cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
KAJIAN PENCAHAYAAN ALAMI RUANG BACA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA Dewantoro, Fajar; Budi, Wahyu Setia; Prianto, Eddy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: An architectural work can be seen in terms of benefits for the community where it can provide something to support life and advance the development of the surrounding environment. In this case the case study raised was at the University of Indonesia Library, where the library was very supportive of students on campus and outside the campus.The problem discussed in this study is reviewing a tropical architectural work applied to the library, and want to know how the concept affects natural lighting in the University of Indonesia's library reading room. The study also aims to evaluate how much light intensity is in the reading room of the University of Indonesia library. In this study the method used describes and reviews all other data and information, from direct or indirect observation. This analysis uses quantative analysis by comparing the existing conditions in the field with the study and information obtained from the literature. Based on the research, it was found that in some reading room areas that had natural enlightenment, there were recommendations that were in accordance with the standards and were not yet appropriate. Therefore some additional studies are needed in designing lighting. This research is expected to provide input on natural lighting of a building that is calculated using assisted software or measuring instruments in the field.Keyword: UI Library, Reading Room, Natural Lighting.Abstrak: Suatu karya arsitektur itu dapat dilihat dari segi manfaat bagi masyarakat dimana dapat memberikan sesuatu untuk menunjang kehidupan dan memajukan pembangunan lingkungan sekitar. Dalam hal ini studi kasus yang diangkat adalah pada Perpustakaan Universitas Indonesia, dimana perpustakaan ini sangat menunjang mahasiswa dalam kampus maupun luar kampus.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu mengkaji sebuah karya arsitektur tropis diterapkan pada perpustakaan, serta ingin diketahui bagaimana pengaruhnya konsep tersebut terhadap pencahayaan alami di ruang baca perpustakaan Universitas Indonesia tersebut. Penelitian ini juga bertujuan mengevaluasi seberapa besar intensitas cahaya pada ruang baca perpustakaan Universitas Indonesia. Pada penelitian ini metode yang digunakan menguraikan dan mengkaji semua data dan informasi lain, dari observasi langsung maupun tidak langsung. Analisa ini menggunakan analisa kuantatif dengan membandingkan antara keadaan yang ada dilapangan dengan kajian dan informasi yang didapat dari literatur. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa pada beberapa area ruang baca yang mendapatkan pencahyaan alami, terdapat penchayaan yang sudah sesuai dengan standar dan belum sesuai. Oleh sebab itu diperlukan beberapa pengkajian tambahan dalam mendesain pencahayaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan mengenai pencahayaan alami sebuah bangunan yang dihitung menggunakan software berbantu atau alat ukur di lapangan.Kata Kunci: Perpustakaan UI, Ruang Baca, Pencahayaan Alami.
PENGARUH BAHAN MATERIAL DINDING RUMAH HEBEL DAN BATU BATA TERHADAP KONDISI TERMAL RUANG DALAM DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK Afgani, Jundi Jundullah; Hardiman, Gagoek; Budi, Wahyu Setia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The conditions of houses in densely populated areas vary, some use brick and Hebel materials. the high density of an area makes air movement not work properly so that the temperature in the area of the region increases and will have an effect on the inner space of the houses in the settlement. therefore the purpose of this study is to find out the type of material that provides thermal comfort in indoor space in densely populated settlements. used in this study is a quantitative method with direct measurements in the field for 11 hours, to find out the temperature, humidity, and air movement, the results will be compared with the theory of thermal comfort standards of mom and wiesebron.Keyword: Thermal Comfort, House Wall, Densely SettlementAbstrak: Kondisi dari rumah-rumah yang berada di daerah padat penduduk bermacam-macam, ada yang menggunakan bahan material batu bata dan juga hebel. Tingginya kepadatan suatu wilayah membuat pergerakan udara menjadi tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga suhu pada wilayah wilayah tersebut meningkat dan akan berefek pada ruang dalam dari rumah-rumah yang ada di permukiman tersebut. Oleh karena itu Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis material yang memberikan kenyaman termal pada ruang dalam rumah di permukiman padat penduduk. Metode yang digunakan didalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pengukuran langsung di lapangan selama 11 jam untuk mengetahui temperature, kelembaban dan pergerakan udara, hasilnya nanti akan dibandingkan dengan teori standar kenyamanan termal Mom dan Wiesebron.Kata Kunci: kenyamanan Termal, dinding rumah, Permukiman padat.
