cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
Manajemen Pelatihan Sulam Pita Dalam Mewujudkan Kemandirian Klien Di Balai Pelayanan Sosial PMKS Jalanan Sidoarjo Elsa Novelia Putri Larasati
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pelatihan adalah suatu proses kerja yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dengan mengubah perilaku peserta didik dalam satu arah untuk meningkatkan kemampuan keterampilan dan sikap yang melibatkan sumberdaya manusia maupun sumber lain untuk mencapai tujuan organisasi Manajemen pelatihan sulam pita dalam penelitian ini menggunakan empat fungsi manajemen yaitu, perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), pengawasan (controlling). Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis manajemen pelatihan sulam pita dalam mewujudkan kemandirian klien di Balai Pelayanan Sosial PMKS Jalanan Sidoarjo. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pelatihan sulam pita di Balai Pelayanan Sosial PMKS Jalanan Sidoarjo sudah cukup baik, dan dapat mewujudkan kemandirian klien. Dibuktikan dengan adanya klien psikotik yang awalnya tidak bisa menyulam sampai saat ini sudah bisa menyulam, juga ada sebagian klien yang sudah keluar dari asrama bekerja sebagai penjahit dengan menghasilkan taplak meja, tas jinjing, dompet dan lain-lain. Disarankan adanya hasil positif dari pelatihan sulam pita, lebih ditingkatkan lagi manjemen pelatihan sulam pita agar dapat mewujudkan sikap mandiri pada klien psikotik Kata kunci : manajemen pelatihan, kemandirian Management training is a work process that aims to improve the knowledge and skills of learners by changing the behavior of learners in one direction to improve the skills and attitudes that involve human resources and other resources to achieve organizational goals Management training ribbon in this study using the four functions, namely management, planning (planning), organizing (organizing), mobilization (actuating), monitoring (controlling). The purpose of this study was to analyze the ribbon embroidery training management in realizing the independence of clients in the Social Services Center Street PMKSs Sidoarjo. The approach in this study using qualitative research. Data was collected using interview techniques, observation, and documentation. The results showed that the management training of ribbon at the Center of Social Services PMKSs Street Sidoarjo has been quite good, and can realize the independence of the client. Evidenced by the psychotic client who initially could not sew until now have been able to embroider, there are also some clients who are already out of the hostel worked as a seamstress to produce tablecloths, tote bags, wallets and others. Suggested the existence of a positive outcome of ribbon embroidery training, further enhanced manjemen ribbon embroidery training in order to realize self-sufficiency in psychotic clients. Keywords: management training, independence
PEMBERDAYAAN WARGA BINAAN RUTAN MELALUI PELATIHAN BAKERY DI RUTAN KLAS I MEDAENG SURABAYA AKHYARUDIN ASADULLAH
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PEMBERDAYAAN WARGA BINAAN RUTAN MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN BAKERY DI RUTAN KLAS I SURABAYA Pelatihan keterampilan Bakery sebagai upaya untuk memberdayakan warga binaan dengan memanfaatkan waktu luang yang dimiliki oleh warga binaan agar mereka bisa berkegiatan positif. Tujuan penelitian ini adalah, 1). Mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan warga binaan rutan melalui pelatihan keterampilan Bakery 2). Mendeskripsikan faktor pendukung pemberdayaan warga binaan rutan melalui pelatihan keterampilan Bakery Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, verifikasi data. Sedangkan dalam kriteria keabsahan data peneliti menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Bimbingan pelatihan keterampilan bakery dapat memberdayakan para warga binaan dibuktikan dengan tercapainya indikator pemberdayaan yang meliputi : a) menambah ilmu pengetahuan, b) meningkatkan karakter warga binaan, c) menjadikan waktu luang warga binaan dapat menghasilkan penghasilan dari pembuatan bakery. 2). faktor-faktor pendukung berhasilnya pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan bakery, yaitu adanya kerjasama yang baik dari pemerintah, rutan dan cv. ama sehingga warga binaan dapat diberdayakan serta sarana dan prasarana yang lengkap dan dalam kondisi baik yang sangat mendukung warga binaan ketika bekerja. Upaya pemberdayaan warga binaan perlu dilakukan pendampingan secara optimal agar mengalami peningkatan proses pemberdayaan warga binaan. Kata Kunci : Pelatihan bakery, Pemberdayaan warga binaan ABSTRACT THE EMPOWERMENT OF PRISONERS THROUGH BAKERY TRAINING AT RUTAN KLAS I MEDAENG SURABAYA The bakery training program is a program that is intended as an attempt to empower inmates to spend their spare time so they can do a positive activism. The purpose of this study was to determine, 1). Describe and analyze the empowerment of prison inmates through vocational bakery training 2). Describe supporting factors of prison inmates empowerment through vocational bakery training. This study used a qualitative descriptive approach and data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis technique used is data reduction, data display, data verification. While the researchers used data validity criteria of credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of this study showing that 1). Guidance bakery skills training may empower the inmates evidenced by the achievement indicators of empowerment which include: a) increase knowledge, b) improve the character of inmates, c) make the free time of inmates can generate income from making bakery.2). Supporting factors of the empowerment of inmates through training bakery, which is a good cooperation from the government, prison and cv. ama so that prisoners can be empowered and facilities are complete and in a good condition which supports inmates while working.Efforts to empower inmates optimally assistance is necessary in order to increase the process of empowerment of inmates. Keywords: Empowerment, Bakery Training
ANALISIS SIKAP ENTERPRENEUR WARGA BELAJAR UKM BUNDADALAM MENGOLAH KERANG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGADIKECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA Novianto Rifan Prasetyo
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS SIKAP ENTERPRENEUR WARGA BELAJAR “UKM BUNDA” DALAM MENGOLAH KERANG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATANKELUARGA DI KECAMATAN BULAK KOTA SURABAYA Masalah kemiskinan saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan. Sebagian orang beranggapan bahwa karakter masyarakat Indonesia cenderung konsumtif. Agar masyarakat menjadi produktif, diperlukan usaha-usaha. Usaha-usaha tersebut salah satunya dengan menumbuhkan sikap enterpreneur bagi masyarakat. Analisis sikap enterpreneur warga belajar UKM Bunda dalam mengolah kerang dalam penelitian ini bagaimana warga belajar memahami potensi sumber daya alam yang ada di wilayah Bulak dan dibantu oleh UKM Bunda untuk membuka peluang berwirausaha dengan cara mengolah kerang yang akan dijadikan berbagai macam olahan, agar warga belajar tidak menggantungkan hidupnya kepada pekerjaan suami. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tentang proses pelaksanaan sikap enterpreneur warga belajar UKM Bunda dalam mengolah kerang untuk meningkatkan pendapatan keluarga di Kecamatan Bulak Kota Surabaya, (2) Untuk mengetahui tentang faktor pendukung dan penghambat sikap enterpreneur warga belajar UKM Bunda dalam mengolah kerang untuk meningkatkan pendapatan keluarga di Kecamatan Bulak Kota Surabaya. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik observasi menggunakan teknik observasi non partisipan, teknik dokumentasi berupa sarana prasarana dan hasil produk olahan kerang, dan teknik wawancara menggunakan interview terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan pola pikiran warga belajar UKM Bunda untuk berwirausaha dan telah terjadi peningkatan pendapatan dalam keluarga warga belajar setelah mengikuti memproduksi olahan kerang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa warga belajar memahami potensi sumber daya alam yang ada di wilayah Bulak dan dibantu oleh UKM Bunda untuk membuka peluang berwirausaha dengan cara mengolah kerang yang akan dijadikan berbagai macam olahan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kata kunci : sikap entrepreneur, peningkatan pendapatan ABSTRACT THE ANALYSIS OF ENTREPRENEUR ATTITUDE OF LEARNING CITIZEN BY UKM BUNDA IN CULTIVATING SHELLFISHES TO ENHANCE THE FAMILY’S INCOME IN BULAK DISTRICT SURABAYA CITY The poverty problem continuously became ongoing problem. A part of people thought that the characteristic of Indonesia society inclined consumptive. To make the society productive, it required some efforts. One of the efforts was by growing the entrepreneur attitude for society. The analysis of entrepreneur attitude of learning citizen BY UKM Bunda in cultivating shellfishes in this research was how the learning citizen understood natural resource potential in Bulak region and it was helped by UKM Bunda to open the entrepreneur opportunity by cultivating shellfishes which would be made into various things in order that the learning citizen did not depend their life on the husband’s job. This research purposes were (1) to know about the implementation process of entrepreneur attitude of learning citizen by UKM Bunda in cultivating shellfishes to enhance the family’s income in Bulak district Surabaya city, (2) to know about the support and barrier factors of entrepreneur attitude of learning citizen by UKM Bunda in cultivating shellfishes to enhance the family’s income in Bulak district Surabaya city. This research method was descriptive qualitative. The data collected was using observation technique, documentation, and interview. Observation technique using non-participant, technical documentation the means of infrastructure and the result processed shells products, and interview techniques using a structured interview. The research result indicated that there had been thought pattern change of learning citizen by UKM Bunda to have entrepreneur and income enhancement in the family of learning citizen after engaging shellfish production. In this way, it could be concluding that learning citizen understood the potential of natural resource in Bulak region and it was helped by UKM Bunda to open the entrepreneur opportunity by cultivating shellfishes which would be made into various things to enhance the family’s income. Keywords: Entrepreneur attitude, income enhancement
