cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
PELAKSANAAN BIMBINGAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA PECANDU NAPZA DI UPT REHABILITASI SOSIAL ANAK NAKAL DAN KORBAN NAPZA ANKN SURABAYA INGE NOERMALASARI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan NAPZA merupakan permasalahan yang kompleks jika dikaitkan dengan sisi kehidupan pecandu baik secara fisik, psikis dan sosial. Korban penyalahgunaan narkoba atau NAPZA sudah tersebar hampir di pelosok pelosok negeri tak terkecuali pedesaan. Pemerintah telah mengupayakan untuk mengurangi dampak buruk akibat penyalahgunaan NAPZA, yaitu dengan cara memberikan bimbingan sosial kepada para pecandu NAPZA sehingga bisa meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan mengenai 1. Pelaksanaan Bimbingan Sosial, 2. Kepercayaan Diri Pada Pecandu NAPZA, dan 3. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Pelaksanaan Bimbingan Sosial. Pendekatan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Pendekatan Kualitatif. Tempat penelitian ini berada di UPT Rehabilitasi Sosial Anak Nakal dan Korban Napza ANKN Surabaya. Informan kunci dari penelitian ini adalah 1. Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Bimbingan Lanjut, 2. Konselor, dan 3. Klien. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transfermabilitas. Hasil penelitian ini antara lain Pertama, kegiatan bimbingan sosial yang ada di UPT Rehsos ANKN Surabaya menjadikan klien lebih bisa percaya diri dengan orang baru dan mengajaknya berkomunikasi. Yang dulunya mereka pasif dengan orang yang baru dikenal, sekarang mereka mulai bisa akrab dengan orang yang baru mereka kenal. Kedua, meningkatnya kepercayaan diri pada pecandu NAPZA membuat mereka bisa diterima kembali oleh masyarakat dan tidak minder lagi. Ketiga, faktor pendukung dan penghambat yang didapat dari bimbingan sosial adalah antusiasme klien pada saat bimbingan sosial dan adanya konselor dari luar yang menguasai materi sebagai faktor pendukung, sedangkan penghambatnya yaitu klien Pecandu NAPZA yang kurang dalam hal pendidikan. Maka konselor hendaknya lebih membiasakan klien untuk gemar bertanya dan sharing dihadapan klien lain. Sehingga dapat membuat kepercayaan diri lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Drug abuse is a complex problem when it is associated with drug addicts life in physically, psychologically and socially. The victims of drug abuse had spread in every corner of the country. The government has tried to reduce the bad effect of drug abuse by giving social Guidance to the drug addicts, so that they can improve their confidence. This study aimed to describe 1. The Implementation of Social Guidance, 2. The Confidence of Drug Addicts and 3. Good and bad Factors in Implementing the Social Guidance. This study is using qualitative approach. The setting of this study is in UPT Rehabilitasi Social Anak Nakal and Korban NAPZA ANKN Surabaya. The key informants of this study are 1 The Head of Social Rehabilitation Guidance, 2 Counselor and 3 Clients. The data collection technique of this study is by using interview, observation, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, verification and conclusion. Furthermore, the validity of the data had been tested by using the credibility, dependability and confirm ability test. The results of this study are First, the social guidance in UPT Rehabilitasi Sosial ANKN Surabaya is able to make the clients to be more confident to meet and communicate with new people. They were really passive in interacting with people, but now they are starting to get along with new people they know. Second, there found confidence improvement in drug addicts which make them accepted by the society. Third, the supporting factors found in social guidance is the clients’ enthusiasm while doing social counseling and the existence of the counselor who master the material. On the other hand, the obstacle found is that the clients who are lack in terms of education. So, in order to reduce the obstacle, the counselor should make the clients getting use to ask and share things to other clients, so that they can build up confidence in their selves better than before.
Eksistensi Taman Agrowisata dan Kewirausahaan Sosial Studi Kasus melalui penyuluhan bagi kelompok wirausaha sosial di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang DIAN PRANATASARI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Agrowisata merupakan salah satu destinasi wisata yang dimiliki desa argosari yang biasa disebut Wisata B29. Desa argosari merupakan desa yang berada jauh dari perkotaan dan memiliki masyarakat yang kurang mampu terutama dalam perekonomian, dengan adanya wisata B29 mampu memperbaiki perekonomian mereka dengan turut serta dalam mengembangkan dan mempertahankan Wisata B29. Dalam mengembangkan dan mempertahankan keberadaan wisata B29 dilakukan melalui kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat yang bertujuan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Masyarakat mampu menjadi wirausaha sosial ini dengan dibantu dari adanya penyuluhan yang dilakukan pemerintah kabupaten. Tujuan adanya penyuluhan ialah agar masyarakat desa argosari mampu menjadi wirausaha sosial sehingga mampu memiliki kehidupan yanglebih baik. Fokus permasalahan ini ialah upaya masyarakat dalam mempertahankan eksistensi taman agrowisata di desa argosari, upaya masyarakat dalam mengembangkan taman agrowisata melalui kewirausahaan sosial, sertafaktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan taman agrowisata melalui kewirausahaan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk menggali data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian analisis data dilakukan dengan kolektif data, reduksi data, penyajian data danverifikasi data.Didukung dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mempertahankan eksistensi taman agrowisata B29 setelah adanya penyuluhan ialah dengan memperbaiki sumber daya manusia masyarakat setempat, mengelola potensi lokal yang ada di desa Argosari, dan menjaga keamanan kenyamanan dan kebersihan wilayah wisata B29 dan sekitarnya. Dalam pelaksanaan ini sudah berlangsung dengan baik sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah setempat. Dalam mengembangkan eksistensi wisata B29 dilakukan melalui penyuluhan yang membentuk sebuah usaha padat karya kripik kentang, dimana usaha tersebut dilakukan oleh masyarakat setempat dengan tujuan masyarakat desa argosari mampu memperbaiki taraf kehidupannya dan wisata B29 juga semakin menjadi lebih baik serta berkembang pesat. Kata kunci Taman Agrowisata, Kewirausahaan Sosial Agrotourism park is one of tourism destination which owned by argosari village whichcommonly called B29 tourism. Argosari village is a remote village where faraway from city and has poor society especially on economy, by the existence of B29 tourism can fixed their economy and facilitate in developed and conserved B29 tourism. In developing and conserving the existence of B29 tourism conducted through social entrepreneurship.Social entrepreneurship is an effort that conducted by several groups which aim to fixed societys life. Community able to become social entrepreneurship by the facilitation of counseling which conducted by regency agency. The purpose of counseling was to make argosari village society capable to become social entrepreneurship that later has better live.Problem focus was the community effort in maintained the existence of B29 park tourism through social entrepreneurship, and the supporting and inhibiting factors in developing B29 park tourism through social entrepreneurship. This research applied qualitative approach. To collecting data performed by applied interview, observation and documentation. Later data will analyzed by data collection, data reduction, data presentation and verification. Supported by data validity by applied sources and technique triangulation. Research result showed that in maintained the existence of B29 tourism which performed were improved community local human resource, managing local potential which existed in argosari village, and keep security, freshness, and cleanness of B29 park tourism area and its surrounding area. In the implementation was already running well appropriated with what expected by local government. In maintained the existence of B29 park tourism conducted through entrepreneurship what has performed was creating potato chip solid work business, whereas those business managed by local community with purpose to improved its peoples living cost and make B29 park tourism getting better and rapidly developed. Keywords agrotourism park, social entrepreneurship
PELAKSANAAN PELATIHAN CAKE MAKING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA PADA WARGA BELAJAR DI PUSAT PELATIHAN BOGASARI BAKING CENTER BBC SURABAYA SILVIA MEI DIANA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan merupakan salah satu pendidikan nonformal yang diselenggarakan dalam jangka pendek dan mempunyai materi yang lebih khusus. Pelatihan cake making dalam penelitian ini adalah pelatihan yang melibatkan proses belajar untuk menciptakan dan mengembangkan keahliandalam hal pembuatan aneka kue yang dapat digunakan sebagai basis untuk memperoleh penghasilan yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan cake making di pusat pelatihan Bogasari Baking Center BBCSurabaya dan untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan cake making dalam meningkatkan motivasi berwirausaha pada warga belajar di pusat pelatihan Bogasari Baking Center BBC Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan fokus penelitian pelaksanaan pelatihan cake making untuk meningkatkan motivasi berwirausaha pada warga belajar di pusat pelatihan Bogasari Baking Center BBC Surabaya. Informan dalam penelitian ini adalah warga belajar dan instruktur pelatihan. Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian dan keabsahan data digunakan uji keabsahan data yaitu uji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan cake making sudah berjalan sesuai dengan aspek-aspek pelatihan yang meliputi pengorganisasian warga belajar dimana warga belajar dibagi menjadi kelompokkelompok besar, pengorganisasian tujuan dan bahan ajar yang tidak melibatkan warga belajar, metode pembelajaran yang menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan praktek, alokasi waktu 5 hari setiap minggunya dimulai dari hari senin hingga jumat, sumber dana yang berasal dari masing-masingwarga belajar, tempat belajar yang kondusif , alat dan media pembelajaran yang cukup lengkap, sumber belajar yang terdiri dari 7 instruktur yang profesional dan evaluasi yang dilakukan setiap selesai atau berakhirnya pelatihan. Sedangkan untuk pelaksanaan pelatihan cake making dalam penelitian ini ternyata dapat meningkatkan motivasi berwirausaha pada warga belajar hal ini dibuktikan dengan tercapainya indikator adanya rasa percaya diri, mampu berorientasi pada tugas dan hasil, memiliki keberanian mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan, Keorisinilan dan memiliki orientasi pada masa depan. Saran yang dapat disampaikan kepada lembaga pelatihan Bogasari Baking Center BBC dalam kelas praktek hendaknya warga belajar dibagi ke dalam kelompokkelompok kecil untuk mempermudah proses belajar dan pemahaman warga belajar. Kata Kunci Pelatihan cake making, motivasi berwirausaha Abstract Training is one of several non-formal education units which conducted on short-time, with specific matter. Cake making training in this research was a training that involved learning process to create and develop skill in making various cakes which can be used as a basis to obtained worthier income. This research were aimed to determine the implementation of cake making training on bogasari baking center BBCSurabaya and to determine the implementation of cake making training in improved entrepreneur motivation on student of bogasari baking center BBC Surabaya. This research was a qualitative research which applied interview, observation and documentation techniques. With research focus on implementation of cake making training to improved entrepreneur motivation on student of bogasari baking center BBC Surabaya. Informant in these research were student and training instructors. To increase research result reliability and validity then applied validity test namely credibility, dependability, conformability and transferability. Research result showed that implementation of cake making training on bogasari baking center BBC Surabaya has running appropriated with training aspects which covered student organizing whereas student divided to big groups, purpose organizing and material which not involved student, learning method that applied lecture method, discussion and practice, time allocation five days per week started from Monday until Friday, funding resources which came from student itself, conducive learning place, complete learning equipment and media, learning sources consisted of seven professional instructors and evaluation which conducted everyend of training. While for cake making training implementation in these research proved can improved entrepreneurship motivation which can be proved from the indicators achievementsuch as the existence of self-confidence, able to oriented on task and result, has courage to take risk, leadership spirited, originality and future oriented. Suggestions that can be proposed to BBC training center was in practice class should be divided to small groups to facilitate learning process and student’s comprehension.The implementation of training organizing which run well appropriated with training aspects. However, in organizing student aspect was still unable to run well which proved from data analysis result from observation and interview on training participant. While for the implementation of cake making training in this research was proved can improved training student’s entrepreneur motivation after participated training on bogasari baking center BBC. Keywords cake making training, entrepreneur motivation.
Analisis Kritis Tentang Penyelenggaraan Bimbingan BelajarDalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik(Studi Kasus Di LBB Kumon Taman Pondok Indah Surabaya) Veronika Sumarlin
