cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
08117408799
Journal Mail Official
bersamajournal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Gedung A Universitas Muara Bungo, Jl Lintas Sumatera, Sungai Binjai. Muara Bungo. Jambi
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30252938     DOI : 10.36355
BERSAMA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Merupakan Jurnal yang berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
SOSIALISASI DAMPAK NEGATIF PERTAMBANGAN TANPA IZIN (PETI) DI DUSUN TANJUNG MENANTI - KABUPATEN BUNGO Ari Endra Nasution; Ade Kurnia Putri; Devit Rahmawati; Desmawita; Marisa Oktavia; Aswana
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i1.52

Abstract

Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) khususnya penambangan emas dewasa ini di berbagai daerah semakin banyak dilakukan oleh masyarakat. Penambangan dilakukan secara tradisional yang meniadakan perhatian terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Penanganan limbah dan lahan bekas tambang pun tidak pernah sedikitpun terpikirkan oleh masyarakat pelaku PETI tersebut. Akibat dari hal tersebut maka akan dapat menimbulkan masalah lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat itu sendiri. Penyampaian informasi dampak negatif PETI ini merupakan isu yang sangat sensitif di tengah masyarakat karena merupakan mata pencarian masyarakat. Hampir 80 % mata pencarian masyarakat di Desa Tanjung Menanti adalah berasal dari PETI. Pemilihan metode sosialisasi yang tepat agar informasi dapat tersampaikan ke masyarakat perlu dipikirkan agar tidak menimbulkan perdebatan dengan masyarakat. Dalam kegiatan ini, digunakan metode sosialisasi dengan menyebarkan media berupa kalender berisi informasi gambar dan tulisan terkait dampak negatif PETI tersebut dengan membagi-bagikan secara door to door kepada masyarakat. Kalender bergambar tersebut diharapkan akan dapat memperlihatkan informasi sepanjang tahun. Selain itu, dokumentasi kegiatan juga di-share di media sosial agar informasi dapat tersebar lebih luas lagi. Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat dapat melek informasi dan tumbuh kesadaran akan dampak negatif dari aktivitas PETI tersebut.
Pelatihan Produk Pangan Rumahan Berbasis Daun Singkong Untuk Ibu Rumah Tangga Hanifah Ulfa Azzahro; Neng Susi; Dita Fitriani; Fadel Al Barra
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.53

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga di Komplek Villa Paus Indah, Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru, melalui pelatihan teknik pengolahan pangan inovatif berbasis daun singkong (Manihot esculenta). Daun singkong, yang kaya akan nilai gizi seperti protein, serat, dan vitamin, masih kurang dimanfaatkan di banyak rumah tangga. Program ini berfokus pada mengolah daun singkong menjadi produk pangan bernilai jual, seperti rolade, dendeng, dan perkedel, yang tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Program ini dirancang untuk mengatasi kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah daun singkong menjadi produk bernilai tambah. Pelatihan ini mencakup teknik pengolahan sederhana, pengemasan, pengelolaan biaya produksi, dan strategi pemasaran melalui media sosial serta jaringan komunitas. Peserta yang merupakan anggota PKK (Program Kesejahteraan Keluarga) di komunitas ini diharapkan memperoleh keterampilan baru yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga tetapi juga memberdayakan perempuan dengan memperkuat peran mereka dalam pemberdayaan komunitas. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal seperti daun singkong, yang mudah didapat dan dibudidayakan, program ini mendorong praktik berkelanjutan dan membuka peluang usaha rumahan. Luaran yang diharapkan meliputi produk pangan bernutrisi, peningkatan pendapatan keluarga, dan pengembangan usaha mikro yang berkelanjutan di komunitas tersebut.
Pelatihan Olahan Kreatif Berbasis Limbah Nanas: Solusi Inovatif Untuk Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Anania Rahmah; vivin jenika putri; Neng Susi; Fadel Al Barra
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.54

Abstract

Limbah kulit nanas pada umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dan sering dianggap sebagai sampah yang harus dibuang. Permasalahan sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan serius, termasuk di Kota Pekanbaru yang dikenal sebagai sentra produksi nanas. Selama ini, limbah kulit nanas sering dianggap tidak bernilai dan hanya dibuang, padahal mengandung senyawa bioaktif seperti bromelain, flavonoid, dan vitamin C yang berpotensi dimanfaatkan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Komplek Villa Indah Paus melalui pelatihan pengolahan limbah kulit nanas menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi, yaitu minuman fermentasi tepache serta eco enzyme. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada teknik pembuatan tepache sebagai minuman probiotik tradisional serta eco enzyme sebagai cairan serbaguna ramah lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah kulit nanas, ditunjukkan melalui antusiasme tinggi saat praktik dan peningkatan skor post-test dibandingkan pre-test. Peserta juga menyampaikan minat untuk mengembangkan produk serupa sebagai usaha rumahan serta menyarankan pelatihan berkelanjutan dengan variasi produk lain. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan limbah organik, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi rumah tangga.
Pemanfaatan Limbah Kulit dan Bonggol Nanas menjadi Minuman Fermentasi Teapche untuk Mendukung Pertanian Zero Waste di Desa Pagaruyung Johan, Vonny Setiaries; Zalfiatri, Yelmira; Ningsih, Arum Rovarti; Putri, Nadya Novianti Dwi; Ihsan, Fikratul; Endyra, Fadlila; Nasution, Addiena Syahvina; Roni, Masyitah; Roni, Ahmad Ibrahim
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.58

Abstract

Desa Pagaruyung merupakan sentral perkebunan dan pengolahan yang dikenal sebagai “Kampung Nanas), terletak di Kabupaten Kampar. Beberapa UMKM di Desa Pagaruyung telah menghasilkam produk olahan nanas berupa keripik, sirup dan sale nanas. Meningkatnya permintaan akan produk olahan nanas menyebabkan meningkatnya jumlah limbah nanas berupa kulit dan bonggol yang tidak termanfaatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan dalam memanfaatkan kulit dan bonggol nanas menjadi produk bernilai ekonomi dan mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRS) yang memungkinkan mitra berpartisipasi aktif dalam kegiatan sejak identifikasi masalah sampai akhir kegiatan. Tahapan dalam pengabdian ini meliputi: tahap penyuluhan pembuatan tepache dan evaluasi kebermanfaatan kegiatan. Berdasarkan hasil kuesioner menununjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta berkisar antar 66,67%-100% terhadap proses pembuatan minuman tepache, manfaat tepache terhadap kesehatan dan kemasan yang cocok untuk produk tepache.
Pelatihan Penggunaan Website Wordwall Dalam Menstimulasi Literasi Digital Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK ABA IV Jambi vina, selviana; Akhmad Fikri Rosyadi; Elsya Marsela; Mifta Fadila; Fitri Aidilia Novianti
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.61

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman literasi digital dan pemahaman rambu-rambu lalu lintas pada anak usia 5-6 tahun melalui pelatihan website wordwall di TK ABA IV Jambi. Pelatihan dilaksanakan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, anak-anak diberi pengenalan tentang rambu lalu lintas, dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik langsung permainan wordwall berupa kuis, mencocokan gambar, dan menyusun kata. Hasil kegiatan menunjukkan sikap antusias, partisipasi, dan semangat serta kemampuan anak dalam mengenal simbol-simbol lalu lintas. Anak mampu menyebutkan dan memahami fungsi rambu dengan benar. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong berkembangnya lierasi digital anak melalui interaksi langsung dengan media pembelajaran berbasis teknologi.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Diversifikasi Produk Alpukat Warga Desa Wunung, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul Purwatiningsih, Aris; Setyahuni, Suhita Whini
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.62

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah limbah biji alpukat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Wunung, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, yang memiliki potensi alam berupa hasil panen alpukat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya sarana pengolahan untuk mengubah biji alpukat yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, yaitu Kopi Biji Alpukat. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik, transfer teknologi berupa implementasi alat pemecah dan pengolah biji alpukat, serta sharing session dan pelatihan praktik mengenai aspek produksi dan pemasaran digital.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas masyarakat, terbukti dari kenaikan rata-rata skor post-test sebesar 43-44% dibandingkan pre-test pada aspek produksi dan pemasaran. Implementasi alat berhasil meningkatkan efisiensi pengolahan dari rata-rata 5 kg per hari secara manual menjadi 25 kg per hari, menunjukkan peningkatan kapasitas sebesar 400%. Peningkatan efisiensi ini, dikombinasikan dengan pelatihan digital marketing, telah menciptakan jalur pendapatan baru dan mentransformasi biji alpukat menjadi produk unggulan "Kopi Biji Alpukat Wunung." Disimpulkan bahwa intervensi holistik (implementasi alat dan peningkatan kapasitas SDM) efektif dalam mengentaskan permasalahan limbah dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wunung
Pelatihan Pembuatan Sabun Kecantikan Dari Alpukat Di Nagari Koto Hilalang Hasdwi, Nesi; Meriati; Fitria, Eddwina Aidila; Sumarno, Wawan; Putri, Septi Rahma; Pinanta, Serly Martsela; Fajar, Riko Muhammad; Yuni, Sri Ayu Rahma; Rispiani, Cindy; Dhona, Nolla Febrima; Afrinaldo
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.63

Abstract

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) pada Senin, 01 September 2025 pukul 10:00 – 12:30 WIB di Balai Adat Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengoptimalkan pemanfaatan buah alpukat hasil pertanian di Nagari Koto Hilalang dengan mengolahnya menjadi sabun alpukat, meningkatkan nilai tambah ekonomis dari produk alpukat melalui inovasi pengolahan menjadi sabun, mengatasi permasalahan harga buah alpukat yang murah saat musim panen dengan menciptakan produk olahan yang memiliki masa simpan lebih lama, menghasilkan sabun alpukat berkualitas yang bermanfaat untuk perawatan kulit alami masyarakat, mendorong pengembangan usaha mikro dan kreatif di Nagari Koto Hilalang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung agribisnis berkelanjutan melalui penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan. Dengan adanya pembuatan sabun kecantikan dari alpukat sehingga hasil lokal termanfaatkan dengan optimal. Produk sabun alpukat tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomis yang signifikan bagi petani dan pelaku usaha mikro, tetapi juga menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan fluktuasi harga buah alpukat yang sering kali murah saat musim panen
Sosialisasi Fatherless Ganeration Sebagai Tantangan Keluarga Masa Kini di Grand Fazz Mecca Mifta Fadila; Asha Raisyah; Nurhidayah; Fitri Aidillia Novianti; Gevi Qiturasari; Salwa Fitria; Winda Sherly Utami; Indriyani
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.65

Abstract

Fenomena fatherless generation menjadi salah satu tantangan serius dalam kehidupan keluarga masa kini karena berdampak langsung pada perkembangan emosional, sosial, dan psikologis anak. Kondisi fatherless tidak hanya disebabkan oleh ketidakhadiran ayah secara fisik akibat perceraian atau kematian, tetapi juga karena minimnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua, khususnya masyarakat Perumahan Grand Fazz Mecca, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, mengenai pentingnya peran ayah dalam keluarga serta dampak fenomena fatherless terhadap tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah dan diskusi. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan konsep dasar mengenai fatherless generation, dampak yang ditimbulkan, serta strategi penguatan peran ayah dalam keluarga. Sementara itu, metode diskusi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman, bertanya, dan mengaitkan materi dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif dan antusias terhadap materi yang disampaikan. Masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya keterlibatan emosional ayah, komunikasi keluarga yang hangat, serta kerja sama kedua orang tua dalam pengasuhan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat fungsi keluarga dan mencegah dampak negatif fenomena fatherless pada perkembangan anak.
Pemberdayaan Masyarakat melalui CharityHub: Model Inovasi Vending Machine Donation Real-Time untuk Transparansi Zakat, Infak, dan Sedekah Purwatiningsih, Aris; Salam, Abdus; Kusuma, Pradana Jati; Rinawati, Dyah Ika
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v3i2.66

Abstract

Pemberdayaan masyarakat melalui penguatan tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjadi kebutuhan strategis dalam meningkatkan kepercayaan publik dan efektivitas distribusi dana sosial. Kegiatan ini mengimplementasikan CharityHub, sebuah model inovasi manajemen donasi berbasis Vending Machine Donation (VMD) real-time yang difungsikan untuk memperbaiki sistem penghimpunan ZIS, memperkuat transparansi, serta mengoptimalkan kinerja lembaga pengelola. Pendekatan manajerial yang dilakukan mencakup analisis kebutuhan mitra, perancangan alur kerja donasi yang lebih efisien, penataan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan kapasitas pengurus, serta penerapan sistem pelaporan yang akuntabel dan mudah diakses jamaah. Melalui tahapan sosialisasi, pendampingan, dan monitoring, program ini membantu mitra membangun budaya pengelolaan dana sosial yang lebih profesional, responsif, dan berbasis data. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi jamaah, terbentuknya mekanisme transparansi yang lebih kuat, serta peningkatan kemampuan manajerial mitra dalam mengelola penghimpunan dan pelaporan ZIS. Dengan demikian, CharityHub terbukti berperan sebagai model inovasi manajemen filantropi yang berdaya guna dalam mendukung kemandirian lembaga, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan mendorong kesejahteraan sosial secara berkelanjutan..
Edukasi Pemanfaatan Herbal (Daun Sirih, Cengkeh dan Kayu Manis) Sebagai Obat Kumur Untuk Mencegah Caries Gigi Di Kawasan Gelandangan Chow Kit Malaysia Aryantini, Dyah; Shofi, Muh.; Agustina, Lia; Yuliati, Ninis; Fauzi Sabban, Indra
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v4i1.67

Abstract

The Chow Kit settlement in Kuala Lumpur, Malaysia, is characterized by a population of homeless and low-to-no-income residents. As such, this area frequently becomes a focus for social institutions implementing Community Service Responsibility (CSR) programs, particularly in the health domain. This CSR initiative represents a collaborative effort between USIM Malaysia (Faculty of Dentistry) and the Faculty of Pharmacy (IIK Bhakti Wiyata Kediri, Indonesia), focusing on educational interventions to prevent and reduce dental caries through the use of herbal mouthwash formulations. Dental caries has emerged as a prevalent oral health concern with a significant impact on overall health. The condition originates from the formation of Streptococcus mutans bacterial biofilms, which are typically exacerbated by excessive consumption of sugary foods and tobacco use. The community service methodology employed participatory counseling and educational approaches, utilizing purposive sampling techniques. Evaluation of the program demonstrated enhanced comprehension among the 22 participants, with mean pre-test scores of 57.39 improving to 79.09 post-intervention, reflecting a 21.7% increase. While some participants maintained baseline scores, 86.5% of attendees (19 individuals) achieved improvements exceeding 20 points. Sustainable monitoring and evaluation mechanisms remain essential, given that the participant cohort primarily consists of homeless individuals whose transient living circumstances often preclude consistent maintenance of personal oral hygiene practices.