cover
Contact Name
Muhammad Karim
Contact Email
jepmtuntad@gmail.com
Phone
+6282397598648
Journal Mail Official
jepmtuntad@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno-Hatta, KM.9, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 2338378X     EISSN : 3089803X     DOI : https://doi.org/10.22487/jepmt.v12i4
Core Subject : Education,
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is a mathematics education journal that has p-ISSN number 2338-378X and e-ISSN number 3089-803X. JEPMT contains writings raised from the results of research or critical studies in the field of mathematics education and / or its instructional. JEPMT Publishes four times a year, in 4 times a year (March, June, September, and December). JEPMT encompasses original research articles, reviewe articles, and short communication, including mathematics education, School Mathematics, and development of mathematics learning. For author who interested submitting the manuscript , kindly register yourself. The manuscript must be original research, written in Indonesian language or english Language, and not be simultaneously submitted for another journal or conference. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT) is an open access journal and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. Jurnal Elektronok Pendidikan Matematika Tadulako is provided for writers, teachers, students, professors, and researchers, who will publish their research reports or their literature review articles about mathematics education and its instructional. This journal publishes two times a year, in March and September. Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Mathematics Education School Mathematics Development of mathematics learning
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2021)" : 10 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN CTL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN SENILAI DAN BERBALIK NILAI DI KELAS VIIA SMP NEGERI 13 SIGI Afriani Maso; Ibnu Hadjar; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang Penerapan Pendekatan CTL dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perbandingan Senilai dan Perbandingan Berbalik Nilai di Kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan desainnya menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, dengan tahapannya yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjeknya adalah seluruh siswa kelas VIIA yang berjumlah 27 orang siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai, dengan memuat tujuh komponen yaitu: 1) kontruktivisme, 2) bertanya, 3) menemukan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi dan 7) penilaian autentik. Kata kunci : pendekatan CTL, hasil belajar, perbandingan senilai dan berbalik nilai. Abstract: The objective of this research was described the application of CTL approach in at attempt improve student learning outcomes of mathematic on proportion equality and inverse material to the VIIA SMP Negeri 13 Sigi. In this case, the researcher applied Class Action Research (CAR) and the desing referred to Kemmis and Mc. Taggart model which covered planning, action, observation, and reflection. The subjects of the research were 27 students. This research was divided into two cycles, each of these cycles included one meetings. The results showed that the result of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria.from the results of the research, it can be concluded that the application CTL approach in at attempt improve student learning outcomes of mathematic on proportion equality and inverse material to the VIIA SMP Negeri 13 Sigi in proportion through some componens: 1) contructivism, 2) questioning, 3) inquiry, 4) learning community, 5) modeling, 6) reflection and 7) authentic assessment.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII A SMP LABSCHOOL PALU Moh. Agus; Tegoeh S. Karniman; Nuryadil
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas VII A SMP Labschool Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Labschool Palu. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) penyajian kelas, (2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (3) membimbing siswa belajar dan bekerja, (4) tes individual, dan (5) pemberian penghargaan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBANTUAN GARIS BILANGAN PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT Fevi Andrayana; Muh. Hasbi; Muh. Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada penjumlahan dan penurangan bilangan bulat siswa kelas VII A MTs Alkhairaat Maleni. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini berlokasi di MTs Alkhairaat Maleni. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A MTs Alkhairaat Maleni yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 25 siswa. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, data aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A MTs Alkhairaat Maleni pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dengan tahapan yaitu : 1) penyampaian tujuan pembelajaran dan pemberian motivasi siswa, 2) penyajian informasi, 3) penomoran dan 4) pemberian pertanyaan.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI LINGKARAN Fitrianingsih; Marinus Barra Tandiayuk; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Palu dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas 4 subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan dalam menggunakan rumus panjang busur dan rumus luas juring lingkaran, (2) kesalahan dalam melakukan konsep operasi perkalian desimal, (3) kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui, (4) kesalahan dalam menuliskan satuan luas lingkaran, (5) kesalahan tidak menuliskan satuan luas dan satuan keliling lingkaran. Sedangkan kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, (2) kesalahan dalam melakukan operasi perkalian, (3) kesalahan tidak melanjutkan jawaban. Adapun faktor penyebab kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan dalam menggunakan rumus panjang busur dan rumus luas juring lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami maksud dari soal. (2) kesalahan dalam melakukan konsep operasi perkalian desimal, hal ini disebabkan karena siswa bingung pada saat meletakkan tanda koma. (3) kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui dari soal, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami soal dengan baik. (4) kesalahan dalam menuliskan satuan luas lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak paham konsep satuan luas. (5) kesalahan tidak menuliskan satuan luas dan satuan keliling lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami konsep satuan. Sedangkan faktor penyebab untuk kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, hal ini disebabkan karena siswa lupa menuliskannya. (2) kesalahan perhitungan dalam melakukan operasi perkalian, hal ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan perkalian. (3) kesalahan tidak melanjutkan jawaban, hal ini disebabkan karena siswa hanya mengetahui sebagian maksud dari soal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KOMPOSISI DUA FUGSI DI KELAS X IPA 5 SMA NEGERI 7 PALU Inaryo M. jaafar; Baharuddin Paloloang; Muh. Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada materi komposisi dua fungsi hal ini disebabkan karena siswa kurang memahami konsep dalam menentukan komposisi dua fungsi, sehingga siswa mudah lupa dengan rumus menentukan komposisi dua fungsi. Selain itu, kurangnya pemahaman siswa pada materi prasyarat dari materi komposisi dua fungsi, yaitu materi tentang aljabar fungsi, serta sebagian besar siswa kurang aktif selama mengikuti pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajarar siswa pada materi komposisi dua fungsi di kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Palu tahun ajaran 2018/2019 berjumlah 33 orang siswa yang terdiri dari 14 laki-laki dan 19 perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data Hasil penelitian menunjukan pada tes akhir siklus I terdapat 15 siswa tuntas dan 17 siswa tidak tuntas berikut ketuntasan belajar klasikal mencapai 46,87%, Sedangkan pada siklus II terdapat 26 siswa tuntas dan 5 siswa tidak tuntas berikut ketuntasan belajar klasikal mencapai 83,85%. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerepan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA 5 SMA Negeri 7 Palu pada materi komposisi dua fungsi, dengan tahapannya yaitu (1) pendahuluan, (2) think, (3) pair, (3) share, dan (5) penghargaan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 5 PALU GENDER DI SMP NEGERI 15 PALU Lia Ariyati Lapahu; I Nyoman Murdiana; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievment Division (STAD) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat di kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Palu yang berjumlah 31 orang dan dipilih 3 orang siswa sebagai informan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan pada tes akhir siklus I terdapat 20 orang siswa yang tuntas dan 11 orang siswa yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal yangdicapai sebesar 64,51%. Sedangkan pada siklus II terdapat 24 siswa yang tuntas dan 6 siswa yang tidak tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal yang dicapai sebesar 80,00%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswakelas X MIPA 1 SMA Negeri 5 Palu pada materi persamaan kuadrat, dengan tahapannya yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyampaikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar, 4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, 5) evaluasi, 6) memberikan penghargaan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA 7 SMA NEGERI 2 PALU PADA MATERI LIMIT FUNGSI ALJABAR I Made Rai Adnyana; Sudarman; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran langsung yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XI MIA 7 SMA Negeri 2 Palu pada materi limit fungsi aljabar. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA 7 SMA Negeri 2 Palu yang terdaftar pada tahun 2016/2017. Jumlah subjek penelitian ini adalah 30 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini yaitu: (1) data hasil aktivitas guru dan siswa dalam pelaksanaan fase-fase model pembelajaran langsung pada lembar observasi minimal berkategori baik, (2) Hasil belajar siswa pada materi limit fungsi aljabar meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran langsung, persentase ketuntasan belajar klasikal siswa meningkat dari siklus dari siklus I sebesar 63,33% ke siklus II sebesar 83,33%, hasil observasi aktivitas guru dan siswa berada pada kategori baik pada siklus I dan berada pada kategori sangat baik pada siklus II dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran langsung sebagai berikut (1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, (2) mendemostrasikan pengetahuan atau keterampilan, (3) Membimbing pelatihan, (4) Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, (5) Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMECAHAN MASALAH KELILING DAN LUAS PERSEGI PANJANG DI KELAS VII GATOT SUBROTO SMPN 4 PALU Nurul Mutmainnah Hasmun; Baharuddin Paloloang; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di Kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 53,84% dan pada siklus II mencapai 76,92%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 26 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh skor total 34 atau berada pada kategori sangat baik. (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 29 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 34 atau berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemecahan masalah keliling dan luas persegi panjang di Kelas VII Gatot Subroto SMPN 4 Palu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIE SMP NEGERI 10 PALU Sasmitha Puri Indah; Sukayasa; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada materi persamaan linear satu variabel untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIE SMP Negeri 10 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIE SMP Negeri 10 Palu yang berjumlah 18 orang yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, wawancara, catatan lapangan, serta data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS hasil belajar siswa pada materi persamaan linear satu variabel meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yaitu: (1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada materi persamaan linear satu variabel dan memotivasi siswa agar lebih semangat belajar, (2) menyajikan informasi kepada siswa tentang model pembelajaran kooperatif tipe TSTS, (3) mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari 4-5 orang, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar dan mengontrol siswa mengerjakan LKPD, (5) evaluasi siswa dengan mengarahkan siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok dan membuat kesimpulan pelajaran, (6) memberikan penghargaan terhadap kelompok. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 52,94% sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus II mengalami peningkatannya itu sebesar 81,25%.
PROSES BERPIKIR SISWA SMA NEGERI 6 PALU DALAM MEMECAHKAN MASALAH LINGKARAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Ni Putu Wiwik Noviani; Maxinus Jaeng; Gandung Sugita
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa SMA Negeri 6 Palu dalam memecahkan masalah lingkaran berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari gaya belajar. Hasil penelitian ini adalah 1) Proses berpikir subjek visual dalam a) memahami masalah, subjek membaca soal tanpa bersuara lalu menggaris bawahi keterangan penting untuk mengidentifikasi hal-hal yang diketaui dan ditanyakan, b) membuat rencana pemecahan, subjek menjelaskan rencananya dengan menggambarkan situasi yang dimaksud dalam soal, c) melaksanakan rencana pemecahan, subjek menandai jawabannya dengan coretan persegi panjang, sesekali diam memandang ke satu arah menandakan ia sedang berkonsentrasi, d) memeriksa kembali, subjek memeriksa operasi hitung dan mengulang berhitung. 2) Proses berpikir subjek auditorial dalam a) memahami masalah, subjek membaca soal berulang kali dalam hati ditandai dengan gerakkan bibirnya untuk mengidentifikasi hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, suara-suara ribut akan membuat subjek sulit berkonsentrasi, b) membuat rencana, subjek mengungkapkan rencana pemecahan masalah yang telah disusun dengan lancar, c) melaksanakan rencana pemecahan, subjek menggerakan bibirnya seperti sedang berbicara pada dirinya sendiri, subjek juga lambat dalam menuliskan jawabannya, d) memeriksa kembali jawaban, subjek memeriksa kembali langkah-langkah pengerjaannya untuk memastikan tidak ada kesalahan. 3) Proses berpikir subjek kinestetik dalam a) memahami masalah, subjek membaca berulang di dalam hati dengan menggunakan pulpen sebagai penunjuk, subjek juga menggoyangkan kaki, b) membuat rencana, subjek mengungkapkan rencana dengan menunjuk ke kertas soal, subjek tidak menggunakan semua informasi penting untuk membuat rencana, c) melaksanakan rencana pemecahan, subjek mengetuk-ngetukan pulpen di kepala menandakan subjek fokus memikirkan apa yang sedang dikerjakan, d) memeriksa kembali jawaban, subjek tidak memeriksa kembali jawabannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10