cover
Contact Name
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan
Contact Email
admin@sinergi.or.id
Phone
6281289935858
Journal Mail Official
admin@sinergi.or.id
Editorial Address
Jl. Cikini Raya No.9, RT.16/RW.1, Cikini Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 27754944     DOI : https://doi.org/10.62016/jrkpk
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Riset Kualitatif dalam Promosi Kesehatan adalah publikasi ilmiah yang berkomitmen untuk memajukan pemahaman tentang berbagai aspek kesehatan masyarakat melalui pendekatan kualitatif. Jurnal ini mendukung dan menyajikan kontribusi orisinal yang berkualitas tinggi dalam bentuk riset kualitatif yang memperkaya pemahaman kita tentang faktor-faktor yang memengaruhi promosi kesehatan. Berikut adalah ruang lingkup Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan: 1. Metode Kualitatif dalam Riset Kesehatan: Jurnal ini memfokuskan diri pada penerapan metode kualitatif dalam konteks riset kesehatan. Kontribusi yang mengeksplorasi dan mengevaluasi pendekatan kualitatif yang inovatif, seperti studi kasus, fenomenologi, etnografi, dan grounded theory, sangat diterima. 2. Analisis Kualitatif dalam Konteks Kesehatan Masyarakat: Memahami cara-cara analisis kualitatif dapat diterapkan untuk menyelidiki isu-isu kesehatan masyarakat. Ini termasuk analisis tematik, content analysis, dan teknik analisis kualitatif lainnya untuk menggali makna dalam konteks promosi kesehatan. 3. Pendekatan Interdisipliner: Mendorong penelitian yang mengintegrasikan konsep dan metode dari berbagai disiplin ilmu, seperti antropologi, sosiologi, psikologi, dan komunikasi, untuk memberikan wawasan holistik terhadap permasalahan kesehatan masyarakat. 4. Promosi Kesehatan Masyarakat: Jurnal ini menyambut kontribusi yang mengeksplorasi dan memahami berbagai strategi promosi kesehatan masyarakat, termasuk kampanye penyuluhan, edukasi kesehatan, dan intervensi komunitas. 5. Determinan Kesehatan: Artikel yang mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, termasuk sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan, diterima dengan baik. 6. Inovasi dalam Intervensi Kesehatan: Jurnal ini menyajikan riset yang membahas inovasi dalam intervensi kesehatan berbasis kualitatif, yang dapat memberikan pandangan yang lebih dalam terhadap keefektifan dan penerimaan oleh masyarakat. 7. Evaluasi Program: Kontribusi yang mengevaluasi program promosi kesehatan menggunakan pendekatan kualitatif, termasuk pemahaman masyarakat terhadap program tersebut dan dampaknya, sangat dihargai.
Articles 42 Documents
Analisis Sistem Pengelolaan Sampah Medis di RSUD Kabelota Donggala Nur, Eva; Hamida, Hamida
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i1.351

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana analisis sistem pengelolaan sampah medis di RSUD Kabelota Donggala. Adapun sistem pengelolaan tersebut yaitu pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan dan pemerosesan akhir. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif yaitu wawancara mendalam dan observasi. Jumlah informan sebanyak 8 orang. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2022. Hasil penelitian bahwa pemilahan sampah medis dan non medis sudah dipisahkan. Pengumpulan sampah medis sudah dilakukan untuk jarum suntik di sefty box, sampah medis kantong plastik kuning, sampah non medis kantong plastik hitam. Pengangkutan dilakukan menggunakan troly dan pengangkutan belum memiliki jalur khusus. Pengelolaan di pihak ketigakan karena incenerator belum ada izin operasional. Pemerosesan akhir sampah diangkut pihak ketiga 6 bulan sekali dan terkadang 1 tahun. Kesimpulan bahwa dari lima proses pengelolaan sampah RSUD Kabelota Donggala tiga proses sistem yang belum berjalan dengan baik, yaitu pengangkutan, pengelolaan dan pemerosesan akhir. Saran diharapkan agar menindaklanjuti TPS yang tidak bisa menampung Sampah medis yang dihasilkan dan menindaklanjuti kerjasama dengan pihak ketiga terkait dengan frekuensi pengangkutan dan pengambilan sampah medis.
Pengaruh Mutu Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien Poli Gigi di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu: Effect of Service Quality on Patient Satisfaction in Dental Clinics In General Hospitals Anutapura Palu Ariandini, Maya; Sudirman, Sudirman
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i1.352

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan menunjukan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan. Mutu layanan kesehatan di rumah sakit perlu dilakukan pengukuran yaitu, pengukuran setiap dimensi mutu layanan kesehatan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien yang diberikan layanan. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya diketahuinya pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien di Poli Gigi di Rumah Sakit Umum Anutapura Kota Palu
Analisis Kualitas Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tete Kabupaten Tojo Una-Una: Analysis of the Quality of Refillable Drinking Water in the Working Area of the Tete Community Health Center, Tojo Una-Una Regency Afifa, Nur; Miswan, Miswan; Tasya, Zhanaz
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i1.353

Abstract

Latar belakang: Air minum adalah air yang secara kualitas memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum, baik melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan. Parameter fisika meliputi salah satunya rasa dan bau dan masuk dalam Permenkes No. 492/Menkes/PER/IV/2010. Air menjadi media yang sangat baik bagi transmisi berbagai mikroorganisme. Kandungan total bakteri Coliform dan Escherichia Coli merupakan parameter wajib penentuan kualitas air minum secara mikrobiologi. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/Menkes/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum dengan kadar bakteri Echerchia Coli maksimum yang diizinkan adalah 0 per 100 ml sampel. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kualitas air minum isi ulang yang di Wilayah Kerja Puskesmas Tete Kabupaten Tojo Una – Una. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Tete Kabupaten Tojo Una – Una Metode: Jenis Penelitian ini adalah penelitian Experimen dengan menggunakan pendekatan Observasional yang bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum isi ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tete Kabupaten Tojo Una-Una. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa secara organoleptik depot air minum di Wilayah Kerja Puskesmas Tete Kabupaten Tojo Una-Una melakukan proses pengolahan air yang baik dan sesuai standar yang ditetapkan dalam Permenkes No. 492/Menkes/PER/IV/2010, yaitu air minum memiliki bau air minum layak konsumsi. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa 13 depot air minum isi ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tete pada bakteri E.Coli adalah 0 per 100 ml sampel. Sedangkan hasil uji laboratorium pada bakteri Coliform di 13 depot air minum isi ulang di Wilayah Kerja Puskesmas Tete terdapat 4 depot yang positif mengandung bakteri Coliform yakni Depot Uwelino KJL Mineral sebanyak 5/100 ml, Depot Nutrini Fara sebanyak 124/100 ml, Depot Rasya sebanyak 60/100 ml dan Depot Khusnul Yaqin sebanyak 5/100 ml. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa 9 depot lainnya negatif mengandung bakteri Coliform.Diperlukan pengawasan yang ketat dari Instansi terkait seperti Puskesmas setempat, Dinas Kesehatan dan BPOM terhadap depot air minum isi ulang dan Produsen pemilik DAMIU harus lebih memperhatikan higiene dan sanitasi depot untuk mencegah adanya kontaminasi bakteri Coliform pada AMIU yang dijual.
Evaluasi Penerapan Testing, Tracking, Treatment (3T): Studi Kualitatif: Evaluation of the Implementation of Testing, Tracking, Treatment (3T): Qualitative Study Manasai, Hartini
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i1.354

Abstract

Latar belakang: Melonjaknya covid-19 di indonesia sehingga Kementrian Kesehatan RI menerapkan 3 T (Testing, Tracking, Treatment) yang merupakan bagian dari penanganan covid-19 tetapi di sulawesi tengah khususnya kota palu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pencegahan covid-19 dengan menerapkan Testing, Tracking, Treatment (3T) di UPTD Puskesmas Talise. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yaitu pengamatan, wawancara mendalam (depthinterview) dan dokumentasi. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah 1 Kasubag Survailens Puskesmas Talise, 1 Kepala Puskesmas Talise, dan 1 Kasubag Survailens Dinas Kesehatan Kota Palu. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa Input dalam penelitian ini meliputi; SDM, Sumber Pendanaan, Sarana/Prasarana dan Dasar Hukum di UPTD Puskesmas Talise sudah cukup baik dan sudah sesuai target yang diberikan walaupun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pencaian proses input ini. Proses dalam penelitian ini yaitu urutan penerapan 3T di UPTD Puskesmas Talise dalam hal ini yaitu penerapan 3T diseluruh wilayah kerja UPTD Puskesmas Talise sudah cukup baik walaupun ada beberapa kendala atau faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Output dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai dalam penanganan covid-19 dengan menerapkan 3T, yang menjadi indikator dari capaian 3T ini yaitu berhasil atau tidaknya menekan angka penyebaran covid-19. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan 3T di UPTD Puskesmas Talise dalam hal ini yaitu penerapan 3T diseluruh wilayah kerja UPTD Puskesmas Talise sudah cukup baik walaupun ada beberapa kendala atau faktor penghambat dalam pelaksanaannya.
Sistem Pegelolaan Sampah Pasar: Market Waste Management System Fahri, Moh
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i1.355

Abstract

Latar belakang: Sampah merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan, karena dalam semua aspek kehidupan selalu menghasilkan sampah khususnya pada tempat-tempat umum seperti pasar. Sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan khususnya bagi Pasar Masomba yang berada di Kota Palu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari mengenai pengelolahan sampah di Pasar Masomba keluraha Tatura Utara Kecamatan Palu selatan Kota Palu. Metode: Jenis penelitian merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan terhitung Mei-Juni, 2022. Informan dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling yaitu terdiri dari Tukang Sampah sebagai informan kunci, Pedagang sebagai informan biasa dan pengunjung sebagai informan tambahan. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di pasar masomba dapat dikatakan belum maksimal karena dari segi pembuangan sementara (TPS) hanya satu yang terlekat di dekat penjual ayam di pingir jalan, dan seharusnya juga petugas pengangkutan sampah harus berjalan ke tengah-tengah lokasi pasar guna untuk mengangkut sampah-sampah yang berada di penjual sayur, maupun penjual ikan karna di dua lokasi tersebut lebih dominan banyak sampahnya di banding penjual baju. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan pengelolaan sampah di pasar masomba belum maksimal karena dari segi pembuangan sementara (TPS) hanya satu yang terlekat di dekat penjual ayam di pingir jalan.
Barriers and Mitigation Strategies in Stigma toward Infectious Diseases: Psychological, Social, and Healthcare Implications Maulia, Jihan Tasyabitah Tri
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i2.654

Abstract

Stigma associated with infectious diseases presents a significant barrier to healthcare access, treatment adherence, and overall well-being. This study systematically examines the psychological, social, economic, and healthcare-related consequences of stigma, emphasizing its impact on individuals diagnosed with HIV, tuberculosis, and COVID-19. A comprehensive literature review was conducted across multiple academic databases, focusing on peer-reviewed studies published within the last ten years. Findings indicate that stigma contributes to heightened mental health challenges, including anxiety, depression, and social isolation, while also negatively influencing employment and healthcare-seeking behaviors. Systemic factors, including policy deficiencies, cultural beliefs, and media representation, further perpetuate stigma and hinder effective intervention efforts. Successful stigma-reduction programs highlight the importance of community engagement, educational campaigns, and healthcare provider training in fostering a more inclusive environment for affected individuals. The study underscores the necessity of policy reforms that protect patient confidentiality and promote non-discriminatory healthcare practices. Future research should explore culturally specific interventions and longitudinal assessments of stigma-related experiences to enhance public health strategies. Addressing stigma requires a multifaceted approach integrating policy, education, and community-driven initiatives to improve health outcomes and quality of life for individuals with infectious diseases.
Improving Student Health Through PHBS Education: Strategies, Challenges, and Future Directions for Better Welfare Ashar, Muhammad Rizki
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i2.655

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) education is an essential public health strategy for improving hygiene, nutrition, and physical activity among students. This study examines the effectiveness of PHBS educational interventions in promoting behavioral change while identifying key challenges that hinder implementation. A systematic review methodology was employed to assess relevant literature from academic databases, focusing on studies that evaluate school-based health education programs. The results indicate that structured interventions, including interactive learning, digital education, and community engagement, significantly enhance students' adherence to PHBS principles. However, barriers such as inadequate infrastructure, socio-cultural resistance, and inconsistent policy enforcement continue to limit program effectiveness. The discussion highlights the need for improved resource allocation, policy integration, and innovative educational approaches to address these challenges. Additionally, multi-sectoral collaboration among schools, health professionals, and policymakers is crucial in ensuring sustainable PHBS education. This study emphasizes the importance of integrating health education into national curricula and adopting evidence-based interventions to promote long-term behavioral change. Future research should explore scalable PHBS education models and assess their impact across diverse socio-economic settings. Strengthening PHBS education through policy support and interdisciplinary collaboration is essential in fostering a healthier generation and addressing public health concerns in educational environments.
Family Involvement in Mental Health Recovery: Systemic Barriers and Supportive Strategies for Enhancing Treatment Adherence and Outcomes Handayani, Annisa Awalia
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i2.656

Abstract

Taxation policies, digital economy expansion, and sustainability initiatives are key determinants of global economic growth. This study investigates their combined impact through a qualitative case study in Indonesia. The research employs in-depth interviews with academics, economists, policymakers, and business leaders to explore how these factors shape economic development. Findings reveal that taxation policies significantly influence investment and consumption, with excessive tax burdens potentially stifling economic growth. The rise of the digital economy has reshaped labor markets, leading to both employment displacement and new job opportunities requiring digital competencies. Sustainability policies, while essential for long-term economic stability, necessitate inclusive strategies to avoid disproportionately affecting vulnerable populations. The study contributes to the existing body of knowledge by highlighting the interconnectedness of fiscal, digital, and sustainability policies in driving economic growth. It emphasizes the need for policymakers to design balanced tax structures, invest in digital skills development, and implement sustainability policies that promote equitable economic progress. Future research should assess long-term trends in taxation, digital transformation, and sustainability on macroeconomic stability and social equity.
Climate Change and the Global Expansion of Dengue Fever: Epidemiological Trends and Public Health Challenges Budiman
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v1i2.658

Abstract

Climate change has significantly influenced the transmission dynamics of dengue fever, particularly through rising temperatures, increased precipitation variability, and higher humidity levels. This study systematically examines the relationship between climate variability and dengue epidemiology, highlighting the expansion of Aedes aegypti vectors into previously non-endemic regions. A systematic literature review was conducted using PubMed, Scopus, and Google Scholar to analyze peer-reviewed studies published in the past decade. Key findings indicate that higher temperatures accelerate mosquito development and viral replication, leading to a shorter extrinsic incubation period. Additionally, fluctuating rainfall patterns create optimal breeding conditions, increasing the density of mosquito populations and dengue incidence rates. The results underscore the necessity for climate-adaptive public health policies, improved urban planning, and proactive vector control measures to curb disease transmission. Climate-based early warning systems, environmental management strategies, and interdisciplinary research integrating climatology and epidemiology are critical in mitigating future outbreaks. Given the escalating global burden of dengue fever, urgent and sustained efforts are required to address the challenges posed by climate change and safeguard vulnerable populations against increasing health risks.
Culturally Adapted and Digital Media Interventions for HIV Prevention: A Narrative Review Arwan
Jurnal Riset Kualitatif dan Promosi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/jrkpk.v2i1.659

Abstract

HIV/AIDS prevention campaigns rely on effective communication strategies to enhance public awareness, promote behavioral change, and increase healthcare accessibility. This study examines the impact of culturally tailored interventions, digital media campaigns, and school-based education in advancing HIV prevention efforts. A systematic literature review was conducted using multiple academic databases, focusing on peer-reviewed studies that analyze the effectiveness of health messaging in diverse socio-cultural contexts. Findings reveal that culturally resonant communication strategies significantly improve engagement and reduce stigma, particularly among marginalized populations. Digital media interventions, including social media campaigns and mobile health applications, enhance outreach and increase HIV testing and preventive behaviors. School-based and peer-led educational programs reinforce knowledge retention and foster positive attitudes toward HIV prevention. However, systemic barriers such as economic disparities, stigma, and healthcare accessibility continue to challenge the effectiveness of communication campaigns. To address these challenges, policy interventions must focus on integrating culturally relevant messaging, expanding digital health resources, and strengthening multi-sector collaborations. Future research should explore innovative digital health solutions and longitudinal assessments of communication strategies to enhance their efficacy. By incorporating these elements, HIV prevention campaigns can achieve greater inclusivity and effectiveness in reducing transmission rates and improving public health outcomes.