cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
Pengaruh Psychological Well-Being Terhadap Work Engagement Pada Karyawan Generasi Z Enggarsari, Ifna Ratrika; Hanifatus S, Meuthia; Putri, Debora Anggita
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p960-968

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh psychological well-being terhadap work engagement pada karyawan generasi Z. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Fokus penelitian ini adalah pada karyawan generasi Z, yaitu karyawan dengan rentang usia 19-25 tahun yang sedang bekerja atau menjadi karyawan baik secara penuh maupun paruh waktu (freelance) dengan jumlah 73 responden. Skala “psychological well-being ‘dan skala “work engagement” dijadikan sebagai instrumen. Regresi linear sederhana digunakan sebagai teknik untuk melakukan analisis data dalam penelitian. Taraf signifikansi sebesar <.001 (p<0.50) memiliki arti terdapat pengaruh psychological well-being terhadap work engagement pada karyawan generasi Z. Nilai koefisien determinan sebesar 0.507, menunjukkan bahwa psychological well-being berpengaruh sebesar 50% terhadap work engagement dan faktor lainnya disebabkan oleh pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.  Faktor penting tercapainya work engagement pada karyawan generasi Z adalah sebuah makna hidup individu yang meliputi tujuan hidup serta memiliki kemauan untuk mengembangkan dirinya.
Hubungan Stres Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Driver X Xpress Maharani, Cynthia Wulan; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1190-1196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan produktivitas kerja pada Driver X Xpress. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 120, sedangkan sampel yang diambil memiliki kriteria yaitu merupakan seorang driver shopree xpress hub Surabaya berjumlah 90 orang sebagai subjek pengambilan data penelitian. Untuk uji coba tryout diambil berjumlah 30 orang Driver X Xpress hub Surabata. Hasil analisa penelitian ini adalah terdapat hubungan Antara stress kerja dengan produktivitas kerja pada Driver X Xpress. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan 0,002 (p<0,005) yang artinya terdapat hubungan antara stress kerja denga produktivitas kerja. Hasil koefisien korelasi menunjukkan- 0,391 yang artinya korelasi tersebut dalam katergori rendah. Ketika driver mengalami stress kerja yang tinggi maka akan menurun pula produktivitas kerjanya. Abstract This study aims to determine the relationship between work stress and work productivity in X xpress drivers. This study aims to determine the relationship between work stress and work the population in this study amounted to 120, while the sample taken had the criteria of being a X Xpress hub Surabaya driver with a total of 90 people as the subject of research data collection. For the tryout trial, 30 X Xpress hub Surabaya drivers were taken. The results of this research analysis are that there is a relationship between work stress and work productivity in X xpress drivers. This is evidenced by a significant value of 0.002 (p <0.05), which means that there is a relationship between work stress and work productivity. the results of the correlation coefficient show -0.391, which means that the correlation is in the low category. When drivers experience high work stress, their work productivity will also decrease.
Efektivitas Busy Box Sex Education untuk meningkatkan pengetahuan seksualitas siswa SMALB Tunagrahita di SLBN 1 Kota Jambi Luthfiah, Aisyah Rifdah; Andriani, Annisa; Hafizah, Nurul
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p969-979

