cover
Contact Name
Kharisma Kusumaningtyas
Contact Email
gebindo@poltekkes-surabaya.ac.id
Phone
081332225503
Journal Mail Official
gebindo@poltekkes-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Karangmenjangan no 12 Surabaya Jawa Timur Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gema Bidan Indonesia (e-Journal)
ISSN : 24078980     EISSN : 24078980     DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v12i1
Core Subject : Health, Education,
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) is a health scientific journal in the field of midwifery. This scientific journal publishes original research, literature reviews, perspectives, editorials, and case reports. We accept articles in the areas of midwifery such as: Pregnancy; Childbirth; Postpartum; Family planning program; Neonatus, baby, toddler, and child health; Heatlh reproduction in teenager and women; Menopause; Midwifery service management; Midwifery education management.
Articles 78 Documents
Pengaruh Konseling Alat Kontrasepsi Implan Menggunakan Media Flip Chart terhadap Tingkat Kecemasan Calon Akseptor: The Effect of Implantable Contraceptive Counseling Using Flip Chart Media on the Anxiety Level of Prospective Acceptors Salsabila Nuriliyah Rashel Rashel; Siti Alfiah; Astuti Setiyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i4.220

Abstract

the city of Surabaya in 2022 is the Non-Long Term Contraceptive Method (Non-MKJP) compared to the Long Term Contraceptive Method (MKJP). The low number of acceptors of contraceptive implants is due to the anxiety level of potential acceptors. This research aimed to determine the effect of implant contraceptive counseling using flip charts on the anxiety level of potential acceptors. This research is Pre-Experimental Design research. The sample taken using a purposive sampling technique was 15 respondents. The independent variable was counseling on contraceptive implants using flip chart media while the dependent variable was anxiety of potential acceptors. Data collection used the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. The Wilcoxon Signed Ranks Test was used to analyze the presence of influence with a significance value of <0.05. The results of the study showed that the anxiety level of prospective acceptors before being given intervention in the form of counseling on contraceptive implants using flip chart media, the majority (73.3%) of respondents had a mild level of anxiety after being given the intervention to almost all (93.3%) of respondents having no anxiety. From the results of the analysis, the result was 0.001, which means <0.05, so it can be concluded that there is an influence of implant contraceptive counseling using flip chart media on the anxiety level of potential acceptors. Based on the description above, it can be concluded that there is an influence of implant contraceptive counseling using flip chart media on the anxiety level of prospective acceptors. Prospective implant acceptors can use flip charts as a useful information medium, increase their insight, and can use other media to overcome anxiety levels.
Studi Kasus Pada Grande Multigravida Trimester III di Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan: Case Study on Grande Multigravida Trimester III at Kamal Health Center, Bangkalan Regency Hadiyatur Rohmani; Deasy Irawati; Rodiyatun; Sri Wayanti
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v14i1.222

Abstract

Grande multigravida merupakan kehamilan risiko tinggi dengan skor KSPR 6 yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui tatalaksana grande multigravida trimester III. Metode studi kasus menggunakan rancangan multiple case design pada dua responden dengan usia kehamilan ≥ 36 minggu di Puskesmas Kamal dari Januari hingga Mei 2024. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi buku KIA, disajikan dalam tabel, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa responden 1 tidak patuh memeriksa kehamilan sedangkan responden 2 patuh memeriksa kehamilannya. Program P4K berjalan cukup baik, namun ada beberapa kekurangan serta kedua responden telah direncanakan RDB (Rencana Persalinan). Pemeriksaan kehamilan yang teratur penting untuk mengurangi komplikasi dan pemantauan kehamilan. Masalah seperti tidak adanya stiker P4K, kurangnya kerjasama bidan dengan pihak terkait, dan persiapan pendonor darah yang kurang menghambat pelaksanaan P4K secara optimal. Rencana RDB dapat mencegah komplikasi bagi kehamilan risiko tinggi. Disarankan untuk meningkatkan pencatatan, kerjasama, persiapan pendonor, dan peran bidan dalam memantau kehamilan risiko tinggi. Responden juga disarankan untuk rutin memeriksa kehamilan dan mempertimbangkan kontrasepsi jangka panjang.
Studi Kasus Asuhan Kebidanan Pada Akseptor Implan Dengan Efek Samping Kenaikan Berat Badan Di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah: Case Study of Midwifery Care on Implant Acceptors with Side Effects of Weight Gain at Polindes Padurungan, Tanah Merah District Abdyah Fayza Lainunnabila; Suryaningsih; Deasy Irawati; Anis Nurlaili
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.223

Abstract

Keluarga Berencana di Indonesia telah berperan penting dalam membatasi kelahiran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan salah satu metodenya adalah kontrasepsi implan. Meskipun efektif, penggunaan implan dapat menyebabkan efek samping seperti kenaikan berat badan. Di Puskesmas Tanah Merah pada tahun 2023 terdapat 3.886 akseptor KB, 247 (6,39%) merupakan akseptor implan. Dan di Polindes Padurungan terdapat 205 akseptor KB, 24 (11,71%) merupakan akseptor implan dan 5 (20,9%) dari 24 akseptor implan mengalami efek samping kenaikan berat badan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular dan potensi mengalami drop out. Tujuan dari pembuatan studi kasus ini untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan keluarga berencana pada akseptor implan dengan kenaikan berat badan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan pada akseptor implan dengan efek samping kenaikan berat badan. Dengan waktu pengambilan kasus selama kurang lebih 3 bulan sejak bulan April sampai Juni di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah dengan sasaran pada Ny. R usia 40 tahun akseptor lama dengan efek samping kenaikan berat badan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa anamnesa, observasi dan dokumentasi. Analisa dan penetapan diagnosa berdasarkan nomenklatur kebidanan dengan hasil yang didokumentasikan melalui SOAP. Asuhan kebidanan yang diberikan pada studi kasus ini telah dilakukan dengan baik. Masalah yang dialami akseptor implan dengan kenaikan berat badan ini sudah dapat teratasi dengan baik meskipun berat badan ibu masih tergolong dalam kategori gemuk (kelebihan berat badan), ibu diharapkan tetap menjaga pola makan dan melanjutkan menu diet sesuai anjuran ahli gizi. Ibu juga diharapkan tetap melakukan aktivitas fisik senam aerobic atau jalan pada pagi hari yang telah diberikan sehingga ibu tetap memilih kontrasepsi implan.
Efektivitas Senam Nifas Dengan Media Video Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Nifas: The Effectiveness of Postpartum Gymnastics with Video Media on Uterine Involution in Postpartum Mothers Arvemin Sovia Gladis Angelina; Ani Media Harumi; Yuni Ginarsih; Evi Yunita Nugrahini
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.226

Abstract

Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusi. Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas, dimana 50%-60% karena kegagalan uterus berkontraksi secara sempurna. Kontraksi uterus yang tidak kuat berkontraksi akan menyebabkan involusi uteri tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan masa nifas yang efektif, salah satunya adalah senam nifas. Efektivitas promosi kesehatan sangat bergantung pada media yang digunakan selama penyuluhan. Salah satu media yang menarik dan interaktif adalah video. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre experimental dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di PMB Afah Fahmi yang berjumlah 84 responden. Sampel berjumlah 38 responden diambil menggunakan Purposive Sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian dengan menggunakan lembar checklist dan video senam nifas. Analisis data bivariate menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh involusi uteri ibu nifas berjalan dengan normal (92%) sebelum diberikan intervensi senam nifas dan berjalan dengan cepat (89,5%) sesudah diberikan intervensi senam nifas dengan media video. Hasil uji analisis Wilcoxon signed rank test didapatkan p-value = 0,001 yang berarti terdapat efektivitas antara senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri pada ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Senam nifas yang dilaksanakan secara benar, rutin dan teratur akan membantu menguatkan kontraksi otot rahim sehingga mempercepat involusi uteri. Penggunaan media video, dalam senam nifas ini menawarkan aksesibilitas yang tinggi, memungkinkan ibu nifas untuk mengikuti senam kapan saja dan di mana saja. Diharapkan senam nifas dapat dijadikan salah satu program rutin karena dapat memberikan banyak manfaat untuk menangani komplikasi masa nifas.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training dengan Kejadian Enuresis: The Relationship of Maternal Knowledge About Toilet Training with the Incidence of Enuresis Sulistianingsih -
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.234

Abstract

Toilet training kepada anak ialah metode guna mengajarkan anak supaya dapat mengendalikan prosedur buang air kecil (BAK) serta buang air besar (BAB). Edukasi tersebut memerlukan maturasi otot-otot di area pengeluaran kotoran seperti anus serta saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan pengetahuan ibu tentang toilet training dengan kejadian enuresis di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Surabaya. Penelitian ini memakai prosedur analisis observasional melalui pendekatan cross sectional. Subjek penelitian tertera yakni ibu yang punya anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Surabaya, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Sampel yang dijangkau sejumlah 33 responden. Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan yakni kuesioner mengenai wawasan ibu mengenai latihan toilet serta angket mengenai enuresis. Data yang diperoleh akan dianalisis melalui bivariate memerlukan uji chi square. Hasil dari riset ini yakni p value = 0,000 sehingga H0 tidak diterima serta H1 diterima yang bermakna terdapat korelasi antara wawasan ibu mengenai toilet training dengan peristiwa ngompol di TK Aisyiyah 45 Surabaya. Kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini ialah bahwa terdapat korelasi di antara pengetahuan ibu mengenai toilet training dengan peristiwa enuresis di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Surabaya. Oleh karena itu, disarankan kepada para ibu guna meningkatkan pengetahuan mereka akan betapa pentingnya memberikan toilet training ke anak-anak sejak usia dini, yaitu sekitar 1-3 tahun, ketika anak sudah menunjukkan ciri-ciri siap untuk diajari toilet training.
Pengaruh Booklet “Breca” Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Dalam Pencegahan Kanker Payudara : The Influence of the "Breca" Booklet on Adolescent Women's Knowledge and Attitudes in Breast Cancer Prevention Alisa Salsabila Maharani; Hery Sumasto; Ervi Husni
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i4.235

Abstract

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering didiagnosis dan mengancam jiwa pada perempuan dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan perempuan. Faktor risiko yang berkaitan erat dengan peningkatan kejadian kanker payudara antara lain konsumsi junk food. Kecenderungan dapat terjadinya kanker payudara seiring berjalannya usia pada seorang wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh booklet “Breca” terhadap perilaku remaja putri dalam pencegahan kanker payudara Desain penelitian yang digunakan adalah two-group pre test-post test control group design. Populasi siswi SMP Brawijaya 2 Surabaya kelas sebanyak 96 orang dengan sampel sebagaian siswi dari populasi yang memenuhi syarat. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling sebanyak 38 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji analisis Wilcoxon Signed Rank Test dengan α<0,005 dan uji beda menggunakan Mann Whitney U Test dengan α<0,005. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank untuk pengetahuan remaja putri setelah diberikan perlakuan didapatkan nilai p 0,000 < α 0,005 yang berarti ada pengaruh booklet “Breca” terhadap pengetahuan remaja putri dalam pencegahan kanker payudara. Sikap remaja putri setelah diberi perlakuan didapatkan nilai p 0,000 < α 0,005 yang berarti ada pengaruh booklet “Breca” terhadap sikap remaja putri dalam pencegahan kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan booklet “Breca” mempengaruhi pengetahuan dan sikap remaja putri dalam pencegahan kanker payudara serta booklet “Breca”. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja putri setelah diberikan booklet “Breca” dalam pencegahan kanker payudara daripada leafleat. Kata kunci : booklet, kanker, payudara, pengetahuan, sikap
Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Dukungan Suami dengan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Puskesmas Paserpan: The Relationship Between Early Breastfeeding Initiation (IMD) and Husband Support with Exclusive Breastfeeding in The Paserpan Health Center Area Cindy Nur Permatasari; Novita Eka Kusuma Wardani; Ahdatul Islamiah; Dwi Purwanti
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i4.237

Abstract

Babies get the best nutrition from breast milk (ASI). Breast milk is the best source of nutrition. WHO is targeting 50% of babies to be exclusively breastfed by 2021, but only 40% of babies are exclusively breastfed according to its data. Internal and external factors are the causes of the inability to exclusively breastfeed. The type of analytical observation used in this research is the cross-sectional method. This research involved breastfeeding mothers who worked in the Puskesmas work area. The purposive sampling method produced a total of 87 samples. used a questionnaire to assess husband's support for exclusive breastfeeding and Early Breastfeeding Initiation (IMD) assessment. Data analysis was carried out univarate and bivarate using the chi-square test. The results of the analysis show that 79.3% of respondents practice IMD, 51.7% are mostly supported by their husbands, and 71.3% practice exclusive breastfeeding. The results of the research show that IMD with Exclusive Breastfeeding has a p value of 0.001 which means it is related, while Husband Support with Exclusive Breastfeeding has a p value of 0.025 which means it is related. This study found that IMD and husband's support were related to providing exclusive breastfeeding to breastfeeding mothers at the Paserpan Community Health Center, Pasuruan Regency. It is hoped that the puskesmas can improve the exclusive breastfeeding management program and ask breastfeeding mothers to continue to provide exclusive breastfeeding because exclusive breastfeeding is the main component in providing the best nutritional intake for babies.
Hubungan Kunjungan Antenatal Care dan BBLR dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan: The Relationship between Antenatal Care and BBLR Visits and Stunting Incidence in Toddlers Aged 24-59 Months Ika Wahyu Ningsih; Novita Eka Kusuma W.; Rijanto; Kharisma Kusumaningtyas
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i4.239

Abstract

Stunting is a condition where a child fails to grow properly due to chronic malnutrition, resulting in a shorter stature compared to other children of the same age. This research aims to analyze the correlation between antenatal care visits and low birth weight (LBW) history with the incidence of stunting in children aged 24 to 59 months.The research uses an analytical observational method with a cross-sectional approach. The population consists of mothers and children aged 24 to 59 months at Balas Klumprik Health Center, totaling 841 toddlers. The sample includes 89 mothers and stunted toddlers, selected through simple random sampling. The independent variables are antenatal care visits and LBW history, while the dependent variable is stunting. The instrument used in this study is the analysis using the Maternal and Child Health (MCH) book. The correlation is analyzed using the Chi-Square test. The results show that almost all respondents (77.5%) comply with antenatal care. Nearly all respondents (95.5%) are not stunted. The Chi-Square test results show a P-Value of 0.000, where p < α 0.05, indicating a correlation between antenatal care visits and the incidence of stunting in children aged 24 to 59 months. The Chi-Square test results also show a P-Value of 0.001, where p < α 0.05, indicating a correlation between LBW history and the incidence of stunting in children aged 24 to 59 months in the Balas Klumprik Health Center area. The conclusion of this research is that there is a correlation between antenatal care visits and LBW history with the incidence of stunting. The recommendation for the Balas Klumprik Health Center is to conduct socialization for pregnant women about the importance of antenatal care during pregnancy. For the community, it is hoped that there will be an increased awareness of the importance of nutritional needs for toddlers.