cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
PELATIHAN LIFE SKILL SENI MUSIK UNTUK MENINGKATKAN TARAF HIDUP ANAK JALANAN DI SANGGAR ALANG-ALANG SURABAYA ZUMROHTUL FARIKHA
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Life Skill adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang agar berani dan mau menghadapi segala permasalahan kehidupan dengan aktif dan proaktif sehingga dapat menyelesaikannya. Life skill yang diberikan diharapkan anak jalanan ini bisa memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya di kota besar, termasuk untuk mencari atau menciptakan pekerjaan bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan yang selayaknya. Adanya pendidikan dan pelatihan sebagai bentuk penyaluran bakat anak jalanan. Penelitian ini membahas tentang pelatihan life skill seni musik untuk meningkatkan taraf hidup anak jalanan. Sesuai dengan tema yang dibahas dalam penelitian peneliti menentukan fokus penelitian sebagai berikut , (1) Bagaimana pelaksanaan pelatihan life skill anak jalanan di Sanggar Alang-Alang Surabaya dan (2) Bagaimana taraf hidup anak jalanan setelah mengikuti pelatihan life skill di Sanggar Alang-Alang Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi koleksi data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Didukung dengan keabsahan data menggunakan kredibilitas, dependibilitas, konfirmabilitas, transferabilitas. Hasil penelitian di Sanggar Alang-alang Surabaya pada pelaksanaan pelatihan life skill seni musik berjalan dengan efektif hal itu dapat dilihat dari aspek antara lain : perekrutan warga belajar, kurikulum pelatihan, bahan ajar, sumber belajar, tempat belajar, evaluasi dan diperkuat dengan hasil wawancara dan dokumentasi pada setiap kegiatan. Selain itu hasil menunjukkan bahwa pelatihan life skill seni musik untuk meningkatkan taraf hidup anak jalanan di Sanggar Alang-alang Surabaya. Dengan indikator : Mampu hidup di kota besar, memiliki skill, memiliki daya tahan, memiliki etika. Kata kunci: Pelatihan Life skill Seni Musik, Taraf Hidup TRAINING LIFE SKILL ART MUSIC TO IMPROVE THE LIVES STREET CHILDREN IN SANGGAR REEDS SURABAYA ABSTRACT Life skills are skills that are owned by someone so brave and willing to face all the problems of life with active and proactive in order to resolve it. Basic life skill given street children can solve problems that it faces life in big cities, including to find or create jobs for those who do not continue their education proper. The existence of education and training as a form of channeling talents of street children. This study discusses the art of musical life skill training to improve the lives of street children. In accordance with the themes discussed in the study investigators determine the focus of the study as follows, (1) How the implementation of life skills training street children in Studio Alang-alang Surabaya and (2) How does the standard of living after the street children life skills training in studio Alang-alang Surabaya. This study used a qualitative approach. By using the method of data collection interviews, interviews, observation and documentation. And using data analysis techniques that include data collection, data reduction, data display and data verification. Supported by the validity of the data using the credibility, dependibilitas, confirmability, transferability. Results of research in Alang-alang Surabaya on implementing life skills training musical art work effectively it can be seen from aspects such as: recruitment of learning, training curriculum, teaching materials, learning resources, a place to learn, evaluation and reinforced by the results of interviews and documentation on each activity. Also, results showed that the art of music life skill training to improve the lives of street children in Alang-alang Surabaya. With indicators: Capable of living in big cities, have the skill, has durability, have ethics. Keywords: Training Life Skill Art Music , Living Standard
PELAKSANAAN PELATIHAN KETERAMPILAN DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN SOSIAL DI UPT REHABILITASI SOSIAL CACAT TUBUH BANGIL-PASURUAN DELIA DEVI NATASARI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Bangil-Pasuruan merupakan upaya untuk mewujudkan kemandirian warga binaan sosial sehingga dapat memberikan bekal keterampilan serta memberdayakan penyandang cacat tubuh agar mereka mampu memenuhi kebutuhan dirinya sehingga tidak bergantung kepada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pelaksanaan pelatihan keterampilan dalam mewujudkan kemandirian 2) faktor pendukung dari pelaksanaan pelatihan keterampilan dalam mewujudkan kemandirian 3) faktor penghambat dari pelaksanaan pelatihan keterampilan dalam mewujudkan kemandirian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verivikasi dan simpulan. Sedangkan dalam kriteria keabsahan data menggunakan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) gambaran pelatihan keterampilan di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Bangil-Pasuruan yaitu pelaksanaan pelatihan keterampilan penjahitan, bourdir, sablon / percetakan, service elektro, service HP, salon / potong rambut dan tata boga yang berjalan dengan baik, terbukti dengan warga binaan sosial yang memiliki kompetensi untuk mandiri yang mampu menjalankan fungsi sosialnya di masyarakat, 2) faktor pendukung dari pelaksanaan pelatihan keterampilan adalah sarana dan prasarana yang memadai, dan antusias warga binaan sosial yang selalu aktif mengikuti pelatihan ketrampilan, 3) faktor penghambat dari pelaksanaan pelatihan keterampilan adalah instruktur belum mampu menguasai kelas, dan kondisi fisik warga binaan sosial yang membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat menguasai ketrampilan. Kata kunci : pelatihan keterampilan, kemandirian Abstract The implementation of skills training in UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Bangil- Pasuruan is an effort which is given to the physical disabilities in achieving independency by giving skills training so that it provides skills and empowers physical disabilities to make them enable to fulfilling their own needs independently. The purposes of the study were 1) the implementation of skills training in achieving independency 2) the supported factors of the implementation of skills training in achieving independency 3) the obstacles of the implementation of skills training in achieving independency. This research was qualitative research which used descriptive method, data collection techniques, observation, interview and documentation. The data analysis techniques used data reduction, data display, verification and conclusion. Meanwhile, the data validity used credibility, dependability, conformability, and transferability. The result of the study showed 1) the activities of skills training in UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Bangil-Pasuruan were sewing, screen printing, machine service, mobile phone service, salon/ barber, and cookery which were going effectively, it was proven that they can run their social function in the society by using their skills, 2) The supported factors of skills training were adequate facilities and infrastructure and the enthusiasm of clients which took part on it, 3) the obstacles of skills training were the instructors could not handle the class well and the physical conditions of clients that impeded them to master the certain skills. Keywords: Skills training, independency
PENERAPAN PENDEKATAN ANDRAGOGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR WARGA BELAJAR KEJAR PAKET C di SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN DAN KOTA MALANG ADITYA FATMAWATI PUTRI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kejar Paket C merupakan salah satu jenis pendidikan non formal yang berfungsi sebagai pengganti pendidikan formal setara SMA. Dalam pembelajaran pada kelompok belajar paket C, seperti halnya pembelajaran pada pendidikan formal, tentu saja digunakan pendekatan yang sesuai. Pendekatan pembelajaran andragogi merupakan pendekatan dalam pembelajaran dengan menggunakan prinsip – prinsip pembelajaran orang dewasa. Prinsip – prinsip tersebut digunakan dalam pembelajaran karena mayoritas warga belajar Kejar Paket C adalah orang dewasa, sehingga perlu diterapkan pendekatan yang sesuai. Untuk mengetahui pengaruh dari pendekatan pembelajaran andragogi terhadap motivasi dan prestasi belajar warga belajar, maka akan dibandingkan ada atau tidaknya perbedaan motivasi dan prestasi belajar pada SKB Kota Malang yang menerapkan pendekatan pembelajaran andragogi dengan SKB Kabupaten Malang yang tidak menerapkan pendekatan pembelajaran andragogi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan motivasi dan prestasi belajar pada SKB Kabupaten dan Kota Malang, maka dilakukan penelitian pada kedua lembaga. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Untuk dapat mengukur motivasi belajar warga belajar, digunakan instrumen penelitian berupa angket, sedangkan untuk mengukur prestasi belajar diambil dari nilai hasil ujian akhir semester pada tiap – tiap kelompok belajar yang kemudian diuji dengan uji t (t-test). Dari hasil penelitian diketahui bahwa motivasi dan prestasi belajar pada warga belajar Kejar Paket C di SKB Kota Malang lebih tinggi jika dibandingkan dengan warga belajar Kejar Paket C di SKB Kabupaten Malang. Kata Kunci: Kejar Paket C, Andragogi. Abstract Packet C is kind of non formal education in the function as subtituter of formal education. In the learning on learners packet C like learning in formal education is needed to have a great approach. Andragogy learning approach is an approach to learning by using principlesof adult learning. The principles used in teaching adults because the majority of learn people Packet C are adults, so it is necessary to apply the appropriate approach. To determine the effect of andragogy learning approaches to motivation and learning achievements of learners, it is compared whether or not the difference in motivation and learning achievement at SKBMalang city who apply andragogy learning approachwith SKB Malang regency that do not apply andragogy learning approach.To determine whether or not differences in motivation and learning achievement in the SKB Malang city and Malang regency, then conducted research at both institutions. Type of research is quantitative research. To be able to measure learning motivation of citizens to learn, use research instruments such as questionnaires, while for measuring learning achievement is taken from the value of the results of final exams on group learned that later tested by t test (t-test).The survey results revealed that there was no difference between the learners' learning motivation Packet C in SKB Malang city with in SKBMalang city. While on student achievement, it is known that there are differences in learning achievement between citizens studying in SKB Malang city and SKB Malang regency. Keywords: Packet C, andragogy.
PENYELENGGARAAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL DASAR MELALUI BAHASA IBU BERBASIS BAHASA LOKAL DALAM PENGUASAAN KEBERAKSARAAN WARGA BELAJAR DI DESA DEPOK, KECAMATAN BENDUNGAN, KABUPATEN TRENGGALEK FITROTIS SAADAH
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada bagaimana penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal, penguasaan keberaksaraan warga belajar, faktor pendukung serta faktor penghambat penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal dalam penguasaan keberaksaraan warga belajar.Tujuan penelitian ini meliputi : 1) mendeskripsikan penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal; 2) mendeskripsikan penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal dalam penguasaan keberaksaraan warga belajar; 3) menginventarisasi faktor pendukung penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal dalam penguasaan keberaksaraan warga belajar; 4) menginventarisasi faktor penghambat penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal dalam penguasaan keberaksaraan warga belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif yang dilakukan di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala SKB Trenggalek, penyelenggara program, koordinator lapangan, Kepala Desa Depok, 2 orang tutor keaksaraan, dan 4 orang warga belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Kriteria keabsahan data meliputi kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Untuk memperkuat keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checks. Temuan penelitian ini adalah penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal sebagai pendekatan khusus yang harus dilakukan dengan menitikberatkan pada bahasa komunikasi melalui Bahasa Jawa berdialek Trenggalek mulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, hingga tahap evaluasi. Penggunaan bahasa ibu berbasis bahasa lokal tersebut dikemas menjadi sebuah bahasa pengantar, metode belajar, pemanfaatan bahan ajar, dan lagu-lagu Jawa dengan berbagai kelebihan yang dimiliki untuk menumbuhkan ketertarikan belajar warga belajar dan memberikan kemudahan belajar keaksaraan. Penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar melalui bahasa ibu berbasis bahasa lokal digunakan tutor untuk membantu warga belajar mencapai kemampuan fungsional mencakup aspek pembelajaran membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi agar mampu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berbagai faktor pendukung juga banyak ditemukan baik dari segi kelebihan penggunaan bahasa ibu berbasis bahasa lokal, kualitas tutor keaksaraan, kemampuan berbahasa Jawa tutor, tanggapan positif dan motif warga belajar, dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan program, serta kemampuan koordinasi yang baik diantara pihak terkait penyelenggaraan program. Faktor penghambat yang dijumpai diantaranya kemampuan penguasaan perbendaharaan kata-kata bahasa Jawa yang baku dan benar, segi teknis meliputi : 1) faktor psikologi warga belajar yang terdiri dari faktor usia dan kondisi fisik, tingkat kemampuan berfikir, keterbatasan kecerdasan, persepsi warga belajar dan 2) faktor lingkungan, yang meliputi kondisi lingkungan sosial, lingkungan geografis, dan lingkungan fisik/alam, serta 3) keterbatasan sarana prasarana. Kata kunci : penyelenggaraan keaksaraan fungsional dasar, bahasa ibu, bahasa lokal, penguasaan keberaksaraan Abstract This study focused on how the organization, mastery literacy of people learn literacy education, supporting factors and inhibiting factors in organization of basic functional literacy mother tongue based local language in mastery literacy of people learn literacy education. Objective of this research include : 1) describe the organization organization of basic functional literacy mother tongue based local language; 2) describe the organization organization of basic functional literacy mother tongue based local language in mastery literacy of people learn literacy education; 3) invetorization support factors the organization organization of basic functional literacy mother tongue based local language in mastery literacy of people learn literacy education; 4) invetorization inhibiting factors the organization organization of basic functional literacy mother tongue based local language in mastery literacy of people learn literacy education. This study used a qualitative approach and descriptive method conducted in Depok Village, Bendungan District, Trenggalek. Subjects of this research consisting Head of SKB Trenggalek, organizers program, field coordinator, Head of Depok Village, 2 persons of literacy tutors, and 4 persons of learners. Data collection techniques used in this research is depth interviews, participant observation, and documentation. Criteria of validity data include kredibility, dependability, konfirmability, and transferability. And to strengthen the validity of data done through source triangulation, triangulation techniques and member checks. Findings of this research is organization of basic functional literacy through their mother tongue based local language that special approach to the various advantages by focusing on the language of communication via the Trenggalek Java language ranging the preparation phase, implementaion phase, until evaluation phase. Mother tongue based local language that interesting packaged form of vehecle, learning methods, utilization teaching materials, and the songs of Java to attract interest in learning and provide various facilities to learn literacy. The organization organization of basic functional literacy mother tongue based local language used literacy tutors to help learners reach for functional ability include learning reading, writing, arithmetic, and communicate in the Indonesian language is good and right. Similarly, the supporting factors apparently found both in terms of the use of mother tongue based local language, quality of literacy tutors, ability tutor to speak Java languange, positive reaction and motif learners, supported by society to organization program, good ability coordination between side of organization program. Inhibiting factors encountered include ability in mastery of Java languge that standart and right, technical organization program include : 1) pshycology factor of learners consisting age factor and physical condition, intelligance that limited, perception of learners and 2) environtment factors include social, geografis, and earth environtment, 3) facilitity was limited. Keywords : organization of basic functional literacy, mother tongue, local language, mastery of literacy
PENGELOLAAN BANK SAMPAH SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT di BANK SAMPAH BINTANG MANGROVE KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK KECAMATAN GUNUNG ANYAR SURABAYA SHOFIYATUL MUNTAZAH
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sampah adalah masalah dalam masyarakat yang sangat sulit untuk diatasi. Masalah sampah banyakterjadi di perkotaan akibat urbanisasi dan aktivitas masyarakat seperti kota Surabaya. Salah satu daerah kotaSurabaya yang masih menghadapi masalah sampah tersebut adalah daerah Gunung Anyar Tambak yang terletakdi pesisir kawasan Mangrove. Upaya penanggulangan sampah di kota Surabaya di lakukan dengan berbagai hal,antara lain program bank sampah. Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik IndonesiaNomor 13 tahun 2012 Pasal 2 menyatakan Bank Sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampahyang dapat di daur ulang dan/atau di guna ulang yang memilki nilai ekonomi. Bank sampah merupakan programpengelolahan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bank sampah di wujudkandalam bntuk bentuk kegiatan masyarakat. Urgensi perlu diadakannya penelitian mengenai program banksampah adalah menganalisis pelaksanaan program bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat,karena secara tidak langsung banyak masyarakat yang hanya melihat bank sampah dari sisi pemberdayaanlingkungannya semata. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1. Bagaimana pengelolaan program banksampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung AnyarTambak Kecamatan Gunung Anyar Surabaya? 2. Apa saja faktor pendukung dan penghambat program BankSampah Di Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung AnyarSurabaya? Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang : (1) pelaksanaan program bank sampahsebagai upaya pemberdayaan (2) faktor pendukung dan penghambat program bank sampah.Metode penelitian yang di gunakan pada penelitan kali ini adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi secara langsung dan mendalam ke lapangan untuk melihatlangsung kegiatan program bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di bank sampah BintangMangrove. Peneliti juga menggunakan metode wawancara dan dokumentasi untuk mendukung pecapaian hasildari penelitian iniHasil menunjukkan bahwa pengelolaan program bank sampah dilakukan secara efektif dan efisiensesuai dengan fungsi manajemen, yaitu perencanaan (Intervensi pemerintah dan Swasta, partisipasi masyarakat,adanya sosialisasi), pengorganisasian (Struktur organisasi yang jelas, kerjasama dengan pihak terkait,pembagian peran yang jelas), pelaksanaan (strategi pendekatan secara makro) dan evaluasi, sehinggapelaksanaan program sangat efektif. Program bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui program-program pengembangan bank sampah sehingga masyarakat berdaya dan berdampakpada bertambahnya pendapatan keluarga. Terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam program banksampah. Faktor pendukung antara lain organisasi yang baik, kerjasama dengan stacholders yang baik, saranaprasarana yang memadai dan peran aktif nasabah. Sedangkan faktor penghambatnya seperti naik turunnya hargasampah, informasi mendadak dan keterlambatan pembayaran oleh pengepul.Kata Kunci : Pengelolaan Program Bank Sampah, Pemberdayaan Masyarakat.Pengelolaan Program Bank Sampah Sebagai Upaya Pemberdayaan MasyarakatDi Bank Sampah Bintang Mangrove Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Surabaya ABSTRACT MANAGEMENT OF GARBAGE BANK AS COMMUNITY EMPOWERMENT EFFORTS IN BINTANG MANGROVE GARBAGE BANK, GUNUNG ANYAR TAMBAK GUNUNG ANYAR DISTRICT SURABAYA Garbage is a problem in our society that hardly to solve. Garbage problem is often founded in an urban zone as a consequence of urbanization and people activities such happened in Surabaya. One of the places in Surabaya that always facing rubbish problem is Gunung Anyar Tambak which is placed in Mangrove coastal area. An effort to overcome garbage problem in Surabaya is from many ways. That is Garbage bank program. As a regulation from Indonesian state minister for the environment Number 13 years 2012 section 2 state that Garbage bank is a sorting place and rubbish collection that can be recycled and / or reused that have economic value. Garbage bank is an environmental management program and community empowerment. community empowerment garbage bank is shown in many programs for society. The research about garbage bank should be conducted in an urgent, especially for management of Garbage bank program as a community empowerment because indirectly many people only focus on the environmental management programs. The research problems in this research are: 1) how management of Garbage bank program as a community empowerment in Bintang Mangrove garbage bank Gunung Anyar Tambak, Gunung Anyar District Surabaya?. 2) What are supporting problems and obstacle factors Garbage bank program in Bank Sampah Bintang Mangrove Gunung Anyar Tambak, Gunung Anyar District Surabaya. The objectives in this research are to get description about; 1) the management of Garbage bank program as an empowering program. 2) Supporting and obstacle factors for garbage bank program.The research method that is used in this research is descriptive qualitative. Data is collected by using direct observation technique and detailed to the activity to see directly how garbage bank is conducted as a community empowerment in Bintang Mangrove garbage bank. The researcher also used interview and documentation to support the good result in this research.The result shows that management of Garbage bank program is conducted effectively and efficiently according to management function, which is planning planning, organizing (Clear organization chart, collaboration is with side bound up, division role which is clear), performing (macro approaching strategy) and evaluation, so the program performing is so effective. Garbage Bank program as effort of community empowerment that renders through developmental garbage bank program so community become a useful community and impact in family income. But there are still a supporting and interference factor in Garbage Bank Program. Supporting factors for example : good organization, collaboration with stacholder that good, facility really is equal to, the client is active role. meanwhile interference factor as unstable garbage price, information abrupt, paying delay by garbage compiler. Keywords : Management Garbage bank program, Community Empowerment
PELAKSANAAN PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI (KUM) DENGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PKBM HANDAYANI DEA BAURENO KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO RATRI HENING
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) adalah bentuk layanan program melestarikan keaksaraan dengan memberdayakan masyarakat melalui kewirausahaan. tujuan utama dari program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) adalah meningkatkan keberdayaan penduduk buta aksara usia 15 tahun keatas melalui peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan dan berusaha secara mandiri. Dalam hal ini masyarakat di berikan keterampilan guna mengembangkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada sehingga masyarakat menjadi berdaya. Pemberdayaan masyarakat melalui program Keaksaraan Usaha Mandiri dalam proses kegiatan pembelajarannya menekankan pada pendidikan ketrampilan yang berpeluang menjadi suatu bidang usaha yang sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki oleh warga belajar.Rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1. Bagaimana pelaksanaan program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) 2. Bagaimana pemberdayaan masyarakat di PKBM Handayani? 3. Apakah ada hubungan pelaksanaan pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri(KUM) dengan Pemberdayaan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah warga belajar program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik angket diuji dengan menggunakan teknik uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah product moment, teknik belah dua, serta menghitung mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pelaksanaan Program Kaksaraan Usaha Mandiri (KUM) dengan pemberdayaan masyarakat menunjukkan nilai 0,439 ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan termasuk dalam kategori sedang. Yang artinya semakin baik pelaksanaan program Keaksaraan Usaha Mandiri maka akan semakin baik pula pemberdayaan masyarakatnya. Kata kunci: pelaksanaan Keaksaraan Usaha Mandiri, Pemberdayaan Masyarakat Abstrack: Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM)program is a service for preserve literacy program with empowerthe societies through entrepreneur. The main goal of Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program is to improve the ability of illiterate societies for ages up to 15 years through improving the knowledge, attitude, skill and have self-employed. In this case, the societies are given skilled to developthe existence of human resources and natural resources potential thusthe societies become powerful. Empowering the societies through Keaksaraan Usaha Mandiri program in the activity of learning process emphasize in skilled education which give opportunity to become appropriate job vacancy with interest and potential of the societies.The research questions of this study are as follows: 1. How the implementation of Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program? 2. How is the empowering of the societies in PKBM Handayani? 3. Is there any relationship between the implementation of Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM)education with Empowering the Societies?. The design of this study is quantitative approach. The sample of the study is the 40 people of Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) program. The data collection technique is to use questionnaire, observation, and documentation. The questionnaire is tested with using validity test and reliability to know the validity and reliability instruments. The data analysis technique is product moment, double division technique, technique and counting the mean. The result of the research show that relation between implementation of Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) with community empowerment that have 0,439 value show a positive correlation, including in regular category that have a meaning if the implementation of Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) is better, the better community empowerment also. Keywords: the implementation of Keaksaraan Usaha Mandiri, Empowering the Societies
PELAKSANAAN PELATIHAN BATIK TULIS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA PADA PESERTA DIDIK DI RUMAH BATIK TULIS KABUPATEN SIDOARJO DEWI AISYAH
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan bertujuan untuk mengembangkan keahlian, pengetahuan, dan sikap tertentu dalam proses peningkatan potensi diri sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Salah satu pelatihan yang berguna untuk mengembangkan potensi daerah adalah pelatihan pembuatan batik tulis. Dimana Kabupaten Sidoarjo merupakan salah-satu daerah menghasil batik tulis yang dikenal dengan sebutan Kampoeng Batik Jetis. Potensi daerah yang juga merupakan budaya bangsa Indonesia ini wajib untuk dilestarikan yaitu dengan cara mengadakan pelatihan batik tulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi berwirausaha peserta didik melalui pelatihan pembuatan batik tulis di Rumah Batik Tulis Al-Huda Kab. Sidoarjo. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan diskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik sebagai subyek primer dan penyelenggara program pelatihan, tutor, sebagai subyek sekunder. Metode pelatihan yang digunakan adalah metode wawancara, metode observasi dan metode dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah efektifnya pelaksanaan pelatihan pembuatan batik tulis sehingga peserta didik mampu memperoleh keterampilan dan keahlian membuat batik tulis. Akan tetapi, penguasaan keterampilan dan keahlian membuat batik tulis tidak atau kurang mampu meningkatkan motivasi kewirausahaan pada peserta didik. Alasan peserta didik kurang termotivasi untuk berwirausaha adalah lebih kepada latar belakang peserta didik yang berasal dari buruh pabrik rokok yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Sehingga prosentase kemampuan dan keinginan untuk berwirausaha sangat kecil. Hal tersebut dapat diukur dengan menggunakan indikator pelaksanaan pelatihan yaitu: analisis kebutuhan pasar; analisis variasi motif; pengelolaan pelatihan, evaluasi dan tindak lanjut, peluang di pasar batik, dan dukungan eksternal/networking. Sedangkan untuk mengukur motivasi kewirausahaan antara lain:adanya rasa percaya diri untuk mendirikan usaha setelah memperoleh bekal keterampilan, mampu berorientasi pada tugas dan hasil, memiliki keberanian mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan, mampu berinovasi, memiliki kreatifitas dan memiliki ororientasi pada masa depan. Kata kunci : Pelatihan Batik Tulis, Motivasi Berwirausaha Abstract The training aims to develop the skills, knowledge, and a certain attitude in the process of improvement potential in accordance with the needs and potential of the region. One of the useful training to develop the potential of the region is the training of batik. Where Sidoarjo regency is one of the areas batik producing region known as batik Kampoeng Jetis. Potential areas is also an Indonesian national culture is required to be preserved by the way of training batik. This study aims to determine the increase in entrepreneurship motivation of learners through the training of mking batik in the Al-Huda’s Batik House, Kab. Sidoarjo. The approach taken in this study is a qualitative descriptive approach. Subjects in this study were students as the primary subject and training program organizers, tutor as a secondary subject. Training methods used were interviews, observation and documentation methods. The results of this study are effective implementation of batik making training so that learners are able to acquire the skills and expertise to make batik. However, mastery of skills and expertise to make batik no or less able to increase entrepreneurial motivation of learners. The reason students are less motivated to entrepreneurship is more to the background of the students who come from the cigarette factory workers in Sidoarjo . So that the percentage of the ability and the desire for entrepreneurship is very small . This can be measured using indicators of implementation of the training are: the analysis of market requirements ; motif variation analysis ; management training , evaluation and follow-up , batik market opportunities , and external support / networking . As for the measure of entrepreneurial motivation , among others : a sense of confidence to start a business after acquiring the skills provision , capable and result oriented tasks , have the courage to take risks , spirited leadership , the ability to innovate , to have creativity and have ororientasi in the future . Keywords: Batik Training, Motivation Entrepreneurship
PELATIHAN KETERAMPILAN MENJAHIT UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PROGRAM PNPM MANDIRI PEDESAAN DI DESA PANTENAN KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK AINUL IZZAH
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Era globalisasi merupakan era yang penuh dengan persaingan dan tantangan. Untuk dapat bertahan dan bersaing dengan sumber daya manusia yang lain, dibutuhkan pendidikan yang berkualitas sehingga mencetak sumber daya manusia yang kompeten. Salah satu bentuk pendidikan yaitu pelatihan, ada berbagai macam pelatihan salah satunya adalah pelatihan keterampilan. Pelatihan keterampilan sangat dibutuhkan untuk menggali serta mengembangkan skill yang ada pada diri setiap manusia. Progran PNPM Mandiri pedesaan diselenggarakan dengan tujuan untuk menyiapkan peserta didik agar dapat menghadapi persaingan hidup di era globalisasi. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, Bagaimana pelaksanaan pelatihan keterampilan menjahit para peserta didik melalui program PNPM Mandiri Pedesaan di Desa Pantenan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik? Kedua, Kendala apa yang dijumpai dalam peningkatan kreativitas peserta didik keterampila nmenjahit melalui program PNPM Mandiri Pedesaan di Desa Pantenan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik? Ketiga, Bagaimana upaya mengatasi kendala yang dijumpai untuk meningkatkan kreativitas peserta didik keterampilan menjahit melalui program PNPM Mandiri Pedesaan di Desa Pantenan Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data yaitu dengan menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data.Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan kredibilitas data dengan trianggulasi dan member check. Hasil penelitian pelatihan ini menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan menjahit ini berjalan efektif sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan, hal ini dapat dilihat dari peserta didik yang mampu memahami materi-materi yang diberikan oleh tutor dan mengaplikasikan materi-materi, para peserta didik juga mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dalam menciptakan model-model baju. Kata kunci: pelatihan keterampilan menjahit, meningkatkan kreativitas. Abstract Skills training is urgently needed todevelop skill in every human being. PNPM Mandiri relating the existence of this rural organizers aim to prepare participants to his protégé in order to face the competition of life in this era of globalization, by having the skill and develop new innovations. The determination of independent PNPM rural panceng as background of this research because of this rural PNPM panceng to the community to provide under the jurisdiction of the villages of learning in accordance with their needs. The recipe the problem is as follows: first, how the skills training sew the learners program in the villages through PNPM independent pantenanpanceng sub-district s district? second constraint what finds increase in creativity learners skill sew program in the villages through PNPM independent pantenanpanceng sub-district s district?Third, how to overcome obstacles encountered to increase their learners skill sew program in the villages through PNPM independent pantenan panceng sub-district s district? Approach that is used in this research using qualitative descriptive.The taking of engineering data was undertaken by observation, interview, and documentation.After data collected then done data analysis that is by using the reduction of the data, display data, and verification of data.To test the validity of the data, researchers used the credibility of the data with trianggulasi and check Member. The results of research training this shows that skills training to sew it run effectively in accordance with the purpose of which had been planned, this can be seen of students able to understand the materials provided by a tutor and as materials that have been given this can be seen from the learners inovation capable of creating new models in creating clothes Password: skills training sewing, increases creativity.
PENGARUH PELATIHAN BRAINDANCE BAGI PENDIDIK PAUD TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DI PAUD AL-ISLAH GUNUNG ANYAR SURABAYA UMI FARICHAH
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi Pendidik pada pendidikan anak usia dini memegang peran yang sentral karena mereka bertanggung jawab terhadap optimal atau tidaknya perkembangan anak. Kompetensi pedagogis yang dimiliki oleh pendidik PAUD masih lemah dalam pembelajaran dan dibutuhkannya inovasi sehingga terdapat Keberhasilan dalam suatu pembelajaran yang dilakukan dan dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang telah disusun dan bagaimana cara menerapkannya di dalam proses pembelajaran. Pelatihan diharapkan mampu untuk menumbuhkan dan meningkatkan kompetensi- kompetensi pendidik PAUD. Untuk itu peneliti mengambil judul&ldquo; Pengaruh Pelatihan Braindance Bagi Pendidik Paud Terhadap Peningkatan Kompetensi Pedagogik Di Paud Al-Islah Gunung Anyar Surabaya&rdquo;. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian one-group pretest-posttes. Penelitian dilaksanakan di Paud Al-Islah Gunung Anyar Surabaya. Penggumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode (1) Angket. (2) Observasidan (3) Dokumentasi. Tujuan Penelitian ini yaitu (1) Mengetahui ada dan tidak adanya pengaruh pelatihan Braindance bagi pendidik paud terhadap peningkatan kompetensi pedagogic, Mendeskripsikan dan menganalisis sejauh mana pengaruh pelatihan Braindance. Berdasarkan hasil pelatihan Braindance sudah berjalan baik karena aspek-aspek pelatihan sudah ada dan terlaksana dengan baik. Sedangkan hasil post test dan post test menunjukkan bahwa kompetensi pedagogic pendidik paud pada saat post test lebih baik dari pada kompetensi pedagogic pada saat pre test. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji wilcoxom match pairs diperoleh hasil Thitung < Ttabel = 1 < 8 hal ini membuktikan bahwa Ha bisa diterima dan Ho ditolak. Kata kunci: Pelatihan Braindance, Kompetensi pendidik PAUD Abstract Competence of Teachers in early childhood education a central role because they are responsible for whether or not optimal child development. Pedagogical competence possessed by early childhood educators weak in learning and innovation needed so that there is success in a study carried out and can be seen from the learning tools that have been developed and how to apply them in the learning process. Training should be able to grow and improveearly childhood educator competencies. To the researcherstook the title"Training Effect BraindanceForearly childhood educators Pedagogic Competence Enhancement Against Al-Islah Inearly childhood gunung Anyar Surabaya". The aim of this study are (1) Determine the presence and absence of the influence of early childhood educators Braindance training to increase pedagogic competence, describe and analyzethe extent of the effect of training Braindance. This type of research is aquantitative research study design with a one-group pretest-posttes. The experiment was conducted in early childhood Al-Islah gunung Anyar Surabaya. Collecting data in this study using the method(1) Questionnaire. (2) Observation and(3) Documentation. This type of research is aquantitative research study design with a one-group pretest-posttes. The experiment was conductedin early child hood Al-Islah gunung Anyar Surabaya. Based on the results Braindance training has been going well as aspects of existing training and performing well. While the results of the post-test and post-test showed that the pedagogic competence of early child hood educators in post test better than the pedagogic competence during thepre-test. While based on the results of calculations using matched pairs test results obtained wilcoxom T hitung < T tabel=1<8 it can be proved that Ha Ho accepted and rejected. Keywords: Braindance Training, Competency early child hood educators.
POLA ASUH KELUARGA PADA PENYANDANG TUNAGRAHITA DI DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO DHIYA IRFANI FARRASWATI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberadaan seseorang dengan tunagrahita ini dalam keluarga akan menjadi stres tersendiri bagi setiap anggota keluarga karena keluarga merupakan suatu sistem. Penderita tunagrahita akan menimbulkan masalah bagi masyarakat, keluarga maupun individu penyandangnya. Seorang tunagrahita akan menjadi masalah bagi keluarganya karena merupakan beban bagi keluarga baik secara mental maupun materi. Efektivitas berbagai program penanganan dan peningkatan kemampuan hidup anak penyandang tunagrahita akan sangat tergantung pada peran serta dan dukungan penuh dari pihak keluarga, sebab pada dasarnya keberhasilan program tersebut bukan hanya merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan yang terkait saja.Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga pada penyandang tunagrahita yang diterapkan masih kurang dikarenakan faktor pendidikan yang rendah, tingakat sosial ekonomi yang rendah dan usia pengasuh penyandang tunagrahita. Pola pengasuhan yang diterapkan lebih merujuk pada pola pengasuhan permisif. Kata Kunci : Pola Asuh, Tunagrahita Abstract The existence of a person with tunagrahita in a family will be the stressor for every member of the family because the family is a system. People with tunagrahita would occur the problems for community, family and themselves. A tunagrahita would be a problem for his or her family because it is a burden for the family both mentally and materially. The effectiveness of various treatment programs and the increased of life ability ofthe children withtunagrahita will totally depend onthe participation and full support from their family, because the success of the program is not only the responsibility of the relevant educational institution itself. Research used qualitative method with descriptive phenomenological approach. The results showed that family parenting for tunagrahita which applied was still lack due to the low educational factors, low socioeconomic and the age of caretaker for tunagrahita.The parenting was applied refer to permissive parenting. Keyword: Parenting, Tunagrahita

Page 7 of 66 | Total Record : 660