cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso@gmail.com
Phone
08989356510
Journal Mail Official
jurnal@medikasuherman.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Mengabdi
ISSN : 30637120     EISSN : 30630444     DOI : https://doi.org/10.59981/64sh3310
Jurnal Medika Mengabdi menerima naskah original yang berfokus pada hasil pengabdian masyarakat multidisiplin dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Public Service, Community, Local Food Security Pelayanan publik untuk masyarakat, program ketahanan pangan lokal, dan strategi peningkatan ketersediaan serta akses pangan. 2. Training, Marketing, Appropriate Technology, Design Pelatihan keterampilan, pengembangan pemasaran produk komunitas, penerapan teknologi tepat guna, dan desain intervensi. 3. Community Empowerment, Social Access Pemberdayaan komunitas, peningkatan akses sosial dan ekonomi, serta peran stakeholder lokal. 4. Underdeveloped Regions Inisiatif pengabdian di wilayah tertinggal atau berkembang, studi kasus, dan evaluasi dampak. 5. Education for Sustainable Development Program pendidikan berkelanjutan, kurikulum pengabdian, serta model pembelajaran untuk pembangunan berkelanjutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
PROGRAM EDUKASI FISIOTERAPI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MANAJEMEN DISMENORE PADA KOMUNITAS REMAJA PUTRI DI SMP NASIONAL MALANG Purukan, Anisya Setya Anggriani; Anita Faradilla Rahim; Anisa Mila Prasetya
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/20qh4g09

Abstract

Nyeri haid atau juga dikenal sebagai dismenore adalah gangguan menstruasi yang sering dialami remaja. Nyeri ini muncul menjelang menstruasi dan berlangsung selama dua hari atau selama menstruasi. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengedukasi remaja perempuan mengenai dismenore dan penanganan nyeri dengan latihan fisioterapi. Metode pengambilan sampel menggunakan kuisioner pre-post test untuk mengetahui pemahaman sampel terhadap materi yang diberikan, dengan sampel yang diambil pada penyuluhan ini ialah 40 orang siswi kelas 7 SMP Nasional Malang. Diagram post-test menunjukkan hasil dari 5 pertanyaan yang diberikan kepada 40 orang siswi perempuan didapatkan hasil semua siswi menjawab ya pada setiap pertanyaan. Berdasarkan post-test menunjukkan keberhasilan kegiatan penyuluhan ini dalam meningkatkan pengetahuan siswi SMP Nasional Malang. Proses penyuluhan terkait dismenore berjalan dengan lancar, sehingga pemahaman dan wawasan  para remaja perempuan SMP Nasional Malang terkait dengan dismenore meningkat, sehingga peserta mampu meminimalisir nyeri yang dirasakan dengan  latihan yang telah diberikan secara mandiri.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KOMUNITAS FUTSAL SMP NASIONAL MALANG MENGENAI METODE PRICE DALAM PENANGANAN CEDERA rianni, Fatmarianni; Anita Faradilla Rahim; Anisa Mila Prasetya
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/0p97x441

Abstract

Atlet pada sekolah menengah, perguruan tinggi dan tingkat yang lebih tinggi sering kali mendapatkan penekanan pada kemampuan mereka untuk bersaing, atlet yang mengalami ini biasanya mengalami cedera karena melakukan aktivitas melampaui aktivitas sebelumnya seperti berlatih. Penyuluhan bertujuan untuk mendukasi komunitas futsal mengenai penanganan pertama cedera.  Penyuluhan ini memiliki 13 sampel yang merupakan peserta komunitas fustal SMP Nasional Malang, metode yang dilakukan penyuluhan ini berupa promosi kesehatan mengenai penanganan pertama cedera menggunakan power point dan poster dengan tujuan pemahaman peserta komunitas, mengetahui pemahaman penanganan cedera pada peserta komunitas futsal menggunakan kuisioner pre-posttest. Proses penyuluhan berjalan dengan lancar sehingga peserta Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada komunitas futsal SMP Nasional Malang mendapatkan pemahaman dan wawasan terkait dengan metode PRICE untuk penanganan pertama cedera, sehingga peserta mampu melakukan metode PRICE ini untuk penanganan pertama cedera secara mandiri dan mampu melakukannya
EDUKASI FISIOTERAPI MENGENAI POSTUR DUDUK ERGONOMIC UNTUK MENCEGAH KIFOSIS PADA KOMUNITAS REMAJA SMP NASIONAL MALANG Simbolon, Melisa Cindy; Anita Faradilla Rahim; Anisa Mila Prasetya
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/neb09q21

