cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2024): Juni" : 30 Documents clear
Perilaku Bullying pada remaja kelas XI SMAN 21 Surabaya: Bagaimana Kecenderungan Pola Asuh Otoriter dan Regulasi Emosi? Sari, Annisa Permata; Sukiatni, Dwi Sarwindah; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10550

Abstract

Adolescence is a transition period in children's development. In fact, many teenagers are not yet able to undergo this stage of development, so many of them commit delinquency, such as bullying. This research aims to determine the relationship between authoritarian parenting and emotional regulation and the tendency to engage in bullying behavior in adolescents. The population in this study was 380 class XI students of SMA Negeri 21 Surabaya. The population in this study was 191 class XI students at SMA Negeri 21 using the Krejcie table. The method for analyzing correlational data was with the help of IBM SPSS version 25 for Windows and the simultaneous test results showed a significance of 0.000 (p<0.05). This means that authoritarian parenting and emotional regulation influence the tendency to carry out bullying behavior. In the partial test, there is a significant influence between bullying and authoritarian parenting with a significance value of <0.001 (p<0.05) and bullying and emotional regulation with a significance value of <0.001 (p<0.05), meaning there is a significant relationship between authoritarian parenting and emotional regulation. with a tendency to carry out bullying behavior in teenagers.
Kecemasan Masa Depan pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Adakah Peranan Internal Locus of Control? Putri, Marsella Aprilola Dwi; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10551

Abstract

AbstractThe uncertainty of life in the future makes final year students feel worried about the failure experienced later in fulfilling existing tasks and demands so that this can trigger final year students to experience future anxiety. This study aims to determine the relationship between internal locus of control and future anxiety in final year students. This research is a type of quantitative research using correlational research. The subjects in this study were 321 final year students. The research instruments used the internal locus of control scale and the Future Anxiety Scale (FAS) adapted from Zaleski (1996). The data analysis technique used Spearman's Rho analysis technique with the help of the IBM Statistical Package for Social Science (SPSS) version 25 for windows program. The results showed a significant negative relationship between internal locus of control and future anxiety in final year students, meaning that the higher the internal locus of control, the lower the future anxiety of final year students. Conversely, the lower the internal locus of control, the higher the future anxiety of final year students.Keywords: Final Year Students; Future Anxiety; Internal Locus of Control AbstrakKetidakpastian kehidupan di masa depan membuat mahasiswa tingkat akhir merasa khawatir akan kegagalan yang dialami nantinya dalam memenuhi tugas dan tuntutan yang ada sehingga hal tersebut dapat memicu mahasiswa tingkat akhir mengalami kecemasan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dengan kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 321 mahasiswa tingkat akhir. Instrumen penelitian menggunakan skala internal locus of control dan The Future Anxiety Scale (FAS) yang diadaptasi dari Zaleski (1996). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Spearman’s Rho dengan bantuan program IBM Statistic Package for Social Science (SPSS) versi 25 for windows. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan negatif yang signifikan antara internal locus of control dengan kecemasan masa depan pada mahasiswa tingkat akhir, artinya semakin tinggi internal locus of control maka semakin rendah kecemasan masa depan mahasiswa tingkat akhir. Sebaliknya semakin rendah internal locus of control maka akan semakin tinggi kecemasan masa depan mahasiswa tingkat akhir.Kata kunci: Internal Locus of Control; Kecemasan Masa Depan; Mahasiswa Tingkat Akhir
Persepsi Leadership Agility dengan Work Engagement pada Karyawan Retail Putra, Mohammad Ilham Arief; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10566

Abstract

Work Engagement pada karyawan sangat diperlukan dalam perusahaan. Work engagement yang rendah dapat berdampak buruk bagi perusahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel X dan Variabel Y. Dimana varibel Leadership Agility berperan sebagai variabel X dan Work Engagement yang berperan sebagai variabel Y. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif Korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan Retail di Tunjungan Plaza. Partisipan penelitian sebanyak 107 Partisipan yang diambil menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala Work Engagement (α=0,687), skala Leadership Agility (α=0,747). Teknik analisis data menggunakan menggunakan teknik Analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat koefisien korelasi sebesar 0,19 dengan taraf signifikansi 0,00 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hipotesis dapat diterima. Penelitian ini menyimpulkan semakin positif tingkat persepsi leadership agility yang dimiliki oleh seorang karyawan, maka akan semakin kuat tingkat work engagement yang dimiliki oleh seorang karyawan.
Analisis Konsep Diri dengan Sikap Remaja terhadap Penyalahgunaan Narkoba Awwalya, Siti Nabila; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10567

Abstract

Konsep diri merupakan gambaran dan penilaian dari seluruh aspek kehidupan. Konsep dirimencakup seluruh aspek kepribadiannya dan dikembangkan oleh remaja berupa konsep diriyang positif dan negatif. Sikap remaja yang melakukan penyalahgunaan narkoba dilatarbelakangi karena krisis identitas, memiliki kontrol diri yang lemah, kurangnya kasih sayang, minimnya pemahaman tentang keagamaan, pengaruh lingkungan sekitar, dantempat pendidikan. Penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan jumlah penyalahgunaan narkoba kategori satu tahun pakai dikalangan pelajar mencapai 2.297.492 jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menguji hubungan antara konsep diri dengan sikap remaja terhadap penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan bantuan spss dalam bentuk regresi berganda melalui penyebaran kuesioner dengan 123 responden di Surabaya dan Sidoarjo yang berumur 12–24 tahun. Sikap remaja dengan konsep diri terutama dalam penyalahgunaan narkoba menunjukkan adanya keterkaitan berdasarkan hasil pengolahandata melalui spss adalah 0,744 dimana hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa memiliki hubungan linier diantara keduanya.
Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Remaja : Adakah peranan Self Acceptance? Cahyaningrum, Ardelia Aristawati; Efendy, Mamang; Pratikto, Herlan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10569

Abstract

Manusia memiliki kecenderungan untuk mencapai kesempurnaan, namun jika obsesi tersebut berfokus terutama pada pencapaian kesempurnaan fisik, hal ini dapat menyebabkan kecenderungan. Terlebih lagi, dengan kemajuan teknologi saat ini, dimana setiap individu bersaing untuk mengunggah dirinya melalui media sosial yang membuat individu menjadi kurang menerima atas apa yang individu tersebut miliki, fenomena ini dapat meningkatkan prevalensi gangguan kecenderungan body dysmorphic disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif, hasil penelitian ini diuji dengan teknik analisis data spearman’s rho. Berdasarkan dari perhitungan analisis spearman’s rho diperoleh hasil bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat self acceptance berpengaruh terhadap kecenderungan body dysmorphic disorder.
Leisure Boredom dengan Kecenderungan Kecanduan Smartphone pada Mahasiswa Alivan, Abil Nur; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10570

Abstract

Kemajuan teknologi telah mengubah kehidupan masyarakat secara signifikan. Penggunaan smartphone telah meningkat, berbagai efek samping yang ditimbulkan karena penggunaan smartphone yang berlebihan pun telah muncul. Selain memberikan dampak positif, smartphone juga dapat memberikan dampak negatif, salah satunya menjadi cemas ketika jauh dari smartphone, salah satunya kecanduan smartphone. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan leisure boredom dengan kecanduan smartphone pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 417 mahasiswa yang merupakan mahasiswa aktif di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convience sampling. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 192 mahasiswa.
Kecemasan Nomophobia pada Mahasiswa: Bagaimanakah Peranan Kontrol Diri? Ariska, Amanda Devina; Sukiatni, Dwi Sarwindah; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10583

Abstract

In the modern era like today, the sophistication of technology in smartphones is currently growing rapidly compared to before. Because smartphones in the current era make it easy for users to access anything easily. This is what makes humans dependent on the existence of smartphones, especially students who often feel anxious when they are away from their smartphones. This phenomenon is called nomophobia anxiety. 1) Nomophobia anxiety is a feeling of anxiety and fear when individuals are away from their smartphones. 2) This study aims to determine the relationship between self-control and nomophobia anxiety in college students. 3) The population in the study was 12,361 active students at the university of August 17 1945 Surabaya with a research sample of 288 students. This research data collection technique uses incidental sampling techniques. 4) Data collection from the results of the self- control scale and nomophobia anxiety scale, each of which consists of 21 items with an α =0.837 value and 29 items with an α =0.906 value. The data analysis used is a simple analysis which shows rxy = -575 at p = 0.00 (<0.05) 5) meaning that there is a significant negative relationship between the two variables.
Stres akademik dan cyberslacking pada mahasiswa Rachmawati, Aliyah; Suhadianto, Suhadianto; Pratikto, Herlan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10713

Abstract

Cyberslacking banyak terjadi dalam dunia akademik, utamanya dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini berdampak pada perhatian yang teralihkan dari aktivitas pembelajaran di kelas, rendahnya nilai ujian, hingga penurunan motivasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara stres akademik dengan cyberslacking pada mahasiswa. Populasi berjumlah 2.593 yakni mahasiswa aktif semester gasal angkatan 2021 dari berbagai fakultas di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Partisipan berjumlah 374 yang direkrut melalui teknik quota sampling. Penelitian ini dianalisis menggunakan Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara stres akademik dengan cyberslacking pada mahasiswa. Merujuk pada temuan penelitian ini, disarankan kepada Dosen agar dapat menggunakan metode pengajaran yang lebih menyenangkan. Disarankan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti pelatihan, penyegaran diri, yoga sebagai upaya pencegahan ataupun penanganan cyberslacking yang terjadi. Lebih jelas akan dibahas.
Citra tubuh Dan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder: Seberapa pentingkah penampilan fisik bagi remaja ? Putri, Dwi Amalia; Nainggolan, Eben Ezer; Ul Haque, Sayidah Aulia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10844

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between body image and body dysmorphic disorder tendencies in teenagers in Surabaya. This study used a correlational quantitative research method. The participants in this study were all teenagers in Surabaya with the age range of 18-21 years. The number of participants in this study was 272 participants taken with reference to the Krejcie table with a confidence of 90%. The sample technique used was Accidental Sampling. The data analysis used is Spearman Rho. The results of this study showed a rho correlation coefficient value of -0.616 with a significance level of 0.000 (p≤0.05). Thus, there is a negative relationship between the two variables which shows that the higher the body image owned, the lower the tendency of body dysmorphic disorder, conversely the lower the body image owned, the higher the tendency of body dysmorphic disorder. Keywords: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Teenagers Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah seluhruh remaja di Surabaya dengan rentan usia 18-21 tahun. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah sebanyak 272 partisipan yang diambil dengan mengacu pada tabel krejcie dengan confidence sebesar 90%. Teknik sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi rho sebesar -0,616 dengan taraf signifikansi 0,000 (p≤0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan negatif antara dua variabel yang menunjukkan bahwa semakin tinggi body image yang dimiliki maka semakin rendah kecenderungan body dysmorphic disordernya, sebaliknya semakin rendah body image yang dimiliki maka semakin tinggi kecenderungan body dysmorphic disorder nya. Kata kunci: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Remaja
THE INFLUENCE OF THE ROLE AND INVOLVEMENT OF PARENTS ON THE MENTAL HEALTH OF JUNIOR HIGH SCHOOL (SMP) CHILDREN Ahdana, Mutiara
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10893

Abstract

The large number of bullying cases that occur among junior high school (SMP) students in Indonesia can have a negative impact on the victim's mental health. One important factor that can support adolescent mental health is the role played by parents. The role and involvement of parents in the mental health of middle school children has a crucial influence on children's social emotional development. This research aims to understand more about the role, influence and importance of parenting patterns implemented by parents and their impact on the mental health of teenagers (junior high school students). The data collection technique in this research uses the library study method, namely by collecting data by collecting books and documents as well as other means of information from various sources related to this research problem. The results of the research show that there are two factors that support adolescent mental health, the first factor is the role and involvement of parents in the mental health of middle school children and the second factor is appropriate parenting patterns that can help growth and development and shape children's mental characteristics well, etc.

Page 2 of 3 | Total Record : 30