cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso@gmail.com
Phone
08989356510
Journal Mail Official
jurnal@medikasuherman.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Mengabdi
ISSN : 30637120     EISSN : 30630444     DOI : https://doi.org/10.59981/64sh3310
Jurnal Medika Mengabdi menerima naskah original yang berfokus pada hasil pengabdian masyarakat multidisiplin dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Public Service, Community, Local Food Security Pelayanan publik untuk masyarakat, program ketahanan pangan lokal, dan strategi peningkatan ketersediaan serta akses pangan. 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design Pelatihan keterampilan, pengembangan pemasaran produk komunitas, penerapan teknologi tepat guna, dan desain intervensi. 3. Community Empowerment, Social Access Pemberdayaan komunitas, peningkatan akses sosial dan ekonomi, serta peran stakeholder lokal. 4. Underdeveloped Regions Inisiatif pengabdian di wilayah tertinggal atau berkembang, studi kasus, dan evaluasi dampak. 5. Education for Sustainable Development Program pendidikan berkelanjutan, kurikulum pengabdian, serta model pembelajaran untuk pembangunan berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET TAMBAH DARAH DI POSYANDU ILP BANGKINANG Siswanto Pabidang; Yunri Merida; Fitri Rahayu
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/sg2djk57

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan salah satu upaya pencegahan anemia, namun tingkat pengetahuan ibu hamil tentang manfaat dan cara konsumsi TTD masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang konsumsi TTD di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Kelurahan Bangkinang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, dan pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pada 30 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil, di mana sebelum edukasi hanya 36,7% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 80,0%. Edukasi kesehatan efektif meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya konsumsi TTD sebagai upaya pencegahan anemia. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu ILP dalam peningkatan kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN ARTIKULASI MELALUI LATIHAN ORAL MOTOR EXERCISE Sudarman; Gunawan; Setyadi Nugroho
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/j46fj956

Abstract

Komunikasi memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena menjadi sarana penyampaian pesan, maksud, dan kebutuhan. Kelancaran komunikasi dipengaruhi oleh kejelasan bahasa, intonasi, serta ketepatan bunyi tutur. Ketidakjelasan berbahasa dapat menimbulkan gangguan komunikasi, salah satunya gangguan artikulasi. Gangguan ini ditandai dengan penggantian bunyi, hilangnya bunyi tertentu, atau perubahan produksi suara secara keseluruhan. Anak yang aktif dan banyak berinteraksi pun tetap berisiko mengalami gangguan artikulasi, yang dapat menghambat kemampuan mereka menyampaikan kebutuhan dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan PkM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para Kader Kesehatan serta masyarakat Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, mengenai pencegahan gangguan artikulasi melalui latihan Oral Motor Exercise. Sasaran kegiatan meliputi kader kesehatan, orang tua bayi dan balita, serta masyarakat yang peduli pada anak disabilitas. Penyuluhan dilakukan secara tatap muka menggunakan instrumen berupa kuesioner berisi 10 pertanyaan untuk mengukur pemahaman materi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta. Sebelum penyuluhan, sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (66,67%). Setelah penyuluhan, mayoritas mencapai kategori baik (87,33%). Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 3,10 menjadi 7,97 pada post-test. Analisis korelasi menghasilkan nilai p=0.000 yang menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan dan hubungan positif terhadap efektivitas penyuluhan. Penyuluhan mengenai pencegahan gangguan artikulasi melalui Oral Motor Exercise terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Demakan. Peningkatan nilai pre-test ke post-test dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa intervensi ini penting untuk mendukung deteksi serta pencegahan dini gangguan artikulasi pada anak.
EDUKASI SEKSUAL SEHAT DAN BERTANGGUNG JAWAB BAGI REMAJA DI SMKN 1 LOPOK Lina Dewi Anggraeni; Nur Arifatus Sholilah; Fadilah Indriati Arindah; Sisilia Sada Moki
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/8g4m3f90

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan sehingga memerlukan pemahaman yang memadai mengenai kesehatan seksual dan reproduksi. Kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seksual dapat meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko serta masalah kesehatan reproduksi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai edukasi seksual melalui penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan interaktif melalui pretest, penyampaian materi, diskusi, dan posttest pada 30 siswa kelas X dan XI SMKN 1 Lopok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 55,33% sebelum penyuluhan menjadi 86,55% setelah penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi seksual efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan seksual dan reproduksi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MANAJEMEN PASIEN HIPERTENSI MELALUI PENATALAKSANAAN AKUPUNKTUR DI IMMUMTAZAH THERAPY Imrok Atus Sholihah; Hanum Sasmita; Purwanto
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/zs7hfz96

