cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN KAKAODI WISATA EDUKASI KAMPUNG COKLAT DESA PLOSOREJO KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR AFINA SULISTYANINGRUM
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan non-formal adalah pendidikan yang terorganisir di luar sistem pendidikan formal dan merupakan bagian dari keseluruhan konsep terpadu dari sistem pendidikan. Salah satu program pendidikan non-formal yaitu pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk memberikan perubahan dan peningkatan keberdayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari baik fisik, mental maupun ekonomi dan sebagainya sehingga menjadikan mandiri dan berdayaguna. Seperti halnya kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kakao yang diselenggarakan Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar ini menghasilkan biji tanaman kakao yang berkualitas internasional dan menciptakan berbagai macam produk olahan kakao serta masyarakat yang berdaya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penyelenggaraan dan manfaat kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan Wisata Edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Metode penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Proses pengambilan data dilakukan secara observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dikelompokkan, dideskripsikan, dianalisis, diuji keabsahan datanya dengan triangulasi, kemudian disimpulkan. Temuan hasil penelitian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kakao di Wisata Edukasi Kampung Coklat Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar meliputi: 1) proses pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kakao berjalan dengan lancar dengan antusias masyarakat yang tinggi serta mendapat dukungan dari kemitraan baik dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah yang berpengaruh pada kelancaran proses pemberdayaan masyarakat ini; 2) dengan menggunakan pendekatan non-formal dapat mewujudkan masyarakat yang berdaya dan mandiri serta dapat meningkatkan baik skill maupun perekonomian mereka setelah mengikuti kegiatan pemberdayaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kakao yang diselenggarakan Wisata Edukasi Kampung Coklat berkontribusi dalam memberdayakan dan berpengaruh pada kemampuan skill serta perekonomian masyarakat Desa Plosorejo. Keberlanjutan kegiatan pemberdayaan dapat dikembangkan dan ditingkatkan karena semakin baik upaya kegiatan pemberdayaan yang diselenggarakan maka semakin baik pula manfaat yang diperoleh masyarakat yang mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kakao di Wisata Edukasi Kampung Coklat Desa plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pengolahan Kakao. Abstract Non-formal education is organized education, beyond the formal education system and it is a part of the integrated concept of education system. One of the non-formal education programs is community empowerment. Community empowerment activity is an effort to make a difference and develop the community’s empowerment to statisfy the daily needs both physically, mentally, economically, and others until they become independent and efficient. Similarly with this community empowerment activity through cacao cultivation, held in Chocolate Village Education Tourism, produced internationally quality of cacao seed and create some other cacao product and empowered community. This research focus was to determine how are the implementation processes and the benefits of community empowerment activities organized by Chocolate Village Education Tourism of Plosorejo, Kademangan District, Blitar. The method that was used in this research is descriptive qualitative method. Data collection process conducted through participant observation, interviews, and documentation. Furthermore, the data were classified, described, analyzed, tested the data validity by triangulation, then summed. The result of this research on community empowerment activities through cacao cultivation in Chocolate Village Education Tourism of Plosorejo, Kademangan District, Blitar, include: 1) community empowerment process through cocoa cultivation run fluently with community’s high enthusiastic with the support from both governmental and non-governmental agencies that affected to the fluency of community empowerment process; 2) using non-formal approach, created a community that was empowered and independent and can improve both skill and their economies after participate the empowerment activities. From this research, it can conclude that community empowerment through cacao cultivation conducted by Chocolate Village Education Tourism, contributed in empowering and effect toward the skill and community’s economies in Plosorejo. Sustainability of empowerment activities could be developed and improved, because the better the empowerment activities organized effort the better benefits received by the community who take part in community empowerment activities through cacao cultivation in Chocolate Village Education Tourism of Plosorejo, Kademangan District, Blitar.Keywords: Community Empowerment, Cacao Cultivation.
HUBUNGAN ANTARA PARENTING EDUCATION DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI PAUD INSAN MULIA BINAAN UPTD SKB KABUPATEN NGANJUK SYIFA AZZAH HAFIDHOH
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Parenting education merupakan pendidikan informal yang diselenggarakan bagi orang tua untuk dapat membimbing anak-anak mereka menjadi pribadi yang berkualitas. Parenting education dilaksanakan dengan memberikan bekal kepada orang tua terutama seorang ibu agar dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui anak-anak mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelenggaraan parenting education, mengetahui pembentukan karakter anak usia dini dan mengetahui hubungan antara parenting education dengan pembentukan karakter anak usia dini di PAUD Insan Mulia Binaan UPTD SKB Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang tua siswa PAUD Insan Mulian Binaan UPTD SKB Kabupaten Nganjuk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumantasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik alasisis product moment untuk menganalisis hasil angket dan presentase untuk menganalisis hasil observasi. Adanya hubungan yang positif antara parenting education dengan pembentukan karakter anak usia dini di PAUD Insan Mulia binaan UPTD SKB Kabupaten Nganjuk ditunjukkan dengan harga r-hitung lebih besar dari r-tabel (0,985 ≥ 0,361). Hubungan antara kedua variable termasuk dalam kategori sangat tinggi karena berada pada interval koefisien 0,80 – 1,000. Hasil uji signifikasi juga menunjukkan bahwa harga t-hitung lebih besar dari t-tabel (30,294 ≥ 2,048) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara parenting education dengan pembentukan karakter anak usia dini.
HUBUNGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI LBB PRIMAGAMA KABUPATEN LAMONGAN MIRZA ARIBOWO SYAMHADI PRANOTO
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran, bagaimana prestasi belajar dan apakah ada hubungan antara penerapan strategi pembelajaran dengan prestasi belajar peserta didik di LBB Primagama Kabupaten Lamongan. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Objek penelitian ini adalah peserta didik yang mengikuti pembelajaran dan responden yang diteliti sejumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis tabulasi silang dan Rho-Spearman. Diketahui ada hubungan yang positif antara penerapan strategi pembelajaran dengan prestasi belajar peserta didik, hal ini terbukti dari analisis data dihasilkan r hitung sebesar 0,533. Sedangkan r tabel dengan taraf kesalahan 5% untuk N=30 yaitu 0,533. (r hitung 0,533 > r tabel 0,361). Kesimpulan penelitian yaitu hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan antara penerapan strategi pembelajaran dengan prestasi belajar peserta didik diterima, yang artinya semakin baik strategi pembelajaran yang diterapkan, maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar peserta didik. Kata Kunci: strategi pembelajaran, prestasi belajar. Abstract Education is essentially a conscious effort to cultivate human resources potential learners by encouraging and facilitating their learning activities. This study aims to determine how the learning strategies, how learning achievement and whether there was a relationship between the application of learning strategies and academic achievement of students in LBB Primagama Lamongan. Approaches and types of research using quantitative research. The object of this study is the learners who follow learning and respondents who researched a number of 30 people. The method used in this research is the questionnaire method, observation and documentation. Data were analyzed using cross tabulation analysis and Spearman Rho. Known to be a positive relationship between the application of learning strategies and academic achievement of students, it is evident from the analysis of data generated r calculated at 0.533. While r table with a standard error of 5% to N = 30 is 0.533. (R 0.533 count> r table 0.361). The conclusion of research is the hypothesis that there is a relationship between the application of learning strategies and academic achievement of students accepted, which means the better strategy applied learning, the higher the learning achievements of learners. Keywords: learning strategies, academic achievement.
