cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA (ANDRAGOGI) DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAMPUNG KUE RUNGKUT LOR II RT 4 RW 5 KELURAHAN KALIRUNGKUT SURABAYA ANNA NOER RAHMA SETYANINGSIH
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kampung Kue merupakan suatu julukan yang dimiliki oleh daerah Rungkut Lor II Surabaya yang diberikan karena banyaknya ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai pembuat kue. Adanya kegiatan usaha ini tidak terlepas dari adanya pemberdayaan masyarakat yang menerapkan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa untuk mencapai tujuan pemberdayaan yakni untuk memperoleh penghasilan tambahan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana penerapan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa dalam program pemberdayaan masyarakat di Kampung Kue. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, maka dilakukan analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa dalam pemberdayaan masyarakat di Kampung Kue belum maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya permasalahan yang dialami yaitu anggota yang tidak leluasa dalam menentukan arah pembelajaran dan adanya anggota yang tertutup untuk berbagi pengalaman pada anggota lain. Kata Kunci: Kampung Kue, pemberdayaan masyarakat, prinsip andragogi Abstract Cake Village is a cognomen owned by the region rungkut lor ii surabaya given because of the number of a housewife who has the occupation as maker cake.Such an activity these efforts have not despite the presence of community empowerment is to apply the principles of education adults in order to achieve the purposes of empowerment namely for received additional income in meet the needs of her family.This research described how the application of the principles education adults in the program of community development at Cake Village. Approach used is a qualitative approach. The data was undertaken with interview techniques, observation , and documentation. After data collected, then done an analysis of data using the reduction of data, display data, and verification. The result showed that the application of the principles of adults in the society empowerment in their cake is not optimal.This is demonstrated by a number of problems that affect the member who are not freely in determining the direction of learning and the officers closed to share experiences on the other. Keyword : Cake Village, community empowerment, the principle of andragogy.
Pelayanan PKBM Terhadap Program Keaksaraan Fungsional Tingkat Dasar Kepada Masyarakat Studi Kasus di PKBM Insan Mulia Desa Kedawong Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang WIDIANTO HARI WIDODO
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang bertujuan untuk melayani masyarakat. Pelayanan PKBM dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan sangatlah penting, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Fokus dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana pelayanan PKBM terhadap program keaksaraan fungsional tingkat dasar. 2) Apakah faktor pendukung pelayanan PKBM terhadap program keaksaraan fungsional tingkat dasar. 3) Apakah faktor penghambat pelayanan PKBM terhadap program keaksaraan fungsional tingkat dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu pengelola PKBM yang merupakan informan utama, serta warga belajar keaksaraan fungsional tingkat dasar yang merupakan informan pendukung. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknis analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, verifikasi data dan simpulan. Sedangkan untuk uji keabsahan data peneliti menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang didapat dari PKBM yaitu pelayanan serta dampak dari adanya pelayanan kepada warga belajar. Pertama yaitu pelayanan meliputi: 1) Tangible (bukti fisik) dibuktikan dengan adanya sarana dan prasarana. 2) Reability (kehandalan) kehandalan pegawai dalam ketepatan waktu pelayanan dan kemudahan mendapatkan pelayanan yang ada di PKBM. 3) Responsibility (daya tanggap) PKBM dapat menanggapi kebutuhan masyarakat serta pegawai PKBM dalam menyampaikan informasi mudah dipahami oleh masyarakat. 4) Assurance (jaminan) ditunjukkan pegawai kepada warga belajar salah satunya keramahan dan kesopanan yang dimiliki serta tingkat kemampunan tutor yang dalam menyampaikan materi. 5) Empaty (perhatian) dapat ditunjukkan dengan tutor yang selalu membimbing dengan sabar dan tidak pilih kasih dalam membimbing warga belajar. Dengan adanya pelayanan tersebut warga belajar mampu membaca, menulis dan berhitung. Faktor pendukung pelayanan yaitu adanya sarana dan prasarana, dukungan masyarakat serta dana, sedangkan faktor penghambat pelayanan yaitu cuaca yang tidak menentu dan kesibukan warga belajar. Kata kunci : Pelayanan PKBM, Keaksaraan Fungsional Tingkat Dasar Abstract A learning community center is one of non formal education institutions which aim to serve the society. Service of a learning center in fulfilling the education needs is substantially considered, especially for people in need. The objectives of this research were, first, to describe how service of the learning center on the basic level of functional literacy program, second, to identify which factors were supporting the service of the learning center on the basic level of functional literacy program, third, to examine which factors were inhibiting the service the learning center on the basic level of functional literacy program. This research employed qualitative approach. There were two subjects of this research, first, the management of the learning center which was the main subject, and as the supporting subject was the adult learner who learns in the basic level of functional literacy program. In collecting the data, the methods used were interview, observation, and documentation. And procedures of data analysis were data reduction, display data, verification and conclusion. Meanwhile, in order to maintain the validity of the data, this research applied credibility, transferability, dependability, and conformability. The results for the learning center showed the service and the impacts of the service learning center to the adult learners. First, the service included: 1) Tangible which was proved by the presence of facilities and infrastructures, 2) Reliability which was proved by reliable employees in timeliness and ease in giving the service in the learning center, 3) responsibility which was proved by the responsibility of the learning center in responding the needs of the society also the employees in which is understandable in giving any information. 4) Assurance which was showed by the ability of the employees in delivering the materials with hospitality and politely. 5) Empathy which showed by the tutors who always patiently guided and fairly treated the adult learners in the teaching learning process. As the presence of the service of the learning center, the adult learner had been able to read, write, and count. The factors which were supporting the service are the availability of the facilities and infrastructures and the supporting and funding from the society. And the inhibiting factors were the weather and the activities of the adult learners. Keywords: Service of learning center, basic level of functionalliteracy program
Pengembangan Program Rehabilitasi Sosial Sebagai Upaya Peningkatan Kesempatan Kerja Penyandang Disabilitas di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan AHMAD MUZAKI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptiif kualitatif. Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu klien yang merupakan informan utama, serta penyelenggara, instruktur, dan eks klien yang merupakan informan pendukung. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, verifikasi data dan simpulan. Sedangkan untuk uji keabsahan data peneliti menggunakan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Penelitian yang dilakukan di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan menunjukkan hasil bahwa: 1) Program rehabilitasi sosial di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan terdiri dari bimbingan pokok yaitu bimbingan sosial, bimbingan mental, bimbingan keterampilan, dan bimbingan fisik dan bimbingan penunjang yaitu home industry dan bimbingan salon 2) Program Rehabilitasi Sosial di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan meliputi penerimaan, pemeriksaan kesehatan, pra rehabilitasi, assesment, pembinaan dan bimbingan sosial, resosialisasi, bimbingan lanjut, dan terminasi. 3) rehabilitasi sosial memiliki manfaat dalam mengembangkan berbagai sektor yang menjadi bekal positif dalam upaya peningkatan kesempatan kerja penyandang disabilitas. Perkembangan tersebut adalah perubahan sikap dan konsep diri, pengembangan kepercayaan diri, berani menghadapi tantangan, penyesuaian diri dengan lingkungan, dan pengembangan produktivitas vokasional. 4) kekurangan dari program rehabilitasi sosial di UPT Rehabilitasi Sosial Cacat Tubuh Pasuruan adalah luasnya daerah sasaran yang berpengaruh terhadap sosialisasi, terbatasnya pekerja profesional, kurang lengkapnya bimbingan yang ada, dan perbedaan latar belakang klien. Sedangkan kelebihannya adalah adanya dukungan dari pihak ketiga yang peduli akan masalah kesejahteraan sosial, dan semangat klien dalam mengikuti program rehabilitasi sosial. Kata kunci: rehabilitasi sosial, penyandang disabilitas, dan kesempatan kerja. Abstract This study was a descriptive qualitative research within the same approach. Subjects of this study were the coordinator of the program as the main subject, also the client, social employee, and the ex clients as the supporting subjects. This study employed interview, observation, and documentation in collecting data, meanwhile in analysing the data, techniques used were data reduction, display data, verification and conclusion. Also, in maintaining the validity of the data, the researcher applied crdeibility, dependability, confirmability, and transferability. The results obtained showed that 1) there were two types guidance in the social rehabilitation program in disability social rehabilitation Technical and Operational Units of Pasuruan, they are basic guidance and supporting guidance. Basic guidance included social, mental, skill, and physical guidances, and supporting guidance contained home industry and beauty care guidance. 2) the activities which were done in the social rehabilitation program in disability social rehabilitation Technical and Operational Units of Pasuruan were reception, medical examination, pre rehabilitation, assessment, development and social guidance, resocialization, further guidance, and termination. 3) The social rehabilitation have some advantages in developing various sectors as an effort in advancing employment opportunity for people with disability. The development arise in the some sectors, they were changing attitudes and self-concept, the development of self confidence, encouraged to face challenges, adjusting to the environment, and the development of vocational productivity. 4) there were also disadvantages of this program, they were the extent of the target area which affect the socialisation, lack of professional workers, incomplete the material of guidance, differences of backgrounds among the clients. However, there were also advantages of this program, they were the supports of the third persons who care about the issue of social welfare, also the spirit of the clients in the social rehabilititation program. Keywords: social rehabilitation, employment opportunity.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP DAN PERILAKU WARGA BELAJAR DI PANTI ASUHAN KHADIJAH 1 WONOKROMO SURABAYA ARI RIDMA WULANDARI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan agama merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting, untuk bersikap dan berperilaku. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan agama dengan sikap dan perilaku warga belajar di panti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, sedangkan jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasional karena mencari hubungan antar variabel. Uji validitas menggunakan product moment pearson, sedangkan uji reliabilitas menggunakan teknik belah dua (split half). Selanjutnya analisis data yang digunakan adalah pearson product moment yaitu untuk mencari hubungan. Uji validitas,uji reliabilitas dan analisis data menggunakan program SPSS 22. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan agama dengan sikap dan perilaku warga belajar. Dibuktikan analisis data hubungan antara pendidikan agama (X) dengan sikap (Y1) yaitu r = 0,665 dengan r tabel 0,361 dengan N=30 , r hasil lebih besar dari pada r tabel maka Ha diterima , Ho ditolak dan korelasi signifikan. Sedangkan hubungan antara pendidikan agama (X) dengan perilaku (Y2) yaitu r = 0,431 dengan r tabel 0,361 dengan N=30, r hasil lebih besar dari pada r tabel maka Ha diterima,Ho ditolak dan korelasi signifikan. Adanya hubungan positif antara pendidikan agama (X) dengan sikap (Y1) dan perilaku (Y2). Maka semakin baik pendidikan agama, semakin baik pula sikap dan perilaku warga belajar di panti asuhan. Kata Kunci: Pendiidkan Agama, Sikap, Perilaku Abstract Religious education is one of the important education. Because with it the person could took a behaviour and attitude. The purpose of this research is to know the correlation between the implementation of religious education with the behaviour and attitudes of the students in orphanage. The research methodology was quantitative , while the types of this research is correlation because wants to know the correlation between variable. The test validity used a pearson product moment, while the reability test used split half technique. Next, to analyze the data it used the pearson product moments because it to know the correlation. The test validity, test reability and analysis of the data used SPSS 22 programme. The result showed that there are any correlation between the religious education with the students behaviour and attitude. It proof the data analysis of the correlation between religious education (X) with the attitude (Y1) is r = 0,665 with r table 0,361 and N=30, r result was greater than r table, so Ha accepted and the correlation was significant. While, the correlation between religious education (X) with the behaviour (Y2) is r = 0,431 with a r table 0,361 and N=30, r result was greater than r table, so Ha accepted, Ho was ignored and the correlation was significant. There are any positive correlation between religious education (X) with attitude (Y1) and behaviour (Y2). So, when the religious education better, the attitude and behaviour of the students in orphanage was better too. Keywords: Religious education, Attitude, Behaviour.
PERAN KELOMPOK ARJUNA MESRA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI VASEKTOMI DI KECAMATAN KENJERAN SURABAYA AISYAH RATNASARI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERAN KELOMPOK ARJUNA MESRA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI VASEKTOMI DI KECAMATAN KENJERAN SURABAYA Aisyah Ratnasari 11010034206 Program Studi S-1 Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Heryanto Susilo, S.Pd, M.Pd Perkembangan laju peningkatan pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah kelahiran yang lebih tinggi dari jumlah kematian. Untuk menanggulangi masalah ini upaya yang dilakukan pemerintah adalah program Keluarga Berencana (KB).Tujuan dari program KB adalah untuk pengendalian penduduk. Umumnya KB dilakukan oleh wanita, namun memiliki berbagai keluhan. Sehingga partisipasi pria disini sangat dibutuhkan untuk mengikuti KB vasektomi demi minciptakan keluarga sejahtera. Penelitian ini berjudul peran kelompok Arjuna Mesra dalam meningkatkan partisipasi Vasektomi di Kecamatan Kenjeran Surabaya yang dilakukan (1) untuk mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan kelompok Arjuna Mesra dalam meningkatkan partisipasi vasektomi (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran kelompok Arjuna Mesra dalam meningkatkan partisipasi vasektomi di Kecamatan Kenjeran Surabaya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kelompok Arjuna mesra sangat berperan aktif dalam meningkatkan partisipasi vasektomi, hal ini dapat dilihat dari hasil pencapaian peserta vasektomi yang setiap tahunnya meningkat. Upaya-upaya yang dilakukan kelompok Arjuna Mesra adalah melalui kegiatan KIE, konseling, sosialisasi melalui media masa yang ada saat ini seperti tv, radio, majalah dan brosur sehingga masyarakat secara keseluruhan bisa mendapatkan informasi tentang pentingnya KB demi menciptakan keluarga sejahtera. Faktor pendukung peran kelompok Arjuna Mesra dalam meningkatkan partisipasi vasektomi adalah adanya kesadaran bahwa pemikiran banyak anak-banyak rizky itu tidak menjamin kesejahteraan keluarga, adanya dukungan dari sang istri. Faktor penghambatnya adalah waktu, yaitu perbedaan jawdal waktu bekerja bapak-bapak, karena kegiatan KB vasektomi selalu siang hari dan setelah dilakukannya KB vasektomi, tidak boleh melakukan aktifitas berat hingga 3 hari, sedangkan mayoritas peserta vasektomi di Kenjeran Surabaya ini pekerjaan mereka adalah kuli bangunan dan tukang becak yang bekerja berat dan pemahaman tentang pemikiran banyak-banyak rizky masih ada di dalam pikiran mereka karena mayoritas pendudukanya adalah Madura. Kata Kunci : Peran , Partisipasi Vasektomi ABSTRACT The increasing rate of population in Indonesia is very distressing. The society will continuously be affected by the number of births which is higher than the number of mortality. To overcome this situation, the government introduces a program called KeluargaBerencana (KB). The purpose of KB program is to control the rate of population. Generally,KB is undertaken by women; however, within its implementation, many complaints emerge.Men are essentially required to endure vasectomy in order to build prosperous family. Thisstudy was entitled “The Roles of Arjuna Mesra Group in Increasing Vasectomy Participation in Kenjeran Sub-Regency of Surabaya”. This study was carried put (1) to identify the attemptsmanaged by Arjuna Mesra group in increasing vasectomy participation and (2) to identifysupporting and obstructing factors affecting the roles of Arjuna Mesra group in increasingvasectomy participation in Kenjeran Sub-Regency of Surabaya. The results of this study show that Arjuna Mesra Group takes a very active role inincreasing vasectomy participation; it can be noticed from the increasing numbers ofvasectomy participants annually. The attempts exerted by Arjuna Mesra Group are managingKIE program, counseling program and publication via mass media such as TV, radio,magazines, and brochures providing the society with information related to the importance ofKB in building the harmonious family. The factors supporting Arjuna Mesra Group in increasingvasectomy participation are that people are aware that the idea of having many childrenbrings luck cannot warrant the existence of prosperous family. The factor obstructing itsimplementation is the time; the different working schedules of the husbands make it difficultto hold vasectomy program for it is held in the morning and the men must not do intenseactivity within three days following the program. The majority of participants in KenjeranSurabaya work as porters and tricycle men who works intensely and they still believe in thesaying that goes many children brings much luck for the reason that most of them arecoming from Madura Island. Key words: Role, Vasectomy Participation
ANALISIS PElAYANAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) AL-AMIN BERBASIS BAHASA DAERAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI PKBM AL-AMIN KARANGSOKO TRENGGALEK SUJARWO
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Taman Bacaan Masyarakat adalah sarana peningkatan budaya membaca masyarakat dengan ruangan yang disediakan untuk membaca, diskusi, bedah buku, menulis dan kegiatan yang sejenis lainnya dilengkapi dengan bahan bacaan, ruangan membaca diskusi, bedah buku, menulis dan kegiatan-kegiatan sejenis lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Karene itu, program Taman Bacaan Masyarakat berbasis bahasa lokal sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pelayanan TBM Berbasis bahasa daerah, 2) minat baca masyarakat di TBM Al-Amin, 3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan TBM. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Penelitiaan dilakukan di TBM Al- Amin di Desa Karangsoko Kabupaten Trenggalek. Metode pengumpulan data yang digunakan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analis data yang digunakan adalah koleksi data, reduksi data dan verifikasi data. Sedangkan uji keabsahan data, peneliti menggunakan kredibilitas, tranferabilitas. dispendibilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan program TBM Al-Amin di Desa Karangsoko Trenggalek berjalan dengan efektif dan efisen. Setelah adanya pelayanan TBM berbasisi bahasa daerah, yang terdiri dari layanan baca dan layanan sirkulasi/peminjaman. Dan minat baca masyarakat terdiri: 1) kebutuhan terhadap bacaan, 2) kebutuhan untuk mencari bacaan dan, 3) ketertarikan terhadap bacaan. Sedangkan faktor pendukung layanan TBM ini sebagai faktor internal diantaranya sarana dan prasarana yang lengkap dan faktor pendukung eksternal diantaranya adalah lokasi cukup strategis. Sedangkan faktor penghambat layanan TBM ini juga terbagi kedalam faktor internal diantaranya ruangan yang sempit dan minimnya tugas TBM. Sedangkan faktor penghambat eksternal adalah pembiyaan untuk biaya perawatan dan pengembangan TBM. Kata kunci: Pelayanan taman bacaan masyarakat, berbasis bahasa daerah ABSTRACT ANALYSIS OF IMPLEMENTATION THE LIBRARY PARK OF SOCIETY (TBM) BY AL- AMIN BASED ON THE USED OF LOCAL LANGUAGES TO INCREASING INTEREST OF READ FOR SOCIETY COMMUNITY IN PKBM AL-AMIN KARANGSOKO TRENGGALEK The Library Park of Society (TBM) is a facility to improving the culture of reading for society community with facilities that is a room reserved for reading, discussion, book review of community, writing and activities other similar equipped with reading material, reading room discussion, writing and similar activities other aims to improve a interest of reading for peoples. Therefore the program of The Library Park of Society used of a based local language as an effort to increase public interes to read. This study aims to determine; first, the implementation of TBM used a Based local language. second, to improve a interest of reading for peoples in TBM Al-Amin. Third, to determine and supporting factors of inhibiting the implementation of TBM. This research used qualitative of descriptive method. Research conducted in the TBM at Al-Amin Karangsoko village in Trenggalek district region. The data collection methods are used the data used is observation, interview, and documentation. Technical analysts used the collection of data , verification data and reduction. While testing the validity of the data, the researchers used the credibility, tranferability. dispendibility and confirmability. The results showed that the implementation in the TBM program at the Al-Amin Karangsoko village in Trenggalek district region work effectively and efisen. After the implementation in TBM used of local language, which consists to use of Javanese language and hospitality management / officer to the visitors. And interesting of book to reading more increasing. While with TBM services while supporting factors as internal factors such infrastructure is complete and the external supporting factors include the location is quite strategic. And the factors inhibiting in the TBM service is also divided into internal factors include the narrow room and the lack of employee at TBM .While the external limiting factor is the financing for the maintenance and development of TBM . Keywords : The Library Park of Society ,the used of based a local language
PERAN PROGRAM KEAKSARAAN FUNGSIONAL DASAR DALAM MEMBANGUN KEBERDAYAAN PEREMPUAN DI PKBM FALAHUL HIKMAH KECAMATAN TANGEN KABUPATEN SRAGEN SURYANI
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan faktor yang penting dalam meningkatkan peran dan status perempuan. Satuan pendidikan non formal yang dapat meningkatkan peran dan status perempuan adalah PKBM melalui program Keaksaraan Fungsional Dasar. Program Keaksaraan Fungsional Dasar memiliki tujuan untuk membelajarkan dan membangun keberdayaan masyarakat khususnya perempuan, agar dapat memanfaatkan kemampuan dasar baca, tulis, hitung dan kemampuan fungsionalnya yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendekripsikan dan menganalisis bagaimana peran program Keaksaraan Fungsional Dasar dalam membangun keberdayaan perempuan di PKBM Falahul Hikmah Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. subjek dari penelitian ini adalah penyelenggara/pamong, tutor dan warga belajar.Teknik pengumpulan data mengguakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data display data dan kesimpulan /verifikasi. Untuk uji keabsahan data menggunakan kredibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa dalam pelaksanaan program keaksaraan dasar di PKBM Flahul hikmah telah sesuai dengan 10 patokan dikmas. Tetapi masih ada sarana prasana yang kurang di tempat pelaksanaan program. Program keaksaraan fungsional dasar telah membantu dalam membangun keberdayaan bagi perempuan. Saat ini para perempuan telah memiliki rencana untuk masa depan, mampu mengarakan dirinya untuk mewujudkan rencana tersebut. Perempuan juga telah memiliki kemampuan untuk berunding dan bekerjasama baik dengan anggota keluarga dan anggota masyarakat. Kata kunci: Program KF Dasar, Keberdayaan Perempuan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Abstract Education is an essential factor in raising the role and the status of the women. The non-formal education unit that can increase the role and the status of the women is PKBM, through the basic functional literacy program. This program aims at teaching and building the society empowerment, specifically the women, to be able to use the basic skills of reading, writing, arithmetic and the functional skills in the daily life. Thus, this study aimed at describing and analyzing the role of the basic functional literacy program in developing the women empowerment in PKBM Falahul Hikmah located in Tangen sub-district, Sragen. Qualitative study was employed by involving the administrators (pamong), the tutors and the learners as the subjects of the study. Furthermore, interview, observation and documentation were used as the data collection techniques. Besides, the data analysis used the data collection, data reduction, data display and conclusion or verification. Also, credibility, dependability and conformability were utilized to check the validity of the data. The results showed that the implementation of the basic functional literacy program in PKBM Falahul Hikmah has met the 10 criteria of the dikmas even though the learning place lacked infrastructures. Additionally, this program has successfully helped build the empowerment for the women. The women have a clear plan about the future and the ability to guide themselves in actualizing it. Moreover, they have the ability to negotiate and cooperate with the family members as well as the society members. Keywords: Basic Functional Literacy Program, Women Empowerment, Society Learning Center
PROGRAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN MOTIVASI BEWIRAUSAHA WANITA TANI PUPUT PUJI RAHAYU
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberdayaan perempuan merupakan program yang berfungsi dan berperan dalam memberdayakan dalam hal ini melatih, memberikan ketrampilan, memandirikan perempuan sehingga mereka bisa berkontribusi dan turut serta dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Pemberdayaan perempuan lebih banyak ditekankan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha agar mampu dalam mengelola usaha. Motivasi berwirausaha ini merupakan aspek pertama dan utama yang harus diberikan kepada peserta didik melalui proses pendidikan dan palatihan dalam rangka menciptakan masyarakat wirausaha. Motivasi berwirausaha ini dipandang sebagai pondasi bagi seseorang yang berniat menjadi wirausahawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara program pemberdayaan perempuan dengan motivasi berwirausaha wanita tani di Kelompok Usaha Produktif (KUP) Wahyu Mulya Ngrayun Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel (0,773 ≥ 0,361) yang artinya terdapat korelasi yang positif antara program pemberdayaan perempuan dan motivasi berwirausaha. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori kuat karena berada pada interval koefisien 0,60 – 0,799. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa harga t hitung lebih besar dari t tabel (6,445 ≥ 2,048) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara program pemberdayaan perempuan dengan motivasi berwirausaha. Hasil tersebut didukung dengan hasil perhitungan persentase yang menghasilkan persentase untuk pemberdayaan perempuan sebesar 82,50% yang termasuk dalam kategori sangat baik dan motivasi berwirausaha sebesar 80,83% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan kontribusi dari program pemberdayaan perempuan terhadap motivasi berwirausaha wanita tani adalah 59,75%. Kata Kunci: Program Pemberdayaan Perempuan, Motivasi Berwirausaha Abstract Woman empowerment is a program which function and role in empowering which in this matter is train, give skill, make independent that they can give contribution and participate to overcome poverty. Woman empowerment more emphasized to increase entrepreneurship motivation in business management. Entrepreneurship motivation is the first and main aspect that must delivered to learner through education and training process to create entrepreneurship community. This entrepreneurship motivation viewed as a foundation to someone who willing to become an entrepreneur. The objective of this research was to determine The Correlation Between Woman Empowerment Programe and Entrepreneurship Motivation Farmers Woman on Kelompok Usaha Produktif (KUP) Wahyu Mulya Ngrayun Ponorogo. This research applied quantitative approach with correlational method. Research results showed that r value was higher than r table (0.773>0.361) which means there was a positive correlation between women empowerment programe and entrepreneurship motivation. The relation of two variables belong to strong category since it’s in coefficient interval 0.60-0.799. Signification test result also showed that t value was bigger that t tabel (6,445≥2,048) so that is can be conclude that there was a significant relation between women empowerment programe and entrepreneurship motivation. Those results supported by percentage calculation that obtained percentage for woman empowerment as big as 82,50% that belong to very good category and entrepreneurship motivation as big as 80,83% that belong to very good category. While contribution that given by woman empowerment programe to entrepreneurship motivation realization was 59,75%. Keywords: Woman Empowerment Program,Entrepreneurship Motivation.
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK TUTOR DENGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI UPTD SKB KABUPATEN MALANG FERRINA ROSYIANA D
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesetaraan kejar paket B atau setara SMP merupakan program pendidikan dijalur nonformal. Tutor merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan nonformal, bagi peserta didik tutor merupakan sosok yang berperan penting dalam pembelajaran. Untuk itu kompetensi pedagogik seorang tutor sangat berpengaruh didalam pembelajaran terutama dalam pencapaian hasil belajar. Pencapaian tujuan belajar dalam proses belajar mengajar hasilnya diukur atau ditentukan dengan suatu hasil belajar. Berhasil tidaknya seorang peserta didik dalam kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar atau yang sering kita kenal dengan prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kompetensi pedagogik tutor dengan hasil belajar peserta didik kejar paket B pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Responden yang diteliti sejumlah 35 peserta didik. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis product moment dengan bantuan software SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik tutor di SKB Kabupaten Malang pelaksanaannya kurang dapat dilihat dari hasil penelitian, kompetensi pedagogik tutor terletak pada prosentase 45%-55% hal ini menunjukkan pelaksanaannya kurang. Sedangkan hasil belajar Bahasa Inggris peserta didik kejar paket B terletak pada presentase 80-100 hal ini menunjukkan hasil belajar peserta didik sanggat baik. Hasil perhitungan hubungan antara kompetensi pedagagogik tutor dengan hasil belajar peserta didik kejar paket B sebesar 0,643 yang termasuk dalam kategori kuat . Hasil analisis product moment menggunakan SPSS 22 yaitu sebesar 0,643. Hal ini menunjukkan bahwa p ≠ 0, sehingga Ho yang berbunyi tidak ada hubungan antara Kompetensi Pedagogik Tutor dengan Hasil Belajar Bahasa Inggris peserta didik kejar paket B di UPTD SKB Kabupaten Malang ditolak. Berdasarkan tabel pedoman untuk menginterpretasikan koefisien korelasi, diperoleh hasil korelasi antara Kompetensi Pedagogik Tutor dengan Hasil Belajar Bahasa Inggris peserta didik kejar paket B sebesar 0,643 berada pada interval 0,60-0,799 yang menyatakan hubungan kuat. Sedangkan kontribusi kompetensi pedagogik tutor dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kejar paket B sebesar 41,34%. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Hasil Belajar ABSTRACT THE RELATION OF TUTOR’S PEDAGOGIC COMPETENCE WITH KEJAR PAKET B STUDENT’S LEARNING RESULT ON ENGLISH SUBJECT AT UPTD SKB MALANG DISTRICT Kejar Paket B study group or equal with junior high school is education program on non-formal line. Tutor is an important factor to non-formal education, for student tutor is an important figure in learning. Therefore, tutor competence is very influential on learning especially in learning result achievement. Learning objective achievement in learning process its result will be measured or decided by learning result. The success or failure of student I learning activity can be seen from its learning results or which we often known as learning achievement. This research applied quantitative approach. Research objective was to determine the relation between tutor’s pedagogic competences with Kejar Paket B student’s learning result on English subject. Respondent that measured as many 35 students. Data collecting method in this research was observation, questioner and documentation. Data analysis technique applied product moment analysis with SPSS 22 software assistance. Research results showed that tutor’s pedagogic competences on SKB Malang district was lack of implementation observed from research result, tutor’s pedagogic competences lies at percentage 45%-55%, it showed lack of implementation. While for english learning result of Kejar Paket B student ranging on percentage 80-100 which showed that student’s learning results was very good. Calculation results from the relation between tutor’s pedagogic competences with Kejar Paket B student’s learning result as big as 0.643 which belong to strong category. Product moment analysis results by applied SPSS 22 was 0.643. It showed that p ≠ 0, that Ho which sounds there is no relation between tutor’s pedagogic competences with Kejar Paket B student’s learning result of UPTD SKB Malang district was rejected. Based on guidance table to interpret coefficient correlation, it obtained correlation between tutor’s pedagogic competences with Kejar Paket B student’s learning result as big as 0.463 as big as 0.643 ranging on interval 0.60-0.799 that stated strong relation. While for tutor’s pedagogic competences in improving Kejar Paket B student’s learning result was 41.34%. Keywords: pedagogic competence, learning result.
ANALISIS ASPEK-ASPEK PENDIDIKAN NON FORMAL DALAM SISTEM PEMBELAJARAN TKQ-TPQ FATHUL JADID DI PERUMAHAN BABATAN INDAH SURABAYA silviana anugrahah
J+PLUS UNESA Vol. 4 No. 1 (2015): vol 5 tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Laju pertumbuhan penduduk merupakan suatu persoalan yang banyak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, hampir di semua penjuru tanah air khususnya di Kota Surabaya ini disebabkan karena tidak adanya kebijakan untuk menahan laju pertumbuhan penduduk dan tidak ada pengendalian terhadap laju pertumbuhan penduduk. Program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) adalah salah satu program untuk menahan laju pertumbuhan penduduk karena bertujuan membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita usia subur dalam praktek KB (Keluarga Berencana) untuk memilih menggunakan metode alat kontrasepsi yang tepat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mencari pengaruh program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) terhadap tingkat pengetahuan sikap wanita usia subur tentang alat kontrasepsi KB IUD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre &ndash; eksperimental design. Subjek penelitiannya adalah peserta Program KIE KB IUD. Rumusan penelitian yang dikaji dalam penelitian yaitu pengaruh program KIE terhadap tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang alat kontrasepsi KB IUD. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan observasi partisipatif. Program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) alat kontrasepsi KB IUD memiliki pengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur. Dari data perhitungan, adapun hasil yang didapat adalah sebagai berikut nilai &alpha;= .000. Sedangkan nilai probability taraf signifikan = 0,05 (95 % kepercayaan) ternyata p lebih kecil dari pada taraf sig ( 0,000 < 0,05), dari hasil perbandingan p dengan taraf signifikan, terjadi perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap wanita usia subur sebelum dan sesudah adanya program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) alat kontrasepsi KB IUD. Karena terjadi perbedaan yang signifikan maka hipotesis Ha diterima yaitu, ada pengaruh yang positif antara program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) alat kontrasepsi KB IUD dengan pengetahuan dan sikap wanita usia subur di Kecamatan Gubeng Surabaya. Dan hipotesis Ho ditolak, yaitu tidak ada pengaruh yang positif antara program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) alat kontrasepsi KB IUD dengan pengetahuan dan sikap wanita usia subur di Kecamatan Gubeng Surabaya. Kata kunci : Program KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi), Tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi KB IUD. Abstract The rate of population growth is a prevalent problem in developing countries such as Indonesia. Most of region in Indonesia, especially in Surabaya, it was occured because there were no regulation to restrain the population growth and there were no control for the population growth. KIE (Communication, Information, Education) program is one of the program that was created to restrain the population growth, because it aims to help in increasing the knowledge and the attitude of childbearing age women in KB (Family Planning) practice to select a method of an appropriate contraception. The objective of this research is to solicit the impact of KIE(Communication, Information, Education) program toward the level of knowledge and the attitude of childbearing age women about KB IUD contraception. This research utilized quantitative methode with pre &ndash; eksperimental design.The research subjects were the participant of KIE KB IUD program. Research formulation in this research were the impact of KIE program toward the level of knowledge and the attitude of childbearing age women about KB IUDcontraception. The data collection technique which was utilized were questionnaire and partisipant observation. KIE (Communication, Information, Education) program of KB IUD contraception has an impact toward the level of knowledge and the attitude of childbearing age women. From the data calculation, the result was value p = .000. whereas, the significant level of probability value = 0,05 (95 % confidence) turns &alpha; is smaller than the level of sig (0,000 < 0,05), from the comparison results p with significance level, there was significant difference between the knowledge and the attitude of childbearing age women before and after the KIE (Communication, Information, Education) program of KB IUD contraception. Because of the significant difference thus Ha hypothesis was accepted, that was there is p possitive impact between KIE (Communication, Information, Education) program of KB IUD with the knowledge and attitude of childbearing age women in Gubeng, Surabaya. Keywords: KIE (Communication, Information, Education) program, the level of knowledge of childbearing age women toward KB IUD contraception.

Page 8 of 66 | Total Record : 660