EASY ACCESS TO PUBLIC TRANSPORTATION FOR SUSTAINABLE SITE DEVELOPMENT, ACASE STUDY OF UNISULLA KALIGAWE SEMARANG Hasan, Muhammad Ismail; Susanti, Anityas Dian; Bramiana, Chely Novia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Global warming issue generates some sustainable-oriented actions aiming at protecting and improving environment quality. Air pollution caused by vehicles is one of the causes of global warming. Sustainability can be started in academic phase, such as campus environment, landscape, and buildings. This paper aims at explaining the sustainable development in Sultan Agung Islamic University (UNISSULA) and especially in its sustainable site development. Method used for this paper is qualitative case study that is suitable to answers questions about how and why. Case study requires a collection of site’s data as much as possible before being analyzed based on relevant theories. The result of this paper suggested the applications of sustainable site development in a campus ground especially with an easy access public transportation for Islamic campus and with Islamic values within.Keyword: Campus Ground, Site Development, Sustainable Architecture Abstrak: Isu pemanasan global menyebabkan beberapa aksi keberlanjutan yang pada dasarnya bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan. Polusi udara yang disebabkan oleh kendaraan bermotor adalah merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Keberlanjutan dapat dimulai dari tingkat akademisi, seperti lingkungan kampus, lansekap, dan bangunan-bangunannya. Paper ini bertujuan untuk menjelaskan pembangunan keberlanjutan di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) dan khususnya pada bagian pembanguan site yang berkelanjutan. Metode yang digunakan untuk paper ini adalah kualitatif studi kasus yang dinilai cocok untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana dan mengapa. Studi kasus membutuhkan pengumpulan data dari site sebanyak mungkin sebelum dianalisa berdasarkan teori yang berhubungan. Hasil dari paper ini dapat menjelaskan pembangunan site yang berkelanjutan terutama pada kemudahan mengakses transportasi umum pada kampus Islam dan dilengkapi dengan nilai-nilai Islam yang terkandung di dalamnya.Kata Kunci: Kampus, Site Berkelanjutan, Arsitektur Berkelanjutan
PENGUKURAN GREENSHIP KAWASAN(BUILT PROJECT) VERSI 0.1 PADA KAWASAN WISATA BANDAR ECOPARK DI KABUPATEN BATANG Ronim, Azizah; Talidah, Cita Iftinan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: GREENSHIP neighborhood is an rating tool for disseminating and inspiring realization of sustainable areas. Benefits by applying GREENSHIP Neighborhood are: (1) Maintaining harmony and balance of environmental ecosystems, as well as improving quality of environment, (2) Minimizing adverse impacts of development on the environment, (3) Improving quality of microclimates, ease of achievement, security, and convenience pedestrian and (5) Maintaining a balance between needs and availability of resources in future. In case study of Bandar Ecopark which located in Bandar Subdistrict, Batang Regency is a recreational area with an ecotourism park that has a positive impact on environment. So it is interesting to study the extent of Greenship Region measurements that can be achieved in this region. Measurement method uses one of the 4 Greenship Region benchmarks, namely: (1) mixed use area, (2) commercial, (3) settlement and (4) industry. Results of the Greenship Region shows that Bandar Ecopark region has score 57 with quality 46% (of total value 124), with details: LEE (17), MAC (14), WMC (0), SWM (6 ), CWS (10), BAE (6) and IFD (4). Greenship neighborhood that generated is SILVER. To optimize rankings, it is necessary to add a number of means in each benchmark.Keyword: green architecture, ecotourism, greenship neighborhood.Abstrak: GREENSHIP Kawasan merupakan perangkat penilaian untuk menyebarkan dan menginspirasi dalam perwujudan kawasan yang berkelanjutan. Manfaat yang diperoleh dengan menerapkan GREENSHIP Kawasan yakni: (1) Menjaga keserasian dan keseimbangan ekosistem lingkungan, serta meningkatkan kualitas lingkungan kawasan, (2) Meminimalkan dampak buruk pembangunan terhadap lingkungan, (3) Meningkatkan kualitas iklim mikro, (4) Menerapkan asas keterhubungan, kemudahan pencapaian, keamanan, dan kenyamanan pada jalur pedestrian dan (5) Menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya di masa mendatang. Pada studi kasus kawasan wisata  Bandar Ecopark yang terletak di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang merupakan kawasan wisata rekreasi air dengan daya tarik taman ekowisata yang berdampak positif bagi lingkungan. Sehingga menarik untuk dikaji sejauhmana pengukuran Greenship Kawasan yang dapat tercapai pada kawasan ini. Metode pengukuran menggunakan salah satu dari 4 tolok ukur Greenship Kawasan yaitu: (1) kawasan mixed use, (2) komersial, (3) pemukiman dan (4) industri. Hasil dari pengukuruan Greenship Kawasan menunjukkan bahwa kawasan wisata Bandar Ecopark dari total nilai keseluruhan maksimum sebesar 124, kawasan Bandar Ecopark mendapat nilai 57 dengan bobot 46% dengan rincian: LEE (17),  MAC (14), WMC (0), SWM (6), CWS (10), BAE (6) dan IFD (4). Peringkat Greenship Kawasan yang dihasilkan adalah SILVER. Untuk mengoptimalkan peringkat maka perlu penambahan beberapa sarana di setiap tolok ukur.Kata kunci: green architecture, ekowisata, greenship kawasan
SOUNDSCAPE KAWASAN: EVALUASI RUANG BERKELANJUTAN Syamsiyah, Nur Rahmawati; Dharoko, Atyanto; Utami, Sentagi Sesotya
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The density of major cities in Indonesia is the impact of the rapid development of the population. Increasing the population as well as their welfare make the residential and traffic environment in urban areas less healthy. Noisy, and air quality as the main indicators that can be felt to be very disturbing to the human environment. The sound quality perspective is one that is overlooked. Even though the government of the Republic of Indonesia has issued standard noise levels in Kep-48 / MENLH / 11/1996, evaluation and control of reality in the field is still lacking. The soundscape approach that is very concerned about the environment as a resource will be the most effective when applied in urban and regional planning. This paper aims to explore how sound impacts in providing an auditory experience in open space through a soundscape approach with case studies of open space or the court of the Great Mosque of Yogyakarta. This case can be an example of implementing a strategy to create peace of space in the midst of the hustle and bustle of the city. On the other hand soundscaping techniques become the needs of every city to do, and in particular there must be a spatial pattern that unites and adapts to each other between buildings, open spaces, vegetation, water elements and activities, so that the sustainability of a comfortable and calm space will last long. Keywords: space sustainability; noise; auditory experience; soundscapeAbstrak: Kepadatan kota-kota besar di Indonesia merupakan dampak perkembangan penduduk yang begitu cepat meningkat. Peningkatan jumlah penduduk sekaligus kesejahteraan mereka membuat lingkungan pemukiman dan lalu lintas di perkotaan semakin kurang sehat. Bising, dan kualitas udara sebagai indikator utama yang dapat dirasakan sangat mengganggu lingkungan hidup manusia. Perspektif kualitas suara adalah salah satu yang terabaikan. Sekalipun pemerintah Republik Indonesa sudah mengeluarkan baku tingkat kebisingan dalam Kep-48/MENLH/11/1996, namun evaluasi dan kontrol terhadap kenyataan di lapangan masih kurang dilakukan. Pendekatan soundscape yang sangat memperhatikan lingkungan sebagai sumber daya akan menjadi yang paling efektif bila diterapkan dalam perencanaan kota dan kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana dampak suara dalam memberikan pengalaman auditory dalam ruang terbuka melalui pendekatan soundscape dengan studi kasus kawasan ruang terbuka atau pelataran Masjid Agung Yogyakarta. Kasus ini dapat menjadi contoh penerapan strategi menciptakan ketenangan ruang di tengah hiruk pikuk kota. Di sisi lain teknik soundscaping menjadi kebutuhan setiap kota untuk dilakukan, dan secara khusus harus ada pola spasial yang menyatukan dan saling menyesuaikan antara bangunan, ruang terbuka, vegetasi, unsur air dan aktifitas, sehingga keberlanjutan ruang kawasan yang terkondisi nyaman dan tenang akan bisa bertahan lama.Kata Kunci: keberlanjutan ruang; kebisingan; pengalaman auditory; soundscape
PENATAAN KAMPUNG NELAYAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI DI KELURAHAN BAGAN DELI KOTA MEDAN Fachrudin, Hilma Tamiami; Rahmadani, Fadila
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Indonesia is a maritime country that has abundant marine natural resources, with optimal and wise utilization, it will be a promising source of income for both the local community as well as the local area. Therefore, the infrastructure and maritime-related arrangements along the coast and the port are things that must be considered and developed. Gabion Port is one of the ports with the largest marine products in the province of North Sumatra, especially in the city of Medan. This port is located near Bagan Deli village which has not yet been optimally arranged and it has economic problems and serious environmental hygiene problems, so that with the application of the concept of ecological architecture can answer the existing problems through its principles. Some applications of ecological concepts in this arrangement can be seen from material aspects, energy aspects, building orientation, and utility aspects. The method used is the glass box method, by looking at elements that need to be applied to support the socio-economic activities of the local community. The results of this paper are in the form of the concept of structuring fishing villages which can be a solution to slum environmental problems and helps improve the economic level of local communities.Keyword: fishing village, ecological architecture, bagan deli Abstrak: Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumber daya alam kelautan yang berlimpah, dengan pemanfaatan secara optimal dan bijak akan menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan baik bagi masyarakat sekitar maupun daerah setempat. Untuk itu infrastruktur dan penataan terkait kelautan sepanjang pantai dan pelabuhan merupakan hal yang harus diperhatikan dan dikembangkan. Pelabuhan Gabion merupakan salah satu pelabuhan dengan hasil laut terbesar di kawasan provinsi Sumatera Utara khususnya kota Medan. Pelabuhan ini berada di dekat kelurahan bagan deli yangmana belum tertata secara optimal, serta memiliki masalah perkeonomian dan juga memiliki permasalahan kebersihan lingkungan yang cukup serius, sehingga dengan penerapan konsep arsitektur ekologi dapat menjawab permasalahan yang ada melalui prinsip-prinsipnya. Beberapa penerapan konsep ekologi pada penataan ini dapat dilihat dari aspek material, aspek energy, orientasi bangunan, dan aspek utilitas. Metode yang digunakan adalah metode glass box,dengan melihat elemen elemen yang perlu diterapkan untuk mendukung aktivitas social ekonomi masyarakat setempat. Hasil penelitian ini berupa konsep penataan kampung nelayan yang dapat menjadi pemecahan masalah lingkungan kumuh serta membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat.Kata Kunci: Kampung Nelayan, Arsitektur Ekologi, Bagan Deli
ANALISIS PHYSICAL MODEL FOR DAYLIGHT SPACES DENGAN PENDEKATAN AN EXPERIMENTAL-BASED DESIGN Asriana, Nova
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  An experimental-based design; analyze physical model for daylight spaces is an experimental based design approach by using natural lighting. This experiment is based on applied models of skylight conditions in the field. The goal of this study is to identify configurations of model prototype models by using natural lighting optimally, then to describe their natural lighting through draw light and to measure the intensity of light through photometry. The results of this modeling experiment are several configurations that form the optimal model ing by using natural light through how much light intensity can get into a room. The prototype model is sized 7.2m x 8.4m x 5m by performing several configurations. The configuration alternatives include ten roof configuration, wall opening and type of material used. Based on the results of experiments, the characteristics of the intensity of natural light that get into a room are strongly influenced by the size and position of the opening area. In addition, using clerestory provides greater light intensity than using vertical windows. The impact of the intensity of the light is increasing a good visual interest for users.Keyword: physical model, natural lighting, daylight spaceAbstrak: An experimental-based design; analyze physical model for daylight spaces merupakan sebuah pendekatan perancangan berbasis eksperimen melalui pemanfaatan pencahayaan alami. Eksperimen ini berbasis model terapan terhadap kondisi skylight di lapangan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi konfigurasi – konfigurasi model prototipe maket yang memanfaatkan pencahayaan alami secara optimal, kemudian menggambarkan pencahayaan alaminya (draw light) dan melakukan pengukuran intensitas cahaya melalui photometry. Hasil dari eksperimen permodelan ini adalah beberapa konfigurasi bentukan model yang optimal dalam pemanfaatan cahaya alami melalui seberapa banyak intensitas cahaya yang dapat masuk ke dalam suatu ruangan. Prototipe model maket yang digunakan berukuran 7.2m x 8.4m x 5m dengan melakukan beberapa konfigurasi. Alternatif konfigurasi yang digunakan pada eksperimen ini yakni konfigurasi bukaan atap, bukaan dinding dan jenis material yang digunakan sebanyak sepuluh konfigurasi. Berdasarkan hasil dari eksperimen yang dilakukan, bahwa karakteristik intensitas cahaya alami yang masuk ke dalam suatu ruangan sangat dipengaruhi oleh ukuran dan posisi area bukaan. Selain itu juga, pemanfaatan jendela atap memberikan intensitas cahaya yang lebih besar daripada pemanfaatan jendela vertikal. Dampak dari intensitas cahaya yang masuk ke dalam suatu ruangan juga memberikan peningkatan minat visual ruangan yang cukup bagi pengguna  ruangan tersebut. Kata Kunci: physical model, pencahayaan alami, daylight space,
KAJIAN FASILITAS UMUM DESA MOROSARI DEMAK Riskiyanto, Resza; Harani, Arnis Rochma; Atmoko, Rasyita; Hasan, Muhammad Ismail
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Life's demands continue together with deteriorating natural conditions cause the community adjust its "space" which is exacerbated by the low economic conditions that occur in Morosari Demak Village.  Several public facilities in Morosari such as schools and health centers were available even though the conditions were not feasible. The study of this facility considered important regarding Morosari known as a marine tourism village, but in reality the village's maritime potential has not been well managed.This village has a funeral of an Islamic religious leader who is located in the middle of the waters that used to be land.  This is what drives the need for public facilities which can accommodate the needs of the community and visitors who make pilgrimages in Morosari Village as an aspect to support the needs and survival of the Morosari Village community where pilgrimage tourism can be one of the village's income sources.The method used is qualitative which uses field conditions (natural) as data then explores through various observations such as data collection, photographing, interviewing and observing.  The purpose of this study is to find out the most important facility needs to begin the design of the development of the Morosari village area.From this research, it was concluded that the first public facility needs developed by the Morosari Village community were focused on the problems of road infrastructure.  Then being followed by the needs of other public facilities such as schools, health facilities that are supported by a good drainage system and distribution of clean water, Morosari Village will become a good marine tourism village.Keyword: Morosari, Public Facilities, Infrastructure Design Abstrak: Tuntutan hidup yang terus berlangsung beriringan dengan memburuknya kondisi alam yang membuat masyarakat menyesuaikan “ruang”nya yang diperburuk dengan keadaan perekonomian yang rendah terjadi pada Desa Morosari Demak. Pada Desa Morosari beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas sudah tersedia walaupun kondisinya yang kurang layak. Kajian mengenai fasilitas ini sangat penting berkaitan dengan sebutan Desa Morosari sebagai desa wisata bahari, namun kenyataannya potensi bahari desa ini belum di kelola dengan baik.Desa ini memiliki pemakaman seorang tokoh agama Islam yang letaknya di tengah perairan yang dulunya merupakan daratan. Hal inilah yang mendorong untuk menganalisa kebutuhan akan fasilitas umum yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat dan pengunjung yang melakukan ziarah di Desa Morosari sebagai salah satu aspek untuk menunjang kebutuhan dan keberlangsungan hidup masyarakat Desa Morosari yang dimana wisata ziarah dapat menjadi salah satu sumber pendapatan desa ini.Metode yang digunakan adalah kualitatif yang menggunakan kondisi lapangan (alami) sebagai data kemudan menggalinya melalui berbagai observasi, yaitu mendata, memotret, wawancara dan mengamati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebutuhan fasilitas yang terpenting untuk memulai perancangan pengembangan Kawasan desa Morosari.Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan yaitu, kebutuhan fasilitas umum yang pertama dikembangkan oleh masyarakat Desa Morosari baiknya menitik beratkan pada permasalahan infrastruktur jalan. Adapun diikuti oleh kebutuhan fasilitas umum lainnya seperti sekolah, fasilitas kesehatan yang didukung dengan sistem pembuangan serta distribusi air bersih yang baik dengan begini maka Desa Morosari akan menjadi desa wisata Bahari yang baik.Kata Kunci: Desa Morosari, Fasilitas Umum, Perancangan infrastruktur
TANTANGAN MEMBANGUN DI LAHAN RTH (KAJIAN TATA RUANG PEMBANGUNAN EDUTORIUM DI EDUPARK UMS) Indrawati, Indrawati; Priatmono, Alfa Febela; Nurhasan, Nurhasan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of this paper is the approval of the development of Edutorium on Edupark land which has been designated as RTH on the Surakarta City regional planning. This study was presented descriptively using content analysis methods. After being analyzed, conclusions are obtained; (a) The UMS must obtain permission from the Surakarta City Government to obtain Edupark land; (B) If UMS agrees to permit the construction of Edutorium with a simple building category and has an open land of at least 70%, it is expected that permit will be issued so on. But if Edupark has a building character is not simple and important for the environment, the management of permit for more than 4 months; (c) If no open space rules are accepted, the permit is not issued; (d) UMS has a significant opportunity to submit a request for changes in Edupark's land function through the regional planning revision process. This revision process estimates 1 to 2 years; (e) if UMS applies the green concept of public space in Edutorium buildings, it is truly one of the advantages of UMS in applying Islamic architecture. Based on the conclusions above, the following are recommended: (1) Requirement documents and development permits need to be approved before construction is carried out in the field; (2) In order to be more flexible, this year, the approved UMS immediately requested a change in Edupark from green open space to a cultivation area (yellow); and (3) Before the Edutorium is built, the fulfillment of convention needs can be done by using convention buildings around the UMS. Keywords: Green Open Space, Spatial Planning, UMSAbstrak: Tulisan ini bertujuan memahami regulasi pembangunan Edutorium  di lahan Edupark yang telah ditetapkan sebagai RTH dalam RTRW Kota Surakarta. Penelitian ini dipaparkan secara deskriptif menggunakan metode analisis konten. Setelah dianalisis diperoleh kesimpulan; (a) UMS harus mendapat ijin dari Pemkot Surakarta untuk memanfaatkan lahan Edupark; (b) Jika UMS mengajukan ijin pembangunan Edutorium dengan kategori bangunan sederhana serta memiliki lahan terbuka minimal 70%, diperkirakan IMB terbit dalam waktu dekat. Namun jika Edupark memiliki karakter bangunan tidak sederhana serta berdampak penting bagi lingkungan, pengurusan IMB memakan waktu lebih dari 4 