cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
DAMPAK PROGRAM KEAKSARAAN DASAR TERHADAP PENCIPTAAN MASYARAKAT BELAJAR DI KELOMPOK BINAAN SKB KABUPATEN MALANG RATNA ENNO APRILIYANI PUTRI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAMPAK PROGRAM KEAKSARAAN DASAR TERHADAP PENCIPTAAN MASYARAKAT BELAJAR DI KELOMPOK BINAAN SKB KABUPATEN MALANG Program Keaksaraan Dasar merupakan salah satu program yang bertujuan untuk mengurangi buta huruf. Keaksaraan dasar adalah program yang memfokuskan pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung sebagai upaya peningkatan kemampuan keaksaraan orang dewasa berkeaksaraan rendah atau tuna aksara usia 15-59 tahun ke atas sehingga nantinya dapat mendukung aktivitas sehari-hari dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Penelitain ini berujuan untuk mengtahui pelaksanaan, menganalisis hasil, dampak terhadap penciptaan masyarakat belajar, factor pendukung dan factor penghambat program Keaksaraan Dasar di Kelompok Binaan SKB Kabupaten Malang. Dalam penelitian ini mengggunakan metode kualitatif, subjek penelitian iniwarga belajar, tutor dan penyelenggara program. Dalam pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipatif dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis dan dideskripsikan serta diuji keabsahan datanya melalui kredibilitas, tranferability, depenability serta konfirmability Hasil dari penelitian ini bahwa pelaksanaan program keaksaraan dasar mengacu pada 10 patokan dikmas yaitu : ) warga belajar, 2) tutor, 3) pamong belajar, 4) panti belajar, 5) sarana prasarana belajar, 6) kelompok belajar, 7) ragi belajar, 8) dana belajar, 9) program belajar, 10) hasil belajar. Hasil program mengacu pada tiga domain meliputi aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Programberdampak pada warga belajar dapat mengimplementasikan hasil program keaksaraan dasarnya dalam kehidupan sehari-hari faktor pendukung dalam program ini adalah faktor internal yaitu motivasi dan dukungan keluarga serta faktor eksternal yaitu lingkungan belajar yang mendukung, fleksibilitas jam belajar, lingkungan setempat yang kondusif dan dukungan dari perangkat desa. Sementara faktor penghambat yang dapat menghambat pencapaian dari tujuan program antara lain yaitu waktu belajar menyesuaikan kegiatan warga belajar, kurang pendampingan dari tutor, kurang fasilitas/sarana prasarana dan kurang adanya pendampingan dana. Kata Kunci : Keaksaraan Dasar, Masyarakat Belajar The effect of basic literacy program to learning community creation on target group of SKB Malang District Basic literacy program is one of programs which aim to decrease illiteracy. Basic literacy is a program that focused on reading, writing and counting skill as an effort of adult low literacy skill improvement or illiteracy age 15-59 above that later can support daily activities in family and community lives. This research aim to determine the implementation, analyses result, and the effect of learning community creation, supporting and inhibiting factors of basic literacy program on SKB Malang target group. In this research applied qualitative method, research subject were student, tutor, and program organizer. Data collecting were applied interview, participative observation and documentation. Later data will analyzed and described as well as tested its validity through credibility, transferability, dependability, and conformability. Research result showed that basic literacy program implementation referred to 10 learning community standards namely: 1) student, 2) tutor, 3) learning instructor, 4) learning place, 5) learning infrastructure, 6) learning group, 7) learning formulation, 8) learning funding, 9) learning program, 10) learning result. Program results referred to three domains covered cognitive, affective and psychomotor aspects. Program affected to student if they can implement its basic literacy program result to daily live supporting factor in this program was internal factor namely motivation and family support and external factor was supporting learning environment, flexible learning hours, conducive local area, and support from village officer. While for inhibiting factors which can hampered the achievement of program purposes were learning hours adjusted student’s activity, lack of tutor’s advocacy, lack of infrastructure and advocacy funding. Keywords: basic literacy, learning community
korelasi antara pendidikan kepramukaan dan tingkat disiplin warga belajar kesetaraan kejar paket b di upt skb cerme gresik SAIFULLAH ABDURROHMAN
