cover
Contact Name
Ozkar F Homzah
Contact Email
jurnal.austenit@polsri.ac.id
Phone
+6282178533625
Journal Mail Official
jurnal.austenit@polsri.ac.id
Editorial Address
Lantai 2, Gedung Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Indonesia.
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
AUSTENIT
ISSN : 20851286     EISSN : 26227649     DOI : https://doi.org/10.53893/austenit
AUSTENIT (pISSN 2085-1286 and eISSN 2622-7649) is a peer-reviewed open access journal published by Mechanical Engineering Department, Politeknik Negeri Sriwijaya. Focused on original articles in the form of technical and vocational research results or literature review which provides insight in the field of mechanical engineering and machinery that includes Mechanical Structure, Manufacturing, Metallurgy Sciences and Engineering, Design Engineering, Maintenance and Repair Engineering, Fluid Dynamics, HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning), Heat-Mass Transfer, Sustainable Renewable Energy, Mechatronic and Control Systems or as well as other related Mechanical Engineering field study.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
MEKANISASI PEMILAHAN BERAS DENGAN METODE KOMBINASIGAYA GESER DAN GAYA SENTRIFUGAL PADA USAHA DISTRIBUSI BERAS Widagdo, Tri
AUSTENIT Vol. 1 No. 01 (2009): AUSTENIT: April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.127 KB)

Abstract

Permasalahanutamayangmendorongpenulisuntukmelakukanpenelitianadalahrendahnyahargajualberaskualitasrendahyangdiproduksiolehsawahpasangsurut.Untukmenaikkanhargajual,makapenjualberasmelakukanpemilahansecaramanualsehinggasecarakumulatifdiperolehkenaikanhargajualyangberdampakpadapeningkatankeuntungan.Keluaranpenelitianberupaprototipemesinpemilahberasyangefisiensertamudahdalampengoperasian,perawatandanperbaikan.Penelitiandimulaidenganobservasilapangankepadasalahsatuusahadistribusiberas.Selanjutnyadisebutsebagaiindustrimitrauntukmendapatkandata-yangdiperlukanpadaprosespemilahanberassecaramanual.Kegiatandilanjutkandenganrancangbangunmesinpemilahberasdengankapasitas300kgperhari,menggunakanenergilistrik3/4Hp.Komponenpemilahberasterdiridariduabidangdataryangdapatberotasiterhadapporosnyasertaberevolusiterhadapporosutamamesin.Bidangpemilahdilengkapidenganpenyaring.Metodepemilahanberasadalahdenganmemadukanduagaya:gayaberatdangayasentrifugalsertayangmenimbulkaangayageser.Darigayageseriniprosespemilahanterjadidanmenghasilkantigabagian,yaitu:gabah(padi)beradadibagiantengahdanatas,menir(beraspecah)beradadibagianbawah(selanjutnyadipisahkanmenggunakansaringan)sertasisanyaadalahberasbagus.Kinerjaoptimumdarimesinterjadipadaputaranporosutama165rpmdengankonsumsidayalistrik0,64Hp.Durasipemilahanratarata5menitdenganberatberaskasarmaksimum5kguntukkeduabidangpemilah.
PENGARUH PENDINGINAN METODE DOUBLE QUENCHING TERHADAP KEKERASAN PELAT BAJA KARBON RENDAH HASIL PACK CARBURIZING Firdaus, Firdaus; Sani, Almadora Anwar; Solehan, Muhamad
AUSTENIT Vol. 10 No. 2 (2018): AUSTENIT: Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.384 KB)

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses pendinginan dengan metode double quenching terhadap nilai kekerasan plat baja karbon rendah hasil pack carburizing dengan variasi waktu tahanan dan media karburasi arang tempurung kelapa. Proses karburasi adalah proses pengerasan permukaan pada logam untuk mendapatkan sifat keras pada permukaan dan sifat ulet pada bagian tengah logam. Pada penelitian ini, proses pack carburizing dilakukan pada temperatur 9000 C dengan 3 variasi waktu tahanan yang berbeda yaitu 1,5 jam, 2 jam dan 2,5 jam, dimana satu waktu tahanan menggunakan 3 spesimen uji. Komposisi media karburasi menggunakan 100% serbuk arang tempurung kelapa. Proses quenching pertama menggunakan air kemudian spesimen uji dipanaskan kembali diluar kotak karburasi pada temperatur 8000 C selama 1 jam dengan oli sebagai media quenching kedua. Dari hasil pengujian kekerasan diperoleh nilai kekerasan rata-rata spesimen uji dengan watu tahanan 1,5 jam sebesar 92,5 HRB, waktu tahanan 2 jam sebesar 95,8 HRB dan waktu tahanan 2,5 jam sebesar 92,9 HRB. Sedangkan hasil pengujian struktur mikro pada permukaan spesimen uji sebelum pack carburizing terlihat fasa ferit dengan sedikit fasa perlit dan pada permukaan spesimen uji setelah pack carburizing terdapat fasa ferit ang semakin sedikit dengan fasa perlit yang semakin banyak.
PERUBAHAN PERFORMANSI KOMPRESOR SUPERIOR W74 KARENA PENURUNAN TEKANAN GAS ALAM KE SUCTION KOMPRESOR DI CONOCO PHILLIPS (RAMBA) LTD Irawan, Ferry
AUSTENIT Vol. 3 No. 01 (2011): AUSTENIT: April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.187 KB)

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, khususnya di bidang industri. Maka penggunaan kompresor hampir meliputi di setiap bidang kehidupan, mulai dari industri rumah tangga sampai industri-industri berat. Pada suatu lokasi penambangan minyak dan gas, banyak digunakan alat modern. Salah satunya adalah kompresor. Dalam hal ini adalah Reciprocating Compressors yang jenisnya adalah Superior W74. Kompresor ini digunakan untuk membantu mengangkat migas dan menstabilkan tekanan di dalam formasi/reservoir (perut bumi yang mengandung minyak dan gas). Pada eksperimen ini dibahas mengenai perubahan performansi kompresor Superior W74. Perubahan ini disebabkan perubahan tekanan gas alam ke suction kompresor. Dalam hal ini dibahas mengenai penurunan tekanan gas ke suction kompresor, dengan memasukkan data-data yang ada ke perhitungan sehingga dari hasilnya terlihat perubahan performansinya dan dibandingkan dengan performansi aktual. Diharapkan adanya kajian yang lebih dalam terhadap alat ini untuk pengembangan bahasan lainnya.
ANALISIS PENGARUH PROSES HEAT TREATMENT PASKA PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIS PADA BESI TUANG KELABU Rasid, Muhammad; Asrafi, Ibnu
AUSTENIT Vol. 5 No. 1 (2013): AUSTENIT: April 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.314 KB)

Abstract

Besi tuang kelabu banyak digunakan pada meja mesin seperti mesin bor, mesin Miling, Mesin Bubut, surface grinding karena mempunyai sifat-sifat antara lain dapat meredam getaran yang    sangat baik ( kapasitas peredamnya tinggi), tahan panas, tahan korosi, mudah dalam pengecoran karena memiliki titik lebur yang rendah, mudah untuk dikerjakan di mesin, mudah didapat dengan harga yang relatif murah. Salah satu proses pengelasan yang dapat dilakukan pada besi tuang kelabu adalah proses pengelasan dengan elektroda terbungkus atau SMAW (Shield Metal Arc Welding) dengan menggunakan arus searah DC dan menggunakan elektroda jenis DFC NiFE atau NiFE-C1. Hal yang paling memungkinkan akibat dari proses pengelasan besi tuang (Cast Iron) adalah terjadinya retak las dimana hal ini disebabkan karena pembekuan yang terlalu cepat, tegangan penyusutan yang terlalu tinggi, prosedur pengelasan yang salah dan penggunaan elektroda yang tidak sesuai. Tegangan penyusutan dalam pengelasan yang terjadi karena timbulnya lonjakan tegangan yang lebih besar yang disebabkan oleh perubahan sifat-sifat bahan pada sambungan terutama pada daerah terpengaruh panas HAZ (heat Affected Zone). Untuk mengetahui sejaumana pengaruh pemanasan paska pengelasan terhadap sifat  mekanik pada specimen besi tuang  kelabu dengan melakuka pengujian tarik dan pengujian kekerasan.Specimen uji besi tuang kelabu setelah dilakukan penyambungan dengan proses pengelasan mempunyai sifat mekanik kekeras 0,24%an lebih besar dari row material .Specimen uji besi tuang kelabu mengalami peningkatan kekerasan yang cukup siknifikan sebesar 36,75 % yaitu dari 89,16 HR menjadi 140,974 HB dengan proses heat treatment pada temperatur 730°C dan ditahan selama 60 menit .Specimen uji tanpa perlakuan panas heat treatment terjadi peningkatan kekuatan tarik sebesar 8,67% yaitu 90,87 N/mm²   untuk specimen uji yang di heat treatment dengan pendinginan udara dan 98,73% untuk specimen yang dilakukan penyambungan dengan pengelasan
COMPOSITE MATRIX POLYESTER REINFORCE FIBRESKIN GELAM; PREPARATION AND MECHANICAL PROPERTIES Mataram, Agung; Rizal, Samsul; Zamheri, Ahmad
AUSTENIT Vol. 7 No. 1 (2015): AUSTENIT: April 2015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.86 KB)

Abstract

Gelam (melaleuca leucandendra) is one plant that is widely available in South Sumatra potential into cellulose extraction. His plant is widely used for building materials and wood products processed the rest of the powder timber furniture industry. While, the skin of this plant is not used for anything. In fact, from  the structure of the skin that have fiber, skin of gelam  has the potential to be a valuable product, one of them with a matter in the form of composite reinforcement. While today's technology demands urgent environmental friendly technology product makers, especially friendly to the environment. The analysis conducted in this study utilizes softwood bark fiber serves as reinforcement to resin volume fraction ratio : Resin 100% : Filler 0%(A), Resin 90% : Filler 10% (B) Resin 80% : Filler 20%(C), Resin 70% : Filler 30%(D), Resin 60% : Filler 40% (E). Observed characteristics are kekutan composite tensile and impact strength. On average the highest tensile stress is the value obtained from the variation of the volume fraction of the specimen D (70% resin: 30% fiber) that is equal to 17.96 N/mm2, while the average value obtained from the lowest voltage variation of the volume fraction of the specimen B (90 % resin: 10% fiber) that is equal to 12:35 N/mm2. The average value of tensile strain obtained specimens A, B, C, D and E are the same, namely 0.68%. High MOE happens to specimens B, C and E, it indicates that the greater the value of the modulus of elasticity of the material is more difficult to increase the length, in this case the smallest specimen D modulus of elasticity. The average value of the energy required to break the specimen is equal to the highest Joule 34.728, obtained from the variation of the volume fraction of specimen D (70% resin: 30% fiber).
ANALISA PERUBAHAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO MULTI QUENCHING TERHADAP HASIL PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH Karmin, Karmin; Effendi, Sairul; Firdaus, Firdaus; Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 10 No. 1 (2018): AUSTENIT: April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.217 KB)

Abstract

 Baja karbon yang mengandung unsur karbon yang rendah akan mempunyai sifat yang kekerasan dan kekuatan tariknya rendah, ductile ini akan memudahkan dibentuk dibanding baja paduan atau baja karbon tinggi. Disisi lain harganyapun relatif murah sehingga menjadikan bahan ini banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan suatu produk. Untuk meningkatkan sifat yang kuat dan keras pada permukaannya, material ini dapat dilakukan proses perlakuan panas thermoikimia melalui penambahan kadar karbon pada permukaannya, sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesuai dengan  fungsi desainnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja karbon rendah yaitu dilakukan proses pack carburizing. Proses carburizing ini, dilakukan pada sebuah tungku pemanas listrik khusus perlakuan panas yang  mudah dioperasikan dalam pengaturan suhu pemanasan, kecepatan pemanasan dan pengaturan waktu tahan. Pada penelitian ini  dirancang dan dilakukan pada baja rabon rendah mengunakan media karburisasi dengan pebandingan 70% arang aktif dan 30%, kalsium karbonat (CaCO3) pada temperatur   pemanasan 925oC ,  variasi waktu tahan 2, 3 dan 4 jam, kemudian dilanjukan dengan variasi metode quenching (direct quenching, single quenching dan double quencing). Dari ketiga metode quenching dengan variasi holding time pada penelitian ini diperoleh peningkatan kekerasan yang tertinggi yaitu pada metode doubel quenching dengan holding time 3 jam yaitu 94,8 HRBdan nilai impact 0,14 J/mm2. Jika dilihat kekerasan dan ketangguhan yang baik yaitu terjadi pada double quenching dengan holding time 2 jam (kekerasan 94,4 HRB dengan nilai impact rata rata 0,86 J/mm2). 
PEMODELAN DAN ANALISIS KINEMATIKA MEKANISME ENGKOL PELUNCUR BERBASIS KOMPUTER Malik, Irawan
AUSTENIT Vol. 2 No. 01 (2010): AUSTENIT: April 2010
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa alat bantu perangkat lunak yang tersedia dipasaran dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan tugas-tugas desain dan analisis yang berhubungan dengan mekanisme dan sistem-sistem dinamis lainnya. Tulisan ini membahas analisis kinematika dari mekanisme engkol-peluncur (poros engkol/slider-crank) melalui komparasi dari beberapa tool yang tersedia pada beberapa perangkat lunak yaitu Mathematica® 6, SolidWorks® 2010 dan Slider Student Edition® 2003 dengan cara membuat model kinematis dari mekanisme tersebut serta mensimulasikannya. Dari studi ini diharapkan akan didapat optimisasi desain sistem mekanisme yang umum dijumpai di teknik mesin misalnya engkol-peluncur disamping untuk menunjukkan simulasi berbasis media digital yang dapat dimanfaatkan untuk mengomunikasikan hasil-hasilnya. Simulasi tersebut menciptakan konsep laboratorium virtual sebagai sebuah tool untuk mengajarkan pemahaman kinematika (dan juga kinetika) dari suatu mekanisme permesinan.
RANCANG BANGUN MESIN PENGERINGAN BUNGA ROSELLA DENGAN METODE PREKONDENSASI UDARA Zainudin, Zainudin; Safei, Safei; Widagdo, Tri
AUSTENIT Vol. 4 No. 02 (2012): AUSTENIT: Oktober 2012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.529 KB)

Abstract

Motivasi dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan  pentingnya mengkonsumsi makanan obat tradisional yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan,  dengan dampak negatip yang rendah. Obyek penelitian adalah bunga Rosella  (Hybiscus Sabdariffa, Sp). Berasal dari tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di sebagaian besar wilayah Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan korelasi dari variabel-variabel yang berkaitan dengan proses pengeringan bunga Rosella. Metode yang diterapkan adalah kaji eksperimen terhadap sebuah mesin pengering. Kegiatan dimulai dengan rancang bangun mesin, dilanjutkan dengan pengujian kinerja. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium M&R Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya. Variabel utama penelitian adalah Prosentase kekeringan (ϕ, %), temperatur UDARA pengeringan (T) serta, waktu pengeringan (t)- Pada T= 500C, menghasilkan t = 10 jam, prosentase kekeringan,  ϕ= 10,2%- Pada T = 600C, menghasilkan t = 9 jam, prosentase kekeringan, ϕ = 9,8 %- Pada T = 700C, menghasilkan t = 6 jam, prosentase kekeringan, ϕ = 9,6 %Adapun data yang dipakai sembagai pebending adalah pada proses pengeringan konvensional melalui penjemuran, antara lain. - Lama pengeringan 3 hari, jika cuaca cerah- Prosentase kekeringan  bunga Rosella minimum 12 %
PENGARUH MEDIA PENDINGIN DAN KONDISI PEMOTONGAN BAJA AISI 1045 TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES CNC MILLING Suryana, Didi; Putri, Fenoria; Romli, Romli
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.302 KB)

Abstract

Jenis pendinginan salah satu parameter yang mempengaruhi nilai kekasaran dari hasil permesinan. Niai kekasaran permukaan merupakan salah satu parameter spesifik geometris yang harus dipenuhi pada proses pemotongan logam. Karena proses pemotongan akan menyebabkan terjadi peningkatan temperatur baik terhadap benda kerja maupun alat potongnya maka jika temperatur ini jika tidak dikontrol akan mempengaruhi sifat mekanik bahan dan alat potong/pahat yang dipakai. Parameter lain yang juga berperan adalah kecepatan potong dan kecepatan pemakanan. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu persamaan regresi pengaruh media pendingin dan kondisi pemotongan baja AISI 1045 terhadap nilai kekasaran permukaan pada proses CNC milling. Data hasil penelitian dihitung secara statistik pada kondisi pemotongan dengan variasi cutter speed 500 s.d 1500 rpm, variasi feed rate 20 s.d 40 mm/menit dan dept of cut konstan 1 mm. Pada proses pemesinan/pemotonan dengan media pendingin campuran 1 oli dan 60 air, persamaan regresinya Y = 3,588 – 0,002 X1 + 0,004X2, media pendingin campuran 1 oli dan 40 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2 dan media pendingin campuran 1 oli dan 20 air persamaan regresinya Y = 4,137 – 0,003X1 + 0,004X2. Kondisi pemotongan yang sangat mempengaruhi nilai kekasaran secara parsial adalah Cutter speed sedangkan feed rate tidak begitu mempengaruhi.  
PENENTUAN KARAKTERISTIK MEKANIK MOTOR LISTRIK INDUKSI MENGGUNAKAN BEBAN DINAMOMETER HIDROLIK Sundari, Ella; Martomi, Eka Satria; Widagdo, Tri; Witjahjo, Soegeng
AUSTENIT Vol. 9 No. 2 (2017): AUSTENIT: Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.687 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan umum untuk mendapatkan metode untuk mengetahui karakteristik mekanik  motor listrik induksi. Eksperimen dilakukan dengan memberikan beban kepada motor listrik uji menggunakan dinamometer yang bekerja secara hidrolik. Target khusus yang  hendak dicapai melalui penelitian ini adalah panduan pengoperasian  motor listrik induksi. Hal ini berguna bagi pengguna agar dapat mengoperasikan motor listrik secara efisien dan aman serta motor listrik memiliki usia pakai yang lebih lama. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kaji Eksperimental dengan obyek pengujian satu unit motor lisrik Induksi dengan daya 1 Hp menggunakan listrik AC 220 Volt. Pembebanan dipergunakan pompa hidrolik yang dilengkapi dengan katup pengatur beban. Instrumen yang akan dilibatkan antara lain: tachometer, indicator gaya serta lengan momen. Untuk menjamin stabilitas kerja obyek penelitian, maka pada lengan momen juga dilengkapi komponen peredam kejut. Data-data yang dihasilkan adalah putaran poros serta momen torsi yang selanjutnya dipakai untuk menghitung daya mekanik obyek pengudalajian. Variasi data pengujian dilakukan dengan cara mengatur pembukaan katup pada dinamometer hidrolik. Data-data selanjutnya, secara statistik, dianalisis untuk mendapatkan kondisi kerja optimum dari obyek penelitian. Luaran penelitian antara lain artikel ilmiah yang akan dipublikasikan melalui jurnal nasional. Perangkat keras serta prosedur pengujian akan dijadikan modul ajar pada mata kuliah Mesin Konversi Energi untuk mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya. Dari data eksperimen, analisis statistik serta analisis kurva karakteristik diperoleh kesimpulan:-   Fungsi pendektan polynomial rodo 2 : Y = 0,000121 X2 + 0,183 X+0,582-   Koefisien Regresi, R2 = 0,983Dengan metede: turunan pertama  diperoleh :-   Daya Mekanik Optimum, Pm, opt = 756 Watt  dan-   Efisiensi maksimum, ηmaks = 69,8 %Dengan interpolasi antar data-data  dioperoleh :-   Putaran Optimum motor listrik, n0pt = 2791 rpm-   Arus optimum  motor listrik, I0pt m = 5,6 Ampere

Page 11 of 23 | Total Record : 227


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025): AUSTENIT: Oktober 2025 Vol. 17 No. 1 (2025): AUSTENIT: April 2025 Vol. 16 No. 2 (2024): AUSTENIT: October 2024 Vol. 16 No. 1 (2024): AUSTENIT: April 2024 Vol. 15 No. 2 (2023): AUSTENIT: October 2023 Vol. 15 No. 1 (2023): AUSTENIT: April 2023 Vol. 14 No. 2 (2022): AUSTENIT: October 2022 Vol. 14 No. 1 (2022): AUSTENIT: April 2022 Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT: Oktober 2021 Vol. 13 No. 1 (2021): AUSTENIT: April 2021 Vol. 12 No. 1 (2020): AUSTENIT 12012020 Vol. 12 No. 2 (2020): AUSTENIT: Oktober 2020 Vol. 12 No. 1 (2020): AUSTENIT: April 2020 Vol. 11 No. 2 (2019): AUSTENIT: Oktober 2019 Vol. 11 No. 1 (2019): AUSTENIT: April 2019 Vol. 10 No. 2 (2018): AUSTENIT: Oktober 2018 Vol. 10 No. 1 (2018): AUSTENIT: April 2018 Vol. 9 No. 2 (2017): AUSTENIT: Oktober 2017 Vol. 9 No. 1 (2017): AUSTENIT: April 2017 Vol. 8 No. 2 (2016): AUSTENIT: Oktober 2016 Vol. 8 No. 1 (2016): AUSTENIT: April 2016 Vol. 7 No. 2 (2015): AUSTENIT: Oktober 2015 Vol. 7 No. 1 (2015): AUSTENIT: April 2015 Vol. 6 No. 2 (2014): AUSTENIT: Oktober 2014 Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014 Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013 Vol. 5 No. 1 (2013): AUSTENIT: April 2013 Vol. 4 No. 02 (2012): AUSTENIT: Oktober 2012 Vol. 4 No. 01 (2012): AUSTENIT: April 2012 Vol. 3 No. 02 (2011): AUSTENIT: Oktober 2011 Vol. 3 No. 01 (2011): AUSTENIT: April 2011 Vol. 2 No. 02 (2010): AUSTENIT: Oktober 2010 Vol. 2 No. 01 (2010): AUSTENIT: April 2010 Vol. 1 No. 02 (2009): AUSTENIT: Oktober 2009 Vol. 1 No. 01 (2009): AUSTENIT: April 2009 More Issue