cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 215 Documents
Analisis Kultur Sekolah di MTs Muhammadiyah 15 Medan M. Raihan Matondang
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A school is an educational institution that has a school culture that can be developed. This research aims to describe school culture to explore and describe physical and non-physical culture. This research uses a qualitative approach. The subjects in this research include technical implementers, principals, teachers, employees and students with the object of developing school culture. The location of this research was at Mts Muhammadiyah 15 Medan. The results of the research show that the school culture at Mts Muhammadiyah 15 Medan is able to provide comfort for its students. This is demonstrated through physical artifacts in the form of school environmental conditions, access to the school, extracurricular support tools, spatial layout and fields. Sekolah merupakan suatu institusi pendidikan yang memiliki kultur sekolah yang dapat dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kultur sekolah untuk menggali dan menggambarkan tentang kultur fisik dan non fisik. enelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini meliputi pelaksana teknis kepala sekolah, guru, karyawan, dan siswa dengan objek pengembangan kultur sekolah. Lokasi penelitian ini dilakukan di Mts Muhammadiyah 15 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kultur sekolah di Mts Muhammadiyah 15 Medan mampu memberikan kenyamanan bagi siswanya. Hal tersebut ditunjukkan melalui artifak fisik yang berupa kondisi lingkungan sekolah, akses terhadap sekolah, alat penunjang ekstrakurikuler, tata ruang, dan lapangan.
Strategi Guru Akidah Akhlak dalam Membentuk Akhlak Mulia pada Siswa di MTs Muhammadiyah 15 Medan Ahmad Syafii MRP
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teacher strategy is a general approach to teaching that applies to a variety of subjects and is used to meet a variety of learning objectives in schools. Therefore, a series of teacher strategies must contain material content that is based on the principle of changing student character values. This research has a background that morals teachers have an important role in shaping the noble character of students. As an educator, a teacher of aqidah morals is responsible for helping students understand good moral and ethical values. The research location is at MTs Muhammadiyah 15 medan. In this research, the researcher uses a case study research type with a qualitative approach that is descriptive in nature and produces effective data from information sources. The researcher concluded that in forming noble character in student teachers have the planning, implementation and implementation results that have been carried out in Madrasas. There are results from the observations that the researchers made, in the Teacher Planning Akidah Akhlak in forming noble character in students at MTs Muhammadiyah 15 medan. namely the teacher has prepared a written plan and an unwritten plan. The implementation of the teacher's Aqidah Akhlak in forming noble character in MTs Muhammadiyah 15 medan. students in the teacher's lesson plan is divided into three stages, namely preliminary activities, core activities, and closing activities. In conveying learning material, teachers use various methods and media related to the formation of noble character in students. The results of implementing the Teacher's Akidah Akhlak plan in forming noble character in students at MTs Muhammadiyah 15 medan. are that students become more religious and there is a change in behavior for the better and are able to apply noble character in everyday life.
Implementasi Pengklasifikasian dan Penataan Bahan Pustaka di Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama IT Al-Hijrah 2 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Tripani Anggraini; Solihah Titin Sumantri; Khoirul Jamil
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses how to apply classification, how to apply structuring and what are the obstacles and efforts made by managers in carrying out the process of classifying and structuring library materials at SMP IT Al-Hijrah 2. The purpose of this research is to find out the application of classifying and structuring library materials as well as to find out the constraints and effortsmade by the manager in carrying out the process of classifying and structuring library materials. This study uses descriptive research with qualitative. The results showed that the Classification and Arrangement of Library Materials in the IT Al-Hijrah2 Junior High School Library, namely: application of classification by collecting book data into master books, preparing DDC guidebooks and grouping books, arrangement by looking at the same classification number and placing the books on the same shelf anyway. This classification and arrangement has not been maximized due to constraints on the lack of competence of human resources and budget constraints. It is hoped that the results of this research will be able to contribute to the SMP IT Al-Hijrah 2 library so that it will further improvequality, especially in organizing and classifying library materials Penelitian ini mengkaji metode yang digunakan untuk klasifikasi dan penataan barang perpustakaan di SMP IT Al-Hijrah 2, serta tantangan yang dihadapi pengelola dan langkah yang dilakukan untuk mengatasinya. Penentuan penggunaan dan pelaksanaan klasifikasi bahan pustaka menjadi tujuan penelitian ini. dan untuk mempelajari tantangan yang dihadapi manajer dan upaya yang mereka lakukan untuk menyelesaikan tugas mengklasifikasikan dan mengatur item perpustakaan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengklasifikasian dan Penataan Bahan Pustaka di Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama IT Al-Hijrah 2 yaitu: penerapan pengklasifikasian dengan melakukan pendataan buku ke dalam buku induk, menyiapkan buku pedoman DDC dan mengelompokkan buku, penataan dengan melihat nomor klasifikasinya sama dan meletakkan buku tersebut di rak yang sama pula. Pengklasifikasian dan penataan ini belum maksimal karena kendala kurangnya kompetensi SDM dan keterbatasan anggaran. Diharapkan hasil penelitian ini akan dapat memberikan kontribusi kepada perpustakaan SMP IT Al- Hijrah 2 agar semakin meningkatkan kualitas terkhususnya dalam menata dan mengklasifikasikan bahan pustaka.
Pemanfaatan Koleksi Digital oleh Pemustaka di Perpustakaan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia Noni Arischa Lubis; Sakti Ritonga; Khoirul Jamil
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research will discuss how to use digital collections at the Willmar Bisnis Indonesia Polytechnic library located on Jalan Warakauri, Percut Sei Tuan District,DeliSerdangRegency,NorthSumatra.Inthemidstofthewidespreaduse of digital access today, libraries are also affected by the creation of digital collections by libraries as products for today's developments. The research uses qualitative methos and uses 3 ways as data sources, namely interviews, observation, and documentation. Thento determinethesourcesof this researchusingpurposivesampling,namelythesourcesaresoughtbasedonpeople who are considered to understand the object of research the most. The results of this study by interviewing informants can be concluded that users in the wilmar bisnis Indonesia polytechnic library have made good use of digital collections. Penelitian ini akan membahas bagaimana pemanfaatan koleksi digital di perpustakaan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia yang terletak di Jalan Warakauri, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Di tengah maraknya penggunaan akses digital saat ini, perpustakaan juga ikut terpengaruh dengan terciptanya koleksi digital oleh perpustakaan sebagai produk untuk perkembangan zaman sekarang ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan menggunakan 3 cara sebagai sumber data yaitu wawancara, observasi, serta dokumentasi. Kemudian untuk penentuan narasumber dari penelitian ini dengan purposive sampling yang digunakan, yakni narasumber dicari berdasarkan orang yang dianggap paling mengerti tentang objek penelitian. Hasil dari penelitian ini dengan mewawancarai narasumber dapat disimpulkan bahwa pemustaka di perpustakaan Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia sudah memanfaatkan koleksi digital dengan cukup baik.
Al-Qur’an dan Hak Milik: Perspektif Kepemilikan Individu dan Sosial Rahmat; Achmad Abu bakar; Rahmi Damis
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the concept of property rights in the Qur'an through the perspective of individual and social ownership. The type of research used is qualitative which adopts thelibrary research method. The results show that property rights are the authority given to a person to own, manage, and utilize property with the freedom regulated by sharia. Allah established property rights as a means to fulfill the personal and social needs of humans collectively. True ownership (hakiki) belongs to Allah as the Creator and Ruler of all things, while humans only have majazi rights, namely as managers who are given the mandate to utilize property according to His will. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep hak milik dalam al-Qur’an melalui prespektif kepemilikan individu dan sosial. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang mengadopsi metode penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak milik merupakan kewenangan yang diberikan kepada seseorang untuk memiliki, mengelola, dan memanfaatkan harta benda dengan kebebasan yang diatur oleh syariat. Allah menetapkan hak milik sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial manusia secara kolektif. Kepemilikan sejati (hakiki) adalah milik Allah sebagai Pencipta dan Pengatur segala sesuatu, sementara manusia hanya memiliki hak majazi, yakni sebagai pengelola yang diberi amanah untuk memanfaatkan harta sesuai kehendak-Nya.
Konstruksi Etika Berpakaian Wanita dalam Pemikiran Hasbi Ash-Shiddiqi dan Tradisi Sumbang Duo Baleh: Studi Tafsir dan Budaya Minangkabau Muhammad Raffin Althafullayya; Ali Akbar; Suci Cahyani; Rizka Fadzillah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the construction of women's dress code in Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqi's Tafsir An-Nur and its compatibility with the concept of Sumbang Duo Baleh, especially Sumbang Bapakian, in the Minangkabau tradition. Through descriptive qualitative approach and comparative analysis, this study explores the similarities and differences between the two concepts in maintaining the value of modesty and honour of women. The results show that the principle of modest dress in Islam, as explained by Ash-Shiddiqi, is in line with local Minangkabau norms that emphasise the importance of keeping the aurat as a form of self-respect and social responsibility. While Ash-Shiddiqi offers flexibility in the face of modernity, Sumbang Duo Baleh tends to maintain a conservative approach. This analysis is expected to provide new insights for the Minangkabau Muslim community to integrate cultural and religious values harmoniously in their identity in the global era. Penelitian ini mengkaji konstruksi etika berpakaian wanita dalam tafsir An-Nur karya Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqi dan kesesuaiannya dengan konsep Sumbang Duo Baleh, khususnya Sumbang Bapakian, dalam tradisi Minangkabau. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis komparatif, penelitian ini menggali persamaan serta perbedaan antara kedua konsep dalam menjaga nilai kesopanan dan kehormatan perempuan. Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip berpakaian sopan dalam Islam, sebagaimana dijelaskan Ash-Shiddiqi, sejalan dengan norma lokal Minangkabau yang menekankan pentingnya menjaga aurat sebagai bentuk penghormatan diri dan tanggung jawab sosial. Kendati Ash-Shiddiqi menawarkan fleksibilitas dalam menghadapi modernitas, Sumbang Duo Baleh cenderung mempertahankan pendekatan konservatif. Analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi masyarakat Muslim Minangkabau untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan agama secara harmonis dalam identitas mereka di era global.
Analisis Penerimaan Teknologi Mendeley Oleh Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Menggunakan Technology Acceptance Model Murni Pranasari; Retno Sayekti; M. Nasihudin Ali
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun Sinergisitas antara Sains dan Nilai-Nilai Agama (Inovasi Pembelajaran dalam Pendidikan Islam dalam Perpektif Ontologis, Epistimologis, dan Aksiologis) Abd. Warits
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 1 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines efforts to build synergy between science, religious values, and learning innovation in Islamic education through ontological, epistemological, and axiological approaches. This study departs from the reality that the separation between science and religion often creates a dichotomy that hinders the development of holistic science and transformative education. Ontologically, this article highlights the harmony of the nature of science and religion as a means of understanding truth that comes from God. In the epistemological realm, synergy can be achieved by formulating an integrative scientific paradigm that recognizes revelation as a source of knowledge that complements reason and empirical experience. Axiologically, this collaboration produces knowledge that is not only technical, but also meaningful, provides real benefits for the benefit of humanity, and encourages the renewal of learning methods based on spiritual values. This research uses a qualitative approach with in-depth literature analysis, including classical and modern Islamic texts, philosophical theories of science, and contemporary learning innovation models. The results of the study show that the integration of science, religion and learning innovation can be the foundation for developing Islamic education that is more contextual, adaptive and relevant, especially in responding to the challenges of the times. This article contributes to strengthening the Islamic education paradigm which not only integrates spiritual and scientific values, but also presents creative learning approaches to form complete humans. The synergy of science, religion and learning innovation is a strategic step in realizing a civilization that is just, sustainable and oriented towards the benefit of the people. Artikel ini mengkaji upaya membangun sinergisitas antara sains, nilai-nilai agama, dan inovasi pembelajaran dalam pendidikan Islam melalui pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Kajian ini berangkat dari realitas bahwa pemisahan antara sains dan agama sering kali menciptakan dikotomi yang menghambat pengembangan ilmu pengetahuan yang holistik dan pendidikan yang transformatif. Secara ontologis, artikel ini menyoroti keselarasan hakikat sains dan agama sebagai sarana untuk memahami kebenaran yang bersumber dari Tuhan. Dalam ranah epistemologis, sinergisitas dapat dicapai dengan merumuskan paradigma keilmuan integratif yang mengakui wahyu sebagai sumber pengetahuan yang melengkapi akal dan pengalaman empiris. Aksiologis, kolaborasi ini menghasilkan ilmu yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga bermakna, memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan umat manusia, dan mendorong pembaruan metode pembelajaran berbasis nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur yang mendalam, mencakup teks-teks keislaman klasik dan modern, teori filsafat ilmu, serta model inovasi pembelajaran kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains, agama, dan inovasi pembelajaran dapat menjadi fondasi pengembangan pendidikan Islam yang lebih kontekstual, adaptif, dan relevan, terutama dalam menjawab tantangan zaman. Artikel ini berkontribusi pada penguatan paradigma pendidikan Islam yang tidak hanya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan keilmuan, tetapi juga menghadirkan pendekatan pembelajaran kreatif untuk membentuk manusia paripurna. Sinergisitas sains, agama, dan inovasi pembelajaran menjadi langkah strategis dalam mewujudkan peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Konsep Kewarisan Antar Kerabat Beda Agama dalam Undang-Undang Keluarga Muslim Kontemporer Tutut Sartika Siregar
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of inheritance law is part of family law which plays an important role, determining the system and form of law that applies in society. Inheritance is also one of the fiqh issues that is always developing in line with the problems faced by Muslims and the views of contemporary ulama regarding the benefits that can be derived from the implementation of the practice of inheritance from different religions. Inheritance law is a rule that regulates human relations regarding the assets left behind by an heir who has died. There are certainly differences between a Muslim and a person of a different religion. One context that is widely discussed in the inheritance system is the right to inherit, where this right is considered a human right of every individual because it is an integral part of freedom and justice. The right to inherit reflects recognition of ownership rights and hereditary rights, but the right to inherit can also be hindered by religious differences. Perlaksanaan hukum waris merupakan bagian dari hukum keluarga yangmemegang peranan penting, menentukan sistem dan bentuk hukum yang berlaku dalam masyarakat. Waris juga merupakan salah satumasalah fiqh yang selalu mengalami perkembangan seiring dengan masalah yangdihadapi umat muslim serta pandangan ulama kontemporer tentang adanyamaslahat yang dapat diambil dari berlakunya praktek waris beda agama ini. Hukum kewarisan merupakan aturan yang mengatur hubungan sesama manusia terkait dengan harta yang di tinggalkan oleh si pewaris yang telah meninggal dunia. Kewarisan antara seorang muslim dengan orang yang berbeda agama tentunya ada perbedaan.Salah satu konteks yang banyak dibicarakan pada sistem pewarisan ialah tentang hak mewarisi, yang mana hak ini dianggap sebagai hak asasi setiap individu karena bagian integral dari kebebasan dan keadilan. Hak mewarisi mencerminkan pengakuan terhadap hak kepemilikan serta hak keturunan, namun hak mewarisi dapat pula terhalang oleh sebab perbedaan agama.
Pembelajaran PAI Berbasis Aswaja dalam Membangun Perilaku Religius Siswa Kelas VII di SMP Nasyrul Ulum Tahun 2022/2023 Desa Aengdake Kec. Bluto Kab. Sumenep Achmad Maulidi; Ainiyah; Lailul Ilham
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 8 No. 2 (2024): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aswaja-based PAI learning is carried out based on the Aswaja values, namely Tawassuth, Tawazzun, Tasammuh and I'tidal. These four characters are instilled using different methods, namely by guidance, habituation and example, which are carried out in different ways, namely some are taught through activities and some are through guidance by providing direction and motivation. The problem raised in this research is, Aswaja-Based PAI Learning in Building the Religious Behavior of Class VII Students at Nasyrul Ulum Middle School, as well as what are the supporting and inhibiting factors in the process of building students' religious character. This research uses a qualitative field approach, collecting data through interviews, observation and documentation methods. From this method, researchers then process and analyze to obtain data or information. The subjects of this research were taken from 4 informants, school principals, PAI teachers, Aswaja subject teachers and students. For data validity, researchers used data triangulation and techniques. Aswaja-based PAI learning in developing religious behavior is carried out using several methods, namely: 1). Guidance and motivation methods. 2). Habituation method, where students are required to take part in religious activities that are routinely held every day or incidentally. Among the religious activities at school, both daily and incidental. 3). The exemplary method, namely the participation of teachers in every religious activity at school. The supporting factors in this case are completeness of infrastructure, support from the religious environment around the school, and support from student parents. As for the inhibiting factor in this case, some teachers understand how important it is to develop religious behavior based on Aswaja values Pembelajaran PAI berbasis Aswaja dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai Aswaja yaitu Tawassuth, Tawazzun, Tasammuh dan I’tidal. Keempat karakter ini ditanamkan dengan metode yang berbeda-beda yaitu dengan metode bimbingan, pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan dengan cara berbeda-beda juga yaitu ada yang diajarkan melalui kegiatan dan ada juga yang melalui bimbingan dengan memberikan arahan dan motivasi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah, Pembelajaran PAI Berbasis Aswaja Dalam Membangun Perilaku Religius Siswa Kelas VII Di SMP Nasyrul Ulum, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam proses membangun karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan, dengan pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Dari metode ini, lalu peneliti mengolah dan menganalisis untuk memperoleh data atau informasi. Subjek penelitian ini diambil dari 4 informan, kepala sekolah, guru PAI, guru mata Pelajaran Aswaja serta siswa. Untuk keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi data dan tehnik. Adapun Pembelajaran PAI Berbasis Aswaja Dalam Membangun Perilaku Religius dilakukan dengan beberapa metode, yaitu: 1) Metode bimbingan dan motivasi. 2) Metode` pembiasaan, dimana anak didik itu diwajibkan mengikuti kegiatan keagamaan yang rutin diadakan setiap hari maupun insidentil. Diantara kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah, baik itu harian maupun yang insidentil. 3) Metode ketauladanan, yaitu keikutsertaan para guru dalam setiap kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah. Adapun faktor pendukung dalam hal ini adalah kelengkapan sarana prasarana, dukungan dari lingkungan sekitar sekolah yang agmis, dan dukungan dari wali murid. Adapun untuk faktor penghambat dalam hal ini adalah pemahaman sebagian guru betapa pentingnya membangun perilaku religious yang berlandaskan nilai-nilai Aswaja