cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 02 (2025): Juni" : 30 Documents clear
Penerimaan Diri dan Resiliensi pada Kebahagiaan Remaja Fatherless di Surabaya Kusuma, Putri Varadhiva Adi; Noviekayati, I Gusti Ayu Agung; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12731

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja yang mengalami kehilangan sosok ayah. Penerimaan diri merupakan kemampuan individu untuk menerima keadaan diri dan situasi hidup, sementara resiliensi mencerminkan kemampuan untuk bangkit dari kesulitan. Remaja fatherless sering menghadapi tantangan emosional yang dapat mempengaruhi kebahagiaan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja fatherless. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan 200 partisipan berusia 16 hingga 18 tahun, yang dipilih melalui teknik snowball sampling dengan kriteria khusus kehilangan figur ayah. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja fatherless. Artinya, semakin tinggi tingkat penerimaan diri dan resiliensi, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan yang dirasakan. Kesimpulannya, penerimaan diri dan resiliensi memiliki peran penting dalam meningkatkan kebahagiaan remaja fatherless, tekanan perlunya dukungan psikologis untuk membantu remaja menghadapi tantangan hidup.
Peran Dukungan Sosial dan Kontrol Diri terhadap Penerimaan Diri pada Remaja Keluarga Bercerai Maulana, Syarif; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pacra
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan sosial dan kontrol diri dengan penerimaan diri pada remaja dari keluarga bercerai. Data diperoleh dari 127 responden yang memenuhi kriteria penelitian, dan dianalisis menggunakan metode korelasi Spearman’s rho karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan positif dan signifikan dengan penerimaan diri (p > 0,05), sedangkan kontrol diri tidak menunjukan hubungan signifikan dengan penerimaan diri (p < 0,05). Dukungan sosial memberikan kontribusi dominan terhadap penerimaan diri, mencerminkan peran penting lingkungan sosial dalam membangun rasa penghargaan dan enerimaan individu terhadap dirinya sendiri. Sebaliknya kontrol diri yang lebih berfokus pada regulasi perilaku dan impuls tidak memiliki hubungan langsung dengan penerimaan diri. Temuan ini menyoroti pentingannya penguatan dukngan sosial dalam intervensi yang bertujuan menigkatkan penerimaan diri pada remaja keluarga bercerai.
Penerimaan Diri dan Persepsi Keharmonisan Keluarga dengan Psychological Well-Being pada Gen-Z Husnol Khatimah, Sofia Diana; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12736

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja yang mengalami kehilangan sosok ayah. Penerimaan diri merupakan kemampuan individu untuk menerima keadaan diri dan situasi hidup, sementara resiliensi mencerminkan kemampuan untuk bangkit dari kesulitan. Remaja fatherless sering menghadapi tantangan emosional yang dapat mempengaruhi kebahagiaan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja fatherless. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan 200 partisipan berusia 16 hingga 18 tahun, yang dipilih melalui teknik snowball sampling dengan kriteria khusus kehilangan figur ayah. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara penerimaan diri dan resiliensi terhadap kebahagiaan remaja fatherless. Artinya, semakin tinggi tingkat penerimaan diri dan resiliensi, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan yang dirasakan. Kesimpulannya, penerimaan diri dan resiliensi memiliki peran penting dalam meningkatkan kebahagiaan remaja fatherless, tekanan perlunya dukungan psikologis untuk membantu remaja menghadapi tantangan hidup.
Study Komparatif Problem Solving antara Generasi Baby Boomers dan Generasi Z Saffanah, Nabilah; Pratitis, Niken Titi; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12737

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah (problem solving) merupakan keterampilan penting yang membedakan generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara Generasi Baby Boomers dan Generasi Z. Generasi Baby Boomers cenderung mengandalkan pengalaman dan pendekatan tradisional, sementara Generasi Z lebih adaptif terhadap teknologi dan inovatif dalam mencari solusi. Penelitian ini melibatkan 78 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling, terdiri dari 32 Baby Boomers dan 46 Generasi Z. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur lima aspek utama pemecahan masalah berdasarkan model IDEAL (Identify, Define, Explore, Act, Look Back). Hasil analisis dengan Mann-Whitney U Test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua generasi. Baby Boomers menunjukkan keterampilan pemecahan masalah yang lebih tinggi dalam skenario yang memerlukan perencanaan matang dan solusi teruji, sementara Generasi Z unggul dalam inovasi dan adaptasi teknologi. Temuan ini memberikan wawasan untuk meningkatkan kolaborasi lintas generasi dalam berbagai konteks.
Self-Compassion terhadap Loneliness pada Mahasiswa Perantau Mutmainah, Ayuhan Nafsul; Efendy, Mamang; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan loneliness pada mahasiswa perantau di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan dengan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 117 mahasiswa perantau yang di ambil menggunakan Teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala Self Compassion Scale dengan 21 item dan skala Loneliness Scale dengan 20 item yang telah di uji validitas dan realibilitasnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala likert untuk mengukur self-compassion dan Loneliness. Analisis data dilakukan menggunakan Teknik korelasi Spearman Rho dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara self-compassion dengan loneliness pada mahasiswa perantau di Surabaya. Meskipun demikian self-compassion tetap dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa perantau.
Regulasi Emosi dan Resiliensi: Faktor Kunci dalam Kesuksesan Akademik Mahasiswa Akhir Rose, Angelica Putricia Axl; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12760

Abstract

Kinerja mahasiswa dipengaruhi oleh dua komponen penting yaitu regulasi emosi dan resiliensi akademik, terutama bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara resiliensi akademik dan regulasi emosi pada mahasiswa akhir di Surabaya. Desain kuantitatif yang digunakan untuk penelitian ini adalah korelasional. Subjek penelitian terdiri dari 172 mahasiswa akhir dari berbagai program studi di universitas Surabayai. Alat ukur yang digunakan adalah skala Regulasi Emosi dan Skala Resiliensi Akademik, yang keduanya telah diuji untuk validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi spearman rho untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dan resiliensi akademik (p < 0,05). Mahasiswa yang dapat mengendalikan emosi mereka cenderung memiliki resiliensi akademik yang lebih tinggi. Penelitian ini menemukan bahwa kemampuan pengendalian emosi dapat meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa akhir dan membantu mereka menyelesaikan masalah.
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa: Bagaimana Peran Intensitas Bermain Game Online dan Stres Akademik? Hendiaka, Reihan Firjatullah Putra; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12762

Abstract

Pelaku prokrastinasi akademik mengetahui bahwa perilaku ini akan berdampak buruk bagi yang melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game online dan stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Surabaya. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 3 variabel. Teknik pengambilan partisipan pada penelitian ini menggunakan metode sampling insidental dengan sampel sebanyak 388 mahasiswa di Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang diadaptasi oleh Suhadianto, dkk. (2024). Kemudian skala intensitas bermain game online yang mengacu pada Fishbein & Ajzen, 2010. Selanjutnya lalu skala stres akademik yang disusun oleh Wardani (2024) yang menggunakan aspek dari Bedewy & Gabriel (2015). Hasil penelitian baik secara simultan ataupun secara parsial mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas bermain game online dan stres akademik dengan prokrastinasi akademik yang maknanya semakin tinggi intensitas bermain game online dan stres akademik maka semakin tinggi juga kecenderungan prokrastinasi akademik, berlaku juga sebaliknya.
Hubungan antara Penyesuaian Diri dan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Baru Purbandhini, Citra Galuh; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12766

Abstract

Mahasiswa baru yang mengalami transisi melalui berbagai aspek kehidupan yang menantang mengalami tingkat stres tinggi yang berdampak negatif pada psychological well-beingnya. Psychological well-being dimaknai sebagai kondisi dimana individu terbebas dari tekanan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah ada hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa baru, baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi penelitian adalah mahasiswa baru fakultas psikologi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dengan jumlah responden penelitian sebanyak 162 mahasiswa. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif korelasional dengan menggunakan 3 (tiga) alat ukur, yaitu Ryff’s Psychological Well-Being Scale, Inventory of New College Student Adjustment Scale, dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support Scale. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan variabel penyesuaian diri dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa baru. Secara parsial variabel penyesuaian diri dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif dan variabel dukungan sosial dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif.
Membangun Subjective Well-Being: Impact Optimisme dan Dukungan Sosial pada Polisi Lalu Lintas Prawinda, Salsabila Balqis; Noviekayati, I Gusti Ayu Agung; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12772

Abstract

Kesejahteraan subjektif mencakup kepuasan hidup, emosi positif, dan rendahnya emosi negatif. Polisi lalu lintas menghadapi tuntutan pekerjaan yang tinggi yang dapat memengaruhi kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara optimisme dan dukungan sosial dengan kesejahteraan subjektif pada polisi lalu lintas di Jawa Timur. Sampel terdiri dari 111 polisi yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala optimisme, dukungan sosial, dan kesejahteraan subjektif yang telah divalidasi. Analisis menunjukkan bahwa optimisme berhubungan positif dengan kesejahteraan subjektif, sementara dukungan sosial berhubungan negatif dengan kesejahteraan subjektif, yang menunjukkan bahwa dukungan sosial yang tinggi mungkin berhubungan dengan kesejahteraan yang lebih rendah. Hasil ini menyoroti pentingnya optimisme dan kompleksitas dukungan sosial dalam kesejahteraan polisi lalu lintas.
Problematic Social Media Use (PSMU) dan Body Dissatisfaction pada Wanita Pasca Melahirkan Febrianti, Shinta Adi; Saragih, Sahat; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12775

Abstract

Mempunyai bentuk tubuh yang sempurna merupakan impian bagi semua wanita. Karena dalam pandangan sosial, tubuh yang sempurna atau ideal sering dikaitkan dengan kecantikan. Oleh karena itu banyak wanita yang merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya, sehingga wanita merasa terdorong untuk mencapai dan membentuk tubuhnya agar terlihat sempurna. Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh atau body dissatisfaction ini seringkali menyebabkan terganggunya interaksi sosial dan kesejahterahan psikologis. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya penggunan media sosial yang bermasalah atau problematic social media use (PSMU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan problematic social media use (PSMU) dengan body dissatisfaction pada wanita dewasa awal yang telah memiliki anak. Penelitiana ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Skala yang digunakan merupakan skala Liker, yaitu skala body dissatisfaction yang dirancang sendiri oleh penulis sesuai dengan teori Rosen dan Reiter (1996) dan skala problematic social media use (PSMU) sesuai dengan teori Griffiths (2005). Penelitian ini menggunakan 150 responden dengan kriteria ibu-ibu usia 18-40 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa problematic social media use (PSMU) mempunyai pengaruh terhadap munculnya body dissatisfaction pada wanita dewasa awal yang telah mempunyai anak di Surabaya.

Page 1 of 3 | Total Record : 30