bulan; (c) Jika tidak mengikuti kaidah-kaidah RTH, dimungkinkan IMB tidak akan terbit; (d) UMS memiliki peluang cukup besar untuk mengajukan permohonan perubahan fungsi lahan Edupark melalui proses revisi RTRW. Proses revisi RTRW diperkirakan 1 hingga 2 tahun; (e) jika UMS menerapkan konsep public space yang hijau pada bangunan Edutorium, sesungguhnya merupakan salah satu kelebihan UMS dalam mengaplikasikan arsitektur Islam. Berdasarkan kesimpulan di atas, direkomendasikan beberapa hal berikut: (1) Dokumen persyaratan dan perijinan pembangunan perlu dipenuhi sebelum dilakukan pembangunan di lapangan; (2) Agar lebih fleksibel, pada tahun ini UMS sebaiknya segera  mengajukan permohonan perubahan fungsi lahan Edupark dari RTH (hijau) menjadi kawasan budidaya (kuning); dan (3) Sebelum Edutorium terbangun, pemenuhan kebutuhan konvensi dapat dilakukan dengan menyewa gedung-gedung konvensi yang ada di sekitar UMS. Kata Kunci: RTH, Tata Ruang, UMS
PENGEMBANGAN DESA WISATA BATIK DI DESA PUNGSARI KABUPATEN SRAGEN JAWA TENGAH Ambarwati, Handayani Dwi; Wisnu, Setiawan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Pungsari Village is a center for batik craftsmen who have long held the title of tourism villages in Sragen Regency. The title of this tourist village is one of the starting points for the growth of the creative economy embryo. These strategies make the environment something important and environmentally sound. In fact, the strategy has been programmed by the Ministry of Village with the theme of Development of Green Tourism Village in 2017. The program scenario has not used a development strategy that slogan "village build". For example, the development scenario does not yet entirely cover the village, such as: markets, settlements, rice fields, creative industries, and local socio-culture. Therefore, this article is intended to discuss aspects that can be done to develop Pungsari Tourism Village. This research is one of several definitions that can support the development of the village area. Furthermore, these parameters are to increase the tourism potential of tourist villages. This classification will be the basis for developing an environmentally sound rural area. Based on the results of this study, Pungsari Village has grouped characters into four additional clusters: socio-economic clusters, cultural-cultural clusters, residential clusters, and integrated development clusters.Keyword: Creative Economy; Scenario of Tourism Village Development; Planning ClusterAbstrak: Desa Pungsari merupakan sentra pengrajin batik yang telah lama memiliki gelar sebagai desa wisata di Kabupaten Sragen. Gelar desa wisata ini merupakan salah satu titik awal tumbuhnya embrio ekonomi kreatif. Strategi ini berpotensi sebagai penyerapan sumber daya lokal yang bersifat padat karya dan berwawasan lingkungan. Bahkan sebenarnya, strategi tersebut sudah diprogramkan Kementerian Desa dengan tema Pengembangan Desa Wisata Hijau pada tahun 2017. Skenario program tersebut belum mengacu pada strategi konsep pengembangan yang berslogan “desa membangun”. Sebagai contoh, skenario pengembangan belum seluruhnya mencakup potensi desa tersebut, seperti antara lain: pasar, permukiman, persawahan, industri kreatif batik, dan sosial-budaya setempat. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mendiskusikan aspek-aspek strategis yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Desa Wisata Pungsari. Penelitian ini berangkat dari definisi variabel atau parameter yang dapat mendukung skema pengembangan kawasan desa tersebut. Selanjutnya, parameter tersebut digunakan untuk menyusun klasifikasi potensi desa wisata. Klasifikasi ini akan menjadi landasan pengembangan kawasan desa yang berwawasan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Desa Pungsari mempunyai karakter yang terkelompok menjadi empat kluster diantaranya : kluster sosial-ekonomi, kluster pendidikan-budaya, kluster pemukiman, dan kluster pengembangan terpadu.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif; Skenario Pengembangan Desa Wisata; Kluster Perencanaan

Page 5 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue