cover
Contact Name
Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom
Contact Email
lppmusni@gmail.com
Phone
+62 812-8792-8590
Journal Mail Official
satyaminabahari@usni.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Satya Negara Indonesia Jl. Arteri Pondok Indah No. 11, Jakarta Selatan Telp. 021 739 8393/ Fax. 021 720 0352 E-mail: perikanan@usni.ac.id
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SATYA MINABAHARI
ISSN : 25024418     EISSN : 28291034     DOI : -
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari hadir sebagai sarana untuk mendorong tinjauan kritis dan kajian investigatif di bidang perikanan. Jurnal ini terbuka bagi peneliti, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum sebagai media komunikasi ilmiah, diseminasi pengetahuan, serta pemanfaatan hasil penelitian secara luas. Jurnal ini bertujuan memberikan pemahaman terkini mengenai teori serta aplikasinya dalam berbagai aspek perikanan. Topik yang dipublikasikan meliputi: Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap; ⁠Teknologi dan Manajemen Akuakultur; ⁠Sosial Ekonomi Perikanan; ⁠Manajemen Sumber Daya Perikanan; Olahan Perikanan; ⁠Bioteknologi; dan ⁠Kelautan
Articles 36 Documents
DINAMIKA DAN IMPLIKASI KONSERVASI PERDAGANGAN SPESIES IKAN DILINDUNGI ATAU CITES: STUDI KASUS DI BPSPL PONTIANAK: DYNAMICS AND CONSERVATION IMPLICATIONS OF TRADE IN PROTECTED AND/OR CITES-LISTED FISH SPECIES: A CASE STUDY AT BPSPL PONTIANAK Suko Wardono
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 (2025): Vol. 11 No. 1 Agustus 2025 - Januari 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v11i1.251

Abstract

Pemanfaatan dan perdagangan spesies ikan yang dilindungi dan/atau tercantum dalam Appendiks CITES perlu dikelola secara berkelanjutan untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemanfaatan, distribusi perdagangan, kontribusi ekonomi, dan implikasi konservasi jenis ikan yang tercantum dalam Appensiks CITES di wilayah kerja Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan data administratif layanan pemanfaatan jenis ikan periode Januari-Desember 2022. Data yang dianalisis meliputi jenis layanan, volume perdagangan, tujuan distribusi, dan nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan didominasi oleh pasar domestik dengan total 6.749 dokumen layanan, terutama SAJI-DN Tentengan (46,3%) dan SAJI-DN (30,6%). Komoditas utama yang diperdagangkan meliputi produk hiu dan pari serta ikan hias arwana. Distribusi domestik terkonsentrasi di DKI Jakarta dan Jawa Timur, sedangkan perdagangan internasional didominasi tujuan Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok. Aktivitas tersebut menghasilkan PNBP sebesar Rp2,51 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari perdagangan domestik (70,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa perdagangan spesies CITES memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, namun memerlukan penguatan pengawasan dan ketertelusuran untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan sumber daya.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oliefera) DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus): THE EFFECT OF SUPPLEMENTING COMMERCIAL FEED WITH MORINGA (Moringa oleifera) LEAF MEAL ON THE GROWTH OF TAWES FISH (Barbonymus gonionotus) FRY Said Ali Akbar; Dian Puspita Sanjaya; Cut Nuzlia; Cut Dara Dewi; Ismarica Ismarica
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 Februari - Juli 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v11i2.237

Abstract

Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis, namun produktivitas budidayanya masih terkendala oleh pertumbuhan yang relatif lambat sehingga diperlukan inovasi pakan yang mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien. Tepung daun kelor (Moringa oleifera) dikenal kaya protein, vitamin, dan mineral sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung daun kelor dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan benih ikan tawes menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima tingkat penambahan tepung daun kelor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 8% memberikan performa terbaik dengan pertambahan panjang mutlak 0,48 cm, pertambahan bobot 0,20 g, dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 0,50% hari⁻¹. Hasil tersebut menunjukkan bahwa suplementasi tepung daun kelor pada dosis 8% mampu meningkatkan pertumbuhan benih ikan tawes dan berpotensi menjadi alternatif bahan tambahan pakan yang efisien, ekonomis, serta mendukung budidaya perikanan berkelanjutan sesuai SDGs 14.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG KERANG KIJING (Pilsbryoconcha exilis) DENGAN PERENDAMAN ASAM ASETAT PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus): THE EFFECT OF ADDING SHELL FLOUR FROM KIJING CLAMS (Pilsbryoconcha exilis) SOAKED IN ACETIC ACID TO FEED ON THE GROWTH OF NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) Muhamad Lazuardi Al azhar; Ahmad Beni Rouf; Kukuh Widiyanto
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 Februari - Juli 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59314/jism.v11i2.242

Abstract

Ikan nila merupakan komoditas akuakultur unggulan yang membutuhkan asupan mineral, khususnya kalsium, untuk mendukung pertumbuhan rangka dan proses fisiologis optimal. Cangkang kerang kijing berpotensi sebagai sumber kalsium alternatif, namun kandungan kalsiumnya dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO₃) memiliki bioavailabilitas rendah. Perendaman dalam asam asetat berpotensi dapat meningkatkan kelarutan kalsium dengan mengubah CaCO₃ menjadi ion Ca²⁺ yang lebih mudah diserap. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan dosis optimal penambahan tepung cangkang kijing hasil perendaman dalam asam asetat 75% terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (PK: kontrol; P1: 0,2%; P2: 0,6%; P3: 1%) dan 3 ulangan selama 4 minggu. Ikan yang digunakan berukuran 5-7cm dengan jumlah 8 ekor/wadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang kijing berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang mutlak dan FCR, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap berat mutlak, SGR, dan SR. Perlakuan P3 (1%) menghasilkan panjang mutlak tertinggi (3,77 ± 0,41 cm) dan FCR terbaik (1,13 ± 0,15) dibandingkan kontrol (FCR 2,03 ± 0,15). Disimpulkan bahwa dosis 1% tepung cangkang kijing hasil perendaman asam asetat adalah dosis yang efektif dalam meningkatkan pertambahan panjang dan efisiensi pakan ikan nila.
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT PADA COLD STORAGE PT PERIKANAN INDONESIA UNIT MUARA BARU: SOLID WASTE MANAGEMENT AT THE COLD STORAGE OF PT PERIKANAN INDONESIA MUARA BARU UNIT Dewa Ayu Kadek Kalonica Verda Aristavidya; Fis Purwangka; Budhi Hacaryo Iskandar; Furqan
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 Februari - Juli 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59314/jism.v11i2.264

Abstract

Cold storage (gudang berpendingin) merupakan fasilitas penting dalam industri perikanan yang menjaga produk ikan agar tidak membusuk sebelum sampai ke konsumen. PT Perikanan Indonesia mengelola beberapa unit cold storage di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, termasuk unit Muara Baru, tempat aktivitas harian menghasilkan sampah padat yang tersebar di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis sampah padat di kawasan cold storage unit Muara Baru dan menganalisis alur penanganannya terhadap kebijakan yang berlaku. Data dikumpulkan melalui observasi lapang, wawancara, dan studi literatur selama 14 hari pada Juni-Juli 2023, dipadukan dengan analisis deskriptif kuantitatif-kualitatif dan gap analysis terhadap SNI 19-2454-2002. Sebanyak 5.205 satuan sampah tercatat selama 6 hari pengamatan. Sampah padat terbagi 2 kategori, yaitu sampah anorganik dan organik tidak mudah membusuk (rubbish) serta sampah organik mudah membusuk (garbage), masing-masing 94,62% dan 5,38% dari total sampah. Plastik merupakan jenis sampah terbanyak (60,61%), diikuti kertas (17,99%) dan puntung rokok (10,55%). Alur penanganan sampah telah mengikuti tahapan SNI 19-2454-2002, yaitu pewadahan, pengumpulan, pemindahan, dan pengangkutan, kecuali tahap pengolahan dan pemilahan yang belum dilaksanakan baik oleh pihak cold storage maupun pengelola pelabuhan. Sampah padat dari ruang produksi berupa duri, kulit, dan sisa punggung ikan dikumpulkan terpisah dan dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.
KARAKTERISTIK UNIT PENGOLAH DAN DISTRIBUTOR SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN HILIRISASI IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) DI INDONESIA: CHARACTERISTICS OF PROCESSING UNITS AND DISTRIBUTORS AS A BASIS FOR DOWNSTREAM DEVELOPMENT OF STRIPED CATFISH (Pangasianodon hypophthalmus) IN INDONESIA Suko Wardono; Budi Sulistyo; R. Moh. Ismail; Muhammad Yusuf; Catur Pramono adi; Ujang Komarudin; Widya Rusyanto; Taufik Hadi Ramli; Muhammad R Hakim
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 Februari - Juli 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59314/jism.v11i2.270

Abstract

Hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing ikan patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus), namun karakteristik unit pengolah dan distributor di Indonesia masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengarakterisasi unit pengolah dan distributor sebagai dasar pengembangan hilirisasi patin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif–eksploratif terhadap 20 unit usaha (12 unit pengolah dan 8 distributor) di 12 provinsi yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, tabulasi silang, dan uji eksak Fisher. Hasil menunjukkan bahwa unit pengolah terkonsentrasi di Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat, sedangkan distributor memperluas pemasaran melalui jaringan antarprovinsi. Sebagian besar unit pengolah (83,3%) hanya menghasilkan fillet, sementara 41,7% telah memanfaatkan hasil samping secara komersial. Pemanfaatan hasil samping berhubungan signifikan dengan bentuk bahan baku (p=0,002), di mana seluruh unit yang menggunakan ikan hidup atau segar melaporkan pemanfaatannya. Seluruh distributor menerapkan rantai dingin dengan kendaraan berpendingin dan cold storage. Secara deskriptif, hilirisasi patin masih berada pada tahap dasar menuju menengah, sehingga perlu diperkuat melalui diversifikasi produk, optimalisasi hasil samping, dan integrasi pembudi daya, unit pengolah, serta distributor
ANALISIS DINAMIKA TUTUPAN MANGROVE, AREA TAMBAK DAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN BREBES : ANALYSIS OF THE DYNAMICS OF MANGROVE COVER, POND AREAS, AND THE COASTLINE IN BREBES DISTRICT Izra Aliyya Ed-har; Luthfi Anzani; La Ode Alam Minsaris
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 (2026): Vol. 11 No. 2 Februari - Juli 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting dalam menjaga stabilitas pesisir, namun luas tutupannya terus mengalami perubahan akibat proses alami dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika tutupan mangrove, luas area tambak, dan garis pantai, serta mengkaji hubungan antara perubahan mangrove dengan perubahan area tambak dan dinamika garis pantai di Kecamatan Brebes selama 2016–2025. Pemetaan tutupan mangrove dan tambak dilakukan menggunakan citra Sentinel-2 dengan algoritma klasifikasi Random Forest, sedangkan dinamika garis pantai dianalisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) melalui parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman setelah uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan tutupan mangrove menurun dari 593,83 ha pada 2016 menjadi 520,11 ha pada 2020, kemudian meningkat menjadi 928,23 ha pada 2025. Luas area tambak menurun konsisten dari 2.743,69ha menjadi 2.451,86ha. Abrasi tertinggi terjadi di Desa Kaliwlingi dengan nilai maksimum -618,13 m dan EPR rata-rata -10,07m/tahun, sedangkan akresi maksimum mencapai 530,67 m dengan laju 8,29 m/tahun. Korelasi menunjukkan hubungan positif lemah dan signifikan antara perubahan mangrove dan dinamika garis pantai (ρ = 0,358; p = 0,006), sedangkan hubungan dengan perubahan area tambak tidak signifikan (ρ = 0,005; p = 0,708). Temuan menunjukkan perubahan garis pantai dipengaruhi pula oleh faktor hidrodinamika lainnya.

Page 4 of 4 | Total Record : 36