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi kardiovaskular, ginjal, dan serebrovaskular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan pasien dalam manajemen hipertensi melalui edukasi kesehatan, pemantauan tekanan darah, dan penatalaksanaan akupunktur di Immumtazah Therapy Karanganyar. Kegiatan diikuti oleh 30 pasien hipertensi yang memperoleh penyuluhan mengenai faktor risiko, modifikasi gaya hidup, kepatuhan pengobatan, serta terapi akupunktur sebanyak empat sesi mingguan. Rerata tekanan darah sistolik menurun dari 154,6 ± 10,2 mmHg menjadi 141,3 ± 8,7 mmHg, sedangkan rerata tekanan darah diastolik menurun dari 95,4 ± 6,8 mmHg menjadi 87,2 ± 5,9 mmHg setelah intervensi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman dan kepatuhan dalam menerapkan pola hidup sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan edukasi dan akupunktur dapat mendukung pengelolaan hipertensi berbasis komunitas sebagai pendamping pelayanan standar.
EDUKASI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA MITQ AL KAUTSAR SURAKARTA Jatmiko Rinto Wahyudi; Hanum Sasmita; Chusnul Zulaika
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/540kmd63

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan serangkaian perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan individu maupun lingkungan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit menular akibat rendahnya penerapan kebiasaan hidup bersih da n sehat. Hasil observasi di MITQ Al Kautsar Surakarta menunjukkan masih terdapat siswa yang belum menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, dan memilih jajanan sehat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai PHBS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2026 di MITQ Al Kautsar Surakarta dengan melibatkan 27 siswa yang hadir sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan melalui ceramah, diskusi, dan pemutaran video edukatif mengenai PHBS. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 27 peserta, sebanyak 20 siswa (74,07%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti edukasi, sedangkan 7 siswa (25,93%) memiliki tingkat pengetahuan yang tetap. Tidak terdapat siswa yang mengalami penurunan pengetahuan (0%). Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada sesi diskusi dan pemutaran video. Edukasi yang diberikan terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi PHBS melalui metode ceramah, diskusi, dan pemutaran video efektif meningkatkan pengetahuan siswa MITQ Al Kautsar Surakarta. Kegiatan ini berpotensi mendukung pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit menular.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT VITAMIN MELALUI EDUKASI di DESA KARANG ASIH Masita Sari Dewi; Asyafa Nursyahada; Mutiah; Salma Nabila; Nurvidian Khasanah; Sekar Widyawati Ningrum; Lifia Putri Zahrotul Zannati Al-Gojali
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/qe0jp582

Abstract

Kehamilan merupakan periode fisiologis yang memerlukan pemenuhan nutrisi esensial secara adekuat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara optimal. Pengetahuan ibu hamil tentang penggunaan vitamin selama kehamilan menjadi faktor kunci dalam mendorong kepatuhan konsumsi suplemen, sehingga dapat mencegah komplikasi seperti anemia, defek tabung saraf, dan berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan janin di Desa Karang Asih melalui intervensi edukasi terstruktur guna meningkatkan pemahaman serta kepatuhan ibu hamil dalam pemanfaatan vitamin selama masa kehamilan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi dan sosialisasi secara langsung kepada peserta mengenai pentingnya penggunaan vitamin selama masa kehamilan yang dilakukan secara langsung. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengisi kuesioner oleh 30 ibu hamil. Hasil menunjukkan 50% responden berpengetahuan baik, 40% cukup, dan 10% kurang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan sebagian besar peserta berada pada kategori baik. Disarankan untuk kader posyandu agar merancang intervensi edukasi yang tepat kepada ibu hamil serta pendampingan berkala agar pengetahuan diterapkan secara konsisten.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DAN ORANG TUA MELALUI EDUKASI TERAPI MUSIK UNTUK MENINGKATKAN  KECERDASAN OTAK ANAK DI DESA SURUHKALANG Sudarman; Gunawan; Dodiet Aditya Setyawan
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/5q7qf067

Abstract

Masa usia dini merupakan periode penting dalam perkembangan otak anak yang membutuhkan stimulasi yang tepat untuk mendukung perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial emosional secara optimal. Terapi musik merupakan salah satu bentuk stimulasi yang terbukti efektif dalam mendukung perkembangan otak anak. Namun demikian, pengetahuan kader kesehatan dan orang tua mengenai manfaat terapi musik masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan orang tua tentang manfaat terapi musik untuk mengembangkan kecerdasan otak anak. Kegiatan dilaksanakan di Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar dengan melibatkan 40 peserta yang terdiri atas kader kesehatan dan orang tua. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi terapi musik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Nilai rata-rata pre-test sebesar 62 meningkat menjadi 88 pada post-test. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 50% menjadi 100%. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta berkomitmen untuk menerapkan terapi musik sebagai salah satu bentuk stimulasi perkembangan anak di rumah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya terapi musik bagi perkembangan otak anak.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA ANAK USIA DINI DI RA AL KAUTSAR SURAKARTA Hanum Sasmita; Jatmiko Rinto Wahyudi
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/t7621x42

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada anak usia sekolah. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyikat gigi dengan benar menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian karies. Edukasi kesehatan gigi sejak dini diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku hidup sehat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan hasil identifikasi di lokasi mitra, masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar sehingga diperlukan kegiatan edukasi sebagai upaya pencegahan karies gigi. Tujuan kegianatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai cara menyikat gigi yang benar. Kegiatan dilaksanakan pada 50 siswa RA Al Kautsar Surakarta menggunakan metode ceramah, video edukasi, demonstrasi, praktik menyikat gigi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan. Program dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, demonstrasi, pemutaran video, serta praktik langsung menyikat gigi menggunakan media edukatif berupa model gigi dan sikat gigi. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Nilai rata-rata meningkat dari 62% menjadi 89%, atau meningkat sebesar 27%. Sebagian besar peserta mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa mengenai teknik menyikat gigi yang benar, meningkatnya pemahaman tentang waktu dan frekuensi menyikat gigi yang tepat, serta terbentuknya perilaku menyikat gigi dua kali sehari sebagai upaya pencegahan karies gigi. Edukasi cara menyikat gigi yang benar merupakan strategi promotif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Program ini berpotensi mendukung pencegahan karies gigi sejak dini melalui pembiasaan perilaku menyikat gigi yang benar dan teratur sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak usia sekolah
EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN DAN PERLINDUNGAN DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR Anom Dwi Prakoso Prakoso; Dea Natalia; Sinta Bella; Muhammad Andika Pandu Pambudi; Della Threa Pratiwi; Hilda Septia
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/qv4n5z65

Abstract

Siswa sekolah dasar membutuhkan keterampilan kesehatan praktis dan literasi perlindungan diri yang sesuai usia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengintegrasikan edukasi cuci tangan pakai sabun dan pencegahan kekerasan seksual untuk memperkuat kebersihan fisik serta keselamatan diri dalam satu sesi berbasis sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SDN Karang Asih 03, Kabupaten Bekasi, pada 27 Februari 2026 dengan peserta 36 siswa kelas IV dan guru pendamping. Kegiatan selama 120 menit difasilitasi oleh seorang dosen dan lima mahasiswa dari Program Studi Administrasi Kesehatan dan Farmasi, sedangkan guru membantu pengelolaan kelas dan penguatan pesan. Metode meliputi edukasi interaktif, praktik terbimbing enam langkah cuci tangan, lagu dan gerakan, cerita pendek, diskusi, latihan respons, dan poster edukatif. Evaluasi dilakukan melalui kehadiran, observasi kelompok, respons tanya jawab, serta kemampuan mengulangi praktik dan pesan. Partisipasi mencapai 36 siswa dari target 30 siswa atau 120%. Seluruh peserta mengikuti kegiatan terbimbing, tetapi catatan lapangan tidak merekam capaian individual. Siswa dapat mengikuti urutan cuci tangan, menyebutkan waktu penting mencuci tangan, mengenali batas tubuh pribadi dan sentuhan tidak aman, serta mengulangi tindakan menolak, menjauh, dan melapor. Edukasi terpadu berbasis aktivitas layak diterapkan sebagai strategi awal promosi kesehatan dan perlindungan anak di sekolah. Hasil menunjukkan ketercapaian proses dan respons segera, bukan efektivitas kuantitatif, karena belum digunakan instrumen pretest-posttest terstandar dan evaluasi tindak lanjut.
UPAYA PENANGANAN NYERI MUSKULOSKELETAL MELALUI KEGIATAN BAKTI SOSIAL AKUPUNKTUR DI JAKARTA TIMUR Muslihatin Rosyida; Muhammad Raihan Alfani; Efa Yusfi Asrifa; Anis Luphita Ningrum
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/9092ma13

Abstract

Nyeri muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat, terutama pada kelompok lansia, dan berdampak terhadap penurunan kualitas hidup serta kemampuan fungsional. Terbatasnya akses terhadap terapi nonfarmakologis yang profesional mendorong dilaksanakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa bakti sosial terapi akupunktur gratis. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan komplementer bagi masyarakat melalui skrining kesehatan, terapi akupunktur, edukasi kesehatan, dan pelatihan akupresur mandiri. PKM dilaksanakan pada Januari 2026 di Posyandu RW 009 Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur dengan melibatkan 30 peserta yang mengalami keluhan nyeri muskuloskeletal. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengukuran intensitas nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS), pemberian terapi akupunktur oleh akupunkturis berlisensi menggunakan jarum steril sekali pakai, edukasi mengenai pencegahan gangguan muskuloskeletal, serta pelatihan akupresur mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta merupakan lansia tua (53,33%) dan berjenis kelamin laki-laki (66,67%). Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah nyeri lutut (33,33%), diikuti migrain, nyeri leher, nyeri sendi, dan vertigo yang masing-masing sebesar 16,67%. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai penanganan nyeri secara nonfarmakologis dan manfaat terapi akupunktur sebagai terapi komplementer berbasis bukti. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan komplementer, mendukung pengelolaan nyeri muskuloskeletal, serta memberdayakan masyarakat melalui edukasi dan praktik akupresur mandiri. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperluas jangkauan pelayanan promotif, preventif, dan kuratif di masyarakat.