PENERAPAN PENDEKATAN ANDRAGOGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PAKET C DI PKBM AL-HIKMAH SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO TAUFIQUL HUDA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN PENDEKATAN ANDRAGOGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PAKET C DI PKBM AL-HIKMAH SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO Paket C merupakan salah satu jenis pendidikan luar sekolah yang dilaksanakan oleh PKBM setara SMA. Dalam pembelajaran paket C perlu adanya pendekatan yang sesuai. Pendekatan yang sesuai dalam program paket C adalah pendekatan andragogi. Pendekatan andragogi merupakan pendekatan yang menggunakan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa. Prinsip-prinsip tersebut digunakan karena mayoritas peserta didik merupakan orang dewasa yang memiliki cara belajar berbeda sehingga perlu diterapkan pendekatan andragogi agar peserta didik dapat termotivasi dalam belajar.Dalam hal ini dapat dirumuskan bahwa: 1 bagaimana penerapan pendekatan andragogi. 2 bagaimana interaksi tutor dengan peserta didik paket C. 3 Bagaimana motivasi belajar peserta didik paket C dalam pembelajaran melalui pendekatan andragogi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut : observasi, wawancara, angket atau kuesioner, dan dokumentasi. Data analisis menggunakan Tedensi Sentral dan Distribusi Frekuensi. Hasil dari penelitian ini adalah telah diterapkannya pendekatan andragogi di PKBM Al-Hikmah sehingga peserta didik sangat bersemangat dalam proses pembelajaran yang telah berjalan. Dengan semangat peserta didik yang tinggi, proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien sehingga terjadi interaksi antara tutor dengan peserta didik yang saling memberikan informasi. Sedangkan motivasi belajar peserta didik paket C dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yaitu 23,33 persen dengan 7 peserta didik yang dikategorikan sangat baik, 30 persen dengan 9 peserta didik yang dikategorikan baik, 26,67 persen dengan 8 peserta didik dikategorikan cukup baik, dan yang terakhir 20 persen dengan 6 peserta didik dikategorikan kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian diatas sangat pentingnya penerapan pendekatan andragogi agar dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik paket C. Kata Kunci : Penerapan Pendekatan Andragogi, Motivasi ABSTRACT THE APPLICATION OF ANDRAGOGIC APPROACH IN ENHANCING LEARNING MOTIVATION OF PACKAGE C LEARNERS IN PKBM AL-HIKMAH SUKODONO SIDOARJO REGENCY Package C was one of non-school education kinds implemented by PKBM equal to SMA. In learning, package C required suitable approach. The suitable approach in package C program was andragogic approach. Andragogic approach was one using learning principles of adult people. These principles were used because the learners mostly were the adult who had different learning way so that it needed to be applied andragogic approach in order that the learners could be motivated in studying. This could be formulated as the following : 1 how to approach implementation Andragogy. 2 how the interaction tutors with learners package C. 3 How is the motivation of learners in the learning package C through approach Andragogy. This research used descriptive quantitative method with the data collection technique as the following: observation, interview, questionnaire, and documentation. The analysis data used central tendency and frequency distribution. The results of this study are already applying andragogy approach in PKBM Al - Hikmah so very eager learners in the learning process has been running . With the high spirit of learners , the learning process runs effectively and efficiently so that the interaction between tutors with learners sharing information . While the motivation of learners package C can be evidenced by the results of the research that is 23.33 percent with 7 learners were categorized as very good , 30 percent with 9 learners categorized as either , 26.67 percent with 8 learners categorized quite good , and the Last 20 percent with 6 learners categorized as poor . Based on the above results are very important application of andragogy approach in order to increase the motivation of learners package C Keywords: Application of andragogic approach, motivation
PELAKSANAAN SISTEM PONDOK DAN PELATIHAN SENI KALIGRAFI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) BAGI SANTRI DI PONDOK PESANTREN ATTANWIR TALUN SUMBERREJO BOJONEGORO MUHAMMAD ADIB IHSAN
