cover
Contact Name
Muhammad Karim
Contact Email
jepmtuntad@gmail.com
Phone
+6282397598648
Journal Mail Official
jepmtuntad@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta, KM.9, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 2338378X     EISSN : 3089803X     DOI : https://doi.org/10.22487/jepmt.v12i4
Core Subject : Education,
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is a mathematics education journal that has p-ISSN number 2338-378X and e-ISSN number 3089-803X. JEPMT contains writings raised from the results of research or critical studies in the field of mathematics education and / or its instructional. JEPMT Publishes four times a year, in 4 times a year (March, June, September, and December). JEPMT encompasses original research articles, reviewe articles, and short communication, including mathematics education, School Mathematics, and development of mathematics learning. For author who interested submitting the manuscript , kindly register yourself. The manuscript must be original research, written in Indonesian language or english Language, and not be simultaneously submitted for another journal or conference. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. Jurnal Elektronok Pendidikan Matematika Tadulako is provided for writers, teachers, students, professors, and researchers, who will publish their research reports or their literature review articles about mathematics education and its instructional. This journal publishes two times a year, in March and September. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Mathematics Education School Mathematics Development of mathematics learning
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 3 (2020)" : 10 Documents clear
PROFIL PENALARAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT (FI) DAN FIELD DEPENDENT (FD) Hartina Pertiwi; Sukayasa; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil penalaran siswa FI dan FD dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus. Subjek penelitian ini yaitu dua orang siswa kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu yang terdiri dari satu orang siswa bergaya kognitif FI dan satu orang siswa bergaya kognitif FD. Pemilihan subjek dalam penelitian ini diklasifikasikan berdasarkan hasil tes gaya kognitif di kelas VIII Anggur SMP Negeri 4 Palu. Tes pengklasifikasian gaya kognitif yang digunakan adalah Group Embedded Figure Test (GEFT) yang dikembangkan oleh Witkin. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas instrumen utama dan instrumen pendukung. Instrumen utama yaitu peneliti sendiri, dan instrumen pendukung yaitu tes GEFT dan tes tertulis masalah persamaan garis lurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil penalaran siswa dengan gaya kognitif FI dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus adalah dengan cara menghubungkan informasi-informasi yang diketahui pada masalah yang dihadapi dengan pengetahuan serupa yang pernah dijumpai sebelumnya untuk memperoleh solusi dari masalah yang diberikan, sehingga memperoleh kesimpulan baru, sedangkan profil penalaran siswa dengan gaya kognitif FD dalam menyelesaikan masalah persamaan garis lurus adalah dengan cara menghubungkan informasi-informasi yang diketahui pada masalah yang dihadapi dengan pengetahuan serupa yang pernah dijumpai sebelumnya untuk memperoleh solusi dari masalah yang diberikan namun belum lengkap, sehingga belum memperoleh kesimpulan baru. Kata Kunci: Profil, Penalaran, Persamaan Garis Lurus, Gaya Kognitif, FI, FD. Abstract: this research aims to obtain the students reasoning profile in FI and FD in solving problem on straight line equation. The subjects of the research were two eight graders Anggur of SMP Negeri 4 Palu consisting of one student style cognitive FI and one more style cognitive FD. The subject was classified based on the result of cognitive style in eight grade Anggur of the school. Test of the classification used was Group Embedded Figure Test (GEFT) developed by Witkin. Instrument used were two, namely main instrument and supporting instrument. The main instrument was the researcher, while the supporting one is GEFT test and written test about straight line equation matter. The research result reveals that students reasoning profile with cognitive style FI in solving problem of straight line equation is by connecting known informations on the matter with the same knowledge ever found to get solution from the problem given, so it can have a new conclusion, whereas the students reasoning profile with cognitive style FD in solving problem of straight line equation is by connecting known informations on the matter with the same knowledge ever found to get solution from the problem given but still incomplete, so it cannot have a new conclusion. Keywords: Profile, Reasoning, Straight Line Equation, Cognitive Style, FI, FD.
