cover
Contact Name
Syukeri Gazali
Contact Email
redaksi.darululum@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.darululum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mega Indah KM 2 Kotabaru, Kalimantan Selatan
Location
Kab. kotabaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19073003     EISSN : 26212404     DOI : https://doi.org/10.62815/darululum
Darul Ulum: Journal of Islamic Studies, published by Darul Ulum Research Centre of STIT Darul Ulum Kotabaru Kalimantan Selatan since 2008, can be said as the oldest academic journal dealing with the theme in South Borneo. The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of philosophy, Religion, education, culture, and many more. In the beginning the journal only served as a scholarly forum for the lecturers at the State Institute of Islamic Studies. However, due to the later development with a broader readership, the journal has successfully invited scholars and researchers outside the Institute to contribute. Darul Ulum, published twice a year, always places Islam and Muslim in the central focus of academic inquiry and invites any comprehensive observation of Islam as a theological belief and a system of society and Muslims as those who practice the religion with their many facets. This journal, serving as a forum for the study of Islam in Indonesia and other parts of the world within its local and challenging global context, supports focused studies of particular theme and interdisciplinary studies. Darul Ulum has become a medium of diffusion and exchange of ideas and research findings, so much so that researchers, writers, and readers from various traditions of learning have interacted in the scholarly manner.
Articles 121 Documents
KONSEP KESETARAN GENDER PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM KAHRANI 1
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.168

Abstract

Tulisan ini berusaha mengungkap konsep kesetaraan gender perspektif pendidikan Islam. Diskursus kesetaraan gender terus digaungkan terutama dari kalangan feninisme hal ini didasarkan pada anggapan bahwa perempuan mengalami diskriminasi, inferioritas, dan marginalaisasi disegala ruang kehidupan. Paling tidak terdapat lima bentuk manifestasi ketidakadilan gender, yaitu marginalisasi (proses pemiskinan ekonomi), subordinasi (anggapan tidak penting dalam keputusan politik), stereotipe (pelabelan negatif), violence (kekerasan), dan double burden (beban kerja lebih banyak dan panjang). Berdasarkan hasil analisa penulis dengan berbagai rujukan baik artikel maupun buku dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa kesetaraan gender menurut pendididkan Islam memberikan peluang sama antara laki-laki dan perempuan baik di ranah domestik maupun di ranah publik berkaitan dengan pendidikan, sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Pendidkan Islam melihat bahwa kesetaraan gender harus didasarkan pada prinsip keadilan dan kesetaraan tanpa membeda-bedakan. Berbeda hanya pada jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING MATERI INDAHNYA SALING MENGHARGAI KEBERAGAMAN PADA KELAS IV SDN SWATO 1 TAPIN NOVA VERYSANJAYA
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.169

Abstract

Globalisasi telah membawa kemajuan teknologi yang pesat, mendorong perlunya tingkat keterampilan dan pengetahuan yang tinggi pada setiap individu untuk bersaing. Oleh karena itu, pendidikan menjadi kunci penting dalam pengembangan individu yang cerdas dan terampil. Meskipun demikian, di SDN Swato 1 Kecamatan Salam Babaris, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas IV masih menghadapi kendala, terutama terkait orientasi guru yang terlalu terpusat pada pengajar. Akibatnya, partisipasi siswa rendah dan hasil belajar kurang memuaskan. Untuk mengatasi masalah ini, diterapkan model Project Based Learning (PjBL) dalam tiga siklus, yang menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari siklus ke siklus, dengan ketuntasan mencapai 80% pada siklus III, melebihi target 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model PjBL efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan memastikan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PjBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada materi "Indahnya Saling Menghargai Keberagaman". Hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada upaya memperbaiki metode pembelajaran di sekolah dan memastikan bahwa siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, sesuai dengan tuntutan globalisasi.
PILKADA SERENTAK 2024 DALAM PERSPEKTIF PANCASILA AKHMAD GAFURI
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.170

Abstract

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota yang dipilih secara langsung oleh pemilih yang telah memenuhi syarat di mulai tahun 2005. Penyelenggaraannya tidak dilakukan secara serentak akan tetapi bertahap sesuai dengan habisnya masa jabatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sesuai regulasi dan adanya kebijakan pemerintah mulai Tahun 2024 penyelenggaraan Pilkada dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia umtuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota. Hal ini sejalan dengan mandate Sila ke empat Pancasila dan pasal 1 ayat (1) UUD Negara Republik Indonesia. Tujuan penulisan Artikel ini adalah untuk mengetahui perkembangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dalam perspektif Pancasila.Adapun metode yang digunakan adalah metode literatur review berdasarkan artikel relevan dan buku-buku relevan.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA AHMAD DZAKY; NOORMINAWATI 01
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.171

Abstract

Merdeka Belajar provides students with the opportunity to study freely and comfortably to study calmly, relaxed and happily without stress and pressure, by paying attention to the natural talents they have, without forcing them to study or master a field of knowledge outside their hobbies and abilities. Differentiated learning is a way for teachers to meet the needs of each student because differentiated learning is a teaching and learning process where students can learn subject matter according to their abilities, what they like and their individual needs so that they do not get frustrated and feel like they have failed in their learning experience.This field research uses a qualitative approach. The results of the research show that: 1) The background for holding differentiated learning in the independent learning curriculum is to meet the needs of different students. 2) The implementation of differentiated learning is carried out with aspects of content, process or product and the implementation of differentiated learning by Al-Qur'an Education Teachers is maximized again. 3) There are various learning media for carrying out differentiated learning as well as assessing independent and group assignments in differentiated learning. 4) Al-Quran Education Teachers have various administrations while student learning outcomes meet the KKTP. 5) Facilities and infrastructure supporting factors, the condition of the learning environment is very adequate in implementing differentiated learning. 6) There are various inhibiting factors in implementing differentiated learning at SMKN 1 Amuntai. 7) The perceived impact of implementing differentiated learning at SMKN 1 Amuntai, both from the school, teachers and students, has a positive impact. 8) There are various solutions provided for the differentiated learning problems experienced by AlQur'an education teachers at SMKN 1 Amuntai. 9) Academic supervision has been carried out by the school principal. 10) The output from implementing differentiated learning both in terms of student understanding and student attitudes has led to better change.
LAYANAN KONSELING MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA MUHAMMAD HUSAINI; SYUKERI GAZALI
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.172

Abstract

resolving their issues. Counselors often encounter students facing challenges in learning and motivation due to conflicts. There are many factors that cause conflicts to arise, whether internal (within the individual), interpersonal conflicts, group conflicts, or intergroup conflicts (external). Understanding these factors helps counselors/guidance teachers address and resolve conflicts, channeling them towards positive development. Conflict among students at the junior high school (SMP/MTs) level is a common issue related to their developmental characteristics as early adolescents. This study seeks to address student conflict issues using the Sociodrama method, as it can address social problems, including conflicts among students. This research is a classroom action research, involving close examination of learning activities through a deliberately implemented action, occurring within a classroom setting. Based on the study results, there is an increase in students' understanding of conflict resolution within groups. Initially, students frequently encountered conflict-related problems, but with the use of the Sociodrama method, they gained insights into conflict resolution. Although the first cycle was not fully effective due to certain limitations regarding the teacher, students, media, Sociodrama script, and situational factors, improvements were made in the second cycle based on feedback from evaluations and reflections conducted with collaborators. These adjustments resulted in a significant improvement in students' understanding in the second cycle.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA PESERTA DIDIK DI SMAN 1 SALAM BABARIS KHAIRUNNISA 1
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v15i2.173

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa pada saat ini banyak anak yang memiliki perilaku yang kurang baik, baik di lingkungan rumah maupun dilingkungan sekolah. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman bagaimana mengelola kecerdasan yang dimilikinya terutama kecerdasan spiritual. Dalam hal ini, maka peneliti menanamkan kecerdasan spiritual dengan melakukan kegiatan keagamaan seperti bersikap potif, melakukan ibadah, saling tolong menolong, memelihara kesopanan, bersyukur atas nikmat yang diberikan, dengan memberikan pembiasaan tersebut maka akan tercipta hubungan baik dengan Allah (habluminallah), hubungan manusia dengan manusia (habluminannas) dan hubungan manusia dengan lingkungan (habluminalalam). Rumusan masalahdalam penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana penanaman nilai-nilai keagamaan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual pada peserta didik di SMAN 1 Salam Babaris (2) Factor apa saja yang mempegaruhi penanaman nilai-nilai keagamaan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual pada peserta didik di SMAN 1 Salam Babaris Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dari hasil penelitian ditemukan kesimpulan bahwa penanaman nilai-nilai keagamaan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual pada peserta didik di SMAN 1 Salam Babaris yang meliputi (1) Penanaman nilai keagamaan aspek habluminallah dalam meningkatkan kecerdasan spiritual dilakukan dengan kegiatan positif, (2) Penanaman nilai keagamaan aspek habluminalalam dalam meningkatkan kecerdasan spiritual dilakukan dengan membiasakan untuk saling membantu, melatih anak untuk bersikap syukur, serta memelihara kesopanan dengan keteladanan. (3) Penanaman nilai keagamaan aspek habluminalalam dalam meningkatkan kecerdasan spiritual dilakukan dengan mengajak peserta didik mengenal alam lewat belajar langsung, dan memberikan kesadaran untuk mensyukuri nikmat Allah. Dan Factor yang mempegaruhi penanaman nilai-nilai keagamaan dalam meningkatkan kecerdasan spiritual pada peserta didik di SMAN 1 Salam Babaris yang meliputi (1) Kesadaran, Kemauan Siswa, (2) Rasa Tanggung Jawab Guru Pendidikan Agama Islam, (3) Lingkungan Sekolah Yang Kondusif, (4) Pergaulan Siswa Dalam Sehari-Hari dan (5) Sarana prasarana.
ANALISIS HUKUM DEEPFAKE DALAM PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH: Studi Kasus Mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru Wahyu Nur Akmal; Muhammad Ari Agustian; Kuniati; Dewi Riswanti; Nur Syifa; Yunita Pebriani
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.210

Abstract

Penelitian ini menganalisis persepsi mahasiswa STIT Darul Ulum Kotabaru terhadap penyalahgunaan teknologi DeepFake dalam perspektif Maqasid Syariah, khususnya Hifz al-‘Ird (perlindungan kehormatan) dan Hifz al-Nafs (perlindungan jiwa). Dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif-analitis dan kuesioner skala Likert terhadap 72 responden, studi ini menemukan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang sangat tinggi tentang DeepFake dan dampaknya terhadap kepercayaan publik. Mereka juga sangat menyadari bahwa DeepFake merupakan bentuk qadzaf digital yang merusak kehormatan dan menyebabkan gangguan psikologis serius. Selain itu, mahasiswa sangat mendukung kerangka etika preventif berbasis Islam, termasuk prinsip tabayyun, literasi digital terintegrasi nilai Islam, dan sadd al-dzari’ah. Hasil ini menunjukkan urgensi penguatan regulasi dan edukasi digital berbasis nilai-nilai syariah untuk menghadapi tantangan DeepFake di era digital.
FENOMENA SELF-HEALING TERHADAP KRISIS SPIRITUALITAS GENERASI Z DI STIT DARUL ULUM KOTABARU Muhammad Yamani Ghani; Aisyah; Rizky Aisya Nor Shela; Sapna Agustina; Wahjurni Maliya
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.211

Abstract

The phenomenon of mental health among younger demographics has emerged as a pervasive global concern that has seen significant escalation over the past decade. Empirical data from various international studies indicates that Generation Z experiences higher levels of psychological distress compared to previous generations, driven by their exposure to digital media, societal expectations, and uncertainty about the future. This study examines the phenomenon of self-healing as a response to the spiritual crisis among Generation Z, specifically students at STIT Darul Ulum Kotabaru. Using a qualitative approach, this study analyzes the students' self-healing practices, as well as the relationship and meaning of self-healing within the context of the spiritual crisis. The results indicate that self-healing not only functions as an effort to relieve psychological distress but also as a means of self-reflection and strengthening spirituality through religious activities. These findings strengthen the link between psychological coping and spiritual well-being and provide recommendations for the development of spirituality-based student mentoring programs. This research contributes to a holistic understanding of the self-healing phenomenon in the digital era.
IMPLEMENTASI METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN PADA MAHASISWA NON-PESANTREN DI STIT DARUL ULUM KOTABARU Haiqal Rahman; Muhammad Nafis Asshidqi; Latifah Zakiah; Laila Nur Dzakiroh; Tari Siska Anggelia; Mirna Wati
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.212

Abstract

This research is motivated by the persistent problems of Al-Qur'an reading ability among non-Islamic boarding school students, particularly regarding the fluency of makhraj, understanding of tajwid, and self-confidence. STIT Darul Ulum Kotabaru, as the first Islamic college in Kotabaru, faces challenges in improving the Al-Qur'an reading competence of students with general education backgrounds. The Tilawati method offers a solution with its distinctive characteristics of using Rost tones and a classical-individual approach. The formulation of the problem includes: (1) the Al-Qur'an reading ability of non-Islamic boarding school students before and after the implementation of the Tilawati method; (2) the implementation of the Tilawati method in improving makhraj fluency and tajwid understanding; (3) the supporting and inhibiting factors in its implementation. The research aims to describe these three aspects holistically. This research uses a qualitative approach with a case study type. The research location is at STIT Darul Ulum Kotabaru, involving 6th-semester students. Research subjects were determined using purposive sampling, including the lecturer in charge of the Tilawati Al-Qur'an course and 36 non-Islamic boarding school students. Data collection techniques used participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The main instrument was the researcher themselves, supported by semi-structured interview guides, observation sheets, and document checklists. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model (data condensation, data display, conclusion drawing). Data validity was ensured through credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results showed that before the implementation of the Tilawati method, non-Islamic boarding school students experienced difficulties in makharijul huruf, tajwid rules, reading fluency, and learning motivation. After participating in the learning, there was a significant improvement of up to 70% in fluency, tajwid accuracy, and makhraj clarity. The use of Rost tones proved effective as a quality control tool for classical reading while helping to internalize tajwid rules naturally. The learning stages of classical, read-listen, and individual ensured each student received personal correction. Supporting factors include lecturer patience, student internal motivation, and a supportive classroom atmosphere. Inhibiting factors include difficulty following tones, differences in initial abilities, time constraints, and feelings of insecurity. In conclusion, the Tilawati method is highly effective in improving the Al-Qur'an reading ability of non-Islamic boarding school students at STIT Darul Ulum Kotabaru.
PENGARUH PENDEKATAN PEDAGOGI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 2 KOTABARU Catur Darma Anita; Hayrun Anisa; Riona Reva Nisa; Siti Rahmatia; Salahuddin
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.213

Abstract

This research is motivated by the fact that the learning process of Islamic Religious Education (PAI) still tends to use conventional methods such as lectures and memorization, causing students to be less active and less able to understand the meaning of the material being taught. The pedagogical approach is an important factor that can influence learning success because it includes the teacher's ability to understand student characteristics, choose appropriate methods, and create a conducive learning atmosphere. The formulation of the research problems includes how teachers implement the pedagogical approach, how much influence it has on student understanding, and what factors support and hinder its implementation. The objectives of the study are to describe the implementation of the pedagogical approach, analyze the magnitude of its influence on student understanding, and identify supporting and inhibiting factors. This study employs a quantitative approach with a correlational and regression design. The research population consists of all students of SMP Negeri 2 Kotabaru, with a sample of 13 respondents selected using proportional random sampling technique. The research instruments include a questionnaire to measure students' perceptions of the teacher's pedagogical approach and a PAI comprehension test to measure students' level of understanding. Data collection techniques were carried out through observation, questionnaires, and documentation. Data analysis used descriptive and inferential statistics, including validity tests, reliability tests, normality tests, linearity tests, and simple linear regression analysis. The results show that the implementation of the pedagogical approach by PAI teachers is in the high category (76.9%–83.1%), with the highest indicator being the teacher's ability to relate PAI material to daily life (81.5%). There is a positive and significant influence of the pedagogical approach on student understanding with an R² value of 0.684, meaning that 68.4% of the variation in student understanding is explained by the pedagogical approach. The regression equation Y = 12.45 + 0.73X indicates that each one-point increase in the pedagogical approach will increase student understanding by 0.73 points. Supporting factors include teacher competence, student motivation, facilities and infrastructure, and school support, while inhibiting factors include time constraints, disparities in student abilities, low student participation, and lack of learning media. In conclusion, a varied and student-centered pedagogical approach is proven effective in improving PAI understanding at SMP Negeri 2 Kotabaru

Page 11 of 13 | Total Record : 121


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026 Vol 17 No 2 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juli-Desembe Vol 15 No 1 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2024 Vol 15 No 2 (2024): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 14 No 1 (2023): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2023 Vol 14 No 2 (2023): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 13 No 1 (2022): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2022 Vol 13 No 2 (2022): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 12 No 1 (2021): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2021 Vol 12 No 2 (2021): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 11 No 1 (2020): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2020 Vol 11 No 2 (2020): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 202 Vol 10 No 1 (2019): Darul Ulum, Volume 10 Nomor 1, 2019 Vol 10 No 2 (2019): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Desember 201 Vol 9 No 2 (2018): Darul Ulum, Volume 9 Nomor 2, 2018 Vol 9 No 1 (2018): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2018 More Issue