cover
Contact Name
Irhas Syah
Contact Email
irhassyah@fdk.ac.id
Phone
+6281374501532
Journal Mail Official
irhassyah@fdk.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Manggis Ganting Kec. Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Physio Move Journal (PMJ)
ISSN : 29872456     EISSN : 29872456     DOI : -
Core Subject : Health,
Physio Move Journal (PMJ) merupakan jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Fisioterapi Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian (original article), studi literature (literature review) dan laporan kasus (case report). Artikel Fisioterapi dalam jurnal ini antara lain meliputi bidang ilmu Fisioterapi. Jurnal ini akan terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juli dan Desember
Articles 33 Documents
BRAIN VITALITATION GYM BERPENGARUH TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Utami, Rindu Febriyeni; Adenikheir, Annisa
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 2, No 2 (2023): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v2i2.2794

Abstract

As they get older, the elderly will experience a decline in several body functions, one of which is cognitive function. As the center of thinking power, the brain also requires care, namely by carrying out simple movements followed by various components of brain function such as vision, imagination, hearing and emotions. This can be done by doing a brain vitalization gym. The aim of this research is to determine the effect of the brain vitalitation gym in improving the cognitive function of the elderly. The design of this research is Quasi-experimental with a pretest-posttest one group design approach. The population in this study was all elderly people at the Biaro Community Health Center totaling 318 people, the sample in this study was 10 elderly people. The sampling technique was carried out by purposive sampling. Cognitive function was measured using the MMSE (Mini-Mental State Examination). The results showed that the average cognitive function before the brain vitalization gym intervention was 16.20 and after the intervention it was 23.10. The p value = 0.000 means that there is an increase in cognitive function after being given Brain Vitalitation Gym Keywords: Brain Vitalitation Gym, Cognitive Function, Elderly  
PENGARUH BENTUK CAVUS FOOT TERHADAP POLA JALAN PADA ANAK SDN 11 KOTO BESAR Munawarah, Siti; Utami, Rindu Febriyeni
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i1.1780

Abstract

Kaki berfungsi sebagai penyokong berat badan dan sebagai pengungkit untuk memajukan tubuh sewaktu berjalan dan berlari. Arkus pedis memiliki fungsi untuk membantu efisien fungsi kaki. Arkus pedis terdiri dari normal foot, flat foot, dan cavus foot. Prevalensi kaki cavus di dunia dilaporkan 10%-25% dari populasi atau sama umum dengan kaki rata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan bentuk arcus pedis (cavus foot) terhadap pola jalan pada anak. Desain penelitian ini adalah Quasi- eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest group design. Populasi dalam penelitian ini siswa-siswi SD sebanyak 56 orang, sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang anak yang memiliki arcus pedis normal foot dan 10 orang anak yang memiliki arcus pedis cavus foot. Teknik dalam pengambilan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling,yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan arcus pedis dan pemeriksaan pola jalan (stride length, step length, cadence, dan speed) pada anak didapatkan α 0,0005 artinya terdapat perbedaan pada pemeriksaan pola jalan step length, cadence, dan speed pada normal foot dan cavus foot dan α 0,102 artinya tidak terdapat perbedaan pola jalan stride length pada normal foot dan cavus foot. Normal foot memiliki nilai stride length, step  length,  cadence  dan  speed  yang  lebih  baik  daripada  cavus  foot  dan  terdapat perbedaan pola jalan step length, cadence dan speed pada anak. Untuk mencegah terjadinya kelainan pada arcus, anak dapat memakai alas kaki yang dimodifikasi agar lengkungan pada kaki anak tetap normal.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI LATIHAN BERBASIS AIR TERHADAP KESEIMBANGAN PASIEN STROKE ; LITERATUR REVIEW Hayuningrum, Cicilia Febriani; Fatimah, Danisa Nurul; Pisesi, Martini; Lathifatul, Mutiara
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 2, No 1 (2023): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v2i1.2546

Abstract

Background: Stroke is a clinical sign that is rapidly developing as a result of impaired focal brain function accompanied by symptoms that last for more than 24 hours and can cause death. Problems that are often encountered in stroke patients include balance disorders, movement coordination, and disturbances in muscle strength. Hydrotherapy is a method of air that depends on the body's response. The application of hydrotherapy to stroke patients is beneficial for improving body balance, lowering blood pressure, and for body fitness. Purpose: To determine the effect of giving hydrotherapy exercises to the patient's stroke balance.Method: The method used in preparing this article is by searching articles through PubMed, Sage Journal, BMC.Result: The number of articles selected based on search results is 10. Conclusion: Providing hydrotherapy exercises to stroke patients can improve the patient's balance and coordination of movements. Keywords: Stroke, Balance, Hydrotherapy
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA Chintya, Vera; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni; Mayun, I Gusti Ngurah; Suadnyana, Ida Ayu Astiti
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3138

