cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
Hubungan Antara Fatherless Dengan Persepsi Kesuksesan Karier Pada Laki-Laki Dewasa Awal Hena, Estefania Boy; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p841-846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fatherless dengan persepsi kesuksesan karier pada laki-laki dewasa awal dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dengan rentang usia 18–25 tahun yang mengalami fenomena fatherless. Instrumen yang digunakan adalah skala fatherless yang diturunkan dari aspek-aspek teori Hart dan telah diadaptasi oleh lailatul, serta skala Subjective Career Success Inventory (SCSI) yang disusun oleh Shockley et al. (2016) dan diadaptasi oleh Ingarianti. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,435 (r = 0,435) dengan nilai signifikansi (p<0,001), sehingga hipotesis diterima yang menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara fatherless dan persepsi kesuksesan karier. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat fatherless yang dialami, maka semakin tinggi pula persepsi terhadap kesuksesan karier dan sebaliknya. Abstract This study aims to explore the relationship between fatherlessness and the perception of career success among emerging adult males. A quantitative correlational research design was employed, involving 100 male students from Universitas Negeri Surabaya aged 18–25 years who have experienced fatherlessness. The instruments used included a fatherlessness scale based on Hart’s theoretical aspects, adapted by Lailatul, and the Subjective Career Success Inventory (SCSI), developed by Shockley et al. (2016) and adapted by Ingarianti. The results showed a significant positive correlation between fatherlessness and the perception of career success (r = 0.435, p<0.001), indicating a moderate-strength relationship. These findings suggest that higher levels of fatherlessness are associated with a higher perception of career success among emerging adult males.
Hubungan Persepsi Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosional dengan Welas Asih Diri pada Ibu Anak ASD Azizah, Dhanys Sukma Nur; Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p859-869

Abstract

Ibu yang memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) seringkali menghadapi tantangan emosional dan psikologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan sosial dan kecerdasan emosional dengan welas asih diri pada ibu yang memiliki anak dengan ASD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan total subjek sebanyak 62 orang ibu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala persepsi dukungan sosial berdasarkan dimensi Zimet, skala kecerdasan emosional berdasarkan dimensi Goleman, dan skala welas asih diri berdasarkan dimensi Neff yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson dan korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi dukungan sosial dan kecerdasan emosional berkontribusi secara signifikan terhadap welas asih diri sebesar 80,3%. Sisanya yaitu 19,7% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian. Abstract Mothers of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) often face complex emotional and psychological challenges. This study aims to examine the relationship between perceived social support and emotional intelligence with self-compassion in mothers of children with ASD. This research used a quantitative correlational approach with a total of 62 mothers selected through purposive sampling. The instruments used were the Perceived Social Support Scale based on Zimet's dimensions (1988), the Emotional Intelligence Scale based on Goleman’s dimensions (1985), and the Self-Compassion Scale based on Neff's dimensions (2003), all of which were tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Pearson correlation and multiple correlation tests. The results showed that perceived social support and emotional intelligence simultaneously contributed significantly to self-compassion, accounting for 80.3% of the variance. The remaining 19.7% is influenced by variables outside the study.
Pengaruh Self-Compassion Terhadap Quarter Life Crisis Aini, Almira Nur; Rahmasari, Diana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p870-882

Abstract

Periode quarter life crisis pada dewasa awal merupakan periode yang dipenuhi dengan hiruk pikuk, begitu banyak hal muncul sebagai tantangan untuk dihadapi. Self-compassion merupakan suatu konstruk yang berakar pada self-kindness, common humanity, dan mindfulness, dengan demikian self- compassion seringkali dikaitkan dengan dampak positif terhadap kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran self- compassion sebagai faktor mitigasi potensial dalam menghadapi dan mengatasi tantangan yang terkait dengan quarter life crisis. Penelitian ini menggunakan teknik accidental atau convenience sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 100 subjek, yang berada pada rentang usia 20- 30 tahun. Analisis data penelitian ini menggunakan metode regresi linear sederhana, yang menghasilkan koefisien determinasi (R-square) sebesar 0,319 dimana nilai tersebut termasuk dalam kategori cukup. Dari hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa self-compassion cukup mempengaruhi quarter life crisis pada dewasa awal. Abstract The quarter-life crisis period in early adulthood is a hustle and bustle, with many challenges emerging. Self-compassion is a construct rooted in self-kindness, common humanity, and mindfulness; thus, it is often associated with positive impacts on mental well-being. This study aims to explore the role of self-compassion as a potential mitigating factor in facing and overcoming challenges associated with quarter-life crisis. This study used a accidental or convenience sampling technique, with a sample size of 100 subjects, aged 20-30 years. The data analysis used a simple linear regression method, which produced a coefficient of determination (R-square) of 0.319, which is considered to be sufficient. The results of this study can be concluded that self-compassion can sufficiently influences quarter-life crisis in early adulthood.
KONDISI PSIKOLOGIS REMAJA YANG PUTUS SEKOLAH DI BANYUWANGI Noerdars, Alija Putri Isfahani L.; Laksmiwati, Hermien
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p883-894

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan serta kondisi psikologis remaja yang mengalami putus sekolah di Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis tematik. Pengambilan sumber data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik purposive sampling. Adapun pertimbangan partisipan dalam pemilihan sumber data dibatasi dengan usia antara 15-17 tahun, mengalami putus sekolah/ tidak tamat sekolah, serta berdomisili di Banyuwangi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data tematik (thematic analysis) yang dilakukan melalui pengkodean (coding) terbuka agar. Menurut Renie & Hastin (2020) siswa yang putus sekolah pastinya tidak terjadi secara alami karena diri mereka sendiri adapun diantaranya faktor ekonomi, kondisis kesehatan, drop-out, dan kehendak diri. Dalam penelitian ini ditemukan adanya faktor yang begitu signifikan mempengaruhi individu memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan formal. Selain dikarenakan faktor keluarga, faktor ekonomi, dan faktor social. Faktor keluarga lah yang memegang peran sangat penting. Terutama hubungan antara anak dengan kedua orangtuanya. Ketidakutuhan serta pengalaman fatherless mampu menurunkan motivasi belajar anak hingga menjadi penyebab anak memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan formal. Hasil penelitian juga menunjukkan ketiga subjek mengalami perubahan psikologis, seperti meningkatnya emosional dalam diri sendiri, frustasi, serta perubahan suasana hati. Abstract This study aims to investigate the problems and psychological conditions of adolescents who dropped out of school in Banyuwangi Regency. This study employed a qualitative method with a thematic analysis approach. The data sources were selected using purposive sampling technique, with participants limited to those aged 15-17 years, who had dropped out of school or did not complete their education, and resided in Banyuwangi. The data analysis used thematic analysis through open coding. According to Renie & Hastin (2020), students who drop out of school do not do so naturally, but rather due to various factors such as economic conditions, health issues, drop-out, and personal desires. This study found that family factors play a significant role in influencing individuals to discontinue their formal education, particularly the relationship between children and their parents. The lack of parental attention and experiences of fatherlessness can decrease children's motivation to learn and lead them to drop out of school. The results also show that the three subjects experienced psychological changes, such as increased emotional instability, frustration, and mood swings.
HUBUNGAN ANTARA PERSON JOB FIT DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. X Dewi, Fitriana; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p914-927

Abstract

Sektor industri makanan dan minuman memiliki posisi penting dalam mendukung serta menopang perkembangan ekonomi di Indonesia. Suatu perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang profesional dan memiliki komitmen untuk setiap divisinya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi salah satunya adalah person job fit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara  person job fit dengan komitmen organisasi pada karyawan bagian produksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan subjek berjumlah 250 karyawan bagian produksi di PT X. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala person job fit dan skala komitmen organisasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data diperoleh nilai signifikansii sebesar 0.000 (p<0.05), hasil hipotesis dalam penelitian ini diterima yakni menunjukkan adanya hubungan signifikan antara person job fit dengan komitmen organsisasi pada karyawan bagian produksi. Koefisien korelasi yang muncul dari proses analisis data dalam penelitian ini yakni 0.609 (r=0.609), yang menunjukkan korelasi yang kuat antara person job fit dengan komitmen organsisasi pada karyawan bagian produksi. Abstract The food and beverage industry sector has an important position in supporting and sustaining economic development in Indonesia. A company needs a professional and committed workforce for each division. There are several factors that influence organizational commitment, one of which is person job fit. The purpose of this study is to determine the relationship between person job fit and organizational commitment in production employees. The method used in this research is quantitative with subjects totaling 250 production employees at PT X. The instrument used consists of a person job fit scale and an organizational commitment scale. The collected data were analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis technique with the help of SPSS 27.0 for windows software. The results of data analysis obtained a significance value of 0.000 (p <0.05), the results of the hypothesis in this study are accepted, which shows a significant relationship between person job fit and organizational commitment in production employees. The correlation coefficient that emerged from the data analysis process in this study is 0.609 (r=0.609), which shows a strong correlation between person job fit and organizational commitment in production employees.
Pengaruh Dukungan Istri terhadap Father Involvement pada Ayah yang Memiliki Anak Generasi Alpha Firstantia, Afanina Riandiny; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p895-904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dukungan istri terhadap father involvement pada ayah yang memiliki anak generasi alpha dengan rentang usia 0-8 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional untuk mencari adanya korelasi dari kedua variabel yang sedang diteliti. Sampel pada penelitian ini sebanyak 400 responden dengan teknik purposive sampling berdasarkan empat kriteria responden yang telah ditentukan. Instrumen dalam penelitian ini memodifikasi skala Inventory of Father Involvement dan mengadopsi skala Dukungan Istri. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa Dukungan Istri memengaruhi Father Involvement dengan signifikan (R2=0.56, p<0,05). Penelitian ini dapat memberikan manfaat untuk mengetahui keterlibatan ayah dalam pengasuhan serta dukungan istri yang dirasakan. Abstract This research aims to analyze the influence of wife support on father involvement in fathers who have alpha generation children aged 0-8 years old. The method used in this research is correlational quantitative to find the correlation between both of the variables. The sample of this research consisted of 400 respondents that are selected through purposive sampling based on four criterias. The instruments used in this research were a modification scale of Inventory of Father Involvement and an adoption scale of Wife Support. Data were analyzed with simple linear regression. The result shows that Wife Support had a significant influence on Father Involvement (R2=0.56, p<0,05). This research contributes to understanding the involvement of father in parenting and the perceived support from their wives.
Hubungan antara Self-disclosure dengan Online Identity Reconstruction pada Emerging Adulthood Pengguna Second Account Instagram Larasati, Hayyu Nur; Ardelia, Vania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p938-951

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan ruang bagi individu pada masa emerging adulthood untuk mengekspresikan diri secara daring, salah satunya melalui penggunaan second account Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-disclosure dan online identity reconstruction pada pengguna second account Instagram usia emerging adulthood. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sebanyak 386 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Revised Self-Disclosure Scale (RSDS) dan skala online identity reconstruction. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 22.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi korelasi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,497 (r = 0,497) menunjukkan bahwa hubungan antara self-disclosure dan online identity reconstruction berada pada kategori sedang dan bersifat positif. Individu yang menunjukan self-disclosure memiliki kecenderungan untuk melakukan rekonstruksi identitas secara daring dikarenakan kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Abstract The development of social media has provided a space for individuals in the emerging adulthood stage to express themselves online, one of which is through the use of second Instagram accounts. This study aims to examine the relationship between self-disclosure and online identity reconstruction among emerging adults who use second Instagram accounts. A quantitative approach with a correlational method was employed. A total of 386 respondents were selected using purposive sampling. The instruments used were the Revised Self-Disclosure Scale (RSDS) and the Online Identity Reconstruction Scale. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation technique with the assistance of SPSS version 22.0 for Windows. The results indicated a significant relationship between the two variables (p < 0.05), with a correlation coefficient of 0.497 (r = 0.497), indicating a moderate and positive correlation. This indicates that individuals who engage in self-disclosure are more likely to reconstruct their identities online, as there is a statistically significant and positive relationship between the two variables.
Intervensi Terapi Perilaku pada Anak dengan Hambatan Sosial-Komunikasi Pascapandemi Salma, Nida'us
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p905-913

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan komunikasi anak, terutama mereka yang tumbuh dengan keterbatasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses intervensi terapi perilaku pada anak dengan disabilitas sosial-komunikatif pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada anak perempuan berusia 5 tahun yang menjalani terapi di Klinik Tumbuh Kembang dan Kebutuhan Khusus RS Graha Husada Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara alloanamnesa, dan dokumentasi hasil terapi. Intervensi dilakukan selama satu bulan (April–Mei 2025) sesuai dengan prinsip Applied Behavior Analysis (ABA). Subjek menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi ekspresif, atensi visual, dan kemampuan mengikuti instruksi. Perilaku maladaptif seperti distraksi, ekolalia, dan stimming berkurang secara signifikan. Terapi perilaku berbasis ABA efektif berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi anak dengan gangguan perkembangan, terutama dengan dukungan lingkungan keluarga yang positif. Abstract The COVID-19 pandemic has had a significant impact on children's social and communication development, especially those who grow up with social limitations. This study aims to describe the process of behavioral therapy intervention in children with social-communicative disabilities after the pandemic. This study used a qualitative approach with a case study method on a 5-year-old girl undergoing therapy at the Growth and Development and Special Needs Clinic at Graha Husada Hospital in Gresik. Data collection was conducted through observation, alloanamnesis interviews, and documentation of therapy results. The intervention was carried out for one month (April–May 2025) in accordance with the principles of Applied Behavior Analysis (ABA). The subject showed improvements in expressive communication skills, visual attention, and the ability to follow instructions. Maladaptive behaviors such as distraction, echolalia, and stimming were significantly reduced. ABA-based behavioral therapy effectively contributes to improving the social and communication skills of children with developmental disorders, especially with the support of a positive family environment.
Eksplorasi Efikasi Diri pada Atlet Taekwondo Poomsae Surabaya: Perseverance, Confidence, and Adaptability Dayu, Jania Amara Tegarin; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p928-937

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi gambaran efikasi diri pada atlet taekwondo poomsae dengan menyoroti pengalaman partisipan dalam mengembangkan dan mempertahankan efikasi diri sepanjang perjalanan karier atlet taekwondo poomsae. Efikasi diri merupakan faktor psikologis penting yang memengaruhi performa atlet poomsae, dimana kategori poomsae melibatkan penilaian akurasi gerakan dan membutuhkan konsentrasi, serta ketahanan performa dan mental yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana seorang atlet poomsae dalam mempertahankan, membangun dan memperkuat efikasi diri yang meliputi aspek ketekunan, keyakinan diri dan kemampuan beradaptasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara terstruktur mendalam dan observasi untuk memperoleh pemahaman terhadap self-efficacy atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan memiliki tingkat self-efficacy yang tinggi sebagai atlet poomsae, partisipan mampu mempertahankan motivasi dan ketekunan meskipun sedang menghadapi tekanan, memiliki keyakinan diri melalui pengalaman, dan menyesuaikan strategi performa di berbagai situasi latihan dan pertandingan. Atlet dengan tingkat self-efficacy yang tinggi cenderung menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik dan stabil dalam mengontrol emosi. Dari hasil penelitian mendalam ini self-efficacy adalah faktor penting dalam proses latihan atlet, serta menekankan pentingnya pengembangan motivasi internal, ketekunan dan fleksibilitas mental pada atlet. Penelitian ini bisa menjadi tolak ukur bagi pelatih dan juga atlet lain dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan performa dan pengelolaan psikologis di dunia atlet olahraga. Abstract This study explores the self-efficacy profile of a taekwondo poomsae athlete, focusing on the participant’s experiences in developing, maintaining, and reinforcing self-efficacy throughout their athletic journey. Self-efficacy is a crucial psychological factor influencing poomsae performance, a discipline that demands precision, accuracy, concentration, and both physical and mental endurance. The study aims to describe how a poomsae athlete sustains and strengthens self-efficacy through perseverance, self-confidence, and adaptive coping strategies. A qualitative case study approach was employed using in-depth structured interviews and systematic observations to understand the athlete’s psychological processes related to self-efficacy. The findings reveal that the participant demonstrates a high level of self-efficacy, maintaining motivation and persistence under pressure, showing strong self-belief formed through experience, and effectively adapting performance strategies across training and competition contexts. Athletes with high self-efficacy tend to exhibit better emotional control, mental adaptability, and stability during competition. In conclusion, this study underscores the importance of fostering internal motivation, perseverance, and mental flexibility as key components of athletic performance. Self-efficacy plays a vital role in training, contributing not only to performance consistency but also to long-term psychological resilience. These insights provide valuable implications for coaches and athletes in developing strategies to enhance psychological strength and performance quality in competitive sports.
Cara Seorang Mahasiswi Gen-Z Mengatasi Social Phobia (Performance Only Type) Dalam Menjalani Kegiatan Perkuliahan Rahmawati, Linda Putri; Komalasari, Shanty
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p952-959

Abstract

Fobia sosial adalah gangguan kecemasan yang dialami seseorang dalam situasi sosial. Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam bagaimana cara seseorang dengan fobia sosial tipe performance only mengatasi gejala kecemasannya. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang mahasiswi generasi Z berinisial W yang memiliki fobia sosial tipe performance only dan sering memiliki tugas presentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative phenomenological analysis (IPA). Dari hasil analisis data, didapatkan bahwa fobia sosial yang dirasakan W terjadi karena adanya pengalaman buruk di depan umum yang pernah dialami olehnya. Gejala kecemasan yang dirasakan oleh W sering dialami ketika ia sedang melakukan tugas presentasi di depan teman-teman dan dosennya. Meskipun begitu, W selalu berusaha tenang agar tetap dapat menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa. Cara yang digunakan W untuk menenangkan dirinya ketika cemas adalah dengan menarik nafas dalam-dalam, menggenggam sesuatu dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif. Abstract Social phobia is an anxiety disorder that a person experiences in social situations. In this study, the researcher aims to find out more deeply how someone with performance-only type social phobia overcomes their anxiety symptoms. The subject in this research is a generation Z student with the initials W who has a performance only type of social phobia and often has presentation assignments. The method used in this research is a qualitative method, with data collection techniques in the form of interviews. The data analysis technique used in this research is interpretative phenomenological analysis (IPA). From the results of data analysis, it was found that W's social phobia occurred because of a bad public experience she had experienced. W often experiences symptoms of anxiety when she is carrying out presentation assignments in front of her friends and lecturers. Even so, W always tried to stay calm so she could continue carrying out her duties as a student. The way W uses to calm herself when she is anxious is by taking deep breaths, holding onto something and eliminating negative thoughts.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue