cover
Contact Name
Ozkar F Homzah
Contact Email
jurnal.austenit@polsri.ac.id
Phone
+6282178533625
Journal Mail Official
jurnal.austenit@polsri.ac.id
Editorial Address
Lantai 2, Gedung Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139, Indonesia.
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
AUSTENIT
ISSN : 20851286     EISSN : 26227649     DOI : https://doi.org/10.53893/austenit
AUSTENIT (pISSN 2085-1286 and eISSN 2622-7649) is a peer-reviewed open access journal published by Mechanical Engineering Department, Politeknik Negeri Sriwijaya. Focused on original articles in the form of technical and vocational research results or literature review which provides insight in the field of mechanical engineering and machinery that includes Mechanical Structure, Manufacturing, Metallurgy Sciences and Engineering, Design Engineering, Maintenance and Repair Engineering, Fluid Dynamics, HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning), Heat-Mass Transfer, Sustainable Renewable Energy, Mechatronic and Control Systems or as well as other related Mechanical Engineering field study.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENANGGULANGAN KONTAMINASI DAN DEGRADASI MINYAK PELUMAS PADA MESIN Sailon, Sailon
AUSTENIT Vol. 1 No. 02 (2009): AUSTENIT: Oktober 2009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.983 KB)

Abstract

Pelumasan merupakan hal yang paling penting dalam pengoperasian mesin. Penggunaan minyak pelumas yang baik sekalipun, apabila kurangnnya perhatian terhadap minyak pelumas itu sendiri maka minyak pelumas tersebut akan cepat mengalami penurunan kualitas. Degradasi dan kontaminasi adalah salah satu faktor penyebab menurunnya kualitas minyak pelumas. Degradsi dan kontaminasi yang berlebihan akan berpengaruh pada ketahanan (umur pakai mesin). Degradasi dan kontaminasi merupakan suatu keadaan yang merugikan. Tulisan ini menguraikan penyebab-penyebab terjadinya degradasi dan kontaminasi pada minyak pelumas, pengaruhnya terhadap umur pakai mesin.dan langkah- langkah mengatasinya, dengan tujuan diharapkan dapat memperluas pengetahuan pembaca tentang karakter (perubahan-perubahan yang terjadi pada minyak pelumas sewaktu dipakai pada mesin). Adapun manfaat yang diharapkan dari pengetahuan ini adalah agar para pengguna mesin selalu memperhatikan masalah minyak pelumas ini sehingga mesin tidak cepat rusak. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode literatur.
ANALISA KERUSAKAN LAGGING PULLEY PADA BELT CONVEYOR Arnoldi, Dwi
AUSTENIT Vol. 4 No. 01 (2012): AUSTENIT: April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.254 KB)

Abstract

Batubara merupakan salah satu potensi alam yang cukup menjanjikan di daerah Sumatera Selatan, khususnya di pertambangan batubara Tanjung Enim. Dalam proses pengangkutan material batubara digunakan belt conveyor, belt conveyor itu sendiri berfungsi sebagai suatu alat pengangkut atau memindahkan material batubara dari tempat satu ke tempat lainnya, belt conveyor sendiri memiliki kelebihan dan keunggulan, diantaranya ; kapasitas angkut yang besar, aliran bahan yang diangkutnya kontinyu, daya penggerak yang diperlukan relatif kecil dan tidak terlalu bising dalam pengoperasiannya. Pada permukaan pulley dari suatu conveyor terdapat pelapis karet yang berfungsi untuk menambah nilai koefisien gesekan antara permukaan pulley dan bagian bawah dari belt conveyor, mencegah belt slip, memperkecil beban dari counter weight, mengurangi stress pada belt serta memperpanjang usia permukaan belt.
ANALISA KERUSAKAN MAIN CONTROL VALVE PADA INSTALASI PIPA AIR Baharsah, Arief; Yunus, Moch; Suryana, Didi
AUSTENIT Vol. 8 No. 2 (2016): AUSTENIT: Oktober 2016
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.936 KB)

Abstract

Setelah analisa dan perawatan pada main control valve, diketahui bahwa penyebab terjadinya kegagalan pada Part valve. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan pada komponen tersebut, harus dilakukan penelitian dan pengumpulan data. Data yang akan digunakan diperoleh dari proses disassembling (pembongkaran) dan observasi terhadap kedua komponen tersebut, studi literature dan wawancara dengan mekanik yang bersangkutan. Setelah proses pengumpulan data, ditemukan sebuah scratch (goresan) pada inner parts dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan fungsi pada valve. Kasus ini kemungkinan disebabkan  mengalami overheat dan kontaminasi dari  oil. Dan untuk mencegah terjadinya kegagalan fungsi di waktu mendatang. 
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PENAHANAN SUHU STABIL TERHADAP KEKERASAN LOGAM effendi, Sairul
AUSTENIT Vol. 1 No. 01 (2009): AUSTENIT: April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.777 KB)

Abstract

Hardening to metal is getting good metal properties such as in strength. By heat treatment in 4 stage namely: preheating, post heating, holding time and cooling will be get the strength with special carbon composition. Strength of amutit steels can be reach by heat treatment with holding time and the hardness of this material will be maximum. The hardness in 10, 20, 30, 40 minute after holding time are 60,08 HRC, 62,693 HRC, 64,52 HRC, 65,146 HRC. This information is known that the hardness of amutit steel is influence by holding time and also temperature.
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN TERHADAP KEKERASAN DAN KETEBALAN LAPISAN PADA CHROMIZING BAJA ST 37 Sundari, Ella; Taufikurrahman, Taufikurahman; Syaputra, Muhammad Bobi
AUSTENIT Vol. 11 No. 2 (2019): AUSTENIT: Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.506 KB)

Abstract

Material Baja banyak digunakan sebagai  alat-alat industri dan alat-alat mekanis karena baja karbon banyak diproduksi dan harganya memang relatif lebih murah dan juga memenuhi syarat teknis tetapi kelemahan dari baja adalah mudah terkorosi. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah proses pelapisan dengan cara mendifusikan atom-atom logam pelapis ke dalam logam utama dan karena temperatur proses yang cukup tinggi maka atom-atom logam pelapis yang berdifusi ke dalam logam utama membentuk larutan padat dan senyawa logam lainya. Pelapisan yang umum adalah chromming atau pelapisan khrom. Chromizing atau pemberian lapisan khrom, dilakukan untuk mendapat permukaan logam yang keras, anti korosi, serta memberikan nilai estetika yang banyak disenangi. Lapisan yang mengkilap memberikan nilai tambah yang dipertimbangkan dalam dunia industri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses chromizing secara benar sehingga penelitian ini bisa menjadi lebih untuk dikembangkan di sektor industri yang memproduksi komponen-komponen yang membutuhkan permukaan keras dan tahan korosi. Mengamati pengaruh temperatur pemanasan terhadap ketebalan lapisan kromium pada baja. Dari hasil penelitain kekerasan Nilai kekerasan rata-rata permukaan lapisan yang tinggi  setelah proses chromizing kekerasan rata rata permukaan lapisan adalah 950° C dengan nilai 189,415HV.  Hasil penelitian ketebalan lapisan Semakin tinggi temperatur pemanasan dengan waktu yang konstan maka tebal lapisan kroumium yang berbentuk lebih tebal, untuk temperatur 950° C  terbentuk lapisan setebal 55,20 µm.
PERANCANGAN ALAT BLENDING/MIXING MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK CAD AUTODESK INVENTOR PROFESSIONAL 2010 Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol. 3 No. 01 (2011): AUSTENIT: April 2011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.599 KB)

Abstract

Desain secara harfiah sering diartikan sebagai merancang, merencana, atau merekayasa suatu produk yang ekonomis dan efisien. Desain dimulai keberadaannya ketika ada kebutuhan akan suatu produk. Pada tahap ini, semua konsep yang dibutuhkan dari fungsi yang akan dicapai, atribut keinginan konsumen, dan semua atribut yang berkaitan dengan produk dipetakan dan menjadi pertimbangan desain produk. Inovasi diperlukan ketika produk akan dibuat, merupakan sesuatu yang baru dari segi desain, sistem, dan fungsinya. Oleh karena ada tujuan fungsi dan sistem yang baru itulah, kemudian dilakukan riset atau penelitian mengenai performansi, reliability dan kemampuan produksinya. Seiring dengan perkembangan perangkat lunak dibidang desain maka desain suatu produk dapat dilakukan dengan mudah dan cepat, salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Autodesk® Inventor 2010
RANCANG BANGUN ALAT GASIFIKASI SISTEM UPDRAFT DOUBLE GAS OUTLET BERBAHAN BAKAR BIOMASSA (TEMPURUNG KELAPA) DENGAN PENGARUH LAJU ALIR UDARA PEMBAKARAN TERHADAP PRODUK SYNGAS Effendi, Sairul; Azharuddin, Azharuddin; Pramedian, Gybson
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.011 KB)

Abstract

Tempurung  kelapa  merupakan  salah  satu  limbah  biomassa  yang  berpotensi untuk dapat menghasilkan energy. Salah satu teknologi potensial untuk pemanfaatan tempurung kelapa menjadi sumber energi adalah teknologi gasifikasi. Gasifikasi adalah proses pengkonversian bahan bakar padat menjadi gas mampu bakar (CO, CH4, H2) melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas yaitu antara 20% hingga 40% udara stoichiometri. Pada penelitian ini akan dilakukan proses gasifikasi tempurung kelapa dengan menggunakan alat gasifikasi sistem updraft double gas outlet menggunakan laju alir udara 70,1 lpm, 91,4 lpm dan 122,4 lpm untuk menghasilkan gas mampu bakar. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi gas mampu bakar yang paling tinggi yaitu komposisi gas CO sebesar 22,57%, 22,90% dan 23,77%, dibanding komposisi gas H₂ dan CH4 yaitu masing-masing  sebesar 11,41%, 11,91%, 12,25%; 1,28%, 1,59%, dan 1,93%, dan dengan penambahan laju alir udara 70,1 lpm, 90,4 lpm, dan 122,4 lpm akan meningkatkan efisiensi gasifikasi sebesar 29,23 %, 37,67 %, 50,91 % dan juga meningkatkan persen konversi gas sebesar 44,98 %, 56,25%, 76,18%. 
DESAIN OPTIMASI SUDU KIPAS SENTRIFUGAL Medi, Ali; Rizal, Samsul
AUSTENIT Vol. 7 No. 2 (2015): AUSTENIT: Oktober 2015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.604 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang cara optimasi desain kipas sentrifugal menggunakan analisis elemen hingga dengan menggunakan Autodesk Inventor 2013. Dalam analisis kipas sentrifugal yang digunakan analisis siklus simetri. Ada dua bahan yang digunakan dalam optimasi desain yaitu; baja ringan dan baja.kekuatan tinggi paduan rendah Harapan desain di bawah 0,5 mm perpindahan dan di atas faktor 1,5 keselamatan. Hasil analisis didapat desain yang baik adalah baja kekuatan tinggi paduan rendah (high strength low alloy steel) dengan ketebalan 4 mm dan 5 mm
ANALISA KOEFISIEN GESEK PELUMAS MESIN MULTI GRADE Ginting, Muchtar; Sailon, Sailon; Yusuf, Moch; Prasetyo, Reza Adhika
AUSTENIT Vol. 10 No. 2 (2018): AUSTENIT: Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.746 KB)

Abstract

Pelumas mempunyai peran yang sangat penting pada kinerja mesin. Pada umumnya di permesinan tenaga output didapat dari perkalian antara efisiensi dan tenaga input, untuk meningkatkan nilai efisiensi pada permesinan salah satunya ialah menggunakan pelumas pada bagian – bagian mesin yang mengalami gesekan. Untuk memiliki kinerja mesin yang optimal, diperlukan kualitas pelumas yang baik. Salah satu unsur yang penting adalah mampu mengantisipasi faktor gesekan yang terjadi di komponen mesin. Dengan menggunakan persamaan gaya pada motor, momen pada kunci, dan koefisien gesek akan diketahui nilai koefisien gesek oli tersebut. Pada uji coba yang dilakukan dengan menggunakan 5 jenis pelumas yang berbeda, dapat diketahui pelumas mesin mana yang memiliki nilai koefisien gesek terkecil, maka pelumas itulah yang lebih baik. Nilai koefisien gesek memiliki korelasi dengan besar momen, semakin kecil nilai koefisien gesek maka semakin besar momen dan semakin besar efisiensinya.
PENGUJIAN REFRIGERAN ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN PADA MESIN PENDINGIN JENIS KOMPRESI UAP Widagdo, Tri
AUSTENIT Vol. 2 No. 02 (2010): AUSTENIT: Oktober 2010
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.853 KB)

Abstract

The Vapor Compretion Refrigeration Machine is very commonly used, either for home or industuial scale. The pefomance of machine is depend on the quality of the fluid (refigerant) that operated. The refrigerant that usally used is R-12 that have very good thrmoynamic properties. In fact this refrigerant came from the CFC’s (Chlorofluoride Carbonate), is the substance which have potency to detruct the inviromenthal system. From that writer tend to do research that concern with same alternative refrigrerant. They are R-134, Butana and Petrozon. The perfomance that result from machine than compared with the perfomance of refrigeration machine that operatet with R-12 refrigerant. Research activity begun with instaling refigerant machine complatet with experimanthal divice and control system. Using the R-12 refrigerant, the maximum COP is 2.21. The COP of refrigeration machine that operated with alteranative refrigerant are: 1. For Butana the maximum COP is 2.1 at low cooling load and evaporator pressure 2.6 bar 2. For R-134a the maximum COP is 2.4 at high cooling load and evaporator pressure 1.2 bar 3. For Petrozon the maximum COP is 2.2 at high cooling load and evaporator pressure 2.6 bar

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025): AUSTENIT: Oktober 2025 Vol. 17 No. 1 (2025): AUSTENIT: April 2025 Vol. 16 No. 2 (2024): AUSTENIT: October 2024 Vol. 16 No. 1 (2024): AUSTENIT: April 2024 Vol. 15 No. 2 (2023): AUSTENIT: October 2023 Vol. 15 No. 1 (2023): AUSTENIT: April 2023 Vol. 14 No. 2 (2022): AUSTENIT: October 2022 Vol. 14 No. 1 (2022): AUSTENIT: April 2022 Vol. 13 No. 2 (2021): AUSTENIT: Oktober 2021 Vol. 13 No. 1 (2021): AUSTENIT: April 2021 Vol. 12 No. 1 (2020): AUSTENIT 12012020 Vol. 12 No. 2 (2020): AUSTENIT: Oktober 2020 Vol. 12 No. 1 (2020): AUSTENIT: April 2020 Vol. 11 No. 2 (2019): AUSTENIT: Oktober 2019 Vol. 11 No. 1 (2019): AUSTENIT: April 2019 Vol. 10 No. 2 (2018): AUSTENIT: Oktober 2018 Vol. 10 No. 1 (2018): AUSTENIT: April 2018 Vol. 9 No. 2 (2017): AUSTENIT: Oktober 2017 Vol. 9 No. 1 (2017): AUSTENIT: April 2017 Vol. 8 No. 2 (2016): AUSTENIT: Oktober 2016 Vol. 8 No. 1 (2016): AUSTENIT: April 2016 Vol. 7 No. 2 (2015): AUSTENIT: Oktober 2015 Vol. 7 No. 1 (2015): AUSTENIT: April 2015 Vol. 6 No. 2 (2014): AUSTENIT: Oktober 2014 Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014 Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013 Vol. 5 No. 1 (2013): AUSTENIT: April 2013 Vol. 4 No. 02 (2012): AUSTENIT: Oktober 2012 Vol. 4 No. 01 (2012): AUSTENIT: April 2012 Vol. 3 No. 02 (2011): AUSTENIT: Oktober 2011 Vol. 3 No. 01 (2011): AUSTENIT: April 2011 Vol. 2 No. 02 (2010): AUSTENIT: Oktober 2010 Vol. 2 No. 01 (2010): AUSTENIT: April 2010 Vol. 1 No. 02 (2009): AUSTENIT: Oktober 2009 Vol. 1 No. 01 (2009): AUSTENIT: April 2009 More Issue