cover
Contact Name
M. Ridho Mahaputra
Contact Email
greenation.info@gmail.com
Phone
+6281210467572
Journal Mail Official
greenation.info@gmail.com
Editorial Address
Casa Amira Prive Jl. H. Risin No. 64D Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan
Published by Greenation Publisher
ISSN : 29861861     EISSN : 29861497     DOI : https://doi.org/10.38035/jgpp.v1i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (JGPP) bertujuan mendorong pengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pertanian dan perkebunan berbasis hasil penelitian mencakup: Agribisnis, Agroteknologi Teknologi Hasil Pertanian Peternakan, Perikanan, Agroindustri, Industri pascapanen, Rekayasa genetik, Lingkungan, dan Ilmu pangan. Teknis budidaya tanaman perkebunan Pengendalian OPT perkebunan Inovasi teknologi perkebunan Bioteknologi dan pemuliaan tanaman perkebunan Penanganan hasil perkebunan Penanganan dan pemanfaatan limbah perkebunan Agribisnis/sosial ekonomi perkebunan Pengelolaan sumber daya lahan tropika Konservasi tanah dan air serta bahan dan agens hayati Pengelolaan lingkungan perkebunan Analisis kebijakan perkebunan
Articles 48 Documents
Respon Pertumbuhan dan Hasil Selada Merah (Lactuca Sativa L. Var Crispa) Akibat Dosis Pupuk Kandang Ayam Petelur Amalia, Lia; Assafaat Hadi, Roni; Sopyan, Asep
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 1 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Februari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i1.253

Abstract

Penelitian ini untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk kandang ayam petelur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah dan mendapatkan dosis pupuk kandang ayam petelur yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapangan (experiment design) yang bersifat verifikatif dengan pendekatan eksperimen di lahan percobaan. Percobaan dilaksanakan di kebun percobaan lahan praktek milik Kimia Agro Lembang Kabupaten Bandung Barat yang berada pada ketinggian tempat 1.100 m di atas permukaan laut (dpl) dengan ordo tanah Andisol dan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan lingkungan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuannya yaitu: rancangan perlakuannya adalah sebagai berikut: A = 0 t ha-1 (0 kg petak-1), B = 6 t ha-1 (0,6 kg petak-1), C = 12 t ha-1 (1,2 kg petak-1), D = 18 t ha-1 (1,8 kg petak-1), E = 24 t ha-1 (2,4 kg petak-1) dan F = 30 t ha-1 (3,0 kg petak-1). Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis pupuk kandang ayam petelur memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman pada umur 21 HST, 28 HST dan jumlah daun umur 21 HST, 28 HST, 35 HST) dan pemberian dosis pupuk kandang ayam petelur dengan perlakuan F (30 t ha-1) memberikan pengaruh paling baik terhadap jumlah daun dan bobot segar per tanaman.
Pengaruh Jarak Tanam dan Pemangkasan Daun Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica Oleracea L Var. Italica) Mulyana, Hudaya; Samsul Mustopa, Asep; Krisnawati, Rina
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 1 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Februari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i1.254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Penelitian dilaksanakan di Kebun Petani Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian tempat 1000 meter di atas permukaan laut, dengan jenis tanah Andisol. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama jarak tanam (t0: 50cm x 40cm; t1: 50cm x 60cm) dan faktor kedua pemangkasan daun (d0: kontrol; d1: persentase 40%, d2: persentase 60%), dan masing-masing diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi antara jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap parameter diameter bunga per tanaman, dan bobot bunga per tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Penggunaan jarak tanam 50cm x 60cm (t1) dengan pemangkasan daun persentase 60% (d2) memberikan hasil terbaik pada diameter bunga dan bobot bunga pertanaman.
Pengaruh Konsentrasi AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Microgreens Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench.) Romiyadi; Hariandi Napitupulu, Ricki; Budiasih; Amalia, Lia
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 1 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Februari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i1.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan dan hasil microgreens tanaman okra dan mendapatkan rekomendasi konsentrasi AB Mix terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti-Sumedang, Jawa Barat dengan ketinggian tempat 870 m di atas permukaan laut. Waktu pelaksanaan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Tunggal dengan 5 taraf perlakuan (A: 0 mg L-1 larutan AB Mix , B: 150 mg L-1 larutan AB Mix, C: 300 mg L-1 larutan AB Mix, D: 450 mg L-1 larutan AB Mix dan E: 600 mg L-1 larutan AB Mix) diulang sebanyak 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi AB Mix berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil microgreens tanaman okra, yaitu pada variabel tinggi tanaman 11 HSS dan 14 HSS; jumlah tanaman hidup; bobot segar microgreens per thinwall dan kadar vitamin C. Konsentrasi 150 mg L-1 larutan AB Mix memberikan pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil microgreens, tetapi konsentrasi 0 mg L-1 larutan AB Mix memberikan pengaruh terhadap kadar vitamin C microgreens paling tinggi.
Respons Perkecambahan Benih Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Terhadap Perendaman Dalam Berbagai Konsentrasi Vitamin B1 Rakhmi Indriani, Kovertina; Noor Azahra, Rosalina
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 1 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Februari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i1.258

Abstract

Perkecambahan kopi arabika dapat terhambat oleh faktor dormansi, baik secara fisik maupun fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respons perkecambahan benih kopi arabika terhadap perendaman berbagai konsentrasi vitamin B1 (thiamine), untuk memecah dormansi yang terjadi secara fisiologis pada benih kopi arabika. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Sumedang pada ketinggian tempat 850 mdpl, penelitian dilakukan pada Juni 2021 – September 2021. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana, dengan faktor percobaan yaitu perendaman berbagai konsentrasi vitamin B1, dengan 6 taraf percobaan (A = 0 mg L-1 (kontrol), B = 20 mg L-1, C = 40 mg L-1, D = 60 mg L-1, E = 80 mg L-1, dan F = 100 mg L-1) dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil percobaan menunjukan bahwa perendaman berbagai konsentrasi vitamin B1 tidak memberikan respons terhadap perkecambahan benih kopi arabika.
Pengaruh Dosis Serbuk Daun Mimba Azadirachta Indica A. Juss. Terhadap Perkembangan Serangga Hama Gudang Callosobruchus Analis (F.) Pada Kedelai Kuning Varietas Anjasmoro Ria, Elly Roosma; Nurwanti, Siti; Sugiarti, Lia; Turmuktini, Tien
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 1 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Februari 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i1.295

Abstract

Kedelai merupakan produk pasca panen yang di simpan di gudang. Produk simpanan tidak terlepas dari serangan serangga hama, yaitu C. analis F. Untuk mengendalikan serangga hama C. analis F. digunakan insektisida nabati dari serbuk daun mimba. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2021 sampai dengan bulan September 2021 di Laboratorium Universitas Winaya Mukti Sumedang. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri pada enam perlakuan dan empat ulangan, setiap perlakuan terdiri dari dua stoples yang berisi 100 g biji kedelai kuning. Perlakuan terdiri dari A= 0 g, B= 3 g, C= 6 g, D =9 g, E= 12 g, F=15 g. Hasil yang diperoleh adalah serbuk daun mimba berpengaruh nyata terhadap mortalitas imago, jumlah telur, jumlah larva, jumlah pupa, jumlah imago C. analis F. Dosis serbuk daun mimba sebanyak 15 g memberikan hasil terbaik pada persentase kerusakan biji dan persentase bobot pada biji kedelai varietas Anjasmoro selama dalam penyimpanan.
Dinamika Pertumbuhan Bakteri Pengurai pada Biofilter Air Limbah Domestik di Bawah Variasi pH dan Suhu Ananta, Yorasakhi
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 2 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Mei 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i2.583

Abstract

Pengolahan air limbah domestik berbasis biofilter memanfaatkan aktivitas bakteri pengurai sebagai komponen utama dalam menurunkan kandungan bahan organik dan pencemar. Pertumbuhan dan aktivitas bakteri pengurai dalam sistem biofilter sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, khususnya pH dan suhu, yang menentukan stabilitas komunitas mikroba serta efisiensi degradasi senyawa organik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis dinamika pertumbuhan bakteri pengurai pada biofilter air limbah domestik di bawah variasi pH dan suhu berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan, terutama yang membahas pengaruh pH dan suhu terhadap laju pertumbuhan mikroba, pembentukan biofilm, serta kinerja penyisihan parameter pencemar seperti BOD, COD, dan TSS. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi pH netral hingga sedikit basa dan suhu mesofilik merupakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri pengurai dan pembentukan biofilm yang stabil. Variasi ekstrem pH dan suhu dilaporkan dapat menurunkan aktivitas metabolik mikroorganisme dan menyebabkan ketidakstabilan sistem biofilter. Dengan demikian, pengendalian pH dan suhu merupakan faktor kunci dalam optimasi kinerja biofilter untuk pengolahan air limbah domestik. Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam perancangan dan pengoperasian sistem biofilter yang lebih efektif dan berkelanjutan.
The Impact of Heating Treatment of Black Soldier Fly (BSF) Larvae (Hermentia illunces) on Nutrient Levels Umar Suryanaga; Binsar Jon Vic
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 4 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (November 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i4.575

Abstract

Black Soldier Fly (BSF) larvae, often called maggots, are a type of fly of the Hermentia illucens species capable of degrading organic waste. These maggots are used as an alternative raw material for poultry or fish feed due to their high animal protein content. Some larval cultivation methods may use poultry manure, which may carry Salmonella sp. bacteria. This study aimed to evaluate the presence of Salmonella sp. and the nutritional content of BSF larvae that had undergone a washing and heating process. Microbiological testing showed that all samples, including the positive control, showed negative results for Salmonella sp. growth, possibly due to low inoculum concentration, suboptimal incubation period, and competition with other Enterobacteriaceae bacteria. Proximate testing showed that washing caused a decrease in nutritional content, while heating treatment, particularly with a microwave at high temperatures (100 grams, 15 minutes), increased nutrient levels and decreased water activity. Low water activity (<0.6) indicates potential for increased shelf life. These results indicate that appropriate thermal treatment can improve the microbiological safety and nutritional quality of BSF larvae as a feed ingredient.
Heat Treatment of Edible Bird's Nest to Fulfill Export Requirements to Canada Umar Suryanaga; Rineke Sara
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 3 No. 4 (2025): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (November 2025)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v3i4.576

Abstract

The export requirements for swallow's nest (EBN) to Canada refer to the import procedure edible bird's nest (other than cooked canned commercially sterile) published by the Canadian Food and Inspection Agency (CFIA). One of the conditions is that the EBN is heated to a minimum temperature of 100 oC within a minimum of 1 hour. This study aims to test the heating treatment of EBN with a temperature of 100 °C for 1 hour according to the requirements of export to Canada and compare it with the requirements of the World Organization of Animal Health (WOAH). This researcher used clean EBN that had not been heated, coming from the island of Sumatra. The EBN sample was divided into four groups. The first group as a control, the second group heated 70 oC for 3.5 seconds, the third group heated 100 oC for 1 minute and the fourth group heated to 100 oC for 1 hour. The parameters tested in each group were sialic acid, physicochemical (water content, pH, water holding capacity (WHC), and water absorption index (WAI)). In addition, sensory attributes (color, taste, aroma, and texture) were also tested using panelists. The treatment of heating EBN at 100 °C for one hour causes protein denaturation that changes the functional properties of EBN. This treatment also reduces the developing power of EBN by up to 50% and has a significant influence on sensory and physicochemical properties, both color, taste, aroma, and texture. Heating EBN 100 °C for one hour reduces EBN quality, while EBN heating according to WOAH requirements i.e. heating 70 °C for 3.5 seconds does not affect EBN quality. Heating treatment of EBN 100 °C for one hour is not recommended.