Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang menerbitkan artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, gizi, farmasi, fisioterapi, Terapi Komplementer Bidang Kesehatan, Kesehatan Gigi dan Mulut. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, setiap bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Articles
124 Documents
PENERAPAN TERAPI PSIKORELIGIUS : DZIKIR DALAM MENURUNKAN TINGKAT HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJD Dr. RM. SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH
Saputra, Fery;
Mulyaningsih, Mulyaningsih;
Reknoningsih, Wahyu
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32868
Gangguan jiwa merupakan respon maladaptif terhadap suatu stressor yang datang dari dalam maupun dari luar diri sesorang, berakibat munculnya perubahan pada pola pikir, persepsi, perilaku dan perasaan. Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat berupa kesulitan berfikir, kesulitan membedakan realitas dan hilangnya kontak dengan hal yang nyata, biasanya seseorang yang mengalami halusinasi pendengaran pikirannya akan terpengaruhi, dimana pasien diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang kadang-kadang membahayakan. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan penatalaksanaan halusinasi pendengaran secara non-farmakologi yaitu dengan terapi dzikir. Terapi dzikir, apabila dilafalkan secara baik dan benar dapat membuat hati menjadi tenang dan rileks. Mengetahui hasil implementasi Penerapan Terapi Psikoreligius : Dzikir Dalam Menurunkan Tingkat Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia Di RSJDDr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Penerapan bersifat deskriptif, desain penelitian studi kasus Pretest Postest One Group Design, sampel 2 responden, instrument penelitian kuesioner Auditory Hallucinations Rating Scale. Penerapan terapi psikoreligius : dzikir. Setelah dilakukan terapi psikoreligius : dzikir selama 3 kali pertemuan, kedua pasien mengalami penurunan halusinasi pendengaran dari skor halusinasi sedang menjadi skor halusinasi ringan. Terapi Psikoreligius : Dzikir dapat menurunkan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien Skizofrenia Di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah.
PENERAPAN TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSJD dr. ARIF ZAINUDDIN SURAKARTA
Kiky Bella Yuniar, Audrey;
Suyatno, Suyatno;
Wijaya Gati, Norman
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32891
Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dengan dimana pasien gangguan jiwa mempresentasikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Gangguan halusinasi dapat di obati dengan terapi, khususnya terapi farmakologis dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang efektif untuk mengurangi halusinasi adalah terapi musik. Mengetahui hasil implementasi penerapan terapi musik terhadap penurunan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di Rsjd dr. Arif Zainuddin Surakarta. Penerapan bersifat deskriptif, desain penelitian studi kasus Pretest Postest One Group Design, sampel 2 responden, instrument penelitian kuesioner AHRS, penerapan menggunaakn terapi musik yang dilakukan selama 7 hari. Setelah dilakukan terapi musik selama 7 hari terdapat penurunan halusinasi pendengaran. Pada responden I mengalami penurunan dari skor 36 menjadi 11 sedangkan responden II dari skor 39 menjadi 15. Terapi musik dapat menurunakn tingkat halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta.
HUBUNGAN DURASI TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TAMBANG
Enjelia, Wini;
Syarif Hamidi, M. Nizar;
Erlinawati, Erlinawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32894
Salah satu penyakit yang menjadi masalah yang besar dan penting di dunia yaitu hipertensi. Banyak penyakit yang dapat ditimbulkan akibat hipertensi seperti jantung koroner 20% maupun stroke 30-40%. Selain itu prevalensi hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis hubungan durasi tidur dengan tekanan darah pada pada penderita hipertensi di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2023. Desainpenelitian ini menggunakan dengan desain kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang berusia 35-45 tahun di Desa Tarai Bangun berjumlah 328 orang Sampel pada penelitian ini adalah 180 orang. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisa Univariat dan Analisa Bivariat. Dari hasil penelitianpada analisa univariat didapatkan durasi tidur berada pada kategori tidak normal dan tekanan darah tinggi. Sedangkan hasil analisa bivariat dan didapat hasil bahwa ada hubungan durasi tidur dengan tekanan darah pada pada penderita hipertensi di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja UPT PuskesmasTambang tahun 2023. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu masukan teori dan menambah hasil informasi ilmiah yang berhubungan dengan tekanan darah pada masyarakat Desa Tarai Bangun.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG TB PARU DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI RSUD BANGKINANG
Mawaddah, Fadila;
Erlinawat, Erlinawat;
Eka Sudiarti, Putri
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32900
Penyakit tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Pada tahun 2021 TB paru menjadi penyakit menular paling mematikan pada urutan kedua setelah infeksi covid-19. Kepatuhan pasien dalam meminum obat TB paru sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan TB Paru, salah satu penyebab kegagalan dalam pengobatan pada pasien TB paru adalah pengetahuan. Pengetahuan yang kurang tentang penyakit dan kepatuhan minum obat menjadi faktor terjadinya drop out. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang TB paru dengan tingkat kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RSUD Bangkinang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional dengan populasi 777 orang dan sampel 89 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple randon sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini di dapatkan 40 responden (44,9%) yang memilki pengetahuan cukup. 43 responden (48,3%) memiliki kepatuhan minum obat rendah. Hasil dari uji chi square didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 sehingga dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan tentang TB paru dengan kepatuhan minum obat di RSUD Bangkinang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan edukasi tentang pentingnya kepatuhan meminum obat.
PENERAPAN DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERATIF BEDAH MAYOR DI BANGSAL FLAMBOYAN 7 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.MOEWARDI SURAKARTA
Syafi’i Ma’arif, Imtihan;
Wulandari, Isti;
Dwi Prajayanti, Eska
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.32903
Tindakan operasi bedah telah menjadi komponen pelayanan kesehatan yang essensial pada banyak negara di dunia. World Health Organization (WHO) jumlah klien yang menjalani tindakan operasi mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Diperkirakan setiap tahun ada 165 juta tindakan bedah di lakukan di seluruh Dunia. Tercatat di tahun 2020 ada 234 juta jiwa klien di semua rumah sakit di dunia. Tindakan operasi/pembedahan di Indonesia tahun 2020 mencapai hingga 1,2 juta jiwa. Gejala kecemasan yang dialami pasien pre operasi dapat menyebabkan munculya tandatanda stimulasi simpatis dan stres. Untuk mengatasi kecemasan terapi non farmakologinya yaitu dengan dzikir. Mengetahui hasil penerapan “Terapi Dzikir Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Oprasi Bedah Mayor Di Bangsal Flamboyan 7 RSUD dr. Moewardi Surakarta”. Penerapan bersifat deskriptif, desain penelitian studi kasus ini menggunakan One grub Pretest dan Postest, sampel 2 responden, instrument penelitian kuesioner Zung Self-rating Anxiety Scale (ZSAS), penerapan menggunakan terapi dzikir. Menunjukkan data sesudah dilakukan penerapan terapi dzikir di dapatkan pasien mengalami penurunan kecemasan selama di ruang bangsal flamboyan 7. Diperoleh hasil Ny.E dan Ny.W mengalami kecemasan ringan. Terapi dzikir yang di lakukan di ruang bangsal flamboyan 7 dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre oprasi yang sebelum di lakukan di kategorikan cemas sedang kemudian turun menjadi cemas ringan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OSTEOARTHRITIS DI DESA SEI PUTIH WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KAMPATAHUN 2023
Andriani, Selvi;
Syarif, M. Nizar;
Hatuty, Milda
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.33092
Studi Beban Penyakit Global 2018 dari Disease Study 2018 menempatkan osteoartritis lutut dan pinggul sebagai penyebab utama ke-11 dan penyebab utama kecacatan di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian osteoartritis di Desa Sei Putih Desa Sei Putih, Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa pada tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Desa Sei Putih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Desa Sei Putih yang berusia 60-65 tahun yang berjumlah 72 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 72 orang. Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. Dari hasil penelitian pada analisis univariat didapatkan bahwa kejadian osteoartritis sebanyak 43 responden (59,7%), riwayat keluarga dengan penyakit penyakit osteoartritis sebanyak 41 responden (56,9%), usia berisiko sebanyak 45 responden (62,5%) jenis kelamin berisiko sebanyak 44 responden (61,1%). Sedangkan pada analisis bivariate bivariat, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara riwayat penyakit keluarga, usia dan jenis kelamin dengan kejadian osteoartritis di Desa Sei Putih Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa tahun 2023. Hasil dari Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan secara teoritis dan menambah informasi ilmiah yang berkaitan dengan kejadian osteoarthritis khususnya pada lansia di Desa Sei Putih.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU
Siregar, Nabilah;
Julianto, Julianto;
Adelina Pasaribu, Yohanna
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.33095
Penyakit Tuberculosis Paru (TB) merupakan salah satu penyakit menular pernapasan yang menjadi permasalahan kesehatan utama di dunia. Kegagalan pengobatan pada pasien TB dapat disebabkan oleh turunnya angka tingkat kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan metode cross sectional, dilakukan pada 65 orang pasien TB paru dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden patuh minum OAT sebanyak 56 orang (86,2%), dan mayoritas dukungan keluarga responden baik yaitu sebanyak 54 orang (83,1%), responden yang memperoleh dukungan keluarga baik mengonsumsi OAT dengan patuh sebanyak 54 orang (83%), responden yang memperoleh dukungan keluarga buruk tidak patuh dalam mengonsumsi OAT sebanyak 9 orang (14%), serta terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum OAT pada pasien TB paru (p value 0,000). Keluarga terutama keluarga inti merupakan sistem pendukung bagi anggota keluarganya dengan fungsi dasar perawatan kesehatan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan, sehingga keluarga perlu terlibat dalam pemantauan pengobatan keluarga yang sakit. Kepatuhan penderita dalam mengonsumi obat akan meningkat jika penderita mendapat dukungan yang baik dari keluarga. Disarankan agar petugas kesehatan dan peneliti selanjutnya dapat melakukan pengembangan intervensi keperawatan dalam meningkatkan dukungan keluarga dan kepatuhan pasien TB dalam mengonsumsi OAT.
PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN SURAH AR-RAHMAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DI ICU
Putri Damayanti, Ika;
Husain, Fida’;
Waluyo, Waluyo
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.33098
Pasien ICU merupakan pasien yang mengalami suatu keadaan atau penyakit yang mengancam jiwa dikarenakan kondisi yang harus memerlukan perawatan dan pemantauan intensif.Pasien ICU mengalami respon yang berbeda-beda salah satunya kecemasan.Kecemasan dapat diatasi dengan beberapa cara salah satunya terapi non farmakologis yaitu dengan terapi diberikan terapi murottal Al-qur’an Surah Ar-rahman. Mengetahui hasil implementasi efektifitas terapi murottal Al-qur’an surah Ar-rahman untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien ICU di RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Penerapan bersifat deskriptif, desain penelitian studi kasus Pretest Postest One Group Design, sampel 2 responden, instrument penelitian kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale, penerapan menggunakan terapi murottal al-qur’an surah ar-rahman. Setelah dilakukan terapi murottal al-qur’an surah ar-rahman selama 2 kali dalam 2 hari mengalami perubahan tingkat kecemasan Ny. S dari skor 23 menjadi 17 dan Tn. A mengalami penurunan dari skor 30 menjadi 20. Terapi murottal Alqur’an surah Ar-rahman dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien ICU RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen.
PENERAPAN TEKNIK DIAPHRAGMATIC BREATHING EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN RESPIRATORY RATE PADA PASIEN ASMA DI KELURAHAN JEBRES
Fitri Febriana, Dian;
Hartutik, Sri
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jiik.v2i3.33104
Penyakit asma merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan, akibatnya timbul rasa sesak dan kesulitan bernapas. Pravelensi asma di dunia menurut WHO tahun 2022 memperkirakan 235 juta penduduk menderita penyakit asma. Di Indonesia dari tahun 2013 hingga 2018 mencapai 4,5% (46.335 orang). Di Jawa Tengah tahun 2021 ada 113.028, dan tertinggi berada di Kota Surakarta 10.393 kasus. Jika tidak segera ditangani maka serangan asma bisa menyebabkan kekurangan oksigen (hipoksia) yang berujung pada kematian. Salah satu cara untuk mengurangi keparahannya yaitu dengan latihan pernapasan. Salah satunya adalah latihan pernapasan diafragma atau diaphragmatic breathing exercise. Kelebihan dari teknik tersebut yaitu bisa menguatkan diafragma, meningkatkan saturasi oksigen, menurunkan kerja pernapasan serta dapat mencapai ventilasi yang lebih optimal. Untuk mengetahui hasil penerapan teknik diafragmatic breathing exercise terhadap perubahan respiratory rate pada pasien asma di kelurahan Jebres. Menggunakan metode deskriptif, jumlah responden yaitu 2 orang yang memiliki penyakit asma, dan implementasinya menggunakan teknik diaphragmatic breathing exercise. RR pada kedua responden sebelum diberikan penerapan termasuk kategori cepat, RR pada kedua responden setelah diberikan penerapan termasuk kategori normal. Perkembangan RR pada kedua responden sebelum diberikan penerapan termasuk dalam kategori pernapasan cepat dan setelah diberikan penerapan termasuk dalam kategori pernapasan normal.