cover
Contact Name
Sumarwati
Contact Email
watik_uns@ymail.com
Phone
+628164272262
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret, Gd. E lt. 1 Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
BASASTRA
ISSN : 23026405     EISSN : 27149765     DOI : -
Core Subject : Education,
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is published twice a year in April and October (ISSN 2302-6405) contains scientific articles on language, literature, and its relation to teaching, about linguistics and applied linguistics studies, about the literary studies, and about the literary teaching and learning. The articles are written in both Indonesian and foreign languages. Articles that include the analysis, study, and application of theory, research results, and discussion of the literature.
Articles 155 Documents
PERANG BAHASA DALAM KOMENTAR MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: KAJIAN PRAGMATIK Rahayu, Vita Eka; Ardhianti, Mimas
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 2 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i2.90580

Abstract

Penelitian ini membahas terkait perang bahasa atau ujaran kebencian dalam kolom komentar sosial media Instagram pada akun @iranndha yang dianalisis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Searle. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai macam tindak tutur yang ada dalam komentar negatif pada akun Instagram @iranndha. Metode penelitian yan digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Data yang diperoleh dalam penelitian ini berwujud frasa, kata, serta kalimat yang mengandung tindak tutur menurut Searle dalam kolom komentar akun instagram @iranndha. Sumber data dalam penelitian ini berupa data deskriptif yang berbentuk kata tertulis guna memberi gambaran fenomena atau fakta yang sedang diobservasi. Teknik penganalisisan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diperoleh dua belas data dari empat tindak tutur yang meliputi (1) representatif, (2) direktif, (3) komisif, serta (4) ekspresif. Data yang diperoleh didominasi oleh tindak tutur representatif, hal ini disebabkan bahwa sebagian besar komentar negatif pada media sosial merupakan pernyataan atau pendapat.  Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat empat macam tindak tutur yang ditemukan pada berbagai komentar netizen. Meliputi (1) tindak tutur representatif, (2) tindak tutur direktif, (3) tindak tutur komisif, serta (4) tindak tutur ekspresif. Terdapat dua belas data yang diperoleh dan yang paling banyak muncul ialah komentar dengan tindak tutur representatif dengan jumlah sebanyak tujuh data. Banyaknya data tindak tutur representatif disebabkan karena sebagian besar pengguna instagram berkomentar negatif dengan memberi pernyataan suatu keburukan.
DISCIPLINARY POWER DALAM WACANA PENANGANAN PANDEMI DI MEDIA MASSA: ANALISIS WACANA FOUCAULT Angga Trio Sanjaya
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.94874

Abstract

Penelitian ini membahas proses disiplin tubuh terhadap masyarakat Indonesia selama covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami bentuk-bentuk disciplinary power selama pandemi Covid-19 dari perspektif analisis wacana Foucault. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana Foucault yang berdasarkan strategi ‘genealogi’. Subjek penelitian ini adalah wacana berita selama Covid-19, sedangkan objek penelitian ini adalah bentuk disciplinary power dalam wacana berita selama Covid-19. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menerapkan metode simak dengan teknik dasar sadap, teknik lanjutan I bebas libat cakap, teknik lanjutan II baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk disciplinary power melalui pertama, biopower dan biopolitik yang mampu membentuk sistem ‘anatomi politik tubuh’ melalui regulasi yang berbasis ilmiah; Kedua, panopticon society yang dapat diberlakukan dalam sistem pengawasan dunia secara baru. Dalam konteks covid di Indonesia, hal itu tergambar pada penerapan aplikasi pedulilindungi. Ketiga, melalui karantina yang diterapkan kepada masyarakat Indonesia melalui penerapan sistem kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB transisi, PPKM darurat, hingga PPKM level empat.
KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK TERHADAP NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM LAGU DAN PERMAINAN CUBLAK-CUBLAK SUWENG Audrey Salma; Laila Fitri Nur Hidayah; Kundharu Saddhono
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.112675

Abstract

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi, tetapi juga mencerminkan budaya serta identitas suatu masyarakat. Lagu dan permainan tradisional anak, seperti Cublak-Cublak Suweng, menjadi media penting dalam pewarisan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menguraikan nilai-nilai kearifan lokal yang diterapkan dalam lirik lagu serta praktik permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng, menganalisis bagaimana bahasa merepresentasikan kearifan lokal, serta menjelaskan makna budaya yang tersirat dalam permainan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif antropolinguistik Duranti, yang menekankan hubungan antara bahasa, praktik sosial, dan konteks budaya. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi lirik, tuturan, serta tindakan dalam permainan, kemudian dianalisis menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cublak-Cublak Suweng mengandung nilai-nilai kejujuran, kerja sama, kesabaran, kecerdikan, kerendahan hati, gotong royong, serta tata krama. Bahasa dalam lagu, melalui metafora, diksi lokal, dan ragam ngoko alus, merepresentasikan nilai-nilai tersebut. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pendidikan moral dan pelestarian budaya, mencerminkan cara hidup dan pandangan masyarakat Jawa.
KETIDAKADILAN GENDER PADA FILM PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA Fatimah Anza Nisha Madhuri; Kharisma Nur Febriana; Luthfiyyah Yovilandis; Wisnu Adwitia; Visa Putri Aprilia; Meidila Meidila
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 13, No 1 (2025): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v13i1.97683

Abstract

Tujuan artikel ini adalah memaparkan ketidakadilan gender pada film Perempuan Berkalun Sorban dan Gadis Kretek. Ketidakadilan gender masih menjadi masalah serius yang tercermin dalam berbagai karya sastra dan film adaptasi, termasuk film Perempuan Berkalung Sorban dan Gadis Kretek. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang terdapat dalam kedua film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data berupa menonton film, memahami struktur dan makna, mengelompokkan data sesuai rumusan masalah, dan mendeskripsikan data secara lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang ditemukan antara lain marginalisasi, subordinasi, stereotip, dan kekerasan fisik dan psikis terhadap perempuan. Dalam film Perempuan Berkalung Sorban, tokoh Anissa digambarkan mengalami pengekangan dalam pendidikan dan pernikahan yang didasarkan pada tafsir agama yang patriarkis. Sementara itu, dalam film Gadis Kretek, tokoh Jeng Yah menghadapi diskriminasi dalam dunia kerja dan eksploitasi seksual dalam industri kretek yang didominasi oleh laki-laki. Kedua film ini memiliki kesamaan dalam menyoroti perjuangan perempuan melawan sistem patriarki, tetapi berbeda dalam hal latar sosial: satu film berfokus pada norma agama konservatif, dan film lainnya berfokus pada dunia ekonomi dan industri.
PEMAHAMAN MAKNA TEKS MAHASISWA BIPA TIONGKOK LEVEL 3: KAJIAN SEMANTIK Estri Sri Utami; Nafisah Amatullah; Elisya Rahmadini; Lutviah Mirza Kaaristina; Zakiya Hidayatus Shofiyana Azzahroh; Dany Ardhian; Nia Budiana
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 1 (2026): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v14i1.112884

Abstract

Pemahaman makna dalam teks merupakan aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kajian semantik menjadi penting dalam pembelajaran BIPA karena pemahaman makna berperan dalam membantu pembelajar menafsirkan informasi secara tepat ketika membaca teks berbahasa Indonesia. Perbedaan latar belakang linguistik antara bahasa Indonesia dan bahasa pertama pembelajar sering kali menyebabkan kesulitan dalam menafsirkan makna leksikal, gramatikal, maupun kontekstual dalam teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman semantik mahasiswa BIPA Tiongkok Level 3 dalam memahami teks bacaan, khususnya teks naratif dan eksplanasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga mahasiswa BIPA Tiongkok Level 3. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara semi-terstruktur yang disusun berdasarkan kompetensi membaca dalam kurikulum BIPA Permendikbud Tahun 2017. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami teks pada tataran makro, namun masih ditemukan kendala pada pemaknaan kata, penggunaan afiks kata kerja, serta pemahaman makna dalam konteks kalimat. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kosakata, interferensi bahasa pertama, dan belum optimalnya penguasaan sistem morfosemantik bahasa Indonesia.