PROFIL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA2 PADA MATERI PROGRAM LINEAR Nur Intan; Dasa Ismaimuza; Pathuddin
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan Penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi atau gambaran mengenai kemampuan literasi matematis siswa kelas XI IPA2 SMA Negeri 5 Palu pada materi program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif . Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA2 SMA Negeri 5 Palu yang berkemampuan matematika tinggi. sedang dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika tinggi yaitu NR dapat melewati level 1, level 2, dan level 3. Subjek NR dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2, 3, 4, 5, dan 6. Namun hanya dapat mengerjakan level 2 dan level 3. Subjek tidak dapat lanjut mengerjakan level 4, 5 dan 6 karena subjek tidak dapat melakukan analisis mendalam pada soal tersebut. Kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika sedang yaitu YY dapat melewati level 1 dan level 2. Subjek YY dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2, 3, 4, 5, dan 6 namun hanya dapat mengerjakan level 2. Subjek tidak dapat lanjut mengerjakan level 3, 4, 5 dan 6 karena subjek tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan secara prosedural dan tidak dapat melakukan analisis mendalam pada soal tersebut. Kemampuan literasi matematis subjek berkemampuan matematika rendah yaitu AR dapat melewati level 1. Subjek AR dapat menyelesaikan soal nomor 1 yang dirancang untuk level 1, dan tidak dapat mengerjakan soal nomor 2 yang dirancang untuk level 2,3,4,5, dan 6 karena subjek tidak dapat membuat model matematika dari soal yang diberikan. Kata Kunci : Kemampuan Literasi Matematis, Program Linear, Tingkat Kemampuan Matematika Abstarct: This study aims to obtain a description of the mathematical literacy abilities of classroom students XI IPA2 of Senior High School 5 Palu on Linear Program Material. This type of research is qualitative research. This subject of this research is class students XI IPA2 of Senior High School 5 Palu with high, medium and low math skills. Data collected by tests and interviews. The resul of this study indicate that subjects with high mathematical abilities NR can pass level 1. level 2 and level 3 mathematical literacy skills. Subject can solve questions number 1 designed for level 2, 3, 4 5, and 6 but can only work on level 2 and 3. The subject cannot continue on level 4, 5, and 6, because the subject cannot conduct an analysis of the problem. Moderate math subject YY can pass level 1 and level 2 mathematical literacy skills. Subject can answer questions number 1 designed for lebvel 1, and can work on number 2 questions planned for level 2, 3, 4, 5 and 6 but can only work on level 2. Subject cannot caontinue working on level 3, 4, 5 and 6 because subject cannot solve the problem given procedurally and cannot conduct analysis of the problem. Low mathematically subject AR can pass level 1. Subject can solve questions number 1 designed for level 1. Subject cannot work on questions number 2 that are designed for level 2, 3, 4, 5 and 6 because subject can make models mathematics of the given problem. Keywords : Mathematical Literacy Skills., Linear Program, Level of Mathematical Ability
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LINGKARAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) Jusma; Gandung Sugita; Bakri M
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa di kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu pada materi lingkaran. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu pada materi lingkaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu terdiri atas empat komponen: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu, dengan mengikuti proses pembelajaran sebagai berikut: Pada fase menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pada fase menyajikan informasi peneliti menyajikan materi lingkaran. Pada fase mengorganisasikan kedalam kelompok, peneliti membentuk kelompok yang heterogen yang setiap kelompok beranggotakan 4-5 orang. Pada fase membimbing kelompok, peneliti memberikan bimbingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan dalam menyelesaiakan soal-soal LKPD. Setelah menyelesaikan LKPD siswa menyebar ke kelompok lain dengan 2-3 anggota tinggal di kelompok yang bertugas untuk membagikan hasil LKPD mereka ke kelompok yang datang bertamu dan 2 anggota kelompoknya bertamu ke kelompok lainnya yang bertugas untuk mencari dan memperoleh informasi, setelahnya informasi atau jawaban LKPD yang didapat dari kelompok lainnya akan di periksa kesesuaiannya dengan jawaban kelompok. Selanjutnya pada fase evaluasi peneliti meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka, dan fase memberikan penghargaan peneliti mengapresiasi semangat belajar siswa dengan tepuk tangan. Kata kunci: Two Stay Two Stray (TSTS), model kooperatif, hasil belajar, lingkaran ABSTRAC: The main problem in this study is the low students learning outcomes in class VIIIA SMP Negeri 20 Palu on circle subject. One way to overcome this problem is by using the Two Stay Two Stray (TSTS) type cooperative learning model. The purpose of this study was to obtain a description of the Two Stay Two Stray (TSTS) type cooperative learning model that can improve the learning outcomes of class VIIIA students of SMP Negeri 20 Palu on circle subject. The type of research is classroom action research (CAR) which was proposed in the research design of Kemmis and Mc. Taggart, consists of four components: planning, action, observation and reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the Two Stay Two Stray (TSTS) type cooperative learning model could improve student learning outcomes in circle subject in class VIIIA SMP Negeri 20 Palu, by learning the learning process