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT COTTAGE SYSTEM IMPLEMENTATION AND TRAINING IN THE ART OF CALLIGRAPHY IMPROVE LIFE SKILLS FOR STUDENTS IN BOARDING ATTANWIR TALUN SUMBERREJO BOJONEGORO Boarding school is a traditional school dormitory, where his students all lived together and studied under the guidance of a teacher who is better known as Kyai. Boarding school is also developing a system in various fields among which the field of personality development, social development, academic development and skills development. Besides boarding schools alsoprovide teaching and training courses for its students one of which is training the art of calligraphy.This activity has affected students in activities, not only meet the needs of aesthetic alone, but also can provide improved creativity for students, in addition, it also can make an income of matter entrepreneurs from the calligraphic works they have made ??in various shapes beautiful so in the interest of the public in connection with a high resalevalue. The approach used in this study is a quantitative approach to the design of correlational research.The technique of collecting data through questionnaires, observation, and documentation.Sampling was guided by Suharsimi Arikunto which states that: If the subject is less than 100, better taken all that research is the study population.But if the subject is a large number more than 100, it can be 10 percent to 15 percent or 20 percent to 25 percent or more.Based on these considerations, then take a sample of 30 students out of a population of 80 students who are training the art of calligraphy.To increase confidence in the results, the results of research through the validity and reliability of the instrument.In addition, the validity of the test is also carried out usingproduct momentcorrelation and reliability testing using the formulacroanbach's alpha. Research data indicate that there is a correlation or is a positive relationship between the implementation system of the cottage and calligraphy art training with life skills of students in boarding Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro.This is shown by the price of r count is greater than r table 0.678 up 0.361.The relationship between the two variables included in the strong category, because it is in the interval coefficient from 0.60 to 0.799.Significance test results also show that the price of t is greater than t table 4.879 up 2.048 so it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the implementation system of the cottage and calligraphy art training with life skills level students. Keywords :Execution Systems Training cottage and Calligraphy Art, Life Skills. ABSTRAK PELAKSANAAN SISTEM PONDOK DAN PELATIHAN SENI KALIGRAFI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) BAGI SANTRI DI PONDOK PESANTREN ATTANWIR TALUN SUMBERREJO BOJONEGORO Pondok pesantren merupakan sebuah asrama pendidikan tradisional, dimana para santrinya semua tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan Kyai. Pondok pesantren juga mengembangkan sistem dalam berbagai bidang diantaranya yaitu bidang pengembangan kepribadian, pengembangan sosial, pengembangan akademik dan pengembangan keterampilan. Selain itu pondok pesantren juga memberikan pembelajaran dan pelatihan kursus bagi santrinya salah satunya yaitu pelatihan seni kaligrafi. Kegiatan ini telah banyak mempengaruhi santri dalam beraktifitas, tidak hanya memenuhi kebutuhan estetis semata, namun juga dapat memberikan peningkatan kreatifitas bagi santri, di samping itu juga dapat menjadikan sebuah penghasilan materi wirausaha dari hasil karya kaligrafi yang mereka buat dalam berbagai macam bentuk yang indah sehingga di minati masyarakat sehubungan dengan nilai jualnya yang tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Pengambilan sampel berpedoman pada Suharsimi Arikunto yang menyatakan bahwa: Apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya adalah penelitian populasi. Tetapi jika jumlah subjeknya besar atau lebih dari 100, dapat diambil 10 persen sampai 15 persen atau 20 persen sampai 25 persen atau lebih. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka diambil sampel sebanyak 30 santri dari jumlah populasi yaitu 80 santri yang sedang mengikuti pelatihan seni kaligrafi. Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian maka hasil penelitian melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen. Selain itu, uji validitas juga dilakukan menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus croanbachs alpha. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi atau hubungan yang positif antara pelaksanaan sistem pondok dan pelatihan seni kaligrafi dengan kecakapan hidup santri di pondok pesantren Attanwir Talun Sumberrejo Bojonegoro. Hal ini ditunjukkan dengan harga r hitung lebih besar dari r tabel 0,678 lebih besar 0,361. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori kuat, karena berada pada interval koefisien 0,60 sampai 0,799. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa harga t hitung lebih besar dari t tabel 4,879 lebih besar 2,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pelaksanaan sistem pondok dan pelatihan seni kaligrafi dengan tingkat kecakapan hidup santri. Kata kunci :Pelaksanaan Sistem Pondok dan Pelatihan Seni Kaligrafi, Kecakapan Hidup.
PERAN TUTOR DALAM MEMOTIVASI BELAJAR KLIEN REGULER DI UPT REHABILITASI SOSIAL ANAK NAKAL SURABAYA DIO FERDAN PRATAMA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN TUTOR DALAM MEMOTIVASI BELAJAR KLIEN REGULER DI UPT REHABILITASI SOSIAL ANAK NAKAL SURABAYA Peran tutor dalam memotivasi belajar klien reguler di UPT Rehabilitasi Sosial Anak Nakal Surabaya meliputi peran pengajar untuk membangkitkan hasrat dan keinginan untuk berhasil pada klien reguler atau peserta didik, peran pembimbing untuk mendorong dan menyadarkan akan kebutuhan belajar, dan peran evaluator untuk membangkitkan peserta didik agar memperoleh penghargaan dalam belajar. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan peran-peran yang dilakukan tutor dalam memotivasi belajar klien reguler serta faktor pendukung dan penghambat peran tutor dalam memotivasi belajar klien reguler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah tutor, peserta didik, dan kepala UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis menggunakan koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, serta di uji dengan standar utama untuk menjamin kepercayaan dan kebenaran hasil penelitian diantaranya: kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transferabilitas. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tutor sangat berperan aktif dalam memotivasi belajar klien reguler melalui peran-peran antara lain adalah peran tutor sebagai pengajar untuk membangkitkan hasrat dan keinginan untuk berhasil pada peserta didik melalui kegiatan pengajaran yaitu morning meeting, peran pembimbing untuk mendorong dan menyadarkan akan kebutuhan belajar melalui arahan dan komunikasi dalam pemecahan masalah, dan peran evaluator untuk membangkitkan peserta didik agar memperoleh penghargaan dalam belajar melalui skor atau penilaian. Faktor-faktor pendukung peran tutor yaitu suasana belajar yang baik dan terjalinnya hubungan baik antara UPT Rehabilitasi Sosial Anak Nakal Surabaya dengan orang tua peserta didik. Faktor-faktor penghambat peran tutor yaitu sarana dan prasarana yang belum lengkap. Kata kunci:Peran Tutor Motivasi Belajar THE TUTOR’S ROLE IN MOTIVATING THE REGULAR CLIENT TO STUDY IN UPT SOCIAL REHABILITATION OF NAUGHTY CHILDREN SURABAYA The tutor’s role in motivating the regular client to study in UPT Social Rehabilitation of Naughty Children Surabaya involved the educator’s role to raise interest and willing to be success to the regular client or learner, the counselor’s role to motivate and make aware for the learning needs, and the evaluator’s role to raise the learner to get appreciation in learning. This research had purpose to describe and depict the roles done by the tutor in motivating the regular client to study and the support and obstruction factors of the tutor’s role in motivating the regular client to study. The method used in this research was descriptive qualitative approach. The subject was tutor, learner, and the head of UPT Social Rehabilitation of ANKN Surabaya. The data collection method used was interview, observation, and documentation. The data was then analyzed using data collection, data reduction, data presenting, and data verification, and was tested by the main standard to insure the reliability and validity of the research result such as: credibility, dependability, confirmable, and transferability. The result of this research was that the tutor had very active role in motivating the regular client to study through the roles such as the tutor’s role as educator to raise interest and willing to be success to the learners through teaching activity i.e. morning meeting, the counselor’s role to motivate and make aware for the learning needs through guidance and communication in problem solving, and the evaluator’s role to raise the learners to get appreciation in learning through score or assessment. The support factors of the tutor’s role were good learning atmosphere and good relationship between UPT Social Rehabilitation of Naughty Children Surabaya and the learners’ parents. The obstruction factors of the tutor’s role were the incomplete facility and infrastructure. Keywords: Tutor’s role,learning motivation
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN HOME INDUSTRY KERUPUK IKAN DI DESA SROWO KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK ASMAUL FAUZIYAH
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Secara konseptual pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan home industry kerupuk ikan mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan perekonomian masyarakat Srowo. Home industry kerupuk ikan saat ini menjadi mata pencarian utama sebagaian besar masyarakat Srowo. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan bagaimana gambaran home industry sebelum adanya pemberdayaan masyarakat, bagaimana gambaran home industry sesudah adanya pemberdayaan masyarakat, faktor pendukung dan faktor penghambar pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan home industry kerupuk ikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan tehnik koleksi data, reduksi data, dan display data. Tehnik-tehnik tersebut digunakan untuk mencari data dalam penelitian pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan home industry kerupuk ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan home industry kerupuk ikan sudah berjalan cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi perekonomian masyarakat Srowo yang mengalami peningkatan. Masyarakat yang awalnya memperoleh bahan baku dari masyarakat lokal dan memproduksi kerupuk ikan dalam skala kecil dengan menggunakan alat-alat tradisional, selain itu jumlah konsumen juga masih sedikit. Saat ini masyarakat mampu memproduksi kerupuk ikan dalam jumlah yang besar dengan menggunakan peralatan yang lebih modern. Dalam pengadaan bahan baku, masyarakat mendapatkannya dari luar wilayah Srowo karena masyarakat lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan baku, selain itu jumlah peminat kerupuk dari Desa Srowo juga meningkat dan mencapai daerah luar pulau. Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, dan harga yang terjangkau. Adapun faktor penghambatnya adalah cuaca yang tidak menentu, kualiitas tepung yang berubah-ubah dan kualitas ikan yang tidak menentu. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Home Industry, Kerupuk Ikan ABSTRACT Conceptually, the cultivation of society is an effort to improve the level and the status of the society from the poor condition to escape from the poorness and backwardness. The cultivation of society through the home industry has an important role in improving the economy of Srowo people. The home industry of fish chip nowadays becomes the prominent livelihood of a half of Srowo people. This research has the purpose to explain description of home industry before the cultivation of the society comes, the description of home isndustry after the cultivation of society comes, and the supporting and obstacling factor of the cultivation of socisty through the home industry of fish chip. This research uses the qualitative approach. The collecting data uses the observing participant technique, deep interview and documentation. The data is analysed using collecting data technique, reducing data, and displaying data. Those techniques are used to find out data in the cultivation of society through home industry of fish chip. The result of the research shows that the cultivation of society through home industry of fish chip runs well enough. It can be seen from the economic condition of Srowo people that are improving. Firstly, the society gains the basic materials from the local people and produce fish chip in a small scale by using traditional tools with small consumer. But now, they can produce fish chip in a big number by using more modern tools. In supplying basic materials, the people gets them from Srowo area because local people cannot fullfil the need of basic materials. In addition, the number of fish chips’ lover rises and reaches out of the island. The supproting factor of the activity is human resource, natural resource, and reached price. And the obstacling factor is erratic weather, the quality of flour and the erratic quality of fish. Key Words: the cultivating of Society, home industry, fish chip
HUBUNGAN PENGUASAAN KETERAMPILAN PELATIHAN DENGAN SIKAP WIRAUSAHA Istatin Nadiroh
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak penguasaan keterampilan adalah suatu pelatihan yang diberikan oleh suatu lembaga kursus dan pelatihan sehingga peserta didik mampu dan dapat memahami materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran dan peserta didik mencermati dan menikmati apa yang tengah dilakukan dengan hal ini maka mereka diharapkan dapat menguasai keterampilan desain grafis dan sablon yang telah diperoleh. Sikap wirausaha adalah sikap perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan produk baru dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang besar sebagai upaya penyelenggaraan kursus untuk menumbuhkan sikap kewirausahaan. Sikap wirausaha ini terjadi karena adanya respon atau tindakan yang dilakukan oleh warga belajar yang ingin menunjukkan kemampuan mereka dalam memutuskan suatu persoalan yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara penguasaan keterampilan desain grafis dan sablon dengan sikap wirausaha di LKP Permata Bangsa Jombang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus kendall tau untuk menganalisis hasil angket dan presentase untuk menganalisis hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (0,750 ≥ 0,390)yang artinya terdapat korelasi yang positif antara penguasaan keterampilan dengan sikap wirausaha. hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori kuat karena berada pada interval koefisiensi 0,601 - 0,800. Hasil uji signifikasi menunjukkan bahwa harga z hitung lebih besar dari z tabel ( 3,048 ≥ 1,96) hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penguasaan keterampilan dengan sikap wirausaha, semakin baik warga belajar menguasai keterampilan maka semakin meningkat pula sikap wirausaha yang dimilikinya. Kata kunci : Penguasaan Keterampilan, Sikap Wirausaha Abstract acquisition of skills is a training provided by an institution of courses and training so that learners are able to and can understand the material that has been given in the learning process and learners observe and enjoy what was done with this, they are expected to master the skills of graphic design and screen printing which has been obtained.Entrepreneurial attitude is the attitude and behavior of a person''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''s