cover
Contact Name
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
Contact Email
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
First floor of C1 Building, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
ISSN : -     EISSN : 26854929     DOI : https://doi.org/10.15294/sosiolium
Core Subject : Education,
This journal provides space for academic and critical thinking to explore social studies learning (Pendidikan IPS--Junior high school course). Subjects suitable for publication include but not limited to; - Social studies Education (Pendidikan IPS--Junior high school course) - Learning media issues in Social studies - Learning model issues in Social studies - Innovation in social studies learning.
Articles 46 Documents
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA VIII-C SMPN 27 SEMARANG Nadin Kalista Pratana; Wahyu Indah Lestari; Sriyono
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.22290

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar  siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran ular tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang. Data penelitian ini diperoleh melalui melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran ular tangga pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang pada setiap siklus. Hasil belajar  siswa mengalami peningkatan dari siklus I dengan persentase ketuntasan secara klasikal 62,50% dengan rata-rata siswa mencapai 79,38. Pada siklus II persentase ketuntasan secara klasikal meningkat menjadi 84,38% dengan rata-rata siswa mencapai 83,22. The research was conducted with the aim of improving the learning outcomes of students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang through the Problem Based Learning model assisted by snake and ladder learning media. The type of research used was classroom action research consisting of 2 cycles, each cycle carried out through 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were all students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang. The research data were obtained through tests, observations, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the application of the Problem-Based Learning model assisted by the snake and ladder learning media in social studies lessons could improve the learning outcomes of students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang in each cycle. Student learning outcomes improved from cycle I with a classical mastery rate of 62.50% and an average student score of 79.38. In cycle II, the classical mastery rate increased to 84.38% with an average student score of 83.22, as well as significant improvements in student activity, learning motivation, and involvement.  
POTENSI WADUK GEMBONG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAN PEMANFAATANNYA BAGI ANAK SEKOLAH DASAR Anisa Fitri Novia; Ika Oktavianti
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.28486

Abstract

Waduk Gembong adalah sumber daya alam yang memiliki potensi besar sebagai tempat belajar sejarah bagi siswa sekolah dasar. Selain berfungsi untuk mengelola air, waduk ini juga menyimpan nilai-nilai sejarah penting terkait pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi potensi Waduk Gembong sebagai sumber belajar sejarah dan bagaimana penggunaannya dapat membantu siswa memahami pentingnya konservasi dan pengelolaan lingkungan. Dengan pendekatan interaktif, siswa dapat belajar tentang sejarah pembangunan waduk, peran ekologisnya, dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Materi pembelajaran yang dikembangkan mencakup kunjungan lapangan, diskusi kelompok, dan proyek, sehingga siswa tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan serta meningkatkan kesadaran mereka tentang perlunya menjaga dan melestarikan lingkungan. Gembong Reservoir is a natural resource that has great potential as a place to learn history for elementary school students. In addition to its function to manage water, this reservoir also holds important historical values related to the development and management of natural resources in Indonesia. This study aims to explore the potential of Gembong Reservoir as a source of learning history and how its use can help students understand the importance of environmental conservation and management. With an interactive approach, students can learn about the history of the reservoir's construction, its ecological role, and its impact on the surrounding community. The learning materials developed include field visits, group discussions, and projects, so that students not only learn about history, but also foster a love for the environment and increase their awareness of the need to protect and preserve the environment. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER JUJUR DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 5 SEMARANG Rico Novir; Muh Sholeh
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i2.31468

Abstract

Globalisasi telah secara signifikan memengaruhi nilai-nilai moral generasi muda, khususnya kejujuran.Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi hal yang mendesak untuk diterapkan di lingkungan sekolah, salah satunya melalui pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter jujur di SMP Negeri 5 Semarang yang telah menjalankan program Sekolah Jujur Sekolah Saya (SJSS), strategi guru IPS dalam menanamkan nilai kejujuran, serta faktor pendukung dan penghambat program tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru IPS, koordinator program SJSS, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai jujur dilakukan melalui integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, pelantikan agen SEMAI, serta berbagai program pendukung. Dukungan kepala sekolah, orang tua, dan antusiasme siswa menjadi faktor pendorong, sedangkan tantangan datang dari karakter siswa dan pengaruh lingkungan. Program SJSS menunjukkan dampak positif dalam membentuk budaya kejujuran di sekolah. Globalization has significantly affected the moral values of young generations, particularly honesty. Thus, character education becomes essential in schools, especially through Social Studies learning. This study aims to analyze the implementation of honest character education in SMP Negeri 5 Semarang through the “Honest School, My School” (SJSS) program. It investigates teachers’ strategies in instilling honesty and the supporting and inhibiting factors. This research applied a qualitative descriptive method using observations, interviews, and documentation. Informants included school principals, social studies teachers, SJSS program coordinators, and students. The findings revealed that honest character education was implemented through the integration of honesty values in learning, the inauguration of SEMAI agents, and various supporting programs. Support from school leaders, parents, and students' enthusiasm were significant enablers, while challenges stemmed from student diversity and external influences. The SJSS program positively influenced the cultivation of honesty in the school environment.   
INTEGRASI NILAI KEWARGANEGARAAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA SEKOLAH DASAR Ayu Ida Royani Silalahi; Putri Abdillah Allatiifah; Yona Wahyuningsih
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.36524

Abstract

Kedisiplinan siswa Sekolah Dasar merupakan prasyarat utama terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis kerangka kerja implementasi nilai kewarganegaraan dan tanggung jawab melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna meningkatkan disiplin siswa. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual/tinjauan literatur sistematis terhadap temuan empiris dan teoretis terkini dalam pedagogi IPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan disiplin dipengaruhi oleh tiga pilar strategi: (1) internalisasi tanggung jawab sebagai kesadaran moral (amanah); (2) strategi guru sebagai agen moral melalui keteladanan dan bimbingan kontekstual; dan (3) penggunaan model pembelajaran inovatif seperti Problem-Based Learning (PBL) dan studi kasus yang menuntut akuntabilitas proses. Keberhasilan implementasi membutuhkan konsistensi pedagogis dan kolaborasi aktif antara sekolah, guru, dan orang tua.  Student discipline in Elementary School (SD) is a crucial prerequisite for creating a conducive learning environment. This study aims to synthesize an implementation framework integrating citizenship and responsibility values through Social Studies (IPS/IPAS) learning to enhance student discipline. The method employed is a conceptual review/systematic literature review of recent empirical and theoretical findings in IPS pedagogy. The findings indicate that discipline improvement is driven by three strategic pillars: (1) the internalization of responsibility as moral awareness (trust/mandate); (2) teacher strategies as moral agents through modeling and contextual guidance; and (3) the application of innovative learning models such as Problem-Based Learning (PBL) and case studies that demand process accountability. Successful implementation requires pedagogical consistency and active collaboration among the school, teachers, and parents.  
UPAYA MENJAGA WARISAN BUDAYA DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Fahmi Zulfa Fadilla, Hikmah Alfiyah, Maftucha
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.39583

Abstract

Globalization brings complex changes that challenge the sustainability of cultural heritage in Indonesia. This raises concerns about cultural uniformity, the shift of traditional values towards more individualism, and the declining attention of the younger generation to local wisdom. This study aims to explore ways to preserve national cultural heritage amidst the rapid flow of globalization. The method used is desk research with qualitative data analysis through data reduction and drawing conclusions from various relevant sources. The research findings indicate that efforts to preserve cultural heritage require strong collaboration between government policies, such as Law No. 5 of 2017, active community involvement, and the role of cultural communities. In addition, the use of digital technologies such as 3D documentation, social media, and innovations such as Augmented Reality (AR) are important tools in promoting culture to generations Z and Alpha. The conclusion of this study is that with a comprehensive and adaptive approach, globalization does not have to destroy local identity, but can be a means of revitalization to ensure cultural heritage remains relevant for future generations.
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS GAMIFIKASI DI SEKOLAH DASAR: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR Shafiyyah Wahiddin; Sedya Santosa
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.39830

Abstract

Pembelajaran IPS di sekolah dasar kerap dihadapkan pada permasalahan rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa yang berdampak pada hasil belajar. Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah gamifikasi, yaitu penerapan elemen permainan dalam konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan penelitian terdahulu mengenai dampak pembelajaran IPS berbasis gamifikasi terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti tahapan PRISMA. Artikel dikumpulkan dari beberapa basis data ilmiah bereputasi dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif serta tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa gamifikasi dalam pembelajaran IPS cenderung meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, seperti pemahaman konsep dan pencapaian akademik, serta memberikan dampak positif pada aspek afektif, termasuk motivasi, minat, dan partisipasi belajar. Namun demikian, keberhasilan penerapan gamifikasi sangat bergantung pada perencanaan pembelajaran dan kompetensi guru. Dapat disimpulkan bahwa gamifikasi berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar jika diimplementasikan secara tepat dan berkelanjutan. Social Studies learning in elementary schools often faces challenges related to low student motivation and engagement, which negatively affect learning outcomes. One approach developed to address these challenges is gamification, defined as the integration of game elements into learning contexts. This study aims to systematically analyze previous research findings on the impact of gamification-based Social Studies learning on elementary students’ learning outcomes. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA guidelines. Articles were collected from several reputable academic databases and analyzed using descriptive and thematic approaches. The findings indicate that gamification in Social Studies learning tends to improve students’ cognitive learning outcomes, including conceptual understanding and academic achievement, while also having positive effects on affective aspects such as motivation, interest, and learning participation. However, the effectiveness of gamification largely depends on instructional planning and teachers’ pedagogical competence. It can be concluded that gamification has the potential to serve as an effective instructional strategy in elementary Social Studies learning when implemented appropriately and sustainably.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN LEARNING COMMUNITY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DALAM MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 TEMANGGUNG Erlita Mutiananda; Yadi Suryadi
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i1.10867

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Temanggung di kelas VIII yaitu metode pembelajaran yang digunakan masih berpusat pada guru, sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran dan pemahaman terkait materi pembelajaran. Penerapan metode learning community pada proses pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa dan pemahaman siswa pada materi pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode learning community dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Pre-Experimental. Hasil penelitian ini menunjukkan metode pembelajaran learning community efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII dalam mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Temanggung. Hal ini dibuktikan pada data hasil belajar siswa kelas VIII F dengan nilai mean pretest 40,84 meningkat pada nilai mean posttest sebesar 80,31. Pada uji hipotesis (uji t) diperoleh nilai signifikasi (2-tailed) sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05, yang berarti dalam penelitian ini H0 dinyatakan ditolak dan Ha dinyatakan diterima. 1) penerapan metode learning community dalam berjalan dengan lancar yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran 2) metode pembelajaran learning community efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII dalam mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Temanggung. The problem that occurs in the social studies learning process at SMP Negeri 3 Temanggung in class VIII is that the learning method used is still centered on the teacher, so that students are less active in the learning process and understanding related to the learning material. The application of the learning community method in the learning process is expected to increase student activity and student understanding of the learning material, so that it can improve student learning outcomes. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the learning community method in the learning process. This study uses a quantitative method with a Pre-Experimental research design. The results of this study indicate that the learning community learning method is effective on the learning outcomes of class VIII students in social studies at SMP Negeri 3 Temanggung. This is evidenced by the data on the learning outcomes of class VIII F students with a mean pretest value of 40.84 increasing to a mean posttest value of 80.31. In the hypothesis test (t-test) obtained a significance value (2-tailed) of 0.00 smaller than 0.05, which means that in this study H0 is rejected and Ha is accepted. 
PENGGUNAAN APLIKASI QUIZIZZ SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS BERBASIS TPACK KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 JUWANA Mirna Widiyanti; Lukki Lukitawati
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i1.11404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui penerapan aplikasi quizizz pada siswa kelas VIII dalam pembelajaran IPS berbasis TPACK di SMP N 1 Juwan, (2) untuk mengetahu bagaimana aplikasi quizizz mempengaruhi hasil belajar siswa dalam dalam pembelajaran IPS berbasis TPACK di SMP Negeri 1 Juwana. Penelitian ini menggunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi Experimental Design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling pada siswa kelas VIII A sebagai kelas ekperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang masing masing kelas berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumnetasi, pretest, posttest, dan tindakan. Hasil penelitian dilakukan melalui uji hipotesis kelas eksperimen diketahui bahwa nilai signifakansi (dua tailed) sebesar sebesar 0.000<0,05 yang berarti H0 ditolak Ha diterima. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi quizizz sebagai media pembelajaran IPS berbais TPACK mempengaruhi perbedaan yang signifikan antara perbandingan hasil belajar nilai pretest dan posttest kelas Kontrol dan kelas Eksprerimen pada pembelajaran IPS. This research aims to (1) find out the application of the quizizz application to class VIII students in TPACK-based social studies learning at SMP N 1 Juwan, (2) to find out how the quizizz application influences student learning outcomes in TPACK-based social studies learning at SMP N 1 Juwana . This research uses quantitative research with a Quasi Experimental Design approach. The sampling technique in this research was purposive sampling for students in class VIII A as the experimental class and class VIII B as the control class, with 30 students in each class. Data collection techniques use observation, interviews, documentation, pretest, posttest and action. The results of research carried out through experimental class hypothesis testing show that the significance value (two tailed) is 0.000<0.05, which means that H0 is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that the use of the Quizizz application as a social studies learning medium based on TPACK influences a significant difference between the comparison of pretest and posttest learning outcomes for the Control class and the Experimental class in social studies learning.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN STUDENT CENTER LEARNING (SCL) PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII BERBASIS LITERASI DIGITAL DI SMP NEGERI 2 SALATIGA Lina Amalia Anggraeni; Muh. Sholeh
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i1.22295

Abstract

Peserta didik dalam pembelajaran menunjukkan sikap pasif dan dibutuhkan pendekatan SCL untuk mendorong keaktifan melalui literasi digital dalam mendukung keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, implementasi, tantangan, dan evaluasinya. Metode penelitian kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi dokumen. Teknik keabsahan data peningkatan ketekunan, triangulasi, bahan referensi. Teknik analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verfikasi. Hasil perencanaannya pendekatan SCL, menyusun prota dan prosem, analisis CP TP dan ATP, menyusun modul ajar, menyusun evaluasi pembelajaran, perencanaan digitalisasi, pelatihan guru. Implementasinya sumber belajar digitalisasi, keaktifan peserta didik, kolaborasi dan diskusi, penggunaan digitalisasi, guru sebagai fasilitator dan motivator. Tantangannya kesulitan siswa memahami materi, keterbatasan waktu, akses sinyal.  Evaluasinya asesmen diagnostik, formatif, sumatif, refleksi, pengawasan supervisi. Participants in the learning process show a passive attitude and required an SCL approach to encourage activeness through the use of digital literacy in supporting 21 st century skills. This study aims to describe the planning, implementation, challenges, and evaluation. Qualitative research method case study. Data collection techniques: observation, interviews, document studies. Data validity techniques increased persistence, triangulation, reference materials. Data collection analysis techniques, data reduction, data presentation, verification. The result of the planning of the SCL approach, compiling prota and prosem, CP TP and ATP analysis, compiling teaching modules, compiling learning evaluations, digitalization planning, teacher training.  Implementation of digital learning resources, student activeness, collaboration and discussion, teachers as facilitators and motivators.The challenges are student’s difficulty in understanding the material, time constraints, signal access. The evaluation is diagnostic assessment, formative, summative.  
PENGUATAN LITERASI KEBUDAYAAN LOKAL BERBASIS MEDIA INSTAGRAM KEPADA GEN-Z DI KOTA SEMARANG (STUDI KASUS DENOK KENANG KOTA SEMARANG) Diah Ayu Puji Lestari; Restu Ayu Mumpuni
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i1.27609

Abstract

Literasi kebudayaan adalah kemampuan untuk memahami serta mengenali budaya, baik budaya lokal maupun budaya nasional. Pada era digital saat ini, media sosial seperti Instagram dapat digunakan dalam memperkuat literasi budaya lokal, khususnya bagi Gen-Z yang merupakan pengguna aktif platform tersebut. Namun, mereka cenderung kurang tertarik akan konten budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya dan faktor kendala yang dihadapi oleh Denok Kenang Kota Semarang dalam memperkuat literasi budaya lokal kepada Gen-Z melalui media Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual, pendekatan yang sesuai dengan karakter Gen-Z, dan penerapan Teori Pembelajaran Sosial berperan penting dalam keberhasilan program. Meskipun terdapat kendala perubahan algoritma dan keterbatasan anggaran. Upaya adaptasi, kolaborasi dengan komunitas budaya, serta pemanfaatan konten buatan followers (repost content) menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi budaya lokal melalui media Instagram. Cultural literacy is the ability to understand and recognize culture, both local and national culture. In the current digital era, social media such as Instagram can be used to strengthen local cultural literacy, especially for Gen-Z who are active users of the platform. However, they tend to be less interested in local cultural content. This study aims to examine the efforts and constraining factors faced by Denok Kenang Semarang City in strengthening local cultural literacy to Gen-Z through Instagram media. The research method used is qualitative research method, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that visual strategies, an approach that suits Gen-Z characters, and the application of Social Learning Theory play an important role in the success of the program. Although there are obstacles such as algorithm changes and budget limitations. Adaptation efforts, collaboration with cultural communities, and utilization of content made by followers (repost content) are effective and sustainable solutions in increasing local cultural literacy through Instagram media.