cover
Contact Name
Asep Rahman
Contact Email
aseprahman@ybli.or.id
Phone
+6281527083919
Journal Mail Official
aseprahman@ybli.or.id
Editorial Address
Jalan Lentera, Lingkungan 2, Kelurahan Pandu
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Lentera Farma
ISSN : -     EISSN : 29634334     DOI : 29634334
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Farma mempublikasikan hasil penelitian di bidang farmasi yang mencakup ilmu farmasi dasar, farmasi klinik dan komunitas, farmakologi, farmasetika, kimia farmasi, bioteknologi farmasi, serta pengembangan obat berbasis bahan alam. Jurnal ini juga menerima kajian terkait kebijakan farmasi, teknologi farmasi, serta inovasi dalam pelayanan kefarmasian. Lentera Farma berkomitmen menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dalam berbagi ilmu serta temuan terbaru yang berkontribusi pada kemajuan ilmu farmasi dan kesehatan masyarakat.
Articles 38 Documents
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Suluun Kabupaten Minahasa Selatan Tinungki, Syalomita Esther; Wiyono, Weny Indayany; Jayanti, Meilani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/46tvye39

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling signifikan untuk penyakit kardiovaskular selama beberapa dekade. Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Kepatuhan minum obat pasien berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Suluun Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 total responden, terdapat sebanyak 11 pasien (19,3%) masuk dalam kategori kepatuhan tinggi, 15 pasien (26,3%) masuk dalam kategori kepatuhan sedang, dan sebanyak 31 pasien (54,4%) termasuk dalam kategori kepatuhan rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Suluun Kabupaten Minahasa Selatan termasuk dalam kategori kepatuhan rendah.      
Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan Onibala, Putri Marfanti; Citraningtyas, Gayatri; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/gcz2b563

Abstract

Pentingnya pengelolaan obat yang efektif di Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, sesuai standar Permenkes RI Nomor 74 Tahun 2016. Berdasarkan survei pendahuluan di Puskesmas Motoling Barat, ditemukan permasalahan yang pernah terjadi seperti kurangnya ketersediaan obat, penyimpanan kurang baik karena ketiadaan fasilitas seperti AC, dan pendistribusian obat tanpa prosedur. Selain itu, belum ada tenaga apoteker yang bertanggung jawab langsung terhadap pengelolaan obat. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian pengelolaan obat di Puskesmas Motoling Barat dengan standar pelayanan kefarmasian yang di tetapkan dalam Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan observasi langsung dan wawancara. Data-data diperoleh dari observasi dan wawancara, serta laporan pemakaian dan lembar permintaan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek perencanaan, permintaan, penyimpanan dan pendistribusian obat secara keseluruhan telah memenuhi standar pelayanan kefarmasian sesuai Permenkes RI Nomor 74 Tahun 2016 dan berada dalam kategori baik.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Rumambi, Gadis; Wiyono, Weny Indayany; Jayanti, Melani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/p250a086

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit dengan angka kejadian yang tinggi baik secara nasional maupun global. Penanganannya sering melibatkan pengobatan kompleks akibat banyaknya penyakit penyerta, sehingga menyebabkan peningkatan risiko terjadinya masalah terkait obat atau Drug Related Problems (DRPs). Penelitian deskriptif retrospektif ini menganalisis 70 rekam medis pasien stroke iskemik (Periode Januari-Juni 2024) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat DRPs dan berapa prevalensi DRPs pada pasien. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Cipolle yaitu indikasi tanpa terapi, terapi tanpa indikasi, dosis obat terlalu rendah, dan dosis obat terlalu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien stroke iskemik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado teridentifikasi adanya DRPs. Sebanyak 3 pasien (4,29%) berpotensi mengalami DRPs dengan total 3 kejadian DRPs dimana kategori terbanyak yaitu terapi tanpa indikasi (66,67%), dan indikasi tanpa terapi (33,33%) sedangkan tidak terdapat kejadian DRPs pada kategori dosis terlalu rendah dan dosis terlalu tinggi.
Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Antibiotik Secara Swamedikasi di Kota Manado : Studi Kualitatif Wenas, Glori Anjelina Preysi; Wiyono, Weny Indayany; Jayanti, Meilani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/0pedq994

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter (swamedikasi) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang seriuskarena dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Fenomenaini marak terjadi, terutama di negara berkembang sepertiIndonesia, dan dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, kemudahan akses, serta faktor sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menggali pengetahuan dan perilakumasyarakat di Kota Manado terkait penggunaan antibiotiksecara swamedikasi. Metode yang digunakan adalahpendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstrukturterhadap 10 informan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentangantibiotik beragam; sebagian mengetahui fungsinya untukinfeksi bakteri, sementara lainnya belum memahaminyasecara tepat. Seluruh informan pernah melakukanswamedikasi antibiotik, dipengaruhi oleh pengalamanpribadi, lingkungan, kemudahan akses, serta efisiensi waktudan biaya. Amoxicilin dan ampicillin menjadi antibiotik yang paling sering digunakan, diperoleh dari apotek dan warung. Kesimpulannya, pemahaman masyarakat masih rendah dan praktik swamedikasi masih berlangsung.
Formulasi Sediaan Body Scrub Minyak Atsiri Serai ( Cymbopogon Citratus) Dan Minyak Atsiri Daun mint (Mentha Piperita) Mumu, Britney Stevani; Edy, Hosea Jaya; Mansauda, Karlah Lifie Riani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/w8kkqd91

Abstract

Body scrub merupakan sediaan topikal yang berfungsi mengangkat sel kulit mati, Kotoran, serta membuka pori-pori untuk membantu mencerahkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik sediaan body scrub kombinasi minyak atsiri serai dan minyak atsiri daun mint, serta mengetahui apakah kombinasi tersebut memengaruhi sifat fisik sediaan. Empat formula dibuat, yaitu F0 (tanpa minyak atsiri), F1 (Minyak atsiri serai 1% dan minyak atsiri daun mint 5%), F2 (Minyak serai 3% dan minyak atsiri daun mint 3%), dan F3 (Minyak atsiri serai 5% dan minyak atsiri daun mint 1%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua formula memenuhi syarat uji organoleptik, pH, homogenitas, dan daya sebar. Formula F1 memberikan hasil terbaik dengan pH 8,72, daya sebar 5,93 cm, serta mendapat total nilai kesukaan tertinggi (24 poin), terdiri dari warna (9), aroma (7), dan tekstur (8). Uji stabilitas metode mekanik juga menunjukkan tidak terjadi pemisahan pada sediaan.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Lansia yang Menerima Polifarmasi di Puskesmas Sonder Waworuntu, Injilia Sharon Queen; Wiyono, Weny Indayany; Jayanti, Meilani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4v62v633

Abstract

Kualitas hidup lansia merupakan penilaian subjektif seorang lansia terhadap tingkat kepuasan atau kesejahteraan yang dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan yang mencakup kondisi fisik, mental, sosial serta emosional dan dinilai berdasarkan referensi pribadi lansia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien lansia yang menerima polifarmasi di Puskesmas Sonder. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif observasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 75 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien polifarmasi minor berjumlah 49 dengan kualitas hidup baik sebanyak 4 orang (5%), kualitas hidup sedang sebanyak 39 orang (52%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 6 orang (8%). Untuk pasien polifarmasi mayor berjumlah 26 responden dengan kualitas hidup baik sebanyak 8 orang (11%), kualitas hidup sedang sebanyak 16 orang (21%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 2 orang (3%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasien lansia yang menerima polifarmasi di Puskesmas Sonder memiliki kualitas hidup sedang.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pangi (Pangium edule Reinw) Terhadap Penyembuhan Luka pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Kojongian, Syallommita; Jayanti, Meilani; Mpila, Deby Afriani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/59wyhj73

Abstract

Daun pangi (Pangium edule Reinw) secara empiris telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol daun pangi serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling optimal pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan post test-only control group. Ekstrak daun pangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sebanyak 15 ekor tikus putih dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka sayat dibuat menggunakan biopsy punch berdiameter 10 mm dan diameter luka diamati selama 14 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, ANOVA satu arah, dan uji lanjut Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05), dengan penurunan rata-rata diameter luka dari hari ke-0 sebesar 12,20 mm menjadi 1,33 mm pada hari ke-14. Konsentrasi ekstrak 5% dan 10% menunjukkan efektivitas penyembuhan luka yang paling optimal dan sebanding dengan kontrol positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pangi efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat.
Pengenalan Teknik Pengolahan Tanaman Obat yang Berorientasi pada Kesehatan dan Peluang Usaha Lokal Jayanti, Meilani; Rahman, Asep; Asaloei, Sandra Inggrid
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/ssy6kf32

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat di Desa Minaesa, Kabupaten Minahasa Utara, masih dilakukan secara tradisional tanpa mempertimbangkan prinsip perlindungan zat aktif selama proses pengolahan. Teknik pengeringan, perajangan, dan pemanasan yang kurang tepat berpotensi menurunkan stabilitas senyawa bioaktif serta mengurangi manfaat kesehatan dan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknik pengolahan tanaman obat yang berorientasi pada perlindungan zat aktif dan peluang usaha lokal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan diskusi awal, penyuluhan interaktif mengenai prinsip stabilitas senyawa aktif, serta demonstrasi praktik sederhana pengolahan bahan herbal. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahan yang lebih rasional, serta munculnya kesadaran bahwa kualitas proses menjadi fondasi manfaat kesehatan dan potensi ekonomi. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas teknis masyarakat pesisir dalam mengolah tanaman obat secara lebih rasional dan berorientasi mutu.

Page 4 of 4 | Total Record : 38