ability in handling efforts and activities directed to seek to create new products in order to provide better service and great profit organization of courses in an effort to foster an entrepreneurial attitude.Entrepreneurial attitude is due to the response or action taken by the learners who want to demonstrate their ability to decide a problem faced.The purpose of this study was to determine the correlation between mastery of graphic design and printing skills with entrepreneurial attitude in PPR Permata Bangsa Jombang. This study uses a quantitative research with the type of correlational research.The number of respondents in this study is 20 people.Data collection techniques used were questionnaires, observation, and documentation.Data analysis technique using Kendall tau formula to analyze the results of the questionnaire and the percentage to analyze the results of observation. The results showed that r count is greater than r table (0.750 ≥ 0.390), which means that there is a positive correlation between mastery of skills with entrepreneurial attitude.the relationship between the two variables included in the strong category because they are at the interval coefficient from 0.601 to 0.800.Significance test results showed that the price of z count is greater than z table (3.048 ≥ 1.96) this indicates a significant relationship between the acquisition of skills with entrepreneurial attitude, the better learners master the skills of the increasingSimilarly entrepreneurial attitude has. Keywords: Mastery Skills, Entrepreneurial Attitude
PELATIHAN BATIK MANGROVE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA MASYARAKAT DI PUSAT PELATIHAN MANDIRI KELAUTAN DAN PERIKANAN (P2MKP) GRIYA KARYA TIARA KUSUMA SURABAYA DAISY FERINDA PORAYAU
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PELATIHAN BATIK MANGROVE DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA MASYARAKAT DI PUSAT PELATIHAN MANDIRI KELAUTAN DAN PERIKANAN (P2MKP) GRIYA KARYA TIARA KUSUMA SURABAYA Pendidikan Luar Sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan harus dapat berorientasi pada masa depan, salah satunya dengan menyelenggarakan program pelatihan. Melalui pelatihan akan menghasilkan tindakan yang dapat diulang-ulang dan dapat mengakibatkan motivasi diri dan perbaikan lebih lanjut terhadap masyarakat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan pelatihan batik mangrove, dan motivasi berwirausaha masyarakat setelah mengikuti pelatihan batik serta faktor pendukung dan faktor penghambat dalam menjalankan usahanya. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola dan anggota P2MKP Griya Karya Tiara Kusuma,serta masyarakat yang telah menjalankan usaha batik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dalam uji keabsahan data, peneliti menggunakan kredibilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil dari penelitian ini adalah pelatihan batik mangrove dilaksanakan dengan baik, terbukti setelah mengikuti pelatihan masyarakat memiliki motivasi berwirausaha seperti percaya diri, beorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko, keorisinilan dan beorientasi pada masa depan. Faktor pendukung wirausaha batik adalah kemampuan membatik dengan desain motif dan warna yang berbeda pada setiap kain, sedangkan faktor penghambat adalah naiknya harga bahan dalam membatik seperti kain dan lilin serta pengaruh cuaca. Disarankan dalam pelatihan perlu melibatkan peserta dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar sehingga keinginan yang dirasakan tentang pengetahuan, keterampilan dan nilai apa yang ingin dimiliki peserta dapat terwujud. Masyarakat dalam menjalankan usahanya perlu mendapat dukungan agar memiliki kualitas dan mutu batik yang terjamin. Kata kunci : pelatihan, motivasi berwirausaha ABSTRACT BATIK MANGROVE TRAINING IN DEVELOPING ENTREPRENEURSHIP MOTIVATION OF LOCAL SOCIETY IN P2MKP GRIYA KARYA TIARA KUSUMA SURABAYA Management of Non Formal Education should be oriented to reach the future goals. Therefore, the training programs, one of non-formal education forms, must be provided to achieve these goals. The training programs will result the actions that can be repeated by targeted community and can develop the self-motivation and further improvements in community. This research is aimed to describe the Batik Mangrove Training and its influences in developing the entrepreneurship motivation of community after they are involved in the training program. This research is also aimed to reveal the supporting and inhibiting factors faced by community when they are starting their local business. The approach used in this research is a descriptive-qualitative approach. The subjects of research were the managers and members of P2MKP Tiara Griya Kusuma as well as the people who are working in batik business.The data are collected by using observation, structured interviews and documentation and are analyzed by using data reduction, data displaying and conclusion.To validate the collected data, the researchers used the credibility, dependability and confirm-ability techniques. The results of this research showed that the batik mangrove training succeed to improve entrepreneurship motivation of participants have also learned that the entrepreneurship process will make them having a confidence, an courage to take a risk, an originality, and an ability to reach the future goals. The supporting factor of batik business is the good ability to design the cloth materials by different motifs and colors.Meanwhile, the inhibiting factor of batik business is the rising price of batik materials, such as cloth materials and wax or candle, as well as weather condition that its changes cannot be predicted. The result of research suggests that the participants must be involved to identify their learning needs so that the desire, the knowledge, the skills and the values that are wanted by participants can be realized.Moreover, this research also recommends that the local people who run the batik business must be supported by others so that they can improve their quality of batik. Keywords: training, entrepreneurship motivation
PENGARUH PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA TERHADAP SIKAP KEMANDIRIAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPT PELAYANAN SOSIAL REMAJA TERLANTAR JOMBANG Anies Chalimatul Fauziah
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA TERHADAP SIKAP KEMANDIRIAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPT PELAYANAN SOSIAL REMAJA TERLANTAR JOMBANG Pelaksanaan program pelatihan keterampilan kerja di UPT Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Jombang merupakan upaya yang diberikan kepada remaja putus sekolah dalam meningkatkan sikap kemandirian agar klien mendapatkan bekal keterampilan ketika memasuki dunia kerja dan mampu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri tanpa meminta bantuan pada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja 2) mencari pengaruh program pelatihan keterampilan kerja terhadap sikap kemandirian remaja putus sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode expo-facto, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan pelatihan keterampilan kerja di Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Jombang tergolong kurang efektif dengan prosentase 47,5% dan sikap kemandirian yang dimiliki para peserta didik tergolong cukup mandiri dengan prosentase 38,8%. Dengan koefisien determinasi sebesar 0,1% yang artinya pelatihan keterampilan kerja mempengaruhi tingkat sikap kemandirian sebesar 0,1%. Sedangkan 99,9% merupakan faktor yang mempengaruhi variabel Y dari faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil yang diperoleh adalah variabel (X) Pelatihan Keterampilan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel (Y) Sikap Kemandirian remaja terlantar putus sekolah di PSRT Jombang. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil analisis kolerasi product moment sebesar 0,038 dibandingkan dengan r table dengan tingkat signifikan 5% N=103 sebesar 0,1937. Dari hasil analisis uji t diketetahui bahwa hasil perhitungan uji t sebesar 0,382, sedangkan pada t tabel adalah 1,983 pada taraf signifikansi 5% dan didukung dengan hasil perhitungan ANOVA menunjukkan hasil perhitungan F sebesar 0,146 dan probabilitas (Sig.) 0,703 yang merupakan lebih besar dibandingkan dengan taraf signifikansi 0,05, atau Sig 0,703 > 0,05 yang berarti bahwa Ho diterima. Kata kunci: pelatihan keterampilan, sikap kemandirian ABSTRACT THE IMPACT OF JOB SKILLS TRAINING ON THE INDEPENDENCE ATTITUDE OF YOUTH DROP SCHOOL IN UPT PELAYANAN SOSIAL REMAJA TERLANTAR JOMBANG Job skills training programs in UPT Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Jombang an effort given to dropout in improving self-reliant attitude that clients get the provision of skills when entering the world of work and able to meet the needs of themselves without asking for help to other people. The purpose of this study was to 1) investigate the implementation of job skills training 2) seek to influence job skills training program on the attitudes of adolescents drop out of school autonomy. This study uses a quantitative approach using expo-facto method, data collection techniques using questionnaires, observation, interviews and documentation. Data analysis techniques used are validity, reliability, classic assumption test and simple linear regression. The results of this study indicate job skills training in Pelayanan Sosial Remaja Terlantar Jombang classified as less effective with a percentage of 47.5% and a self-reliant attitude owned by the learners is quite self-contained with a percentage of 38.8%. With the determination coefficient of 0.1%, which means job skills training affect the level of independence stance by 0.1%. While 99.9% is a factor that affects the variable Y from other factors not examined by researcher. The results obtained are variable (X) Job Skills Training no significant effect on the variable (Y) Attitude Independence displaced adolescent dropouts in psrt Jombang. This is shown from the analysis of product moment correlation of 0.038 compared with r table with a significant level of 5% N = 103 at 0.1937. From the analysis of the t test diketetahui that the result of calculation t test of 0.382, while the t table is 1,983 at a significance level of 5% and is supported by the calculation of ANOVA showed calculation results F amounted to 0,146 and the probability (Sig.) 0,703 which is greater than the significance level of 0.05, or Sig 0.703> 0.05, which means that Ho is accepted. Keywords: skills training, independent attitude