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PELATIHAN VOKASIOAL DENGAN KEMANDIRIAN DIFABEL DI YAYASAN PENYANDANG DISABILITAS NAEEMA KABUPATEN TRENGGALEK ASTRID VINDIARI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK HUBUNGAN PELATIHAN VOKASIOAL DENGAN KEMANDIRIAN DIFABEL DI YAYASAN PENYANDANG DISABILITAS NAEEMA KABUPATEN TRENGGALEK Nama:Astrid Vindiari NIM:12010034248 Program Studi:S-1 Jurusan:Pendidikan Luar Sekolah Fakultas:Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga:Universitas Negeri Surabaya Pembimbing:Wiwin Yulianingsih, S.Pd.,M.Pd Difabel adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak (UU RI Nomor 19 Tahun 2011). Berdasarkan data sensus penduduk dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menunjukkan bahwa Penyandang Difabel di wilayah Jawa Timur sebesar 31.183.083 jiwa terdiri dari tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, dan tuna wicara. Sedangkan di kabupaten Trenggalek penyandang difabel sebesar 574.289 jiwa dengan kategori difabel yang sama.Menurut hasil sensus data BPS Kabupaten Trenggalek dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 terdapat 5.011 jumlah difabel di kabupaten Trenggalek. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu adanya program yang mampu membantu difabel terutama bagi Pendidikan Non Formal melalui Pelatihan Vokasional guna mampu membekali difabel untuk hidup lebih mandiri dan tidak dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Dan untuk memberdayakan atau membantu keberlangsungan pelatihan vokasional bagi difabel maka perlu adanya wadah sosial yang menampung mereka. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul “Hubungan Pelatihan Vokasional dengan Kemandirian Difabel di Yayasan Penyandang Disabilitas Naeema Kabupaten Trenggalek”. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara pelatihan vokasional dengan kemandirian difabel di Yayasan Penyandang Disabilitas Naeema Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik kuesioner/angket digunakan untuk memperoleh data kuantitatif tentang hubungan pelatihan vokasional dengan kemandirian difabel, teknik observasi digunakan untuk memperoleh data/informasi yang selengkap-lengkapnya sesuai dengan keadaan yang ada dilapangan, sedangkanteknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data-data pelengkap dan foto kegiatan yang ada di Yayasan Penyandang Disabilitas Naeema Kabupaten Trenggalek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik, hubungan antara pelatihan vokasional dengan kemandirian difabel diperoleh dari analisis hasil korelasi bernilai kuat yaitu sebesar 0,768 dengan nilai r hitung yang lebih besar daripada r tabel sebesar 0,361 maka (0,768 > 0,361) dan dilihat dari pedoman interpretasi koefisien korelasi maka nilai r-hitung sebesar 0.768berada di interval koefisien korelasi antara (0,60 - 0,799) sehingga dapat dikatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai korelasi yang bernilai Kuat tersebut menggambarkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan atau berhubungan positif antara pelatihan vokasional dengan kemandirian difabel di Yayasan Penyandang Disabilitas Naeema Kabupaten Trenggalek, sehingga dapat dikatakan pula pelatihan vokasional yang sesuai dengan kedifabelan para difabel mampu membuat hidup difabel lebih terampil dan juga mandiri. Kata Kunci: Pelatihan Vokasional, Kemandirian Difabel ABSTRACT CORRELATION BETWEEN VOCATIONAL TRAINING AND DIFFABLED INDEPENDENCY OF NAFEMA DISABILITIES FOUNDATION IN KABUPATEN TRENGGALEK Name:Astrid Vindiari Register Number:12010034248 Study Program:S-1 Major:Non-Formal Education Faculty:Science of Education Faculty Institution:State University of Surabaya Advisor:Wiwin Yulianingsih, S.Pd.,M.Pd Diffabled is a person who has physical, mental, intellectual, or sensory disability on a long term which interacts with environment and its social behavior can face obstacles which are complicated to be fully and effectively participated based on equality of right (UU RI Nomor 19 Tahun 2011). Based on civil census from Badan Pusat Statistik (BPS) in 2011 shows that difabel in East Java is about 31.183.083 people which consist of blind, deaf, intellectually disabled, orthopedically handicapped and mute. Then, there are 574.289 similar category of those diffabled in Kabupaten Trenggalek. Based on civil census data of BPS Kabupaten Trenggalek from 2010 until 2015, there are 5.011 diffabled in Kabupaten Trenggalek.To cope with that problem, it is needed a program which help diffabled especially for Non-Formal Education through Vocational Training in order to prepare diffabled person to be more independent and viewed properly in social life. In empowering and helping this Vocational Training for diffabled, it is also needed social organization that accommodates its existence. Therefore, the researcher formulated a title “Correlation between Vocational Training and Diffabled Independency of Naeema Disabilities Foundation in Kabupaten Trenggalek.” The aim of this research is to investigate whether there is any significant correlation or not between vocational training and diffabled independency of Disabilities Foundation Nafema in Kabupaten Trenggalek.Method of this research is correlation quantitative. The data are obtained by using questionnaire, observation and documents. Questionnaire technique is used to obtain quantitative data of correlation between vocational training and diffabled independency, observation techniques is used to gain complete data based on the real condition on the field, whereas documents technique is used to elicit complementary data and photograph of activities of Naeema Disabilities Foundation in Kabupaten Trenggalek. Research results show statistically that correlation between vocational training and diffabled independency which has been collected from correlation result analysis has strong value of 0,768 with higher measured r value than r table of 0,361 so that (0,768 > 0,361) and seen from manual of correlation coefficient interpretation so that measured r value of 0.768 is in correlation coefficient interval between (0,60 – 0,7999). It can be inferred that Ha is accepted and Ho is rejected. That strong correlation value shows that there is significantly correlation or positive correlated between vocational training and diffabled independency of Naeema Disabilities Foundation in Kabupaten Trenggalek, so it is also concluded appropriate vocational training with different-ability of diffabled people can result skilled and independent diffabled. Key words: Vocational Training, Diffabled Independency
ANALISIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PASTRY BAKERY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR DI LEMBAGA PENDIDIKAN PEREMPUAN (LPP) MANDIRI KOTA PONOROGO VERA PRATIDINA CANDRA DEWI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PASTRY BAKERY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN WARGA BELAJAR DI LEMBAGA PENDIDIKAN PEREMPUAN (LPP) MANDIRI KOTA PONOROGO Kemiskinan di Indonesia adalah masalah utama yang sering muncul dimasyarakat. Lembaga Pendidikan Perempuan berupaya membantu pemerintah dalam menghadapi permasalahan ini dengan memberikan ketrampilan kepada masyarakat. Ketrampilan yang lebih difokuskan untuk perempuan. Tujuan dari program ini agar perempuan memiliki ketrampilan untuk meningkatkan taraf hidupnya, mempunyai jiwa mandiri dan juga memberikan bekal untuk kedepannya. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengusung judul “Analisis Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Pastry Bakery Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Warga Belajar Di Lembaga Pelatihan Perempuan (LPP) Mandiri Kota Ponorogo”. Penelitian ini yang nantinya menjawab rumusan masalah (1) Bagaimana pelaksanaan pemberdayaan perempuan di Kota Ponorogo? dan (2) Bagaimana pemberdayaan perempuan dapat meningkatkan kemandirian usaha di Kota Ponorogo. Pendekatan penelitian kali ini dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di LPP Mandiri Kota Ponorogo. Subyek dalam penelitian kali ini adalah pengelola, tutor, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dalam uji keabsahan data untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian ini maka peneliti menggunakan kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas, konfirmabilitas. Hasil penelitian ini peneliti fokuskan kepadadua indikator yaitu pemberdayaan perempuan dan peningkatan kemandirian. Menyimpulkan bahwasannya penerapan pemberdayaan perempuan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian warga belajar di LPP Mandiri telah berjalan dengan baik dan terbukti dengan banyaknya warga belajar yang mendirikan usaha. Dengan demikian, saran dari peneliti sendiri adalah ditujukan kepada pengelola dan tutor untuk selalu membuat ide baru atau inovasi agar minat masyarakat untuk bergabung menjadi peserta didik LPP Mandiri terus meningkat. Kata kunci : pemberdayaan perempuan, peningkatan kemandirian ABSTRACT THE ANALYSIS OF WOMAN EMPOWERMENT THROUGH BAKERY PASTRY TRAINING AS AN EFFORT OF STUDENT’S AUTONOMOUS IMPROVEMENT ON LPP MANDIRI PONOROGO Poverty in Indonesia is the main problem which frequently appeared in society. Woman education institution (LPP) tried to assisted government in solved this problem by delivered skill to community. Skill which focused to woman. The purpose of this program to make woman possessed skill to improve its living rate, has autonomous spirit and also gives modal for its future. Based on those matter researcher brought title “The analysis of woman empowerment through bakery pastry training as an effort of student’s autonomous improvement on LPP Mandiri Ponorogo”. This research later will answered problem formulation 1) how is the woman empowerment implementation on Ponorogo city? and 2) how the woman empowerment can improved business empowerment on ponorogo city. Research approach applied qualitative approach. This research conducted on LPP Mandiri of Ponorogo city. Research subject were organizer, tutor, and student. Data collecting technique conducted through interview, observation and documentation. Data analysis technique applied data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. In data validity test to improved research reliability therefore researcher applied credibility, transferability, dependability and conformability. Research result has researcher focused on two indicators namely woman empowerment and autonomous improvement. It conclude that the application of woman empowerment in learning to improved student’s autonomous on LPP Mandiri has running well and proved with the maount of student who established business. Thus, suggestion from researcher was pointed on manager and tutor to always make new ideas or innovation to improved society’s interest to joined to become LPP Mandiri student to become improved continuously. Keywords: woman empowerment, autonomous improvement
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENDAMPINGAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM DALAM PEMENUHANKEBUTUHAN KELUARGA DI UKM KAMPUNG JAMUR DESA WADUNGASIH KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO. KHUN NURIANA IKA SYANDRAWATI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENDAMPINGAN PENGOLAHAN JAMUR TIRAM DALAM PEMENUHANKEBUTUHAN KELUARGA DI UKM KAMPUNG JAMUR DESA WADUNGASIH KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO Khun Nuriana Ika Syandrawati Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya (Khunnuriana9894@gmail.com) Abstrak Pemberdayaan perempuan merupakan program pendidikan luar sekolah yaitu memberikan keterampilan pada perempuan dengan mengelola potensi yang terdapat di daerah.Pemberdayaan perempuan melaluipendampingan pengolahan jamur tiram ini menekankan pada kemampuan dalam pengolahan jamur tiram yang menjadi potensi daerah dalam pemenuhan kebutuhan keluarga.Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan program pemberdayaan perempuan melalui pendampingan pengolahan jamur tiram dan gambaran program dalam pemenuhan kebutuhan keluarga.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif.Subyek Penelitian yaitu pengelola usaha dan pelaku usaha. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam , dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakna reduksi data , display data , serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji kebenarannya dengan kredibilitas , dependabilitas , konfirmabilitas , dan transferabilitas. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan program pemberdayaan perempuan telah dilakukan melalui pendampingan pengolahan jamur tiram dan menggambarkan program berhasil memberikan hal positif seperti membantu perempuan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Saran dalam penelitian ini supaya pemberdayaan perempuan melalui pendampingan juga dilaksanakan melalui pendampingan oleh pihak lain yang lebih berkompeten dan program selain dapat memenuhi kebutuhan keluarga juga menjadi peluang usaha mandiri. Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan , Pendampingan Pengolahan Jamur Tiram, Kebutuhan Keluarga. Abstract Woman empowerment is a non-formal education program namely delivered skill to woman by managed locally existed potential. Woman empowerment through the oyster mushroom processing counseling stressed on ability in oyster mushroom processing which become local potential in fulfilled family need. Research purpose were to described and analyzed the implementation of woman empowerment program through oyster processing counseling and program description in family need fulfilment. This research applied qualitative research method. Research subject namely business manager and businessman. Data collecting technique which applied were participant observation, in-depth interview and documentation. Collected data analyzed through data reduction, data display as well as verification and conclusion. Later, it will tested its truth with credibility, dependability, conformability and transferability. Research result obtained conclusion that woman empowerment program has conducted through oyster mushroom processing counseling and described program success gave positive thing such as facilitate woman in fulfilling family need. Suggestion in this research was woman empowerment through counseling also conducted by other party which more competent and the program beside can fulfilled family need also can be autonomous business opportunity.
PERAN FASILITATOR PELATIHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK USAHA TANI BAKTI DI DESA LABUHAN KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN MARATUS SHOLIHAH
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERAN FASILITATOR PELATIHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK USAHA TANI BAKTI DI DESA LABUHAN KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN Dalam menjalankan perannya, Pendidikan Non Formal melalui tenaga pendidik yang dalam penelitian ini adalah fasilitator bertugas dalam kegiatan pelatihan budidaya ikan kerapu dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan bagi anggota kelompok Usaha Tani Bakti. Adapun focus penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana peran fasilitator pelatihan budidaya ikan kerapu dalam meningkatkan pendapatan anggota kelompok Usaha Tani Bakti di desa Labuhan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok Usaha Tani Bakti. Subyek dalam penelitian ini adalah ketua Kelompok Usaha Tani Bakti, dan tokoh masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan koleksi data, reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Sedangkan uji keabsahan data penelitime nggunakan kredibiliti, transferbilitas. Dependabilitas dan konfrimbilitas. Hasil penelitian ini adalah peran fasilitator pelatihan budidaya ikan kerapu dan peningkatan pendapatan anggota kelompok Usaha Tani Bakti. Fasilitator memiliki peran yang meliputi peran penggerak, peran pembimbing, peran pendamping dan peran penghubung supaya anggota kelompok Usaha Tani Bakti ini dapat meningkatkan pendapatan dari yang sebelumnya hanya seorang nelayan menjadi seorang yang tidak mengandalkan alam sebagai mata pencaharian dengan cara mengikuti pelatihan budidaya ikan kerapu. Peran fasilitator pelatihan budidaya ikan kerapu dapat menghasilkan kopetensi yang mengakibatkan meningkatnya pendapatan anggota kelompok Usaha Tani Bakti dapat membawa perubahan dalam kehidupan mereka. Peningkatan pendapatan tersebut ditandai dengan (1) kenaikan aset/ aliran masuk (2) operasi utama Berlanjut (3) Produk Perusahaan (4) kenaikan ekuitas. Disarankan seharusnya fasilitator melakukan pelatihan kembali tentang bagaimana mengolah ikan kerapu. Kata kunci :Fasilitator, peningkatan pendapatan ABSTRACT FACILITATOR TRAINING ROLE GROUPER FISH FARMING IN INCREASING REVENUES BUSINESS GROUP MEMBERS IN THE VILLAGE FARMER BAKTI LABUHAN DISTRICT FOREGOING LAMONGAN In carrying out its role, Non-Formal Education through educators in this study is the facilitator in charge of training activities grouper in an effort to raise revenue for the group members Usaha Tani Bakti. The focus of this research is how the role of facilitator training grouper aquaculture in increasing the income of the group Farming Labuhan Bakti village Brondong subdistrict in Lamongan district. The approach in this study is using qualitative research case study. The research was conducted on a group Usaha Tani Bakti. The subjects in this study is the head of Business Group Tani Bakti, and community leaders around. Data collected by interview, observation and documentation. Data were analyzed using the data collection, data reduction, data presentation and verification of data. While testing the validity of research data using a credibility, transferability. Dependability and konfrimbilitas. The result of this research is the role of facilitator training grouper and increased revenues members of the group Usaha Tani Bakti. The facilitator has a role that includes the driving role, the role of mentor, role of companion and liaison role so that members of the group Usaha Tani Bakti can increase revenue from previously only a fisherman into a not rely on nature as a livelihood by following the grouper aquaculture training. The role of facilitator training grouper aquaculture can produce competence resulting in increased revenues members of the group Usaha Tani Bakti can bring about change in their lives. The increase in revenue is characterized by (1) the increase in assets / inflow (2) the primary operating Continues (3) Products Company (4) increases in equity. Suggested facilitator should conduct retraining on how to cultivate grouper. Keywords: Facilitator, increased revenue
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KESIAPAN KERJA PESERTA DIDIK PELATIHAN TEKNIK OTOMOTIF DI UPT PELATIHAN KERJA BLK SURABAYA FAIRUZ ANIQO RAHMI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan merupakan serangkaian pembelajaran dengan tujuan tertentu untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan diri yang tidak dibatasi dengan peserta didik yang mengikutinya. Program Pelatihan Teknik Otomotif untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1, yaitu berfungsi mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia. Pengetahuan dan keterampilan merupakan fondasi bagi seseorang untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara motivasi belajar dengan kesiapan peserta didik pelatihan teknik otomotif di UPT Pelatihan Kerja atau BLK Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pelatihan teknik otomotif dan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan kesiapan kerja peserta didik pelatihan teknik otomotif di UPT Pelatihan Kerja atau BLK Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Responden yang terlibat berjumlah 32 orang, dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel total yaitu para peserta didik pelatihan teknik otomotif di UPT Pelatihan Kerja atau BLK Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus rank spearman untuk menganalisis hasil angket tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan motivasi belajar dengan kesiapan kerja diperoleh N 32 untuk rhitung 0,93 yang termasuk dalam kategori sangat kuat karena berada pada interval koefisien 0,80 sampai 1, artinya terdapat korelasi yang positif antara motivasi belajar dengan kesiapan kerja. Hasil uji signifikan juga menunjukkan bahwa harga thitung lebih besar dari ttabel 7,069 lebih besar dari 2,042 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan kesiapan kerja dan kontribusi dari motivasi belajar terhadap kesiapan kerja peserta didik pelatihan teknik otomotif adalah sebesar 48,02 persen. Kata kunci Motivasi Belajar Kesiapan Kerja Training is a set of learning processes with particular goals for gaining knowledge, skills, and self development attitude which does not set a particular limitation for its participants. Automotive Engineering Training Program for improving skills and for preparation in facing career environment, which is according to the National Law Number 20 of 2013 about National Education System article 1 clause 1, is functioning for developing skills as well as improving life quality and values of Indonesian people. Knowledge and skills are the foundation for an individual to prepare themselves in facing the world of career. This research aims at examining the correlation between studying motivation and readiness of automotive engineering training participants in UPT Career Training or BLK of Surabaya. This research aims at examining the implementation of the automotive engineering training and investigating the connection of the training participants studying motivation and work readiness in UPT Career Training or BLK of Surabaya. This research adopted correlational quantitative method. The respondent consisted of 32 people, in which the sampling technique adopted in this research was total sampling, involving the automotive engineering training participants in UPT Career Training or BLK of Surabaya. The data collection technique was using questionnaires and documentation. For the data analysis technique, this research used rank spearman formula for analyzing the results from the questionnaires. The results showed that the connection between studying motivation and work readiness was equal to N 32 for rcount 0,93 which could be categorized as very strong due to being in the coefficient interval of 0,80 until 1. In other words, there was a positive correlation between studying motivation and work-readiness. The significance test result also showed that the value of tcount was bigger than ttable 7,069 bigger than 2,042 so that it can be concluded that there existsa positive and significant correlation between studying motivation and work readiness and the contribution of the automotive engineering training participants studying motivation toward their work readiness is 48,02 persen. Key words Studying Motivation, Work readiness
HUBUNGAN KOMPETENSI TUTOR DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KEJAR PAKET C DI PKBM AL HIKMAH SUKODONO SIDOARJO VENA ARIYANI DIYANTI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PendidikanKesetaraanadalah program pendidikannonformal yang menyelenggarakanpendidikanumumsetara SDMI, SMPMTs dan SMAMA yang mencakup program paket A, paket B danpaket C. Penyelenggaraanpembelajaranataukegiatanpendidikanluarsekolahdipengaruhiolehbeberapakomponendiantaranyaadalah tutor dan tutor menjadikomponen yang lebihdiutamakan.Berdasarkanperspektifkebijakannasional, pemerintahtelahmerumuskanempatjeniskompetensi tutor, sebagaimanatercantumdalampenjelasanperaturanpemerintah No. 19 tahun 2005 tentangstandartnasionalpendidikan, yaitu kompetensipedagogik, kepribadian, socialdanprofesional. Sedangkanmotivasibelajaradalahdorongan yang adadalamdiriindividusebagaiakibatdaridorongan internal maupuneksternaluntukmemenuhikebutuhanindividutersebut.Tutor diharapkanmampudanberkompetendalammembimbing, mengajardanterutamamemotivasipesertadidiknyadalambelajarsehinggatujuanpendidikannonformalitusendiridapattercapaidenganbaikkarenamotivasibelajarmempengaruhipesertadidikdalammeningkatkanmutupendidikannonformal. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuikompetensi tutor, motivasibelajardanuntukmengetahuihubungankompetensi tutor denganmotivasibelajarpesertadidikkejarpaket C di PKBM AlHikmahSukodonoSidoarjo.Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifkorelasional.Responden yang terlibatberjumlah 58 orang, dimanasampel yangdigunakandalampenelitianinimenggunakanstudipopulasiyaituparapesertadidikkejarpaket C. Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahangketdandokumentasi.Sedangkanteknikanalisis data menggunakanrumusrank spearmanuntukmenganalisishasilangkettersebut. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaterdapathubunganantarakompetensi tutor denganmotivasibelajarpesertadidikdiperoleh N 58 untukrhitung 0,94 yang termasukdalamkategorisangatkuatkarenaberadapada interval koefisien 0,80 sampai 1, artinyaterdapatkorelasi yang positifantarakompetensi tutor denganmotivasibelajar. Hasilujisignifikanjugamenunjukkan bahwa harga t hitung20,304 lebihbesardari t tabel 2,032, sehingga Ho ditolakdan Ha diterimadandapatdisimpulkanbahwaterdapathubungan yang positifdansignifikanantarakompetensi tutor denganmotivasibelajar.Dari penelitianinimembuktikanbahwajikasemakintinggikompetensi yang dimiliki tutor, makasemakintinggi pula motivasibelajar yang dimilikiolehpesertadidik. Kata kunciKompetensi Tutor, Motivasi Belajar Equality of education is a non formal education program which organizes general education for Elemantary School, Junior High School and Senior High School which covers A, B and C packages. Orgianized learning or non formal education is affected by some components. One of its important components is believed as the tutor. According to nationals perspective of policy, the government has formed the four competences of tutor, which is written in government regulations No. 19, 2005 to adjust the standardization of tutors competence, they are pedagogical competence, personality, social and professional. Where as students learning motivations comes from individual’s which is encouraged internally and extarnally. In the case, each tutor is excepted to be competent in delivering the materials to reach the purposes of non formal education it self and increases its quality which is as a result of the increase of students motivation in learning. The purpose of this study is to find out the quality of tutors competence, learning motivation and their relation for the students in PKBM AlHikmah Sukodono, Sidoarjo who take package C. This study uses correlational quantitative approach as its method. The respondents are count at 58, which samples are taken from population study which is the package C learners them selves. The data is collected from question questionnaire and documentations and then analyzed using rank spearmans formula to analyze the result of the questionnaires. The results showed that there is a relationship between tutor competence and motivation of learners obtained N 58 for the count r 0.94 were included in the category of very strong because it is in the interval coefficient of 0.80 to 1, its meaning that there is a positive correlation between competence tutor motivation to learn. Significant test results also show that the price20.304 of t is higher than t table2.032, so that Ho refused and Ha is received and it can be concluded that there is a positive and significant relationship between tutor competence and motivation to learn. From this research proves that if the higher the competences of the tutor, the higher the motivation to learn owned by learners. Keywords Competence of Tutor, Learning Motivation