cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
Pengelolaan Wisata Edukasi Kampung Coklat Di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar FERDINA ESTY WILUJENG
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengelolaan suatu kawasan wisata merupakan hal yang penting dilakukan untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dimana strategi pengelolaan suatu kawasan seharusnya ditentukan dengan matang sehingga tujuan dapat dicapai. Kegiatan desa wisata di suatu daerah tidak lepas dari peran dan partisipasi masyarakat setempat dalam hal pengelolan desa wisata tersebut. Tujuan dalam penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) Pengelolaan Wisata Edukasi Kampung Coklat, dan (2) Peran Pengelola Wisata Edukasi Kampung Coklat Dalam Konteks Pendidikan Non Formal. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Teknik wawancara mendalam digunakan untuk memperoleh data kualitatif tentang pengelolaan wisata edukasi kampung coklat. Sedangkan teknik observasi partisipan dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data lain yang mendukung dan melengkapi hasil wawancara. Hasil penelitian membuktikan bahwa Pengelolaan wisata edukasi kampung coklat di Desa Plosorejo kecamatan Kademangan kabupaten Blitar tersebut telah sesuai. Hasil Penelitian Pengelolaan wisata edukasi kampung coklat di Desa Plosorejo kecamatan Kademangan kabupaten Blitar tersebut melalui beberapa tahap. Tahapan tersebut yakni mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Ketiga hal tersebut dijalankan untuk mengelola wisata edukasi kampung coklat. Sesuai dengan teori yang ada bahwa terjadi keselarasan dengan yang ada di lapangan dan dilakukan secara partisipatif yaitu melibatkan masyarakat desa Plosorejo yang bekerja di kampung coklat. Peran pengelola wisata edukasi kampung coklat dalam konteks pendidikan non formal merupakan suatu alat yang dapat membantu masyarakat. Dalam hal ini kelompok-kelompok masyarakat melalui beberapa tahapan yakni penyadaran, transformasi dan kemampuan intelektual. Kata Kunci : Pengelolaan, Wisata Edukasi Kampung Coklat, Pendidikan Non Formal Abstract Management of a tourist area is an important thing to do in order to achieve the desired goals. Where the management strategy of an area should be determined carefully so that the objectives can be achieved. Village tourism activities in an area cannot be separated from the role and participation of the local community in terms of managing the tourism village. The purpose of this study was to obtain a description of (1) Tourism Management of Brown Village Education, and (2) The Role of Tourism Managers in Brown Village Education in the Context of Non-Formal Education. The method in this study is qualitative with a case study approach. Data was collected using in-depth interview techniques, participant observation, and documentation studies. The in-depth interview technique was used to obtain qualitative data about the management of brown village education tours. While participant observation techniques and documentation are used to obtain other data that supports and complements the interview results. The results of the study proved that the management of education tours in the village of brown in the village of Plosorejo, Kademangan subdistrict, Blitar district was appropriate. Research Results Management of chocolate village education tours in Plosorejo Village, Kademangan sub-district, Blitar district through several stages. These stages are starting from planning, implementing and evaluating. These three things are carried out to manage chocolate village education tours. In accordance with the existing theory that there is alignment with what is in the field and carried out in a participatory manner that involves the Plosorejo village community who work in the village of chocolate. The role of the manager of the education of the village of brown in the context of non-formal education is a tool that can help the community. In this case community groups go through several stages, namely awareness, transformation and intellectual ability. Keywords: Management, Tourism Education Brown Village, Non Formal Education
HUBUNGAN PELATIHAN MENJAHIT TINGKAT TERAMPIL DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA WARGA BELAJAR DI PKBM INSAN MULIA KABUPATEN JOMBANG MINANNUR ROHMAN
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Agropolitan Sebagai Upaya Menambah Pendapatan Keluarga di Desa Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar GITA ERLITASARI
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan merupakan proses meningkatkan kemampuan individu atau masyarakat untuk berdaya yang dilakukan secara demokratis agar mampu membangun diri dan lingkunganya dalam meningkatkan kualitas kehidupannya sehingga mampu hidup mandiri dan sejahtera. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui pengembangan desa wisata agropolitan di Karangsono Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata agropolitan dan bagaimana pendapatan masyarakat setelah ada kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata agropolitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program sudah berjalan dengan baik yang didukung oleh komponen-komponen yang sesuai berupa pengembangan sumber daya masnusia, kemitraan atau kerja sama, promosi, dan kerja sama dengan pihak universitas. Pendapatan keluarga didukung oleh komponen berupa terpenuhinya kebutuhan pokok keluarga,memiliki penghasilan yang bisa menopang kebutuhan keluarga, dan ketersediaan cadangan uang atau tabungan. Keberhasilan tersebut terbukti dari dengan pengembangan desa wisata agropolitan dapat menambah pendapatan keluarga di desa Karangsono. Potensi Desa Karangsono memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata, Pendapatan Keluarga.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI RUMAH HARAPAN DALAM MEMBERIKAN LIFE SKILL KERAJINAN TANGAN WARGA TUNAGRAHITA DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUAPTEN PONOROGO OKKY SEPPRIAN
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi karena banyaknya warga yang memiliki keterbatasan mental di Desa Karangpatihan yang selama ini hanya dipandang sebelah mata karena kondisinya, serta ketidak produktifnya seakan menjadi beban yang memperberat kemiskinan dan ketergantungan pada bantuan konsuntif, sehingga dalam mencapai kesejahteraan hidupnya sangat jauh. Dalam rangka memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut, masyarakat sekitar membentuk Rumah Harapan dalam memberdayakan warga tunagrahita agar memiliki life skill kerajinan tangan yang dapat digunakan untuk mencapai kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pemberdayaan masyarakat dalam memberikan life skill kerajinan tangan warga tunagrahita di Desa Karangpatihan, faktor pendukung dan penghambat rumah harapan dalam memberikan life skill kerajinan tangan warga tunagrahita.Metode penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian pengurus rumah harapan, pembimbing/pembina, dan warga tunagrahita. Metode analisis data melalui tahap kondensasi data, penyajian data, verifikasi data. Untuk membuktikan keabsahan data yang diperoleh, teknik yang digunakan adalah, kredibilitas, depenbilitas, konfirmabilitas dan tranferabilitas.Hasil penelitian menunjukan program pemberdayaan masyarakat dalam memberikan life skill kerajinan tangan warga tunagrahita yaitu pertama: perencanaan yang meliputi identifikasi kebutuhan, kedua: pelaksanaan kegiatan yang meliputi proses kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam memberikan life skill kerajinan tangan. Selanjutnya pengawasan yang meliputi kedisiplinan, kemampuan warga tunagrahita, kesiapan pengelola. Serta terdapat faktor pendukung yaitu, sarana dan prasaran yang memadai dan faktor penghambat yaitu (1) tidak adanya tenaga fasilitator professional, (2) tingkat pemahaman yang lambat. Hasil dari adanya pemberdayaan dalam memberikan life skill kerajinan tangan melalui rumah harapan telah memberikan implikasi pada warga tunagrahita yaitu, (1) kemampuan membuat kerajinan tangan, (2) partisipasi kehidupan sosial. Dari hasil yang diperoleh tersebut disarankan kepada pihak pengelola rumah harapan agar semakin baik dalam menyiapkan program pemberdayaan, terutamanya mendatangkan fasilitator professional di bidangnya sehingga dalam pelaksaanya sesuai dengan tujuan.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat Tunagrahita, Life Skill Kerajinan Tangan, Rumah Harapan Desa KarangpatihanAbstractThis research is motivated because many residents have mental retardation in the Karangpatihan village so far only underestimated because of their condition, as well as it unproductiveity seemed to be a burden that aggravate poverty and dependency on consumptive assitance, is very far in achieving the welfare of their life. In order to provide a solution to these problems, people around the Karangpatihan village formed Rumah Harapan in empowering mental resident to have handicraft life skills that can be used to achieve prosperity. This study aimed to describe the empowerment of the community in providing handicraft life skills of mental retarded residents in the Karangpatihan village, enabling and inhibiting factors of Rumah Harapan in providing handicraft life skill of mental retardation resident.The research method chosen by the researcher is descriptive quantitative. The research subject is caretaker of Rumah Harapan, counselors, and mental retardation resident. Methods of data analysis through condensation stage, data presentation, data verification. To prove the validity of the data obtained, the technique used is credibility, depenbilitas, confirmability and tranferabilitas.The results showed the community empowerment program in providing handicrafts life skill of mental retarded resident: first, the planning involved in the implementation of the identified needs. Second, the implementation of activities that include processes in community development activities in providing handicraft life skill. Further oversight includes the discipline, the ability of mental retardatipn resident to managing preparation. And there is a supporting factor, which is adequate facilities and infrastructure and the inhibiting factors are (1) lack of professional facilitators, (2) slow understanding level of mental retardation resident. The results of the empowerment of the community in providing life skills through Rumah Harapan expectations have implications for mental retardation resident, which is, (1) the ability to make handicraft, (2) the participation of social life. From the results obtained suggested to the caretaker of Rumah Harapan, to be better in preparing development programs, particularly to incur professional facilitators in their sector so that the implementation is in accordance with the planned goals.Keywords: Mental Retardation Resident Community Empowerment, Handcraft Life Skill, Rumah Harapan Karangpatihan Village.
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK JALANAN MELALUI PROGRAM PEMBINAAN KEWIRAUSAHAAN DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI SURABAYA SHELY OKTAVIANA
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK JALANAN MELALUI PROGRAM PEMBINAAN KEWIRAUSAHAAN DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI SURABAYA Nama : Shely Oktaviana NIM : 14010034037 Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Suhanadji, M.Si Anak seharusnya berhak dan wajib menempuh pendidikan karena anak adalah generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan dan persaingan di masa depan. Tetapi bagi anak jalanan, pendidikan bukanlah merupakan suatu prioritas karena mereka menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk berada di jalanan. Walaupun sepanjang hari berada di jalanan, anak jalanan seharusnya tetap bisa mengenyam pendidikan. Jika tidak bisa mengikuti pendidikan formal setidaknya mereka mendapatkan pendidikan karakter untuk membentuk pribadi menjadi manusia yang baik. Karena pentingnya pendidikan karakter untuk anak jalanan, maka pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membina anak jalanan. Melalui lembaga UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya anak jalanan diberikan fasilitas dan pendidikan seperti program pembinaan kewirausahaan yang bertujuan untuk mengasah keterampilan dan membentuk karakter yang baik. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Kampung Anak Negeri Surabaya yang berada di Jl. Wonorejo Timur No.130 Wonorejo, Kelurahan Rungkut, Surabaya. Informan penelitian ini adalah kepala UPTD, pembina, staff kantor, dan anak jalanan yang mengikuti program pembinaan kewirausahaan. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu data diuji keabsahannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pembinaan kewirausahaan yang dilaksanakan di UPTD Kampung Anak Negeri Surabaya telah terlaksana sesuai tujuan yang diharapkan yaitu dapat mengembangkan keterampilan anak jalanan dalam bidang wirausaha . keterampilan yang diajarkan yaitu keterampilan teknis, keterampilan manajemen, keterampilan wirausaha, dan keterampilan keamanan pribadi. Selain itu program pembinaan kewirausahaan ini juga membentuk karakter anak jalanan yaitu jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, dan tanggung jawab. Kata kunci: anak jalanan, pembentukan karakter, kewirausahaan.
HUBUNGAN PENGGUNAAN VOUCHER LITERASI DENGAN PENINGKATAN MINAT BACA PESERTA DIDIK LBB ALFAGAMA DI DESA KEBOAN KECAMATAN NGUSIKAN KABUPATEN JOMBANG HENDRA SEPTIAWAN
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN TUTOR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI PENGUATAN CHARACTER BUILDING PADA PESERTA DIDIK PAKET B MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS di UPT SPNF SKB CERME-GRESIK LAILATUL MAGHFIROH
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penguatan Character building merupakan penguatan karakter peserta didik yang sudah ada pada diri peserta didik. Penguatan karakter yang dilakukan oleh tutor dilaksanakan dengan pembelajaran yang mampu mengaktifkan sekaligus menyenangkan dimaksudkan untuk mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki oleh anak didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadinya. Pendekatan dan jenis rancangan ini menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik-teknik tersebut digunakan untuk menggali data penelitian tentang penguatan character building dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik paket B mata pelajaran Bahasa Inggris di UPT SPNF SKB Cerme-Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan character building ini dapat memicu kemampuan belajar peserta didik yang dapat dibuktikan melalui peningkatan hasil belajar. Pembelajaran bahasa Inggris yang mungkin terkesan membosankan kini semakin baik karena dibarengi dengan karakter yang baik, karakter yang dimaksud peneliti adalah berkembangnya rasa tanggung jawab, disiplin, peduli sesama teman dll. Pengembangan karakter tersebut berkembang dalam pembelajaran seperti penugasan yang berkarakter, penjelasan materi yang memiliki kandungan motivasi dan nasihat-nasihat yang mana akan memicu kualitas peserta didik dalam belajar sehingga dapat membuat mereka mencapai hasil belajar dan prestasi yang baik. Kata Kunci : Penguatan Character Building, Hasil Belajar Abstract Strengthening Character building is the strengthening of students character that already exists in students. Strengthening the characters carried out by tutors carried out with learning that is able to activate as well as fun is intended to optimize all the potential possessed by students, so as to achieve satisfactory learning outcomes in accordance with his personal characteristics. This approach and type of design uses qualitative research. Data is collected by interview, observation and documentation techniques. These techniques are used to explore data on the strengthening of character building in improving the learning outcomes of package B students in English in the SPNF UPT Cerme-Gresik SKB. The results of the study indicate that the strengthening of character building can trigger students learning abilities that can be proven by increasing learning outcomes. Learning English that might seem boring now is getting better because it is accompanied by good character, the character intended by the researcher is the development of a sense of responsibility, discipline, caring for fellow friends etc. Development of roles with these characters develops in learning such as character assignments, material explanations that contain motivation and advice which will trigger the quality of learners in learning so that they can achieve good learning outcomes and achievements. Keyword : Strengthening Character Building, Learning Outcomes
PERAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK USIA 6-12 TAHUN (STUDI KASUS PADA PROGRAM HOME VISIT DI HOMESCHOOLING SEKOLAH DOLAN MALANG) HENING HANGESTY ANURRAGA
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERAN ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK USIA 6-12 TAHUN (STUDI KASUS PADA PROGRAM HOME VISIT DI HOMESCHOOLING SEKOLAH DOLAN MALANG) Hening Hangesty AnurragaPendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri SurabayaEmail : hening.hangesty@gmail.com ABSTRAK Homeschooling merupakan salah satu pendidikan alternatif yang dilaksanakan di luar sistem pendidikan formal. Orangtua memiliki tanggung jawab dan peran yang lebih besar dalam proses belajar anak, salah satu peran orangtua yaitu sebagai motivator yang harus mampu memotivasi anak untuk giat belajar. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisis mengenai : (1) peran orangtua dalam meningkatkan motivasi belajar pesera didik usia 6-12 tahun (2) faktor-faktor pendukung dan penghambat orangtua dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik usia 6-12 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu satu pengelola lembaga Homeschooling Sekolah Dolan, dua tutor, serta empat orangtua peserta didik pada program home visit. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orangtua menjalankan perannya dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Peran orangtua dalam meningkatkan motivasi belajar anak meliputi : (1) Sebagai fasilitator dengan menyediakan sarana alat belajar seperti tempat belajar, buku-buku pelajaran dan alat-alat tulis dan memberikan fasilitas untuk mengembangkan bakat dan minat anak. (2) Sebagai motivator dengan memberikan motivasi kepada anak dengan cara memberi penghargaan terhadap prestasi belajar anak dengan memberi hadiah maupun kata-kata pujian. (3) Sebagai pendidik dan pengajar dengan terlibat dalam kegiatan belajar dengan mendiskusikan dengan pihak homeschooling mengenai program belajar yang sesuai dengan kondisi anak, mendampingi anak belajar diluar jadwal home visit bersama tutor, dan memperhatikan kondisi fisik dan psikis anak sehingga dapat menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi anak tersebut. Kata Kunci : Peran Orangtua, Motivasi Belajar, Homeschooling
Pelaksanaan Pendampingan Belajar dalam Mewujudkan Kemandirian Anak Jalanan di Komunitas Save Street Child Taman bungkul Surabaya AHMAD MARUF FATWA
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena anak jalanan menjadi salah satu permasalahan sosial yang melanda kota Surabaya. Banyak faktor yang membuat mereka tidak besekolah yaitu faktor ekonomi dan pendidikan orang tua yang rendah. Untuk menghadapi permasalahan anak jalanan ini beberapa orang mulai mencoba memulai gerakan peduli terhadap anak jalanan. Salah satunya adalah sebuah komunitas yaitu komunitas Save Street Child Surabaya. Komunitas Save street child Surabaya mengelola pembelajaran diluar kelas degan mekanisme survey, pendekatan terhadap warga dan memilki peranan kecil sebelumnya akhirnya berjalan sebagai pusat kegiatan belajar mengajar. Hal ini dilakukan agar mewujudkan kemandirian anak jalanan di komunitas Save Street Child di taman bungkul Surabaya Penelitian ini bertujuan mengenai : (1) pelaksanaan pendampingan belajar dalam dalam mewujudkan kemandirian anak jalanan di komunitas Save Street Child di taman bungkul Surabaya, (2) tingkat kemandirian anak jalanan pada komunitas Save Street Child taman bungkul Surabaya, (3) mengetahui faktor-faktor pendukung dalam pendampingan belajar dalam mewujudkan kemandirian anak alanan pada komunitas Save Street Child di taman bungkul Surabaya, (4) faktor-faktor penghambat pendampingan belajar dalam mewujudkan kemandirian anak alanan pada komunitas Save Street Child di taman bungkul Surabaya.informan penelitian ini meliputi : (1) pihak penyelenggara komunitas Save Street Child Surabaya, (2) pengajar komunitas Save Street Child Surabaya, (3) anak jalanan komunitas Save Street Child Surabaya. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini antara lain : pertama, pendampingan belajar di komunitas save street child taman bungkul surabaya meliputi (1) warga belajar, (2) ragi/motivasi belajar, (3) sumber belajar, (4) paguyuban/kelompok belajar, (5) pamong belajar, (6) tempat belajar, (7) sarana belajar, (8) dana belajar, (9) program kegiatan belajar, (10) hasil belajar. Kedua, setelah diadakanya pendampingan belajar bagiu anak jalanan, dampak dari pendampingan tersebut adalah kemandirian. kemandirian anak jalanan sudah mulai terlihat yaitu semakin bertanggung jawab, tidak mudah bergantung kepada orang lain, anak-anak dapat memenuhi kebutuhan pokok minimal sendiri, menjadi lebih disiplin, lebih berani dalam mengambil resiko. Kata Kunci : Pelaksanaan pendampingan, Pendampingan belajar, kemandirian, anak jalanan Abstract The phenomenon of street children became one of the social problems that hit the city of Surabaya. Many factors that make them not school are the economic factors and low parental education. To face the problems of street children some people started trying to start a caring movement towards street children. One of them is a community of Save Street Child Surabaya community. The community of Save street child Surabaya manages out-of-class learning with survey mechanism, approaches to citizens and having a small role before finally running as a center for teaching and learning activities. This is done in order to realize the independence of street children in the community of Save Street Child in Surabaya bungkul park. This study aims to: (1) implementation of learning assistance in realizing the independence of street children in the community of Save Street Child in Surabaya bungkul park, (2) (3) to know the supporting factors in facilitation of learning in realizing the independence of children alanan in the community of Save Street Child in Surabaya bungkul park, (4) inhibiting factors of learning assistance in realizing the independence of children of the alanan in the Save Street Child community in Surabayas bungkul park. The research informants included: (1) the organizers of the Save Street Child Surabaya community, (2) teachers of the Save Street Child Surabaya community, (3) street children of the Save Street Child community of Surabaya. The data collection of this research use interview, observation, and documentation. The results of this study include: first, the assistance of learning in the community save street child bungkul surabaya park includes (1) studying citizens, (2) yeast / learning motivation, (3) learning resources, (4) community / study groups, (5) (6) learning places, (7) learning facilities, (8) learning funds, (9) learning activities, (10) learning outcomes. Secondly, after conducting the study assistance for street children, the impact of the mentoring is independence. the independence of street children has begun to appear that is more responsible, not easy to depend on others, children can meet their own basic needs at least, become more disciplined, more daring in taking risks. Keywords: Implementation of mentoring, Mentoring learning, independence, street children
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK LBB TAMAN PINTAR KECAMATAN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN MOCHAMAD MACHFUD SARONI
J+PLUS UNESA Vol. 7 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar peserta didik LBB taman pintar Lamongan. Pengelolaan pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan. Indikator minat belajar meliputi perasaan senang, keterlibatan, ketertarikan dan perhatian. Lembaga bimbingan belajar Taman Pintar mempunyai keunikan dalam menjalankan strategi pengelolaan pembelajaran. Strategi yang digunakan dalam pengelolaan pembelajaran yakni lebih fleksibel dalam arti apabila kemampuannya tidak bisa menyesuaikan dengan kelasnya maka siswa tersebut tidak akan dipaksa untuk mengikuti kelasnya melainkan akan dimasukkan dikelas sebelumnya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bermaksud untuk mendeskripsikan secara sistematik tentang data yang didapatkan di lapangan berupa tulisan deskriptif dari narasumber. Subjek penelitian ini yaitu ketua lembaga, tutor dan peserta didik. Metode analisis data melalui tahap kondensasi data, penyajian data, verifikasi data. Untuk membuktikan keabsahan data yang diperoleh teknik yang digunakan adalah kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan tranferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan pembelajaran dimulai dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerekkan dan pengawasan. Tahapan berikut dijalankan untuk mengelola pembelajaran dalam pembelajaran. Sesuai dengan teori yang ada bahwa terdapat keselarasan dengan kejadian yang ada di lapangan dan dilakukan secara partisipatif yaitu melibatkan seluruh elemen yang ada. Minat belajar peserta didik lembaga bimbingan belajar Taman Pintar mengalami peningkatan setelah mengikuti bimbingan belajar tersebut. Hal ini dibuktikan dengan menggali indikator yang dikaji yaitu perasaan senang, keterlibatan, ketertarikan dan perhatian. Kata Kunci: Pengelolaan Pembelajaran, Bimbingan Belajar, Minat Belajar.