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT correlation of education scouting and level of disciplineresidents learn to quality chasing pack b in upt skb cerme gresik Name Saifullah Abdurrohman NIM 12010034042 Study Program S1 Departments Faculties School Education Faculty of Education Name of Institution State University of Surabaya Preceptor Drs. I Nyoman Sudarka, MS In essence, education Scouting is a educational process outside the school and outside the family in the form of exciting activities, fun, healthy, organized, directed, and performed in the open.Scout education can foster health and happiness, the skills and the willingness to provide aid to those who need them.In addition, through education scout learners can learn to be disciplined. The study aims to describe the relationship between extracurricular scout and level of discipline learners equality. The approach used in this study is a quantitative approach to the design of correlational research.The technique of collecting data through questionnaires, observation, and documentation. Sampling was guided by Suharsimi Arikunto which states that If the subject is less than 100, better taken all that research is the study population.But if the subject is a large number more than 100, it can be 10 percent to 15 percent or 20 percent to 25 percent or more.Based on these considerations, then take a sample of 30 residents learned of the number of population is 59 people learn equality Packet bto increase confidence in the results, the results of research through the validity and reliability of the instrument.In addition, the validity of the test is also carried out usingproduct momentcorrelation and reliability testing using the formulacroanbachs alpha. Research data indicate that there is a correlation positive relationship between extracurricular programs scout with residents to learn the discipline of equality Packet b UPT SKB Cerme Gresik.This is shown by the price of r count is greater than r table 0.709 bigger than 0.361.The relationship between the two variables included in the strong category, because it is in the interval coefficient from 0.60 to 0.799.Significance test results also show that the price of t is greater than t table 5.318 bigger than 2.048 so it can be concluded that there is a positive and significant relationship between extracurricular programs scouts and disciplined learners. Keywords scouting education, discipline citizens learning. KORELASI ANTARA PENDIDIKANKEPRAMUKAANDAN TINGKAT DISIPLIN WARGA BELAJAR KESETARAAN KEJAR PAKET B DI UPT SKB CERME GRESIK Nama Saifullah Abdurrohman Nim 12010034042 Program Studi S1 Jurusan Fakultas Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Nama Lembaga Universitas Negeri Surabaya PembimbingDrs. I Nyoman Sudarka, M.S Pada hakikatnya, pendidikan kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan dilakukan di alam terbuka. Pendidikan pramuka dapat membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkannya. Selain itu, melalui pendidikan pramuka warga belajar dapat belajar untuk selalu bersikap disiplin. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara ekstrakulikuler pramuka dan tingkat disiplin warga belajar kesetaraan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Pengambilan sampel berpedoman pada Suharsimi Arikunto yang menyatakan bahwa Apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya adalah penelitian populasi. Tetapi jika jumlah subjeknya besar lebih dari 100, dapat diambil 10 persen sampai 15 persen atau 20 persen sampai 25 sampai atau lebih. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka diambil sampel sebanyak 30 warga belajar dari jumlah populasi yaitu 59 warga belajar kesetaraan kejar paket b. untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian maka hasil penelitian melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen. Selain itu, uji validitas juga dilakukan menggunakan korelasi product moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus croanbachs alpha. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi hubungan yang positif antara program ekstrakulikuler pramuka dengan disiplin warga belajar kesetaraan kejar paket b di UPT SKB Cerme Gresik. Hal ini ditunjukkan dengan harga r hitung lebih besar dari r tabel 0,709 lebih besar dari 0,361. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori kuat, karena berada pada interval koefisien 0,60 sampai 0,799. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa harga t hitung lebih besar dari t tabel 5,318 lebih besar dari 2,048 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara program ekstrakulikuler pramuka dan disiplin warga belajar. Kata kunci PendidikanKepramukaan, Disiplin Warga Belajar.
Hubungan Antara Pola Pembinaan Dengan Perilaku Sosial Anak Di Panti Asuhan Filadelfia Kabupaten Boyolali MELIA KRISTIYANI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak baik itu anak yang berada di dalam keluarga yang utuh, tidak lagi memiliki keluarga, keluarga yang yang kurang harmonis bahkan mereka yang tinggal di panti asuhan, semua anak memerlukan pembinaan hal ini tidak lain tidak bukan untuk memenuhi salah satu kebutuhan bagian itu membentuk perilaku sosial anak menjadi baik dan diterima oleh masyarakat. Pembinaan perlu ada yang suatu pola-pola tertentu yang mana padaakhirnya pola pembinaan ini mampu merubah perilaku sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pola pembinaan dengan perilaku sosial anak di Panti Asuhan Filadelfia Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dari penelitian ini ada 30 orang. Teknik pengumpulan data mengunakan angket, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan rumus product moment untuk menganalisis angket dan presentase untuk menghitung hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (977>0,361) yang artinya bahwa ada hubungan yang positif antara pola pembinaan dengan perilaku sosial anak. Didukung dengan tabel koefisien korelasi dan hasilnya menunjukan hubungan keduanya sangat kuat yaitu95,545% terdapat pada tabel 0,80 – 1,000%. Hasil dari perhitungan tersebut didukung dengan hasil perhitungan presentase melalui observasi dimana hasilnya menunjukkan bahwa pola pembinaan dan perilaku sosial anak 90% pada presentase yang dikategorikan kuat yaitu 70-79%. Kata Kunci: pola pembinaan, perilaku sosial anak Abstrac The education in family give religous belief, cultural value incluing norm value and association rules as well as skill view and life behavior supporting social and nation life to the concerned member. The development is something important required by a child either that child is in intact family, no longer has family, nt harmonic family and even them who live in the orphana, all children need development, it is to meet the chlidrens social behavior. This research intends to test the relation between development pattern and social behavior of the chlidern in Filadelfia Orpharage in Boyolali Regency. This research used quantitative approach and with correlational research type. The population of this research 30 partisipant. The data collegting technique used questionnaire, observation, and documentation. While the data analysis technique used product moment formula to analyze the questionnaire and presntage to calculate the observation result. The research result showed that r value is bigger than r tabel (0,977>0,361) which means that there is positive relation between development pattnern and childrens social behavior. It is supported by correlation coefficient tabel and the result shwoed that the relation fof both is very strong that is 95,45% found in table 0.80-1000%. The calculation result is supported by percentage calculation result though observastion is 90% in the categorized as strong that is 70-79%. Key word:development pattern, childerns social behavior.
PERAN LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN SURABAYA HOTEL SCHOOL DALAM MENINGKATKAN PENYERAPAN TENAGA KERJA MASUK KE INDUSTRI PERHOTELAN BIDANG HOUSEKEEPING DILUAR NEGERI. MUAMMAR SYAIKHUL QATHAFI ASSHIDIQY
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lembaga kursus dan pelatihan merupakan bagian dari jalur pendidikan non formal yang bertujuan untuk melayani masyarakat. Peran LKP dalam pemenuhan pendidikan sangatlah penting, hal ini menyangkut kepada kecakapan vokasional dan non vokasional masyarakat. Rumusan masalahnya yaitu : (1) Bagaimana peran lembaga kursus dan pelatihan Surabaya Hotel School dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja masuk ke industri perhotelan bidang housekeeping di luar negeri; (2) Apa saja faktor pendukung lembaga kursus dan pelatihan Surabaya Hotel School dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja masuk ke industri perhotelan bidang housekeeping di luar negeri; (3) Apa saja faktor penghambat lembaga kursus dan pelatihan Surabaya Hotel School dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja masuk ke industri perhotelan bidang housekeeping di luar negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari pengelola, instruktur dan peserta didik. Menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data display data,verifikasi data dan simpulan. Pada uji keabsahan data yaitu kredibilitas, transferbilitas, dependabiilitas dan konfirmabilitas. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut Peran LKP SHS berjalan dengan baik dan efektif terbukti peserta didik telah mengalami perubahan sikap, kepribadian, pengetahuan, keterampilan dan pengetahuan dibidang housekeeping dan langsung penempatan kerja ke luar negeri. Faktor penghambat yang dialami yaitu terkait pengarsipan data base alumni SHS dan izin orang tua. Faktor pendukung yang ada di SHS yaitu jaringan mitra luas, sarana dan prasarana standart uji kompetensi dan sertifikasi profesi perhotelan, lembaga sebagai tempat uji kompetensi dan uji sertifikasi profesi pegawai perhotelan, metode pembelajaran 30% teori, 70% praktek, instruktur para praktisi aktif di dunia perhotelan, kurikulum, silabus, RPP dan bahan ajar selalu update mengikuti perkembangan industri perhotelan, tersedianya layanan pusat informasi lowongan kerja dan rekruitment ditempat. Kata kunci : Lembaga Kursus dan Pelatihan, Penyerapan Tenaga Kerja, Perhotelan Bidang Housekeeping. Abstract Role of Training and Courses Of Surabaya Hotel School in Intcreasing Labor Absorption Go to The Overseas Hospitality Housekeeping Sector Industry. Institutions and training courses are part of the path non-formal education that aims to serve the community. LKP role in the fulfillment of education is important, it concerns the non-vocational and vocational skills society. The formulation of the problem, namely : (1) How is the role of institutions and training couses Surabaya Hotel School to promote employment entry into the field of housekeeping in the hospitality industry abroad; (2) What are the factors supporting courses and training institutes Surabaya Hotel School to promote employment entry into the field of housekeeping in the hospitality industry abroad; (3) Any obstacle courses and training institutes Surabaya Hotel School to promote employment entry into the field of housekeeping in the hospitality industry abroad. This study used a qualitative approach. Informantas in this study was comprised of managers, instructors and learners. Using the method of data collection interviews, observation and documentasion. Data analysis using data reduction display of data, verification data and conclusions. In the test validity of the data that is credibility, transferability, dependabilitas and confirmability. The results of the study can be summarized as follows Role ofLPK SHS going well and proved effective learners have experienced a change in attitude, personality, knowleadge, skills and knowleadge in the field of housekeeping and direct job placement abroad. Factors inhibiting experienced was related to archiving data base of alumni SHS and parental permission. Factors supporting the existing SHS ie partner network wide, facilities and infrastructure standard of competency testing and certification of professional hospitality, the institution as a competency test and certification testing profession employee hospitality, teaching methods 30% theory, 70% practice, instructor practitioners active in the world hospitality, curriculum, syllabus, lesson plans and teaching materials are always updated following the development of the hospitality industry, the availability of job information center services and recruitment in place.Keywords: Institute Courses and Training, Labor Absorption, Hospitality Sector Housekeeping.
Percepatan KeberaksaraanWarga Belajar Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Akselerasi Melek Aksara Simple, Practice and Speedy pada Kelompok Belajar Keaksaraan Fungsional Dasar di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek CICYK DWIUNTARI ANITA KARULINA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada Tahun 2014 terdapat 36 Kabupaten di Indonesia memiliki jumlah penduduk buta aksara lebih dari 40.000 penduduk, salah satunya adalah Kabupaten Trenggalek. Kabupaten Trenggalek memiliki jumlah penduduk buta aksara sebesar 46.323 penduduk yang tersebar di 14 Kecamatan. Kecamatan Bendungan merupakan daerah yang memiliki angka buta aksara yang cukup tinggi, yakni sebesar 4.118 penduduk. Untuk itu diperlukan sebuah upaya untuk mengurangi angka buta aksara melalui Pendidikan Kaksaraan Fungsional Dasar. Pada dasarnya, program keaksaraan dapat berjalan dengan efektif apabila didukung dengan metode pembelajaran yang efektif. Selama ini masih banyak khasus setelah pembelajaran keaksaraan berakhir, banyak warga belajar yang menjadi buta aksara kembali.. Oleh sebab itu lahirlah sebuah metode pembelajaran Aksi Mesra Simanse yang akan memberaksarakan warga belajaran dengan waktu yang simgkat dan hasil dari pembelajarannya dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari – hari warga belajar. Penelitian ini berfokus pada, (1) penyelenggaraan program keaksaraan fungsional dasar, (2) penerapan metode pembelajaran aksi mesra simpanse dan (3) percepatan keberaksaraan warga belajar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan reduksi, verifikasi dan penyajian data. Dalam kriteria keabsahan data, peneliti menggunakan kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Keaksaraan Fungsional berjalan dengan lancar dan metode simpanse ini hanya membutuhkan waktu 72 jam pembelajaran saja. Dibandingkan dengan metode pembelajaran keaksaraan dasar yang membutuhkan waktu 114 jam pembelajaran dengan menggunakan metode dapat menghemat 72 jam pembelajaran.Dan hasil pembelajaran menunjukkan warga belajar yang memperoleh predikat memuaskan sebanayak 60 %, selanjutnya warga belajar yang memperoleh predikat sangat memuaskan sebanyak 20%, cukup memuaskan 10% dan yang masih perlu dimotivasi sebesar 10%. Dapat disimpulkan dengan menggunakan metode simpanse terjadi percepatan keberakasaraan warga belajar. Hal ini jelas terlihat bahwa standar kompetensi keaksaraan dasar telah dimiliki oleh sebagaian besar warga belajar Kata Kunci : Pembelajaran Keaksaraan Fungsional Dasar Aksi Mesra Simpanse dan Percepatan keberaksaraan Abstract By 2014 there are 36 districts in Indonesia had a population of illiterates more than 40,000 inhabitants, Trenggalek Regency is one of them. Trenggalek Regency has a population of illiterates 46,323 inhabitants spread over 14 districts. Sub Bendungan is an area that has a fairly high illiteracy is 4,118 inhabitants. For it takes a concerted effort to reduce the figures for illiteracy through education literacy basic functional. Basically, the literacy programs can run effectively if backed up with effective learning methods. As long as this is still a lot of khasus after learning literacy ended, many residents learned that become illiterates again.. Thus was born an learning method which will be Aksi Mesra Simpanse memberaksarakan citizen belajaran simgkat with the time and the results of the analytical study can be useful in everyday life – today the citizens learn. This research focuses on, (1) organizing the basic functional literacy program, (2) the application of the learning method aksi mesra simpanse and (3) acceleration of literacy citizens learn.The research was conducted using a descriptive qualitative approach using data collection techniques interviews, observation and documentation. As for the analysis of data researchers use reduction, verification and presentation of the data. In the criteria of validity of data, researchers are using the credibility, transferbilitas, dependabilitas and konfirmabilitas.The results showed that Functional Literacy Learning implementation run smoothly and this Chimp method only takes 72 hours just learning. Compared with basic literacy learning method which takes 114 hours of learning with the use of methods can save you 72 hours of learning. And learning outcomes showed citizens learn that obtain a predicate satisfactory in 60%, then the citizens learn that obtain a predicate a very satisfying as much as 20%, 10% was satisfactory and that still need to be motivated by 10%. It can be inferred by using the method of simpanse happens to acceleration literacy citizens learn. It is clearly seen that the basic standard of literacy competency has been owned by most of the citizens are learning Keywords : Learning basic functional Literacy Aksi Mesra Simpanse and Acceleration Literacy
Penyelenggaraan Kursus BEC (Basic English Course) Berbasis Oligopoli dalam Meningkatkan Pendapatan Warga Masyarakat RT 02 RW XII Dusun Singgahan Desa Selodono Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri AHMAD AFANDI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT IMPLEMENTING OLIGOPOLY BASE BEC (BASIC ENGLISH COURSE) IN IMPROVING INCOME OF RT 02 RW XII DUSUN SINGGAHAN DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI SOCIETY Name : Ahmad Afandi Register number : 12010034046 Study Program : S-1 Major : Non Formal Education Faculty : Faculty of Education Institution : State University of Surabaya Advisor : Dr. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Si, M.Pd Course is the unit of non formal education which provides many kinds of knowledge, skills, mental behaviors for studying society in teaching learning process as well as formal school. The different is that course is held to be done in short term and to study one certain skill in order to reach self-development, to earn living, to continue to higher education. BEC (Basic English Course) institution is one of courses who implements English course for 6 months in order to maximize English competency of studying society. In its implementation, BEC (Basic English Course) used Oligopoly system. Oligopoly is a marketing in which the form of competition is dominated by 2 or more producers/consumers in each different characteristic area. By applying Oligopoly system, society is given opportunities to participate for fulfilling needs of studying society in establishing new service base business. The Approach used in this research was qualitative. The data were collected by in-depth interview, observation and documentation. Data analyses used in this research were data collection, data reduction, data presentation and data verification. Results of this research showed that the implementing Oligopoly base BEC (Basic English Course) in improving income of society ran properly due to the indicators and purposes of the owner of BEC (Basic English Course) in fulfilling needs of studying society. It was proven that Oligopoly system affected to the ability of society in establishing new service base business in order to fulfill needs of studying society from BEC (Basic English Course). Concrete proofs from society’s capability to establish new service base business in order to fulfill needs of studying society from BEC (Basic English Course) was that the owner of BEC (Basic English Course) not only established course institution but also participated in establishing boarding house, restaurant, cycling rental, and laundry. From establishing new business, society’s income was improved than before. Keywords: Course Implementation, Oligopoly, Income ABSTRAK PENYELENGGARAAN KURSUS BEC (BASIC ENGLISH COURSE) BERBASIS OLIGOPOLI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN WARGA MASYARAKAT RT 02 RW XII DUSUN SINGGAHAN DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Nama : Ahmad Afandi NIM : 12010034046 Program Studi : S1 Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Dr. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Si, M.Pd Kursus merupakan satuan pendidikan luar sekolah yang menyediakan berbagai jenis pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental bagi warga belajar dalam kegiatan belajar mengajar seperti halnya sekolah formal. Perbedaannya adalah bahwa kursus diselenggarakan dalam waktu pendek dan hanya mempelajari satu keterampilan tertentu dengan tujuan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Lembaga kursus BEC (Basic English Course) adalah salah satu contoh lembaga kursus yang menyelenggarakan kursus bahasa Inggris selama 6 bulan dengan tujuan untuk memaksimalkan kemampuan bahasa Inggris warga belajar. Dalam penyelenggaraannya BEC (Basic English Course) menggunakan sistem Oligopoli. Oligopoli merupakan suatu pasar dimana bentuk persaingan didominasi oleh lebih dari 2 produsen atau penjual dalam suatu area yang memiliki karakteristik tersendiri. Dengan sistem oligopoli tersebut masyarakat diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan warga belajar, yaitu dengan mendirikan usaha baru dibidang jasa. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah koleksi data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan kursus BEC (Basic English Course) berbasis oligopoli dalam meningkatkan pendapatan warga masyarakat berjalan sesuai indikator dan tujuan pengelola mendirikan lembaga kursus BEC (Basic English Course). Terbukti bahwa sistem oligopoli berdampak pada mampunya warga masyarakat mendirikan usaha baru dibidang jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebututuhan warga belajar dari BEC (Basic English Course). Kata Kunci : Penyelenggaraan kursus, sistem oligopoli, pendapatan
Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat dalam Meningkatkan Minat Baca di Rumah Baca Gang Masjid Jombang ORIZA TAHTA ALFINA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengembangan budaya baca merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk mengembangkan masyarakat berpengetahuan, berketerampilan, maju, dan mandiri melalui kegiatan membaca, menulis, berhitung, dan bersastra yang dalam pelaksanaannya melalui media Taman Bacaan Masyarakat. Adanya TBM diharapkan mampu untuk mendukung pembudayaan kegemaran membaca masyarakat dan sebagai wadah pembinaan aksarawan baru untuk meningkatkan kemampuan keaksaraannya yang telah diperoleh dari keikutsertaan pada program pendidikan keaksaraan sebelumnya. Adanya media TBM ini mampu memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kegemaran membaca dan belajar sebagai penunjang terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat dalam meningkatkan minat baca di Rumah Baca Gang Masjid. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif ini dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah Pengelola Rumah Baca Gang Masjid dan pengunjung. Dengan fokus penelitian pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat dalam meningkatkan minat baca di Rumah Baca Gang Masjid Jombang. Untuk meningkatkan hasil penelitian, maka hasil penelitian melalui uji keabsahan data yaitu uji kredibilitas dengan menggunakan perpanjangan, pengamatan, dan triangulasi, dependabilitas, dan konfirmabilitas Hasil penelitian menunjukkan Pengelolaan Rumah Baca Gang Masjid dikelola berdasarkan aspek-aspek dari fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dapat dikatakan berjalan dengan baik. Pada proses pengelolaan Rumah Baca Gang Masjid dikaitkan dengan upaya peningkatan minat baca di masyarakat. Pengelolaan mengacu pada bagaimana pentingnya budaya baca masyarakat agar meningkat. Dalam meningkatkan minat baca masyarakat, pengelola Rumah Baca Gang Masjid membuat program kegiatan yang dapat mengenalkan masyarakat dengan membaca. Program program yang berjalan adalah Minggu Membaca, Minggu Kreatif, Goes to Dusun, Bimbingan Belajar, dan perluasan akses melalui pendirian spot baca. Dengan adanya program-program kegiatan maka antusiasme masyarakat dalam membaca dapat meningkat, hal ini dibuktikan dengan pengunjung yang setiap hari berkunjung meskipun tidak banyak tetapi masyarakat mau membaca atau meminjam buku di Rumah Baca Gang Masjid. Kata Kunci Pengelolaan TBM, Minat Baca The development of reading culture is one of government programs which aims to develop society who are full of knowledge, skilled, advanced and independent. It is being implemented in Taman Baca Masyarakat through reading, writing, counting and composing activities. The TBM is expected to support the cultivation of society reading interest and as a place to foster new literates to improve their literacy which has been obtained from participating in literacy programs before. The existence of TBM motivates people to improve their interest in reading and learning as a support to the realization of a long life learning society. Moreover, the purpose of this study is to analyze the management of Taman Bacaan Masyarakat in improving society reading interest through Rumah Baca Gang Masjid.This research is a descriptive qualitative research which used interview, observation and documentation as data collection techniques. The subject of this research was the manager and the visitors of Rumah Baca Gang Masjid. This research focused on the management of Taman Baca Masyarakat in improving society reading interest through Rumah Baca Gang Masjid Jombang.Furthermore, to improve the result of the research, the validity of the data had been tested by using the credibility using extension, observation, and triangulation, dependability and confirm ability test.The result showed that the management of Rumah Baca Gang Masjid was managed based on the aspects of management functions including planning, organizing, implementing, monitoring and evaluation which can be said to be going well. In the process of the management of Rumah Baca Gang Masjid, it was associated with the effort to improve society reading interest. The management was pointed to how important is the improvement of society reading interest. In improving society reading interest, the manager of Rumah Baca Gang Masjid created some programs which can familiarized people to read. Some programs which running well were Minggu Membaca, Minggu Kreatif, Goes to Dusun, Bimbingan Belajar and expanding access through the establishment of reading spot. Those programs improved the society enthusiasm to read. It was proven by the visitors who was visited Rumah Baca Gang Masjid every day. Although there were not many visitors, they have the desire to read or to borrow books in Rumah Baca Gang Masjid. Keywords TBM Management, Reading Interest
Peran Pendidikan Keluarga Terhadap Pelestarian Seni Karawitan Anak Di Desa Wisata Jono Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro ADI ABDUL ROHMAN PUTRA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kelompok seni karawitan anak Margisiswi merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh desa wisata budaya Jono melalui ekstra kurikuler di SDN 3 Jono untuk melestarikan seni dan kebudayaan lokal yang sudah mulai hilang. Pendidikan keluarga sangat berpengaruh terhadap minat anak untuk mau belajar dan melestarikan karawitan. Fokus penelitian ini adalah bagaimana peran pendidikan keluarga terhadap pelestarian seni karawitan di desa Jono serta apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wisata Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegorodengan tujuan mengetahui peran pendidikan keluarga dalam melestarikan seni karawitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa koleksi data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Sedangkan untuk memeriksa keabsahan data, teknik yang digunakan adalah transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang didapat adalah pendidikan keluarga berperan dalam memberikan pengalaman pertama pada anak, menjamin kehidupan emosional anak, pendidikan moral, peletakan dasar keagamaan, dan menjadi teman diskusi bagi anak. Pendidikan keluarga yang berkualitas menjadikan anak patuh dan taat kepada orangtuanya serta menjadikan anak jauh dari hal negatif. Sehingga keinginan orangtua untuk melestarikan karawitan bisa tercapai. Kata kunci: peran pendidikan keluarga, pelestarian seni karawitan Abstract Margisiswi child’s karawitan art group is one of efforts which conducted by Jono tourist village through extracurricular at SDN 3 Jono to conserve local art and culture which starting to fade away. Family education hardly influence to child’s interest to be attracted to learning and conserve karawitan. This research focus was how the role of family education to karawitan art conservation at Jono tourist village as well as the supporting and inhibiting factors. This research conducted on Jono tourist village,Temayang Sub-district, Bojonegoro Regency with the aim to determine the role of family education in conserving karawitan art. This research applied descriptive qualitative approach. Method of collection data that applied were interview, observation, and documentation. Data analysis technique that applied were data collection, data reduction, presentation and verification. While for checking data validity, techniques that applied were credibility, transferability, dependability and conformability. Research result which obtained was the family play role to give first experience to child, guarantee child’s emotional live, moral education, the lies of religion foundation, and become discussion partner for child. Qualified family education make child obey and dutifully to its parent and make them far from negative things. So that parent’s wish to conserve karawitan can achieved. Keywords: family education role, karawitan art conservation
pelaksanaan pelatihan keterampilan bekam dan pijat refleksi dalam upaya peningkatan fungsi sosial di Shelter rumah Hati jombang ALIYAH FRISTY ANTIKASARI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak merupakan generasi penerus yang hidup dimasa sekarang dan memiliki harapan yang sangat besar terhadap perubahan suatu bangsa. Untuk mewujudkan harapan tersebut memerlukan suatu pendidikan yang kuat, karena pendidikan adalah pionir dalam pembangunan masa depan suatu bangsa. Pendidikan harus mempunyai tujuan agar minat dan keinginan masyarakat bisa terperdaya secara merata. Seiring dengan perkembangan zaman, anak cenderung digiring untuk dalam gaya hidup yang materialistis, seraya menjauhkan mereka dari nilai nilai dan moralitas hukum Negara maupun agama. Hal ini ditinjau dari anak maupun remaja yang pada usianya bermasalah dengan hukum. Untuk dapat memperbaiki anak dibawah umur yang terlibat dalam berbagai kasus hukum maka Shelter Rumah Hati Jombang memberikan tempat tinggal sementara bagi anak berkonflik dengan hukum serta pembinaan supaya mampu mengembalikan rasa percaya diri anak ketika bermasyarakat. Maka penelitian ini dianggap perlu dengan tujuan mengetahui 1 pelaksanaan pelatihan keterampilan bekam dan pijat refleksi di Shelter Rumah Hati Jombang, 2 pelatihan bekam dan pijat refleksi mampu meningkatkan fungsi social eks lapas.Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian adalah Pengelola Rumah Hati, Tutor dan Warga Belajar. Untuk meningkatkan kepercayaan hasil penelitian, penelitian harus melalui uji keabsahan data yaitu uji kredibilitas dengan menggunakan perpanjangan pengamatan dan triangulasi, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan pelatihanyang berjalan selama 3 bulan, sesuai dengan harapan pengelola maupun tutor pelatihan. Harapan dalam pelatihan ini mampu meningkatkan fungsi social anak eks lapas. Anak yang sebelumnya merasa kurang bahkan hilang untuk melaksanakan tugas dan peranannya untuk berinteraksi dimasyarakat menjadi memiliki kemajuan yang baik dalam dirinya. hal ini dibuktikan dengan anak memiliki kemandirian warga belajar, sejahtera, berakhlak dan memiliki kualitas sikap amupun mental. Kata kunci pelatihan, ABH, fungsi social abstrac Child is future generation who lives today and have big expectation to the changes of nation. To realize those expectation required a solid education, since education is a pioneer in nation future building. Education must have purpose form societys interest and desire can be empowered evenly. Along with age development, child tend driven to materialistic life style and keep them from values and nation law morality or religion. It observed from child or teenager who in its age troubled with law. To be able to fixed under-age child who involved with various law cases therefore Rumah Hati shelter Jombang provided temporary home stay for conflicted with law child as well as development in order to brought back their self-confident when socialize. Therefore, this research considered urgent with purpose to determine 1 the implementation of cupping and reflexology skill training on Rumah Hati Shelter Jombang, 2 cupping and reflexology training able to improved former prisoners social function. Qualitative approach with data collecting technique through interview, observation, and documentation. Research subject were Rumah Hati organizer, tutor and student. To improved research result reliability, research must passed data validity test namely credibility test by applied observation extension and triangulation, dependability, and conformability. Research result showed that the training implementation which held for 3 months appropriated with organizer and training tutors expectation. Expectation in this training was able to improved former prisoner childs social function. Child who previously felt lack or lost to performed its duty and obligation to interacted on society become has good improvement within itself. It proved with that they has students autonomous, wellbeing, has morality, and possessed attitude or mental quality. Keywords training, ABH, social function
Upaya peningkatan kemandirian lansia melalui bimbingan sosial lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar SOLIKAH
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kehidupan ini menjadi tua itu pasti, karena setiap manusia tentunya ada masa anak-anak, remaja, dewasa, dan menjadi tua itu sudah keputusan mutlak sebagai manusia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1. pelaksanaan bimbingan sosial bagi lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar, 2. menganalisa apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan bimbingan sosial bagi lanjut usia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu tahap koleksi, tahap reduksi, tahap penyajian data atau display, tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dalam penelitian ini uji keabsahan data menggunakan Kredibilitas, Dependabilitas, Konfirmabilitas, Transferability atau keteralihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan kemandirian terhadap klien lanjut usia di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar dilakukan secara bertahap yaitu dengan memberikan bimbingan sosial secara terjadwal dan rutin. Sistem yang digunakan adalah 1H5MIK yaitu satu hari lima menit satu klien dimana para petugas mendatangi klien satu persatu meskipun hanya dalam waktu lima menit. Dalam upaya ini yang menjadi faktor pendukung adalah jadwal kegiatan, anggaran, instruktur, situasi dan kondisi yakni sasaran berada dalam satu lokasi sehingga memudahkan proses pengaturan program dan jadwal, anggaran dana, adanya isntruktur atau pemateri, dan fasilitas yang memadai. Untuk faktor penghambatnya adalah kondisi fisik klien yang mulai menurun karena umurnya semakin bertambah, faktor dimensia yaitu penyakit yang muncul seiring pertambahan usia, faktor degenaratif yaitu penurunan fungsi organ tubuh dan juga metode pemberian materi yang membosankan. Kata kunci Kemandirian lansia, Bimbingan sosial Abstract In this life aging is definitely, because every man there would certainly be a the course of childhood , teenagers , adult , and grows old is decision absolute as human beings. This research aims to describe 1 The implementation of the guidance for social elderly in technical unit social services elderly blitar 2 Analyzes whatever be by factors in support and inhibitors in the implementation of the guidance for social elderly. This research using descriptive qualitative study. Data collection techniques used is interview , observation and documentation. Analysis techniques the data used in the collection, reduction step, the presentation of data or display, the withdrawal conclusions and verification. In this research the validity of data using credibility, dependabilitas, konfirmabilitas, transferability or keteralihan. The research results show that efforts to improve the independence of clients elderly in technical unit social services elderly blitar be done in gradually by provides guidance social in regular and routine. A system used is 1H5M1K they are one day five minutes one client where officials come to clients one by one although only in five minutes. In an effort to this is by factors in support is timetable, budget, instructors, the situation and condition the target be in one location in order to facilitate the process arrangement the program and schedule, The isntruktur or pemateri , and facilities. To the obstacle faktor is the physical condition of clients begins to decrease for its age has been increased , factors dimensia that is, a disease that appears as addition age , factors degenaratif that is a decrease in the functioning of an organ the body and also a method of the provision of material dull. Keywords independence elderly , guidance social

Page 11 of 66 | Total Record : 660