cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
PERBEDAAN STRATEGI REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA ATLET DAN NON ATLET UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Jefry Apriliano Dwi Putra Surya Wijaya; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41679

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan strategi regulasi emosi mahasiswa atlet dan non atlet di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa atlet dan non atlet Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 1544 yang terdiri dari 772 mahasiswa atlet dan 772ahasiswa non atlet, rentang usianya antara 18- 25 tahun dengan rata-rata usia 20 tahun. Komposisi subjek sebanyak 604 (9,11%) laki-laki dan 940 (60,88%) perempuan. Dasar pengelompokan pada penelitian ini adalah data dokumentasintuk mengetahui subjek masih mahasiswa aktif dan mahasiswa anggota UKM olahraga Unesa. Alat ukur penelitian yang digunakan ialah skala strategi regulasi emosi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji mann-whitney test . Berdasarkan hasil uji mann-whitney test diketahui bahwa nilai signifikannya sebesar 0,692. Karena nilai signifikan yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 (p>0,05) maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil strategi regulasi emosi yang signifikan antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet. Tidak adanya perbedaan setrategi regulasi emosi yang antara mahasiswa atlet dengan mahasiswa non atlet bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Peneliti menemukan adanya kesamaan karakteristik subjek penelitian karena berada dalam satu instansi pendidikan yang sama sehingga terdapat kemungkinan adanya persamaan cara pandang dan perilaku. Faktor lain penyebab hasil penelitian yang menunjukkan tidak adanya perbedaan strategiegulasi emosi adalah rentan usia yang tidak jauh berbeda, sehingga ada potensi subjek penelitian memiliki kesamaan dalam hal pemahaman dan pengalaman sehingga perbedaan strategi regulasi emosi tidak muncul dalam penelitian ini. Kata kunci: Strategi regulasi emosi, mahasiswa atlet, mahasiswa non atlet. Abstract The current study aimed to compare the differences in emotion regulation strategies used by athlete and non-athlete students at Unesa (State University of Surabaya). This study applied the quantitative method. In total, there were 1544student-athletes and non-athletes of Unesa who participated as the subjects. They consisted of 772 student-athletes and 772 non-athlete students with the age range 18-25. Based on their genders, the composition of subjects was 604 (9.11%) males and 940 (60.88%) females. These subjects were recruited based on two qualifications; they are active students and members of UKM Olahraga (Student Activity Unit-sports division). The data were gained by administering the Emotional Regulation Strategy Scale. Then, all data were analyzed by examining the Mann-Whitney test. The results revealed that there is no significant difference in the results of emotional regulation strategies between student-athletes and non-athlete students. This absence of differences in the strategy of emotional regulation between student-athletes and non-athlete students can be influenced by some factors. The first factor is the educational institution. All subjects were officially registered in the same educational institution i.e. Unesa, therefore, there was the possibility that they also shared similarities in perspective and behavior. The second factor is the age range. The farthest age range was only 7 years, consequently, the subjects tended to have similarities in terms of understanding and experience. As the result, the differences in emotion regulation strategies do not appear in this study. Keywords: Emotion regulation strategies, athlete and non-athlete students
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN ACADEMIC DISHONESTY PADA MAHASISWA Fian Rachmad Pradia; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41680

Abstract

Abstrak Banyaknya tuntutan dan kegiatan dalam perkuliahan dapat membuat munculnya berbagai perilaku tertentu dalam perkuliahan. Perilaku-perilaku tersebut dapat mengarah pada sisi negatif maupun positif. Perilaku curang dan tidak jujur merupakan salah satu perilaku yang muncul dan mengarah pada sisi negatif dalam pendidikan khusunya perkuliahan. Keinginan mendapatkan hasil dan nilai yang tinggi tanpa adanya usaha dan keyakinan lebih disebut menjadi salah satu faktor munculnya perilaku ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat hubungan atau keterkaitan antara keyakinan pada kemampuan diri atau self-efficacy dengan perilaku tidak jujur dalam pendidikan atau academic dishonesty. Penelitian ini dilakukan di lingkup Jurusan X Universitas Y dengan melibatkan 433 mahasiswa Jurusan X Universitas Y angkatan 2018 hingga 2020. Teknik analasis data yang digunakan peneliti untuk mencari keterkaitan antara kedua variabel adalah teknik korelasi pearson product moment dengan perolehan nilai korelasi sebesar -0,360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki keterkaitan atau hubungan yang tidak terlalu kuat dengan intensitas perilaku academic dishonesty pada kalangan mahasiswa Jurusan X Universitas Y. Kata Kunci : Self-efficacy, academic dishonesty, mahasiswa. Abstract The number of demands and activities in lectures can make certain behaviors appear in lectures.These behaviors can lead to either a negative or a positive side. Cheating and dishonest behavior is one of the behaviors that appears and leads to the negative side in education, especially lectures. The desire to get results and high scores without any effort and belief is said to be one of the factors for the emergence of this behavior. This study aims to see the relationship between belief in self or self-efficacy with dishonest behavior in education or academic dishonesty. This research was conducted in the scope of Department X University Y involving 433 students of Department X University Y class 2018 to 2020. The data analysis technique used by researchers to find the relationship between the two variables was the Pearson product moment correlation technique with a correlation value of -0.360. The results showed that self-efficacy had a not very strong relationship with the intensity of academic dishonesty behavior among students of Department X, University of Y. Keywords: Self-efficacy, academic dishonesty, college students.
PERBEDAAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL GURU SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN, STATUS PERNIKAHAN, DAN MASA KERJA Diza Junita; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41681

Abstract

Abstrak Pada masa pandemi saat ini tenaga pendidik yang salah satunya guru sekolah dasar mengalami tuntutan pekerjaan yang lebih berat karena perubahan sistem pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan psychological capital pada guru sekolah dasar negeri di Surabaya ditinjau dari jenis kelamin, status pernikahan dan masa kerja. Metode penelitian ini adalah penelitian komparatif. Penelitian ini adalah penelitian populasi dengan jumlah subjek sebanyak 70 guru sekolah dasar negeri. Alat pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala psychological capital yang mengacu konsep dasar psychological capital milik Luthans, Youssef & Avolio yaitu self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Teknik analisa data yang digunakan yaitu Anova tiga jalur dan dibantu SPSS 25.0 for windows dalam perhitungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara psychological capital guru sekolah dasar ditinjau dari jenis kelamin, status pernikahan dan masa kerja dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0.827 (p>0.05). Selain itu, juga ditemukan bahwa tidak ada perbedaan antara psychological capital dengan jenis kelamin guru sekolah dasar yang memiliki nilai signifikansi 0.886 (p>0.05). Sedangkan jika ditinjau dari status pernikahan dan masa kerja ditemukan perbedaan yang signifikan antara psychological capital dengan status pernikahan dan masa kerja guru sekolah dasar yang memiliki nilai signifikasi 0.000 (p<0.05). Kata Kunci: psychological capital, guru sekolah dasar, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja Abstract During the current pandemic, educators, one of whom is an elementary school teacher, have a more complicated job due to changes in the learning system. The purpose of this study was to determine the differences in psychological capital of public elementary school teachers in Surabaya in terms of gender, marital status, and years of service. This research method is comparative research. This study is a population study with several subjects as many as 70 public elementary school teachers. This research data collection tool uses a psychological modal scale that refers to the basic concepts of psychological capital belonging to Luthans, Youssef & Avolio, namely self-efficacy, hope, optimism, and resilience. The data analysis technique used is three-way Anova and assisted by SPSS 25.0 for windows in its calculations. This study indicates that there is no difference between primary school psychological capital teachers in terms of gender, marital status, and tenure with a significance level of 0.827 (p>0.05). In addition, it was also found that there was no difference between psychological capital and the gender of primary school teachers, which had a significance value of 0.886 (p>0.05). Meanwhile, when viewed from the marital status and period, found a significant difference between psychological capital with marital status and tenure of primary school teachers, which has a substantial value of 0.000 (p <0.05). Keywords: psychological capital, elementary school teacher, gender, marital status, years of service
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. X Nina Puji Iswati; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41684

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dimana jumlah populasi yang digunakan sebanyak 45 karyawan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dengan skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan bantuan program SPSS 25.0 for windows dengan menggunakan uji korelasi product moment. Hasil dari analisa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,636 dengan nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05). Dari hasil tersebut bahwa hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja memiliki hubungan yang signifikan, artinya semakin tinggi nilai kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi pula keterikatan kerja yang dimiliki oleh karyawan. Begitupun sebaliknya jika nilai kualitas kehidupan kerja yang dimiliki rendah maka akan rendah pula keterikatan kerja yang dimiliki oleh karyawan. Kata Kunci: kualitas kehidupan kerja, keterikatan kerja, karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between the quality of work-life with work engagement on employees of PT. X. This research uses quantitative research methods. Where the total population used is 45 employees. The sample in this study used a saturated sample technique. The data collection technique in this study used a questionnaire with a work-life quality scale and a work engagement scale. The data obtained will be analyzed using the SPSS 25.0 for the windows program using the product-moment correlation test. The research analysis results indicate a relationship between the quality of work-life with work engagement on employees of PT. X. This is evidenced by the correlation coefficient obtained by 0.636 with a significance value of 0.00 (p < 0.05). From these results, the relationship between the quality of work-life and work engagement has a significant relationship, meaning that the higher the value of the quality of work-life, the higher employees' work engagement. Vice versa, if the value of the quality of work-life that is owned is low, the work engagement of employees will also below. Keyword: quality of work-life, work engagement, employee
HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PEGAWAI BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TRENGGALEK Anisah Siwi Anggreni; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41685

Abstract

Abstrak Bank merupakan salah satu pelaku perekonomian dimana bank memiliki tujuan untuk menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat dan jasa jasa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan komitmen organisasi pada pegawai BRI Cabang Trenggalek. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif serta metode korelasi untuk melihat adanya hubungan antara variabel X yaitu work-life balance dengan variabel Y yaitu komitmen organisasi. Subjek pada penelitian ini merupakan pegawai BRI cabang Trenggalek dengan populasi sebanyak 62 orang. Penentuan sampel dilaksanakan dengan menggunakan sampling total. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu skala work-life balance menurut McDonald dan Bradley (2005) dan skala komitmen organisasi menurut Meyer dan Allen (1997). Berdasarkan dengan hasil uji dengan korelasi product moment, didapatkan nilai koefisien korelasi antara work-life balance dengan komitmen organisasi sebesar 0,537 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa hubungan dari kedua variabel berbentuk positif dengan tingkat korelasi sedang. Hubungan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi angka work-life balance, maka semakin tinggi pula angka komitmen organisasi yang dimiliki oleh pegawai. Kata Kunci: Work-life balance, Komitmen Organisasi, Bank Rakyat Indonesia Abstract Bank is one of the economic actors where the bank has a goal to collect and distribute funds to the public and other services. This study aims to determine the relationship between work-life balance and organizational commitment to employees of BRI Trenggalek Branch. This research uses quantitative research methods and correlation methods to see the relationship between variable X, namely work-life balance, with variable Y, namely organizational commitment. The subjects in this study were employees of the Trenggalek branch of BRI with a population of 62 people. Determination of the sample is carried out using total sampling. Data collection techniques using a questionnaire. The research instrument used is the work-life balance scale according to McDonald and Bradley (2005) and the organizational commitment scale according to Meyer and Allen (1997). Based on the test results with the product moment correlation, the correlation coefficient between work-life balance and organizational commitment is 0.537 with a significance value of 0.002 (p<0.05). It can be concluded that the relationship between the two variables is positive with a moderate level of correlation. This relationship shows that the higher the work-life balance, the higher the organizational commitment of employees. Keywords: Work-Life Balance, Organizational Commitment, Bank Rakyat Indonesia
PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL DITINJAU DARI STATUS ATLET INDIVIDU DAN BEREGU PADA SISWA SMA X Muhammad Vandif Abdurrahman Syah; Miftakhul Jannah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41691

Abstract

Abstrak Ketangguhan mental adalah suatu hal yang diperlukan oleh atlet pelajar bukan sekedar untuk pertandingan tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan atlet pelajar memiliki tanggung jawab untuk latihan dan bertanding sekaligus bertanggung jawab dalam tugas akademiknya di sekolah. Status atlet disini adalah atlet individu dan beregu yang pada dasarnya diguga memiliki tugas gerak berbeda sehingga perbedaan ini akan mempengaruhi ketangguhan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketangguhan mental pada atlet pelajar ditinjau dari atlet individu dan beregu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimen. Total subjek sebanyak 80 atlet pelajar yang didapatkan menggunakan teknik non-probability purposive sampling dengan memberikan batasan pada populasi berupa siswa aktif SMA X dan tergabung dalam ekstrakurikuler di SMA X sehingga memberikan 30 atlet individu dan 50 atlet beregu. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala ketangguhan mental yang disusun berdasarkan Gucciardi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai sebesar 0.537 dengan rata-rata sebesar 96.27 untuk atlet individu dan 94.12 untuk atlet beregu. Makna dari hasil tersebut yaitu adanya perbedaan pada ketangguhan mental antara atlet indvidu dan beregu pada siswa SMA X tetapi tidak secara signifikan. Hasil ini dapat muncul karena adanya kesamaan pada usia perkembangan dengan rentan usia 16 hingga 20 tahun. Selain itu mereka juga memiliki tugas akademik yang sama sehingga mereka masih berbaur satu sama lain. Kata kunci: ketangguhan mental, atlet pelajar, individu, beregu Abstract Mental toughness is something that student athletes need not only for competitions but also for everyday life. This is because student athletes have the responsibility to practice and compete as well as to be responsible for their academic duties at school. The status of athletes here are individual and team athletes who are basically assumed to have different motion tasks so that this difference will affect their mental toughness. This study aims to determine differences in mental toughness in student athletes in terms of individual and team athletes. The method used in this research is non-experimental quantitative. The total subjects obtained were 80 subjects using non-probability purposive sampling technique by limiting the population in the form of active students of SMA X and joining extracurricular activities at SMA X so as to provide 30 individual athletes and 50 team athletes. The instrument in this study used a mental toughness scale based on Gucciardi. The data analysis technique used in this study was the independent sample t-test. The results showed a value of 0.537 with an average of 96.27 for individual athletes and 94.12 for team athletes. The meaning of these results is that there is a difference in mental toughness between individual and team athletes in SMA X students but not significantly. This result may arise because of the similarity in the developmental age with the age range of 16 to 20 years. In addition, they also have the same academic duties so they still mingle with each other. Keywords: mental toughness, student athlete, individual, team
Hubungan antara Optimisme dengan Adversity Quotient pada Fresh Graduate Universitas Negeri Surabaya Desy Rizkyta Hariyati; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41697

Abstract

Abstrak Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak perusahaan harus gulung tikar, sehingga menyebabkan persaingan fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan di tengah situasi pandemi semakin sulit. Kondisi tersebut membutuhkan peran adversity quotient sebagai kemampuan individu dalam merespon rintangan dan situasi sulit agar fresh graduate dapat menghadapi berbagai kesulitan dalam mencari pekerjaan di tengah pandemi. Adversity quotient dapat ditingkatkan melalui adanya keyakinan dan ekspektasi positif yaitu yang disebut dengan optimisme. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan optimisme dengan adversity quotient pada fresh graduate Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala adversity quotient dari Stoltz (2007)dan skala optimisme LOT-R dari Carver dan Scheier (2002) yang diberikan secara online melalui google form. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 212 orang yang diambil melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu freshgraduate S1 lulusan Universitas Negeri Surabaya tahun 2019-2020, tidak terikat kerja pada suatu instansi atau perusahaan, dan sedang mencari pekerjaan. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi sederhana product moment pearson dan diperoleh korelasi sebesar 0,530 yang artinya terdapat hubungan yang cukup kuat antara optimisme dengan adversity quotient pada fresh graduate Universitas Negeri Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimisme menjadi suatu hal yang penting untuk meningkatkan adversity quotient pada fresh graduate agar dapat gigih berjuang mengadapi kesulitan dalam memperoleh pekerjaan. Kata Kunci: optimisme, adversity quotient, fresh graduate Abstract The Covid-19 pandemic has resulted in many companies having to go out of business, which makes the competition for fresh graduates to get jobs in the midst of a pandemic situation increasingly difficult. This condition requires the role of the adversity quotient as an individual's ability to respond to obstacles and difficult situations so that fresh graduates can face various difficulties in finding work in the midst of a pandemic. Adversity quotient can be increased through positive beliefs and expectations, which is called optimism. The purpose of this study is to determine the relationship between optimism and adversity quotient on fresh graduates of the State University of Surabaya. This research is a quantitative research with a correlational design. The measuring instrument in this study uses the adversity quotient scale from Stoltz (2007) and the LOT-R optimism scale from Carver and Scheier (2002) which is given online via google form. The sample in this study was 212 people who were taken through a purposive sampling technique with the criteria of fresh graduate S1 graduates from the State University of Surabaya in 2019-2020, not bound to work in an agency or company, and looking for job. The data in this study were analyzed using a simple Pearson product moment correlation test and obtained a correlation of 0.530 which means that there is a fairly strong relationship between optimism and adversity quotient on fresh graduates of the State University of Surabaya. The results of the study show that optimism is an important thing to increase the adversity quotient of fresh graduates so that they can persistently struggle to face difficulties in getting a job. Keyword: optimism, adversity quotient, fresh graduate
LONELINESS PADA LANSIA YANG TINGGAL SENDIRI Barron Atalarik Sihab; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41699

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengenai rasa kesepian yang dialami responden selama tinggal sendiri. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman rasa kesepian yang dialami oleh lansia dan bagaimana menghadapi kesepian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian terdapat 3 responden yang berjenis kelamin perempuan dengan usia 60, 62, dan 77 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara semiterstruktur. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ialah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Berdasarkan dari hasil penelitian mengungkap bahwa, ketiga responden memiliki sebab tinggal sendiri, yaitu responden merasa masih sehat. semua anak dari responden telah berkeluarga dan tidak memiliki beban. Ketiga responden dihadapkan pada persoalan di masa tua yakni masalah kesehatan, masalah psikologis, dan masalah ekonomi. Rasa kehilangan pasangan hidup yang telah bersama berdampak pada rasa ketergantungan dan rasa rindu yang dialami pada ketiga responden. Cara mereka mengatasi kesepiannya terbagi menjadi 3 cara yaitu: melakukan aktivitas untuk mengatasi kesepian, dukungan sosial dari orang terdekat, dan peningkatan religiusitas yang dilakukan oleh ketiga responden. Kata Kunci: Kesepian, Kesendirian, Lansia. Abstract This research is about the feeling of loneliness experienced by respondents while living alone. This study explores the experience of loneliness experienced by the elderly and how to deal with loneliness. The type of research used in this research is qualitative research with a phenomenological approach. In the study, there were 3 female respondents aged 60, 62, and 77 years. The data collection technique used in this research is to use a semi-structured interview technique. The analytical technique used in this research is Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Based on the results of the study revealed that, the three respondents had a reason to live alone, namely the respondents felt they were still healthy. all children of the respondents are married and have no burden. The three respondents were faced with problems in their old age, namely health problems, psychological problems, and economic problems. The feeling of losing a life partner who has been together has an impact on the sense of dependence and longing experienced by the three respondents. The way they overcome their loneliness is divided into 3 ways, namely: doing activities to overcome loneliness, social support from the closest people, and increasing religiosity carried out by the three respondents. Keywords: Loneliness, Alone, Elderly.
Hopelessness Pada Korban PHK Pandemi COVID-19 Yang Memiliki Ide Bunuh Diri Herik Dwi Irawan; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41701