ANALISIS PENYELENGGARAAN KURSUS HANTARAN PENGANTIN BINAAN UPTD SKB GUDO JOMBANG DI DESA SUGIHWARAS KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG SIGIT PERMADI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kursus merupakan satuan pendidikan luar sekolah yang menyediakan berbagai jenis pengetahuan, keterampilan dan sikap mental bagi warga belajar yang memerlukan bekal dalam mengembangkan diri, bekerja, mencari nafkah dan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Kursus hantaran pengantin dalam penelitian ini merupakan kursus yang memberikan pengetahuan baik teori maupun praktik kepada warga belajar untuk meningkatkan keterampilan warga belajar dengan menekankan pada penguasaan keterampilan dalam bidang hantaran pengantin serta penanaman sikap wiarusaha. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis penyelenggaraan kursus hantaran pengantin di Desa Sugih Waras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang binaan SKB Gudo Jombang yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Pendekatan dan jenis rancangan penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, tenknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tentang penyelenggaraan kursus hantaran pengantin. Teknik analisis data meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data sedangkan kriteria keabsahan data meliputi kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggraan kursus hantaran pengantin di Desa Sugih Waras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang sudah cukup baik dan terorganisir namun masih ada beberapa hal yang belum terpenuhi. Hal ini dapat dibuktikan dengan telah dilaksanakanya fungsi-fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Penyelenggaraan kursus hantaran pengantin juga telah memberikan manfaat bagi masyarakat Antara lain terbangunnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, perubahan pola pikir masyarakat, peningkatan keterampilan dan tambahan pemasukan keluarga. Kata Kunci : Kursus, Penyelenggaraan . Abstract Course is a non-formal education unit that provide various knowledges, skill and mental attitude to learner who need modalities in self-development, work, fulfill needs and continuing higher education stages. Bride-conduction course in this study is a course that give knowledges both theory or practice for its learner to improve learner’s skill by emphasize to skill-mastering in bride-conduction field as well as entrepreneurship attitude internalization. This study aim to analyze bride-conduction course implementation at Sugihwaras village, Ngoro Sub-district, Jombang Regencyt on SKB Gudo Jombang guidance. Approach and research design type in this study applied qualitative study. Data collected by observation, interview and documentation. Data collecting technique applied to obtain research data concerning bride-conduction course implementation. Data analysis technique including data collection, data reduction, data presentation, and data verification while data validity criterion covering credibility, transferability, dependability, and conformability. Research result showed that bride-conduction course implementation at at Sugihwaras village, Ngoro Sub-district, Jombang Regency have running well and its management have arranged well. It can be proved by the application of planning management function, organization, implementation and supervision. The implementation of bride-conduction course also gives benefit to community such as society awareness awakening for the importance of education, the change of society mindset, skill improvement and family income addition. Keywords: course , implementation
PEMBERDAYAAN WARGA BELAJAR DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KELUARGA RENDI PURWANTO
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberdayaan dalam konsep pendidikan luar sekolah merupakan tujuan dari pendidikan luar sekolah untuk memberdayakan masyarakat agar masyarakat mempunyai kekuatan untuk berdaya. Pemberdayaan warga belajar melalui UKM kerajinan kaligrafi fiberglass dalam penelitian ini merupakan pemberdayaan yang memberikan pengetahuan, keterampilan kepada warga belajar tidak hanya pengetahuan dan keterampilan yang didapat tetapi hasil pemberdayaan ini mampu meningkatkan kemampuan ekonomi, kemampuan mengakses manfaat kesejahteraan, kemampuan kultural dan politis. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan aktivitas pemberdayaan melalui UKM kerajinan kaligrafi fiberglass dan untuk menjelaskan hasil pemberdayaan masyarakat melalui UKM kerajinan kaligrafi fiberglass dalam pemenuhan kebutuhan keluarga di Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan dan jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik-teknik tersebut digunakan untuk menggali data penelitian tentang aktivitas pemberdayaan masyarakat melalui UKM kerajinan kaligrafi fiberglass dan hasil pemberdayaan melalui UKM kerajinan kaligrafi fiberglass dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pemberdayaan melalui UKM kerajinan kaligrafi fiberglass berdampak baik bagi masyarakat, pengelola memberikan pengetahuan dan keterampilan langsung dalam membuat kerajinan kaligrafi fiberglass, dalam pembuatan kerajinan kaligrafi terdapat berbagai tahap, proses dan teknik dalam penyelesaian kerajinan kaligrafi mulai tahap pembuatan design kaligrafi yaitu membuat gambar kaligrafi di media matras selanjutnya matras tersebut diukir selama tiga sampai tujuh bulan, pencetakan pada tahap ini proses pembuatan kaligrafi menggunakan bahan-bahan antara lain resin, minyak cobalt, pengencer SM (Styrene Monomer), fiberglass, minyak katalis, naturalis dalam tahap ini pemberian gradasi warna hitam pada kaligrafi untuk memunculkan efek 3D, pengamplasan pada tahap ini proses membersihkan dari hasil pemberian natural tekniknya dengan membersihkan bagian depan dari kaligrafi, pewarnaan dalam teknik ini dibutuhkan keahlian agar hasil warna merata setiap kaligrafi mempunyai teknik pewarnaan yang berbeda-beda, dan finishing proses terakhir ini adalah pemberian lapisan kayu triplek pada belakang kaligrafi dan pemberian lapisan resin pada kaligrafi yang bertujuan untuk menjaga kualitas dan warna kaligrafi. Hasil bekerja di UKM ini berupa gaji yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Hal ini didukung dengan indikator dan hasil wawancara yang menujukkan bahwa hasil pemberdayaan berupa gaji dari bekerja di UKM mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Kata Kunci: Pemberdayaan, Hasil, Kebutuhan. Abstract Empowering in non formal education was the purpose of non formal education to empower society so that the society had power to move. Empowering society through the UKM of fiberglass calligraphy craft in this research was empowering which gave knowledge, a skill to the society was not only knowledge and skill obtained but also the result of this empowering could enhance economic ability, accessing welfare utility ability, cultural and politic ability. This research had purpose to explain the empowering activity and the empowering society result through the UKM of fiberglass calligraphy craft in meeting family needs in Anggaswangi Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency. The approach and kind of research used qualitative research. The data was collected by observation technique, interview, and documentation. Those techniques were used to get the research data about the empowering society activity and the empowering result through the UKM of fiberglass calligraphy craft in meeting family needs. The research result indicated that the empowering activity through the UKM of fiberglass calligraphy craft had good impact to the society, the manager gave knowledge and skill directly in making fiberglass calligraphy craft, in making calligraphy craft there were steps, process and technique in completing calligraphy craft began from making calligraphy design step i.e. making calligraphy picture in mattress media and then the mattress was carved for three to seven months, in printing to this step the process of making calligraphy used the materials such as resin, cobalt oil, SM (Styrene Monomer) thinner, fiberglass, catalyst oil, naturalist in this step was giving black gradation to the calligraphy to raise 3D effect, scouring in this step was the process of cleaning the result of giving natural technique i.e. cleaning the front part of calligraphy, coloring in this technique was required a skill so that the result was smooth, every calligraphy had various coloring technique, and finishing the last process was giving plywood layer and resin to the calligraphy to keep the quality and the color. The result of working in this UKM was in the form of salary used to meet the family needs. It was supported by the indicator and the interview result which showed that the empowering result was in the form of salary. Keywords: Empowering, Result, Needs.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM)Studi Kasus di Sentra Industri Tepung Tapioka Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan,Kabupaten Trenggalek OKI DWI SAPUTRO
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilainilaisosial. Konsep yang diberikan oleh Chambers ini mencerminkan paradigma baru pembangunan yangbersifat people centered, participatory, empowering and sustainable. Pemberdayaan pada dasarnyamengandung tujuan untuk menciptakan iklim persaingan yang sehat dan adil, yang akan memberikanpeluang hidup dan berkembang bagi koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM). Pemberdayaanmasyarakat ini dapat dilakukan dengan cara melibatkan masyarakat di dalam kegiatan Usaha KecilMenengah (UKM). Di dalam suatu wilayah yang memiliki jenis UKM yang sama, maka lokasi tersebutakan dijadikan sentra industri. Dari sentra industri itulah akan memberdayakan masyarakat yang berada disekitarnya. Sejak tahun 1980, Desa Pogalan telah menjadi sentra industri tepung tapioka. Hal inidikarenakan di wilayah Desa Pogalan terdapat banyak sekali UKM yang memproduksi tepung tapioka.Keberadaan UKM tepung tapioka tersebut mampu mmpengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat disekitar wilayah sentra industri.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) penyelenggaraan sentraindustri tepung tapioka dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat (2) faktor yang menyebabkansentra industri tepung tapioka berkembang di kehidupan sosial masyarakat dan (3) dampak sentra industritepung tapioka bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan,Kabupaten Trenggalek. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan strategipenelitian menggunakan studi kasus. Penentuan sumber data menggunakan teknik purposive dan snowball.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis datamenggunakan koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penyimpulan data. Sedangkan untuk kriteriakeabsahan data yakni terdiri dari uji kredibilitas data, transferbility, dependability dan confirmability.Hasil penelitian ini adalah penyelenggaraan UKM tepung tapioka telah memberdayakan masyarakatterlibat di dalam kegiatan yang berada di dalam setiap UKM yang berada di sentra industri tepung tapioka.Kegiatan pemberdayaan masyarakat yakni mengikursertakan masyarakat menjadi pekerja dalampengupasan singkong, penggilingan singkong, penjemuran, penggilingan tepung, pengemasan sertapemasaran tepung tapioka. Kegiatan pemberdayaan lain yakni dalam bentuk pemberian penyuluhan daridinas pemerintahan yang menangani industri yakni Dinas Koperindag. Faktor yang menyebabkanberkembangnya UKM di kehidupan sosial masyarakat adalah kemudahan akses pasar untuk menjaul hasilproduksi tepung tapioka. Kemudian adanya usaha turun temurun yang menyebabkan usaha tepung tapiokabisa tetap ada. Kemudian kebutuhan dari pasar yang masih selalu ada yang menyebabkan masyarakatmasih terus memproduksi tepung tapioka. Dampak dari keberadaan UKM tepung tapioka terhadapkehidupan bagi kehidupan sosial yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terdiri darikesejahteraan perekonomian, kesejahteraan kesehatan, serta kesejahteraan pendidikan. Masyarakat mampumeningkatkan daya serap tenaga kerja sehingga mampu menekan angka pengangguran. Masyarakatmampu menjadikan pemerataan perekonomian dari warga masyarakat yang berada di sekitarnya.Masyarakat mampu memperoleh pendapatan sebgai penunjang pendapatan dari suami atau keluarganya.Masyarakat mampu meningkatkan taraf perekonomian mereka. Kata Kunci : Pemberdayaan, UKM, tepung tapioka, sentra industri Abstract Human empowerment is a concept of economic development which embraces with social values.The concept of that is given by Chambers shows a new paradigm of development, which focuses on peoplecentered, participatory, empowering and sustainable. Basically, the aim of empowerment is to create agood and fair competitive atmosphere, in which will give an opportunity for small and medium enterprises(UKM). This empowerment could be done by participating people consistently to be a part of UKM. If onearea has similar types of enterprises (UKM), that exact area would be used as the center of industry. Thiscentral industry has the control to empower people around them. Since 1980, Pogalan village has been thecentral industry of tapioca flour’s production. It happened because within the area of Pogalan village,there are many UKM that are producing tapioca flour. The existence of tapioca’s enterprises (UKM) isable to influence the socioeconomic life for people living around the central industry.The purpose of this research is to gain descriptions about (1) the existence of tapioca’s centralindustry in raising society empowerment, (2) factors that are causing the development of tapioca’s centralindustry in social life, (3) the impact of tapioca’s central industry concerning on socioeconomic life forpeople in Pogalan village, Trenggalek city. The type of this research is a descriptive form, and usingqualitative approach. Also, the method of this research is using case studies. Sources of data are decidedthrough purposive and snowball techniques. The data are collected by observing, interviewing, anddocumenting. The data are being analyzed by collecting, reducing, presenting, and concluding them. Thecriteria of validated data consist of testing its credibility, transferability, dependability, and confirmability.The result of this research shows that the existence of tapioca’s enterprises (UKM) has beenempowering society by inviting people to join the activities in every UKM around central industry. Theactivities of human empowerment are asking the participant to be workers in several divisions. Thosedivisions are cassava-peeling, cassava-drying, grinding the flour, packaging, and marketing products.Other activities are in form of giving a workshop by government whom is responsible in handlingindustrials, which is called as Dinas Keperindag. Factors that induce the development of UKM in sociallife is the easy access to sell products to market. Furthermore, there are enterprises that have been goingfor generations help maintaining the existence of tapioca’s enterprises. The market needs that constantlyasking for tapioca flour becomes one of the reasons people still producing it. The effect of tapiocaenterprises towards social life is about lifting the prosperous life for society. Those prosperous lives are interms of economical, health, also educational matters. People are able to elevate human resources to pressthe number of unemployment. People are also capable of evenly distributing financial aspect for the peoplearound them. Lastly, people are able to increase their income to a better financial term. Keywords: empowerment, UKM, tapioca flour, central industry.
ANALISIS PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI (KUM) DI PKBM NURUL UMMAH DESA PEJAMBON, KECAMATAN SUMBERREJO, KABUPATEN BOJONEGORO Alfi Fitriyana
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) adalah bentuk layanan program melestarikan keaksaraan dengan memberdayakan masyarakat melalui kewirausahaan. Tujuan utama dari program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) adalah meningkatkan keberdayaan penduduk buta aksara usia 15 tahun keatas melalui peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan dan berusaha secara mandiri. Dalam hal ini masyarakat di berikan keterampilan guna mengembangkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada sehingga masyarakat menjadi berdaya. Program Keaksaraan Usaha Mandiri kegiatan pembelajarannya menekankan pada pendidikan keterampilan yang berpeluang menjadi suatu bidang usaha sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki oleh warga belajar. Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan program keaksaraan usaha mandiri (KUM), Apa faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan program keaksaraan usaha mandiri (KUM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Didukung dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian ini yaitu pelaksanaan program keaksaraan usaha mandiri berjalan dengan efektif sehingga warga belajar mampu mengembangkan keberaksaraan dan memperoleh keterampilan. Akan tetapi, meskipun warga belajar memiliki kemampuan dan ketrampilan tersebut, warga belajar kurang mampu berdaya sesuai dengan indikator pemberdayaan, yaitu: kemampuan ekonomi, kemampuan mengakses manfaat kesejahteraan, kemampuan kultural, dan politis. Hal tersebut dikarenakan adanya faktor-faktor tertentu. Diantaranya adalah: 1) Faktor usia, 2) Kurangnya minat warga belajar untuk membuka lapangan usaha, 3) kesulitan memasarkan produk karena tidak ada dukungan dan kerjasama dari pihak luar, 4) Warga belajar lebih memilih bekerja di sawah daripada membuat usaha sendiri. Kata Kunci : Pelaksanaan Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM), Pemberdayaan Masyarakat. . Abstract Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program is a form of service to preserve literacy program to empower communities through entrepreneurship. The main objective of Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program is to increase the power of illiterate population aged 15 years and above by enhancing the knowledge, attitudes, skills and an attempt to be able to stand on their own. In this case the public is given the skills to develop the potential of human resources and natural resources that exist so that people become empowered. Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program emphasizes in learning activities on educational skills that are likely to turn into a business field in accordance with the interests and potential of the learners. The focus of the problem in this research are, how the way Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) programs run, and what are the factors which supporting and inhibiting of Keaksaraan Usaha Mandiri programs (KUM). This study used a qualitative descriptive approach. By using the method of data collection in-depth interviews, participant observation and documentation. As well as using data analysis techniques that include data reduction, data presentation and verification of data. Supported with the validity of the data using a triangulation of sources and techniques. The results of this study are Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program would run effectively so that the learners are able to develop and acquire literacy skills. However, despite the learners have the ability and the skills, learners are less able having the power according to the indicators of empowerment, such as: economic capacity, the ability to access welfare benefits, capabilities cultural, and political. This is due to some certain factors. Those factors are: 1) The age factor, 2) lack of interest from the citizens to open field of business, 3) difficulty in marketing the product because there is no support and cooperation from external parties, 4) Citizens prefer to work in the rice fields rather than creating their own business. Keywords : Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program, community empowerment
HUBUNGAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PELATIHAN MENJAHIT DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DENGAN MOTIVASI WIRAUSAHA Dwi Indah Rahmawati
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan kecakapan hidup pelatihan menjahit merupakan program yang berfungsi dalam memberdayakan masyarakat khusunya kaum perempuan melalui pelatihan, dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan, sehingga nantinya mereka dapat mempunyai kecakapn hidup berupa, 1) Kecakapan Personal 2) Kecakapan Social, 3) Kecakapan Akademik, 4) Kecakapan Vokasional yang nantinya dapat menjadikan kemandirian perempuan sehingga mereka dapatmenyelamatkan kehidupan keluarga dan mengurangi angka kemiskinan. Pendidikan Kecakapan Hidup Pelatihan Menjahit Dalam Pemberdayaan Perempuan ini lebih banyak ditekankan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha warga belajar agar nantinya mereka mampu membuka usaha mandiri. Motivasi berwirausaha ini merupakan salah satu aspek yang harus diberikan kepada warga belajar melalui proses pembelajaran dan palatihan dalam mendorong warga belajar agar nantinya dapat memiliki jiwa wirausaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (pelatihan menjahit) dalam pemberdayaan perempuan dengan motivasi wirausaha warga belajar di UPTD SKB Gudo Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 25 orang warga belajar perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis data menggunakan rumus kendall Tau untuk menganalisis hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (0,818 ≥ 0,390) yang artinya terdapat korelasi yang positif antara pendidikan kecakapan hidup dengan motivasi wirausaha. Adapun hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa harga z hitung lebih besar dari z tabel (4.260 ≥ 1.96) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pendidikan kecakapan hidup (pelatihan menjahit) dengan motivasi wirausaha. Kata kunci : Pendidikan Kecakapan Hidup, Motivasi Wirausaha Abstract Life skills education of tailoring training is a program that serves to empower communities especially women through training, by providing knowledge and skills, so that they may have life skills such as, 1) Personal Skills 2) Social Skills, 3) Academic skills, 4) Vocational skills, which in turn can make the independence of women so that they can save the lives of families and reduce poverty. Life Skills Education of Tailoring Training In Women Empowerment is more emphasized to increase the motivation of citizens to learn entrepreneurship so that later they are able to open an independent business. Entrepreneurship motivation is one aspect that must be given to the participants through the process of learning and training in encouraging the society to learn in order to later be able to have an entrepreneurial spirit. The purpose of this study was to determine the relationship between the implementation of life skills education (tailoring training) in the empowerment of women with studied society entrepreneurial motivation in UPTD SKB Gudo Jombang. This study uses a quantitative research approach with the type of correlational research. The numbers of respondents in this study were 25 female learners. The data collection techniques used were questionnaires, observation and documentation. While technical analysis of the data using kendall Tau formula to analyze the results of questionnaires. The results showed that r count is greater than r table (0.818 ≥ 0.390), which means that there is a positive correlation between education and life skills with entrepreneurial motivation. As for the significance of the test results also show that the price of z count is greater than z table (4,260 ≥ 1.96) so that it can be concluded that there is a positive and significant relationship between education and life skills (tailoring training) with an entrepreneurial motivation. Keywords : Life Skills Education, Entrepreneurial Motivation
PELATIHAN MENGELOLA BATU AKIK RUMAH USAHA SERUMPUN (RUS) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN WARGA BELAJAR BINAAN UPT KABUPATEN PACITAN PIPIT ERNANINGTIYAS
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan mengolah batu akik bertujuan agar warga belajar mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan potensi daerah sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga belajar. Peningkatan pendapatan melalui kegiatan memproduksi batu akik secara terus menerus serta keuntungan yang diperoleh warga belajar berasal dari pendapatan yang telah dikurangi dengan modal yang dikeluarkan. Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah warga belajar, narasumber pelatihan dan pengelola RUS. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Didukung dengan keabsahan data menggunakan kredibilitas, dependebilitas, konfirmabilitas dan transfermabilitas. Hasil penelitian dari pelatihan mengolah batu akik ini menunjukkan bahwa pelatihan berjalan lancar dan efektif. Adanya peningkatan pengetahuan tentang pengolahan batu akik, kemampuan membuat keterampilan batu akik, perubahan sikap yang disiplin dan dapat meningkatkan pendapatan warga belajar melalui pelatihan mengolah batu akik menjadi assesoris unik dan mempunyai nilai jual tinggi. Pelaksanaan model rumah usaha serumpun (RUS) dibuat dengan tujuan memberikan layanan pendidikan dan keterampilan pada setiap warga belajar sehingga mampu membentuk kelompok usaha yang berkesinambungan dan berkembang dengan beberapa layanan yang telah diberikan. Kata Kunci : Pelatihan, Peningkatan Pendapatan
EVALUASI MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT WAHYU DIKA AMIR PRATAMA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUATION OF COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE MANAGEMENT OF SMALL BUSINESSES SONGKOK IN IKBAL VIP BUNGAH GRESIK ABSTRACT Name: Wahyu Dika Amir Pratama NIM: 12010684203 Degree: S-1 Study Program: Non-Formal Education Faculty: Education Science University: State University Of Surabaya Counselor: Dr. Soedjarwo, M.S The role of community empowerment as a process to improve the knowledge, attitudes, skills, and other skills development to increase the independence and the level of economic activities. Within improve people''''''''s lives and optimize its resources, the need for clarity on economic factors. In economic development in Indonesia is always described as a small business sector has an important role, because most of the population is poorly educated and live in small business activities both traditional and modern sectors. The role of small businesses become part of precedence in the planning stages of development that are managed by the department of trade and industry and the department of cooperatives and small businesses. To maximize a business that is on the run, people can run a management process through empowering people to achieve tangible goals with maximum results arranged according to plan appropriately. Therefore the management of community empowerment evaluation process should be run by adjusting capabilities and characteristics of the local community based management in the enterprise. In the management of community development in view of planning, organizing, actuating, Controlling because with the POAC can understand the stages of small business by running processes in the business, penggorganisasian in business, the implementation of the business and supervision of the effort of all of this can get the achievement of tangible within a goal. This study aimed to compare the theory POAC (planning, organizing, actuating, Controlling) with the situation on the ground. This study used a qualitative descriptive approach. Using the techniques of data collection in-depth interviews, participant observation and documentation. As well as using data analysis techniques that include data reduction, data presentation and verification of data. Supported by the validity of the data using a triangulation of sources and techniques. Results from this research that the implementation process through planning, organizing, and monitoring work effectively so that the citizens / employees are able to develop their potential and acquire skills. This may prove to have been carried out management functions of planning, pengorganissian, mobilization and supervision. However, although citizens have the ability and skills of the citizens / employees are less able powerless in accordance with the empowerment indicators, namely: economic capacity, the ability to access welfare benefits, capabilities cultural, and political. Keywords: Evaluation of Management of Community Empowerment. EVALUASI MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM USAHA KECIL SONGKOK DI IKBAL VIP BUNGAH KABUPATENGRESIK ABSTRAK Nama: Wahyu Dika Amir Pratama NIM: 12010034235 Program Studi: S-1 Jurusan: Pendidikan Non Formal Fakultas: Ilmu Pendidikan Nama Lembaga: Universitas Negeri Surabaya Pembimbing: Dr. Soedjarwo, M.S Peran pemberdayaan masyarakatsebagai proses untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan pengembangan kemampuan yang lainnya untuk meningkatkan kemandirian dan taraf perekonomian masyarakat. Dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya, makaperluadanyakejelasantentangfaktorekonomi. Dalampembangunanekonomi di Indonesiausahakecil selaludigambarkansebagaisektor yang mempunyaiperananpenting, karenasebagianbesarjumlahpenduduknyaberpendidikanrendahdanhidupdalamkegiatanusahakecilbaikdisektortradisionalmaupun modern. Perananusahakeciltersebutmenjadibagian yang diutamakandalamsetiapperencanaantahapanpembangunan yang dikelolaolehdepartemenperindustriandanperdagangandandepartemenkoperasidanusahakecil. Untuk memaksimalkan suatu usaha yang di jalankan, masyarakat dapat menjalankan sebuah proses melalui manajemen pemberdayaan masyarakat untuk mencapai tujuan yang nyata dengan hasil yang maksimal sesuai perencanaan tersusun dengan tepat. Oleh karena itu proses evaluasi manajemen pemberdayaan masyarakat harus dijalankan dengan menyesuaikan kemampuan dan karakteristik masyarakat setempat berdasarkan manajemen dalam usaha tersebut. Dalam manajemen pemberdayaan masyarakat di lihat dari planning, organizing, actuating, controling karena dengan adanya POACini bisa mengerti tahap-tahap usaha kecil dengan menjalankan proses dalam usaha, penggorganisasian dalam usaha, pelaksanaan dalam usaha dan pengawasan dalam usaha semua ini bisa mendapat pencapaian yang nyata dalam suatu tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan teori POAC (planning, organizing, actuating, controling ) dengan keadaan di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Didukung dengan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian ini yaitu proses pelaksanaan melalui, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan berjalan dengan efektif sehingga warga masyarakat/karyawan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki serta memperoleh ketrampilan. Hal ini dapat membuktikan dengan telah dilaksanakan fungsi-fungsi manajemen perencanaan, pengorganissian, penggerakan dan pengawasan. Akan tetapi, meskipun warga masyarakat memiliki kemampuan dan ketrampilan tersebut, warga masyarakat/pegawai kurang mampu berdaya sesuai dengan indicator pemberdayaan yaitu: kemampuan ekonomi, kemampuan mengakses manfaat kesejahteraan, kemampuan cultural, dan politis. Kata Kunci:Evaluasi Manajemen Pemberdayaan Masyarakat.

Page 9 of 66 | Total Record : 660