cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
sumianto1982@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto1982@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.71436/green.v2i4.76
Indo Green Journal is published by Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences and other). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 488 Documents
Penerapan Reality Therapy dengan Teknik WDEP untuk Meningkatkan Penerimaan Diri pada Pasien Diabetic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisa: Studi Kasus I Gusti Ayu Agung Sri Laksmi Chandra Astiti; Yanto Prasetyo
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.499

Abstract

Diabetic Kidney Disease (DKD) merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal hingga memerlukan terapi hemodialisa. Kondisi ini sering menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan dan kesulitan dalam menerima kondisi kesehatan yang dialami. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Reality Therapy dengan teknik WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) dalam meningkatkan penerimaan diri pada pasien DKD yang menjalani hemodialisa. Penelitian menggunakan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain studi kasus tunggal pada seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun yang mengalami kesulitan penerimaan diri terhadap kondisi kesehatannya. Intervensi diberikan dalam empat sesi menggunakan teknik WDEP. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penerimaan diri, berkurangnya kecemasan, meningkatnya keterbukaan dalam berinteraksi, serta berkembangnya perilaku yang lebih adaptif dalam menghadapi penyakit berinteraksi, serta berkembangnya perilaku yang lebih adaptif dalam menghadapi penyakit kronis. Temuan ini menunjukkan bahwa Reality Therapy dengan teknik WDEP efektif membantu proses penerimaan diri dan penyesuaian psikologis pada pasien yang menjalani hemodialisa.
Satu Data, Banyak Kendala: Studi Literatur Tantangan Integrasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Tingkat Kabupaten Nanda Argaswari Yurez; Dwi Septi Andria; Rizka Novriana; Misnan Dewi; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.502

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan informasi kesehatan, salah satunya melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Data Collection berbasis digital dalam SIMRS dengan fokus pada akurasi, kelengkapan, ketepatan waktu, kemudahan akses data, serta kontribusinya dalam mendukung pelayanan rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada satu rumah sakit tipe B di Kota Pekanbaru yang telah mengimplementasikan SIMRS selama lebih dari satu tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen yang melibatkan tenaga kesehatan serta pihak manajemen rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Data Collection berbasis digital melalui SIMRS mampu meningkatkan akurasi dan kelengkapan data pasien, mempercepat proses input dan pencarian data, mengurangi kesalahan pencatatan, serta meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi antarunit pelayanan. Selain itu, ketersediaan data yang lebih cepat dan akurat mendukung proses pengambilan keputusan manajerial maupun klinis secara lebih efektif. Namun, efektivitas sistem masih dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, stabilitas sistem, kompetensi pengguna, serta dukungan manajemen. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi sistem secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan infrastruktur teknologi informasi guna mengoptimalkan efektivitas Data Collection berbasis digital dalam mendukung pelayanan kesehatan yang efisien, akurat, dan berkualitas.
Transformation of Islamic Religious Education Learning in the Era of Society 5.0: A Theoretical and Conceptual Study Izzatul Laili; Tomi Apra Santosa; Hasyim Mahmud Wantu; Busnawir Busnawir
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.519

Abstract

The Society 5.0 era presents fundamental changes in various aspects of life, including the education sector. The integration of digital technology, artificial intelligence (AI), the Internet of Things (IoT), and big data demands a transformation in the Islamic Religious Education (PAI) learning process to remain relevant to the needs of 21st-century students. This study aims to theoretically and conceptually analyze the transformation of Islamic Religious Education (PAI) learning in the Society 5.0 era and its implications for student competency development. This study used a qualitative approach with library research methods. Data were obtained from various literature sources, such as books, reputable journal articles, education policy documents, and scientific publications relevant to Islamic Religious Education (PAI) learning and Society 5.0. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify key themes related to the transformation of Islamic Religious Education (PAI) learning. The study results indicate that the transformation of Islamic Religious Education (PAI) learning in the Society 5.0 era is characterized by the use of digital technology in the learning process, strengthening digital and religious literacy, implementing student-centered learning models, and integrating Islamic values with 21st-century competencies. Furthermore, the role of teachers has shifted from being primary sources of information to facilitators, mentors, and spiritual guides capable of guiding students in the wise and ethical use of technology.
Strategi Promosi Program Edukasi Anak dan Keluarga melalui Media Digital dan Kunjungan Langsung ke Sekolah Shafiyyah Nazihah Sulistyono; Septian Sony Utomo
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.555

Abstract

Perkembangan media digital telah memberikan dampak signifikan terhadap strategi promosi di sektor pendidikan, khususnya dalam menyebarkan informasi tentang program pendidikan anak dan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat di PT. Naruna Karya Bersama bertujuan untuk mengilustrasikan strategi pemasaran program pendidikan anak dan keluarga yang dilakukan melalui media digital dan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di Surabaya dan Sidoarjo. Metode pelaksanaan dilakukan dengan membuat konten digital edukatif, mempromosikan melalui Whatsapp, Youtube, dan Instagram, menyebarkan informasi mengenai program parenting, kegiatan storytelling, serta asesmen anak, dan kunjungan langsung ke sekolah untuk program sosialisasi. Promosi dilakukan dengan metode komunikasi interaktif dengan kepala sekolah dan guru untuk memperluas distribusi informasi tentang program pendidikan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media digital dapat mendukung penyebaran informasi yang cepat dan luas, sementara kunjungan langsung ke sekolah memberikan kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan sekolah-sekolah. Kombinasi dari kedua strategi ini dianggap efektif dalam meningkatkan minat sekolah terhadap program pendidikan yang disediakan dan memperkuat kerja sama dengan sekolah yang bermitra. Oleh karena itu, strategi promosi melalui media digital dan kunjungan langsung dapat berfungsi sebagai cara yang efektif untuk mendukung penyebaran program pendidikan anak-anak.
Konseling Realita untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMP: Studi Kasus Ericka Evionita; Diah Sofiah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling realita dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMP. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa perempuan berusia 14 tahun yang menunjukkan kecenderungan prokrastinasi akademik dalam bentuk penundaan pengerjaan tugas, keterlambatan pengumpulan tugas, rendahnya inisiatif belajar, serta pengalihan perhatian pada aktivitas yang lebih menyenangkan seperti penggunaan handphone dan media sosial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru BK, wali kelas, orang tua, dan teman sebaya, serta asesmen psikologis menggunakan tes WISC, tes grafis (BAUM, DAP, HTP), FSCT, dan skala prokrastinasi akademik. Hasil asesmen menunjukkan bahwa perilaku prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya kepercayaan diri, kesulitan konsentrasi, serta kecemasan dalam menghadapi tugas, serta faktor eksternal berupa kurangnya pengawasan belajar di rumah, pola asuh permisif, dan pengalaman sosial yang kurang mendukung. Intervensi yang diberikan adalah konseling realita dengan teknik WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning). Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran diri subjek terhadap perilaku menunda tugas serta mulai terbentuknya rencana perilaku yang lebih adaptif dalam pengelolaan waktu belajar. Dengan demikian, konseling realita terbukti membantu dalam mengurangi kecenderungan prokrastinasi akademik pada subjek.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Keteladanan Guru dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Dinamis Nur Intan Cahyaningrum; Sulkifli Sulkifli
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.585

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dan peran guru sebagai panutan dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis. Realitas di SMA Muhammadiyah Malino menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan yang fleksibel, namun masih terdapat beberapa tantangan, seperti implementasi disiplin yang tidak konsisten dan perbedaan pengalaman siswa dalam menerima informasi dan kesempatan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah dan peran guru sebagai panutan dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis di SMA Muhammadiyah Malino. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan secara adaptif melalui kuesioner terbuka berbasis Google Forms kepada kepala sekolah, guru, dan siswa, serta didukung oleh studi dokumentasi dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif-analitis dan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan yang fleksibel dan situasional dengan menggabungkan pendekatan demokratis, instruktif, dan kolaboratif melalui musyawarah, ketegasan dalam pengambilan keputusan, dan otorisasi melalui tim SPMI dan komunitas belajar. Perilaku teladan guru ditunjukkan melalui praktik disiplin, pembelajaran kolaboratif, dan bimbingan yang menumbuhkan kepercayaan diri dan keterampilan sosial siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa sinergi antara kepemimpinan kepala sekolah dan perilaku teladan guru berkontribusi pada terciptanya budaya sekolah yang harmonis, disiplin, dan dinamis.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Program Kesehatan: Literature Review Muthia Prajuita; Evi Desiana; M Tsaqif Hendana; Budi Hartono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.594

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan teknologi yang mampu mengintegrasikan data spasial dan nonspasial untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti di sektor kesehatan. Pemanfaatan SIG menjadi semakin penting seiring transformasi digital kesehatan, namun implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kualitas data, keterbatasan sumber daya manusia, dan belum optimalnya integrasi sistem informasi kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam mendukung pengambilan keputusan program kesehatan, mengidentifikasi manfaat dan tantangan implementasinya, serta memberikan rekomendasi penerapan SIG yang efektif dalam mendukung transformasi digital kesehatan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Literatur diperoleh dari basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda dengan kriteria inklusi artikel yang diterbitkan pada tahun 2015–2025 dan membahas penerapan SIG di sektor kesehatan. Hasil telaah menunjukkan bahwa SIG berperan penting dalam surveilans penyakit, pemetaan akses pelayanan kesehatan, penentuan wilayah prioritas intervensi, serta monitoring dan evaluasi program kesehatan. Pemanfaatan SIG mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan melalui analisis spasial yang lebih akurat. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa kualitas data yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, interoperabilitas sistem informasi yang masih rendah, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Penerapan SIG yang efektif memerlukan data yang berkualitas, integrasi sistem, kompetensi sumber daya manusia, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.Sistem Informasi Geografis merupakan teknologi yang efektif dalam mendukung pengambilan keputusan program kesehatan berbasis wilayah. Dengan penerapan yang sistematis dan didukung oleh data yang akurat, sumber daya manusia yang kompeten, serta integrasi sistem informasi kesehatan, SIG dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan ketepatan sasaran pelaksanaan program kesehatan.
Evaluasi Implementasi E-Learning Berbasis Model CIPP dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Amisah Amisah; Isnaini Septemiarti; Iwan Agus Supriono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.595

Abstract

Pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terus meningkat seiring perkembangan teknologi informasi, tetapi evaluasi terhadap keberhasilan implementasinya masih jarang dilakukan secara komprehensif, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagian besar kajian evaluasi e-learning yang tersedia berfokus pada mata pelajaran umum atau jenjang pendidikan tinggi, sementara dimensi afektif dan spiritual yang menjadi ciri khas pembelajaran PAI—seperti pembentukan akhlak dan praktik ibadah—belum banyak diakomodasi dalam kerangka evaluasi program pembelajaran daring yang ada. Kesenjangan inilah yang mendasari artikel ini. Tujuan artikel ini adalah menganalisis implementasi e-learning dalam pembelajaran PAI menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam, sekaligus menawarkan kerangka evaluasi yang lebih peka terhadap karakter khas PAI. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menelaah literatur dan dokumen terkait implementasi e-learning di lingkungan sekolah berbasis keagamaan, dengan SMP Al-Hidayah digunakan sebagai ilustrasi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi konteks mengungkap perlunya penyelarasan tujuan kurikulum PAI dengan karakteristik pembelajaran daring; evaluasi masukan menyoroti kesenjangan kompetensi digital guru PAI serta keterbatasan materi ajar keagamaan yang interaktif; evaluasi proses memperlihatkan tantangan menjaga kualitas interaksi dan internalisasi nilai selama pembelajaran daring; sedangkan evaluasi hasil mengindikasikan bahwa capaian kognitif relatif lebih mudah diukur dibandingkan capaian afektif dan psikomotorik berupa praktik ibadah. Artikel ini merekomendasikan pengembangan instrumen evaluasi e-learning PAI yang secara khusus mengakomodasi dimensi spiritual dan karakter, tidak hanya aspek kognitif, serta perlunya validasi empiris lebih lanjut atas kerangka konseptual yang diusulkan.
Orientasi Epistemik di Era AI dan Google Chrome: Sintesis Literatur Tentang Kemudahan Informasi dan Urgensi Literasi Digital Kritis Bagi Siswa Sekolah Anisah Fadhila Azri; Iwan Agus Supriono; Isnaini Septemiarti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.596

Abstract

Era digital menghadirkan perubahan teknologi yang semakin berkembang dari zaman ke zaman. Teknologi canggih yang hadir di kalangan manusia modern memberikan banyak kemudahan dalam mengakses informasi tentang pendidikan. Kemudahan siswa sekolah dalam mencari informasi pendidikan dapat diakses melalui Artificial Intelligence (AI) maupun Google Chrome. Pergeseran cara belajar siswa di era modern teknologi menjadi sorotan tajam. Tak hanya itu, kognitif intelektual siswa dalam berpikir kritis juga mengalami implikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan cara siswa sekolah memperoleh pengetahuan di era Google dan AI, dampak yang terjadi terhadap pola pikir siswa, serta pentingnya literasi digital kritis dalam pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis deskriptif terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dan Google pada siswa sekolah dalam mencari tugas memberikan kemudahan dan efisiensi waktu. Kesimpulannya, mengakses generatif AI secara berlebihan dalam arti mempercayai sepenuhnya hasil yang diberikan AI dan Google tanpa menelaah dan berpikir secara rasional dan kritis sangat membahayakan perkembangan otak. Otak tidak dapat menyalurkan fungsi-fungsinya sehingga mengakibatkan kelemahan dan kemalasan untuk mengambil suatu pikiran yang membutuhkan rekayasa dari individu. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu ini bagi siswa sekolah disarankan untuk diberikan pengawasan ketat serta edukasi bijak dalam penggunaannya.
Meningkatkan Ketrampilan Pemecahan Masalah Mahasiswa Melalui Penggunaan Simulasi dan Game Edukasi pada Matematika dan IPA Muhamad Saleh; Nana Sutrisna; Efriana Jon; Eif Sparzinanda; Al Ikhlas; Nining Andriani
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.605

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang perlu dikuasai mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang menuntut kemampuan bernalar secara logis, sistematis, dan aplikatif. Namun demikian, pendekatan pembelajaran konvensional yang masih dominan di banyak perguruan tinggi cenderung menekankan hafalan rumus dan prosedur baku, sehingga kurang optimal dalam menstimulasi kemampuan mahasiswa untuk menghadapi persoalan kompleks dan tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan simulasi dan game edukasi dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa pada pembelajaran matematika dan IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, melibatkan mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbantuan simulasi dan game edukasi, serta kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah perlakuan pre-test dan post-test, serta didukung oleh angket respons mahasiswa terhadap penggunaan media simulasi dan game edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mahasiswa yang menggunakan simulasi dan game edukasi mengalami peningkatan keterampilan pemecahan masalah yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol, baik pada aspek identifikasi masalah, perumusan strategi penyelesaian, maupun evaluasi solusi yang dihasilkan. Simulasi interaktif terbukti efektif membantu mahasiswa memvisualisasikan konsep abstrak dalam matematika dan fenomena ilmiah dalam IPA, sementara elemen permainan dalam game edukasi meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan aktif mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini merekomendasikan integrasi simulasi dan game edukasi sebagai strategi pembelajaran alternatif yang dapat diadopsi secara lebih luas oleh dosen matematika dan IPA guna memperkuat keterampilan pemecahan masalah mahasiswa secara berkelanjutan, sekaligus menjembatani kesenjangan antara pembelajaran teoretis dan penerapan praktis dalam konteks dunia nyata.