cover
Contact Name
Astri Mutiar
Contact Email
jasppnijabar@gmail.com
Phone
+6285318687966
Journal Mail Official
admin@stikep-ppnijabar.ac.id
Editorial Address
Kampus STIKep PPNI Jawa Barat Jl. Muhammad No. 438/65 Bandung Telp./Fax. (022) 6121914
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdimas Sains
ISSN : 27762440     EISSN : 27762440     DOI : https://doi.org/10.33755/jas.v1i3.15
Core Subject : Health, Education,
Community service for public welfare; Community empowerment; Community partner development; Sustainable community project.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGHEMATAN AIR BERSIH MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DI MUARA GEMBONG, BEKASI, JAWA BARAT Taryudi, Taryudi; Firmansyah, Heri; Lubis, Partaonan; Septa, Fikry Nur; Fatkhurrohman, Abdau
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i2.14

Abstract

Kecamatan Muaragembong merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi dengan luas wilayah 1.457,385 hektar dengan jenis tutupan lahannya didominasi oleh lahan pertambakan sedangkan permukiman menempati sepanjang pinggir sungai Citarum berbaur dengan lahan pohon campuran (tegalan/lading). Sejak tahun 1980-an warga Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. permasalahan yang sering mereka hadapi adalah sulit memonitor persediaan air bersih yang ada di toren sehingga kurang bisa mengaturnya untu memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.  Semua warga juga tidak memiliki memiliki alat pemantauan persediaan air dirumah. Langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis air bersih adalah dengan menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pemborosan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan solusi dari permasalahan tersebut dengan mengenalkan pemantauan kondisi dan debit air berbasis IoT kepada warga di lingkungan desa pantai mekar. Bentuk kegiatannya terdiri dari beberapa tahapan, yaitu survey lokasi dan sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah a) meningkatnya pengetahuan baru mengenai teknologi pemantauan dengan sensor ultasonik berbasis IoT; b) Menerapkan teknologi pemantauan kondisi dan level air berbasis IoT oleh masyarakat sekitar Desa Pantai Mekar.
PARENT’S EMPOWERMENT IN UTILIZATION AND TRADITIONAL TOY MAKING TO REDUCE GADGET ADDICTION AMONG ELEMENTARY STUDENTS Purnama, Heni; Utami, Kartika Putri; Sanria, Ariel; Lisset, Veby Aulia Ilmawati; Novianti, Anengsih; Agustin, Dwi
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 3 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i3.15

Abstract

Penggunaan gadget saat ini hampir menyeluruh di semua kalangan usia, termasuk anak-anak. Banyaknya aplikasi-aplikasi menarik yang di tawarkan seperti games membuat anak-anak sangat gemar menggunakan gadgetnya. Masalah yang muncul adalah kecaduan gadget yang membuat anak menjadi susah untuk bersosialisai baik di lingkungan keluarga dan sekolah. Orang tua memiliki peran penting dalam menurunkan kecanduan gadget yang di alami oleh anaknya. Pengabdian kepada masyarakay ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua dan menggunakan sumber daya yang ada untuk membuat mainan tradisional. Proses pemberdayaan dan pembuatan mainan tradisional dapat di lakukan bersama-sama antara orang tua dan anak. Metode pelaksanaan PKM ini yaitu akan bekerjasama dengan pihak mitra yaitu pihak sekolah dalam memfasilitasi pertemuan dengan para orang tua murid di kelas 1 dan 2. Pelatihan pembuatan mainan tradisional akan di lakukan selama 1 bulan. Output dalam PKM ini adalah terbentuknya modul ataupun video pelatihan pembuatan mainan tradisional. Analisa univariat menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan orang tua pada pre-test adalah 32.33 (± 2.895) dengan nilai min-max 28-40 dan post-test adalah 35.00 (± 3.836) dengan nilai min-max 28-44. Nilai rata-rata gadget addiction pada pre test adalah 26.93 (±6.902) dengan nilai min-max 20-38 dan nilai rata-rata post test adalah 31.27 (±7.216) dengan nilai min-max 21-44. Bivariate analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai T hitung sebesar -1.878 ( T-hitung > T tabel), Nilai P-Value pada pengetahuan orang tua sebesar 0.003 (p-value < 0.05) menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Pada Gadget Addiction diperolah P-Value sebesar 0.02 (p-value < 0.05) menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Pemberdayaan orang tua dalam pemanfaatan dan pembuatan mainan tradisional dapat menjadi strategi efektif untuk mengurangi kecanduan gadget di kalangan siswa SD dan juga meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gadget.
DETEKSI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAGI SISWA DI TK MUSLIMAT NU BUGANGAN KECAMATAN KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN Mustikawati, Neti; Amani, Naelul; Puspitasari, Uus
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i2.17

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak yang sesuai dengan usianya merupakan salah satu indikator dari anak yang sehat. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran secara fisik dan struktur tubuh, dapat di ukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dilakukan secara berkala guna mengetahui kondisi kesehatan anak. TK Muslimat NU Bugangan merupakan salah satu sekolah pendidikan anak usia dini yang memilik jumlah peserta didik 90 anak, yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu TK A dengan jumlah 46 anak dan TK B 44 anak. Sekolah ini juga belum melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala pada seluruh anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi status pertumbuhan dan perkembangan anak melalui kegiatan deteksi tumbuh kembang. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas (LILA), lingkar kepala (LK) dan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Kegiatan diikuti oleh total 74 anak dan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2024. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan data bahwa untuk deteksi perkembangan pada 38 anak TK A sebagian besar anak (66%) memiliki perkembangan sesuai umur, 24% perkembangan meragukan, dan 10% ada kemungkinan penyimpangan. Sedangkan untuk deteksi pertumbuhan pada 36 anak TK B sebagian besar anak (80%) memiliki status gizi baik, 14% status gizi kurang, dan 6% status gizi lebih. Masih ditemukannya data anak yang mengalami masalah dalam perkembangan dan pertumbuhan sehingga dibutuhkan tindak lanjut dari kegiatan ini yang dapat berupa pemeriksaan ulang atau pun pelaporan ke pihak terkait seperti Puskesmas yang menjadi wilayah kerjanya.
KELAS DIABETES BAGI JAMAAH CALON HAJI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWATAN MANDIRI DIABETES SELAMA MENJALANKAN IBADAH HAJI Sh, Sugiharto; Natalya, Wiwiek
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i2.18

Abstract

Pendidikan kesehatan bagi jamaah calon haji penderita diabetes mellitus merupakan aspek penting dalam persiapan ibadah haji. Kejadian-kejadian yang tidak diharapkan seperti hipoglikemi, hiperglikemi, atau luka kaki akibat panas dapat muncul selama menjalankan ibadah haji. Pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk kelas diabetes bagi calon haji penderita DM yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen diabetes pada calon jamaah haji. Peserta kelas diabetes ini ada 96 calon jamaah haji penderita diabetes mellitus. Intervensi berupa program pendidikan kesehatan selama 3 jam mencakup materi tentang pengelolaan diabetes, nutrisi, aktivitas fisik, dan pencegahan komplikasi selama ibadah haji. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan manajemen diabetes selama haji. Kesimpulannya, program pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan kesiapan jamaah calon haji penderita diabetes mellitus dalam mengelola kondisi kesehatannya selama menunaikan ibadah haji.
PENINGKATAN KEWASPADAAN MASYARAKAT PESISIR DESA PANTAI MEKAR, MUARA GEMBONG TERHADAP DEMAM BERDARAH MELALUI PENGGUNAAN WRISTBAND VITAL SIGN Yanuarti, Tuti; Lindayani, Linlin; Darmawati, Irma; Mutiar, Astri
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 3 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i3.22

Abstract

Demam berdarah (DBD) menjadi ancaman serius di tengah pandemi COVID-19, khususnya di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang mencatat kasus tertinggi. Penyakit ini menyebar cepat melalui gigitan nyamuk, sehingga pemutusan rantai penularan menjadi tantangan besar. Pemanfaatan wearable device dengan sensor pintar membantu memantau suhu tubuh dan menjaga jarak sosial. Sistem kesehatan berbasis IoT, yang memanfaatkan data real-time, diterapkan di Desa Pantai Mekar melalui instalasi aplikasi dan wristband vital sign di Puskesmas serta pelatihan kepada anggota Pokja IV PKK. Pelatihan treatment cascade selama seminggu berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang surveillance penyakit melalui aplikasi, terbukti dengan peningkatan skor post-test. Workshop praktik berbasis bukti dan literasi digital memperkuat kemampuan peserta dalam mencari artikel ilmiah dan menggunakan perangkat kesehatan. Partisipasi aktif Pokja IV PKK memastikan kelancaran program, dan monitoring kesehatan kini dapat dilakukan secara daring. Evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan peserta di setiap tahap. Untuk keberlanjutan program, kerja sama dengan STIKes Abdi Nusantara telah disepakati melalui MoU dan pelatihan lanjutan. Pokja IV PKK akan terus memanfaatkan wristband dan aplikasi IoT untuk memantau kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI PEER-TO-PEER MOTIVATION ENHANCEMENT PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS FISIK LANSIA DI WILAYAH KERJA PKM SUKAWARNA Pratiwi, Gilang Dwi; Lucya, Vita
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 3 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i3.24

Abstract

Proses penuaan yang terjadi pada individu merupakan tahapan kehidupan yang mengakibatkan penurunan fungsi bio, psiko, sosio, dan spiritual. Penurunan fungsi tersebut menjadi salah satu penyebab rendahnya aktifitas fisik maupun social pada lansia. Lansia dengan aktifitas fisik yang rendah memiliki resiko lebih besar untuk mengalami gangguan kesehatan sehingga perlu adanya upaya supportif yang melibatkan peran serta lansia secara aktif dalam peningkatan aktifitas fisik. Program pemberdayaan lansia dengan menerapkan dukungan teman sebaya (peer to peer motivation enhancement program) menjadi salah satu solusi untuk peningkatkan aktifitas fisik pada lansia.Program pemberdayaan ini dilaksanakan dalam 3 pertemuan terjadwal dengan melibatkan peran serta lansia dalam pelaksanaannya. Pertemuan I yaitu sesi penyuluhan dan pemberian materi tentang aktifitas fisik pada lansia. Pertemuan II dan III adalah sharing experience aktifitas lansia yang dilakukan selama 1 minggu sebelumnya yang diakhiri dengan kegiatan aktifitas fisik bersama. Evaluasi keberhasilan program dinilai dengan peningkatan pengetahuan tentang aktifitas fisik, serta meningkatnya kegiatan fisik lansia. Skor rata-rata pengetahuan pre-test adalah 60.5 sedangkan untuk post test sebesar 72.5. Sebelum pelaksanaan program lansia dengan status sedentary sebanyak 54.5%, status under-active sebanyak 41%, dan lansia dengan kategori active sebesar 4.5%, sedangkan setelah pelaksanaan program lansia dengan status sedentary menjadi 18.2 %, status under-active sebanyak 63.6%; dan status aktif sebanyak 18.2%.Program peningkatan aktifitas fisik lansia dengan dukungan teman sebaya bermanfaat untuk meningkatkan aktifitas fisik lansia serta interaksi sosial antar sesama lansia. Program ini melibatkan peran serta aktif peserta sehingga mendorong interaksi dan dukungan sosial. Program ini penting untuk dapat dilaksanakan dan diterapkan secara luas pada posyandu lansia
PEMBERDAYAAN REMAJA DENGAN PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBIASAAN DI DESA BULAK KECAMATAN JATIBARANG INDRAMAYU Taryudi, Taryudi; Wardatussa’idah, Indah
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 3 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i3.25

Abstract

Pada era globalisasi yang semakin berkembang, anak-anak remaja menjadi rentan terhadap pengaruh ideologi luar yang dapat mengancam nilai-nilai Pancasila. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja dengan menerapkan profil pelajar Pancasila melalui pembiasaan di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Indramayu, guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Analisis situasi menunjukkan adanya degradasi moral dan perilaku menyimpang di kalangan remaja mitra, seperti pencurian, seks bebas, dan minuman keras. Permasalahan ini akan diselesaikan melalui kolaboratif kegiatan penyuluhan, pembentukan perkumpulan olahraga, seni, dan keagamaan. Solusi yang ditawarkan meliputi penyuluhan nilai-nilai Pancasila, pembentukan komunitas olahraga sepak bola, kelompok seni marawis, dan kegiatan pengajian rutin. Jenis luaran yang diharapkan termasuk artikel ilmiah, diseminasi terbatas, dan bahan ajar. Metode pelaksanaan meliputi langkah-langkah konkret seperti pembentukan komunitas, penyelenggaraan kegiatan rutin, dan pengaplikasian nilai-nilai Pancasila dalam setiap aktivitas. Diharapkan pengabdian ini dapat memberikan solusi konkret untuk meningkatkan kesadaran nilai-nilai Pancasila dan mencegah perilaku menyimpang di kalangan remaja. Dengan pondasi yang kuat dibuktikan dengan dimilikinya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang cukup serta tertanamnya nilai-nilai Pancasila pada diri mereka, mudah-mudahan anak-anak remaja tersebut kelak akan menjadi generasi yang dapat mewujudkan harapan bangsa yaitu terciptanya kondisi bangsa Indonesia yang aman, tenteram, terkendali, maju, dan dapat menjaga negara kesatuan Republik Indonesia. Terlebih mereka akan menjadi generasi emas pada tahun 2045. Sehingga perlu pemberdayaan profile pelajar Pancasila dalam pembiasaan hidup sehari-hari.
PENINGKATAN KAPASITAS REMAJA DALAM PENCEGAHAN HIV MELALUI PROGRAM SKILLS FOR ADOLESCENTS WITH HEALTHY SEXUALITY DI SEKOLAH MENENGAH ATAS, GEGERKALONG, KOTA BANDUNG Lindayani, Linlin; Darmawati, Irma; Mutiar, Astri
Jurnal Abdimas Sains Vol. 1 No. 3 (2024): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v1i3.28

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan penularan HIV di Indonesia, dengan 41.987 remaja usia 10-19 tahun terdiagnosis HIV pada 2023. Penularan terjadi melalui hubungan seksual berisiko (30%) dan penggunaan jarum suntik (4,1%). Jawa Barat, khususnya Bandung, memiliki prevalensi tinggi, termasuk di Kelurahan Gegerkalong, pusat pendidikan dan wisata. Lingkungan ini menghadapi perilaku remaja berisiko, seperti seks bebas, penggunaan narkoba, dan penyimpangan seksual. Data Puskesmas Karangsetra menunjukkan 192 remaja di Gegerkalong terinfeksi HIV. SMA Kartika XIX-2, dengan siswa yang mengalami masalah seperti seks pranikah dan kehamilan dini, menjadi fokus intervensi pencegahan HIV berbasis pendidikan dan teknologi. Program ini mengintegrasikan aplikasi HIV Info Corner dengan metode pelatihan keterampilan hidup untuk remaja. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman, keterampilan pencegahan, dan pemanfaatan konseling daring. Program juga mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta pencapaian SDGs, khususnya kesehatan dan pendidikan berkualitas. Hasilnya adalah terbentuknya kelompok remaja peduli HIV, peningkatan keterampilan remaja, dan kerja sama berkelanjutan dengan sekolah dan puskesmas melalui pusat konseling (PILING). Dengan pendekatan inovatif ini, diharapkan tercipta generasi bebas AIDS di masa depan.
PSYCHOLOGICAL SUPPORT AND EMPATY THERAPI MELALUI PROGRAM SEKOLAH UNTUK MENCEGAH DAN MENGURANGI DAMPAK DARI KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (KBGO) PADA REMAJA DI SMP YAYASAN ATIKAN SUNDA BANDUNG, JAWA BARAT Juniarni, Lia; Mulia , Sindi; Muzhaffar, Hasbi
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i1.23

Abstract

SMP Yayasan Atikan Sunda ini merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah pertama yang terletak di  Kota Bandung, Jawa Barat. Sekolah ini berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, dengan tersedianya fasilitas yang baik seperti akses internet cepat dan lingkungan sekolah yang aman serta tenaga pengajar yang berpengalaman dan berkompeten. Potensi kekerasan berbasis gender online (KBGO) di SMP Atikan Sunda, Bandung cukup tinggi dengan kasus terbanyak adalah cyberbullying. Upaya yang telah dilakukan yaitu melalui pendekatan pendidikan karakter berupa seni budaya lokal, yang sekaligus mengembangkan sikap toleransi, empati, dan saling menghormati antar siswa. Langkah-langkah tambahan yang dilakukan mencakup penyediaan fasilitas yang memadai, namun penyuluhan langsung mengenai risiko KBGO, dan implementasi penanggulangan  masih belum banyak tersedia secara spesifik disekolah atau laporan public. Solusi yang ditawarkan berdasarkan temuan masalah KBGO di SMP Atikan Sunda Bandung: Pelatihan dan pendampingan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam memberikan Psychological Support dan Empathy Therapy pada korban KBGO; Sosialisasi dan Edukasi; Pembentukan Kelompok Dukungan; Kerjasama dengan Sekolah dan Komunitas. Metode pelaksanaan dikembangkan berdasarkan kerangka problems-based solving. Hasil pendampingan guru BK terdapat peningkatan pengetahuan pada kategori konsep dan  tanda-tanda KBGO, pendekatan empatik dan pendekatan psychological support dari nilai pre-test 62,25 menjadi 88,36 post-test. Hasil implementasi pada siswa, rata-rata memiliki motivasi dan perhatian yang penuh saat proses kelompok serta hasil dari nilai pre-test dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Upaya tindak lanjut dengan membangun kolaborasi antara sekolah,  guru, orang tua, dan komunitas.   Kata kunci: Empaty terapi, Kekerasan , Phychologis support, Remaja
PEMBERDAYAAN KADER BINA KELUARGA REMAJA (BKR) DALAM PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA Hadiyani, Wini; Nadhofah, Lola; Rinzani KP, Reisya Noor
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i1.30

Abstract

Meningkatnya prevalensi perilaku seksual berisiko di kalangan remaja merupakan masalah kritis yang memerlukan perhatian segera, terutama di lingkungan masyarakat. Salah satu upaya utama untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pemberdayaan tokoh masyarakat yang terkait dengan remaja, seperti kader Bina Keluarga Remaja (BKR). Kader ini memainkan peran penting dalam membimbing remaja dan memberikan informasi yang akurat tentang kesehatan seksual dan pencegahan risiko. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader BKR dalam mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan remaja dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam memberikan pendidikan dan bimbingan seksual yang tepat di lingkungan mereka. Program ini melibatkan lokakarya, dan diskusi kelompok yang dirancang untuk membekali kader BKR dengan perangkat yang diperlukan untuk mendidik dan melibatkan remaja secara efektif. Pelatihan difokuskan pada pemahaman masalah kesehatan seksual, mengidentifikasi risiko, dan mengembangkan strategi komunikasi yang efektif untuk pencegahan. Hasil: Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesiapan kader BKR dalam menangani masalah kesehatan seksual di kalangan remaja. Peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mereka untuk mengomunikasikan pesan-pesan terkait kesehatan dan menawarkan bimbingan dalam membuat keputusan yang aman. Pemberdayaan kader BKR merupakan strategi yang efektif untuk mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Peningkatkan kapasitas kader untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi remaja. Program ini menjadi model bagi inisiatif berbasis masyarakat di masa mendatang yang berfokus pada pendidikan kesehatan seksual.  

Page 2 of 3 | Total Record : 30