as follows: in the phase of conveying the goals and motivating students the researcher conveyed the learning objectives to be achieved. In the phase of presenting information the researcher presented circle subject. In the phase of organizing into groups, researcher form heterogeneous groups which each group has 4-5 member. In the phase of guiding the group, the researcher provides guided the groups that discuss the problem in completing the LKPD questions. After completing the LKPD students spread to other groups with 2-3 members living in the group who agreed to share the results of their LKPD with the group that came to visit and 2 members of the group visited other groups who wanted to find and obtain information, afterwards information or answers were obtained from the group others will be checked for compliance with the group's answers. Furthermore, in the evaluation phase the researchers asked representatives to present their work, and the phase of awarding the researcher appreciated the students' enthusiasm for learning by applause. Keywords: Two Stay Two Stray (TSTS), cooperative models, learning outcomes, circles
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH LAYANG-LAYANG Nur’fiani Asmawi; Tegoeh S Karniman; Marinus Barra Tandiayuk
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIASMP Negeri 17 palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 17 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah subjek penelitian ini adalah 28 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa dari hasil observasi guru dan siswa pada silkus I pada kategori baik dengan persentase aktivitas guru 81,25% dan aktivitas siswa 74,43% sedangkan hasil obervasi guru dan siswa pada siklus II pada kategori sangat baik dengan persentase aktivitas guru 95,32% dan aktivitas siswa 92,18% selain itu penelitian ini juga menunjukkan bahwa siswa tidak lagi mengalami kesulitan pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di tandai dengan siswa mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan menentukan keliling dan luas daerah layang-layang dengan baik berdasarkan indikator pembelajaran pada siklus I dan siklus II. sehingga hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 17 palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat di simpulkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 17 palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, (3) pemeriksaan konjektur, (4) verbalisasi konjektur, dan (5) umpan balik. Kata kunci: metode penemuan terbimbing, hasil belajar, keliling dan luas daerah layang-layang Abstract:This study aims to describe the application of guided discovery learning methods can improve student learning outcomes in the material around and kite area in class VIIA 17 SMP Negeri hammer. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action, observation and reflection. This research was conducted in two cycles. The subjects of this study were seventh grade students of SMP Negeri 17 Palu who were enrolled in the 2017/2018 school year. The number of subjects in this study were 28 students and 3 students were selected as informants. In the research that has been carried out, it was found that from the results of teacher and student observations on the first silkus in the good category with the percentage of teacher activity 81,25% and student activities 74.43% while the results of teacher and student observations in the second cycle in the excellent category with the percentage of teacher activity 95.32% and student activities 92,18% in addition, this study also shows that students no longer have difficulty in the circumference of material and kite area marked by students able to solve problems related to determining the circumference and area of ​​the kite well based on learning indicators in cycle I and cycle II . so that the learning outcomes of class VIIA students of SMP Negeri 17 hammer have increased. Based on these results, it can be concluded that the application of the guided discovery method can improve student learning outcomes in the material around and kite area in class VIIA SMP Negeri 17 hammer through the following steps: 1) problem formulation, 2) data processing and arrangement of conjectures, 3) examination of conjectures, 4) verbalization of conjectures, and 5) feedback. Keywords: guided discovery method, learning outcomes, around and the area of ​​the kite.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH LAYANG-LAYANG Riska Alfana Petingko; Baharuddin Paloloang; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model Problem Based Learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I 41,17% dan siklus II sebesar 76,47%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah. Kata Kunci: Problem Based Learning, hasil belajar, keliling dan luas daerah layang-layang. Abstract: This research aim to description about applying model Problem Based Learning in an attempt improve student learning outcomes on perimeter and area of kite in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi. This research in classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are are 1) planning, 2) doing, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the results of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 41,17% and has in cycle II by 76,47%. From the results of the research, it can be concluded that the application of Problem Based Learning can improve student learning outcome on circle in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi it following PBL the phases: 1) student orientation, 2) organize students to learn, 3) developing independent student and group research, 4) developing and presenting the work, and 5) analyzing and evaluating problem solving. Keywords: Problem Based Learning, learning outcomes, perimeter and area of kite.
PENERAPAN PENDEKATAN SOMATIS AUDITORI VISUAL INTELEKTUAL (SAVI) BERBANTUAN ALAT PERAGA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS Rizka Amalia; Maxinus Jaeng; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan SAVI berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan SAVI berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu pada materi luas permukaan dan volume limas menggunakan aspek-aspek sebagai berikut: 1) somatis yaitu siswa dibentuk ke dalam empat kelompok belajar yang heterogen, siswa mengamati alat peraga untuk menemukan rumus luas permukaan dan volume limas; 2) auditori yaitu siswa mendiskusikan bersama teman kelompoknya soal yang terdapat pada LKS, siswa bertanya kepada guru dan menyimak penjelasan guru mengenai hal-hal yang kurang dipahami pada LKS, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas; 3) visual yaitu pada siklus I siswa menggunakan alat peraga kerangka limas dan model bangun ruang limas yang terbuat dari karton untuk mempermudah siswa menentukan unsur-unsur limas dan menemukan rumus luas permukaan limas, sedangkan pada siklus II siswa menggunakan alat peraga model bangun ruang limas, bangun ruang kubus dan kacang hijau untuk mempermudah menemukan rumus volume limas; 4) intelektual yaitu siswa dapat menemukan rumus luas permukaan dan volume limas. Kata kunci: Pendekatan SAVI, hasil belajar, luas permukaan dan volume limas. Abstract: The objective of this research was in order to describe the application of SAVI approach assisted props which could improve the students' learning outcomes at class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu on the surface area and pyramid volume. The type of this research was a classroom action research that referred to the Kemmis and Mc research design. Taggart, i.e. planning, action execution, observation, and reflection. The samples of this research were the students of class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu, consisting of 24 students. The result of this research shows that the application of SAVI approach assisted props that could improve the students’ learning outcomes of class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu on the surface area and volume of a pyramid using the following aspects: 1) somatic i.e. students were formed into four heterogeneous learning groups, students observing props in order to find the surface area and pyramid volume formula; 2) auditory i.e. students discussed with their group friends about the problems contained in the LKS, students asked the teacher and listened to the teacher's explanation about the things that they do not understood yet in the LKS, students presented the results of group discussion in front of the classroom; 3) visual i.e. in cycle I students used props pyramid framework and model of pyramid space build that was made by cardboard in order to facilitate the students in determining the elements of pyramid and finding the formula of pyramid surface area, while on the cycle II the students used props model of the pyramid, cubes and green beans for beginners to discover the formula of pyramid volume: 4) Intellectual i.e. students could find the surface area formula and pyramid volume. Keywords: SAVI approach, learning outcomes, surface area and pyramid volume.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Ulfiani; Ibnu Hadjar; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi aritmatika sosial di Kelas VII D SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 30 siswa, 19 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 22 siswa dengan persentase ketuntasan 73% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 25 siswa dengan persentase ketuntasan 83%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learnig dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Palu, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah materi aritmatika sosial khususnya harga jual, harga beli, untung atau rugi, diskon dan persentase untung atau rugi 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan membentuk kelompok belajar secara koperatif, 3) membimbinng penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah. Kata kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar, Aritmatika Sosial ABSTRAC: This study aims to obtain a description of the application of the Problem Based Learning model in improving student learning outcomes in social arithmetic material in Class VII D of SMP Negeri 19 Palu. This type of research is Classroom Action Research (CAR) with reference to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely 1) planning, 2) implementation of actions, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research subjects were VII D grade students of SMP Negeri 19 Palu who were enrolled in the 2018/2019 school year as many as 30 students, 19 female students and 11 male students. Data collection techniques are observation, tests, interviews, and field notes. In the first cycle the number of students who completed were 22 students with a percentage of completeness 73% and in cycle II many students were completed ie 25 students with a percentage of completeness 83%. The results of this study indicate that the application of the Problem Based Learnig model can improve the learning outcomes of class VII D students of SMP Negeri 19 Palu, by following the PBL phases namely: 1) student orientation to the problem of social arithmetic material in particular the selling price, purchase price, profit or loss, discount and percentage of profit or loss 2) organize students to learn by forming cooperative learning groups, 3) guide students' investigations independently or in groups, 4) develop and present their work, and 5) analyze and evaluate problem solving. Keywords: Problem Based Learning, Learning Outcomes, Social Arithmetic
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR Widya Meistika Tinangon; Sudarman Bennu; Nurhayadi
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan keterampilan proses yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi limit fungsi aljabar di kelas XI IBB MAN 2 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IBB yang berjumlah 26 siswa dan dipilih tiga sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi (3) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penerapan Pendekatan keterampilan proses yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IBB MAN 2 Palu pada materi limit fungsi aljabar yang meliputi langkah-langkah : (1) pemanasan, (2) pengamatan dan interpretasi hasil pengamatan, (3) peramalan, (4) pengkajian, (5) generalisasi penemuan, (6) penerapan dan (7) mengkomunikasikan. Kata Kunci: Pendekatan keterampilan proses, hasil belajar siswa, limit fungsi aljabar Abstract: This research aims to obtain description of the application of skills process approach which can improve student's learning achievement on algebra limit function material in Grade XI IBB MAN 2 Palu . The subject of the research were 26 students in Grade XI IBB and selected 3 as informants. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to research design from Kemmis and Mc. Taggart, namely (1) planning, (2) action and observation and (3) reflection. This research was conducted in two cycles. Application of Skill Process Approach to Improve Student’s Learning Achievement On Algebra Limit Function Material of XI IBB Class at MAN 2 Palu is following the steps: (1) warming up, (2) observing and interpreting, (3) prediction, (4) analyzing, (5) discovery generalization, (6) implementation and (7) communication Keywords: Process Skill Approach, student’s learning outcomes, algebra of limits
PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HIMPUNAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Yuni Rahma Tanti; Mustamin Idris; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 4 Palu dalam menyelesaikan soal cerita himpunan berdasarkan gaya belajar. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Subjek bergaya belajar visual menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, dan juga subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek menggunakan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (2) Subjek bergaya belajar auditorial menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan masalah dan pada saat menuliskan informasi yang diketahui akan tetapi simbol yang digunakan masih kurang lengkap, serta subjek tidak menggunakannya pada saat menuliskan informasi ditanyakan, selanjutnya subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, kemudian subjek menggunakan rumus-rumus yang sesuai dalam menyelesaikan permasalahan, serta subjek juga menyimpulkan jawaban yang diperoleh diakhir penyelesaian. (3) Subjek bergaya belajar kinestetik menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan dengan lengkap, subjek juga menggunakan simbol matematika yang kurang tepat saat menuliskan informasi yang diketahui dan saat menyelesaikan permasalahan, kemudian subjek menggambarkan diagram venn yang sesuai dengan soal yang diminta beserta dengan keterangan pada diagram venn, selanjutnya subjek menggunakan rumus yang tidak sesuai dalam menyelesaikan permasalahan sehingga jawaban akhir yang didapatkan salah, serta subjek tidak menyimpulkan hasil akhir jawaban yang diperoleh. Kata kunci : Kemampuan komunikasi matematis, soal cerita himpunan, gaya belajar Abstract: This study aims to obtain an overview of the mathematical communication skills of SMP Negeri 4 Palu students in solving set story problems based on learning styles. The results of this study are (1) The learning style subject visually writes information that is known and asked in full, and uses mathematical symbols in solving problems, and when writing what is known but does not use it when writing what is asked, and also the subject describes venn diagram that corresponds to the question along with the description on the venn diagram, then the subject uses the steps in solving the problem, and the subject concludes the answer obtained at the end of the settlement. (2) Audial learning style subjects write information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols in solving problems and when writing information that is known but the symbols used are still incomplete, and the subject does not use it when writing information asked, then the subject describes the venn diagram that corresponds to the requested question along with a description on the venn diagram, then the subject uses the appropriate formulas in solving the problem, and the subject also concludes the answers obtained at the end of the solution. (3) The kinesthetic learning style subject writes information that is known and asked in full, the subject also uses mathematical symbols that are less precise when writing information that is known and when solving problems, then the subject describes a venn diagram that matches the requested question along with the description on the diagram venn, then the subject uses a formula that is not appropriate in solving the problem so that the final answer obtained is wrong, and the subject does not conclude the final results of the answers obtained. Keywords: Mathematical communication skills, story set, learning style
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR Yunita; Muh. Hasbi; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar di kelas VII A SMP Negeri 20 Palu. Penelitan ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaa, tindakan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data hasil aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi, data hasil wawancara dengan beberapa siswa yang dijadikan sebagai informan, data hasil catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil tes akhir tindakan menunjukkan persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I sebesar 44%, sedangkan pada siklus II sebesar 76%. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas VII A SMP Negeri 20 Palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan lingkaran di kelas VII A SMP Negeri 20 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan memotivasi siswa untuk bersemangat dan terlibat aktif dalam pembelajaran. (2) fase penyajian informasi, guru mendeskripsikan secara singkat tentang model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang akan diterapkan dalam pembelajaran. (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, siswa dikelompokkan dalam 5 kelompok belajar dan setiap anggota kelompok diberi nomor yang berbeda yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5. (4) fase pengajuan pertanyaan/permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKPD pada masing-masing kelompok. (5) fase berpikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKPD dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat. Kegiatan diskusi yang berlangsung dikontrol dan diberikan bantuan yang terbatas bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam kelompoknya. (6) fase pemberian jawaban, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kata kunci : Kooperatif tipe NHT, Hasil Belajar, Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying cooperative learning type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student’s learning outcomes on addition and subsraction of algebraic in Class VII A SMP Negeri 20 Palu. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are planning, doing, observation and reflection. Data collected in this research of data from the teacher and student activities during the implementation of learning by using the observation sheet, data from interviews with some of the students who serve as informants, data from field notes and final tes data. The result of the final test, showed the student’s precentage of classical completeness in cycle I was 44% and student’s precentage of classical completeness in cycle II was 76%. In the research that has been conducted, the results showed that student’s learning outcomes in Class VII A SMP Negeri 20 Palu have increased. Based to that result, it can be concluded that the application of cooperative learning Type NHT can improve student’s learning outcomes on circle equation material in Class VII A SMP Negeri 20 Palu, it follow the phases: (1) conveying the learning objective and motivating students, the teacher verbally conveying learning objectives and motivate students to get excited and be actively involved in learning. (2) presenting information, the teacher described briefly about cooperative learning type NHT to be applied in learning. (3) organizing study group and numbering, the students were grouped in 5 study group and each member of the group was given a different number is 1, 2, 3, 4 and 5. (4) questioning/probleming, the teacher distribute teaching materials and worksheets of students in each group. (5) heads together, the students are asked to do and worksheets of students and discuss together to get the right answer. Discussions that took place is controlled and limited aid given to students who have difficulty in the group. (6) answering, the students whose number obtained from the lottery raised his hand and presented the group's work forward. Keywords: cooperative learning of NHT, learning outcomes, addition and substraction of algebraic expression

Page 1 of 1 | Total Record : 10