in citrus farmers in Petang Village. This study used descriptive analysis with a total of 30 respondents. The instrument in this study used a peak flow meter to measure the peak expiratory flow value of citrus farmers. The results of this study showed that the Peak Expiratory Flow value in the green zone was 6 respondents (20%), the yellow zone was 19 respondents (63.3%) and the red zone was 5 respondents (16.7%). Keywords: expiratory peak flow, citrus_farmer, pesticides ABSTRAKPaparan pestisida jenis organofosfat akan mempengaruhi fungsi paru yang dimana menimbulkan efek iritasi, penyempitan saluran nafas dan penurunan faal paru. Kondisi tersebut dialami oleh petani melalui berbagai kegiatan seperti proses membawa pestisida menuju lahan pertanian, proses pencampuran pestisida, proses penyemprotan pestisida di lahan pertanian dan mencuci alat yang sudah digunakan menyemprot, semua aktivitas ini berpotensi menimbulkan paparan pada petani baik melalui kulit ataupun pernapasan. Adapun gejala dari paparan pestisida jenis organofosfat seperti sesak nafas dan iritasi saluran pernapasan sehingga mengakibatkan penurunan nilai arus puncak ekspirasi (APE). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai Arus Puncak Ekspirasi (APE) pada petani jeruk di Desa Petang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan total 30 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan peak flow meter untuk mengukur nilai Arus Puncak Espirasi petani jeruk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Arus Puncak Ekspirasi pada zona hijau adalah 6 responden (20%), zona kuning adalah 19 responden (63,3%) dan zona merah adalah 5 responden (16,7%). Kata kunci: arus_puncak_ekspirasi, petani_jeruk, pestisida

Page 4 of 4 | Total Record : 33