cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
sumianto1982@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto1982@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.71436/green.v2i4.76
Indo Green Journal is published by Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences and other). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 488 Documents
Gaya Komunikasi Humor Live Streaming Youtube pada Channel Windah Basudara Salma Pifira Santoso; Sari Ekowati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.658

Abstract

Platform live streaming YouTube kini menjadi salah satu ruang komunikasi digital yang paling banyak digunakan di Indonesia, dengan humor sebagai salah satu unsur utama yang menghubungkan streamer dan penontonnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji gaya komunikasi humor yang ditampilkan Windah Basudara dalam sesi live streaming YouTube-nya melalui pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teori komunikasi interpersonal, teori new media, serta konsep gaya komunikasi humor sebagai kerangka analisis. Data penelitian diperoleh dari wawancara mendalam yang dilakukan terhadap tiga informan yang merupakan penonton aktif channel YouTube Windah Basudara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi humor Windah Basudara terbentuk dari kombinasi antara penyampaian pesan verbal yang ringan dan menghibur, ekspresi nonverbal yang kuat dan spontan, serta keterlibatan aktif penonton melalui kolom live chat. Humor yang ditampilkan Windah mencerminkan incongruity theory yang terlihat dari reaksi-reaksi tak terduga yang memancing tawa, relief theory yang berfungsi mencairkan ketegangan terutama saat konten game horor berlangsung, serta superiority theory yang tampak melalui candaan ringan tanpa menyudutkan pihak manapun. Kelima dimensi komunikasi interpersonal menurut DeVito juga terbukti tercermin dalam cara Windah berkomunikasi dengan penontonnya, sehingga live streaming-nya tidak sekadar menjadi tontonan hiburan, melainkan ruang komunikasi digital yang mampu membangun kedekatan emosional antara streamer dan penonton secara bermakna.
Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Digital pada Materi Hak dan Kewajiban Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Zahra Rahma Sabrina; Zaka Hadikusuma Ramadan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.661

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif pada materi Hak dan Kewajiban di kelas IV Sekolah Dasar, sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Pop-up Book berbasis digital serta mengetahui tingkat kelayakannya sebagai media pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, namun pelaksanaannya dibatasi hingga tahap pengembangan. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 006 Terpadu Kubang Jaya. Tahap analisis dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan perancangan serta pengembangan media menggunakan aplikasi Canva dan Microsoft PowerPoint. Produk yang dihasilkan divalidasi oleh enam validator yang terdiri atas dua ahli media, dua ahli materi, dan dua ahli bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan sebesar 97,4% pada aspek media, 96,7% pada aspek bahasa, dan 95,1% pada aspek materi. Rata-rata persentase keseluruhan mencapai 96,4% dengan kategori sangat valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media Pop-up Book berbasis digital telah memenuhi kriteria kelayakan dari aspek tampilan, isi, dan kebahasaan sehingga dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran materi Hak dan Kewajiban di kelas IV Sekolah Dasar.
Reconsidering Liberal Human Rights: Epistemological and Ethical Criticism in the Perspective of Al-Ghazali's Thought Bayu Asep Saputra; Siti Suniah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.662

Abstract

This study aims to re-examine the epistemological foundations and ethical dimensions of liberal human rights through the perspective of Al-Ghazali. Liberal human rights, which are rooted in secular rationalism, place individual freedom as the central principle in determining moral values and human conduct. However, this paradigm is often criticized for neglecting transcendental dimensions and creating space for moral relativism. This research employs a qualitative approach using library research methods. The data were collected from the major works of Al-Ghazali, scholarly books, academic journals, and relevant literature discussing liberal philosophy and modern human rights discourse. The analysis was conducted using descriptive-analytical and comparative-critical methods to examine the differences between liberal human rights and Al-Ghazali’s ethical and epistemological framework, particularly regarding freedom, morality, and public welfare. The findings reveal that the epistemology of liberal human rights, which relies heavily on human reason, has limitations in establishing absolute moral standards. According to Al-Ghazali, true knowledge should integrate reason, revelation, and spiritual intuition (kashf). Furthermore, human freedom cannot be separated from moral responsibility and the divine purpose of humanity as both servant and steward of God on earth. Al-Ghazali’s concepts of tazkiyat al-nafs (purification of the soul) and maqasid al-shariah offer an alternative framework that balances individual rights with social welfare and spiritual values. Therefore, Al-Ghazali’s critique of liberal human rights remains highly relevant in addressing contemporary moral and spiritual crises while providing a more holistic, value-oriented, and spiritually grounded understanding of human right
Digital Transformation of Islamic Religious Education: Integrating Artificial Intelligence and Religious Moderation in Inclusive Islamic Religious Education Learning Syafril Barus; Fathul Jannah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.663

Abstract

The digital transformation of Islamic Religious Education (PAI) has created new opportunities and challenges in the learning process, particularly through the integration of artificial intelligence (AI). This study aims to analyze how AI can be responsibly integrated into inclusive PAI learning to strengthen religious moderation, academic integrity, and data literacy. This research uses a library research method with a qualitative descriptive approach, reviewing relevant scholarly literature, journal articles, policy documents, and institutional reports on AI in education, Islamic Religious Education, inclusive learning, religious moderation, plagiarism risk, and teacher-student readiness. The results show that AI has the potential to support PAI learning through personalized instruction, adaptive learning materials, accessibility features, formative feedback, and digital engagement. However, AI integration also raises ethical concerns, including plagiarism, overreliance on technology, misinformation, algorithmic bias, and weak spiritual formation. Therefore, AI should be positioned as a learning assistant rather than a substitute for teachers. The study emphasizes that inclusive AI-based PAI learning must be grounded in Islamic ethical values and religious moderation, including tolerance, balance, justice, non-violence, and respect for diversity. The novelty of this study lies in its integrative conceptual framework that connects responsible AI use, religious moderation, academic integrity, data literacy, and inclusive Islamic education. This study recommends that schools and madrasahs develop clear guidelines for AI use, strengthen teachers' competence, and design reflective assessment models that promote honesty, critical thinking, and responsible digital citizenship
Optimizing Educator and Student Readiness in the Digital Transformation of Islamic Religious Education: Integrating Responsible AI Use, Religious Moderation, Plagiarism Risk Mitigation, Academic Integrity, and Data Literacy in Inclusive Islamic Education Romadhon Romadhon; Masykur Amin; Syahruddin Mahmud
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.664

Abstract

The rapid development of artificial intelligence has significantly influenced educational practices, including Islamic Religious Education (PAI). AI offers opportunities to support personalized learning, expand access to Islamic learning resources, provide feedback, and create more inclusive learning environments. However, its use also raises ethical and pedagogical challenges, particularly related to educator and student readiness, plagiarism risks, academic integrity, data literacy, and the preservation of religious moderation values. This study aims to analyze strategies for optimizing educator and student readiness for the digital transformation of Islamic Religious Education by integrating responsible AI use, plagiarism mitigation, academic integrity, data literacy, and religious moderation in inclusive PAI learning. This research uses a library research method with a qualitative-descriptive approach by reviewing relevant scholarly literature published within the last five years. The findings show that AI readiness should not be limited to technical competence, but must also include ethical awareness, critical thinking, digital tabayyun, and the ability to evaluate AI-generated information. Educators play a strategic role in guiding students to use AI transparently, responsibly, and in accordance with Islamic values such as honesty, amanah, justice, and responsibility. The study also highlights the importance of redesigning assessment methods, strengthening data literacy, and integrating religious moderation to prevent misinformation, intolerance, and academic misconduct. This study concludes that responsible AI integration can strengthen Islamic Religious Education when supported by ethical guidance, inclusive pedagogy, and strong academic integrity. Therefore, AI should be positioned as a supportive learning tool that enhances, rather than replaces, educators' moral and spiritual roles in PAI learning
Pembelajaran Pencak Silat Berbasis Gamifikasi dan Kearifan Lokal: Design-Based Research untuk Meningkatkan Kompetensi Motorik, Karakter, dan Partisipasi Aktif Siswa Ridwan Sudirman; Lukmanul Hakim; Ahmad Firmansah; Dodi Nurhidayat; Andrian Rahman Ayudi
Indo Green Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Green 2025
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.667

Abstract

Pembelajaran pencak silat dalam pendidikan jasmani memiliki potensi besar dalam mengembangkan kompetensi motorik sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Namun, pembelajaran pencak silat di sekolah masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan siswa, keterbatasan variasi metode pembelajaran, serta belum optimalnya integrasi nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi model pembelajaran pencak silat berbasis gamifikasi dan kearifan lokal melalui pendekatan Design-Based Research (DBR) untuk meningkatkan kompetensi motorik, karakter, dan partisipasi aktif siswa. Penelitian dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, pengembangan desain model, validasi ahli, implementasi, evaluasi, dan refleksi desain. Model yang dikembangkan, yaitu Gamified Local Wisdom-Based Pencak Silat Learning Model (GLW-PS), divalidasi oleh ahli pendidikan jasmani, pencak silat, teknologi pembelajaran, dan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GLW-PS memiliki tingkat validitas tinggi (CVI=0,89), kepraktisan sangat baik (91,5%), serta efektif meningkatkan kompetensi motorik, karakter, dan partisipasi aktif siswa secara signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pembelajaran pencak silat inovatif yang mengintegrasikan mekanisme permainan dan nilai budaya lokal sebagai pendekatan pedagogis dalam pendidikan jasmani.
Strategi Komunikasi Radio PRO 2 FM Jakarta dalam Membangun Kedekatan dengan Pendengar Muda melalui Program Siaran Interaktif Alfito Rahma
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.668

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola konsumsi media masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga media konvensional seperti radio dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan. Radio PRO 2 FM Jakarta sebagai salah satu stasiun radio publik yang menyasar segmen anak muda berupaya mempertahankan eksistensinya melalui berbagai program siaran interaktif yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara penyiar dan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan PRO 2 FM Jakarta dalam membangun kedekatan dengan pendengar muda melalui program siaran interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas koordinator PRO 2 FM Jakarta, tiga orang penyiar program siaran interaktif, serta dua pendengar muda aktif. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan meliputi penggunaan bahasa yang santai sesuai karakter generasi muda, membangun komunikasi dua arah melalui partisipasi aktif pendengar, pemanfaatan media sosial sebagai media pendukung interaksi, serta penyajian konten yang mengikuti tren dan kebutuhan audiens muda. Strategi tersebut mampu membangun hubungan emosional, meningkatkan keterlibatan pendengar, serta memperkuat loyalitas terhadap program siaran. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsep Mind, Self, dan Society dalam Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead tercermin dalam proses komunikasi antara penyiar dan pendengar sehingga tercipta hubungan yang lebih personal dan berkelanjutan.
Hubungan Konsumsi Kafein dengan Kejadian Disminore Primer pada Remaja Putri di Tlogomas Rt 5 Rw 6 Roslina Kaka; Rosyidah Alfitri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.669

Abstract

Dismenore primer merupakan salah satu gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Konsumsi kafein diduga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer karena efeknya terhadap sistem saraf dan pembuluh darah. Namun, hasil penelitian mengenai hubungan keduanya masih menunjukkan perbedaan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi kafein dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di Tlogomas RT 5 RW 6. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 46 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data konsumsi kafein dan kejadian dismenore primer diperoleh melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p<0,05. Sebagian besar responden berusia 15 tahun (47,8%) dan mengalami menarche pada usia 12–14 tahun (93,5%). Mayoritas responden mengalami dismenore primer tingkat sedang (47,8%). Rata-rata konsumsi kafein responden sebesar 49,27±91,11 mg/hari dengan rentang 0,95–576,52 mg/hari. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r=0,05 dan p=0,668 (p>0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan kejadian dismenore primer. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di Tlogomas RT 5 RW 6. Faktor lain di luar konsumsi kafein diduga lebih berperan dalam terjadinya dismenore primer.
Efektivitas Media Sosial Tiktok terhadap Pemasaran Jasa Migran pada PT Sukma Karya Sejati Rinjany Rahma Eka Safitry
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial TikTok sebagai sarana pemasaran pada PT Sukma Karya Sejati. Perkembangan media sosial telah mendorong perusahaan untuk memanfaatkan platform digital sebagai media promosi dan penyebaran informasi kepada calon pekerja migran Indonesia. TikTok dipilih karena memiliki jangkauan luas dan mampu menyajikan informasi secara menarik melalui konten video singkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Admin media sosial PT Sukma Karya Sejati, staf marketing, dan staff pendaftaran yang mengetahui perusahaan melalui TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok dimanfaatkan sebagai media pemasaran untuk memperkenalkan perusahaan, memberikan informasi mengenai program penempatan kerja, persyaratan pendaftaran, serta aktivitas pelatihan calon pekerja migran. Pemanfaatan TikTok membantu meningkatkan jangkauan informasi dan menarik minat calon peserta untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai perusahaan. Dengan demikian, TikTok berperan sebagai sarana pemasaran yang efektif dalam mendukung kegiatan promosi PT Sukma Karya Sejati.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Digital pada Materi Kepatuhan untuk Siswa Kelas II SDN 006 Terpadu Kubang Jaya Devi Aswarni; Zaka Hadikusuma Ramadan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.679

Abstract

Keterbatasan bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya materi kepatuhan, menyebabkan siswa kelas II sekolah dasar mengalami kesulitan memahami materi karena penyajiannya masih didominasi teks dan kurang menarik secara visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku cerita bergambar berbasis digital pada materi kepatuhan serta mengetahui tingkat kelayakannya sebagai bahan ajar bagi siswa kelas II SDN 006 Terpadu Kubang Jaya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi pada tahap Analysis, Design, dan Development. Tahap analisis dilakukan melalui wawancara dengan guru, analisis karakteristik peserta didik, kurikulum, materi, dan lingkungan belajar. Tahap perancangan meliputi penyusunan materi, alur cerita, desain produk menggunakan aplikasi Canva, serta pengemasan dalam bentuk flipbook menggunakan platform Heyzine. Selanjutnya, produk divalidasi oleh enam validator yang terdiri atas dua ahli desain, dua ahli bahasa, dan dua ahli materi. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket validasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar berbasis digital memperoleh persentase validasi sebesar 97,9% pada aspek desain, 96,6% pada aspek bahasa, dan 95,9% pada aspek materi, dengan rata-rata keseluruhan 96,7% yang termasuk kategori sangat valid. Dengan demikian, buku cerita bergambar berbasis digital yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar pada materi kepatuhan untuk mendukung pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa kelas II sekolah dasar.