cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
Sinergi Masyarakat dan PKBM M IMAM MASHUDI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK SINERGI MASYARAKAT dan PKBM DI PKBM BINA INSANI FIRAAS JL. SYEH DJUMADHIL KUBRO, KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJIKERTO NAMA: MUHAMMAD IMAM MASHUDI NIM: 12010034035 Program Studi: S1 Fakultas: Ilmu Pendidikan Jurusan: Pendidikan Luar Sekolah Nama Lembaga : UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Pembimbing: Rivo Nugroho, S.Pd M.Pd Sinergi PKBM dan masyarakat pada masa sekarang berbeda dengan masa lalu, karena kemitraan yang dibangun merupakan refleksi kesadaran mereka untuk membantu mengatasi berbagai gangguan yang mengancam kelangsungan belajar, sepeti kemiskinan, pola hidup tidak sehat, dan kehidupan rumah tangga yang tidak stabil. Upaya kerja sama dengan lembaga-lembaga bisnis, perguruan tinggi, tenaga medis dan sosial, yayasan, tokoh agama, organisasi sosial, didasari kesadaran bahwa sekolah tidak akan mampu mengatasi masalahnya sendiri, tampa melibatkan pihak-pihak terkait. PKBM Bina Insani Firaas melalui progam pelatihan mencoba membangun sinergi antara PKBM dan warga belajar atau masyarakat sekitar PKBM itu sendiri. Hal ini dilandasi oleh keinginan PKBM untuk memperdayakan mengangkat perekonomian warga belajar atau masyarakat di sekitar PKBM itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperoleh secara jelas gambaran tentang bagaimana bentuk sinergi masyarakat dan PKBM Pendekatan dan jenis rancangan penelitian dalam penelitian sinergi masyarakat dan PKBM di PKBM Bina Insani Firaas menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik-teknik tersebut digunakan untuk menggali data penelitian tentang sinergi masyarakat dan PKBM. Aktivitas Sinergi Masyarakat dan PKBM berdasarkan temuan hasil teuan pada penelitian ini merupakan sebuah aktivitas kombinasi atau paduan unsur atau bagian yang dapat menghasilkan keluaran lebih baik dan lebih besar. Sinergi sendiri dapat dipahami sebagai operasi gabungan atau perpaduan unsur untuk menghasilkan output yang lebih baik. Sinergi dapat terbangun melalui komunikasi koordinasi kemitraan, kerjasama,interaksi,dan faktor saling ketergantungan. Memperkuat lagi komunikasi koordinasi kemitraan, kerjasama,interaksi,dan faktor saling ketergantungan agar sinergi masyarakat dan PKBM dapat berjalan dengan lancar Kata Kunci : Sinergi, Masyarakat, PKBM ABSTRACT SYNERGY OF SOCIETY AND PKBM IN PKBM BINA INSANI DIRAAS. SYEH DJUMADHIL KUBROSTREET, TROWULAN DISTRICT MOJOKERTO REGENCY Name: Muhammad Imam Mashudi NIM: 12010034035 Study Program: S1 Department: Non Formal Education Faculty: Education Science Institution: Surabaya State University Counselor: Rivo Nugroho, S.Pd M.Pd Synergy PKBM and society in the present is different from the past, because the partnership is built are a reflection of their consciousness to help overcome the various disturbances that threaten the survival study, a case of poverty, unhealthy lifestyle, and domestic life is not stable. Cooperative efforts with business institutions, universities, medical personnel and social, foundations, religious leaders, social organizations, based on the awareness that the school will not be able to solve their own problems, without involving related parties. PKBM Bina Insani Firaas through the training program is trying to build synergies between CLC and the surrounding community residents to learn or PKBM itself. It is based on the desire to cheat PKBM lift the economy learners or people around PKBM itself. This study aims to describe and obtain a clear picture of how synergies community and PKBM Approach and the type of study design in the research community and PKBM synergies in PKBM Bina Insani Firaas using qualitative research. Data collected by observation, interview, and documentation, these techniques are used to collect data research on synergies community and PKBM. Synergy Activities Society and PKBM based on the findings in this study is an activity or a combination of alloying elements or parts that can produce better output and greater. Synergy itself can be understood as a joint operation or a mix of elements to produce better output. Synergy can be developed through a partnership of coordination communication, cooperation, interaction, and interdependence of factors. Further strengthen coordination communication partnership, cooperation, interaction, and interdependence of factors that synergies community and PKBM to run smoothly Keywords: synergy, community,PKBM
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI ANDRAGOGI TUTOR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PELATIHAN TEKNIK LISTRIK INDUSTRI DI UPT PELATIHAN KERJA/BLK SURABAYA AYUNDA DWI JAYANTI HAKIM
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 2 (2016): vol 7 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan merupakan serangkaian pembelajaran dengan tujuan tertentu untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan diri yang tidak dibatasi dengan peserta didik yang mengikutinya.Program Pelatihan Teknik Listrik Industri di dalam sebuah pelatihan peranan tutor sangatlah penting untuk berjalannya kegiatan pelatihan dan kursus. Dalam hal ini peranan sumber belajar yaitu tutor. Tutor pelatihan yang berkualitas adalah tutor yang mempunyai kompetensi yang baik serta dapat menghasilkan hasil belajar memenuhi kebutuhan peserta didik yang mencakup domain kognitif, afektif, dan psikomotorik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara kompetensi andragogi tutor dengan hasil belajar peserta didik pelatihan teknik listrik industri di UPT Pelatihan Kerja/BLK Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 32 peserta didik pelatihan teknik listrik industri di UPT Pelatihan Kerja/BLK Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh variabel kompetensi andragogi tutor dan hasil belajar adalah sebesar 0,932. Hal tersebut berarti N= 32 dan rtabel = 0,349 diperoleh untuk rhitung = 0,932 yang artinya (rtabel<rhitung) termasuk dalam kategori sangat kuat, sehingga menunjukkan hubungan yang sangat erat antara kompetensi andragogi tutor dengan hasil belajar peserta didik teknik listrik industri di UPT. Pelatihan Kerja/BLK Surabaya. Hasil uji signifikan juga menunjukkan bahwa harga thitung lebih besar dari ttabel (5,268 &ge; 2,037) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi andragogi tutor dengan hasil belajar dan kontribusi dari kompetensi andragogi tutor terhadap hasil belajar peserta didik pelatihan teknik listrik industri adalah sebesar 48,02%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara kompetensi andragogi tutor dengan hasil belajar peserta didik peatiahn teknik listrik industri di UPT. Pelatihan Kerja/BLK Surabaya. Kata kunci: Kompetensi Andragogi Tutor, Hasil Belajar Abstract Training is a learning series with certain purpose to gained knowledge, skill, and attitude to unlimited self-developed with student who following it. The role of tutor in an industry electricity technique training program very important to the implementation of training and course implementation. In this matter the learning sources was tutor. Qualified tutor training is a tutor who has good competences and can produced learning result which fulfilled student&rsquo;s need that covered cognitive, affective, and psychomotor domains. The purpose of these research was to determine the correlation between tutor&rsquo;s andragogy competence to student learning result of electricity technique training on UPT work training / BLK Surabaya. These research applied quantitative approach. The amount of respondent in this research were 32 students of electricity technique training on UPT work training / BLK Surabaya. Data collecting technique which applied were questioner, observation and documentation. While for data analysis technique applied product moment formula to analyze questioner result. Based on the data analysis result which obtained from tutor&rsquo;s andragogy competence and student learning result variables were 0.932. Those results mean that N=32 and rtable = 0.349 obtained for rcount = 0.932 which mean (rtable<rcount) belonged to strong category, so its showed significant relation between tutor&rsquo;s andragogy competence to student learning result of industry electricity technique training on UPT / BLK Surabaya. Significant test results also showed that tcount score was bigger than ttable (5.268&ge;0.037) so it can be conclude that there were positive and significant relations between tutor&rsquo;s andragogy competences to student learning result of electricity technique training as big as 48.02%. Based on the research result that obtained, so it can be drawn conclusion that Ha was accepted and Ho rejected, which mean there were positive and significant relations between tutor&rsquo;s andragogy competences to student learning result of electricity technique training on UPT work training/BLK Surabaya. Keywords: tutor&rsquo;s andragogy competences, student learning result
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA KERANG HIJAU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN DI DUSUN CABEAN DESA NGEMBOH KECAMATAN UJUNGPANGKAN KABUPATEN GRESIK FEBI ABRORI
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA KERANG HIJAU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN DI DUSUN CABEAN DESA NGEMBOH KECAMATAN UJUNGPANGKAN KABUPATEN GRESIK Nama : Febi Abrori NIM : 12010034225 Program Studi : S1 Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Rivo Nugroho, S.Pd, M.Pd. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program pendidikan luar sekolah yang memberikan keterampilan dengan mensinergiskan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Pemberdayaan masyarakat melalui budidaya kerang hijau ini menekankan pada kemampuan budidaya kerang hijau yang akan meningkatkan pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini berdasarkan fokus penelitian adalah mengetahui bagaimanakah pemberdayaan masayarakat melalui budidaya kerang hijau untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan, serta pendukung dan penghambat pemberdayaan masayarakat melalui budidaya kerang hijau untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian yakni masyarakat nelayan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam dan terstruktur, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transferabilitas. Hasil penelitian didapatkankesimpulan. Pertama, program pemberdayaan masyarakat telah menggunakan pendekatan Pendidikan Luar Sekolah melalui keterampilan budidaya kerang hijau, sekaligus mata pencaharian baru. Kedua, program berhasil memberikan banyak hal positif seperti menumbuhkan motivasi dan sikap usaha mandiri, serta meningkat pendapatan masyarakat nelayan. Ketiga, telah diketahui faktor pendukung pelaksanaan program yakni tempat pembudidayaan kerang hijau sangat dekat dekat dengan rumah warga dan sumber daya alam yang sangat mendukung, sedangkan penghambat pelaksanaan program yakni faktor alam yang tidak bisa di manipulasi atau sejenisnya, masyarakat lebih menginginkan menjadi pegawai pabrik sehingga motivasi untuk melakukan budidaya menurun. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Budidaya Kerang Hijau, Pendapatan Keluarga. ABSTRACT COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH RAISING REVENUE INCREASE FOR SHELL GREEN COMMUNITY FISHERMEN IN DESA NGEMBOH DUSUN CABEAN KECAMATAN UJUNGPANGKAN KABUPATENGRESIK REGENCY Name: Febi Abrori NIM: 12010034225 Study program: S1 Subject: Non Formal Education Faculty: Faculty of Education Institution: State University of Surabaya Advisor: Rivo Nugroho, S. Pd, M.Pd. Community empowerment is one of the out of scholl education that provides skills to synergize the natural resources and human resources. Empowering communities through the cultivation of mussels emphasizes the cultivation of mussels capabilities that will increase family income. The purpose of this study is based on the focus of the research is to know how the empowerment of communities through the cultivation of mussels to increase the income of fishing communities, as well as supporting and empowering the community through the cultivation of mussels to increase the income of fishing communities. This study used a qualitative approach. The subjects of the research fishing communities. Data collection techniques used are participant observation, in-depth and structured interviews, and documentation. The data were analyzed by step data reduction, data display, as well as verification and conclusions. After that tested the value of truth with credibility, dependability, confirmability and transferability. Results of the study was concluded. First, the community empowerment program has used the approach of School Education via the green mussel farming skills, as well as new livelihoods. Second, the program managed to provide a lot of positive things like motivation and attitude independent business, as well as increased income of fishing communities. Thirdly, it has been known factors supporting the implementation of the program to provide places for the cultivation of green mussel is very close to the homes of citizens and natural resources are very supportive, while inhibiting the implementation of programs namely natural factors that can not be manipulated or otherwise, more people want to be a factory worker so the motivation to make the cultivation decreased. Keywords: Community, Green Shellfish Aquaculture, Family Income.
KORELASI ANTARA KINERJA TUTOR DENGAN PRESTASI BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET C DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR CERME KABUPATEN GRESIK Adhie Putra Arya Dwinata
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT THE CORRELATION BETWEEN THE PERFORMANCE OF TUTORS LEARNING ACHIEVEMENTS WITH CITIZENS LEARNING PACKAGE C AT WORKSHOPS AND LEARNING ACTIVITIES CERME GRESIK REGENCY Name: Adhie Putra Arya Dwinata NIM: 12010034245 Study Program: S1 Departments / Faculties: School Education / Faculty of Education Name of Institution: State University of Surabaya Preceptor: Dr. H. Suhanadji, M.Si In fact the performance of tutors is a result of the work that hasbeen obtained in order to tutor a non formal learning in accordance with their capabilities and their responsibilities as educators to wards learners in accordance with the obligations that have been fixed in advance. In addition, trought the perfomance of a good tutor will improve learning achievement result of learners. Then this study aims to describe the relationship between learning achievements with the tutor perfomance citizens learn equality. The approach used in this study is a quantitative approach to the design of correlational research. The technique of collecting data through questionnaires, observation, and documentation. Sampling of 30 residents learned of the number of population that research is the study population. But if the subject is a large number (more than 100), it can be 10% -15% or 20% -25% or more. Based on these considerations, then take a sample of 30 residents learned of the number of population is 75 people learn equality (Packet C). to increase confidence in the results, the results of research through the validity and reliability of the instrument. In addition, the validity of the test is also carried out using product moment correlation and reliability testing using the formula croanbach's alpha. The results showed thatthere is acorrelation/relationshipbetwee thepositive performance of the learning achievements with the tutors (aChasePackC) inUPT SKBCermeGresik.This is shown by the price r count of 0.61 ispresent on the range &ndash; 0.60 0.799 so it can be interpreted that the relationship between theperformance of tutors with students learning achievements inter Pack C enter the category strong correlations, meaning that performance tutor effect on learning achievements of students pursue package c. based on correlation tables, nor is the finding of a negative sign (-) in front of the correlation (0.61) which means the correlation has a positive pattern.So thatcan be inferredisthe higherthecompetenciespossessed by thetutor, thenthe higherthelearningachievements ofstudentsalso pursuethe packageCSKBCermeGresik. Keywords: The Performance Of The Tutors ABSTRAK KORELASI ANTARA KINERJA TUTOR DENGAN PRESTASI BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET C DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR CERME KABUPATEN GRESIK Nama:Adhie Putra Arya Dwinata Nim: 12010034245 Program Studi: S1 Jurusan/Fakultas: Pendidikan Luar Sekolah/ Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga: Universitas Negeri Surabaya Pembimbing:Dr. H. Suhanadji, M.Si Pada hakikatnya kinerja tutor merupakan suatu hasil pekerjaan yang telah diperoleh tutor dalam upaya pembelajaran non formal sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawabnya sebagai pendidik terhadap peserta didik sesuai dengan kewajiban yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu, melalui kinerja tutor yang baik akan meningkatkan hasil prestasi belajar peserta didik. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kinerja tutor dengan prestasi belajar warga belajar kesetaraan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi.Pengambilan sampel sebanyak 30 warga belajar dari jumlah populasi sehingga merupakan penelitian populasi. Tetapi jika jumlah subjeknya besar (lebih dari 100), dapat diambil 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka diambil sampel sebanyak 30 warga belajar dari jumlah populasi yaitu 75 warga belajar kesetaraan (Kejar Paket C). untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian maka hasil penelitian melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen. Selain itu, uji validitas juga dilakukan menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus croanbach&rsquo;s alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi/ hubungan yang positif antara kinerja tutor dengan prestasi belajarwarga belajar kesetaraan (Kejar Paket C) di UPT SKB Cerme Gresik. Hal ini ditunjukkan dengan harga r hitung sebesar 0,61 terdapat pada range 0,60 &ndash; 0,799 sehingga dapat diinterpretasikan bahwa hubungan antara kinerja tutor dengan prestasi belajar peserta didik kejar paket C masuk pada kategori korelasi kuat, artinya kinerja tutor berpengaruh pada prestasi belajar peserta didik kejar paket C. Berdasarkan tabel korelasi, juga tidak ditemukannya tanda negatif (-) di depan korelasi (0,61) yang berarti korelasi memiliki pola positif. Sehingga dapat disimpulkan adalah semakin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh tutor, maka semakin tinggi pula prestasi belajar peserta didik kejar paket C di SKB Cerme Gresik. Kata kunci: Kinerja Tutor.
HUBUNGAN POLA ASUH PERMISIF DENGAN KENAKALAN REMAJA DI DESA SUKODADI RT.04 RW.04 KECAMATAN SUKODADI KABUPATEN LAMONGAN MUHAMMAD IQBAL SYAIFUL ARIF
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Era globalisasi seperti sekarang ini, sosialisasi antar manusia semakin mudah, apalagi ditambah dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Di zaman yang serba canggih ini, semua umat manusia di bumi ini dapat terhubung dengan banyak orang walaupun dari jarak yang sangat jauh sekalipun. Dengan begitu remaja sekarang harus benar-benar memilih teman bergaul dan lingkungan untuk bergaul. Dari situlah muncul dampak positif dan negatif dari pergaulan tersebut yang dapat mempengaruhi perubahan dan moral remaja bangsa ini. Globalisasi dapat berpengaruh terhadap manusia, terutama pada anak remaja. Pengaruh yang terjadi adalah pengaruh kenakalan remaja seperti minum-minuman keras alkohol, pergaulan bebas, suka merokok, dan lain-lain. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasi yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal angka yang diolah dengan metode statistik serta di dukung dengan pengumpulan data melalui metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik-teknik tersebut digunakan untuk menggali data penelitian tentang hubungan pola asuh permisif dan kenakalan remaja.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disusun pada bab IV, maka simpulan yang dapat diambil pada penelitian ini adalah terdapat korelasi yang posistif antara pola asuh permisif dengan kenakalan remaja di Desa Sukodadi RT. 04 RW. 04 Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan ditunjukkan dengan nilai r hitung 0,519 lebih besar dari r tabel 0,361. Kesimpulan 1 Ada hubungan antara Pola Asuh Permisif Dengan Kenakan Remaja. Hal ini berdasarkandengan r hitung yang lebih besar dari r tabel 0,519 lebih besar 0,361. 2 Dari 3 jenis kenakalan, remaja di Desa Sukodadi RT.04 RW.4 Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan ini dapat di persentase dibawah ini a Kenakalan biasa 13 persen b Kenakalan menjerumus kepada pelanggaran dan kejahatan 30 persen c Kenakalan khusus tidak ada yang melakukan kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkoba dan seks diluar nikah. Kata KunciPola Asuh Permisif, Pola Asuh Orang tua dan Komunikasi dalam Keluarga, Kenakalan Remaja. Abstract The globalization era today, bring human more easy to socialization, and also supported by the advance of thegnology. In this modern era, all human in the world can connect with others, although long distance. As a adolescent they must be smart too chose a friend and the environment. Fromthese, and good effect will rise and it will be influence their attitude. The globalization era can influence human being, especially for adolercent, the bad effect from globalization era are adolescent wanton, using dring, free sex, smoking and other. The writer using the correlation kuantitative method to analyze the numeric data, and the writer calculate with statistic method, also supported by the data collection with questionare, observation and documentation, this method used by the writer to find out the data about the correlation between permissive education with juvenile delinquency.Based on the research and discussed on the chapter IV, the researcher can conclude that there is positive correlation between permissive educate with juvenile delinquency at Sukodadi RT.04 RW.04 Sukodadi district Lamongan. It is show with the r value 0,519 higher than r table it is 0,361. The colclusion 1 there is correlation between permissive education with juvenile. It is based on r value higher than r table0,519 higher than 0,361. 2 From three types of juvenile delinquency in the village Sukodadi RT.04 RW.04 districts Lamongan district can be in persentation below a delinquency usual 13 persent b the juvenile turn to the infraction and crime are 30 persent c nothing special mischief such as drug abuse and sex outside marriage. Keywords Permissive education, Communication and Parents Education In Family, Juvenile Delinquency.
PROGRAM PEMAGANGAN KETERAMPILAN MEBEL DAN KINERJA PKBM DENI SETIAWAN
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemagangan dalam penelititan ini adalah pelatihan kerja yang diselenggaraka antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung yang berada dalam pengawasan dan bimbingan instruktur atau seseorang yang lebih berpengalaman di bidangnya agar dapat menguasai keterampilan dan keahlian tertentu. Implementasi penyelenggara program pemagangan dalam penelitian ini merupakan pelatihan kerja yang memberikan keahlian dan keterampilan kepada warga belajar atau pemagang dalam bidang meubeler. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi penyelenggara program pemagangan keterampilan mebel di Desa Pakis Dusun Pakis Kulon Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto binaan PKBM Bina Insani Firaas. Implementasi penyelenggara program pemagangan keterampilan mebel meliputi instruktur, warga belajar atau pemagang, materi, sumber atau media, metode, tujuan dan sasaran selanjutnya peningkatan kinerja lembaga PKBM Bina Insani Firas yang diteliti meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Pendekatan dan jenis rancangan penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, tenknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tentang implementasi program pemagangan dalam upaya peningkatan kinerja lembaga PKBM Bina Insani Firaaas Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data sedangkan kriteria keabsahan data meliputi kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pemagangan dalam upaya peningkatan kinerja lembaga PKBM Bina Insani Firaas di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto sudah cukup baik karena sudah berkinerja B namun masih ada beberapa hal yang belum terpenuhi. Hal ini dapat dibuktikan dengan telah dilaksanakanya fungsi-fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Implementasi program pemagangan dalam upaya peningkatan kinerja lembaga PKBM Bina Insani Firaas ini juga telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Antara lain perubahan pola pikir masyarakat, peningkatan keahlian dan keterampilan. Kata Kunci: Implementasi, Pemagangan, Kinerja Lembaga PKBM Abstract Pemagangan in this study is that job training was held between training in training institutions by working directly under the supervision and guidance of instructors or someone more experienced in their fields in order to master specific skills and expertise. Implementation program pemagangan organizers in this research is the job training that provides skills and expertise to the citizens learn or interns in the field of furniture. This research aims to analyze the implementation of the program''s organizers pemagangan skill furniture in the village of Fern Pakis Kulon subdistrict of Mojokerto Trowulan assisted PKBM Bina Insani Firaas. Organizers of the program implementation skills pemagangan furniture covers instructors, interns, or residents of learning material, source or media, methods, goals and targets further improvements to the institutions of the community development Human PKBM Firas researched include planning, organizing, implementing and monitoring. Approach and the types of research designs in this study using qualitative research. Data collected with the techniques of observation, interview and documentation, tenknik the data collection used to collect research data on the implementation of the program pemagangan in an effort to increase the performance of the institution of Human Firaaas Bina PKBM subdistrict of Mojokerto Trowulan. Data analysis techniques include the reduction of the data, the presentation of data and verification of the data while the data validity criteria include credibility, transferabilitas, dependabilitas and konfirmabilitas.The results showed that the implementation of the program pemagangan in an effort to increase Human Performance Institute PKBM Bina Firaas Trowulan in Mojokerto is already good enough for performing B but there''s still a few things that have not been fulfilled. This can be evidenced by the has been dilaksanakanya management functions of planning, organizing, implementing and monitoring. Implementation program pemagangan in an effort to increase the performance of the institution of Human Firaas Bina PKBM has also provide benefits for the community. Among other changes the mindset of the community, the enhancement of expertise and skills. Keywords:Implementation, Pemagangan, Performance Institutions PKBM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM SIMPAN PINJAM TANPA BUNGA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK BELAJAR USAHA BINAAN PKBM SANGGAR BELAJAR YALATIF JOMBANG YEVINTA PUSDARISTINA
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program simpan pinjam tanpa bunga bentuk layanan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatan warga masyarakat melalui kewirausahaan. Tujuan utama dari program simpan pinjam ini untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu mewujudkan kemandirian. Program simpan pinjam tanpa bunga menekankan pada peminjaman modal uang untuk usaha tanpa ada bunga dan pendampingan usaha. Fokus penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan program simpan pinjam tanpa bunga dan bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan usaha dalam meningkatkan pendapatan warga masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi non partisipan dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Didukung dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program simpan pinjam tanpa bunga berjalan dengan efektif terbukti masyarakat mampu mengembangkan modal yang dipinjam sekaligus mengembangkan usahanya. Hal ini dapat dibuktikan dengan telah dilaksanakan fungsi fungsi manjemen program simpan pinjam, serta adanya pendampingan yang dilakukan oleh pengelola melalui pendekatan partisipatif dengan mengetahui kesesuaian program dengan kondisi lapangan, pendekatan berkelanjutan dengan pemberian masukan dalam pemasaran usaha dan pendekatan kemanusiaan dengan pemberian motivasi dalam proses berwirausaha yang dilakukan oleh masyarakat. Kata Kunci Pemberdayaan Masyarakat, Simpan Pinjam Tanpa Bunga, Pendapatan, Kelompok Belajar Usaha Abstract Saving and loan without interest program is a society empowerment program service to improve society income through entrepreneurship. The main purpose of this program is intended to improve the society ability to be independent. This program emphasizes on money investment loan for a bussiness assistance. This research focuses on how is the implementation of saving and loan without interest program and how can the society empowerment through bussiness assistance to improve the society income. This research used qualitative descriptive approach using data collection and in depth interview techniques, non participant observation and documentation. Besides, it also used data analysis technique that includes data reduction, data presentation and data verification. Supported by the validity of the data using source triangulation, techniques and timing. The result of research revealed that the implementation of saving and loan without interest program is worked effectively. The society is able to develop not only the investment they lent but also their business. The management function of loan and saving program are completely implemented is the proof of the result and also by the existency of assistance done by the management through participatory approach by recognizing the suitability of the program to the field condition, sustainable approach by giving suggestion input in marketing bussiness and humanity approach by giving suggestion input in marketing bussines and humanity approach by giving motivation during the process of entrepreneurship done by the society Key Words Society Empowerment, Saving and Loan Without Interest, Income, Bussiness Study Group.
HUBUNGAN ANTARA PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KEJAR PAKET B MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SKB KABUPATEN MALANG AAN ASHARI
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu satuan pendidikan luar sekolah adalah pendidikan kesetaraan atau yang sering dikenal dengan sebutan kejar paket yang berkaitan kenyataan yang ada di SKB Kabupaten Malang pelaksanaan pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional atau ceramah kurang efektif karena pembelajaran menjadi kurang variatif dan tidak menyenangkan peserta didik menjadi jenuh dan bosan hal ini menunjukkan masih perlu adanya peningkatan dalam proses pengelolaan dan proses pembelajarannya penggunaan sarana prasana pendukung pelaksanaan pembelajaran juga kurang karena peserta didik biasanya hanya mencatat apa yang ada di papan tulis Oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan penerapan pendekatan contextual teaching and learning untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SKB Kabupaten Malang Pendekatan contextual teaching and learningadalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata peserta didik sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajikan motivasi belajar muncul dunia pikiran peserta didik menjadi konkret dan suasana belajar menjadi kondusif efektif menyenangkan dan yang paling penting motivasi belajar peserta didik meningkat Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui korelasi antara pendekatan contextual teaching and learning dengan motivasi belajar peserta didik kejar paket B di SKB Kabupaten Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang yang merupakan peserta didik program pendidikan kesetaraan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket observasi dan dokumentasi Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket dan persentase untuk hasil observasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga r hitung besar dari r tabel 0,615 lebih dari sama dengan 0,361 yang artinya terdapat korelasi yang positif antara pendeketan contextual teaching and learning terhadap motivasi belajar Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori kuat karena berada pada interval koefisien 0,60 sampai 0,799 Hasil uji signifikansijuga menunjukkan bahwa hargahitung lebih besar dari t tabel 4,12 lebih dai sama dengan 2,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pendekatan contextual teaching and learning dengan motivasi belajar hasil tersebut didukung dengan hasil perhitungan persentase yang menghasilkan untuk pendekatan contextual teaching and learning sebesar 92,91 persen yang termasuk dalam kategori pelaksanaan sangat baik dan motivasi belajar sebesar 72,5 persen yang termasuk dalam kategori pelaksanaanya baik Sedangkan kontribusi yang diberikan oleh pendekatan contextual teaching and learning terhadap motivasi belajar adalah 37,8 persen Saran yang diberikan adalah pendekatan contextual teaching and learning untuk pamong belajar agar tidak putus asa dalam memberikan motivasi kepada peserta didik agar mau untuk mengikuti pembelajaran Untuk peserta didik supaya lebih rajin lebih ditingkatkan lagi belajarnya dan lebih semangat dalam belajar Serta pengelola SKB melengkapi fasilitas belajar agar motivasi belajar peserta didik meningkat Kata Kunci Pendekatan Contextual Teaching And Learning Motivasi Belajar Abstract One of the out school education units was the equivalent education or as known as Kejar Paket regarding with the fact in SKB Malang regency learning implementation still used conventional method or ineffective speech because learning became less varieties and not fun the learners became bored It indicated it still required the enhancement in management process and learning process the usage of support facility and infrastructure of learning implementation was still less because the learner usually only wrote the writing on the blackboard Therefore this research used the application of contextual teaching and learning approaches to enhance the learning motivation of learners in SKB Malang regency Contextual teaching and learning approaches were learning which was begun by presenting oral question answer regarding with the real world of learners so the utility of the material presented would be felt the learning motivation raised the learners thinking world became concrete and the learning atmosphere became conducive effective fun and the most important one was the learning motivation of learners increasing The purpose of this research was to know the correlation between contextual teaching and learning approaches with learning motivation of Kejar Paket B learners in SKB Malang regency This research used quantitative approach with correlation research The amount of respondents in this research was 30 people who were the learners of equivalent education program The data collection method used was questionnaire observation and documentation The data analysis technique used product moment formula to analyze the result of questionnaire and percentage for the observation result The research result indicated that r counted was greater than r table 0,615 more than equal to 0,361 it meant that there was positive correlation between contextual teaching and learning approaches toward learning motivation The relationship among the two variables including strong category because it was in coefficient interval 0,60 to 0,799 The result of significance test also indicated that the counted rate was greater than t table 4,124 more than equal to 2,048 so it could be concluded that there was positive and significant relationship between contextual teaching and learning approaches with the learning motivation this result was supported by the result of percentage counting which resulted for contextual teaching and learning approaches 92,91 percent including very good implementation category and learning motivation 72,5 percent including good implementation category The contribution given by contextual teaching and learning approaches toward learning motivation was 37,8 percent The suggestion given was contextual teaching and learning approaches for educators so that they were not hopeless in giving motivation to the learners in order to join learning and for the learners so that they were more diligent were enhanced more their learning and were more spirit in learning and the SKB manager completed the learning facility in order that the learners learning motivation enhanced Keywords Contextual teaching and learning approaches learning motivation
HUBUNGAN PELATIHAN MENJAHIT DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA DI SKB KABUPATEN NGANJUK NANDANG WAHYU WINARNO
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan adalah upaya terencana dan sistematis untuk mengubah atau mengembangkan pengetahuan atau keterampilan atau sikap atau kemampuan peserta melalui pengalaman belajar untuk meningkatkan taraf hidupnya dalam pencapaian tujuan. Pelatihan diberikan untuk meningkatkan motivasi dengan menerapkan strategi pembelajaran yang dinilai dapat mencapai hasil yang maksimal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah ada hubungan positif antara pelatihan dengan motivasi berwirausaha warga belajar pada program pelatihan menjahit di SKB Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan atau korelasi positif antara pelatihan dengan motivasi berwirausaha warga belajar pada program pelatihan menjahit di SKB Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian yang dijadikan objek adalah SKB Kabupaten Nganjuk, dengan sampel 20 orang warga belajar program pelatihan menjahit. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi yang diuji dengan menggunakan teknik uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrument. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus korelasi Spearman Rank, karena responden yang kecil, data ordinal, dan juga tidak menunjukkan distribusi normal. Hasil menyatakan bahwa data antara pelatihan dan motivasi berwirausaha menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasinya sebesar 0.823, hal tersebut menandakan bahwa terdapat korelasi positif antara pelatihan dan motivasi berwirausaha yang signifikan. Pelaksanaan program pelatihan sudah terlaksana denga baik. Peranan tutor sangat membantu dalam meningkatkan motivasi berwirausaha warga belajar di SKB Kabupaten Nganjuk. Dengan demikian maka disarankan hendaknya ditingkatkan mutu pelatihan terutama berkaitan dengan manajemennya agar dapat memotivasi warga belajar sehingga timbul sikap kewirausahaan. Kata Kunci: Pelatihan, motivasi, kewirausahaan. Abstract Training is planned and systematic efforts to change or develop knowledge or skills or attitude or ability of participants through a learning experience to improve their living standards in achieving goals. Training is given to increase the motivation to implement learning strategies assessed can achieve maximum results. Issues examined in this study is, is there a positive relationship between training and entrepreneurship motivation of citizens to learn the sewing training program in SKB Nganjuk District. The purpose of this study was to determine the relationship or positive correlation between training and entrepreneurship motivation of citizens to learn the sewing training program in SKB Nganjuk District. This study uses a quantitative approach. Location of the study, as object is SKB Nganjuk District, with a sample of 20 residents learned sewing training program. The data collection is done by using observations, questionnaires and documentation tested by using validity and reliability test techniques to determine the validity and reliability of the instrument. Data analysis technique used is the correlation formula (Spearman Rank analysis), because respondents were small, ordinal data, and also did not show a normal distribution. The results stated that the data between the training and motivation of entrepreneurship showed that the value of the correlation coefficient of 0823, it indicates that there is a positive correlation between entrepreneurship training and motivation are significant. Conducting training programs already performing well. The role of the tutor is very helpful in increasing the motivation of citizens to learn entrepreneurship in SKB Nganjuk District. Thus it is suggested should be improved quality of the training is primarily concerned with the management in order to motivate people to learn which raised an entrepreneurial attitude. Keywords: Training, motivation, entrepreneurship.
Hubungan Antara Pelatihan Garmen Apparel (Teknik Bordir) dengan Motivasi Berwirausaha Warga Belajar di UPT Pelatihan Kerja Kabupaten Bojonegoro ELSA AUDIA GRENDIANIKA
J+PLUS UNESA Vol. 6 No. 1 (2017): vol 8 tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan Garmen Apparel merupakan program yang diselenggarakan oleh UPT Pelatihan Kerja Bojonegoro untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian membordir dengan mesin dalam bidang produksi pakaian dan lenen rumah tangga berbahan kain. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki membuat masyarakat tidak memiliki kepercayaan diri untuk menciptakan lapangan usaha sendiri. Sehingga dalam proses pembelajaran juga ditambahkan materi mengenai kewirausahaan agar warga belajar termotivasi untuk berwirausaha. Motivasi berwirausaha ini merupakan aspek utama yang harus diberikan kepada peserta didik melalui proses pendidikan dan pelatihan. Motivasi berwirausaha dipandang sebagai pondasi bagi seseorang yang berniat menjadi wirausahawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara pelatihan garmen apparel dengan motivasi berwirausaha warga belajar di UPT Pelatihan Kerja Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang warga belajar Pelatihan Garmen Apparel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung 0,420lebih besar dari r tabel 0,361 yang artinya terdapat korelasi yang positif antara pelatihan garmen apparel dengan motivasi berwirausaha, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori cukup tinggi karena berada pada interval koefisien 0,40 sampai 0,599. Karena nilai korelasi menunjukkan angka yang positif maka dikatakan searah yang artinya jika nilai pelatihan tinggi maka motivasi berwirausaha warga belajar juga tinggi. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa harga t hitung 2,49 lebih besar dari t tabel 2,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif, signifikan dan searah antara program pelatihan dengan motivasi berwirausaha. Kata kunci : Pelatihan, Motivasi Berwirausaha Abstract Apparel Garment Training is a program which is organized by the Employment Training Unit Bojonegoro to increase their knowledge and expertise with the embroidery machine in the production of clothing and lenen fabric&rsquo;s house-holding. The lack of knowledge and skills possessed made public does not have confidence to create their own business field. So in the learning process also added material on entrepreneurship so that learners are motivated to entrepreneurship. Entrepreneurship motivation is a major aspect that should be given to citizens through education and training. Entrepreneurship motivation is seen as the main foundation for a person who intended to become entrepreneurs. The purpose of this study was to determine the correlation between apparel garment training with citizen&rsquo;s entrepreneurship motivation in Job Training Unit Bojonegoro. This study is using a quantitative research approach to the type of correlational research. The number of respondents in this study was 30 residents learned Apparel Garment Training. The data that used in this study was collected by questionnaires, observation, and documentation. To analyzing the data in this study is using product moment formula to analyze the questionnaires result. The results showed that r count 0.361 is greater than r table 0.420, which means that there is a positive correlation between apparel garment training with entrepreneurship motivation, so that Ha is accepted, and Ho is rejected. The relationship between the two variables included in the category is quite high because it is in the interval coefficient of 0.40 to 0.599. Because the value of the correlation indicates a positive number, or it could be categorized as unidirectional, it means that if the value is high, the entrepreneurship&rsquo;s motivation of citizens to learn is high. The result of significance test also shows that the price of t 2,49 is greater than t table 2.048 so it can be concluded that there is a positive relationship, significant, and directional between the training&rsquo;s program with the entrepreneurship motivation. Keywords: Training, Entrepreneurship, Motivation