cover
Contact Name
Astri Mutiar
Contact Email
jasppnijabar@gmail.com
Phone
+6285318687966
Journal Mail Official
admin@stikep-ppnijabar.ac.id
Editorial Address
Kampus STIKep PPNI Jawa Barat Jl. Muhammad No. 438/65 Bandung Telp./Fax. (022) 6121914
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abdimas Sains
ISSN : 27762440     EISSN : 27762440     DOI : https://doi.org/10.33755/jas.v1i3.15
Core Subject : Health, Education,
Community service for public welfare; Community empowerment; Community partner development; Sustainable community project.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
SIMULASI TRIAGE BENCANA UNTUK PENINGKATAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI GEMPA BUMI Calisanie, Nyayu Nina Putri; Ramdani, Ramdani
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i3.58

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana gempa bumi akibat posisinya di wilayah Cincin Api Pasifik. Pada kondisi darurat bencana, masyarakat sering menjadi penolong pertama sebelum tenaga profesional tiba di lokasi. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan triage bencana sering menyebabkan keterlambatan penanganan dan tidak optimalnya prioritas pertolongan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi melalui simulasi triage bencana berbasis praktik. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 112 peserta masyarakat melalui edukasi, demonstrasi, dan simulasi triage bencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan pembelajaran berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, sikap kesiapsiagaan, dan keterampilan peserta dalam melakukan triage korban bencana. Simulasi bencana terbukti membantu masyarakat memahami peran sebagai penolong pertama serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi darurat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam respons awal bencana gempa bumi.
Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Sekolah Dasar melalui Program Pendidikan Interaktif Berbasis Sekolah Hendra, Agus; Srinatania, Dewi; Daryono, Rendra; Lesmana, Rindu Amaliah; Ruhailah, Ruyi
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i3.59

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan penentu utama kesehatan dan pertumbuhan optimal anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Namun demikian, pengetahuan yang kurang memadai dan penerapan PHBS yang belum optimal masih sering ditemukan di banyak lingkungan sekolahProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis terkait PHBS pada anak sekolah dasar melalui intervensi pendidikan kesehatan interaktif berbasis sekolah. Program dilaksanakan pada Mei 2025 di SD Negeri Neglasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 100 siswa kelas II dan IV berpartisipasi dalam kegiatan ini. Strategi edukasi meliputi ceramah interaktif, video edukasi animasi, permainan edukatif, serta praktik langsung seperti teknik cuci tangan enam langkah, pemilahan sampah, dan identifikasi makanan bergizi seimbang. Efektivitas program dievaluasi menggunakan metode observasi serta penilaian pra–pasca terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa. Intervensi menghasilkan peningkatan signifikan pada pengetahuan PHBS siswa, dari 40% sebelum program menjadi 85% setelah intervensi. Selain itu, 90% siswa mampu melakukan teknik cuci tangan enam langkah dengan benar, 80% menunjukkan praktik pemilahan sampah yang tepat, dan 88% memahami konsep gizi seimbang dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan interaktif berbasis praktik efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sekolah dasar. Pendekatan ini direkomendasikan untuk implementasi lebih luas sebagai bagian dari program promosi kesehatan sekolah yang berkelanjutan.
SIMULASI PRE HOSPITAL BLS (BASIC LIFE SUPPORT) PMR (PALANG MERAH REMAJA) TINGKAT SMA KABUPATEN TAKALAR Dewiyanti, Dewiyanti; Patmawati , Patmawati; Kamriana , Kamriana; Arafah, Salmah; Sumarmi, Sumarmi; Ernawati , Ernawati; Oktaviana, Dina; Kartini, Anita
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i3.60

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit bila tidak ditangani segera. Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan pertolongan awal untuk mempertahankan fungsi vital melalui tindakan seperti penilaian respons, aktivasi sistem bantuan, serta resusitasi jantung paru (RJP/CPR). Pada konteks sekolah, remaja—terutama anggota Palang Merah Remaja (PMR)—berpotensi menjadi penolong awam pertama dalam situasi pra-rumah sakit (pre-hospital). Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PMR dalam melakukan pertolongan awal BLS pada kasus henti jantung. Metode: Program dilaksanakan melalui edukasi singkat, demonstrasi, dan simulasi berbasis praktik dengan pendekatan partisipasi aktif pada 40 anggota PMR tingkat SMA Kabupaten Takalar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pengukuran pengetahuan dan observasi keterampilan sebelum dan setelah simulasi menggunakan kuesioner serta lembar observasi berbasis SOP BLS. Hasil: Sebelum simulasi, seluruh peserta berada pada kategori pengetahuan kurang (40; 100%) dan keterampilan kurang (40; 100%). Setelah simulasi, kategori pengetahuan meningkat menjadi baik pada 33 peserta (82,5%) dan keterampilan baik pada 30 peserta (75%). Kesimpulan: Simulasi pre-hospital BLS pada anggota PMR tingkat SMA di Kabupaten Takalar menunjukkan perbaikan kategori pengetahuan dan keterampilan setelah pelaksanaan program. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pembinaan rutin kesiapsiagaan kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI BERBASIS APLIKASI SMARTPHONE UNTUK PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK PADA REMAJA Darmawati, Irma; Dharmansyah, Dhika; Purbandini, Nastiti
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i3.61

Abstract

Latar Belakang: Perkawinan anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berdampak pada aspek kesehatan, psikologis, sosial, dan pendidikan remaja. Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi perkawinan anak yang relatif tinggi, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik remaja. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan perkawinan anak melalui pemanfaatan aplikasi smartphone sebagai media edukasi. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMPN 2 Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, dengan melibatkan 80 siswa sekolah menengah pertama. Program dilaksanakan selama satu bulan melalui tahapan sosialisasi, edukasi langsung, demonstrasi penggunaan aplikasi pencegahan perkawinan anak (PEDE), serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi program dilakukan secara deskriptif melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan edukasi serta observasi partisipasi dan ketertarikan peserta terhadap penggunaan aplikasi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta setelah pelaksanaan program edukasi, dari nilai awal 40 menjadi 80. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan serta ketertarikan terhadap aplikasi PEDE sebagai media edukasi kesehatan reproduksi yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan reproduksi berbasis aplikasi smartphone berpotensi menjadi media edukasi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan perkawinan anak. Kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan unsur masyarakat berperan penting dalam mendukung keberlanjutan program pencegahan perkawinan anak di tingkat komunitas.
PENGUATAN KETERAMPILAN PEREKAMAN EKG PADA SISWA SMK KEPERAWATAN MELALUI PRAKTIK KLINIS TERARAH Lainsamputty, Ferdy; Laloan, Risty Mandane; Rawung, Vannia Gabriella Putri
Jurnal Abdimas Sains Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v2i3.62

Abstract

Elektrokardiogram (EKG) merupakan pemeriksaan penunjang yang umum digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi kelainan irama maupun kondisi iskemik. Kemampuan melakukan perekaman EKG secara benar penting dimiliki calon perawat, termasuk siswa SMK keperawatan, karena kesalahan prosedur terutama penempatan elektroda dapat menurunkan kualitas rekaman dan berisiko memengaruhi ketepatan interpretasi. Di sisi lain, penguatan kompetensi praktik sejak pendidikan vokasional berkontribusi terhadap kesiapan dan kepercayaan diri siswa saat memasuki praktik klinis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK keperawatan tentang teknik perekaman EKG melalui workshop ceramah interaktif dan demonstrasi praktik. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Ratahan pada 6 September 2024. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian pengetahuan peserta. Rata-rata skor meningkat dari 72,22 (SD=15,02) sebelum workshop menjadi 86,15 (SD=8,79) setelah workshop. Peserta yang mencapai skor ≥70 meningkat dari 74,0% pada pretest menjadi 100% pada posttest. Workshop ceramah dan demonstrasi memberikan kontribusi positif dalam memperkuat pemahaman siswa mengenai perekaman EKG sehingga mendukung kesiapan mereka untuk praktik klinis. Program serupa disarankan untuk dilanjutkan dan direplikasi dengan penambahan evaluasi keterampilan berbasis checklist SOP agar dampak praktik dapat terdokumentasi lebih komprehensif.

Page 4 of 4 | Total Record : 35