cover
Contact Name
Astri Mutiar
Contact Email
jasppnijabar@gmail.com
Phone
+6285318687966
Journal Mail Official
admin@stikep-ppnijabar.ac.id
Editorial Address
Kampus STIKep PPNI Jawa Barat Jl. Muhammad No. 438/65 Bandung Telp./Fax. (022) 6121914
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdimas Sains
ISSN : 27762440     EISSN : 27762440     DOI : https://doi.org/10.33755/jas.v1i3.15
Core Subject : Health, Education,
Community service for public welfare; Community empowerment; Community partner development; Sustainable community project.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
PELATIHAN KADER SIAGA BENCANA BERBASIS KELUARGA DAN KOMUNITAS: EVALUASI PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA KOMPONEN RESPONS AWAL KEGAWATDARURATAN TERSEDAK Nyayu Nina Putri Calisanie; Ramdani Ramdani
Jurnal Abdimas Sains Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v3i2.71

Abstract

Latar belakang: Kesiapsiagaan bencana pada tingkat keluarga dan komunitas memerlukan kader yang mampu mengenali risiko, mengorganisasi respons lokal, melindungi kelompok rentan, serta memberikan respons awal kesehatan sebelum bantuan profesional tiba. Dalam kerangka pelatihan kader siaga bencana berbasis keluarga dan komunitas, kemampuan menangani kegawatdaruratan sehari-hari yang dapat terjadi di rumah atau lokasi pengungsian, termasuk tersedak, merupakan salah satu kompetensi respons awal yang relevan. Tujuan kegiatan ini adalah mengevaluasi perubahan pengetahuan kader pada komponen penanganan kegawatdaruratan tersedak setelah pelatihan. Metode: Evaluasi menggunakan desain one-group pretest–posttest. Data mentah terdiri atas 67 respons formulir (40 pre-test dan 27 post-test). Setelah deduplikasi dan pencocokan identitas secara konservatif, 17 pasangan data terkonfirmasi dianalisis. Pengetahuan diukur dengan lima soal pilihan ganda pada pre-test dan lima soal pada post-test. Distribusi selisih skor tidak normal (Shapiro–Wilk p=0,034), sehingga digunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil: Rerata skor meningkat dari 2,94±1,39 menjadi 3,88±0,99 dari maksimum 5; median meningkat dari 3 (IQR 2–4) menjadi 4 (IQR 4–4). Peningkatan rerata setara dengan 18,8 poin persentase. Sebanyak 9 kader (52,9%) meningkat, 6 (35,3%) tetap, dan 2 (11,8%) menurun. Perbedaan pre–post bermakna secara statistik (W=7,0; p=0,018) dengan korelasi rank-biserial 0,79. Kesimpulan: Pelatihan diikuti peningkatan pengetahuan kader pada komponen respons awal kegawatdaruratan tersedak. Temuan ini tidak dapat ditafsirkan sebagai peningkatan kesiapsiagaan bencana secara keseluruhan karena instrumen hanya mengukur pengetahuan tersedak. Evaluasi lanjutan perlu menggunakan instrumen kesiapsiagaan bencana multidomain dan uji keterampilan berbasis simulasi.
EDUKASI PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL BERBASIS VIDEO ANIMASI PADA REMAJA Novya Ashlahatul Mar'ah; Wini Hadiyani; Vita Lucya; Dima Mutiara Sari; Devina Nabasky Richinova; Rinaldy Ardiansyah; Wanda Oktaviana
Jurnal Abdimas Sains Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v3i2.72

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang memerlukan upaya promotif dan preventif sejak usia remaja. Hasil identifikasi awal bersama mitra menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi mengenai IMS belum dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan serta masih terbatasnya media edukasi berbasis visual dan digital yang sesuai dengan karakteristik remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan IMS melalui edukasi berbasis video animasi. Kegiatan dilaksanakan di SMP Bina Juara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan melibatkan 32 siswa kelas VIII. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, edukasi kesehatan menggunakan video animasi, diskusi interaktif, pendampingan, dan evaluasi. Ketercapaian kegiatan dievaluasi melalui pengukuran pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner yang telah memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, serta observasi keterlibatan peserta selama kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 64,38 ± 7,85 menjadi 86,16 ± 6,02 dan skor sikap dari 69,44 ± 7,32 menjadi 89,75 ± 5,98 setelah kegiatan edukasi, dengan p < 0,001 pada kedua variabel. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan. Edukasi berbasis video animasi menunjukkan ketercapaian program yang baik dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan IMS serta berpotensi dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
PENDEKATAN GAME BASED LEARNING MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK EDUKASI VAKSINASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Nur Andani; Sumarmi Sumarmi
Jurnal Abdimas Sains Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v3i2.73

Abstract

Vaksinasi merupakan upaya penting dalam pencegahan penyakit menular pada anak. Namun, pemahaman anak sekolah dasar mengenai manfaat dan pentingnya vaksinasi masih terbatas sehingga diperlukan metode edukasi yang menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang pentingnya vaksinasi melalui pendekatan pembelajaran berbasis permainan menggunakan media permainan ular tangga edukatif. Kegiatan dilaksanakan di SD Bantinoto Kabupaten Takalar dengan melibatkan 35 siswa sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan media edukasi, pemberian penjelasan singkat mengenai vaksinasi, pelaksanaan permainan ular tangga yang telah dimodifikasi dengan pesan kesehatan, serta evaluasi pemahaman siswa setelah kegiatan berlangsung. Setiap kotak pada papan permainan berisi informasi dan pertanyaan yang berkaitan dengan manfaat vaksinasi, pencegahan penyakit, dan perilaku hidup sehat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pembelajaran dan terjadi peningkatan pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi setelah mengikuti permainan edukatif. Pendekatan pembelajaran berbasis permainan melalui media ular tangga terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh siswa. Dengan demikian, permainan ular tangga edukatif dapat menjadi alternatif media promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kesadaran vaksinasi pada anak sekolah dasar..