Abstract

Kifosis adalah kelainan postur yang banyak dialami anak dan remaja, terjadi akibat kelengkungan abnormal tulang belakang yang menyebabkan punggung atas tampak bungkuk. Kondisi ini semakin umum di kalangan pelajar yang sering duduk lama tanpa postur ergonomis. Penyuluhan bertujuan untuk mengedukasi komunitas anak dan remaja SMP tentang kifosis terutama tentang gejala gejala dan faktor penyebab terjadinya kifosis, serta latihan peregangan untuk duduk dalam waktu yang lama. Penyuluhan ini memiliki 70 sampel yang merupakan siswa kelas 7 SMP Nasional Malang, metode yang dilakukan, berupa promosi kesehatan tentang kifosis, dengan menggunakan poster dan powerpoint sebagai media, dengan tujuan pemahaman remaja SMP kelas 7, melakukan tanya jawab untuk mengetahui informasi tentang kifosis dan mengedukasi dengan latihan-latihan dan penanganan yang bisa dilakukan untuk mencegah kifosis, menggunakan kuisioner pre-post test. Penyuluhan berhasil meningkatkan pemahaman siswa, ditunjukkan pada tahap pre-test, hanya 14.3% siswa yang memahami konsep dasar kifosis dan pentingnya postur duduk ergonomis. Setelah penyuluhan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 95.7% siswa memahami materi dan latihan pencegahan secara mandiri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KASUS KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA BICARA PADA ANAK DENGAN KASUS STUNTING DI KAMPUNG KLASEMAN, KELURAHAN TONGGALAN, KOTA KLATEN Sutanto, Alfiani Vivi; Nurhidayah, Lia Ratih
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/0nf4b766

Abstract

Menurut WHO, anak usia 0 hingga 6 tahun berada di fase kritis. Pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang sangat cepat. Salah satu aspek yang mulai berkembang sejak lahir adalah kemampuan untuk berkomunikasi. Proses komunikasi anak bermula dari bagaimana ia bereaksi terhadap suara hingga mampu berinteraksi dengan orang lain. Jika anak tidak mengalami perkembangan ini, maka ia bisa dikategorikan mengalami keterlambatan dalam bahasa dan bicara. Salah satu faktor penyebab keterlambatan tersebut adalah stunting. Stunting adalah kondisi kurang gizi yang dialami anak selama seribu hari pertama kehidupannya. Di Jawa Tengah, angka stunting secara keseluruhan turun 0,1 persen di tahun 2022 dibandingkan tahun 2021, menjadi 20,8 persen. Namun, ada 20 kabupaten atau kota yang melaporkan peningkatan kasus stunting. Di Kabupaten Klaten, prevalensi stunting meningkat 2,4% dari 15,8% menjadi 18,2% pada tahun 2022. Di Kelurahan Tonggalan pada April 2023, jumlah kasus stunting telah mencapai 15 anak. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta orangtua mengenai risiko keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara pada anak yang mengalami stunting. Metode yang diterapkan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada 50 orang responden, yang akan dievaluasi sebelum dan sesudah kegiatan melalui kuesioner. Hasil dari evaluasi ini selanjutnya dianalisis menggunakan Uji T-Test. Didapatkan rata-rata pemahaman responden sebelum kegiatan adalah 30.06 dan meningkat menjadi 40.22 setelah kegiatan. Sementara itu, rata-rata keterampilan responden sebelum kegiatan adalah 29.34 dan naik menjadi 39.86. Nilai signifikansi untuk keduanya adalah p=0.000. Kegiatan pendidikan dan pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta orangtua dalam mencegah keterlambatan bahasa dan bicara pada anak yang mengalami stunting.
SOSIALISASI TENTANG BAHAYA MAKANAN CEPAT SAJI DI SMK SENTRA MEDIKA CIKARANG dewi, Masita Sari; Awanda Pramudita Okhanza; Muhammad Farhan Satya Baskoro; Mohammad Fadly; Salma Nabila; Mutiah; Retno Tri Anjani; Elda Nopriyanti; Marselina; Nuzul Gyanata Adiwisastra
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/w691m017

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat terjadi pada masa remaja salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu asupan gizi dan nutrisi yang baik, kebiasaan konsumsi makanan yang tidak sehat  mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan. Zaman sekarang yang serba modern, remaja menginginkan segala sesuatunya serba instan bahkan dalam memilih makanan sehingga makanan fast food atau yang dikenal dengan makanan cepat saji masih menjadi makanan yang populer untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi dengan sasaran siswa SMK Sentra Medika Cikarang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi siswa SMK tentang pentingnya menjaga pola hidup, salah satunya dari memilih makanan yang sehat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi  langsung dengan menggunakan media presentasi yaitu PowerPoint dan pembagian leaflet kepada peserta sebagai informasi tambahan. Kegiatan berlangsung selama 130 menit dan jumlah peserta sebanyak 30 siswa SMK Sentra Medika Cikarang. Evaluasi terhadap peserta dilakukan sebelum dan sesudah sosialisasi, berdasarkan hasil evaluasi sebelum pemaparan materi diperoleh nilai rata-rata seluruh siswa sebesar 64% dengan kategori cukup baik dan berdasarkan hasil evaluasi setelah sosialisasi  diperoleh nilai rata-rata siswa secara keseluruhan  sebesar 80,7% dengan kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MANDIRI DALAM PENCEGAHAN DAN PERAWATAN DIABETES MELLITUS MELALUI EDUKASI DIET DI NGUTER, SUKOHARJO Heni Nur Kusumawati; Imrok Atus Sholihah
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/99ew2d53

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai adanya gula berlebih dalam darah yang banyak diderita masyarakat dan sebagai penyebab kematian yang paling besar dan menimbulkan kesakitan yang paling tinggi dengan prevalensi tinggi di dunia. Tujuan pengabdian yaitu memberdayakan masyarakat RT 02 RW 04, Kelurahan Nguter, Kecamatan Nguter, Sukoharjo agar memiliki kemandirian dalam mencegah dan merawat diabetes mellitus melalui penerapan pola makan sehat berdasarkan prinsip diet diabetes mellitus. Metode penyuluhan salah suatu cara, teknik atau strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan situasi dan kondisi serta sumber daya yang tersedia. Diet adalah cara mengatur jumlah makan dan minum yang masuk ke dalam tubuh untuk mencapai berat badan yang ideal. Pengertian diet untuk banyak orang sangat berbeda-beda, karena semua orang memiliki maksud dan tujuan yang ingin dicapai ketika melakukan program diet. Tujuan dari penatalaksanaan diet pada kasus diabetes mellitus adalah untuk membantu masyarakat agar lebih menerapkan pola hidup sehat dengan diet makanan yang tepat untuk pencegahan diabetes mellitus. Penyusunan materi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kadar gula darah kepada masyarakat (40 orang), penyuluhan kesehatan diet pada kasus diabetes mellitus, monitoring dan evaluasi dengan follow up pemeriksaan kadar gula darah setelah satu minggu. Hasil pemeriksaan kadar kadar gula darah pertama dibandingkan dengan hasil pemeriksaan terbaru. Masyarakat dan kader kesehatan mengalami peningkatan pengetahuan tentang manajemen pola makan sehat sebanyak 80%. Penerapan diet sehat sehari-hari dapat menurunkan kadar gula darah setelah pelaksanaan penyuluhan kesehatan. Masyarakat mampu memahami bersikap mandiri dalam pencegahan dan perawatan diabetes mellitus setelah pelaksanaan penyuluhan kesehatan diet pada kasus diabetes mellitus.
EDUKASI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 07 LABUAN BARU Sapriana; Hanum Sasmita
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/pdw7fa68

Abstract

Terdapat perbedaan pengetahuan tentang PHBS dan Penyakit pada siswa (i) di SDIT Hidayatullah Palu sebelum dan setelah dilaksanakan PHAST (Sapriana,2019). Tujuan kegiatan ini adalah siswa (i) SDN 07 Labuan Baru Palu Utara meningkat pengetahuannya tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Siswa (i) terlebih dahulu diukur pengetahuannya tentang PHBS (pretest, O1) kemudian di beri intervensi berupa penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan pemutaran video tentang PHBS untuk meningkatkan pengetahuan siswa(i), kemudian dibagian akhir dilakukan pengukuran kembali (posttest, O2). Perbedaan nilai pretest dan posttest dianalisis untuk melihat efek penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan pemutaran video. Hasil kegiatan ini adalah proporsi siswa (i) SDN 07 Labuan Baru Palu Utara yang meningkat pengetahuannya setelah penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan pemutaran video sebanyak 76,6% (23 orang). Kepada pihak sekolah diharapkan agar dapat menjaga kesinambungan ketersediaan handsoap dan air mengalir sehingga perilaku hidup bersih dan sehat khususnya perilaku cuci tangan pakai sabun dan air mengalir saat berada di lingkungan sekolah menjadi kebiasaan siswa (i); Kepada Puskesmas Mamboro kiranya dapat rutin melaksanakan pembinaan, dan secara berkesinambungan berupaya meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit, CTPS dan PHBS; Kepada pihak-pihak yang akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya, kiranya dapat melakukan intervensi maupun kegiatan pemberdayaan lainnya yang sesuai dengan karakteristik sekolah.
EDUKASI DAN PENYULUHAN PENYAKIT KRONIS DI DESA PASIR GOMBONG Nuzul Gyanata Adiwisastra; Embriana Dinar Pramestyani; Hilmy, Salma; Marselina; Masita Sari Dewi; La Ode Muhammad Anwar; Zuhrah Giatamah
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/3w370677

Abstract

Penyakit kronik merupakan penyakit dengan durasi yang lama, serta umumnya perkembangannya lambat. Penyakit kronis dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan lansia, dalam hal ini kesehatan jiwa yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan suatu perasaan dimana seseorang merasa tidak aman dan terancam atas suatu hal atau keadaan. Penyakit kronis yang mengalami peningkatan yang pertama  yaitu hipertensi naik dari 25,8% menjadi 34,1%, diabetes mellitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%, prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9% dan penyakit gagal ginjal kronik naik dari 2% menjadi 3,8%. edukasi dan penyuluhan penyakit kronis merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dalam memberikan edukasi dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang berada di Desa Pasir Gombong RT.01/RW.05. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan interaksi langsung, melalui pemberian kuesioner berisi pertanyaan, materi presentasi dari narasumber, leaflet dan kuesioner lanjutan setelah peserta menerima edukasi mengenai penyakit kronis. Hasil analisa data nilai pre-test (39.6%) dan post-test (83.4%) telah terjadi meningkatan pemahaman Masyarakat terkait edukasi kesehatan penyakit kronik.  
EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG RASIONALITAS PENGOBATAN HIPERTENSI DAN PENYAKIT PENYERTA DIABETES PADA MASYARAKAT DESA KARANG ASIH, CIKARANG UTARA Marselina; Audrie Agustini Widiawati; Fadly Agung Fatah; Aeni Kusno; Antih Puspita Dewi; Evellia Priastuti; Hanifah Ikka Salamah; Cyto Yudha Kurniawan; Eka Ayu Riyanto; Destie Elmi Mufidah; Masita Sari Dewi; Nuzul Gyanata Adiwisastra; La Ode Muhammad Anwar; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah; Ike Maya Permanasari; Rosiana; Mohammad Haikhal Ramadani
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/00mx9951

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia serta berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat. Salah satu faktor utama dalam pengelolaan penyakit ini adalah kepatuhan terhadap terapi pengobatan yang rasional. Namun demikian, pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara tepat dan berkelanjutan masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai rasionalitas pengobatan hipertensi dan diabetes melitus di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara. Penelitian menggunakan eksperimen dengan desain pretest-posttest terhadap 30 responden yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel secara mudah. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi. Sebelum edukasi dilaksanakan, sebanyak 76,7 % responden berada pada kategori pengetahuan yang rendah. Setelah pelaksanaan edukasi, sebanyak 46,7 % responden memiliki tingkat pengetahuan yang sangat baik, dan 33,3 % berada pada kategori pengetahuan yang baik. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired Samples t-test menunjukkan nilai p lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengobatan yang rasional. Oleh karena itu, program edukasi serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit kronis.
EDUKASI PENYULUHAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENGENAI DISMENORE DAN PENANGANANNYA PADA REMAJA PUTRI DI SMK NEGERI 1 SIAK Siti Nadiyah Putri; Nurul Aini Rahmawati
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/s80a8v60

Abstract

Dismenore atau nyeri haid primer sering mengganggu aktivitas sehari-hari remaja putri, termasuk proses belajar di sekolah. Pengetahuan yang rendah mengenai definisi, faktor risiko, dan penanganan non-farmakologis seperti latihan fisik membuat banyak siswi tidak dapat mengelola rasa nyeri secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kegiatan edukasi dan penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman dismenore pada 24 siswi kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Siak. Metode one-group pre-test–post-test diterapkan menggunakan kuesioner dengan lima item utama. Hasil menunjukkan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 11,6% (pre-test) menjadi 100% (post-test); khususnya pengetahuan tentang latihan fisik meningkat dari 0% menjadi 100%. Kegiatan ini berjalan lancar dan setelah penyuluhan siswi mampu melakukan latihan mandiri untuk mereduksi nyeri haid. Pendidikan berbasis penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan dismenore dan menganjurkan integrasi latihan fisik sebagai strategi non-farmakologis dalam manajemen nyeri haid pada remaja.

Page 2 of 3 | Total Record : 26