cover
Contact Name
Kharisma Kusumaningtyas
Contact Email
gebindo@poltekkes-surabaya.ac.id
Phone
081332225503
Journal Mail Official
gebindo@poltekkes-surabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Karangmenjangan no 12 Surabaya Jawa Timur Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Gema Bidan Indonesia (e-Journal)
ISSN : 24078980     EISSN : 24078980     DOI : https://doi.org/10.36568/gebindo.v12i1
Core Subject : Health, Education,
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) is a health scientific journal in the field of midwifery. This scientific journal publishes original research, literature reviews, perspectives, editorials, and case reports. We accept articles in the areas of midwifery such as: Pregnancy; Childbirth; Postpartum; Family planning program; Neonatus, baby, toddler, and child health; Heatlh reproduction in teenager and women; Menopause; Midwifery service management; Midwifery education management.
Articles 78 Documents
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya: The Relationship Between Gadget Use and Social Interaction of Children Aged 4-6 Years at KB TKIT Al Hikmah Surabaya Aldita Hajar Setya Rohmah; Astuti Setiyani; Novita Eka Kusuma Wardani; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.204

Abstract

Usia dini merupakan periode masa pertumbuhan dan perkembangan, pada masa tersebut semua potensi pada anak akan berkembang dengan pesat. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak. Dilihat dari kenyataannya orang tua pada zaman sekarang banyak yang memberikan gadget pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain CrossSectional. Variabel independen adalah penggunaan gadget dan variabel dependen adalah interaksi sosial. Populasi penelitian ini sebanyak 156 orang tua. Sampel ditentukan dengan metode Purposive Sampling sebanyak 112 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan lembar kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitas. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Penelitian menunjukkan Penggunaan Gadget memiliki hubungan dengan Interaksi Sosial Anak. Analisis Spearman Rank dengan p-Value = 0,005. Dengan taraf signifikan p <0,05 dengan nilai r hitung = -0,263 H1 diterima, artinya ada hubungan antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia 4-6 tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya. Hasil uji statistik Spearman Rank bahwa r hitung = -0,263 yang berarti hubungan tidak searah, semakin tinggi penggunaan gadget semakin menurun interaksi sosial pada anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial Anak Usia 4-6 Tahun di KB TKIT Al Hikmah Surabaya.
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif: The Relationship of Knowledge, Attitudes and Family Support with Exclusive Breastfeeding Sukarni; Nani Surtinah; Budi Joko Santoso
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.205r

Abstract

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di mulai sejak bayi dalam kandungan salah satu upaya untuk memperoleh bayi yang tumbuh kembang nya baik adalah dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, cakupan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Plaosan Masih kurang dari target kabupaten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Plaosan Magetan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik Simple Random sampling sejumlah 37 ibu bayi usia 0-6 bulan. variabel bebas adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga, dan variabel terikat nya adalah Pemberian ASI Eksklusif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan buku register kunjungan bayi. untuk menganalisis adanya hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga digunakan analisis Bivariat dan uji yang di gunakan adalah chi square atau fisher exact. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif (p value = 0,447), ada hubungan sikap dengan pemberian ASI Eksklusif (p-value = 0,005), dan hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif (p value = 0,002). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keberhasilan pemberian ASI Eksklusif berhubungan dengan sikap dan dukungan keluarga,namun sikap dan dan dukungan keluarga di bentuk dari pengetahuan yang baik dan pola pikir yang baik pula. Disarankan untuk UPTD Puskesmas Plaosan mengembangkan program edukasi dengan melibatkan partisipasi keluarga dan tokoh masyarakat serta meningkatkan pelayanan kesehatan.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Partus Lama pada Ibu Bersalin di Puskesmas Galis Bangkalan: The Relationship Between Age and Parity with The Incidence of Old Partus in Maternity at The Galis Bangkalan Health Center Annisa' Rizky Firdhauzy; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Uswatun Khasanah; Yuni Ginarsih
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.207