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lanjut usia sering menghadapi masalah kesehatan seperti kecemasan, yang dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lanjut usia. Menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2024 dengan 52 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur dengan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil menunjukkan bahwa 11 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur baik, 15 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur ringan, dan 1 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur sedang. Sebanyak 19 responden dengan kecemasan sedang memiliki kualitas tidur ringan, sedangkan 6 responden dengan kecemasan sedang memiliki kualitas tidur sedang. Uji rank Spearman menghasilkan p=0,000 (p<0,05) dan r=0,527, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur pada lansia di Banjar Selat Anyar, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.Kata Kunci: Lanjut Usia, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
ABDOMINAL MUSCLE RELAXATION TECHNIQUE UNTUK MENGURANGI NYERI PADA KONDISI DISMENORE ; CASE STUDY Rahmadina, Mauliddya; Syafitri, Vira
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 2 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i2.2401

Abstract

Abstract Dysmenorrhoea or menstrual pain accompanied by cramps and centered in the lower abdomen that occurs due to the decay of prostaglandins (uterine wall) during the menstrual period. According to WHO in 2015 the incidence of dysmenorrhea in the world is quite large, which is more than 50% of women in each country. One way to reduce dysmenorrhea pain is with Physiotherapy intervention. Physiotherapy intervention with Abdominal Muscle Relaxation Technique aims to provide a relaxing effect on the abdonimal muscles so that there is a mechanism of stimulation of painkillers, muscle relaxation, and vasodilation of blood vessels in the abdominal area. The Abdominal Muscle Relaxation Technique given is with Hotpack and Abdomina Stretching Exercise modalities. This study aims to determine the effect of Abdominal Muscle Relaxation Technique intervention on reducing dysmenorrhea pain. This type of research is a case study by means of observational and interventions. The research was conducted at the Siteba Poltekes Physiotherapy Laboratory to 4 (four) Siteba Poltekes students. From the study, the results of a decrease in dysmenorrhea pain measured using NRS before and after the intervention, namely on the first to third days of menstruation. Conclusion: Abdominal Muscle Relaxation Technique which is used Hotpack and Abdominal Muscle Scan reduce dysmenorrhea pain.AbstrakDismenorea atau nyeri menstruasi yang disertai kram dan terpusat pada perut bawah yang terjadi akibat peluruhan prostaglandin (dinding rahim) pada saat periode menstruasi. Menurut WHO tahun 2015 angka kejadian dismenore di dunia tergolong besar yakni lebih dari 50% wanita di setiap negara. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri dismenore adalah dengan intervensi Fisioterapi. Intervensi fisioterapi dengan Abdominal Muscle Relaxation Technique bertujuan untuk memberikan efek relaksasi pada otot-otot abdonimal sehingga terjadi mekanisme ransangan zat penghilang nyeri, relaksasi otot, dan vasodilatasi pembuluh darah di area abdominal. Abdominal Muscle Relaxation Technique yang diberikan adalah dengan modalitas Hotpack dan Abdomina Stretching Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi Abdominal Muscle Relaxation Technique terhadap penurunan nyeri dismenore. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan cara observasional dan intervensi tindakan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisioterapi Poltekes Siteba kepada 4 (empat) orang mahasiswi Poltekes Siteba. Dari penelitian diperoleh hasil adanya penurunan nyeri dismenore yang diukur menggunakan NRS pada sebelum dan setelah intervensi yaitu pada hari pertama hingga ketiga menstruasi. Kesimpulan : Abdominal Muscle Relaxation Technique menggunakan metoda intervensi Hotpack dan Abdominal Muscle Stretching dapat menurunkan nyeri dismenore.Keywords: dismenore, stretching, hot pack, nyeri, abdominal muscle 
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENU SINISTRA DENGAN MODALITAS TENS, IASTM DAN ISOMETRIC CONTRACTION Utari, Utari; Hasmar, Wanti; Saputra Junaidi, Adi
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 1 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i1.2659

Abstract

ABSTRACTOsteoarthritis is a degenerative joint disease that indicates damage to joint cartilage, thickening of subchondral bones, formation of osteophytes at the edges of joints and mild inflammatory processes occurring in nonspecific synoviums. Objective: To determine the management of physiotherapy in cases of osteoarthritis genu sinistra in reducing pain, reducing oedema, increasing LGS and increasing ADL in the left knee joint with TENS, IASTM and Isometric Contraction modalities. Method: The type of research conducted is a case study with 1 respondent on March 28 to July 11, 2023. Conclusion: In accordance with these problems, the author provides physiotherapy programs with TENS, IASTM and Isometric Contraction modalities. After 6 times therapy, results were obtained, namely reduced tenderness, decreased motion pain, decreased oedema, increased LGS and increased ADL in the left knee joint. Advice: Do therapy regularly and repeat the exercises that have been given done regularly, maintain weight and live a healthy lifestyle.Keywords: Osteoarthritis Genu Sinistra:Tens;Iastm;Isometric ContractionABSTRAKOsteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang menunjukkan kerusakan pada kartilago sendi, penebalan tulang subkondral, pembentukan osteofit pada tepi sendi dan terjadi proses peradangan ringan pada sinovium nonspesifik. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus osteoarthritis genu sinistra dalam mengurangi nyeri, mengurangi oedema, meningkatkan LGS dan meningkatkan ADL pada sendi lutut kiri dengan modalitas TENS, IASTM dan Isometric Contraction. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus (case study) dengan 1 orang responden pada tanggal 28 Maret s/d 11 Juli 2023. Kesimpulan: Sesuai dengan problematika tersebut, penulis memberikan program fisioterapi dengan modalitas TENS, IASTM dan Isometric Contraction. Setelah di berikan terapi sebanyak 6 kali didapatkan hasil yaitu penrunan nyeri tekan, penurunan nyeri gerak, penurunan oedema, peningkatan LGS dan Peningkatan ADL pada sendi lutut kiri. Saran: Melakukan terapi secara rutin dan mengulangi latihan yang telah di berikan dilakukan secara teratur, menjaga berat badan dan menjalani pola hidup yang sehat.Keywords: Osteoarthritis Genu Sinistra:Tens;Iastm;Isometric Contraction
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK LOW BACK PAIN PADA PETANI DI DESA RASO KECAMATAN KOLANG KABUPATEN TAPANULI TENGAH Vera, Yeni; maryaningsih, maryaningsih
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 1, No 1 (2022): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v1i1.1767

Abstract

Nyerii punggung bawah didefenisikan sebagai nyeri dan ketidaknyamanan di bawah batas costae dan di atas lipatan glutealis inferirior, dengan atau tanpa nyeri yang menjalar ke kaki. Nyeri  punggung  bawah  termasuk occuptional  disease  yang disebabkan oleh  posisi kerja  dan lingkungan kerja. Nyeri punggung bawah termasuk dalam penyakit  penyebab disabilitas.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik nyeri punggung bawah pada petani. Metode Penelitian ini bersifat deskripti yang dilakukan dengan menggunakan data primer dari kuesioner dengan sampel berjumlah 50 pada petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 47 dari 50 responden  memenuhi kriteria inklusi diidapat nyeri punggung bawah paling besar kejadiannya pada responden yang berjenis kelamin perempuan (54,16%), dengan indeks massa tubuh normal (45,83%), dan rentang usia >40 tahun (58,33%). Dengan karakteristik nyeri punggung bawah yang tidak menjalar (58,3%),  nyeri punggung bawah akut (87,5%), dan kategori tingkat keparahan nyeri no disability (54,16%). Dan Dari 47 responden yang termasuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini, terdapat 24 (51,06%) responden yang mengalami nyeri punggung bawah.
EFFECTS OF ONCE VS TWICE DAILY PHYSIOTHERAPY SESSION ON 6MWT FOLLOWING CARDIAC SURGERY Siti Nur Baait, Mohd Sokran binti; Rahim, Mohd Hafizi; Mohd Zain, Mohd Izham; Mohammad, Nurul Mawaddah; Sulaiman, Dr. Mohd Daud; Dillon, Dato Sri Dr. Jeswant
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 2, No 2 (2023): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v2i2.2608

Abstract

Physiotherapy intervention is beneficial in terms of prevention of postoperative complications and improves functional capacity. However, limited evidences on optimal exercise prescription for post CABG patients.  Therefore, this study intended to compare of functional capacity between once and twice daily physiotherapy interventions following Coronary Artery Bypass Graft patients. This double-blind randomized controlled trial. After surgery, 62 patients were randomly assigned across 2 groups. Group 1 received once daily physiotherapy intervention which included deep breathing exercises, incentive spirometer, chest physiotherapy and early mobilization. Group 2 received twice daily physiotherapy intervention with similar protocol as Group 1. 6MWT were assessed on post-operative day 2 and were reassessed before discharged.v62 patients, 58 (93.5%) males were included, with a mean age of 58 ±9.8 years. After the analysis, both groups had significant increase in the 6MWT mean distances before discharge (Group 1: 119.2 ±20.9 vs 277.6±25.7 m, p=0.00; Group 2: 127.6 ±24.9 vs 298.5 ±36.9 m, p=0.00). Group 2 had significant difference in overall mean difference of 6MWT (14.7 m, p=0.019). The mean distance in the present study did not meet the 25 meters MCID. However, the 6MWD MCID values of 25 meters still fall within the upper bound of the confidence interval 14.66 ± 26.84, ±2.47.The twice daily physiotherapy intervention had significant effects in 6MWT distances. Keywords: exercise; functional capacity; cardiac rehabilitation; early mobilization.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST REKONSTRUKSI ANTERIOR CRUCIATUM LIGAMENT (ACL) DENGAN MODALITAS TERAPI LATIHAN, CRYOTHERAPY DAN NEUROMUSCULAR ELECTRICAL STIMULATION (NMES) Astuti, Dwi Nur; Anshari, Hafiz; Pertiwi, Jasmine Kartito
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3175

Abstract

Latar belakang: Cedera ligamen pada umumnya disebabkan oleh cedera olahraga. Ligamen yang paling sering terkena dan yang paling serius cedera adalah anterior cruciatum ligament (ACL). ACL adalah ligamen yang terdapat pada sendi lutut yang berfungsi sebagai stabilisator pasif pada sendi lutut yang menstabilkan pergerakan tibia ke arah anterior dan rotasi sendi lutut. Robekan atau ruptur pada ACL dapat mengakibatkan berkurangnya stabiltas pada sendi lutut. Hal ini bisa menjadi indikasi seseorang untuk menjalani operasi rekonstruksi ACL. Tindakan fisioterapi pada post rekonstruksi ACL dilakukan dengan modalitas Terapi Latihan, Cryotherapy dan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES). Tujuan: untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dengan Terapi Latihan, Cryotherapy dan NMES pada pasien post rekonstruksi ACL. Metode: Terapi Latihan, Cryotherapy dan NMES yang dilakukan sebanyak 3 kali terapi. Hasil: pemberian tindakan fisioterapi terapi latihan, selain itu juga mendapatkan intervensi cryotherapy dan intervensi NMES didapatkan hasil adanya penurunan derajat nyeri gerak saat melakukan gerakan fleksi, adanya peningkatan ROM fleksi, adanya penurunan atrofi pada tungkai atas, adanya peningkatan kemampuan aktivitas fungsional, namun belum ada peningkatan kekuatan pada grup otot fleksor dan ekstensor. Kesimpulan: Pemberian tindakan fisioterapi pada Tn. D berusia 18 tahun dengan diagnosa post rekonstruksi ACL dextra menggunakan modalitas terapi latihan, cryotherapy dan NMES pada post rekonsturksi ACL didapatkan adanya penurunan nyeri, peningkatan ROM fleksi, penurunan atfrofi tungkai atas sehingga meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional, namun belum ada peningkatan kekuatan otot. Kata kunci: ACL, Cryotherapy, NMES, Terapi latihan
BEDA PENGARUH ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE DAN SLOW DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PANGKALAN Olyverdi, Reza; Munawaroh, Siti; Putri, Visy Yulia
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 2, No 1 (2023): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v2i1.2453

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang telah berusia 60 tahun keatas. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yeng memiliki prevalensi tinggi. Terapi non farmakologis merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengendalikan tekanan darah pada penderita hipertensi. Terapi non farmakologis ialah meningkatkan aktivitas fisik dan latihan pernapasan dalam lambat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beda pengaruh pemberian Isometric Handgrip Exercise dan Slow Deep Breathing Exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di puskesmas kec. Pangkalan koto baru 2021.Jenis  penelitian Quasi Experimental dengan rancangan penelitian Two Group Pretest Postest. Alat ukur tekanan darah adalah Sphygmomano meter, Stetoskop Gea SP-200. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah 30 responden dengan 2 kelompok perlakuan. Responden diberikan intervensi selama 3 menit untuk intervensi Isometric Handgrip Exercise dan 6x/menit dengan istirahat 10 detik  selama durasi 15 menit pengontrolan pernafasan untuk Slow Deep Breathing Exercise penurunan tekanan darah.Analisis data ini menggunkan uji statistic Wilcoxon. Hasil uji analisis data didapatkan adanya pengaruh Isometric Handgrip Exercise nilai p value 0,001<α(0,05) dan Slow Deep Breathing Exercise dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi p value 0,002<α(0,05).Dari hasil penelitan membuktikan p value = 0,064>α(0,05) artinya Ho diterima, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan pemberian latihan Isometric Handgrip dan Slow Deep Breathing terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Kec. Pangkalan Koto Baru

Page 3 of 4 | Total Record : 33