Abstract

Perilaku seksual menyimpang pada remaja tunagrahita disebabkan oleh pemahaman seksualitas yang terbatas karena kurangnya pendidikan seksual yang sesuai. Untuk membantu siswa tunagrahita yang berpotensi mampu didik mempelajari pengetahuan pendidikan seksual, diperlukan stimulasi melalui media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya, salah satunya adalah media Busy Box Sex Education (BSE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modul BSE dalam meningkatkan pengetahuan pendidikan seksual pada siswa SMALB tunagrahita ringan. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen single subject research dengan desain A–B–A–Follow-up pada siswa SMALB tunagrahita ringan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria IQ, usia, riwayat perilaku seksual yang tidak sesuai norma, dan mendapatkan izin dari wali. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes pengetahuan pendidikan seksual yang telah tervalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta divisualisasikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari skor 50 baseline pertama (A1) menjadi 100 baseline kedua (A2), dan tetap tinggi pada skor 95 pada fase follow-up setelah 23 hari. Hal ini membuktikan modul BSE efektif meningkatkan dan mempertahankan pemahaman siswa tentang identifikasi tubuh, batasan sentuhan, rasa malu, kebersihan diri, serta sopan santun. Abstract Teenagers with mild intellectual disabilities often show inappropriate sexual behavior because they have limited knowledge about sexuality and do not receive proper sexual education. To help them learn, special learning media are needed, such as the Busy Box Sex Education (BSE) module. This study aims to find out whether the BSE module is effective in improving sexual education knowledge for students with mild intellectual disabilities at SMALB. The study used a single-subject experimental method with an A–B–A–Follow-up design. One student with mild intellectual disability at SMALB was chosen using purposive sampling based on IQ, age, history of inappropriate sexual behavior, and parental consent. Data were collected using a validated knowledge test on sexual education, then analyzed descriptively and shown in graphs. Specify the complete research method. The student’s score increased from 50 (baseline 1) to 100 (baseline 2), and stayed high at 95 during the follow-up after 23 days. This shows that the BSE module successfully improved and maintained the student’s understanding of body identification, touch boundaries, modesty, personal hygiene, and good manners. The Busy Box Sex Education module was proven effective in improving sexual education knowledge among students with mild intellectual disabilities at SMALB Negeri 1 Kota Jambi. Future research is recommended to involve a larger number of participants to enable broader generalization of the findings.
Pengalaman Homesickness Siswa SMP Boarding School Sebelum dan Sesudah Konseling: Studi Kualitatif Rahmah, Siti; Hasanah, Alfia
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p989-997

Abstract

Pendidikan di sekolah berasrama (boarding school) semakin menjadi pilihan strategis bagi keluarga yang menginginkan pendidikan holistik, namun transisi dari rumah ke lingkungan asrama menimbulkan tantangan psikologis berupa homesick. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika psikologis siswa SMP Global Islamic Boarding school dalam menghadapi homesick serta strategi coping yang mereka gunakan untuk beradaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus yang berfokus pada eksplorasi pengalaman subjektif siswa SMP yang mengalami homesickness sebelum dan sesudah konseling. Partisipan adalah siswa kelas VII yang mengalami homesick pada masa awal tinggal di asrama dan telah mengikuti sesi konseling, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek N dan S mengalami homesick dengan intensitas tinggi sebelum konseling, namun keduanya mampu menemukan strategi koping yang lebih adaptif setelah menjalani konseling, sedangkan subjek NM justru merasakan peningkatan homesick meskipun sudah mencoba strategi distraksi. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling berperan penting dalam membantu siswa menemukan strategi coping, meskipun efektivitasnya bergantung pada kesesuaian metode dengan kondisi individual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan konseling yang lebih personal, fleksibel, serta memperhatikan dukungan sosial dan religiusitas agar siswa dapat beradaptasi secara optimal dengan kehidupan asrama. Abstract Boarding schools are increasingly chosen by families seeking holistic education, yet the transition from home to dormitory life often creates psychological challenges such as homesickness. his study aims to explore the psychological dynamics of junior high school students at Global Islamic Boarding School in experiencing homesickness and the coping strategies they use to adapt. This research employed a qualitative case study approach focusing on the subjective experiences of students who experienced homesickness before and after counseling. Participants were seventh-grade students selected purposively based on criteria of experiencing homesickness during the early period of living in the dormitory and having attended counseling sessions. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and supported by observation, then analyzed using thematic analysis. The results showed that subjects N and S experienced high-intensity homesickness before counseling but were able to develop more adaptive coping strategies after attending counseling, while subject NM reported an increase in homesickness intensity despite applying distraction strategies. These findings highlight that counseling plays an important role in helping students manage homesickness, although its effectiveness depends on the compatibility of strategies with individual conditions. The study concludes that counseling in boarding schools needs to be more personal, flexible, and attentive to social support and religiosity so that students can optimally adapt to dormitory life.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Widya, Salma Mayang
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1047-1053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Efikasi diri, yang didefinisikan sebagai keyakinan individu akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas tertentu, diduga memiliki kaitan erat dengan perilaku menunda-nunda akademik. Metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional diterapkan dalam studi ini. Populasi penelitian terdiri dari 56 mahasiswa aktif dari berbagai universitas di Indonesia, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling untuk memastikan representasi yang objektif. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diadaptasi dari instrumen standar, yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) untuk mengukur efikasi diri dan Procrastination Assessment Scale for Students (PASS) untuk mengukur prokrastinasi akademik. Hasil analisis statistik menggunakan korelasi Pearson Product-Moment menunjukkan koefisien korelasi negatif sebesar -0,316 dengan nilai signifikansi 0,018 (p < 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan secara statistik antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat efikasi diri yang dimiliki seorang mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungannya untuk melakukan prokrastinasi akademik, begitu pula sebaliknya. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya membangun efikasi diri pada mahasiswa sebagai salah satu strategi untuk mengurangi perilaku penundaan dalam konteks akademik. Abstract This study aimed to investigate the relationship between self-efficacy and academic procrastination among university students. Self-efficacy, defined as an individual's belief in their capability to execute specific tasks, is theorized to be closely linked to academic procrastination behavior. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The study population consisted of 56 active students from various universities in Indonesia, selected using a simple random sampling technique to ensure objective representation. Data were collected through online questionnaires adapted from standardized instruments: the General Self-Efficacy Scale (GSES) to measure self-efficacy and the Procrastination Assessment Scale for Students (PASS) to measure academic procrastination. The results of statistical analysis using Pearson Product-Moment correlation revealed a negative correlation coefficient of -0.316 with a significance value of 0.018 (p < 0.05). This finding confirms a statistically significant negative relationship between self-efficacy and academic procrastination. In practical terms, it indicates that students with higher levels of self-efficacy tend to exhibit lower tendencies for academic procrastination, and vice versa. The implication of this research underscores the importance of fostering self-efficacy in students as a potential strategy to mitigate procrastinatory behaviors within the academic context, thereby supporting better academic performance and well-being.
Dinamika Inferioritas pada Remaja dengan Depresi Berat dan Gejala Psikotik dalam Perspektif Psikologi Individual Saputri, Praditha Revalia Julaikah; Vrisaba, Nanda Audia
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p998-1007

Abstract

Masalah kesehatan jiwa di Indonesia terus meningkat, terutama pada kelompok usia muda 15 – 24 tahun. Rendahnya angka pengobatan memperburuk kondisi ini dan meningkatkan risiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika psikologis pasien depresiberat dengan gejala psikotik melalui perspektif psikologi individual Alfred Adler. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap seorang remaja laki – laki berusia 15 tahun yang didiagnosis depresi berat dengan gejala psikotik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (autoanamnesa dan alloanamnesa), observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa depresi dengan gejala psikotik pada subjek dipengaruhi oleh pola asuh otoriter dan abai, pengalaman bullying, kurangnya dukungan sosial, serta perasaan inferior yang berkembang menjadi inferioritas kompleks. Pengalaman traumatis akibat kecelakaan yang melibatkan orang lain turut memperkuat rasa bersalah dan memunculkan halusinasi serta waham. Berdasarkan teori Adler, kegagalan subjek dalam mengubah perasaan inferior menjadi superior menyebabkan munculnya gangguan psikologis berat. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya intervensi psikososial yang berfokus pada penguatan harga diri, perbaikan pola asuh, serta peningkatan dukungan sosial untuk mencegah berkembangnya depresi berat pada remaja.  Abstract Mental health problems in Indonesia continue to increase, especially among young people aged 15–24 years. The low rate of treatment exacerbates this condition and increases the risk of suicide. This study aims to analyze the psychological dynamics of a patient with severe depression and psychotic symptoms through Alfred Adler’s Individual Psychology perspective. The method used is a qualitative study with a case study approach involving a 15-year-old male adolescent diagnosed with severe depression and psychotic symptoms. Data were collected through in-depth interviews (auto-anamnesis and allo-anamnesis), observation, and documentation study. The results show that depression with psychotic symptoms in the subject is influenced by authoritarian and neglectful parenting patterns, bullying experiences, lack of social support, and feelings of inferiority that developed into an inferiority complex. Traumatic experiences caused by an accident involving others further reinforced feelings of guilt, leading to hallucinations and delusions. Based on Adler’s theory, the subject’s failure to transform feelings of inferiority into superiority resulted in severe psychological disturbances. The implications of this study highlight the importance of psychosocial interventions focusing on strengthening self-esteem, improving parenting patterns, and enhancing social support to prevent the development of severe depression among adolescents.
Pengaruh Kesepian terhadap Stres pada Wanita Dewasa Awal Oktafiani, Dwi Tantri; Putri, Shofila Hilma Faradiana Nandita; Nirwanto, Aditya Afif
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1008-1018

Abstract

Erikson menjelaskan bahwa tahap perkembangan intimacy versus isolation menandai kecenderungan individu dalam membentuk relasi yang intim dan signifikan dengan orang lain.. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan perkembangan ini dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berpotensi berkembang menjadi stres. Rasa kesepian yang tidak tertangani dengan baik sering kali menjadi faktor pemicu munculnya stres, terutama pada wanita usia dewasa awal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesepian terhadap tingkat stres pada wanita di Surabaya berusia 18-30 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi mencakup wanita di Surabaya berusia 18–30 tahun, sedangkan sampel terdiri atas 100 responden yang mengalami kesepian. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Lemeshow. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 1–4 untuk mengukur kesepian dan stres. Analisis data dilakukan melalui uji regresi linier dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0.18.1.0. Hipotesis penelitian meliputi H0, yang menyatakan tidak ada pengaruh kesepian terhadap stres pada wanita, serta H1, yang menyatakan terdapat pengaruh kesepian terhadap stres pada wanita. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,483. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kesepian berkontribusi sebesar 48,3 persen terhadap stres, sedangkan 51,7 persen sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Abstract At the intimacy vs. isolation stage of development, individuals tend to seek close relationships with others. When these developmental needs are not fulfilled, they may experience pressure that can lead to psychological stres. This study tested the hypotheses: H₀ : there is no effect of loneliness on stres among women, and H₁ : there is an effect of loneliness on stres among women. The population of this study consisted of women in Surabaya aged 18–30 years, and the sample included 100 women within the same age range who experienced loneliness, determined using the Lemeshow formula. The research employed a quantitative survey method using a questionnaire with a 4-point Likert scale, and data were analyzed using linear regression through JASP version 0.18.1.0. The R² value obtained was 0.483, indicating that loneliness accounts for 48.3% of the variance in stres, while the remaining 51.7% is influenced by other external factors.
Uji Validitas Isi Modul Psikoedukasi Kontrol Diri ‘SCOUPER’ sebagai Upaya Preventif Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Isna, Cahya; Hafizah, Nurul; Rahman, Marlita Andhika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1019-1030

Abstract

Angka kejadian perilaku seksual berisiko yang tinggi pada remaja disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan dan rendahnya kontrol diri. Remaja yang tinggal di kawasan eks lokalisasi memiliki risiko lebih tinggi terhadap perilaku seksual berisiko yang diakibatkan oleh faktor lingkungan dan minimnya kontrol diri pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan media psikoedukasi yang tepat untuk membantu meningkatkan kontrol diri remaja sehingga dapat mencegah terjadinya perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas isi dari modul psikoedukasi kontrol diri ‘SCOUPER’ sebagai upaya preventif perilaku seksual berisiko pada remaja di kawasan eks lokalisasi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 3D (Define, Design dan Develop). Tahap define menganalisis kebutuhan remaja, tahap design menyusun rancangan modul psikoedukasi kontrol diri, dan tahap develop meliputi uji validitas dengan pemberian skor rating oleh ahli atau validator. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan rumus Aiken’s V dan masukan validator. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa modul psikoedukasi kontrol diri SCOUPER memperoleh skor 0,75 – 1,00 dengan kategori tinggi – sangat tinggi. Berdasarkan hasil uji validitas, modul SCOUPER dapat disimpulkan valid untuk digunakan dengan beberapa saran dan perbaikan dari validator. Modul psikoedukasi kontrol diri SCOUPER teruji valid secara isi, konstruk, dan bahasa, serta berpotensi digunakan sebagai media preventif dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja, khususnya di kawasan eks lokalisasi. Abstract The high incidence of risky sexual behavior among adolescents is caused by several factors, such as the environment and low selfcontrol. Adolescents living in former red-light districts are at higher risk of risky sexual behavior due to environmental factors and a lack of self-control. Therefore, appropriate psychoeducational media are needed to help improve adolescents' selfcontrol so that risky sexual behavior can be prevented. This study aims to determine the content validity of the ‘SCOUPER’ self-control psychoeducation module as a preventive measure against risky sexual behavior among adolescents in former red-light districts. This study used the Research and Development (R&D) method with a 3D model (Define, Design, and Develop). The define stage analyzed the needs of adolescents, the design stage developed the self-control psychoeducation module, and the develop stage included validity testing with rating scores by experts or validators. The data analysis used in this study was descriptive analysis with Aiken's V formula and validator input. The validity test results showed that the SCOUPER self-control psychoeducation module scored between 0.75 and 1,00 in the high – very high category. Based on the validity test results, the SCOUPER module can be concluded to be valid for use with some suggestions and improvements from the validator. The SCOUPER self-control psychoeducation module is valid in terms of content, construct, and language, and has the potential to be used as a preventive medium in preventing risky sexual behavior among adolescents, especially in former red-light districts.
Self-Compassion pada Mahasiswa dengan Pengalaman Bullying Azzahira, Favian Faizza
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p980-988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran self-compassion dalam membantu mahasiswa yang pernah mengalami bullying untuk tetap kuat dan memiliki rasa kasih sayang pada diri mereka sendiri. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dan teknik purposive sampling, penulis memilih 3 partisipan yang memiliki kriteria sebagai mahasiswa aktif yang pernah mengalami perundungan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki cara yang berbeda untuk menerapkan self-compassion, yaitu melalui self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa self-compassion dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mengurangi perasaan negatif yang timbul dari pengalaman bullying. Abstract This study aims to investigate the role of self-compassion in helping college students who have experienced bullying to remain resilient and maintain self-love. Using a qualitative research design and purposive sampling technique, the author selected 3 participants who met the criteria as active students who had experienced bullying. The results of the interviews showed that the three subjects had different ways of applying self-compassion, namely through self-kindness, common humanity, and mindfulness. This study also shows that self-compassion can improve psychological well-being and reduce negative feelings arising from bullying experiences.
Eksplorasi Penerimaan Diri pada Ibu dengan 2 Anak Berkebutuhan Khusus Fie, Muhammad La Rayba; Maghfiroh, Fitrania
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1031-1046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika penerimaan diri pada ibu yang memiliki dua anak berkebutuhan khusus. Penerimaan diri menjadi aspek penting yang memengaruhi kesiapan ibu dalam menjalani peran pengasuhan, terutama ketika menghadapi tekanan emosional dan sosial yang menyertai kondisi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan empat orang ibu di Kota Surabaya yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri berlangsung secara bertahap dan tidak linier, dimulai dari emosi negatif seperti sedih, marah, dan bingung, hingga berkembang menjadi sikap ikhlas, reflektif, dan penuh syukur. Nilai spiritualitas, dukungan sosial, serta strategi adaptif dalam pengasuhan turut membentuk ketahanan psikologis para ibu. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pemahaman psikologis dalam konteks keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, serta menjadi acuan dalam merancang dukungan dan intervensi yang lebih empatik dan kontekstual. Abstract This study aims to explore the dynamics of self-acceptance in mothers who have two children with special needs. Self-acceptance is a crucial psychological aspect that influences a mother’s readiness to fulfill her caregiving role, especially when faced with emotional and social pressures related to her child’s condition. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method, involving four mothers in Surabaya who have children diagnosed with Special Needs. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that the process of self-acceptance is gradual and non-linear, beginning with negative emotions such as sadness, anger, and confusion, which later develop into acceptance, reflection, and gratitude. Spiritual values, social support, and adaptive parenting strategies contribute significantly to the mothers' psychological resilience. This research contributes to the psychological understanding of families with children with special needs and serves as a reference for designing more empathetic and contextual psychosocial support and interventions.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue