cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 660 Documents
PERAN FASILITATOR MAGANG BATIK JONEGOROAN MOCH. HIKAM ROFIQI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Saat ini banyak permasalahan yang timbul dalam masyarakat, terutama masalah angka pengangguran. Semakin banyak angka pengangguran yang masih belum bisa sepenuhnya teratasi. Dengan demikian, perlu adanya penelitian lebih lanjut berkenaan dengan peran fasilitator magang batik jonegoroan dalam pemberdayaan perempuan ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis peran fasilitator magang batik jonegoroan terhadap pemberdayaan perempuan Ibu rumah tangga (2) mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung peran fasilitator magang batik dalam pemberdayaan perempuan Ibu rumah tangga (3) mendeskripsikan dan menganalisis faktor penghambat peran fasilitator magang batik dalam pemberdayaan perempuan Ibu rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitattif. Pengambilan data dilakukan denganteknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data meliputi koleksi data, reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran fasilitator sudah diterapkan dalam kegiatan magang dengan baik, setelah mengikuti kegiatan magang peserta didik magang mencapai tingkat keberdayaan yakni mampu memiliki kemampuan dalam meningkatkan perekonomian, kemampuan mengakses manfaat kesejahteraan, serta kemampuan kultural dan politis. Kata kunci: Peran fasilitator, pemberdayaan perempuan Abstract Today many problems that arise in the community, especially the problem of unemployment. The more the unemployment rate is still not fully resolved, through internships batik women in all its limitations need to be in the learner and trained so that Labor Force Participation Rate (LFPR) of women who initially still low, it could turn out to be a good change and foster the spirit for the women to elevate their lives among the people around as a form of empowerment of women. This study aims to (1) describe and analyze the role of facilitator internship batik Jonegoroan to women''''s empowerment Housewives (2) describe and analyze the factors supporting the role of facilitator internship batik in women empowerment Housewives (3) describe and analyze factors inhibiting the role of facilitator internship batik in women empowerment housewife. This study uses a descriptive approach kualitattif. Data were collected by interview, observation and documentation. After the data collected then analyzed the data include data collection, data reduction, data display, and verification. The results showed that the role of the facilitator is already applied in internships through the role that has been given, after completing apprenticeship apprentice learners achieve the level of empowerment that is capable of having the ability to improve the economy, the ability to access welfare benefits, as well as cultural and political ability. Keywords: role of the facilitator, the empowerment of women
PELAKSANAAN PELATIHAN SEKOLAH DESA DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI APARATUR DESA DI KABUPATEN BOJONEGORO Ika Imaniyatin
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan merupakan serangkaian pembelajaran dengan tujuan tertentu untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mengembangkan diri yang tidak dibatasi dengan peserta didik yang mengikutinya. Program pelatihan Sekolah Desa IDFoS untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparatur desa dalam melaksanaan pemerintahan desa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Penguasaan kompetensi merupakan aspek utama dan pertama yang harus dimiliki oleh aparatur desa setelah mengikuti proses pelatihan Sekolah Desa IDFoS. Pengetahuan dan keterampilan merupakan fondasi bagi aparatur desa untuk menciptakan pemerintah desa yang maju dan demokratis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara pelaksanaan pelatihan Sekolah Desa IDFoS dengan kompetensi aparatur desa di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 aparatur desa dari Kabupaten Bojonegoro. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknis analisis data menggunakan rumus product moment untuk menganalisis hasil angket. Hasilpenelitian menunjukkanbahwa r hitung lebih besar dari r tabel (0,786 ≥ 0,361) yang artinya terdapat korelasi yang positif antara program pelatihan sekolah desa dan kompetensi aparatur desa. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalamkategori kuat karena beradapada interval koefisien0,60 – 0,799. Hasil uji signifikan juga menunjukkan bahwa harga t hitung lebih besar dari t tabel (6,724 ≥ 2,048) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara program pelatihan sekolah desa dengan kompetensi aparatur desa dan kontribusi dari program pelatihan sekolah desa terhadap penguasaan kompetensi aparatur desa adalah 61,77%. Kata Kunci: Program Pelatihan, Kompetensi Aparatur Desa Abstrac Training is a series of learning with the specific purpose to gain the knowledge, skills and attitudes to develop themselves are not restricted to students who followed him. Sekolah Desa IDFoS training program to enhance the knowledge, skills village officials in carrying out the village administration in accordance with Law No. 6 of 2014 concerning the village. Mastery ofcompetencies is a major aspect and the first to be owned by the village officials after attending the training process Sekolah Desa IDFoS. Knowledge and skills are the foundation for village officials to create a village government developed and democratic. The purpose of this study was to determine the correlation between the implementation of the training Sekolah Desa IDFoS competence village officials in Bojonegoro. This study uses a quantitative approach. The number of respondents in this study is 30 village officials of Bojonegoro. Data collection techniques used were questionnaires, observation and documentation. While the technical data analysis using product moment formula to analyze the results of questionnaires. The results showed that r count is greater than r table (0.786 ≥ 0.361), which means that there is a positive correlation between training programs and competency rural schools village officials. The relationship between the two variables included in the strong category because they are at the interval coefficient of 0.60 to 0.799. Significant test results also show that the price of t is greater than t table (6.724 ≥ 2.048) so it can be concluded that there is apositive and significant relationship between the training program of village schools with competence village officials. And the contribution of the village school training programs to mastery of competencies village officials is 61.77%. Keywords: Training Programs, Competence Apparatus Village
Pelaksanaan Program Kelompok Bermain Alam dengan Strategi Edukasi Lingkungandalam Menumbuhkan Kreativitas Anak di PKBM Budi Utama Karah Jambangan Surabaya Cici Ceriani Putri Arumsari
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Kasus Pelaksanaan Diklat Keterampilan Menjahit Sebagai Bentuk Bimbingan Sosial Dalam Rangka Rehabilitasi Bagi Klien Di Pelayanan Sosial UPT PSRT Kota Blitar. Ulfatul MuArifah
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI KASUS PELAKSANAAN DIKLAT KETERAMPILAN MENJAHIT SEBAGAI BENTUK BIMBINGAN SOSIAL DALAM RANGKA REHABILITASI BAGI KLIEN DI PELAYANAN SOSIAL UPT PSRT KOTA BLITAR Remaja putus sekolah merupakan permasalahan sosial klasik yang dihadapi bangsa Indonesia. Adapun upaya pemerintah dalam menangani permasalahan remaja putus sekolah tersebut dengan memberikan tempat seperti lembaga pelayanan sosial untuk mendapatkan pelayanan sosial yang menyediakan bimbingan sosial dan pelatihan sehingga diharapkan nantinya remaja putus sekolah dapat hidup normatif dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan deskripsi mengenai (1) proses bimbingan sosial, (2) Pelaksanaan Diklat Keterampilan Menjahit, (3) hubungan bimbingan sosial dan diklat keterampilan menjahit dalam rangka, (4) manfaat bimbingan sosial dan diklat keterampilan menjahit dalam rangka rehabilitasi. Peneliti memilih jenis penelitian kualitatif. Tempat penelitian ini berada di Pelayanan Sosial UPT PSRT Kota Blitar. Informasi kunci penelitian ini adalah: (1) Pekerja Sosial, (2) Instruktur Keterampilan, dan juga (3) Klien Remaja. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transfermabilitas. Hasil penelitian ini antara lain: Pertama kegiatan bimbingan sosial dilaksanakan secara 24 jam dan juga memenuhi semua kebutuhan klien baik jasmani dan rohani, seperti kebutuhan pokok, dan kebutuhan pendidikan. Kedua, pelaksanan diklat keterampilan menjahit dilaksanakan saat klien berada di lembaga tapi juga disaat klien sudah menjadi alumni. Ketiga, hubungan yang terjadi antara bimbinga sosial dan diklat keterampilan menjahit adalah sebagai media pembentukan mental dan sikap klien terhadap lingkungannya, dan yang keempat, manfaat yang yang didapat dari bimbingan sosial dan diklat keterampilan menjahit adalah perubahan sikap dan mental klien yang menjadi disiplin dan lebih sopan. Kata Kunci : Bimbingan Sosial, Diklat Keterampilan Menjahit, Rehabilitasi. THE STUDY CASE OF SEWING SKILL TRAINING IMPLEMENTATIONAS A SOCIAL GUIDANCE FORM TOWARD REHABILITATION FOR CLIENT AT UPT PSRT BLITAR CITY SOCIAL SERVICE Drop-out teenager is a classic social problem which faced by Indonesian that still has not solved until today. In daily lives, unemployment teenager has various problems, such as economy, social-culture, environment and law. Government’s efforts to solved drop-out teenager problem by giving place such as social service institution to obtained social service that offered social guidance and training that expected later they can live normatively in community. This research aim to obtained description concerning: 1) the implementation of social guidance at UPT PSRT Blitar City social service , 2) the implementation of sewing skill training to client t UPT PSRT Blitar City social service , 3) the relation of social guidance and sewing skill training toward rehabilitation for client at UPT PSRT Blitar City social service , 4) the benefit of social guidance and sewing skill training as rehabilitation to client at UPT PSRT Blitar City social service . This research selected qualitative research with qualitative approach. Research location was UPT PSRT Blitar City social service. Key information in this research were: 1) social worker, 2) skill instructor, and obtained from 3) teenager client. Data collecting in this research applied interview, observation, and documentation. Collected data analyzed by steps data reduction, data display, as well as verification and conclusion. Later it will tested truth value through credibility, dependability, conformability and transferability. Research result obtained four conclusions. First, social guidance conducted for 24 hours and also full filed all clients need both physically and mentally such as basic needs, and education need. Second, the implementation of sewing skill training conducted during client on institution as well as when they become alumnus. Third, the relation between social training and sewing training was as a mental forming media and client attitude to its environment. And fourth, benefit that obtained from social guidance and sewing skill training was behavior change and client’s mental who become more discipline and well mannered. Keywords: social guidance, sewing skill training, rehabilitation.
PERAN USAHA KECIL MENENGAH ( UKM ) COR ALUMUNIUM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PEKERJA DI LINGKUNGAN PULOREJO KELURAHAN PULOREJO KECAMATAN PRAJURITKULON KOTA MOJOKERTO GINARIS NUR BASKORO
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini penulis ingin menyampaikan bahwa pengentasan kemiskinan sangat diperlukan dengan berbagai upaya kerja keras dan keuletan yang pada akhirnya akan diperoleh hasil yang maksimal.Disini salah satunya adalah peran UKM ( Usaha Kecil Menengah ) cor alumunium yang sangat berpengaruh terhadap warga Lingkungan Pulorejo Kota Mojokerto.UKM Cor Alumunium tersebutmampu menyerap banyak tenaga kerja bagi masyarakat yang mengganggur,putus sekolah untuk dikaryakan dalam pembuatan cetakan kue, dan sekaligus untuk mengurangi angka kriminalitas yang ada di lingkungan Pulorejo. Disisi lain pengusaha dan pekerja sama-sama memperoleh keuntungan yang sama yaitu dapat tercapainya kesejahteraan hidup keluarga. Pengusaha memperoleh keuntungan dari hasil bisnis sedangakan pekerja memperoleh upah berupa uang atau barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.Penelitian ini mempunyai tahap-tahap dalam melakukan pendekatan yang ada di tempat penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Dari proses penelitian ini dapat diketahui bangaimana proses pembuatan cetakan kue dari proses pengecoran, pencetakkan, pengikiran, pemolesan, dan pengemasan hingga siap dipasarkan. Pada penilitian ini juga meneliti kemampuan secara ekonomi para pekerja yangbekerja di cor alumunium apakah sudah terpenuhi kebutuhan pokok sehari – hari atau belum. Hasil temuan aktivitas tenaga kerja melalui UKM cor alumunium merupakan tahap-tahap dalam pembuatan usaha cetakan kue, tidak hanya itu di dalam pembuatan cetakan kue juga terdapat unsur pemberian ketrampilan Soft skill atau keterampilan lunak adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain(interpersonal skill) dan ketrampilan dalam mengatur dirinya sendiri (interpersonal skill) yang mampu mengembangkan unjuk kerja secara maksimal. Kemudian Hardskill merupakan kemampuan yang berbentuk ketrampilan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pekerja diberikan ketrampilan oleh pengusaha dalam pembuatan cetakan kue, kemudian pekerja mempraktikkan langsung . Kemudian tahap selanjutnya pekerja di beri motivasi oleh pengelola yang bertujuan untuk memberikan penyadaranagar mereka bersemangat dan mempunyai spirit untuk terus berkarya secara mandiri. Tahap yang terahkir pengelola membagi bagi tahapan pekerjaan agar cetakan kue bisa selesai sesuai kualitas dan tarjet yang telah di tentukan. Pembagian bidang kerja yang diberikan oleh pengelola meliputi proses.peleburan bahan mentah batangan alumunium, pencetakkan cetakan kue, pengikiran, pemolesan , pengemasan hingga pemasaran Kata Kunci : Peranusaha kecil menengah, meningkatkan pendapatan pekerja . Abstract In this research, the writer wanted to convey that overcoming poverty was required so much a number of efforts and tenacity which in turn, the maximum result would be reached. One of the efforts was the role of small-middle business of aluminum concrete which influenced so much toward the people around Pulorejo Mojokerto city. The small-middle business of aluminum concrete could absorb many workers for the jobless people or unschooled people to be employed in making cookie mold and also to reduce the criminality grade around Pulorejo. In the other hand, the entrepreneur and the workers similarly obtained the advantage i.e. reaching well-live family. The entrepreneur obtained the advantage from the business result whereas the workers obtained the wages in the form of money or goods and service to fill their daily needs.This research had steps in doing approaching in the field. The approach used in this research was qualitative descriptive and the technique of data collection used questionnaire, interview, and observation. From the research process, it could be known how the process of making cookie mold and making concrete, printing, scraping, polishing, and packaging until ready to be marketed. This research also observed the ability of the workers economically who worked in the aluminum concrete whether they had been met their daily needs or not. The findings result of workers’ activity through small-middle business of aluminum concrete was steps in making cookie mold. In addition, in making cookie mold there was also conducting soft skill i.e. someone’s skill in relating with others (interpersonal skill) and the skill in self-managing (interpersonal skill) which could develop the work performance maximally. Hard skill was the skill in the form of skill. From this research, it could be concluded that the workers were given skills by the entrepreneur in making cookie mold and then they practiced directly. The next step, the workers were motivated by the manager so that they worked in spirit and autonomously. The last step, the manager divided the working steps so that the cookie mold could be produced suitable with the quality and target they had been decided. The division of work sector given by the manager involved the process of melting raw material of aluminum bar, printing cookie mold, scrapping, polishing, packaging, and marketing. Keywords: The role of small-middle business, enhancing the workers’ income.
ANALISIS LAYANANLEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR (LBB)(Studi Kasus Di Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College (SSC) Jalan Kaca Piring,Surabaya) FADHILA SANI RAMADHAN PUTRA
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, kedua-duanya memiliki peranan yangpenting dalam transformasi sosial budaya lewat transfer dan pengembangan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai budayapada individu dan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya di sekolahformal saja tetapi juga dapat diselenggarakan oleh lembaga luar sekolah, salah satunya adalah Lembaga BimbinganBelajar (LBB). Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) memiliki dasar yang kuat sebagai wujud partisipasi masyarakatdalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Agar Lembaga Bimbingan Belajar dapat memenuhi target tersebut makadiperlukan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai aspek. alam segi pelayanan, Sony Sugema College (SSC) telahmemaksimalkan seluruh sumber daya yang dimilikinya untuk menciptakan layanan-layanan sesuai kebutuhan pesertadidik. Lembaga bimbingan belajar sangat besar peranannya dalam mencerdaskan bangsa karena mereka cenderungdigunakan sebagai tempat lain bagi peserta didik untuk melengkapi kekurangan ilmu yang mereka tidak dapatkan dilembaga formal yakni sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untukmengungkap gejala atau fenomena tentang bentuk dan hasil layanan yang terjadi di tempat penelitian. Sedangkanmetode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari data yang terkumpul akan dianalisisdengan analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, display data, dan kesimpulan dan verifikasi. Untukmenigkatkan kepercayaan atau hasil dari penelitian kualitatif ini, maka digunakan kredibilitas, konfirmabilitas, dantransferabilitas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa LBB SSC melalui beragam layanannya membantu siswa untukmencapai kesuksessan para siswanya. Berbagai layanan ditawarkan kepada para siswa dalam rangka peningkatanprestasi siswa dan mengantarkan siswa menuju ke gerbang kesuksessan.Kata kunci: Kata kunci: pendidikan non formal, bimbingan belajar, layanan,The Services Form and Result of Learning Course Institution(Study case at Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College (ssc) Kaca Piring, Surabaya)ABSTRACTBasically, either formal education or non-formal education, both of them has important role in culture socialtransformation through transfer and knowledge development as well as cultural values on individual and society. Itshowed that education implementation not only on formal education but also can be implement on out schoolinstitutions, one of them is through learning course. Learning course have strong foundation as community participationform in educate nation live. In order to be able to fulfill those target, that earning course will need innovations onvarious aspects. On service aspect, Sony Sugema College (SSC) have maximize whole resources that owned to createservices based on learner’s need. Learning course’s role have important role in educate nation since they tend to appliedas other places in completing knowledge shortage that they did not received at school. This was a descriptive qualitativeresearch, which aim to explore or uncover symptoms or phenomenon concerning the form or result of services whichexisted on research site. While for data collecting method were observation, interview, and documentation. From datathat has been collected will be analyzed with qualitative analysis included data reduction, data display, and conclusionand verification. To improve reliability from the research result, it applied credibility, conformability, andtransferability. Research results showed that LBB SSC through its various services able to assist its students in reachtheir success. Various services has offered to students in order to improve their achievement and accompany them tosuccess gate.Keywords: non-formal education, learning course, service
PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA RESPONSIF GENDER (PKRG) NAVY DWI ARIYANTI
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Keluarga Responsif Gender (PKRG) merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. PKRG adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman tentang hak dan kewajiban, peran, kedudukan, tugas serta tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam keluarga. Tujuan dari adanya program ini untuk membina keluarga melalui pendidikan dengan menjalin harmonisasi keluarga dengan memberikan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman gender di lingkungan keluarga. Dalam penyelenggaraan suatu program selalu memiliki pengaruh baik positif maupun negatif. Pengaruh merupakan akibat yang ditimbulkan oleh suatu tindakan, perilaku atau aktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program pendidikan keluarga responsif gender (PKRG) terhadap keluarga di SKB Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilakukan di SKB Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh program pendidikan keluarga responsif gender (PKRG) terhadap keluarga di SKB Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa r hitung lebih kecil dari r tabel (0,328 ≤ 0,390) yang artinya tidak ada pengaruh program pendidikan keluarga responsif gender (PKRG) terhadap keluarga di SKB Kabupaten Nganjuk. Hubungan antara kedua variabel termasuk dalam kategori rendah karena berada pada interval koefisien 0,201 – 0,400. Hasil uji signifikasi juga menunjukkan bahwa harga z hitung lebih kecil dari z tabel (1,628 ≤ 1,96) Kata Kunci : Pengaruh Program, PKRG, Pendidikan Keluarga Gender Responsive Family Education (PKRG) is a program of the Ministry of Education and Culture. PKRG is the activities undertaken to provide the knowledge, insight, and understanding of rights and obligations, the role, position, duties and responsibilities between men and women to achieve justice and gender equality in the family. The purpose of the program is to foster families through education by promoting the harmonization of families by providing knowledge , insight , and understanding of gender in a family environment. In the implementation of a program always has an impact both positive and negative. The impact of the consequences caused by an act, behavior or activity. The purpose of this study was to determine the impact of gender responsive family education program (PKRG) to his family in SKB Nganjuk. This research was conducted in SKB Nganjuk by using quantitative research approach to the type of correlational research with the aim to determine the impact of gender responsive family education program (PKRG) to his family in SKB Nganjuk. Research results showed that r value was smaller than r table (0.328 ≤ 0.390) which means there is no impact of gender responsive family education program (PKRG) to his family in SKB Nganjuk. The relationship of two variables belong to low category because it is in the interval coefficient from 0.201 to 0.400. Significance test results also show that the z value was smaller than z table ( 1.628 ≤ 1.96 ) Keywords: Impact Program, PKRG, Family Education.
Pelaksanaan Program Rehabilitasi Dalam Meningkatkan Motivasi Menekuni Keterampilan Bagi Peserta Didik di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kota Kediri IHA MASULIYAH
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT THE IMPLEMENTATION OF THE PROGRAMME OF REHABILITATION IN IMPROVING THE MOTIVATION OF ACQUIRING SKILLS FOR LEARNERS IN A SOCIAL REHABILITATION UPT SLUTTISH KEDIRI The rehabilitation program is an activity that is systematically arranged and planned to recover and develop the ability of a person who experienced social dysfunction in order to perform their social function appropriately in society. The purpose of the implementation of the program of rehabilitation is to regain a sense of self-esteem, self confidence, willingness, ability, awareness and responsibility for future self, family, community or social environment. The purpose of this research was based on the formulation of a problem is to figure out the implementation of the rehabilitation program, constraints and supporting factor in the implementation of the rehabilitation program. In the implementation of the rehabilitation program, viewed from the specified indicators including: learners, learning resources, tutors, a place to learn, learning tools, learning fund, yeast study, learning activities program and learning outcomes. From these indicators, the researchers can see the implementation of the rehabilitation programs provided to students, so that the rehabilitation programs there can provide knowledge and insight to the students. This study used a qualitative approach. The subjects in this study include managers, instructors or social workers and students (WTS). Data collection techniques used were interviews, participant observation and documentation. The collected data were then analyzed by step data reduction, data display, as well as verification and summary. After that tested the value of truth with credibility, dependability, confirmability and transferability. The results of the study obtained three conclusions. First, the implementation of rehabilitation programs given by UPT to learners meets the procedures that have been determined and done goodly. The activity programs which is given by UPT provide many benefits. These programs such as: social guidance, mental guidance, physical assistance and guidance skills. Second, there are some cases that become the obstacles in the implementation of rehabilitation program in UPT. These problems are derived from the learners, age factor and physical condition, education factors, limited infrastructure facilities and the allocation of time. Third, supporting factor, in the implementation of rehabilitation programs supporting factors are the fund. Funds provided are funds used to improve and develop programs that exist in UPT, The funding comes from the government and the private sector , with the funds , the rehabilitation program can run well so that learners are motivated to always follow each programs activities in the institution. Keyword: Implementation of the Program of Rehabilitation, Motivation ABSTRAK PELAKSANAAN PROGRAM REHABILITASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI MENEKUNI KETERAMPILAN BAGI PESERTA DIDIK DI UPT REHABILITASI SOSIAL TUNA SUSILA KOTA KEDIRI Program rehabilitasi merupakan suatu kegiatan yang disusun secara sistematis dan terencana untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar didalam masyarakat. Tujuan dari pelaksanaan program rehabilitasi adalah untuk memulihkan kembali rasa harga diri, percaya diri, kemauan, kemampuan, kesadaran serta tanggungjawab terhadap masa depan diri, keluarga, masyarakat atau lingkungan sosialnya. Tujuan dari penelitian ini berdasarkan rumusan masalah yaitu untuk mengetahui pelaksanaan program rehabilitasi, kendala-kendala serta faktor pendukung dalam pelaksanaan program rehabilitasi. Dalam pelaksanaan program rehabilitasi, melihat dari indikator yang telah ditentukan diantaranya yaitu : warga belajar, sumber belajar, pamong belajar, tempat belajar, sarana belajar, dana belajar, ragi belajar, program kegiatan belajar dan hasil belajar. Dari indikator-indikator tersebut, maka peneliti dapat melihat pelaksanaan program rehabilitasi yang diberikan kepada peserta didik, sehingga program-program rehabilitasi yang ada dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Subyek dalam penelitian ini yakni pengelola, instruktur atau pekerja sosial dan peserta didik (WTS). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan langkah reduksi data, display data, serta verifikasi dan simpulan. Setelah itu diuji nilai kebenarannya dengan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan tiga kesimpulan. Pertama, Dalam pelaksanaan program rehabilitasi yang diberikan oleh UPT kepada peserta didik telah memenuhi prosedur-prosedur yang telah ditentukan dan dilakukan dengan baik. Program-program kegiatan yang diberikan oleh UPT memberikan banyak manfaat. Program-program tersebut diantaranya yaitu: bimbingan sosial, bimbingan mental, bimbingan fisik, serta bimbingan keterampilan. Kedua, Ada beberapa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program rehabilitasi di UPT. Kendala-kendala tersebut berasal dari peserta didik, faktor usia dan kondisi fisik, faktor pendidikan, terbatasnya sarana prasarana dan alokasi waktu. Ketiga, faktor pendukung, dalam pelaksanaan program rehabilitasi yang menjadi faktor pendukung adalah dana. Dana yang diberikan adalah dana yang digunakan untukmeningkatkan dan mengembangkan program-program yang ada di UPT, dana tersebut berasal dari pemerintah dan pihak swasta, dengan adanya dana, maka program rehabilitasi dapat berjalan dengan baik sehingga peserta didik termotivasi untuk selalu mengikuti setiap program-program kegiatan yang ada dilembaga. Kata Kunci : Pelaksanaan Program Rehabilitasi, Motivasi
PELAKSANAAN PROGRAM LIFE SKILL HAND MADE DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN nur khasanah
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Life Skill Hand Made merupakan salah satu dari berbagai program kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan yang ditujukan kepada para lansia yang tinggal di lembaga tersebut, dimana para lansia tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda seperti lansia yang terlantar, menggelandang, pengemis, dimana mereka semua tidak memiliki keluarga, rumah atau tempat tinggal maupun yang sengaja di buang oleh keluarganya. Adapun program tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan dari visi dan misi lembaga dimana yang didalamnya bermaksud untuk dapat meningkatkan kesejahteraan lansia sebagaimana tercantum dalam maksud dan tujuan lembaga yaitu dengan memenuhi akan kebutuhan para lansia (jasmani, rohani, dan sosial). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang pelaksanaan program life skill hand made di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan dan menganalisis dan mendeskripsikan apakah penerapan program life skill hand made dapat meningkatkan kesejahteraan lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subyek penelitian diantaranya adalah lansia yang tinggal di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan, Fasilitator atau tutor juga pembimbing dalam proses pelaksanaan program, penyelenggara atau pengelola program, maupun petugas yang berkaitan dengan keberlangsungan pelaksanaan program life skill hand made. Dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi peneliti memperoleh data yang kemudian di analisis dengan menggunakan teknk koleksi data, reduksi data, display data, verifikasi dan simpulan. Dan untuk uji keabsahan data dengan menggunakan kriteria kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transfermabilitas. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu bahwa program life skill hand made berjalan dengan baik dan lancar meski dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan tidaklah terprogram secara tertulis. Dengan mengikuti program life skill hand made yang didapatkan peserta tidak hanya kemampuan membuat suatu kerajinan saja namun juga diperoleh kecakapan secara personal, kecakapan sosial, kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional sehingga diperolehnya peningkatan kebutuhan jasmani, rohani dan sosial para peserta yang terlihat dari semakin membaiknya kondisi psikis dan kesehatan para lansia yang mengikuti program life skill hand made dan meningkatnya kemampuan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi serta waktu senggang yang dimiliki semakin bermanfaat. Handmade Life Skill Program is one of the activity programs held by UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia sub-district Pandaan, Pasuruan addressed to the elderly who live in that institute and which they have a different background, such as, the neglected elderly, homeless, beggars, etc. In fact, it happens because they do not have a family and a home or their family disposes them. That program held with the aim of reaching the institution’s vision and mission for improving the welfare of the elderly as stated in the institution’s intent and purpose by fulfilling the elderly needs (physical, spiritual, and social). As this research is conducted to analyze and describe the implementation of handmade life skill program in UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pandaan district of Pasuruan and to analyze and describe whether the implementation program of handmade life skill can improve the welfare of the elderly in UPT Pelayanan Sosial Lanjut UsiaPandaan district of Pasuruan. This research used qualitative research methods and the research subjects are the elderly who live in UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia of Pasuruan, facilitators or tutors, also the supervisor in the process of implementation program, the organizer or the manager of the program, and the personnel related to the implementation program of handmade life skill. By using the interview, observation and documentation techniques, the researcher obtained the data and then analyzed it using some techniques, those are, data collection, data reduction, data display, verification and conclusion. And for the validity data test was using the criteria of credibility, dependability, confirmability and transfermabilitas. The result obtained from this study is that hand made life skill program runs smoothly, despite the implementation of activity that does not preprogrammed in schedule. By following hand made life skill program the participants obtain not only the ability to make a craft, but also personality skills, social skills, intellectuality, and vocational skills so acquired the increasing need for physical, spiritual and social of participants as seen from the improving conditions psychological and health of elderly who take hand made life skill program and the increased ability to communicate, so leisure time owned more useful.
STUDI KASUS OPTIMALISASI POTENSI LOKAL MELALUI PROGRAM PELATIHAN DALAM MENCIPTAKAN WIRAUSAHA BARU DI DESA TIRON KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI Siti Endah Kumalasari
J+PLUS UNESA Vol. 5 No. 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan berbasis potensi lokal merupakan serangkaian aktivitas yang dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap individu atau sekelompok orang dalam mengoptimalkan potensi lokal berupa mangga podang urang menjadi aneka produk olahan yang inovatif. Wirausaha merupakan seseorang yang menerapkan kreativitas, keinovasian, dan keberanian mengambil resiko yang dilakukan dengan kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana cara mengoptimalkan potensi lokal melalui program pelatihan dalam menciptakan wirausaha baru di Desa Tiron Banyakan Kediri. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dam penarikan kesimpulan. Dan untuk menetapkan keabsahan data menggunakan kriteria kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi potensi lokal melalui program pelatihan pengolahan mangga podang urang menjadi berbagai produk olahan inovatif, dapat meningkatkan kompetensi peserta didik dalam mengolah, memproduksi, memasarkan serta memiliki karakter wirasuaha, sehingga dapat mendorong terciptanya wirausaha baru di Desa Tiron, Banyakan, Kediri. Kata Kunci: Pelatihan, Potensi Lokal, Wirausaha Training based on local potential is a series of activities designed with the aim of improving knowledge, skills, and change attitudes of individuals or groups to optimize local potential in the form of podang urang mango processed into a variety of innovative products. Entrepreneur is someone who apply creativity, innovation, and courage to face the risks undertaken by way of hard work to establish and nurture new businesses. So the purpose of this study was to describe how to optimize local potential through training programs in creating entrepreneur for people in the Tiron village, Banyakan, Kediri. This study uses a descriptive qualitative method with case study. The data collection techniques used in-depth interviews, direct observation, and documentation. The data analyzed using measures of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. And to establish the validity of the data using the criteria of credibility, dependability, confirmability, and transferability. The results of this study indicate that optimizing the local potential through training programs cultivate mango podang urang into various products that are innovative, can increase the competence of learners in the process, produce, market and has entrepreneur character, so as to encourage the creation of new entrepreneurs in the Tironvillage, Banyakan , Kediri. Keywords: Training, Local Potential, Entrepreneurship

Page 10 of 66 | Total Record : 660