cover
Contact Name
Heti Triwahyuni
Contact Email
triwahyuniheti@umkuningan.ac.id
Phone
+6285222239351
Journal Mail Official
triwahyuniheti@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Jln. R.A Moertasiah Soepomo No 28B Kabupaten Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda
ISSN : 2443194X     EISSN : 25482106     DOI : https://doi.org/10.33222/jaladri
Jaladri adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Universitas Muhammadiyah Kuningan pada tahun 2015, dengan ISSN 2443-194X (print) dan ISSN: 2548-2106 (online). Untuk menjawab tantangan zaman Jaladri hadir juga dalam bentuk jurnal digital elektronik pada tahun 2016, di awali dengan mengajukan ISSN online yang bersetatus on progres, dan meningkatkan kualitas tulisan yang akan diterbitkan dengan menggandeng mitra bestari internal dan eksternal sehingga tulisan yang terpublish merupakan tulisan yang layak dan terukur dengan bidang keilmuan dan sesuai dengan etika publikasi. Pada Jaladri online juga menampung hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, aplikasi, teori, kritik, dibidang bahasa dan sastra yang belum dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 161 Documents
Pengaruh Sistem Otomasi Perpustakaan Terhadap Penggunaan Bahasa Pustakawan dan Pemustaka di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia Nisa Alfia, Barkatun
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 1 No 1 (2015): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bahasa dalam lingkungan sosial telah tumbuh secara signifikan selama empat puluh tahun terakhir, dan sekarang mencakup kebanyakan bahasa dan wilayah di dunia. Sosiolinguistik meneliti hubungan antara bahasa dan masyarakat, antara menggunakan bahasa dan struktur sosial dimana pengguna bahasa hidup. Penelitian ini menggunakan berbagai pendekatan yang berbeda dalam pengumpulan datanya, tetapi semua mencoba menjawab beberapa bagian dari pertanyaan mendasar: berbicara bahasa apa, kepada siapa, kapan, bagaimana, dan mengapa? Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang diwujudkan dalam suatu sistem komputerisasi, ada kekhawatiran bahwa penggunaan bahasa satu individu akan berkurang jika semua pekerjaan digantikan oleh mesin. Ternyata, berdasarkan penelitian terhadap para pustakawan dan pemustaka di perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mengungkap fakta adanya perkembangan ke arah yang lebih baik dalam proses komunikasi, baik dengan menggunakan bahasa lisan, tulisan, atau gambar sebagai simbol dan pengganti kalimat perintah. Hal itu terbukti sekalipun perpustakaan menggunakan sistem otomasi.
Penanaman Nilai Moral Pendidikan Budaya Sunda Pada Era Post-Modern (Kajian Antropologi Budaya) Rakhman, Fahmi
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 1 No 1 (2015): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran nilai suatu peradaban cenderung disebabkan salah satunya oleh faktor-faktor geografis dan kontak sosial. Masyarakat di pegunungan yang terjal dan akan sulit dijangkau tentu berbeda dengan masyarakat di pesisir pantai yang mudah dijangkau. Pergeseran nilai suatu peradaban merupakan objek kajian antropologi yang disebut dengan dinamika sosial. Faktor geografis dan kontak sosial merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pergeseran nilai tersebut. Ketika kita akan menganalisis proses-proses pergeseran nilai dalam masyarakat dan kebudayaan, ini berkaitan dengan proses belajar kebudayaan oleh warga masyarakat yang bersangkutan, yaitu internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi, ada juga proses penyebaran kebudayaan secara geografi, terbawa oleh perpindahan bangsa-bangsa di muka bumi, yaitu proses difusi. Hal ini menyebabkan perubahan nilai budaya di suatu tempat karena adanya proses migrasi tersebut. Ini menunjukan bahwa faktor geografis merupakan salah satu faktor penyebab pergeseran nilai budaya.
Ragam dan Struktur Bahasapada Upacara Adat Ritus Tiwu Pangantén di Kecamatan Babakan Kabupatén Cirebon Kania Dewi, Nida
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 1 No 1 (2015): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam dan struktur bahasa yang digunakan pada saat upacara adat ritus tiwu panganten berlangsung. Kecamatan Babakan Kabupatén Cirebon merupakan daérah pengguna multi bahasa. Dalam kesehariannya, masyarakat Babakan menggunakan bahasa Cirebon, bahasa Sunda, dan bahasa Indonésia sebagai alat komunikasinya. Masyarakat Kecamatan Babakan juga memiliki ritual upacara adat yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya di mana ketika musim giling tebu tiba. Upacara adat tersebut yakni upacara adat ritus tiwu pangantén. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahasa apa yang lebih sering digunakan dalam upacara adat tersebut, selain itu, struktur kata pun menjadi tujuan dari penelitian ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriiptif. Setelah dilakukan penelitian, ternyata pada upacara adat ritus tiwu pangantén, bahasa yang lebih dominan digunakan adalah bahasa Sunda. Ragam bahasa yang ditemukan adalah ragam bahasa sehari-hari dan ragam bahasa sastra. Termasuk ragam bahasa sastra karena terdapat ‘purwakanti’ yang di antaranya adalah ‘purwakanti pangluyu’, ‘purwakanti maduswara’, dan ‘purwakanti larasmadya’. Struktur kata yang ditemukan adalah ‘kecap salancar’, ‘kecap rundayan’, ‘kecap rajékan’, ‘kecap kantétan’, dan ‘kecap wancahan’.Sedangkan struktur kalimatnya yang dianalisis adalah kalimah konvensi atau kalimah yang mengandung subjek.
Nilai Estetis Kesenian Gembyung di Kabupaten Subang untuk Bahan Pembelajaran Membaca Di SMA Kelas XII Ropiah, Opah
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 1 No 1 (2015): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai Estetis Kesenian Gembyung di Kabupaten Subang untuk Bahan Pembelajaran Membaca di SMA Kelas XII”. Penelitian ini membahas nilai estetis Kesenian Gembyung Buhun Dangiang Dongdo yang berada di Kabupaten Subang. Kesenian Gembyung Buhun Dangiang Dongdo merupakan salah satu grup kesenian gembyung yang berada di Kabupaten Subang yang bekerjasama dengan Komunitas “Roengkoen Iwoeng”. Tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1) latar belakang adanya kesenian gembyung di Kabupaten Subang, 2) unsur-unsur seni yang ada pada kesenian gembyung, 3) proses pertunjukan kesenian gembyung, 4) nilai estetis yang terdapat pada kesenian gembyung di Kabupaten Subang, dan 5) rencana bahan pembelajaran membaca di SMA kelas XII mengenai nilai estetis kesenian gembyung di Kabupaten Subang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, observasi, wawancara, studi dokumentasi dan sadap rekam.Dalam proses penelitian ini ditemukan hal-hal atau data, yaitu kesenian gembyung merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Subang. Gembyung berasal dari dua suku kata yaitu ‘gem’ dan ‘yung’. ‘Gem’ berasal dari kata ‘ageman’ yang artinya ajaran, pedoman, atau faham yang dianut oleh manusia, dan suku kata ‘byung’ berasal dari kata ‘kabiruyungan’ yang artinya kepastian untuk dilaksanakan. Fungsi kesenian gembyung yaitu sebagai ritual dan pertunjukan. Kesenian gembyung mempertunjukkan keindahan yang terdapat dalam alat musik, kostum, tarian, dan syair lagu. Manfaat dari penelitian ini yaitu menambah pengetahuan tentang nilai estetis yang terkandung dalam kesenian gembyung untuk dijadikan bahan pembelajaran membaca bahasan di SMA kelas XII.
Pendidikan Karakter dalam Paribasa Sunda Ropiah, Opah
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 1 No 1 (2015): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang 18 karakter bangsa menurut Disdiknas yang terdapat dalam babasan Sunda. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pengertian babasan Sunda; 2) pengertian pendidikan karakter; dan 3) pendidikan karakter dalam babasan Sunda. Manfaat penelitian ini bisa memberi pengetahuan tentang dunia pendidikan, bahasa, sastra, dan budaya Sunda dan bisa melestarikan tradisi lisan Sunda agar dikenal lagi oleh masyarakat serta dijadikan inventarisir budaya Sunda. Penenelitian ini termasuk kepada penelitian kualitatif. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi pustaka. Dalam proses penelitian ini ditemukan hal-hal atau data, yaitu pendidikan karakter merupakan upaya membentuk dan menanamkan nilai-nilai karakter seseorang atau peserta didik melalui pendidikan yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang atau proses pembiasaan (habituation). Kemendiknas mengidentifikasi 18 nilai atau karakter bangsa yang perlu diwariskan kepada anak-anak Indonesia yaitu religius, jujur, toléransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, dan tanggung jawab. Babasanyaitu ucapan/kata-kata tetap dan sistematis yang memiliki arti bukan sebenarnya. Isinya merupakan bandingan suatu barang atau keadaan dan membangun satu kata. Hasil analisis pendidikan karakter dalam babasan Sunda menghasilkan pendidikan karakter religius, jujur, toléransi, disiplin, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Arti dan nilai yang tersirat dalam babasan Sunda perlu diperkenalkan agar nilai-nilai karakter tersebut bisa tertanam di dalam diri masyarakat Indonesia.
Fungsi Naskah Kitab Paranti Néang Dawuh Poé Febriani, Rany
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 1 No 1 (2015): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi naskah Kitab Paranti Neang Dawuh Poe (KPNDP). Kajian ini menekankan pada fungsi teks yang terkandung dalam naskah KPNDP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa fungsi naskah KPNDP dan relevansinya pada masyarakat sunda dapat ditinjau dari 4 aspek: 1). Fungsi pengingat Tuhan berdasar agama, sistem religi dan kepercayaan; 2). Fungsi berdasar konsep dan wujud kebudayaan dalam Naskah KPNDP; 3). Fungsi sejarah dan sumber ilmu pengetahuan melalui mitologi: penanda, petanda, dan tanda; 4). Folklor sebagai fungsi naskah KPNDP dalam masyarakat.
KAJIAN ETNOPEDAGOGIK ADAT PERPANDAYAN DI DESA TARAJU KECAMATAN SINDANGAGUNG KABUPATÉN KUNINGAN SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN MEMBACA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Triwahyuni, Heti; Nuraeni, Leni; Suminar, Mimin Suminar
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 7 No 1 (2021): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v7i1.1091

Abstract

Mimin Suminar (165223012), Ulikan Étnopédagogik Customary Perpandayan Taraju Village Sindangagung District Kabupatén Kuningan Pikeun Pangahasa Maca Based on Local Wisdom. The Study Program for Language and Literature in Regional Education (PBSD) 2020, pages. This research has a very broad background, one of which is the lack of knowledge of the people of Taraju Village about Indigenous culture of rejuvenation. The purpose of this study are: (1) describing ethnopegagogic studies in the custom of Reward Ceremony in Taraju Village Sindangagung Subdistrict Kuningan Regency (2) describing the Customary Cultural Elements of the Rewahan Reward in Taraju Village Sindangagung Subdistrict Kuningan Regency (3) describing how Alternative Pangaca Alternative is based on Kuningan Local culture. The traditional rewards of Perpandayan are carried out by the people of the village of Taraju who have a goal of preserving Sundanese culture and hoping that their culture is maintained and carried out every year. The method used in this study is a qualitative method by organizing data, describing data, arranging patterns, choosing important things, and making conclusions in the order of customary rewards in the village of Taraju, Sindangagung District, Kuningan Regency. With the technique of collecting data through observation, interviews and documentation. The results of this study are the ethnopedagogic studies in the traditional rewards of bathing in the village of Taraju consisting of 4 ethnopedagogic studies including 4 human identity chess, 6 human morals, 5 pancawaluya gates and 3 Tri-silas delay behavior. Cultural elements in the traditional rewards of culture in the village of Taraju consist of 7 cultural elements. Alternative learning of Sundanese bases in the form of Articles. Keywords: Ethnopedagogic study, reading learning, Taraju village guide
KAJIAN STRUKTURAL DAN ANTROPOLOGI SASTRA TERHADAP NOVEL MUNJUNG KARYA MOH. AMBRI Yusuf Ramdani
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 7 No 1 (2021): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v7i1.1144

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya perngkajian unsur antropologi sastra dalam karya sastra, khususnya untuk pembaca. Untuk mengetahui budaya masarakat tidak perlu terjun langsung ke lapangan, tapi bisa dengan cara mengkaji karya sastra yang ada melalui sudut pandang kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Hubungan antara kebudayaan dan adat-istiadat merupakan pola hidup masyarakat yang turun-temurun lahir dari nenek moyang. Adanya kebudayaan tersebut merupakan latar belakang masarakat yang masih percaya dengan kebudayaan tersebut kemudian terus berkembang dan disalah gunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan novel, struktur cerita dan unsur antropologi sastra dari novel Munjung karya Moh. Ambri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang secara langsung mendeskripsikan unsur antroplogi sastra di dalamnya, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dengan cara mengumpulkan sumber data berupa novel. Berdasarkan hasil penelitian, struktur cerita novel Munjung melingkupi tiga aspék, yaitu struktur tema, fakta cerita (alur, tokoh dan penokohan), dan sarana sastra (judul, sudut pandang, dan gaya bahasa). Téma umum dari novel ini adalah kekayaan dan pesugihan. Struktur penyajian berdasarkan antropologi sastra terdiri dari masa lampau, kearifan lokal, folklor (tradisi lisan dan sastra lisan), dan mitos. Unsur antropologis yang terkait dalam cerita novel tersebut adalah 1) masa lampau, masa yang sudah terjadi dan dialami oleh tokoh dalam novel Munjung, 2) kearifan lokal, yang terdiri dari kepercayaan masyarakat, agama, adat-istiadat, dan kebiasaan, 3) folklor (tradisi lisan dan sastra lisan), terdiri dari peribahasa, dialek, dan adat kebiasaan ritual, serta 4) mitos, takdir, masa lampau, dan kecurigaan.
NILAI MORAL DALAM NOVEL SI BOHIM JEUNG TUKANG SULAP KARANGAN SAMSOEDI UNTUK BAHAN PEMBELAJARAN MEMBACA NOVEL Haryanti
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 7 No 1 (2021): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v7i1.1146

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah adanya penurunan moral manusia yang terjadi di lingkungan keluarga. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui unsur-unsur nilai moral melalui teori struktural dan filsafat moral dalam novel Si Bohim jeung Tukang Sulap karangan Samsoedi untuk bahan pembelajaran membaca novel di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang mempunyai pencapaian untuk meneliti nilai moral melalui teori struktural, ditulis dalam bentuk laporan melalui teknik studi pustaka. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur cerita terdiri atas tema (sosial dan pendidikan), yakni kurangnya pendidikan orang tua, sebab adanya pengaruh dari luar, dalam fakta cerita terdapat alur maju yang terbagi dalam lima tahapan, yakni menggambarkan keadaan, kejadian mulai bergerak, keadaan mulai memuncak, mencapai titik permasalahan, dan penyelesaian masalah, jumlah tokoh terdapat 23 pelaku, latar tempat terdiri 25, latar waktu terdapat sepuluh, latar sosial terbagi dalam tiga golongan yaitu golongan orang kaya, pertengahan, dan golongan miskin. Sarana sastra yang terdiri dari judul, yakni Si Bohim jeung Tukang Sulap, sudut pandangnya menggunakan orang ketiga, menggunakan gaya bahasa yang sederhana, lima babasan, dan lima paribasa. Dalam nilai moral terdapat 20 sikap kemanusiaan, yaitu tiga sikap yang menunjukan moral manusia terhadap Tuhan, sembilan sikap yang menunjukan moral manusia terhadap dirinya, tiga sikap yang menunjukan moral manusia terhadap manusia lainnya, satu sikap yang menunjukan moral manusia terhadap alam, satu sikap yang menunjukan moral manusia terhadap waktu, dan tiga sikap yang menunjukan moral manusia dalam mencapai kepuasan lahiriah dan batiniah. Hasil dalam penelitian ini bisa dijadikan jalan alternatif untuk bahan pembelajaran membaca novel di SMP.
NASKAH DRAMA “WANCI” UNTUK BAHAN PEMBELAJARAN APRESIASI DRAMA DI SMA KELAS XII Arifa Rachmani
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 7 No 1 (2021): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v7i1.1153

Abstract

Naskah drama “Wanci” merupakan naskah drama yang penuh makna sehingga perlu dianalisis secara struktural dan semiotik, yang kemudian dapat dijadikan alternatif bahan pengajaran. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) struktur naskah drama “Wanci” karya Ayi G. Sasmita; 2) unsur semiotik; 3) penerapan hasil analisis struktural dan semiotik sebagai alternatif bahan ajar apresiasi drama di SMA kelas XII. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis yang secara langsung mendeskripsikan struktur cerita dan unsur semiotik yang terdapat pada naskah drama tersebut. Teknik mengumpulkan data yaitu telaah pustaka dengan cara menilai, mendalami, menelaah dan mengindentifikasi sumber berupa naskah drama. Hasil dari penelitian ini meliputi tema tentang persoalan moral dan religi, tokoh terbagi menjadi dua, tokoh utama dan tambahan, alurnya maju, latarnya yaitu tempat, waktu dan suasana, amanatnya adalah harus saling mengingatkan dan sabar dalam menjalani kehidupan serta tidak lupa melakukan kebaikan agar mendapat berkah di akhirat kelak. Naskah drama ini dibangun oleh prolog, dialog, adegan, aside wawacang dan epilog. Berdasarkan hasil analisis semiotik, bisa diketaui bahwa naskah drama “Wanci” karya Ayi G. Sasmita mempunyai ungkapan yang mengandung makna, terbuktu dengan adanya 11 ikon, 31 indeks dan 37 simbol. Hasil analisis struktural dan semiotik ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar aprésiasi drama di SMA kelas XII.

Page 3 of 17 | Total Record : 161