cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 03 (2025): September" : 30 Documents clear
Membangun Komitmen Guru: Peran Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja di Lingkungan Sekolah Menengah Herawati, Berlian Ica; Utami, Adnani Budi; Haque, Sayidah Aulia Ul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Teacher commitment is a critical factor in the success of educational outcomes. However, a significant number of teachers continue to exhibit low levels of commitment, as reflected in limited involvement in student mentoring, inadequate preparation for teaching and learning activities, poor adherence to school regulations, and a tendency to seek alternative employment outside the teaching profession. This lack of commitment is believed to be influenced by various factors, including the organizational climate and job satisfaction. This study aims to investigate the relationship between organizational climate and job satisfaction with teacher commitment. A quantitative correlational approach was employed, using total sampling of 125 high school teachers in Menganti District, Gresik. Data were analyzed using Spearman’s Rho test with the assistance of SPSS 26 for Windows. The findings reveal that both organizational climate and job satisfaction are positively and significantly correlated with teacher commitment. These results highlight the importance of cultivating a supportive organizational climate and enhancing job satisfaction as strategies to reinforce teachers’ commitment to their schools. Keywords: Teacher, Teacher Commitment, Organizational Climate, Job Satisfaction Abstrak Komitmen guru berperan penting dalam keberhasilan pendidikan, namun masih banyak guru yang menunjukkan rendahnya komitmen, seperti minimnya keterlibatan dalam membimbing siswa, kurangnya kesiapan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, kurangnya kepatuhan terhadap aturan sekolah dan guru yang justru mencari peluang kerja lain di luar profesi guru. Komitmen ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya iklim organisasi dan kepuasan kerja. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah termuat hubungan antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan komitmen guru. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling terhadap 125 guru SMA di Kecamatan Menganti, Gresik. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rho dengan bantuan SPSS 26 for windows. Hasil menunjukkan bahwa baik iklim organisasi dan kepuasan kerja memiliki hubungan positif dan signifikan dengan komitmen guru. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun iklim kerja yang positif dan meningkatkan kepuasan kerja guna memperkuat komitmen guru terhadap sekolah. Kata kunci: Guru, Komitmen Guru, Iklim Organisasi, Kepuasan Kerja
Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA: Peran Efikasi Diri dan Konformitas Teman Sebaya Laili, Uswidatul; Suhadianto; Pratikto, Herlan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this study is to test the relationship between academic self-efficacy and peer conformity with academic procrastination among high school students. A quantitative approach with a correlational design was used. The participants were 305 students from a senior high school in Krian selected through stratified random sampling. The instruments applied concist of the academic self-efficacy scale, peer conformity scale, and academic procrastination scale. Multiple linear regression applied as data analysis. The results revealed a significant relationship between academic self-efficacy and peer conformity with academic procrastination. Academic self-efficacy showed a positive influence on procrastination, indicating that students with higher academic self-efficacy tend to delay academic tasks more frequently. Similarly, peer conformity also had a positive impact on academic procrastination. In conclusion, both variables contribute to procrastination behavior, highlighting the importance of increasing students' self-awareness and ability to manage social influence from their peers. Keywords: academic self-efficacy, peer conformity, academic procrastination, high school students, multiple linear regression Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengujii hubungan antara efikasi diri akademik dan konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik Siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 305 siswa SMA di Krian yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang diterapkan terdiri dari skala efikasi diri akademik, skala konformitas teman sebaya, dan skala prokrastinasi akademik. Regresi linier berganda diterapkan sebagai analisis data. temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri akademik dan konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik. Efikasi diri akademik berpengaruh positif terhadap prokrastinasi akademik, yang berarti semakin tinggi efikasi diri akademik siswa, maka semakin tinggi pula kecenderungan untuk menunda tugas akademik. Selain itu, konformitas teman sebaya juga berpengaruh positif terhadap prokrastinasi akademik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kedua faktor tersebut berkontribusi terhadap perilaku menunda tugas, sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran diri siswa dan kemampuan memilah pengaruh sosial dari lingkungan sekitarnya. Kata kunci: efikasi diri akademik, konformitas teman sebaya, prokrastinasi akademik, siswa SMA, regresi linear berganda
Hubungan Fanatisme dan Konformitas terhadap Perilaku Konsumtif pada Penggemar JKT48 di Surabaya Aditya, Maulana Akbar; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study was conducted to determine the relationship of fanaticism and conformity to consumptive behavior in jkt48 fans in Surabaya. This study uses quantitative methods using correlational methods. Sampe in this study were 270 participants with the criteria of men and women aged 12-30 years and fans of JKT48. The sampling technique used purposive sampling. Measurement of consumptive behavior data using a scale proposed by Lina & Rosyid (1997). Measurement of conformity scale data using a scale from aspects of Baron & Bryne (2005). Measurement of fanaticism scale data Ismail (2008). The results of multiple regression analysis show that there is a relationship between fanaticism and conformity to consumptive behavior (f value = 3.604 with a significance of 0.000) which means that there is a significant positive relationship, meaning that the three hypotheses of this study are accepted. Based on the results of the study, the authors hope that the research subjects will be able to minimize consumptive behavior by being able to distinguish between needs and desires, and prioritize more important needs so as not to be tempted to buy unnecessary items. Keywords: Fanaticism, Conformity, Consumptive Behavior Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada penggemar jkt48 di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Sampe pada penelitian ini sebanyak 270 partisipan dengan kriteria Pria dan wanita yang berusia 12-30 tahun serta menggemari JKT48. Teknik pengambilan sampe menggunakan purposive sampling. Pengukuran data perilaku konsumtif menggunakan skala yang dikemukakan oleh Lina & Rosyid (1997). Pengukuran data skala konformitas menggunakan skala dari aspek Baron & Bryne (2005). Pengukuran data skala fanatisme Ismail (2008). Hasil analisis regresi bergamda menunjukkan terdapat hubungan antara fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif (nilai f=3.604 dengan signifikasi 0,000) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya ketiga hipotesis penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berharap subjek penelitian mampu meminimalisir perilaku konsumtif dengan mammpu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting agar tidak tergoda membeli barang yang tidak perlu. Kata kunci: Fanatisme, Konformitas, Perilaku Konsumtif
Kecerdasan Emosional dalam Melihat Perilaku Prososial Remaja di Surabaya Atmaja, Wisnu Prima; Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Adolescence is an important stage of development in the formation of the ability to manage emotions and build positive social relationships. This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and prosocial behavior in adolescents in Surabaya. This study uses a quantitative research method with a correlational approach. The subjects of the study were grade VIII students at SMP Negeri 27 Surabaya who were selected using the Cluster Random Sampling technique. Data collection was carried out using the emotional intelligence scale and prosocial behavior scale that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using the Product Moment correlation technique. The results showed that there was a positive and significant relationship between emotional intelligence and prosocial behavior. This finding indicates that the higher the emotional intelligence possessed by adolescents, the higher their tendency to behave prosocially. This study is expected to be an input for schools, teachers, and parents to pay more attention to the development of emotional intelligence as an effort to foster prosocial behavior in adolescents. Keywords: Adolescent; Emotional Intelligence; Prosocial Behavior Abstrak Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting dalam pembentukan kemampuan mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan perilaku prososial pada remaja di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 27 Surabaya yang dipilih dengan teknik Cluster Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kecerdasan emosional dan skala perilaku prososial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan perilaku prososial. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk berperilaku prososial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah, guru, dan orang tua untuk lebih memperhatikan pengembangan kecerdasan emosional sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan perilaku prososial pada remaja. Kata kunci: Kecerdasan Emosional; Perilaku Prososial; Remaja
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Task Aversiveness dalam Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Novita, Emillia Wulan; Matulessy, Andik; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of peer conformity and task aversiveness on academic procrastination in high school students. Academic procrastination is the tendency to postpone schoolwork, which impacts academic achievement. This study used a quantitative correlational method with a non-probability sampling technique on 260 students in grades X and XI. Data analysis was conducted using multiple linear regression. The results showed that peer conformity (t = 5.025; p < 0.001) and task aversiveness (t = 3.707; p < 0.001) had a significant influence on academic procrastination, both simultaneously and partially. The coefficient of determination (R² = 0.205) indicates that both variables contributed 20.5% to academic procrastination. This finding indicates that the higher the conformity and task aversiveness, the greater the tendency of students to engage in academic procrastination. Keywords: Peer Conformity, Task Aversiveness, Prokratinasi Akademik Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konformitas teman sebaya dan task aversiveness terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Prokrastinasi akademik merupakan kecenderungan untuk menunda tugas-tugas sekolah yang berdampak pada pencapaian akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik non-probability sampling pada 260 siswa kelas X dan XI. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya (t = 5,025; p < 0,001) dan task aversiveness (t = 3,707; p < 0,001) memiliki pengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, baik secara simultan maupun parsial. Nilai koefisien determinasi (R² = 0,205) menunjukkan bahwa kedua variabel menyumbang 20,5% terhadap prokrastinasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konformitas dan task aversiveness maka semakin besar kecenderungan siswa melakukan prokrastinasi akademik. Kata kunci: Konformitas Teman Sebaya, Ketidaksukaan pada tugas, Prokrastinasi Akademik
Dukungan Sosial terhadap Psychological Well-Being Mahasiswa dari Keluarga Bercerai Setyoningsih, Sri; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Students from divorced families are a vulnerable group prone to a decline in psychological well-being due to emotional and social instability within the family. This study aims to investigate the relationship between social support and psychological well-being among students from divorced families. A quantitative approach using a correlational method was chosen for this study. The sample consisted of 335 students from the University of 17 August 1945 Surabaya aged 18–25 years, selected using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire that had undergone a series of validity and reliability checks. Data were analyzed using Pearson's correlation test. The results showed a positive and significant relationship between social support and psychological well-being (r = 0.870; p < 0.05). The findings indicate that the higher the level of social support received by students, the higher their psychological well-being. This study emphasizes the importance of social support as a protective factor in maintaining the psychological balance of students from divorced families, and serves as a basis for developing contextual interventions in higher education settings. Keywords: Social Support; Psychological Well-Being Abstrak Mahasiswa dari keluarga bercerai merupakan kelompok rentan terhadap penurunan psychological well-being akibat ketidakstabilan emosional dan sosial dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai. Pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dipilih pada penelitian ini. Sampel sejumlah 335 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berusia 18–25 tahun, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner yang telah melalui serangkaian alur validitas serta reliabilitas dengan baik. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan psychological well-being (r = 0,870; p < 0,05). Temuan menunjukkan semakin tinggi dukungan sosial yang diterima mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat psychological well-being yang dimiliki. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan sosial sebagai faktor pelindung dalam menjaga keseimbangan psikologis mahasiswa dari keluarga bercerai, serta menjadi dasar pengembangan intervensi yang kontekstual di lingkungan pendidikan tinggi. Kata kunci: Dukungan Sosial; Psychological Well-Being
Kemampuan Problem Solving pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Bagaimana Peranan Critical Thinking Annabil, Mohammad Rizki; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Final year students face a variety of challenges ranging from academic challenges, psychological and emotional challenges, and self-management challenges. Problem solving ability is important for final year students to solve all these challenges. In order for problem solving ability to be effective, critical thinking is needed which is an important factor in problem solving. This study aims to determine the relationship between critical thinking and problem solving ability in final year students. This type of research is quantitative correlation. The population of this study were final year students of Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya totaling 2338 consisting of students from generation 2018 to 2022. The research sample was determined through the Krejcie table with a total of 201 students. The sampling method used Snowball sampling with Spearman Rank Correlation data analysis technique. The results show a positive correlation between critical thinking and problem-solving Ability. Keywords: Critical Thinking; Problem Solving Ability, Final year students. Abstrak Mahasiswa tingkat akhir berbagai macam tantangan mulai dari tantangan akademis, tantangan psikologis dan emosional, dan tantangan manajemen diri. Kemampuan problem solving menjadi penting bagi mahasiswa tingkat akhir untuk menyelesakain semua tantangan tersebut. Agar kemampuan problem solving menjadi efektif diperlukan critical thinking yang faktor penting dalam penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara critical thinking dengan kemampuan problem solving pada mahasiswa tingkat akhir. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berjumlah 2338 terdiri dari mahasiswa Angkatan 2018 hingga 2022. Sampel penelitian ditentukan melalui tabel krejcie dengan berjumlah 201 mahasiswa. Metode pengambilan sampel menggunakan Snowball sampling dengan teknik analisis data Spearman Rank Correlation. Hasil terdapat hubungan positif antara critical thinking dan kemampuan problem solving. Kata kunci: Critical Thinking; Kemampuan Problem solving; Mahasiswa Tingkat Akhir.
Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa ditinjau dari Status Pekerjaaan dan Status Pernikahan Setiawan Putra, Destin Agung; Ramadhani, Hetti Sari; Utami, Adnani Budi
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study employs a quantitative comparative method. The study aims to reveal whether differences in academic procrastination exist among students based on their employment and marital statuses. The 237 respondents were seventh-semester students from the Faculty of Law and Psychology at the University of 17 August 1945 in Surabaya. They were selected using snowball sampling. The study employed a psychological scale measurement tool developed by the researcher based on Ferrari's (1995) indicators of academic procrastination. Data analysis using the Mann-Whitney U test showed no significant difference in the level of academic procrastination based on employment or marital status. The study also revealed that employment and marital status do not serve as reasons to explain students' procrastination behavior. Keywords: Academic Procrastination, Employment Status, Marital Status, Mann-Whitney U Test, Comparative Research. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap ada atau tidak perbedaan prokrastinasi akademik pada mahasiswa ditinjau dari status pekerjaan dan status pernikahan. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum dan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebanyak 237 partisipan yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala psikologi dengan instrumen yang disusun peneliti berdasarkan indikator prokrastinasi akademik dari Ferrari (1995). Hasil penelitian menggunakan analisis data uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya tidak adanya perbedaan signifikan dalam tingkat prokrastinasi akademik berdasarkan status pekerjaan dan status pernikahan. Penelitian ini juga mengungkapkan mahasiswa status pekerjaan maupun status pernikahan tidak menjadi alasan untuk mendukung perilaku prokrastinasi mahasiswa. Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Status Pekerjaan, Status Pernikahan, Uji Mann-Whitney-U,Penelitian Komparatif. Abstract This study employs a quantitative comparative method. The study aims to reveal whether differences in academic procrastination exist among students based on their employment and marital statuses. The 237 respondents were seventh-semester students from the Faculty of Law and Psychology at the University of 17 August 1945 in Surabaya. They were selected using snowball sampling. The study employed a psychological scale measurement tool developed by the researcher based on Ferrari's (1995) indicators of academic procrastination. Data analysis using the Mann-Whitney U test showed no significant difference in the level of academic procrastination based on employment or marital status. The study also revealed that employment and marital status do not serve as reasons to explain students' procrastination behavior. Keywords: Academic Procrastination, Employment Status, Marital Status, Mann-Whitney U Test, Comparative Research. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap ada atau tidak perbedaan prokrastinasi akademik pada mahasiswa ditinjau dari status pekerjaan dan status pernikahan. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum dan Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebanyak 237 partisipan yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala psikologi dengan instrumen yang disusun peneliti berdasarkan indikator prokrastinasi akademik dari Ferrari (1995). Hasil penelitian menggunakan analisis data uji Mann-Whitney U menunjukkan adanya tidak adanya perbedaan signifikan dalam tingkat prokrastinasi akademik berdasarkan status pekerjaan dan status pernikahan. Penelitian ini juga mengungkapkan mahasiswa status pekerjaan maupun status pernikahan tidak menjadi alasan untuk mendukung perilaku prokrastinasi mahasiswa. Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Status Pekerjaan, Status Pernikahan, Uji Mann-Whitney-U,Penelitian Komparatif.
Kesepian pada Wanita Dewasa Awal: Ditinjau dari Coping Stress dan Dukungan Sosial Simanjuntak, Pascal Kresna Arnanta; Lestari, Bawinda Sri; Pratikto, Herlan
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Early adulthood is a crucial stage marked by identity formation and social transitions. An increasing number of early adult women are delaying or forgoing marriage, potentially heightening feelings of loneliness. This study investigates the relationship between coping stress, social support, and loneliness in unmarried early adult women. Using a quantitative approach with the Spearman Rho correlation, data were collected from 159 participants. Results revealed a strong positive correlation between coping stress and loneliness (r = 0.755; p < 0.01), and a very strong positive correlation between social support and loneliness (r = 0.804; p < 0.01). These findings indicate that higher levels of coping stress and social support are associated with greater loneliness. This suggests that not just the presence, but the quality of coping strategies and social support may influence loneliness in unmarried early adult women. Keywords: Coping Stress, Social Support, Loneliness Abstrak Dewasa awal merupakan tahap penting yang ditandai dengan pembentukan identitas dan transisi sosial. Semakin banyak wanita dewasa awal yang menunda atau tidak menikah, yang berpotensi meningkatkan perasaan kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping stress, dukungan sosial, dan kesepian pada wanita dewasa awal yang belum menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi Spearman Rho, melibatkan 159 partisipan. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara coping stress dan kesepian (r = 0.755; p < 0.01), serta korelasi positif yang sangat kuat antara dukungan sosial dan kesepian (r = 0.804; p < 0.01). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat coping stress dan dukungan sosial yang dirasakan, semakin tinggi pula tingkat kesepian yang dialami. Hal ini mengindikasikan bahwa bukan hanya keberadaan, tetapi juga kualitas strategi coping dan dukungan sosial turut memengaruhi pengalaman kesepian pada wanita dewasa awal yang belum menikah. Kata kunci: Coping Stress, Social Support, Loneliness
Membangun Benteng Cinta: Dukungan Sosial dan Kecemasan Menghadapi Perselingkuhan pada Ibu Persit Utari, Yosy Putri; Puspitasari, Devi; Meiyuntariningsih, Tatik
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Persit wives who experience long-distance marriages (LDM) due to their husbands' military assignments often face anxiety, particularly concerning the possibility of infidelity. This condition is exacerbated by limited communication and uncertainty in the deployment environment. This study aims to examine the relationship between social support and anxiety about infidelity among Persit wives at Military Dormitory X, Sidoarjo. A quantitative correlational method was employed, with purposive sampling involving 152 participants. Data were collected using a four-point Likert scale questionnaire distributed online. The product-moment correlation test revealed a significant negative relationship between social support and anxiety, with r = -0.338 and significance = 0.000 (< 0.05). This indicates that higher social support is associated with lower anxiety levels. Keywords: social support, anxiety, infidelity, Persit wives, long-distance marriage Abstrak Ibu Persit yang menjalani long distance marriage (LDM) akibat penugasan militer suami sering mengalami kecemasan, khususnya terkait kemungkinan perselingkuhan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan komunikasi serta juga ketidakpastian lingkungan penugasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan menghadapi perselingkuhan pada ibu Persit di Asrama Militer X, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling sebanyak 152 partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert empat poin yang disebarkan secara daring. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial serta juga kecemasan, dengan nilai r = -0,338 serta juga signifikansi 0,000 (< 0,05). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin rendah kecemasan yang dirasakan. Kata kunci: dukungan sosial, kecemasan, perselingkuhan, ibu Persit, long distance marriage

Page 3 of 3 | Total Record : 30