Abstract

Partus lama merupakan masalah yang paling sering terjadi pada ibu bersalin. Faktor umur dan paritas merupakan faktor ibu yang mempengaruhi terjadinya partus lama. Penelitian ini merupakan penelitian  survei analitik yang bersifat cross sectional.  Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dari 122 responden. Data responden  diambil melalui rekam medik dan registrasi pasien. Variable independent pada penelitian ini adalah usia dan paritas. Variabel dependen adalah partus lama. Untuk menganalisis adanya suatu hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian partus lama, maka menggunakan analisis uji statistik Chi-square. Hasil analisis chi square p= 0,000 < 0,005  menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas dengan kejadian partus lama di Puskesmas Galis. Sebagian besar responden berusia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun. Sedangkan pada paritas sebagian besar adalah primi dan grandemulti. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usia < 20 tahun dan > 35 tahun adalah usia yang berisiko mengalami partus lama. Karena pada usia < 20 tahun alat reproduksi ibu belum siap untuk dibuahi dan menopang berat badan janin yang semakin tumbuh besar. Sedangkan pada paritas berisiko adalah primi dan grandemult. Pada primi dikarenakan menerima kehamilan pertama kemungkinan rahim menjadi teregang oleh adanya janin. Pada grandemulti rahim mengalami penurunan fungsi yaitu tidak dapat lagi berkontraksi dengan baik akibat regangan uterus yang berulang ulang. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti dengan menggunakan data primer agar dapat memperoleh banyak data dan informasi.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia 1-3 Tahun: The Relationship Between Parenting and The Success of Toilet Training in Children Aged 1-3 Years Hilyatul Adeliyah; Titi Maharrani; Rekawati Susilaningrum; Uswatun Khasanah
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.208

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan pola pengasuhan anak yang berlaku dalam keluarga dimana pola asuh membentuk perilaku generasi berikut sesuai dengan norma dan nilai yang baik sesuai dengan kehidupan masyarakat. Pola asuh orang tua sangat bepengaruh dalam membantu keberhasilan toilet training pada anak secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap keberhasilan toilet training di Sekolah PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar Desa Janganansem Jabon Sidoarjo. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 36 anak PG Al-Islah dan 37 anak KB Al-Kautsar yang dipilih menggunakan Cluster Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua sedangkan variabel dependennya adalah keberhasilan toilet training. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui kuesioner. Analisis yang digunakan untuk menguji penelitian ini adalah chi-square. Hasil frekuensi pada pola asuh orang tua frekuesi terbanyak dengan pola asuh demokrasi sebanyak 38,36%, dan frekuensi toilet training pada anak terbanyak berhasil yaitu sebanyak 58,90%. Hasil statistik ini menyatakan nilai p-value 0,003 < α (0,05) terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia todler di PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar di Desa Janganasem tahun 2024. Pola asuh orang tua menurut hurlock ada tiga yaitu demokratis, permisif dan otoriter. Adapun bebrapa faktor yang mempengaruhi pola asuh seperti kepribadian orang tua, tingkat pendidikan orang tua, jumlah anak, dan usia. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua untuk menerapkan pola asuh yang sesuai agar dapat membantu dalam keberhasilan toilet training anak.
Efektivitas Pijat Batuk Pilek dengan Lama Penyembuhan ISPA pada Balita: The Effectiveness of Cough and Cold Massage with the Healing Time of ISPA in Toddlers Hilda Rizky Amelia; Sherly Jeniawaty; Uswatun Khasanah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.209

Abstract

Batuk pilek rentan terjadi pada anak balita, apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memperberat kondisi anak. Pada tahun 2023 sampai bulan Oktober terjadi peningkatan kasus ISPA di Kecamatan Sepulu dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 30%. Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pijat batuk pilek terhadap lama penyembuhan ISPA pada Balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA pada bulan Februari-April 2024 yang ada sebanyak 65 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 responden. Untuk menganalisis adanya perbedaan digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyembuhan batuk sebelum mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah normal (73,3%). Sedangkan lama penyembuhan batuk setelah mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah cepat (70%). Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil uji p value didapatkan p value = 0,000 maka H1 diterima yang artinya Pijat batuk pilek lebih efektiv terhadap lama penyembuhan ISPA pada balita. Disimpulkan bahwa pijat batuk pilek sangat efektiv dalam penyembuhan batuk pilek pada balita. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.
Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone dengan Perkembangan pada Anak Prasekolah: The Relationship Between Smartphone Use Intensity and Development in Preschoolers Farah Hanifah; Rekawati Susilaningrum; Ani Media Harumi; Astuti Setiyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.210

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode penting dalam proses perkembangan anak. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia prasekolah menderita gangguan perkembangan. Perkembangan dimasa itu menjadi penentu keberhasilan perkembangan anak prasekolah di periode yang akan datang. Smartphone membuat anak semakin mudah mendapatkan akses media informasi dan teknologi, sehingga anak-anak malas menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan anak pasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Penelitian bersifat observasional dengan desain cross sectional. Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui ada hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembanagan anak hasil menggunakan uji chi square menunjukkan  p-value = (0,024) < (0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan pada anak prasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Saran bagi para orang tua sebaiknya anak tetap dalam pengawasan ketika menggunkan smartphone. Perkembangan anak juga tetap terus dipantau dengan deteksi dini ke tenaga kesehatan, agar stimulasi perkembangan anak tetap stabil sesuai dengan usianya.
Penggunaan Video Animasi “Derita Shella” Dalam Upaya Peningkatan Perilaku Remaja Tentang Kehamilan Dini: The Use of the Animated Video "Selita Shella" in an Effort to Improve Adolescent Behavior About Early Pregnancy Valentin Elvira Melati
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v14i1.213

Abstract

Pregnancy in adolescence had a relatively high medical risk, as the reproductive organs were not sufficiently mature to perform their functions. Efforts to prevent early pregnancy included providing health education that would enable teenagers to make appropriate decisions when encountering signs of pregnancy danger. The aim of this study was to analyze the use of the animated video "Derita Shella" in an effort to improve adolescent behavior regarding early pregnancy. This study used a quasi-experimental design with a Randomized Control Group Pretest-posttest Design. Sampling techniques included Purposive Sampling and Simple Random Sampling. The sample size consisted of 60 teenagers in Poncol Village for the control group. Data collection was done using a questionnaire. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test, Mann Whitney test, and n-gain test. The results of this study showed a difference in the increase in knowledge and attitude scores among teenagers who were given health promotion using the animated video and those who were given a leaflet, with p-values for knowledge (0.000) and attitude (0.018) (<0.05). Based on the description above, it can be concluded that the animated video "Derita Shella" had an impact on improving knowledge and attitude among teenagers regarding early pregnancy. It is hoped that educational institutions, future researchers, and healthcare services can use the animated video "Derita Shella" as a tool for promoting health awareness regarding early pregnancy. Keywords: animated video; early pregnancy; knowledge; attitude.
Efektifitas Metode Ceramah dan Small Group Discussion tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Remaja: The Effectiveness of Lecture Methods and Small Group Discussions on Reproductive and Sexual Health on Adolescents' Knowledge, Attitudes and Behaviors Aris Handayani; Abdul Latip; Kharisma Kusumaningtyas; Titi Maharrani; Ervi Husni; Domas Nurchandra Pramudianti
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.214

Abstract

Background: adolescents are in a phase of rapid growth and development both physically, psychologically, intellectually, socially and sexually, causing great curiosity and tend to take risky attitudes without adequate consideration, which can lead to various consequences including Sexually Transmitted Infections and unwanted pregnancies.This study aims to explain the effectiveness of sexual and reproductive health education with lecture and small group discussion methods on the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents.Method: this study is a Quasy -Experimental Research (pre-post test control group design) with two treatment groups and one control group. A total of 68 adolescents from 135 respondents were involved using proportional random sampling method. Each group was treated with different learning methods, namely lecture method and small group discussion consisting of 68 respondents. Data collection was carried out using pre and post questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney Test with a significant level of P, 0.005. Results: This study shows that the effectiveness of the lecture and small discussion methods are: 1) knowledge about the small group discussion method and the lecture method have the same significant value P = 0.000 (<0.05). 2) attitudes and behaviors towards the lecture method are significantly different from the Small Group Discussion method p = 0.000 (<0.05). Conclusion: This study states that the small group discussion method is better used to improve knowledge and attitudes towards sexual and reproductive health behavior in adolescents than the lecture method because in this phase it is a phase of growth in adolescents so that adolescents want to know more about sexual and reproductive health material. Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior, adolescent, attitude
Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Kesiapan Pernikahan Siswa Tingkat Akhir Poltekkes Kemenkes Surabaya: The Effect of Emotional Maturity on The Marriage Readiness of Final Year Students of the Ministry of Health Polytechnic of The Ministry of Health Surabaya Shela Putri; Tatarini Ika Pipitcahyani; Triana Septianti Purwanto; Esyuananik
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v14i1.218

Abstract

Introduction : The emotional maturity is crucial in maritial life as it enables individuals to approach marriage with a mature mindset and handle it effectively. Divorce is a common issue within households, emphasizing the significance of emotional readiness and maturity in forming a happy family. Both elements are pivotal in preparing for marriage, indicating readiness. A mature individual, having met these criteria, can be deemed ready for marriage. This study aims to investigate the influence of emotional maturity on marriage readiness among senior female students at the Surabaya Health Polytechnic. Methods : The research design employed an analytical survey with a cross-sectional design, involved 180 female students selected through proportionate stratified random sampling at the Surabaya Health Polytechnic. The independent variable is emotional maturity, on the other hand the dependent variable is marriage readiness. Primary data collection are conducted through the Emotional Maturity Scale and Marriage Readiness Scale’s questionnaires. Result : The analysis using chi-square, reveals a significant association between high levels of emotional maturity and marriage readiness, with a p-value of 0.04. High emotional maturity have significantly influences marriage readiness among senior female students at the Surabaya Health Polytechnic Disscusion : It is hoped that all female students recognize the importance of emotional maturity, particularly in preparing for marriage, thereby preventing divorce rates.
Hubungan Sikap Personal Hygiene pada Saat Menstruasi dengan Keluhan Pruritus Vulvae pada Remaja Putri: The Relationship between Personal Hygiene Attitudes During Menstruation and Vulvae Pruritus Complaints in Adolescent Girls Puspita Zulfa Prasticia Zulfa; Sherly Jeniawaty; Ahdatul Islamiah; Siti Mar’atus Sholikah
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v14i1.219

Abstract

Pruritus Vulvae adalah gangguan yang ditandai dengan sensasi gatal parah dari alat kelamin eksternal perempuan. Penyebab Pruritus Vulvae adalah infeksi, invasi (scabies, pediculosis pubis, enterobius vermicularis), dan dermatitis kotak (iritan dan alergik). Penelitian pada tahun 2020 sekitar 70% wanita indonesia mengalami keluhan pruritus vulvae dan sebanyak 39,3% pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap personal hygiene pada saat mestruasi dengan keluhan pruritus vulvae pada remaja putri di Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 57 remaja yang dipilih menggunakan probability sampling yaitu simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sikap personal hygiene sedangkan variabel dependen adalah keluhan pruritus vulvae. Teknik pengumpulan data secara primer dan sekunder dengan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam menguji penelitian ini adalah chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar santriwati sebanyak 73,7% dalam sampel penelitian memiliki sikap personal hygiene yang positif. Sedangkan untuk santriwati yang mengalami keluhan pruritus vulvae sebanyak 43,9%. Analisa bivariat menggunakan metode chi-square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p-value < 0,05) Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap personal hygiene saat menstruasi dengan keluhan pruritus vulvae pada siswi di Pondok Pesantren Sunan Giri Kota Surabaya tahun 2024. Saran untuk siswi Pondok Pesantren Sunan Giri Kota Surabaya untuk lebih memperhatikan sikap personal hygiene saat menstruasi sehingga dapat mencegah terjadinya pruritus vulvae. Kata kunci : personal hygiene, menstruasi, pruritus vulvae