Abstract

Abstrak Pemberlakuan physical distancing sebagai upaya mencegah perluasan Pandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan yang pada akhirnya merumahkan atau melakukan PHK terhadap para pekerjanya. PHK inilah yang menyebabkan permasalahan baru kepada karyawan yang mengalaminya, termasuk munculnya ide bunuh diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dimensi yang paling dominan pada karyawan korban PHK akibat dampak dari covid-19 sehingga dapat dilakukan pencegahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian berjumlah dua orang dengan usia 49 tahun dan 29 tahun yang menjadi korban PHK akibat covid-19. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakann teknik interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dimana peneliti melakukan proses kondensasi data dan interpretasi data setelah melakukan proses wawancara. Uji validitas dan realibilitas data dilakukan dengan teknik member checking dan proses traingulasi (significant other). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kedua subjek memiliki rasa putus asa atau hopelessness dan faktor dimensi hopelessness yang ada pada diri masing-masing individu yang memunculkan ide bunuh diri tidaklah sama. Hal tersebut dikarenakan dalam setiap permasalahan yang sedang dihadapi oleh seseorang dan seberapa berat permasalahan tersebut tergantung bagaimana seseorang menyikapinya. Kata Kunci: PHK, pandemi covid-19, hoppelessness, ide bunuh diri. Abstract The implementation of physical distancing as an effort to prevent the expansion of the Covid-19 pandemic in Indonesia has caused many companies to eventually lay off or lay off their workers. This lay off is what causes new problems for employees who experience it, which is suicidal ideation. The purpose of this study was to determine the most dominant dimension factor in employees who were laid off due to the impact of covid-19 so that prevention could be done. This research used a qualitative approach with a case study method. The research subjects were two people aged 49 years and 29 years who became victims of layoffs due to covid-19. Data were collected by conducting semi-structured interviews. Data analysis used the interactive technique of Miles, Huberman, and Saldana where the researcher carried out the data condensation process and data interpretation after conducting the interview process. The validity and reliability of the data were tested using techniques member checking and the training process (significant other). The results of the research that have been carried out show that both subjects have a sense of hopelessness and the dimensions of hopelessness that exist in each individual that lead to suicide ideas are not the same. This is because in every problem that is being faced by someone and how severe the problem is depends on how someone reacts to it. Key Words: Lay off, pandemic covid-19, hopelessness, suicidal idea
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA BARU PSIKOLOGI Anggi Raylian Arum; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41717

Abstract

Abstrak Perubahan lingkungan yang dialami mahasiswa baru menyebabkan mereka harus melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan tersebut. Dengan regulasi diri yang baik dapat membantu mahasiswa baru untuk dapat menyesuaiakan diri dengan lingkungan perkuliahan. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan penyesuaian diri mahasiswa baru psikologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional yakni untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berbuhungan dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni semua populasi dijadikan subjek yakni sejumlah 156 dengan 30 orang mahasiswa digunakan untuk tryout dan 126 orang mahasiswa digunkan untuk pengambilan data. Penelitian ini dilakukan menggunakan skala regulasi diri dan skala penyesuaian diri yang akan dianalisis dengan bantuan SPSS 25.0 for windows. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah product moment pearson correlations dengan signifikansi 0,000 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara regulasi diri dengan penyesuaian diri dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,612 sehingga menunjukkan bahwa regulasi yang tinggi maka semakin mudah mahasiswa baru untuk melakukan penyesuain diri dan sebaliknya semakin rendah regulasi diri maka mahasiswa kurang dapat melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan. Kata Kunci : Regulasi Diri, Penyesuaian Diri, Mahasiswa Abstract Changes in the environment experienced by new students cause them to make adjustments to the environment. With good self-regulation can help new students to be able to adjust to the lecture environment. This study aims to determine the relationship between self-regulation with the adjustment of new psychology students. The method used in this study is a quantitative approach with correlational techniques, namely to determine the extent to which the independent variable is related to the dependent variable. The sampling technique in this study used a saturated sample where all the population was used as a subject, namely a number of 156 with 30 students used for the tryout and 126 students used for data collection. This research was conducted using a self-regulation scale and a self-adjustment scale which will be analyzed with the help of SPSS 25.0 for windows. The data analysis used in this study is product moment Pearson correlations with a significance of 0.000 (p > 0.05) which indicates that there is a relationship between self-regulation and self-adjustment and a correlation coefficient value of 0.612, indicating that the higher the regulation, the easier it is for new students. to make adjustments and vice versa, the lower the self-regulation, the less students can make adjustments to the environment. Keywords : Self Regulation, Self Adjusment, College Student

Page 44 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue